Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

“MEMPERKUAT IDEOLOGI PANCASILA SEBAGAI USAHA


UNTUK MEMPERKUAT WAWASAN IDEOLOGI
INDONESIA”

MATA KULIAH :
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH :
SELLY COSTRINI

Oleh :
Selly Costrini

UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN AJARAN 2020/2021

0
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmannirrohim..
Alhamdulillah puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, nikmat, karunia, dan inayah-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan Makalah Pendidikan Kewarganegaraan “Memperkuat Ideologi Pancasila
Sebagai Usaha untuk Memperkuat Wawasan Ideologi Indonesia”.
Terima kasih banyak saya ucapkan kepada Dosen Pengampu saya di Universitas
Terbuka yang telah memberikan dukungan moral maupun materil dalam penyusunan
makalah ini. Selain itu, saya ucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang
terus mendukung saya agar dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Saya menyadari bahwa makalah ini bahkah jauh dari kata sempurna baik dalam
segi susunan, bahasa, dan kepenulisannya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sehingga saya dapat
meningkatkan dan memperbaiki kualitas makalah ini dan menjadikan saran dan kritik
tersebut sebagai modal serta acuan penting dalam penulisan karya lain yang akan saya
buat di kemudian harinya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat memberikan
informasi dan wawasan yang bermanfaat untuk para pembaca.

Payakumbuh, 25 April 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................


A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................ 1

B. Ruang Lingkup Masalah ............................................................................................ 1

C. Tujuan Penulisan.......................................................................................................... 1

D. Sumber Data .................................................................................................................. 1

E. Metode dan Teknik ...................................................................................................... 2

F. Sistematika Penulisan ................................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN................................................................................
A. Pengertian Ideologi Pancasila dan Wawasan Ideologi
Indonesia ......................................................................................................................... 4
B. Arti Penting Ideologi Pancasila Sebagai Bagian dari Wawasan
Nusantara ........................................................................................................................ 12
C. Hubungan Ideologi Pancasila dengan Ketahanan Nasional ........................ 15
D. Alasan Pentingnya Penguatan Ideologi Pancasila dalam Kehidupan
Bermasyarakat Sekarang ini .................................................................................... 18
E. Upaya Penguatan Ideologi Pancasila untuk Memperkuat Wawasan
Ideologi Indonesia ........................................................................................................ 20

BAB III KESIMPULAN ................................................................................ 26

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... iii

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia sebagai sebuah negara yang sedang berkembang tentu harus memiliki
strategi dan metode dalam mempertahankan jati dirinya serta wawasan ideologi
bangsanya untuk menghadapi tantangan zaman dan modernisasi. Ketahanan jati diri
sebuah bangsa tidak terlepas dari kemampuannya dalam memegang teguh nilai-nilai
atau prinsip yang tersimpul pada Pancasila, yang dijadikan sebagai ideologi serta
pandangan hidup bangsa bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila dipilih
sebagai ideologi bangsa Indonesia karena nilai-nilainya berasal dari kepribadian asli
bangsa Indonesia sendiri. Sebagai ideologi, Pancasila merupakan ideologi bangsa
Indonesia yang terlahir dari kebudayaan dan sejarah masyarakat Indonesia yang telah
ada jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Dalam ideologi Pancasila terkandung nilai-
nilai luhur yang menjadi tolak ukur sikap dan perilaku bermoral bangsa Indonesia.
Indonesia sebagai negara dengan dasar negaranya, memiliki sebuah arti penting
dalam kepemilikan ideologi Pancasila tersebut sebagai pondasi utama karakter dan jati
diri bangsa. Setiap bangsa dan negara ingin berdiri kokoh, tidak mudah terombang-
ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara. Tidak terkecuali
negara Indonesia. Negara yang ingin berdiri kokoh dan kuat, perlu memiliki ideologi
negara yang kokoh dan kuat pula. Tanpa itu, maka bangsa dan negara akan rapuh.
Di era yang serba modern ini, makna Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
negara Indonesia mulai tergerus dan dilupakan oleh sebagian rakyat Indonesia. Bahkan
hakikatnya sebagai ideologi mulai digantikan oleh perkembangan teknologi yang sangat
canggih. Fungsi dan kedudukan pancasila terutama sebagai ideologi bangsa tersebut
mulai terancam dan mengakibatkan keterpurukan hampir di semua bidang kehidupan.
Cahaya ideologinya kian mulai pudar. Ditengah situasi yang sedemikian rupa tersebut,
tentu diperlukan adanya penguatan suatu nilai dasar sebagai acuan kehidupan
berbangsa dan bernegara Indonesia. Selain itu, mengingat bahwa begitu strategisnya
kedudukan pancasila sebagai ideologi negara dasar pemersatu bangsa Indonesia, maka
pancasila harus tetap dipertahankan dan dilestarikan dengan melalui revitalisasi dan
aktualisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Agar pancasila
tetap vital dan aktual sebagai pemersatu bangsa maka nilai-nilai pancasila perlu

1
diestafetkan kepada generasi selanjutnya serta diperkuat kembali eksistensinya dalam
hakikat pemenuhannya.

B. Ruang Lingkup Masalah


Adapun Ruang lingkup masalah yang dibahas pada makalah ini diantara lainnya :
1. Apakah yang dimaksud dengan Ideologi Pancasila serta Wawasan Ideologi
Indonesia?
2. Apakah arti penting Ideologi Pancasila sebagai bagian dari Wawasan
Nusantara?
3. Apakah hubungan keterkaitan yang dimiliki Ideologi Pancasila dengan
Ketahanan Nasional (Geostrategi)?
4. Apakah alasan penting yang mendasari penguatan Ideologi Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat?
5. Apakah upaya yang paling efektif dilakukan untuk memperkuat Ideologi
Pancasila sebagai usaha memperkuat Wawasan Ideologi Indonesia?

C. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan dari makalah ini adalah agar para
pembaca dapat mengetahui dan lebih memahami hakikat inti dari dari Ideologi
Pancasila serta cara memperkuatnya, Ketahanan Nasional, dan Wawasan Nusantara

D. Sumber Data
Sumber data yang digunakan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah
berupa makalah ini semuanya berasal dari buku cetak, buku online serta ejurnal yang
membahas tentang tema yang telah diangkat secara kredibel dan lengkap.

E. Metode dan Teknik


Metode yang disajikan dalam pembuatan makalah ini ialah berupa metode
campuran dari pemaparan (eksposisi) dan pembahasan (argumentasi) yang saling
berkaitan satu sama lainnya. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pembuatan
makalah ini adalah teknik survei berdasarkan landasan teori yang didapat melalui buku
sumber pengetahuan terkait.

2
Adapun metode penelitan ini menggunakan cara studi kepustakaan dengan jenis
penelitian kualitatif, dengan cara mengumpulkan bahan-bahan kepustakaan, membaca
dan mencatat serta menganalisis segala sesuatu yang bersesuaian dengan tema yang
akan diangkat. Keseluruhan data sesuai dengan tema penelitian yang sudah ditentukan
sehingga ketika sudah terkumpul akan dilakukan sebuah analisis data, sehingga
menghasilkan sebuah penelitan yang diharapkan oleh peneliti

F. Sistematika Penulisan
Agar penulisan makalah ini dapat terarah dengan baik, maka penulis membuat
suatu sistematika penulisan yang terdiri dari :
• BAB I : Bab ini berisikan bagian Pendahuluan yang memuat Latar
Belakang, Ruang Lingkup Masalah, Tujuan Penulisan, Sumber
Data, Metode dan Teknik, serta Sistematika Penulisan.
• BAB II : Bab ini berisikan bagian Inti Karangan yang memuat sajian
pembahasan topik yang dipilih.
• BAB III : Bab ini berisikan bagian Kesimpulan yang menyajikan gambaran
isi karangan, yang telah diuraikan sebelumnya secara singkat.

