Anda di halaman 1dari 6

Tugas Pra Praktikum

Fisika Lanjutan
“Gelombang Mikro”

Oleh:
Kelompok 1 Kelas 4A

1. Arsyad Kholis Firdaus (11190163000004)

11 April 2021

PROGRAM STUDI TADRIS FISIKA


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
TUGAS AWAL PRAKTIKUM GELOMBANG MIKRO

1. Seorang asisten laboratorium memberikan sebuah video kepada praktikan berupa percobaan
polarisasi cahaya. Dalam video tersebut terdapat 3 buah polaroid yang disusun seperti gambar
di bawah ini.

Praktikan ingin mencoba praktikum tersebut di laboratorium. Tetapi di laboratorium hanya


tersedia 2 buah polaroid untuk melakukan percobaan. Apakah yang harus dilakukan oleh
praktikan jika ingin menghasilkan total intensitas akhir yang sama dengan yang terdapat pada
video?
2. Jelaskan karakeristik dari gelombang mikro!
3. Bagaimana cara mengukur distribusi medan gelombang mikro transversal dan logitudinal?
4. Bagaimana cara menentukan polarisasi gelombang mikro yang dipancarkan?
TUGAS AWAL PRAKTIKUM GELOMBANG MIKRO

1. Secara garis besar metode polarisasi cahaya dapat terjadi karena


• Pemantulan (Reflection)
• Penyerapan (Absorption)
• Pembiasan (Refraction)
• Hamburan (Scattering)
Tampak pada gambar yang diberikan pada contoh diatas berupa polarisasi berbasis
penyerapan . dimana molekul-molekul penyusun film polaroid akan menyerap Sebagian
cahaya yang melaluinya sehingga hanya cahaya tertentu saja yang dapat melewati film
polaroid. Idealnya polaroid memiliki intensitas keluaran I dengan harga ½ sari intensitas
input atau dapat ditulis I=½𝐼0 .
Polaroid merupakan layer atau benda yang berfungsi untuk mempolarisasikan
cahaya yang tak terpolarisasi. (www.simdos.unud.ac.id)
Dalam kasus pada ilustrasi diatas agar dihasilkan intensitas keluaran yang benar
maka praktikan harusmenyusun polariser dengan analyzer, dimana analyzernya
1
dipasang dalam suut tertentru. Persamaan yang digunakan adalah 𝐼 = 2 𝐼0 cos 𝜃.

Ketika menggunakan 3 polarizer maka dihasilkan intensitas cahayanya yakni 𝐼3 =


0,125
1
𝐼1 = 𝐼0
2
𝐼2 = 𝐼1 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃
1
𝐼2 = 𝑐𝑜𝑠 2 45°
2
1
𝐼2 = (0,5)
2
𝐼2 = 0,25𝐼0
𝐼3 = 𝐼2 𝑐𝑜𝑠 2 (90° − 45°)
𝐼3 = 𝐼2 𝑐𝑜𝑠 2 45 °
𝐼3 = 0,25𝐼0 (0,5)
𝐼3 = 0,125𝐼0
lantas bagaimana caranya agar ketika hanya ada 2 polaroid hasilnya akan sama dengan
3 polarois? Yakni dengan cara menentukan sudut dari analyzernya, dimana
1
𝐼1 = 𝐼0
2
𝐼2 = 𝐼1 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃
1
0,125 = 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃
2
2
0,125 × = 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃
1
𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 = 0,25
𝑐𝑜𝑠𝜃 = √0,25
𝑐𝑜𝑠𝜃 = 0,5
𝜃 = 60°
Maka polaroid yang kedua harus diatur sudutnya dalam 60°

(www.simdos.unud.ac.id)

