Anda di halaman 1dari 10

PERENCANAAN PIT LIMIT PADA BLOK WIAWIA

PT. GERBANG MULTI SEJAHTERA KECAMATAN LAONTI


KABUPATEN KONAWE SELATAN

La Ode Anto, Deniyatno, WD. Rizky Awaliah Nafiu

Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,


Universitas Halu Oleo
Kampus Hijau Bumi Tridarma Anduonohu, Kendari, Indonesia
ldantoa@gmail.com

ABSTRAK

Metode tambang terbuka merupakan kegiatan penambangan yang dilakukan pada endapan yang terletak dekat
dengan permukaan. Selain cadangan, faktor lain yang juga menjadi pertimbangan adalah masalah ekonomi, lingkungan,
keamanan serta teknik pertambangan yang didalamnya termasuk desain pit limit juga menjadi faktor yang penting
dalam kegiatan perencanaan tambang terbuka. PT. Gerbang Multi Sejahtera adalah salah satu perusahaan yang bergerak
pada sektor pertambangan bijih nikel yang berlokasi di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Metode
penambangan yang dilakukan adalah sistem tambang terbuka dengan metode penambangan open pit. PT. Gerbang
Multi Sejahtera akan melakukan penambangan pada beberapa blok baru, salah satunya pada Blok Wiawia. Desain pit
penambangan dibuat sesuai dengan parameter geoteknik, bentuk endapan dan nilai Cut off Grade, diperoleh bukaan pit
dengan elevasi tertinggi yaitu 422 mdpl dan elevasi terendah 362 mdpl. Geometri jenjang yang digunakan memiliki
nilai faktor keamanan 1,59. Cut Off Grade yang ditetapkan adalah 1,5 % Ni. Jumlah cadangan nikel berdasarkan pit
limit yang dirancang adalah 1.174.879 ton dengan kadar 1,76% Ni dan overburden sebesar 393.024 ton, menghasilkan
nilai stripping ratio yaitu 0,33:1. Fungsi utama jalan angkut tambang adalah untuk menunjang kelancaran operasi
pengangkutan dalam kegiatan penambangan. Alat angkut tambang umumnya berdimensi besar, oleh sebab itu geometri
jalan harus sesuai dimensi alat angkut yang digunakan yaitu Dump Truck Hino 500 FM260-JD. Lebar jalan pada
keadaan lurus yaitu 9 meter, lebar jalan pada keadaan tikungan yaitu 12 meter, jari-jari tikungan yaitu 25 meter,
superelevasi 0,45 meter, kemiringan jalan maksimum yaitu 10%, cross slope yaitu 0,12863 meter, tinggi safety berm
yaitu 0,51 meter dan lebar safety berm yaitu 1,53 meter.

Kata Kunci: desain pit limit, perancangan tambang, geometri jalan angkut

ABSTRACT

The open pit mining method is a mining activity conducted on deposits located close to the surface. In addition
to reserves, other factors that are also considered are economic, environmental, safety and mining engineering issues
which include the design of pit limits are also important factors in open pit mining planning activities. PT. Gerbang
Multi Sejahtera is one of the companies engaged in nickel ore mining sector located in Laonti Subdistrict, South
Konawe Regency. The mining method is an open pit mining system with an open pit mining method. PT. Gerbang Multi
Sejahtera will do mining on several new blocks, one of them is in Wiawia Block. The design of the mining pit is made in
accordance with geotechnical parameters, sediment form and Cut off Grade value, obtained pit openings with the
highest elevation of 422 meters above sea level and the lowest elevation of 362 meters above sea level. The geometry of
the level used has a safety factor value of 1,59. The specified Cut Off Grade is 1.5% Ni. The total nickel reserves based
on the pit limit designed is 1,174,879 tons with a content of 1.76% Ni and overburden of 393,024 tons, resulting in a
stripping ratio of 0.33:1. The main function of mine haul road is to support the smooth operation of transportation in
mining activities. Mining transport is generally of large dimension, therefore road geometry must match the dimensions
of the transport used, namely Dump Truck Hino 500 FM260-JD. The width of the road in a straight state is 9 meters,
the width of the road at the bend state is 12 meters, the radius of the bend is 25 meters, superlevation is 0.45 meters, the
maximum road slope is 10%, the cross slope is 0.12863 meters, the height of safety berm is 0.51 meters and the width
of safety berm is 1.53 meters.