3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ideologi Pancasila dan Wawasan Ideologi Indonesia
Ideologi berasal dari kata yunani yaitu idea yang berarti gagasan, buah pikiran,
cita-cita,konsep dan kata logis yang berarti ajaran. Dengan demikian Ideologi adalah
ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau the science of ideas.
Ideologi dapat dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan tentang ide atau ajaran
tentang pengertian dasar. Berdasarkan pemahaman yang dihayati, seseorang dapat
menangkap apa yang dilihat benar dan tidak benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak
baik.
Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi- definisi filsafat
dapat kita simpulkan bahwa Pancasila ialah usaha pemikiran rakyat Indonesia untuk
mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menanggap sebagai suatu
kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu. Hasil pemikiran
manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemudian dituangkan
dalam suatu rumusan rangkaian kalimat yang mengandung suatu pemikiran yang
bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar, asas, pedoman atau norma hidup dan
kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu Negara Indonesia merdeka, yang
diberi nama Pancasila. 1
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ideologi didefinisikan sebagai kumpulan
konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan
untuk kelangsungan hidup. Ideologi juga diartikan sebagai cara berpikir seseorang atau
suatu golongan. Ideologi dapat diartikan paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu
program sosial politik (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008: 517). Dalam pengertian
tersebut, ideologi dapat diartikan sebagai prinsip dasar yang menjadi acuan negara yang
bersumber dari nilai dasar yang berkembang dalam suatu bangsa. Beberapa komponen
penting dalam sebuah ideologi, yaitu sistem, arah, tujuan, cara berpikir, program, sosial,
dan politik. Sejarah konsep ideologi dapat ditelusuri jauh sebelum istilah tersebut
digunakan Destutt de Tracy pada penghujung abad kedelapan belas.

1
E Journal, Urgensi Pancasila sebagai Ideologi Negara, hlm. 4.

4
Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui
proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya
sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat
konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah
ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. (definisi
ideologi Marxisme).2
Tracy menyebut ideologi sebagai science of ideas, yaitu suatu program yang
diharapkan dapat membawa perubahan institusional bagi masyarakat Perancis. Namun,
Napoleon mengecam istilah ideologi yang dianggapnya suatu khayalan belaka, yang
tidak mempunyai arti praktis. Hal semacam itu hanya impian belaka yang tidak akan
ditemukan dalam kenyataan (Kaelan, 2003: 113).
Jorge Larrain menegaskan bahwa konsep ideologi erat hubungannya dengan
perjuangan pembebasan borjuis dari belenggu feodal dan mencerminkan sikap
pemikiran modern baru yang kritis. Niccolo Machiavelli (1460--1520) merupakan
pelopor yang membicarakan persoalan yang secara langsung berkaitan dengan
fenomena ideologi. Machiavelli mengamati praktik politik para pangeran, dan
mengamati pula tingkah laku manusia dalam politik, meskipun ia tidak menggunakan
istilah “ideology” sama sekali. Ada tiga aspek dalam konsep ideologi yang dibahas
Machiavelli, yaitu agama, kekuasaan, dan dominasi. Machiavelli melihat bahwa orang-
orang sezamannya lebih dahulu memperoleh kebebasan, hal tersebut lantaran
perbedaan yang terletak dalam pendidikan yang didasarkan pada perbedaan konsepsi
keagamaan.3

Adapun makna Pancasila sebagai ideologi negara adalah sebagai berikut ini:
• Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dijadikan acuan dalam mencapai
cita-cita yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan bernegara.
• Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila adalah nilai yang berupa kesepakatan
bersama, dan menjadi sarana pemersatu bangsa.

Sedangkan makna dari ideologi pancasila, diantaranya:

2
Aslia Mulyani, Memperkuat Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Era Ravolusi Industri, (Sumedang :
STMIK), hlm. 5-6.
3
E Journal, Loc.cit.

5
• Pancasila sebagai seperangkat ide atau gagasan yang sistematis.
• Pancasila sebagai pedoman cara hidup.
• Pancasila sebagai cita-cita yang hendak dicapai.
• Pancasila sebagai prinsip yang dipegang teguh.
Keempat poin di atas menunjukkan bahwa pancasila sebagai sebuah ideologi
memiliki makna yang fundamental bagi kelompok yang memegang teguhnya, yakni
masyarakat Indonesia. Makna tersebut tentu saja tidak bisa diwujudkan tanpa
penerapan pada wilayah praktis, seperti perumusan kebijakan dan aturan. Bila ideologi
pancasila tidak dipraktikkan, maka maknanya otomatis hilang.

Pancasila adalah ideologi dasar yang bersifat terbuka serta dinamis dalam
kehidupan bagi negara Indonesia. Pancasila ini terdiri dari dua kata bahasa Sanskerta
yakni pañca yang berarti lima dan śīla yang berarti prinsip atau asas.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan
bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan
Perwakilan serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Lima sendi ini
tercantum pada Alinea ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945
meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang
berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945,
tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
Dari kedudukan Pancasila itu sendiri, terlihat jelas bahwa Pancasila merupakan
pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas kehidupan bernegara.
Pancasila adalah petunjuk dalam kehidupan bernegara bagi masyarakat. Layaknya arah
yang tidak pasti dari kapal tanpa kompas, demikian juga negara akan tanpa arah bila
tidak ada Pancasila.
Selain itu, Pancasila juga memiliki nilai sejarah karena proses pembentukannya
sebagai hasil dari perjanjian para wakil golongan ketika mendirikan negara Indonesia.
Berdasarkan kedudukan dan fungsinya yang ternyata begitu penting, maka Pancasila
harus dapat dijaga keluhurannya oleh setiap warga negara.

6
Ideologi Pancasila adalah pandangan atau nilai-nilai luhur budaya dan religius
yang digunakan bangsa Indonesia. Hal itu berarti setiap nilai-nilai yang terkandung
dalam Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ideologi
pancasila juga dapat diartikan sebagai merupakan kumpulan nilai dan norma yang
menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan dengan berdasar
kepada lima sila dalam pancasila.4
Makna dari Ideologi Pancasila ialah Pancasila tak hanya berkedudukan sebagai
dasar negara, tetapi juga sebagai ideologi nasional bangsa Indonesia. Pancasila ialah
sebagai ideologi yang mempunyai makna sebagai nilai-nilai yang tercantum di dalam
Pancasila itu menjadi cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara serta nilai-nilai yang
tercantum di dalam Pancasila ini merupakan nilai yang disepakati secara bersama, oleh
karena itu menjadi satu di antara sarana di dalam pemersatu (integrasi) masyarakat
Indonesia. Adapun Fungsi Ideologi Pancasila ini ialah :
• Sarana pemersatu bangsa Indonesia, memperkukuh, dan memelihara kesatuan
dan persatuan.
• Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan.
• Memberikan motivasi untuk menjaga dan memajukan jati diri bangsa Indonesia.
• Menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan negara.
• Menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.
• Menunjukkan jalan serta mengawasi dalam upaya mewujudkan cita-cita yang
terkandung dalam Pancasila.5

Secara umum, makna dari Pancasila sebagai ideologi negara adalah Pancasila
sebagai dasar sistem kenegaraan untuk seluruh warga negara Indonesia yang berdasar
cita – cita bangsa. Selain itu, pancasila juga bermakna sebagai nilai integratif negara.
Penjelasan dari makna dari Pancasila sebagai ideologi negara diantaranya ialah :
a) Sebagai cita-cita negara
Ideologi Pancasila sebagai cita – cita negara berarti bahwa nilai – nilai dalam
Pancasila diimplementasikan sebagai tujuan atau cita – cita dari penyelenggaraan
pemerintahan negara. Secara luas dapat diartikan bahwa nilai – nilai yang terkandung

4
Jakobus Sembiring dkk, Pancasila Sebagai Ideologi, (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), hlm. 1-
26.
5
Ibid.

