Anda di halaman 1dari 6

NAMA : ADELLA FITRI FRILISTA

NIM: 2005110270
KELAS: 2A-Pendidikan Biologi
Mata Kuliah: Biosel
Dosen Pengampu: Dra. Darmawati, M.Si

BAB 5
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lisosoma !
Jawab: Lisosom adalah organel bermembran yang ditemukan pada sel. Bentuknya berupa vesikel
bulat yang mengandung enzim hidrolitik yang mampu memecah berbagai jenis biomolekul.
Lisosom merupakan organ di dalam sel yang berfungsi mencerna senyawa seperti karbohidrat
dan protein.
6. Jelaskan peranan lisosoma dalam sel !
Jawab: Lisosom mempunyai beberapa fungsi untuk mencerna makanan cadangan yang dibantu
oleh enzim-enzim hydrolase, yaitu heterofagi dan autofagi.
Pada proses heterofagi bahan dari luar sel, masuk ke dalam sel dengan jalan endositosis sehingga
terbentuk endosoma. Terjadi peleburan antara sebagian selaput lisosoma primer dengan selaput
endosoma, sehingga enzim lisosomal tertuang ke vakuola leburan lisosoma primer dan
endosoma. Proses pencernaan berlangsung. Terbentuk lisosoma sekunder yang akan menjadi
badan-badan residu. Limbah pencernaan dikeluarkan dari sel dengan jalan eksositosis Beberapa
contoh proses heterofagi yaitu: pertahanan oleh netrofil terhadap infeksi mikrobia, proses makan
pada amoeba, dan pembentukan hormone tiroksin oleh kelenjar tiroid.
Berbeda dengan proses heterofagi, pada proses autofagi bahan yang menjadi substrat bagi
hidrolase lisosomal, berasal dari komponen sel itu sendiri. Pembentukan vakuola autofagi dapat
berlangsung dengan berbagai mekanisme, salah satu diantaranya terjadi sebagai berikut: sebuah
sisterna RE, melengkung mengelilingi sebagian sitoplasma yang padanya terdapat berbagai jenis
organela dan inklusi, misalnya ribosoma, mitokondria, glikogen, dan sebagainya.
7. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara peroksisom dengan glioksisom !
Jawab: Peroksisom dan glioksisom secara struktur sama, berbeda hanya pada enzim yang
dikandungnya.
Persamaan peroksisom dengan glioksisom:
 Glioksisom dan peroksisom adalah organel sub seluler
 Mereka mampu bernafas
 Kedua organel tersebut mengandung enzim jalur glioksilat
 Mereka hadir dalam kelompok utama organisme eukariot
 Bentuknya bulat dan oval
 Kedua organel ini adalahh mikrobodi

Perbedaan peroksisom dan glioksisom


Perbedaan Peroksisom Glioksisom

Pengertian Peroksisom adalah Glioksisom adalah


organel terikat peroksisom khusus yang
membrane tunggal yang ada pada tumbuhan dan
ditemukan disebagian jamur berfilamen
besar sel eukariotik

Kehadiran Hadir disebagian besar Hadir dalam sel


sel tumbuhan dan jamur

Fungsi Utama Pemecahan asam lemak Katalis pembentukan


rantai sangat panjang asetil KoA dari asam
melalui oksidasi beta lemak yang disimpan di
dalam biji yang
berkecambah

Detoksifikasi Detoksifikasi dilakukan Jangan mendetoksifikasi


dengan peroksisom alkohol dan senyawa
beracun

8. Apa yang dimaksud dengan daur glikosilat !


Jawab: Daur glioksilat atau siklus glioksilat adalah serangkaian reaksi kimia untuk mengubah
asetil-CoA menjadi suksinat yang kemudian akan digunakan sebagai prazat untuk
glukoneogenesis dalam mitokondria. Di dalam mitokondria suksinat di ubah menjadi
oksaloasetat, dan dalam sitosol oksaloasetat diubah menjadi fosfoenolpiruvat untuk digunakan
dalam pembentukan glukosa baru.
BAB 6
1. Berikan penjelasan apa yang dimaksud dengan istilah sitosol!