Keywords: pit limit design, mine design, haul road geometry


I. PENDAHULUAN Provinsi Sulawesi Tenggara. PT. Gerbang Multi
PT. Gerbang Multi Sejahtera adalah salah satu Sejahtera akan melakukan penambangan pada
perusahaan yang bergerak pada sektor beberapa blok baru, salah satunya pada Blok
pertambangan bijiih nikel yang berlokasi di Wiawia yang merupakan blok baru dan akan
Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, ditambang.
Untuk melakukan proses penambangan itu
sendiri, terlebih dahulu harus dilakukan B. Perancangan Tambang (Mine Design)
perencanaan tambang agar dapat dipertimbangkan 1. Pemilihan metode penambangan bijih nikel
sisi teknis, ekonomi dan lingkungan untuk Menurut Setiawan dkk., (2018) pemilihan
menghindari kerugian sampai pada proses metode dan sistem penambangan didasarkan pada
berlangsungnya penambangan itu sendiri, karena peluang perolehan tambang (mining recovery)
sifat dari penyebaran kadar ore yang relatif tidak yang terbaik, operasi yang efisien yang aman
merata. Salah satunya adalah membuat dengan biaya terendah, serta potensi keuntungan
perencanaan pit limit penambangan sesuai dengan terbesar yang akan diperoleh. Faktor yang
bentuk endapan dan nilai Cut Off Grade sebagai dipertimbangkan untuk menentukan sistem
acuan sebelum terjadinya proses penambangan. penambangan bijih nikel secara terbuka, antara
Hal tersebut tentu memerlukan rancangan serta lain :
kajian teknis yang baik untuk dapat mencapai 1) Kondisi topografi
target sesuai yang diinginkan. 2) Kondisi endapan bijih nikel
Berdasarkan latar belakang diatas penulis 3) Ketebalan material overburden
bermaksud mengambil judul tugas akhir tentang 2. Metode penambangan bijih nikel secara
“Perencanaan Pit Lmit Pada Blok Wiawia PT. terbuka
Gerbang Multi Sejahtera Kecamatan Laonti, Metode penambangan secara terbuka untuk
Kabupaten Konawe Selatan”. endapan bijih nikel terdiri dari beberapa metode
Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian penambangan. Penentuan metode penambangan
tugas akhir ini adalah untuk membuat model tersebut akan dipengaruhi oleh kondisi topografi
desain pit limit pada Blok Wiawia PT. Gerbang lokasi penambangan, kondisi endapan bijih nikel
Multi Sejahtera berdasarkan rekomendasi Cut Off serta ketebalan lapisan overburden. Beberapa
Grade, geoteknik jenjang penambangan dan metode penambangan bijih nikel secara terbuka,
dimensi jalan angkut. diantaranya open pit dan open cust atau open cut
Manfaat yang diharapkan pada hasil penelitian (Newman dkk.,2010).
ini adalah membuka wawasan bagi mahasiswa 3. Rancangan geometri jenjang
terkait hubungan ilmu yang diperoleh dengan Perancangan pit pada sebuah tambang terbuka
aktivitas dunia kerja dan membuka wawasan salah satunya ditekankan pada perancangan
mengenai proses perancangan desain pit limit pada geometri jenjang, yang dimaksudkan dengan
penambangan bijih nikel berdasarkan rekomendasi geometri jenjang disini adalah ukuran jenjang
Cut Off Grade, geoteknik jenjang penambangan yang terdiri dari lebar jenjang, tinggi jenjang,
dan dimensi jalan angkut. kemiringan jenjang, dan panjang jenjang.
(Bargawa,2018).
II. TINJAUAN PUSTAKA 4. Batas penambangan (pit limit)