7
dalam ideologi Pancasila menjadi visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan
berbangsa dan bernegara. Visi atau arah yang dimaksud adalah terwujudnya kehidupan
yang berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa, berperi kemanusiaan, menjunjung tinggi
persatuan, pro rakyat, serta adil dan makmur.
Dengan begitu, sudah sewajarnya apabila Pancasila diamalkan dalam seluruh
aspek kehidupan. Akan tetapi, contoh yang paling menggambarkan makna Pancasila
sebagai ideologi negara adalah dengan mengamalkan nilai Pancasila di bidang politik.
Contoh penerapan nilai–nilai pancasila dalam bidang politik ada banyak sekali
bentuknya. Sebagai contoh, pemilihan umum yang dilakukan secara langsung, sebagai
perwujudan dari sila ke-empat.Dan juga, penetapan kebijakan – kebijakan yang lebih
mementingkan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Hal itu
sesuai dengan Pancasila sila kelima.
b) Sebagai nilai integratif bangsa dan negara
Pancasila sebagai ideologi negara yang diwujudkan dalam nilai integratif bangsa
dan negara membuat Pancasila menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan bangsa
Indonesia. Seperti yang kita tahu, Negara Indonesia terdiri dari suku, agama, dan ras
yang berbeda. Tanpa adanya sebuah sarana untuk menyatukan perbedaan tersebut,
persatuan dan kesatuan bangsa akan sulit dicapai. Disitulah makna dari Pancasila
sebagai ideologi negara memegang peran yang penting untuk persatuan dan kesatuan.
Sebagai wujud nilai bersama yang menjadi pemecah konflik atau penyetara
kesenjangan.

Sedangkan Tujuan Ideologi Pancasila ini ialah :


1. Menghendaki seluruh rakyat Indonesia untuk memiliki sikap religius, memeluk
agama sesuai dengan keyakinan, dan taat kepada Tuhan.
2. Menanamkan dan menjunjung tinggi rasa saling menghargai dan menghormati
HAM (Hak Asasi Manusia).
3. Menciptakan bangsa yang nasionalis dan menanamkan rasa cinta tanah air
kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
4. Menciptakan bangsa yang demokrasi, yaitu mendahulukan kepentingan umum
untuk kesejahteraan bersama.

8
5. Menciptakan bangsa yang adil, baik secara sosial maupun ekonomi, sehingga
seluruh rakyat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk
mengembangkan usaha tanpa membeda-bedakan.

Ideologi Pancasila memiliki tiga dimensi yang berbeda yakni :


a. Dimensi Idealisme
Dimensi Idealisme adalah suatu dimensi ideologi Pancasila yang terkandung di
dalam landasan dasar negara sehingga dimensi ideologi ini memberikan harapan bagi
kehidupan masyarakat bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
b. Dimensi Realita
Dimensi realita adalah suatu nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila
untuk dilaksanakan dan diamalkan dalam kehidupan nyata. Dimensi realita ini
menuntut setiap orang untuk berperilaku sesuai dengan landasan negara, yakni
Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
c. Dimensi Fleksibilitas
Dimensi Fleksibilitas adalah suatu kemampuan dari ideologi tersebut untuk
menyesuaikan diri dan memengaruhi dengan perkembangan kehidupan sosial di
Indonesia.6
Pancasila sebagai ideologi, berarti Pancasila merupakan landasan, ide atau
gagasan yang fundamental dalam proses penyelenggaraan tata pemerintahan suatu
negara, mengatur bagaimana suatu sistem itu dijalankan. Visi atau arah dari kehidupan
berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung
tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta nilai keadilan. Visi
atau arah dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya
kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, persatuan ,
kerakyatan serta nilai keadilan. seluruh warga negara Indonesia menjadikan pancasila
sebagai dasar sistem kenegaraan. seluruh warga negara Indonesia menjadikan pancasila
sebagai dasar sistem kenegaraan.
Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang
terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi
penyelenggaraan bernegara. Dengan kata lain, visi atau arah dari penyelenggaraan
kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang

6
Ibid.

9
ber-Ketuhanan, yang ber-Kemanusiaan, yang ber-Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan
yang ber-Keadilan.
Sebagai cita-cita negara, Ideologi berarti bahwa nilai – nilai dalam Pancasila
diimplementasikan sebagai tujuan atau cita – cita dari penyelenggaraan pemerintahan
negara. Secara luas dapat diartikan bahwa nilai – nilai yang terkandung dalam ideologi
Pancasila menjadi visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan
bernegara. Visi atau arah yang dimaksud adalah terwujudnya kehidupan yang berdasar
Ketuhanan Yang Maha Esa, berperi kemanusiaan, menjunjung tinggi persatuan, pro
rakyat, serta adil dan makmur. Dengan begitu, sudah sewajarnya apabila Pancasila
diamalkan dalam seluruh aspek kehidupan. 7
Akan tetapi, contoh yang paling menggambarkan makna Pancasila sebagai
ideologi negara adalah dengan mengamalkan nilai Pancasila di bidang politik. Contoh
penerapan nilai–nilai pancasila dalam bidang politik ada banyak sekali bentuknya.
Sebagai contoh, pemilihan umum yang dilakukan secara langsung, sebagai perwujudan
dari sila ke-empat serta penetapan kebijakan – kebijakan yang lebih mementingkan
kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Hal itu sesuai dengan
Pancasila sila kelima.
Sebagai nilai integratif bangsa dan negara Ideologi pancasila sebagai ideologi
negara yang diwujudkan dalam nilai integratif bangsa dan negara membuat Pancasila
menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan bangsa Indonesia. Di ssitulah makna dari
Pancasila sebagai ideologi negara memegang peran yang penting untuk persatuan dan
kesatuan. Sebagai wujud nilai bersama yang menjadi pemecah konflik atau penyetara
kesenjangan.
Ideologi Pencasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara
Indonesia, bukan terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh
seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi lain di dunia, namun
terbentuknya Pancasila sebagai ideologi melalui proses yang cukup panjang dalam
sejarah bangsa Indonesia. Secara kausalitas Pancasila sebelum disahkan menjadi dasar
filsafat negara nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang
berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan dan nilai-nilai religius. Kemudian para
pendiri negara Indonesia mengangkat nilai-nilai tersebut dan dirumuskan secara
musyawarah mufakat berdasarkan moral yang luhur, antara lain dalam sidang-sidang