Jawab: Sitosol atau hialoplasma adalah cairan yang terdapat di sel-sel organela
berselaput merupakan bagian sitoplasma. Sebagian metabolisme sel terjadi di sini.
Protein dalam sitosol berperan penting dalam jalur transduksi sinyal seluler dan glikolisis.
Sebagian besar sitosol terdiri atas air, ion terlarut, molekul kecil, dan sejumlah besar
molekul larut air.

2. Berikan peran komponen-komponen sitosol

Jawab:
Sitosol fungsinya sebagai tempat reaksi kimia contohnya glikolisis. Di dalam sitosol
terdapat macam senyawa, dapat dikatakan bahwa sitosol berperan sebagai tempat
timbunan bahan-bahan bakar dan bahan-bahan yang diperlukan untuk sintesis. Timbunan
bahan bakar yang terdapat di sitosol sebagian adalah molekul mikro yang terlarut
misalnya gula, sebagian adalah molekul makro terlarut maupun yang tidak terlarut.
Contoh glikogen atau lemak.

3. Sebutkan 3 komponen sitosol yang berbentuk filamen. Berikan penjelasan


mengenai perbedaan antara filamen-filamen itu!

Jawab: Filamen-filamen sitosol adalah mikrotubula, mikrofilamen, dan filamen


intermedia.

1. Mikrotubula:
Mikrotubulus membentuk dan menyokong sel serta berperan sebagai jalur yang dapat
disusuri oleh organel yang dilengkapi dengan protein motorik. Untuk memberikan contoh
yang berbeda dari mikrotubulus memandu vesikel sekresi dari aparatus Golgi ke
membran plasma, Mikrotubulus juga memisahkan kromosan saat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus (Polimer Tubulin):


 Mempertahankan bentuk sel ( penopang penahan-kompresi ).
 Motilitas sel ( seperti pada silia atau flagela ).
 Pergerakan kromosom dalam pembelahan sel.
 Pergerakan organel.

2. Mikrofilamen
Mikrofilamen terkenal karena perannya dalam motilitas sel, terutama sebagai bagian
aparatus kontraktil sel otot. Berbeda dengan peran penahan-kompresi oleh mikrotubulus,
peran structural mikrofilamen dalam sitoskeleton ialah menahan tegangan (gaya taring).
Jejaring berdimensi tiga yang dibentuk oleh mikrofilamen tepat dibagian dalam
membrane plasma (mikrofilamen korteks) membantu menyokong bentul sel.
Fungsi Mikrofilamen adalah:
 Menahan tegangan (gaya tarik)
 Mengatur arah aliran sitoplasma
 Kontraksi Otot

3. Filamen Intermedia

Filamen intermedia merupakan filamen yg liat dan tahan lama yang terdapat di dalam
sel eukaryota. Filamen intermedia terdiri dari molekul-molekul protein fibrosa.
Filamen ini memiliki daya rentang sangat tinggi. Filamen intermedia berukuran lebih
kecil dari ada mikrotubla tetapi lebih besar dari pada mikroilamen. Filamen
intermedia terdapat di seluruh sitoplasma dengan pusatnya di sekeliling nukleus
menyerupai suatu keranjang. Dari sini terjulur ke segala arah menuju daerah perifer.

Fungsi filament intermedia adalah:


 Memperkuat bentuk sel dan posisi organel tertentu.
 Pembentukan laminan nucleus
 Filamen antara mendukung sel
MIKROFILAMEN FILAMEN
SIFAT MIKROTUBULA
(FILAMEN AKTIN) INTERMEDIET

Tabung berongga,dinding Protein serabut


2 untai aktin yang
Struktur terdiri atas 13 menggulung menjadi
saling terjalin
protofilamen tubulin kabel yang lebih tebal
25 nm dengan lumen 15
Diameter 7 nm 8-12 nm
nm