A. Profil Endapan Laterit Parameter-parameter yang mempengaruhi
Profil laterit dapat dibagi menjadi 4 zona yang batas penambangan (pit limit) untuk menghitung
dikontrol oleh tingkat kelarutan mineral-mineral cadangan tertambang (mineable) seperti SR
penyusun laterit diantaranya sebagai berikut : (stripping ratio) yang dihitung dengan pendekatan
1. Top Soil BESR(break even stripping ratio), geometri
Lapisan ini terletak dibagian paling atas lereng penambangan, kondisi topografi dan
mengandung humus/lapisan organik, berwarna geologi. (Aswandi dan Yulhendra, 2018)
coklat kehitaman. Kadar Ni kurang dari 1%. Desain batas penambangan (pit limit)
2. Zona Limonit bergantung pada analisis awal yang terdiri dari
Zona limonit berwarna merah kuning hingga beberapa hal berikut ini :
kecoklatan, agak lunak,berkadar air 30% - 40 %, 1) Model tubuh bijih dimana deposit didiskritisasi
kadar Ni berkisar antara 1,4 – 1,5 %, Fe 44 %, kedalam grid blok, yang masing-masing terdiri
MgO 3 %, terlihat adanya mineral yang kuat. dari volume material dan sifat mineral yang
3. Zona Saprolit sesuai
Merupakan zona kadar Ni tinggi, yaitu rata- 2) Nilai setiap blok, yang ditentukan dengan
rata lebih besar dari 1,8 % dengan ketebalan membandingkan harga pasar bijih dengan
lapisan antara 2-15 meter. biaya ekstraksi dan pengolahan
4. Zona Batuan Induk (bedrock zone) 3) Model geometrik dari deposit. Model blok
Lapisan ini merupakan batuan peridotit sesar yang diproduksi dalam berbagai cara
yang tidak atau belum mengalami pelapukan tergantung pada struktur tubuh bijih. Model
dengan kadar Ni dibawah 0.5%. (Efendi dan blok ini dapat mempertimbangkan jutaan blok
Yulhendra, 2019).
berdasarkan ukuran badan bijih / endapan. persamaan berikut:
(Newman dkk., 2010). V R2
5. Nisbah pengupasan (stirpping ratio) R= ( 4)
127( e+ f )
Menurut Wibisono dkk., (2017) nisbah
Keterangan:
pengupasan atau (stripping ratio) merupakan
R = Jari-jari tikungan (m)
perbandingan antara volume lapisan tanah
VR = Kecepatan rencana (km/jam)
penutup yang harus dipindahkan untuk
mendapatkan satu ton bahan galian yang dapat e = Nilai superelevasi (mm/m)
ditambang. Stripping ratio dipengaruhi oleh f = Koefisien gesek (friction factor)
beberapa parameter, diantaranya adalah kondisi Superelevasi berfungsi untuk mengatasi air
geologi, kondisi geoteknik dan harga bahan permukaan yang ada pada tikungan dan juga
galian. (Lottermoser, 2010) bertujuan untuk membantu kendaraan mengatasi
tikungan sehingga alat angkut tidak tergelincir
C. Analisis Statistik Dasar pada saat melewati tikungan dengan kecepatan
Analisis statistik dasar dan evaluasi distribusi maksimum (Maharani dan Sumarya., 2018).
kadar merupakan tahap analisis pertama yang Untuk menghitung besarnya angka
dilakukan untuk mendapatkan laporan sebaran superelevasi dapat menggunakan rumus sebagai
data, dimana analisis yang dilakukan berupa berikut (Pratomodkk., 2016):
menghitung nilai kadar rata-rata, varians, standar V 2 (5)
e +f =
deviasi serta nilai coeffisient of variance dan 127 R
mempresentasikan distribusi sebaran dari kadar Keterangan :
nikel. Hasil analisis sebaran data akan e = Superelevasi (mm/m)
menentukan tingkat analisis statistik, jika sebaran f = Koefisien gesekan melintang maksimum