7
Ibid.

10
BPUPKI pertama, sidang Panitia Sembilan yang kemudian menghasilkan piagam Jakarta
yang memuat Pancasila yang pertama kali, kemudian dibahas lagi dalam sidang BPUPKI
yang kedua. Setelah kemerdekaan Indonesia sebelum sidang resmi PPKI Pancasila
sebagai calon dasar filsafat negara dibahas serta disempurnakan kembali dan akhirnya
pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan oleh PPKI sebagai filsafat negara republik
Indonesia. 8

Adapun yang dimaksud dengan Wawasan Ideologi Indonesia ialah cara atau
sudut padang yang digunakan oleh bangsa Indonesia dalam rangka mengelola
kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Wawasan Ideologi Indonesia ini dapat
diartikan dengan sebutan lain yakni Wawasan Kebangsaaan.
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam rangka
mengelola kehidupann berbangsa dan bernegara yang dilandasai oleh jati diri bangsa
(nasional system) yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka
Tunggal Ika, guna memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan negara
demi mencapai masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera.
Indonesia sebagai satu kesatuan negara bangsa memiliki Pancasila sebagai dasar
negara, ideologi nasional dan falsafah atau pandangan hidup bangsa yang terbukti
tangguh dan memliki kesaktian dalam melewati berbagai batu ujian dan dinamika
sejarah sistem politik, sejak zaman demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin (Orde
lama), Orde Baru hingga di era reformasi saat ini sebagaimana yang termaktub dalam
alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Di setiap zaman, Pancasila mampu melewati alur dialektika peradaban yang
menguji ketangguhannya sebagai dasar filosifi bangsa Indonesia, yang terus
berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah.
Pengaitan Pancasila dengasn sebuah rezim pemerintahan tertentu, merupakan
kesalahan mendasar. Pancasila bukan milik sebuah era atau identik dengan kekuasaan
pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang,
golongan atau orde tertentu.
Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pondasi bangunan arsitektural
yang bernama Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan selalu
menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti setiap waktu dan akan

8
Ibid.

11
pergi menjadi masa lalu, akan tetapi nilai-nilai Pancasila, yang menjiwai, menjadi
landasan, sekaligus pandangan hidup, akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian
sebuah orde pemerintah.9
Adapun substansi dari Wawasan Kebangsaan ini ialah berintikan empat Konsensus
Dasar, sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pendiri negara dan bangsa (the
founding fathers), yaitu:
• Pancasila;
• UUD 1945;
• NKRI
• Bhinneka Tunggal Ika
Selain Empat Konsensus Dasar, maka perlu dipahami dan diimplentasikan
berbagai konsep untuk mendukung implementasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu:
• Wawasan Nusantara;
• Ketahanan Nasional
• Kewaspadaan Nasional; Etika Kehidupan berbangsa dan bernegara;
• Kesadaran bela negara10

B. Arti Penting Ideologi Pancasila Sebagai Bagian dari Wawasan Nusantara


Ideologi pancasila memiliki arti yang sangat penting bagi bangsa Indonesia
karena Pancasila memiliki beberapa kedudukan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara di Indonesia. Kedudukan itu seperti Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia,
Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa Indonesia, Pancasila menjadi dasar negara, Pancasila sebagai sumber dari segala
hukum yang ada di Indonesia, Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia
ketika mendirikan negara, dan Pancasila sebagai cita-cita bangsa. Kedudukan inilah yang
menjadikan Pancasila menjadi sangat penting bagi bangsa Indonesia.
Kedudukan ini juga dapat diartikan bahwasannya Pancasila merupakan suatu
landasan bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan segala aspek yang menyangkut
kehidupan berbangsa dan bernegera. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai

9
E Journal, Kewarganegaraan : Wawasan Kebangsaan, (Universitas Andalas), hlm. 1-2.
10
Ibid.

12
penunjuk arah dalam kehidupan bernegara Indonesia. Sama seperti kapal tanpa
kompas, yang tidak tahu akan kemana arah arus membawanya, Republik ini juga akan
sama seperti itu apabila tidak adanya penunjuk arah, yaitu Pancasila.
Pancasila juga mengandung nilai-nilai sejarah di dalamnya karena Pancasila
merupakan suatu perjanjian yang dibuat oleh para pendiri bangsa ini ketika mendirikan
Republik Indonesia ini. Hal-hal inilah yang membuat Pancasila memiliki fungsi dan juga
kedudukan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi ini merupakan salah satu bagian nyata yang menjadi
contoh dari komponen wawasan nusantara. Wawasan Nusantara menurut bahasa
terdiri dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas yang
berasal dari bahasa Jawa, yang berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi.
Jadi Wawasan berarti pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan
berari pula cara pandang, cara melihat. 11
Kata Nusantara tersusun dari dua kata Nusa dan antara. Kata Nusa dalam bahasa
Sanskerta berarti pulau atau kepulauan. Sedangkan dalam bahasa latin, kata nusa
berasal dari kata nesos yang dapat berarti semenanjung , bahkan suatu bangsa. Merujuk
pada pernyataan tersebut maka kata nusa juga mempunyai kesamaan arti dengan kata
nation dalam bahasa Ingris yang berarti bangsa. Dari sini bisa ditafsirkan bahwa kata
nusa dapat memiliki dua arti yaitu kepulauan dan bangsa. Sehingga menurut tata bahasa
wawasan nusantara dapat dikatakan sebagai cara pandang terhadap wilayah
Nusantara.12
Kata kedua “antara” memiliki padanan dalam bahasa Latin in dan terra yang
berarti antara atau dalam suatu kelompok. Dalam bahasa sanskerta kata“antara” dapat
diartikan sebagai laut, seberang atau luar. Bisa ditafsirkan bahwa kata “antara”
mempunyai makna antar (antara), reasi, sebarang, atau laut. Dari penjabaran di atas,
penggabungan katya “nusa” dan “antara” menjadi kata “nusantara” dapat diartikan
sebagai kepulauan yang dipisahkan oleh laut atau bangsa-bangsa yang dipisahkan oleh
laut.
Wawasan Nusantara secara istilah dapat diartikan sebagai cara pandang dan sikap
bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan
11
E Journal, Kewarganegaraan : Wawasan Kebangsaan, Op.cit, hlm. 1.
12
H. Suwarna Al Muchtar, Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan untuk Mahasiswa, Pendidik, dan
Masyarakat secara Umum, (Bekasi: Penerbit Nurani, 2016), hlm. 97.

13
dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu, wawasan nusantara juga dapat
diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sesuai
dengan Pancasila dan UUD 1945 yang dilatarbelakangi oleh keadaan geografis negara,
serta sejarah yang dialaminya dan lingkungan strategik di sekitarnya. 13
Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional mempunyai tujuan yaitu untuk
persatuan dan kesatuan yang harmonis dalam segenap aspek kehidupan bangsa, dalam
upaya mewujudkan kesejahteraan dan ketenteraman bagi bangsa Indonesia, serta
mewujudkan kebahagiaan dan perdamaian bagi seluruh umat manusia di dunia. Adapun
esensi dari wawasan nusantara adalah kesatuan dan keutuhan wilayah serta persatuan
bangsa, mencakup di dalamnya pandangan akan satu kesatuan politik, ekonomi, sosial
budaya, dan pertahanan keamanan. Wawasan Nusantara merupakan perwujudan dari
Pancasila terutama Sila Ketiga.14
Wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan penjabaran Pancasila sebagai
salah satu kedudukan pentingnya sebagai ideologi dan falsafah, pandangan hidup dan
dasar negara yang dilandasi oleh komponen-komponen tertentu. Bagi bangsa Indonesia,
cara pandang itu menentukan :
a) Bagaimana bangsa Indonesia memandang diri dan lingkungannya
b) Bagaimana bangasa Indonesia memanfaatkan kondisi geografis sosial budaya
dan lingkungan strategiknya dalam mencapai tujuan nasional dan menjamin
kepentingan nasional.