2. Gelombang mikro merupakan salahsatu jenis dari gelombang elektromagnetik,


dimana karakteristiknya dalah sebagai berikut:
• Memiliki frekuensi yang sangat tinggi atau super high frequency (SHF);
• Nilai frekuensinya dalam rentang 300 MHz – 300 GHz atau 1 meter – 1
milimeter:
• Memiliki nilai energi foton dalam rentang 1,24 µeV – 1,24 meV
• Menyebabkan efek pemanasan pada sebuah bend ajika benda tersebut menyerap
gelombang mikro. (Mudrik Alaydrus, 2019 : 3-4)
• Memiliki sifat optic yang sama dengan gelombang cahaya tampak
• Dapat mengalami penyerapan pemantulan dan polarisasi.
• Terdiri dari kumpulan energi yang bergerak melalui ruang hampa dalam bentuk
gelombang sinus

3. Dengan cara melakukan variasi atau perubahan posisi detector pada arah sejajar dan
tegak lurus. (Laboratorium fisika, 2017 : 2) Dengan menggunakan persamaan E=V/r
Prosedur percobaannya:
• Posisikan corong antena secara horisontal pada tiang penyangga dan
landasannya.
• Hubungkan osilator Gunn dengan soket GUNN-OUT dan E-field probe dengan
soket AMP-IN pada Gunn Supply menggunakan 2 kabel BNC.
• Aturlah fungsi mikrometer untuk pengukuran tegangan DC, kemudian
hubungkan dengan AMP-DC OUT dan Ground pada Gunn supply menggunakan
kabel penghubung.
• Letakan E-field probe tepat di bagian tengah depan corong antena.
• Nyalakan Gunn supply dengan menghubungkan adaptor AC ke catu daya listrik.
• Aturlah frekuensi modulasi dengan pengatur frekuensi GUNN-∆f sehingga
sinyal tegangan yang diterima multimeter maksimum.
• Pasanglah penyerap gelombang mikro di bagian depan dan samping E-filed
probe.

A. Distribusi medan memanjang


• Letakan E-field probe tepat di bagian tengah depan corong antena (𝑦0 = 0 cm).
• Ukur dan catat nilai tegangan U pada mikrometer ketika E-field probe diletakan
pada jarak x = 10 cm sampai x = 25 cm, setiap pergeseran sejauh 0,2 cm.

B. Distribusi medan melintang


• Letakan E-field probe depan corong antena pada jarak 𝑥0 = 10 cm.
• Ukur dan catat setiap nilai tegangan U pada mikrometer ketika posisi E-field
probe diletakkan pada posisi y = -20 cm sampai y = 20 cm, setiap pergeseran
sejauh 1 cm.
• Ulangi lagi pengukuran di atas untuk jarak 𝑥0 = 20 cm.

4. Menggunakan sebuah polarizer yang ditempatkan diantara jarak sumber gelombang


dan detector (Laboratorium fisika, 2017 : 2) Dengan persamaan yang digunakan
𝑉
adalah 𝐸 = 𝐸0 cos 𝜃 dengan 𝐸0 = 𝑟

Prosedur percobaannhya:

• Letakan E-field probe kira-kira 30 cm di bagian tengah depan corong antena yang
dipasang secara horisontal seperti terlihat pada gambar 2.
• Letakan polarisator di antara corong antena dan E-field probe dengan posisi segaris.
• Catatlah nilai tegangan U yang terukur pada multimeter ketika polarisator dirotasikan dari
sudut 𝜗 = 0° sampai 180° setiap kenaikan sudut sebesar 10°.
• Putar osilator Gunn dan E-field probe pada posisi vertikal pada tiang penyangga dengan
penjepit, dan setting pengukuran pada jarak yang sama seperti sebelumnya.
• Catatlah kembali nilai tegangan U yang terukur pada multimeter pada posisi
tersebutketika polarisator dirotasikan mulai dari sudut 𝜗 = 0° sampai 180° dengan
kenaikan sudut sebesar 10°.
DAFTAR PUSTAKA

Alaydrus, Murdik. 2019. Teknik Radio dan Gelombang Mikro. Yogyakarta : Teknosain.
Laboratorium Fisika. 2017. Praktikum Fisika Lanjutan 2021. Jakarta: UIN Syarif
Hidayatullah.
Yuliara, I Made. 2016. Modul Polarisasi. Diakses di https://www.simdos.unud.ac.id pada
pukul 19.33 10 April 2021.