data terdistribusi dengan normal maka analisis V = Kecepatan kendaraan (km/jam)
statistik yang dilakukan adalah analisis statistik R = Jari-jari tikungan (m)
parametrik, begitu juga sebaliknya jika data tidak 3. Kemiringan jalan angkut (grade)
terdistribusi dengan normal maka pendekatan Rumus yang digunakan menghitung untuk
statistik yang dilakukan adalah analisis statistik kemiringan jalan angkut sebagai berikut:
non parametrik. Δh
Grade ( % )= X 100 %(6)
Δx
D. Jalan Angkut Tambang (Ramp)
Keterangan:
Berikut adalah hal-hal yang harus
Δh = Beda tinggi antara dua segmen yang
diperhatikan dalam suatu perancangan jalan
diukur (m)
angkut pada suatu pit penambangan (Ramp) :
1. Lebar jalan angkut Δx = Jarak datar antara dua titik segmen jalan
a. Lebar jalan angkut pada kondisi lurus yang diukur (m)
Rumus yang digunakan untuk menghitung 4. Kemiringan melintang (cross slop)
lebar jalan angkut dalam keadaan lurus adalah: Untuk menentukan nilai cross slope minimum
Lmin = n. Wt + (n + 1) (0,5 . Wt) (1) pada jalan dengan lebar minimum tertentu, dapat
Keterangan: menggunakan persamaan sebagai berikut :
Lmin = Lebar jalanangkut minimum (m) CS = 4O mm/m X (½ x Lmin) (7)
n = Jumlah jalur yang digunakan Keterengan :
Wt = Lebar alat angkut (m) CS : Cross Slope
b. Lebar jalan angkut pada tikungan Lmin : Lebar Minimum Jalan
Rumus yang digunakan untuk menghitung 5. Tanggul pengaman (safety berms)
lebar jalan angkut minimum pada belokan adalah: Ault dan Kaufman mengkategorikan desain
Wmin= n ( U + Fa + Fb + Z ) + C (2) tanggul berdasarkan berat total alat angkut beserta
C = Z = ½ (U + Fa + Fb) (3) muatan. Untuk tanggul tersebut, pedoman dalam
Fa = Ad .sin α rancangan adalah paling tidak tingginya harus
Fb = Ab .sin α sama atau lebih besar dari nilai stastic rolling
wa radius (SRR) roda angkut. Persamaan menghitung
α =sin−1 besarnya nilai stastic rolling radius dapat
radiusputar
digunakan rumus sebagai berikut :
2. Jari-jari tikungan dan superelevasi
TH
Jari-jari tikungan jalan angkut berhubungan SRR = (8)
dengan kontruksi alat angkut yang digunakan, 2,1
khususnya jarak horizontal antara poros roda Keterangan :
depan dan belakang yang ditentukan dengan SRR = Static rolling radius (inci)
TH = Tinggi roda alat angkut (inci) segi teknis dan ekonomis dengan tujuan untuk
Lebar safety berm dapat dihitung dengan mengetahui bagaimana cara menentukan bentuk
menggunakan persamaan sebagai berikut: desain pit limit yang baik dan benar.
A=3×B 2. Pengamatan lapangan
(9) Pengamatan lapangan pada tahap ini
Keterangan : dilakukan dengan melakukan observasi daerah
A = Lebar Tanggul Pengaman (m) penelitian terhadap kondisi geologi lokal lokasi
B = Tinggi Tanggul Pengaman (m) (Putra dan penelitian serta melakukan pengumpulan
Kasim., 2019). informasi yang menunjang kegiatan penelitian.
3. Pengambilan dan Pengumpulan Data
III. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, data-data yang
A. Waktu dan Lokasi Penelitian dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder.
Waktu penelitian berlangsung selama kurang Data primer yang dibutuhkan berupa data
lebih dua bulan yaitu mulai dari tanggal 5 Januari pengamatan lapangan yang terdiri data