Unsur dasar dari wawasan nusantara ini ialah wadah Republik Indonesia yang
berwujud nusantara, isi yang berupa falsafah Pancasila serta tata laku yang tertuang
dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945
Sehingga, ditarik kesimpulan bahwa arti penting pancasila sebagai ideologi
dalam bagiannya menjadi komponen dari wawasan nusantara itu sendiri yang
merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dalam kehidupan kenegaraan dan
kemasyarakatan serta menjadi cara implementasi cara pandang bangsa Indonesia
tentang diri dan lingkungannya yang berlandaskan pada ide nasionalnya yakni ideologi
pancasila itu sendiri. Wawasan Nusantara harus berpedoman kepada Pancasila sebagai
13
Modul Universitas Terbuka, Wawasan Nusantara, hlm. 60-103.
14
Ristedikti, Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Kewarganegaraan, (Jakarta, 2016), hlm.
237.

14
kebulatan pandangan hidup bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara pada hakikatnya
adalah persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan, yang merupakan perwujudan dari
pancasila itu sendiri.15

C. Hubungan Ideologi Pancasila dengan Ketahanan Nasional


Dalam upaya mencapai cita-cita dan tujuan nasional yang ingin diwujudkan oleh
Wawasan Nusantara, setiap bangsa menghadapi berbagai tantangan, ancaman,
hambatan, dan gangguan datang baik berasal dari dalam ataupun luar yang akan
membahayakan kelangsungan hidupnya. Agar dapat melindungi diri, suatu bangsa perlu
memiliki keuletan, ketangguhan sehingga tahan terhadap berbagai gejolak yang
menghantamnya. Daya Tahan ini disebut dengan Ketahanan Nasional atau Tannas.
Konsep Tannas pada dasarnya merupakan konsepsi tentang pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan kemanan secara seimbang dan serasai dalam
kehidupan nasional secara menyeluruh berdasarkan Pancasila denganb berbagai
kedudukannya dan UUD 1945 dengan berpedoman pada Wawasan Nusantara itu
sendiri.16
Oleh karena itu, Tannas mempunyai fungsi sebagai sistem kehidupan nasional
dan sebagai pola dasar pembangunan nasional serta mempunyai kedudukan sebagai
kondisi, doktrin dan metode memecahkan masalah-masalah nasional. Konsepsi Tannas
ini berlandaskan, menjabarkan, dan melaksanakan Pancasila, UUD 1945 serta Wawasan
Nusantara, sehingga pola pikir dalam melaksanakan fungsi dan kedudukan Tannas ini
adalah menggunakan pola pikir integralistik atau pola pikir kesisteman.
Geostrategi Indonesia (Ketahanan Nasional) atau Tannas pada hakikatnya
merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik yang datang dari
luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar
tujuan nasionalnya.17

15
Ibid.
16
Modul Universitas Terbuka, Loc.cit.
17
Ibid.

15
Geostrategi Indonesia (Ketahanan Nasional) ini harus bersifat dinamais agar
selalu dapat mengikuti perkembangan keadaan, karena keadaan ancaman, gangguan,
hambatan dan tantngan yang berhadapan dengan negara selalu berubah-ubah.18
Aspek-aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dijaga
dan dikembangkan oleh ketahanan Nasional sebagai geostrategi Indonesia meliputi
bidang-bidang sebagai berikut:
• Bidang Ideologi
Sasaran utama ketahanan nasional dalam bidang ideologi ialah memelihara dan
memberikan keyakinan kepada bangsa Indonesia terhadap ideologinya sendiri dalam
hal ini Pancasila. Kemudian dengan keyakinan terhadap filsafat hidup bangsa Indonesia
ini diharapkan dapat berperan sebagai perekat bagi persatuan dan kestuan Indonesia
dan sekaligus diharapkan dapat menangkal pengaruh-pengaruh ideology asing dan cara-
cara hidup asing yang tidak baik bagi bangsa Indonesia.
• Bidang Politik
Pantauan ketahanan nasional terhadap bidang politik dalam perikehidupan
berbangsa dan bernegara terutama ditujukan untuk memelihara stabilitas politik yang
sehat dan dinamis serta untuk tetap dapat menerapkan politik luar negeri yang bebas
aktif.
• Bidang Ekonomi
Pengembangan ketahanan nasional diupayakan dapat menciptakan ruang
ekonomi. Indonesia yang mandiri dan berdaya saing yang konpetitif dengan produk
asing.
• Bidang Sosial Budaya
Ketahanan nasional dalam bidang sosial budaya senantiasa berupaya untuk tetap
menjaga kelestarian soaial budaya asli Indonesia yang berakar dari kepribadian
Pancasila dan berupaya pula untuk menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai
dengan bangsa Indonesia.
• Bidang Pertahanan dan Keamanan (HANKAM)
Ketahanan nasional dalam bidang pertahanan dan keamanan memiliki daya
jelajah dalam lingkup untuk bagaimana dapat memelihara stabilitas pertahanan dan
keamanan negara, untuk mengamankan pembangunan nasional, menangkal segalan

18
E Journal, Kewarganegaraan : Ketahanan Nasional, Op.cit. hlm. 1-3

16
ancaman, baik yang datang dari dalam atau dari luar dan terpenting dalam rangka
mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Tannas pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa


untuk menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara (konsep
geostrategik). Kemampuan dan ketangguhan ini tidak mungkin dapat diwujudkan
apabila pola pikir dan perilaunya tidak dilandasai oleh Wawasan Nusantara. Dengan
demikian, wawasan nusantara dapat dikatakan landasan Tannas yang berfungsi untuk
menentukan arah perwujudan Konsep Tannas .
Hubungan keterkaitan antara Ideologi Pancasila dengan Ketahanan Nasional itu
sendiri ialah Pancasila yang menjadi salah satu inti pedoman dari Wawasan Nusantara
sebagai perwujudan dunia ideal yang akan diciptakan, menjadi landasan dari
perwujudan dunia nyata dari Ketahanan Nasional itu sendiri yang diimpelementasikan
dalam Pembangunan Nasional (Bangnas).19
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ideologi Pancasila dan Ketahanan Nasional
memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat, yang tidak dapat dipisahkan karena
masing-masing komponen diantaranya saling berhubungan yakni Wasantara (Wawasan
Nusantara) menjadi landasan yang menentukan perwujudan Ketahanan Nasional itu
sendiri dalam penjalanannya.

