Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ni Wayan Sahya Pavita Nariswari P.

No : 19

Kelas : X MIPA 3

TANAH/ PEDOSFER
A. PROSES PEMBENTUKAN TANAH
1. Faktor utama pembentuk tanah
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi proses pembentukan tanah, antara lain iklim,
organisme, bahan induk, topografi, dan waktu. Faktor faktor tersebut dapat diformulasikan
melalui rumus sebagai berikut. T = f ( i, o, b,t,w) Keterangan:
T = tanah , f = factor , i = iklim , o = organisme , b = bahan induk , t = topografi ,w = waktu
a. Iklim
Unsur-unsur iklim yang memengaruhi proses pembentukan tanah utama, yaitu suhu dan
curah hujan. Suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Curah
hujan akanberpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah.
b. Organisme (Vegetasi dan Jasad Renik)
Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah, antaralain sebagai
berikut.
1) Membantu proses pelapukan khususnya pelapukan organik.
2) Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan meng hasilkan daun-daunan
dan ranting-ranting yang menumpuk di permukaan tanah.
3) Jenis vegetasi berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Vegetasi hutan dapat membentuk
tanah hutan dengan warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna
hitam karena banyak memiliki kandungan bahan organic , dsb
c. Bahan Induk
Bahan induk terdiri atas batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan
induk akan hancur menjadi bahan induk, mengalami pelapukan, dan menjadi tanah.
Tanah yang terdapat di permukaan bumi sebagian memperlihatkan sifat (terutama sifat
kimia) yang sama dengan bahan induknya.
d. Topografi/Relief
Keadaan relief suatu daerah akan memengaruhi pembentukan tanah,antara lain
1) Tebal atau tipisnya lapisan tanah.
2) Sistem drainase atau pengaliran. Daerah yang drainasenya jelek sering tergenang air.
e. Waktu
Tanah merupakan benda yang terdapat di alam yang terus menerus berubah,akibat
pelapukan dan penyucian yang terjadi terus menerus. Olehkarena itu, tanah akan menjadi
semakin tua dan kurus.
2. Komponen Tanah
a. Bahan Mineral
1) berasal dari pelapukan batu-batuan

2) susunan di dalam tanah berbeda-


3) beda sesuai dengan susunan mineral batuan yang di lapuk
4) batuan : batuan beku/vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen)
b. Bahan Organik
Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau
telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-
senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk jugami krobia heterotrofik dan ototrofik yang
terlibat dan berada di dalamnya.
1) Sumber primer 2) Sumber sekunder 3) Sumber lain dari luar
c. Air
Air terdapat di dalam tanah karena ditahan/diserap oleh masatanah, tertahan oleh lapisan kedap
air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Air dapat menyerap atau di tahan oleh tanah
karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi dan grafitasi.
Karena adanya gaya-gaya di dalam tanah maka kondisi air dapatdibedakan menjadi:
1) Air higrokopis 2) Air kapiler 3) Kapasitas lapang 4) Titik layu permanen 5) Air tersedia
d. Udara
Udara dan air mengisi pori-pori tanah, banyaknya pori-pori didalam tanah kurang lebih 50% dari
volume tanah, jumlah air danudara berubah-ubah tergantung kondisi iklim
3. Horizon Tanah
Horison tanah adalah lapisan tanah atau bahan tanah yang kurang lebih sejajar dengan
permukaan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan tanah dan berbeda dengan lapisan
disebelh atas ataupun bawahnya yang secara genetik ada kaitannya. Horison tanah berbeda
denganlapisan tanah dalam hal proses pembentukannya. Horison tanah terbentuk karena pross
perkembangan tanah sementara lapisan taah terbentuk karena proses pengendapan bahan tanah
oleh tenaga geomorfik.
Horison genetik utama

B. KARAKTERISTIK TANAH
a. Tekstur Tanah
Tekstur tanah adalah keadaan tingkat kehalusan tanah yang terjadi karenaterdapatnya perbedaan
komposisi kandungan fraksi pasir, debu dan liat yang terkandung pada tanah (Badan Pertanahan
Nasional). dari ketiga jenis fraksi tersebut partikel pasir mempunyai ukuran diameter paling
besar yaitu 2 – 0.05 mm, debu dengan ukuran 0.05 – 0.002 mm dan liat dengan ukuran < 0.002
mm (penggolongan berdasarkan USDA).
b. Struktur tanah
Struktur tanah adalah susunan atau agregasi partikel-parikel primer tanah (pasir, debu,liat) secara
alami menjadi berbagai kelompok partikel yang satu sama lain berbeda dalam ukuran dan
bentuknya, dan dibatasi oleh bidang-bidang.
c. Keasaman Tanah
Pengertian pH Tanah - Reaksi tanah dapat berada pada keadaan masam, netral atau alkalis (basa)
d. Permeabilitas tanah
Permeabilitas tanah adalah cepat atau lambatnya air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori
tanah, baik ke arah horizontal maupun vertikal (kemampuan tanah dalam menyerap air
e. Ketebalan solum tanah
Pengertian Solum adalah Kedalaman tanah yang menunjukkan ketebalan tanah yang diukur dari
permukaan sampai batuan induk bumi. Lahan yang baik adalah lahan yang mempunyai solum
tanah yang dalam

C. JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA, PERSEBARAN


DANPEMANFAATAN
a) Tanah Aluvial
Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa
karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu.Tanah
b) Tanah Andosol
Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya
proses vulkanisme pada gunung berapi.
c) Tanah Entisol
Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari
material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.
e) Tanah Humus
Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh- tumbuhan.Mengandung
banyak unsurhara dan mineral dan sangat subur.
f) Tanah Inseptisol
Inseptol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan
kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapatmenopang pembentukan
hutan yang asri.
g) Tanah Laterit
Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium.
h) Tanah Latosol
Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan
batuansedimen dan metamorf.
i) Tanah Litosol
Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang
masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.
k) Tanah Organosol
Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti tumbuhan, gambut dan rawa.
Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.
l) Tanah Podsol
Tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir hingga bebatuan kecil.
D. JENIS KONSERVASI TANAH
Konservasi (pengawetan) tanah merupakan upaya pemanfaatan tanah dalam usaha tani dengan
memperhatikan kelas kemampuan tanah danmenerapkan kaidah-kaidah pengawetan tanah agar
tanah yang digunakan memberikan hasil yang optimal dan lestari. Berikut maksud dari
konservasi tanah:
1. Menggunakan tanah sesuai dengan kemampuannya
2. Memperhatikan kesuburan dan produktivitas tanah dengan memperhatikan persyaratan-
persyaratan yang diperlukan agar tidakmenimbulkan kerusakan
3. Memperbaiki, mempertahankan, dan meningkatkan produktivitassertakesuburan tanah
4. Menerapkan kaidah-kaidah konservasi tanah dalam bercocok tanamagar lahan usaha tani
tidak rusak
Berikut tujuan konservasi tanah:
a. Mencegah kerusakan tanah akibat erosi dan aliran permukaan
b. Memperbaiki tanah yang rusak/kritis
c. Mengamankan dan memelihara produktivitas tanah agar tercapaiproduksi yang optimal
dalam waktu tidak terbatas
A. Macam-macam Metode Konservasi Tanah.
a. Metode vegetative , b. Metode mekanik , c. Metode kimia
B. CaraMelestarikanTanahuntukMenjagaKesuburannya

Anda mungkin juga menyukai