2020 sampai dengan tanggal 5 Maret 2020 di PT. geomorfologi dan struktur, data ini akan
Gerbang Multi Sejahtera. Secara administrasi digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pit
wilayah penambangan PT. Gerbang Multi limit yang akan dirancang. Data sekunder berupa
Sejahtera terletak di Desa Sangi-sangi, gambaran umum daerah penelitian seperti kondisi
Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, topogafi, kondisi geoteknik, spesifikasi alat gali
Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara astronomis muat dan alat angkut, lokasi batas IUP PT.
terletak pada koordinat antara 122° 51’ 18” - 122° Gerbang Multi Sejahtera dan data pemboran pada
54’ 27” BT dan 4° 11’ 35” - 4° 15’ 15” LS. Blok Wiawia.
Daerah ini hanya dapat dijangkau dengan sarana 4. Pengolahan dan Analisa Data
transportasi laut. Lokasi ini dapat dicapai dengan Adapun tahap pengolahan dan analisa data
menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Batu dari daerah penelitian adalah :
Kota Kendari menuju Kecamatan Laonti ± 4,5 1. Data bor yang sudah ada dipisahkan menjadi 4,
jam, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan yang terdiri dari data collar, data survey, data
kendaraan roda dua dengan waktu tempuh ± 30 geologi, dan data assay. Hal ini dilakukan
menit menuju pantai Sangi-sangi dan untuk membuat data base lubang bor.
dilanjutkan lagi dengan menggunakan kapal 2. Mengolah data bor kedalam data blok model
kecil selama ± 20 menit menuju lokasi dengan memperhatikan profil endapan nikel
penelitian. Adapun lokasi penelitian yang laterit kemudian membagi kedalam zona ob,
dimaksud dapat dilihat pada peta penelitian ore dan badrock
Gambar 1. 3. Mengestimasi sumberdaya berdasarkan
pembagian zona dengan mempertimbangkan
cut off grade sehingga dapat mengetahui
distribusi bijih nikel laterit.
4. Pembuatan desain pit penambangan pada Blok
Wiawia menggunakan aplikasi Surpac 6.3
dilakukan dengan mempertimbangkan
parameter geometri jenjang yang telah
ditetapkan oleh perusahaan dan geometri jalan
angkut. Kemudian untuk membuat desain pit
dimulai dari sebaran bijih terendah yang akan
menjadi pit limit nya. Pembuatan desain
dimulai dari batas kedalaman maksimum
Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian sampai batas atas maksimum yang telah
ditentukan.
B. Tahapan Kegiatan Penelitian 5. Menghitung jumlah cadangan tertambang
1. Studi literatur berdasarkan pit yang telah dibuat.
Pada tahap studi literatur dilakukan 6. Menentukan geometri jalan tambang yang
pembelajaran dan pendalaman literatur terkait akan digunakan dalam perancangan (design)
kondisi geologi lokal daerah penelitian serta hal- pit penambangan pada Blok Wiawia.
hal yang terkait dengan nikel laterit. Pada tahap
ini juga dilakukan pendalaman materi mengenai
desain pit limit penambangan serta faktor-faktor IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
yang menjadi parameter perancangan baik dari A. Sebaran dan Model Endapan Bijih Nikel
Laterit
Secara umum lokasi penelitian masuk dalam
kategori satuan morfologi perbukitan. Bedasarkan
kondisi topografi, ketinggian daerah penelitian
berada pada elevasi 430 sampai 383 meter diatas
permukaan air laut dengan kemiringan lereng 7º
hingga 11º. (Gambar 2 dan 3)