Tubulin, dimer yg Salah satu dari


terdiri dari α-tubulin beberapa protein yang
Subunit
Aktin berbeda pada keluarga
Protein
dan β-tubulin keratin,bergantung
pada sel.
Mempertahankan bentuk
Mempertahankan
sel (penopang
bentuk sel (unsur Mempertahankan
penahankompresi), penahan-tarikan) bentuk sel (unsur
Perubahan bentuk sel, penahan-tarikan),
motilitas sel, kontraksi otot, tempat bertautnya
Fungsi pengaliran sitoplasma, nukleus dan organel
pergerakan kromoson motilitas sel, tertentu lainnya,
pembelahan sel pembentukan lamba
dlm pembelahan sel, (pembentukan alur nukleus.
pembelahan).
pergerakan organel

4. Berikan penjelasan apa sebab bila ke dalam sel dimasukkan kolkisin, gelendong
mitosis tidak terbentuk!

Jawab:
Setiap molekul kolkisin akan terikat erat pada molekul tubulin bebas,sehingga
mencegah terbentuknya mikrotubula,akibatnya pembelahan sel yang sedang
membelah ke kolkisin, menyebabkan menghilangnya gelendong mitosis dan
menghentikan proses mitosis untuk beberapa menit. Colchicine bekerja dengan cara
menghentikan pembentukan protein khusus, sehingga bisa mencegah aktivasi dan
pergerakan sel darah putih jenis neutrofil ke area peradangan.
5. Berikan penjelasan apa sebab dari sentrosoma sel tumbuhan dapat timbul aster,
walaupun padanya tidak terdapat sentriola!

Jawab:
Di sini mikrotubula aster muncul dari sentrosoma yang hanya terdiri dari materi padat
electron demikian pula sentriola juga tidak dijumpai di gelondong miosis oosit tikus,
meskipun kemudian akan terlihat pada perkembangan embrio. Mikrotubula
sitoplasmik tidak langsung berpangkal pada sentriola, tapi timbul dari materi bentuk
yang terdapat di sekeliling sentriola.

6. Coba jelaskan secara ringkas perbedaan pergerakan sel otot dengan sel bukan
otot.
Jawab:

Gerakan sel otot


Sel otot terbagi 2 yaitu; sel otot polos dan sel otot lurik (seran lintang). Otot lurik
berukuran 1-40mm dan lebar 10-50 m. Setiap sel mengandung berkas filamen atau
miofibril yang tersusun dari sakromer. Sakromer terdiri dari myosin dan aktin. Otot
lurik dapat mengkerut, mengendor dan meregang. Hal ini terjadi disebabkan
pergeseran antara miosin dan aktin. Miosin memiliki ekor dan kepala.
Kepala miosin memiliki tempat kegiatan ATP ase yang kerjanya dipacu oleh aktin,
sehingga dapat membangkitkan tenaga jika keduanya saling berhubungan. Pengikatan
ATP ke kepala miosin menyebabkan terlepas dari aktin. ATP terurai menjadi ADP
dan P sehingga kepala miosin bertenaga dan berputar sehingga kedudukannya tegak
lurus kepada aktin. Hal ini akan terjadi bila di dalam sel terdapat cukup ion Ca2+

Pada otot polos tidak memiliki pita-pita gelap dan terang. Aktin sel otot polos berbeda
dengan aktin sel otot lurik dalam susunan asam aminonya. Miosin sel otot polos lebih
cendrung sama dengan miosin sel-sel bukan sel otot.

Gerakan sel bukan otot

Secara umum Gerakan sel bukan sel otot disebut gerakan amoeboid. Pada dasarnya
gerakan ini berlandaskan pada perubahan keadaan fisik sitoplasma, yaitu perubahan
dari keadaan kental (gel) ke encer (sol). Perubahan ini mengakibatkan terjadinya
aliran sitiplasma. Yang berperan dalam aliran sitoplasma ini sebagian besar adalah
mikrofilamen terutama aktin. Misalnya Aktinin dan filamin suatu protein mengikat
silang yang terdapat di sitosol dapat merubah keadaan sitoplasma dari encer ke
kental, sedangkan gelsolin dan vilin adalah sebaliknya. Hal ini juga dipengaruhi oleh
keeradaan ion Ca2+