19
Modul Universitas Terbuka, Loc.cit. hlm. 105.

17
D. Alasan Pentingnya Penguatan Ideologi Pancasila dalam Kehidupan
Bermasyarakat Sekarang ini
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Pancasila sebagai ideologinya yakni
Ideologi Pancasila, merupakan salah satu bagian inti dari Wawasan Nusantara yang
menjadi cara sudut pandang bangsa dalam melihat sebuah perspektif yang ada dalam
kehidupan bermasyarakat.
Dimana, dalam kedudukannya sebagai wawasan nusantara ini, secara langsung
Ideologi Pancasila juga merupakan bagian dari Wawasan Kebangsaan atau Wawasan
Ideologi Indonesia yang menjadi jati diri tersendiri yang bersumberkan kepada nilai-
nilai luhur Pancasila. Hal ini disebabkan karena Wawasan Nusantara, merupakan salah
satu bagian kecil dari Wawasan Kebangsaan itu sendiri serta menjadi landasan
pelaksanaan Ketahanan Nasional secara nyata.

Dapat disimpulkan, bahwa Pancasila sebagai Ideologi memiliki kedudukan dan


pengaruh yang sangat penting dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat yang tidak
lepas dari Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Nasional serta Geopolitik.
Pancasila sebagai ideologi merupakan pedoman dan juga petunjuk pada berbagai
kehidupan bangsa Indonesia. mengatur seluruh kehidupan bernegara dan juga
berbangsa.20
Sehingga dalam artian lain, dapat dikatakan bahwa pancasila mengatur seluruh
perilaku yang harus dimiliki dengan penanaman nilai luhur pancasila itu sendiri dalam
kehidupan bermasyarakat.
Pancasila merupakan sebuah ideologi yang bersifat terbuka, sehingga sangat
dinamis dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada dengan nilai-
nilai dalam budaya luhur dan juga religius bangsa Indonesia itu sendiri.
Pancasila memiliki kedudukan dan pondasi utama sebagai dasar negara dari
ideologi negara sehingga dapat diartikan ideologi pancasila berperan sangat penting
menjadi sebuah bentuk kumpulan norma ataupun nilai yang berdasarkan kepada nilai-
nilai, yang terkandung dalam setiap sila-silanya untuk mengatur kehidupan
bermasyarakat itu sendiri.

20
E Journal, Arti Penting Pancasila.

18
Dengan peranan besar yang sangat penting, yang dimiliki oleh Pancasila sebagai
ideologi tersebut, maka penguatan Ideologi ini dalam kehidupan bermasyarakat pada
Abad 21 ini sangat perlu ditingkatkan.
Pancasila harus menjadi nilai dasar yang senantiasa dijunjung oleh segenap
masyarakat Indonesia walaupun dihadapkan dengan banyak tantangan dan juga
ancaman yang harus dihadapi oleh dalam perkembangan zaman dengan perluasan
globalisasi yang sangat terasa serta perkembangan penggunaan teknologi yang semakin
maju.
Teknologi pada dasarnya memang diciptakan untuk membantu manusia dalam
mengerjakan tugas-tugasnya. Meskipun demikian, teknologi juga bisa menjadi alat yang
mampu membahayakan kehidupan manusia apabila tidak digunakan secara bijaksana.
Globalisasi yang sangat dirasakan pengaruhnya pun juga dapat menjadi ancaman
tersendiri apabila dalam suatu negara khususnya pada penyelenggaraan
bermasyarakatnya, tidak dilakukan penyaringan dan pembatasan norma serta hal-hal
lain yang sesuai dengan kepribadian bangsa.
Pada kehidupan bermasyaarakat dalam era revolusi 4.0 di Abad 21 ini, Pancasila
dengan segenap nilai yang melekat padanya harus berhadapan dengan perkembangan
sains dan teknologi beserta paradigma berpikir masyarakat Indonesia.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menjadi pokok pertama
tantangan dan penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0
adalah dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul sesuai
dengan tema kemerdekaan republik Indonesia yang ke 74. Hal lain juga akan menjadi
tantangan jika perkembangan ideologi berjalan jauh lebih lamban dari proses
perubahan masyarakat
Dalam menghadapi tantangan ini maka, Maka penguatan Pancasila sebagai
ideologi bangsa dapat menjadi jawaban keberlangsungan masyarakat yang tetap sesuai
dengan kepribadian bangsa dengan seluruh perkembangan dan keluhuran yang dimiliki
di dalamnya. Pancasila sebagai sumber etika dan pengaturan dalam konsep dan
pelaksanaan kehidupan bermasyarakat Indonesia harus menjadi ruh utama penggerak
dalam ruang lingkup penyelenggaraan ketaraturan suatu negara. Oleh karena itu,
penguatan Ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, terutama pada zaman
sekarang ini sangatlah diperlukan demi keberlangsungan kehidupan bernegara yang
aman, tenteram, dan sesuai dengan hakikat bangsa dan cita-cita nasionalnya.

19
E. Upaya Penguatan Ideologi Pancasila untuk Memperkuat Wawasan Ideologi
Indonesia
Pancasila memiliki banyak nilai keluhuran di dalam tubuhnya. Selain nilai
kerohanian, Pancasila juga mengandung nilai lainnya secara lengkap dan harmonis, baik
nilai material, vital, kebenaran (kenyataan), estetis, etis maupun nilai religius. Nilai-nilai
Pancasila merupakan hasil pemikiran yang dianggap paling tinggi sebagai hasil
pemikiran yang maksimal, bijaksana dan baik. Atas dasar ini nilai-nilai Pancasila
berguna sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perwujudan
nilai-nilai Pancasila dilaksanakan dalam berbagai kehidupan baik bidang politik, hukum,
ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sebagai filter, Pancasila mampu
beradaptasi dengan dinamika dunia, dan tak ada satupun nilai yang harus ditanggalkan.
Berdampingan dengan ideologi dunia, Pancasila mempunyai nilai universal dan secara
khusus konkret mempunyai makna sebagai alat yang disepakati secara politis menjadi
dasar negara dan ideologi bangsa.
Implementasi Pancasila merupakan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam bentuk
sikap, perilaku dan moral yang sangat tergantung pada kesadaran moral masing-masing
individu warganegara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (dalam Notonagoro,
1980:30) disebut sebagai pelaksanaan Pancasila secara subyektif yaitu pelaksanaan
Pancasila oleh setiap individu. Pelaksanaan Pancasila secara subyektif berkaitan dengan
kesadaran, kesiapan serta ketaatan individu untuk melaksanakan Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehari-hari.

Peran Pancasila sebagai ideologi negara memberi bimbingan kepada masyarakat


Indonesia dalam menentukan sikap dan tingkah laku. Nilai-nilai yang terkandung dalam
kelima asas Pancasila dijadikan patokan aturan oleh bangsa ini dalam berbuat di
kehidupan bermasyarakat serta bernegara.Kedudukan nilai-nilai yang terkandung
dalam kelima asas Pancasila adalah sebagai aturan tentang moral, oleh karena itu
pelaksanaannya juga harus berdasarkan pada keyakinan dan kesadaran penggunanya.
Apabila aturan Pancasila sebagai ideologi negara dilanggar, maka hukumannya
adalah berupa sanksi moral dan sosial. Mereka yang melanggar dan tidak berpedoman

20
pada nilai-nilai Pancasila tidak akan terkena sanksi hukum. Ada baiknya mereka merasa
malu dengan segala sikap dan tingkah lakunya yang melanggar norma Pancasila.
Pancasila sebagai ideologi negara mengalami beberapa masa perkembangan.
Seperti halnya Pancasila di masa orde lama, Pancasila di masa orde baru, dan Pancasila
di era reformasi. Berbagai pihak dan para ahli sepakat apabila ideologi Pancasila
merupakan kumpulan gagasan yang disepakati bersama, dan merupakan ciri khas
bangsa Indonesia. Hasil kesepakatan yang menyatakan Pancasila sebagai ideologi
negara ini yang harus dipertahankan dan dipraktikkan dalam kehidupan bernegara yang
berbeda-beda suku bangsa ini.