Gambar 4. Sebaran titik bor Blok Wiawia dengan


spasi 25 meter
Topografi di PT. Gerbang Multi Sejahtera
khususnya pada Blok Wiawia yaitu perbukitan
Gambar 2. Kondisi morfologi lokasi penelitian landai yang mencerminkan insensitas dan proses
dari pembentukan nikel laterit. Topografi landai
cenderung membawa air dalam bentuk run off
bergerak perlahan-lahan sehingga akan
mempunyai kesempatan untuk mengadakan
penetrasi lebih melalui rekahan-rekahan atau pori-
pori batuan. Endapan nikel laterit pada Blok
Wiawia mengalami ketebalan pada kaki bukit.
Topografi pada Blok Wiawia memiliki range
ketinggian berkisar 430 sampai 383 diatas
permukaan air laut dengan ketinggian ini maka
dikategorikan perbukitan landai sehingga
pengkayaan nikel laterit terjadi hanya pada daerah
yang landai sedangkan pada daerah bukit
ketebalan nikel lateritnya cenderung sedikit atau
tipis. Akumulasi nikel laterit pada Blok Wiawia
Gambar 3. Peta kemiringan lereng lokasi cenderung ke arah selatan. Penelitian dilakukan
penelitian pada Blok Wiawia dengan kondisi endapan bijih
Kondisi geologi sangat berpengaruh untuk nikel laterit dapat dilihat pada Gambar 5 dan
mengetahui kondisi endapan dan penyebaran dari Gambar 6 berikut.
endapan bijih nikel. Pada daerah penelitian
dijumpai litologi berupa batuan ultramafik
(peridotit). Perhitungan sumber daya nikel pada
daerah penelitian dilakukan berdasarkan data hasil
pengeboran eksplorasi rinci yang telah dilakukan
oleh PT. Gerbang Multi Sejahtera. Pengeboran
dilakukan dengan jumlah titik bor sebanyak 95
titik dengan spasi 25 m yang tersebar di seluruh
area Blok Wiawia. Berikut peta penyebaran titik
bor Blok Wiawia dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 5. Model endapan bijih nikel Blok


