Anda di halaman 1dari 7

MAKAL

D
I
S
U
S
U
N

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
NAMA: NUR ISMANIAR TAHIR
KELAS : TINGKAT 1A
PRODI: DIII KEBIDANAN
NAMA DOSEN PENGAJAR: AFRIANI,S,,Si,T,M.KEB
TUGAS FISIOLOGI

TAHUN AJARAN
2020/2021

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam memahami makalah iniHarapan saya semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.makalah
ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang.
Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan
yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

GOWA,22 SEPTEMBER 2020

My Life

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Edema, pada umumnya, berarti pembengkakan. Ini secara khas terjadi ketika cairan dari
bagian dalam pembuluh-pembuluh darah merembes keluar pembuluh darah kedalam jaringan-
jaringan sekelilingnya, menyebabkan pembengkakan. Ini dapat terjadi karena terlalu banyak tekanan
dalam pembuluh-pembuluh darah atau tidak ada cukup protein-protein dalam aliran darah untuk
menahan cairan dalam plasma (bagian dari darah yang tidak megandung segala sel-sel darah).
Edema paru adalah istilah yang digunakan ketika edema terjadi di paru-paru. Area yang
langsung diluar pembuluh-pembuluh darah kecil pada paru-paru ditempati oleh kantong-kantong
udara yang sangat kecil yang disebut alveoli. Ini adalah dimana oksigen dari udara diambil oleh darah
yang melaluinya, dan karbon dioksida dalam darah dikeluarkan kedalam alveoli untuk dihembuskan
keluar. Alveoli normalnya mempunyai dinding yang sangat tipis yang mengizinkan pertukaran udara
ini, dan cairan biasanya dijauhkan dari alveoli kecuali dinding-dindig ini kehilangan integritasnya.
1.2 Rumusan masalah
1.    Bagaimana patofiologi edema?
2. Apa dampak edema?
3. Apa yang terjadi edema otak dan paru-paru?
4. Skema kerja edema ?

1.3 Tujuan
1.    Untuk mengetahui patofiologi edema
2.    Untuk mengetahui dampaknya
3.    Untuk mengetahui edema yang terjadi jika terjadi di otak dan paru—paru

BAB II
PEMBAHASAN
Mekanisme Terjadinya Edema

2.1Mekanisme Edema
Pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan interstisium dikenal sebagai edema. Penyebab edema berkaitan
dengan mekanisme pembentukan edema itu sendiri yang dapat dikelompokan menjadi empat kategori umum
yaitu sebagai berikut:

*Penurunan konsentrasi protein plasma menyebabkan penurunan tekanan osmotic plasma.penurunan


ini menyebabkan filtrasi cairan yang keluar dari pembuluh lebih tinggi, sementara jumlah cairan yang
direabsorpsi kurang dari normal ; dengan demikian terdapat cairan tambahan yang tertinggal diruang
–ruang interstisium. Edema yang disebabkan oleh penurunan konsentrasi protein plasma dapat terjadi
melalui beberapa cara : pengeluaran berlebihan protein plasma di urin akibat penyakit ginjal ;
penurunan sintesis protein plasma akibat penyakit hati ( hati mensintesis hampir semua protein
plasma ); makanan yang kurang mengandung protein ; atau pengeluaran protein akibat luka bakar
yang luas .

*Peningkatan permeabilitas dinding kapiler menyebabkan protein plasma yang keluar dari kapiler ke
cairan interstisium disekitarnya lebih banyak. Sebagai contoh, melalui pelebaran pori –pori kapiler
yang dicetuskan oleh histamin pada cedera jaringan atau reaksi alergi. Terjadi penurunan tekanan
osmotik koloid plasma yang menurunkan kearah dalam sementara peningkatan tekanan osmotik
koloid cairan interstisium yang diseabkan oleh kelebihan protein dicairan interstisium meningkatkan
tekanan kearah luar. ketidakseimbangan ini ikut berperan menimbulkan edema lokal yang berkaitan
dengan cedera ( misalnya , lepuh ) dan respon alergi (misalnya , biduran) .

*Peningkatan tekanan vena , misalnya darah terbendung di vena , akan disertai peningkatan tekanan
darah kapiler, kerena kapiler mengalirkan isinya kedalam vena. peningkatan tekanan kearah dinding
kapiler ini terutama berperan pada edema yang terjadi pada gagal jantung kongestif. Edema regional
juga dapat terjadi karena restriksi lokal aliran balik vena. Salah satu contoh adalah adalah
pembengkakan di tungkai dan kaki yang sering terjadi pada masa kehamilan. Uterus yang membesar
menekan vena –vena besar yang mengalirkan darah dari ekstremitas bawah pada saat vena-vena
tersebut masuk ke rongga abdomen. Pembendungan darah di vena ini menyebabkan kaki yang
mendorong terjadinya edema regional di ekstremitas bawah.

*Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan edema,karena kelebihan cairan yang difiltrasi keluar
tertahan di cairan interstisium dan tidak dapat dikembalikan ke darah melalui sistem limfe. Akumulasi
protein di cairan interstisium memperberat masalah melalui efek osmotiknya. Penyumbatan limfe
lokal dapat terjadi, misalnya di lengan wanita yang saluran-saluran drainase limfenya dari lengan
yang tersumbat akibat pengangkatan kelenjar limfe selama pembedahan untuk kanker payudara.
Penyumbatan limfe yang lebih meluas terjadi pada filariasis, suatu penyakit parasitic yang ditularkan
melalui nyamuk yang terutama dijumpai di daerah-daerah tropis. Pada penyakit ini, cacing-cacing
filaria kecil mirip benang menginfeksi pembuluh limfe sehingga terjadi gangguan aliran limfe. Bagian
tubuh yang terkena, terutama skrotum dan ekstremitas, mengalami edema hebat. Kelainan ini sering
disebut sebagai elephantiasis,karena ekstremitas yang membengkak seperti kaki gajah.
Apapun penyebab edema, konsenkuensi pentingnya adalah penurunan pertukaran bahan-bahan antara
darah dan sel. Sering dengan akumulasi cairan interstisium, jarak antara sel dan darah yang harus
ditempuh oleh nutrient, O2, dan zat-zat sisa melebar sehingga kecepatan difusi berkurang. Dengan
demikian, sel-sel di dalam jaringan yang edematosa mungkin kurang mendapat pasokan darah.

2.2 Dampak Edema


Edema biasanaya akan lebih tampak pada jaringan lunak yang renggang misalnya pada jaringan
subcutis dan pada paru-paru. Biasanya akan mengakibatkan pembengkakan dan tekanan pada jaringan
tersebut rendah, seperti pada daerah sekitar mata dan alat kelamin luar. Kulit diatasanya biasanya
menjadi renggang. Bila diatas daerah tersebut ditekan, Maka cairan akan terdorong dan pindah dari
temapt tersebut dan meninggalkan cekungan pada tempat tekanan tersebut disebut dengan (pitting
edema).
Untuk penampakan secara mikroskopik dapat terlihat pada sel akan mengalami:
• Serabut jaringan ikat akan terpisah jauh dengan cairan
• Warna cairan merah muda atau homogen, atau sedikit lebih merah. Tergantung pada banyaknya
protein
2.3 EDEMA PADA OTAK DAN PARU-PARU
Edema pada organ otak dapat menjadi masalah klinik yang dapat menyebabkan kematian,
Sebagai akibat peningkatan masa subtansi otak yang menyebabkna penonjolan tonsil serebelum ke
dalam foramen magmum atau menyebabkan penghentian pasokan darah ke dalam batang otak. Pada
akhirnya suplai oksigen akan terhenti, sehingga dapat menimbulkan kematian.
Edema pada paru-paru dapat mengakibatkan terlihat alveolus-alveolus tampak terisi oleh cairan
merah sega atau bergranula. Cairan tersebut akan mengganggu fungsi perfusi. Pada stadium lanjut
apabila timbunan cairan tersebut terjadi pada ruang alveoli, Maka keadaan ini merupakan medium
yang memungkinkan infeksi bakteri.

2.4 GAMBAR SKEMA


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Edema adalah Akumulasi abnormal cairan dalam ruang intertisial atau rongga
tubuh. Munculnya beberapa penyakit edema atau kelebihan cairan dalam tubuh merupakan salah
satu gejalanya. Beberapa contoh penyakit di antaranya adalah gagal jantung, gagal ginjal,
dan penyakit liver. Sedangkan Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada
tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum).
Gangguankehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolittubuh.
Dehidarasi dapat terjadi karena : Kekurangan zat natrium, Kekurangan air,Kekurangan natrium dan air 
P e n c e g a h a n E d e m a D a p a t d i l a k u k a n d e n g a n : M e n g u r a n g i k o n s u m s i makanan
yang tinggi kadar natriumnya, tidak berdiri atau duduk terlalu lama ,Polam a k a n y a n g s e h a t ,
H i n d a r i s t r e s s , K u r a n g i b e r a t b a d a n b e r l e b i h ( o b e s i t a s ) , Olahraga secara
teratur, Konsumsi antioksidan. Sedangkan Dehidrasi dicegah dengan melakukan beberapa
upaya : Lingkungan, Olahraga, Umur.

3.2Saran
Diperlukan peningkatan kewaspadaan petugas kesehatan dalam menangani pasien edema
karena bisa meningkatkan resiko kematian. Diperlukan sistem yang lebih baik dalam mendata
pasien edema, baik dari pencatatan kode diagnosis, dan kelengkapan pemeriksaan pada rekam
medik pasien. Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar
untuk menunjukkan hubungan faktor lain yang mempengaruhi kejadian hipertensi/kematian
pada pasien edema. Jadi di perlukan segera periksa kedokter apabila terjadi pembengkakan.

DAFTAR PUSTAKA
http://susipurwati.blogspot.com/2010/10/mekanisme-edema.html