Adapun Inti Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka Penguatan Ideologi
Pancasila untuk Memperkuat Wawasan Ideologi Indonesia ialah :
• Melaksanakan ideologi Pancasila secara konsisten
• Meningkatkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
• Melakukan penolakan dan penyaringan secara efektif kepada setiap ideologi yang
masuk atau bahkan bertentangan serta tidak sesuai dengan ideologi dan
kepribadian bangsa.
• Lebih menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan nilai-nilai luhur Pancasila
itu sendiri
• Mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
• Menempatkan Pancasila sebagai sumber hukum dalam pembuatan peraturan
perundang-undangan nasional
• Menempatkan Pancasila sebagai moral dan kepribadian bangsa Indonesia
• Pendorongan tumbuhnya pusat pendidikan dan pembudayaan Pancasila sebagai
ideologi secara kreatif dan dinamis agar kesadaran ber Pancasila terjaga dari
generasi ke generasi oleh pemerintah melalui pendekatan budaya
• Penguatan kembali nilai-nilai Pancasila di sektor pendidikan
• Pemberlakuan penegakan hukum yang adil
• Meningkatkan penerapan penghayatan isi pancasila dalam kehidupan sehari hari
serta menjadikannya sebagai pedoman dalam bertindak.
Selain itu, upaya menjaga dan menguatkan nilai-nilai dari Ideologi Pancasila di
masyarakat dapat dilakukan dengan tiga hal yaitu melalui pendekatan budaya,

21
internalisasi di semua level pendidikan, dan penegakan hukum terhadap hal-hal yang
tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Pertama, nilai-nilai ideologi pancasila perlu
dikuatkan dengan pendekatan budaya. Pemerintah melalui Kemdikbud harus menyusun
strategi yang tepat, efektif, dan partisipatif tanpa paksaan. Hal ini bisa dilakukan dengan
membangun fasilitas atau pos-pos budaya di semua wilayah dalam rangka melestarikan
sekaligus mengembangkan kebudayaan lokal yang ada di masyarakat. Kedua, penguatan
nilai-nilai Pancasila di sektor pendidikan. Generasi muda adalah masa depan bagi
ideologi Pancasila. Saat ini paparan ideologi radikal mulai mengancam generasi-generasi
muda kita.
Pemerintah perlu memikirkan strategi yang efektif agar nilai-nilai dari ideologi
Pancasila terinternalisasi dengan baik dalam kurikulum pendidikan nasional. Jika perlu,
pemerintah bisa mengintervensi kurikulum yang digunakan di sekolah-sekolah dan
lembaga pendidikan tinggi. Tidak sedikit sekolah-sekolah yang mengabaikan kurikulum
berbasis nasional khususnya yang terkait dengan pengetahuan kebangsaan dan
kebudayaan. Ketiga, penegakan hukum. Nilai-nilai Pancasila yang ada dalam konstitusi
telah tercermin dalam sejumlah peraturan dan instrumen internasional yang telah
diratifikasi untuk melindungi hak-hak warga negara. Pemerintah tak boleh segan-segan
untuk menegakkan aturan hukum demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Selanjutnya, yaitu dengan memperkokoh atau menguatkan pondasi Pancasila sebagai
ideologi bangsa. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memperdayakan institusi-institusi
pemerintah. Seperti, pendidikan yang perlu mencantumkan pendidikan Pancasila dalam
kurikulum pendidikan. Baik pendidikan tingkat bawah, menengah, dan atas. Bahkan pada
perguruan tinggi sekalipun. Kemudian, mengaktualisasikan Pancasila sebagai ideologi bangsa
yang bersifat terbuka di mana saja dan kapan saja. Bahkan kepada siapa saja, tanpa memandang
agama, ras, dan budaya, sehingga akan menciptakan kesatuan hidup yang tenang dan damai
tanpa ada unsur primordialisme.

Hasil studi menunjukkan bahwa penguatan ideologi Pancasila bisa dilakukan


dengan cara membudayakan nilai-nilai Pancasila secara masif dan sistematis
menggunakan metode inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman. Upaya
tersebut dilakukan mengingat pentingnya prospek ketahanan nasional terhadap
generasi muda pada masa mendatang. Hal itu sesuai dengan analisis Suryosumarto
(2001: 23) yang menunjukkan bahwa ketahanan nasional tidak dapat terlepas dari

22
faktor-faktor perkembangan berbagai segi kehidupan dalam ranah global, regional, dan
nasional.
Suryosumarto, dalam kajiannya “Prospek Ketahanan Nasional dalam Era
Reformasi dan Otonomi Daerah”, juga menyebutkan berbagai contoh studi kasus yang
memperlihatkan perlunya penguatan ketahanan nasional dan ideologi. Penguatan
ketahanan ideologi perlu dilakukan mengingat dalam perkembangan global terlihat
adanya dominasi kepentingan ekonomi dan perdagangan setelah berakhirnya perang
dingin.

Faktor kekuatan ketahanan ideologi Pancasila yaitu didasari oleh objektivitas


pengalaman Pancasila sesuai dengan kearifan lokal dan tidak mengancam eksistensi
masyarakat yang lain. Secara historis masyarakat seharusnya sadar bahwa bangsa
Indonesia telah mengalami kehidupan dan perjuangan untuk mencapai satu tujuan
bersama, dan oleh karena ittu harus dipertahankan bersama juga tanpa
mengesampingkan yang lain.
Disamping itu, penguatan pendidikan Ideologi Pancasila perlu dilakukan
terhadap generasi-generasi milenial saat ini melalui institusi-insitusi pendidikan yang
ada di Indonesia, dengan menjadikan Pancasila sebagai ilmu, disamping sebagai
ideologi. Sebab, Pancasila memiliki nilai-nilai profetik yang relevan untuk dipelajari dan
dikaji oleh generasi milenial untuk menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0 di
masa yang akan datang.
Dengan konsep seperti ini, maka Pancasila sebagai ideologi tetap eksis dan diakui
meski pun manusia Indonesia menghadapi dan menikmati kemajuan akibat revolusi
industri dan paradigma berpikir manusia Indonesia mengenai pentingnya Pancasila
sebagai ideologi tetap konsisten sehingga membuat nilai-nilai yang terkandung pada
Pancasila dapat diamalkan secara paripurna di era revolusi industri 4.0. Upaya untuk
terus menerus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan nasional seperti
membangun sistem hukum Pancasila dan penguatan pendidikan Pancasila adalah
langkah antisipatif agar Pancasila sebagai ideologi yang sarat dengan nilai ketuhanan,
kemanusian, kebersatuan, deliberatif, gotong royong, dan keadilan sosial, semua nilai ini
diharapkan dapat terus mengawal perjalanan bangsa Indonesia dari generasi ke
generasi.

23
Langkah ini harus terus dikembangkan lagi, supaya manusia Indonesia masa
depan tetap menjadi manusia yang mempunyai sifat cerdas dan kesadaran bukan hanya
manusia yang seperti robot yang hanya memiliki kecerdasan, meski tidak menutup
kemungkinan di era yang akan datang robot juga memiliki kesadaran sebagaimana
manusia namun tetaplah manusia Indonesia harus lebih unggul supaya dapat
mengendalikan proyek revolusi industri 4.0 dengan berlandaskan pada nilai-nilai
ideologi Pancasila.

Reaktualisasi Pancasila Pada Generasi Milenial Pancasila dan generasi milenial


merupakan dua hal yang perlu diperhatikan lebih untuk saat ini. Ketimpangan sosial
yang terjadi saat ini adalah dikarenakan kurangnya perhatian masyarakat Indonesia
terutama generasi milenial terhadap nilai-nilai Pancasila. Internalisasi nilai-nilai liberal
yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa menjadikan masyarakat Indonesia
layaknya orang buta yang kehilangan tongkatnya. Persoalan yang sangat besar dihadapi
bangsa dan negara hingga sekarang ialah pembudayaan dan aktualisasi nilai-nilai
Pancasila yang tidak berjalan efektif dan mendasar. Era globalisasi menuntut adanya
berbagai perubahan. Demikian juga bangsa Indonesia pada saat ini terjadi perubahan
besar-besaran yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dari dalam negeri.
Dengan demikian, di era globalisasi seperti sekarang ini peran Pancasila tentulah
sangat penting untuk tetap menjaga eksistensi kepribadian bangsa Indonesia. Lebih dari
itu, nilai-nilai Pancasila sepatutnya menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga
Pancasila menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya
reaktualisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi milenial. Melakukan reaktualisasi nilai-
nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bangsa Indonesia merupakan suatu imperatif
yuridis dan imperatif politis. Karena Pancasila adalah dasar filsafat negara Indonesia
dalam segi yuridis dan politis.
Oleh karena itu, agar nilai-nilai Pancasila tidak punah oleh arus globalisasi yang
sangat dahsyat, maka reaktualisasi nilai-nilai Pancasila tidak dapat ditunda-tunda lagi.1
Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan beberapa cara, yang pertama
adalah dengan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik formal dan non formal yang
pada saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah pada taraf sekolah-sekolah formal
melalui internalisasi pendidikan karakter pada semua mata pelajaran di semua jenjang
pendidikan dari mulai pendidikan anak usia dini sampai dengan pendidikan tinggi.

24
Langkah kedua adalah dengan pemberian contoh-contoh aktualisasi nilai-nilai
Pancasila secara langsung dalamn kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dimulai
dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan kerja dan juga lingkungan
masyarakat. Contohnya adalah aktualisasi melalui keteladanan para pemimpin baik
pemimpin formal (pejabat negara) maupun informal (tokoh masyarakat) dan juga oleh
orang tua dan guru di lingkungan pendidikan. Dengan keteladanan yang dijiwai nilai-
nilai Pancasila, diharapkan masyarakat luas akan mengikuti.
Sedangkan langkah ketiga adalah dengan melalui diskusi dan kajian-kajian ilmiah
guna mengembangkan kontekstualisasi dan implementasi nilai-nilai pancasila, terutama
pada generasi milenial. Pengembangan kontekstualisasi dan implementasi Pancasila di
dunia pendidikan merupakan yang paling efektif, karena pendidikan tidak hanya
mecetak manusia-manusia yang cerdas, terampil, namun juga mencetak manusia yang
diharapkan dapat mempertahankan mempertahankan, mengembangkan dan
mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai local wisdom bangsa Indonesia. Selain
itu, langkah terakhir yang dapat dilakukan dalam rangka upaya reaktualisasi Pancasila
yaitu melalui media sosial.

25
BAB III
KESIMPULAN
Ideologi Pancasila adalah pandangan atau nilai-nilai luhur budaya dan religius
yang digunakan bangsa Indonesia atau dapaat juga diartikan sebagai merupakan
kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk
mencapai tujuan dengan berdasar kepada lima sila dalam pancasila. Sedangkan
Wawasan Ideologi Indonesia ialah cara atau sudut padang yang digunakan oleh bangsa
Indonesia dalam rangka mengelola kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Wawasan
Ideologi Indonesia ini dapat diartikan dengan sebutan lain yakni Wawasan
Kebangsaaan.
Arti penting pancasila sebagai ideologi dalam bagiannya menjadi komponen dari
wawasan nusantara itu sendiri yang merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila
sebagai dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan serta menjadi cara
implementasi cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang
berlandaskan pada ide nasionalnya yakni ideologi pancasila itu sendiri. Wawasan
Nusantara harus berpedoman kepada Pancasila sebagai kebulatan pandangan hidup
bangsa Indonesia.
Ideologi Pancasila dan Ketahanan Nasional memiliki hubungan keterkaitan yang
sangat erat, yang tidak dapat dipisahkan karena masing-masing komponen diantaranya
saling berhubungan yakni Wasantara (Wawasan Nusantara) menjadi landasan yang
menentukan perwujudan Ketahanan Nasional itu sendiri dalam penjalanannya.
Pancasila sebagai Ideologi memiliki kedudukan dan pengaruh yang sangat
penting dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat yang tidak lepas dari Wawasan
Kebangsaan, Ketahanan Nasional serta Geopolitik. Pancasila sebagai ideologi merupakan
pedoman dan juga petunjuk pada berbagai kehidupan bangsa Indonesia. mengatur
seluruh kehidupan bernegara dan juga berbangsa.
Adapun Inti Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka Penguatan Ideologi
Pancasila untuk Memperkuat Wawasan Ideologi Indonesia ialah melaksanakan ideologi
Pancasila secara konsisten, meningkatkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, melakukan penolakan dan
penyaringan secara efektif kepada setiap ideologi yang masuk atau bahkan
bertentangan dengan kepribadian bangsa dan sebagainya.

26
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Zainul Ittihad. Modul MKDU Pendidikan Kewarganegaraan. Universitas
Terbuka.

E Journal. 2019. Urgensi Pancasila sebagai Ideologi Negara.

E Journal. 2015. Pancasila sebagai Ideologi Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.

E Journal. 2020. Materi Kewarganegaraan. Padang: Fakultas Hukum Universitas


Andalas.

E Journal. 2019. Jati Diri Bangsa. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Fadilah, Nurul. 2019. “Tantangan dan Penguatan Ideologi Pancasila dalam


Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0”. Journal of Digital Education, Communication, and
Arts. 2(2), 1-13.

Firmansyah, Wahyu. 2019. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara


Indonesia. Tulungagung: Jurusan Ekonomi Syariah STAI Muhammadiyah Tulungagung.

Kristiono, Natal. 2017. “Penguatan Ideologi Pancasila di Kalangan Mahasiswa


Universitas Negeri Semarang”. Jurnal Harmony. 2(2), 1-12.

Maharani, Septiana Dwiputri. 2019.” Indeks Ketahanan Ideologi Pancasila.” Jurnal


Ketahanan Nasional. 25(2), 1-18.

Muchtar, Suwarna Al. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan : Panduan untuk


Mahasiswa, Pendidik, dan Masyarakat secara Umum. Bekasi: Penerbit Nuraini.

Mulyani, Aslia. 2019. “Memperkuat Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Era


Revolusi Industri 4.0 pada Generasi Millenial”. Jurnal Sistem Informasi, 1-16.

Pramono, Wahyu. 2010. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. Yogyakarta: STMIK


Amikom.

Ristedikti. 2016. Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan


Kewarganegaraan, Jakarta.

Sembiring Jakobus, dkk. 2012. Makalah Pancasila Sebagai Ideologi. Fakultas


Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

iii

Anda mungkin juga menyukai