Wiawia (Barat Laut – Tenggara)
tersebut ditunjukan dengan garis distribusi yang
membentuk satu puncak (bell-shaped). Distribusi
normal juga dicirikan oleh nilai puncak kurva
hampir sama dengan nilai mean (1,73).
2. Analisis Geostatistik
Anisotropisme ditentukan dengan analisis
geostatistik menggunakan variogram. Pada
penelitian ini, variogram dibuat dengan software
pemodelan. Elipsoid anisotropisme memiliki tiga
sumbu yang saling tegak lurus, yaitu sumbu
mayor, semi-mayor, dan minor. Sumbu mayor
memiliki jangkauan pengaruh yang paling besar,
Gambar 6. Model endapan bijih nikel Blok
diikuti oleh sumbu semi-mayor dan minor. Ketiga
Wiawia (Selatan – Utara)
sumbu tersebut membentuk sebuah elipsoid
Bentuk dari perlapisan endapan nikel laterit
anisotropi yang memiliki arah bearing, dip, dan
umumnya mengikuti bentuk dari keadaan
plunge. Penentuan arah tersebut dilakukan dengan
morfologi pada Blok Wiawia yaitu memiliki
menggunakan variogram map dan variogram
geomorfologi perbukitan landai. Lapisan badan
eksperimental.
bijih nikel laterit di daerah Blok Wiawia terdiri
Tabel 2 merupakan nilai-nilai yang
atas overburden dan saprolit.
didapatkan dari hasil analisis geostatistik yang
B. Sumber Daya Nikel Laterit akan digunakan dalam mengestimasi sumber
1. Analisis Statistik Dasar daya.
Data yang dianalisis adalah data kadar nikel Tabel 2. Nilai variogram
untuk setiap data bor yang selanjutnya digunakan No. Parameter Nilai
untuk estimasi sumber daya. Hasil analisis 1 Bearing 120,5609
statistik dasar pada penelitian ini dapat dilihat 2 Plunge 10,4626
pada Tabel 1 berikut. 3 Dip 10,000
Tabel 1. Analisis statistik dasar
Analisis Nilai 4 Major/Semi-major 1,000
Number of samples 383 5 Major/Minor 1,000
Minimum value 0,21
Maximum value 3,24 C. Model Blok Bijih Nikel
Mean 1,73 Gambar 8 memperlihatkan model blok bijih
Median 1,68 nikel pada Blok Wiawia dengan ukuran blok
Variance 0,13 yang diterapkan oleh perusahaan tempat penelitian
Standard Deviation 0,37 yaitu 12,5 × 12,5 × 1 m. Pada umumnya
Coefficient of penentuan dimensi ukuran-ukuran blok pada
variation 0,35 model blok merupakan fungsi dari geometri
endepan yang disesuaikan dengan kerapatan data
Skewness 0,75
spasi lubang bor [½ jarak spasi antar titik bor (½ ×
Kurtosis 5,49
25 m)] dan sistem penambangan yang digunakan.
Berdasarkan analisis data statistik dasar
Densitas nikel di daerah penelitian yang
tersebut maka bentuk dari grafik histogramnya
digunakan yaitu density overburden = 1.70 ton/m3
dapat dilihat pada Gambar 7 berikut:
& ore = 1.58 ton/m3 . Metode estimasi yang
digunakan adalah metode Inverse Distance
Weighted (IDW), Karena nilai Coefficient of
variation 0,35 dan termasuk kedalam geometri
sedang (Kadar seragam tapi ketebalannya tidak
menentu).
Cut off grade (COG) secara umum adalah
kadar endapan bahan galian terendah yang masih
menguntungkan untuk ditambang. Pengertian
tersebut dapat meluas menjadi kadar rata-rata
terendah yang masih menguntungkan apabila
Gambar 7. Grafik histogram sebaran Ni ditambang, dimana nilai COG ini akan
Gambar 7 tersebut menunjukkan penyebaran menentukan batas-batas dari besarnya cadangan
data yang terdistribusi secara normal, hal serta menentukan perlu tidaknya dilakukan proses
blending antara bijih kadar rendah dan bijih kadar Tabel 4. Sumberdaya Blok Wiawia
tinggi. Cut off grade yang digunakan oleh PT.
Gerbang Multi Sejahtera adalah Ni ≥ 1,50 % (Ni
1,50 - 1,80 % = low grade saprolit ore dan Ni ≥
1,80 % = high grade saprolit ore). Untuk rencana
daripada perusahaan berkaitan dengan larangan
eksport bijih nikel berkadar rendah Ni 1,50 - 1,80
% yang mulai berlaku per 1 Januari 2020, maka
untuk bijih nikel low grade tersebut akan di
blending dengan high grade sehingga dapat
memenuhi spesifikasi permintaan pabrik feronikel
dengan kadar Ni ≥ 1.80 %. D. Desain Pit Penambangan Blok Wiawia
Desain pit yang aman serta efisien dalam segi
teknis dan ekonomis sangat penting. Oleh karena
itu, dalam membuat geometri pit penambangan
haruslah memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Geometri Jenjang
Geometri jenjang penambangan didasarkan
pada rekomendasi geoteknik di PT. Gerbang
Multi Sejahtera. Geometri jenjang penambangan
dibuat berdasarkan analisis kestabilan lereng yang
memiliki faktor keamanan (FK) yang sesuai
dengan rekomendasi studi geoteknik rencana
penambangan PT. Gerbang Multi Sejahtera yaitu
FK 1,59. Komponen geometri jenjang yang
Gambar 8. Model blok bijih nikel Blok Wiawia digunakan untuk rancangan pit penambangan pada
Blok Wiawia dapat dilihat pada Tabel 5
Gambar 8 diatas merupakan penampakan Tabel 5. Komponen dasar jenjang rancangan pit
distribusi ore jika telah dilakukan kegiatan penambangan
pengupasan overburden secara keseluruhan.
Pemberian warna blok pada gambar berdasarkan
pengkelasan ore. Pengkelasan ore terdiri dari blue
zone, LGS1, LGS2, HGS1, HGS2. Blue zone
yaitu kadar dibawah cut off grade (COG) 1,5%
dan diberi warna biru tua, LGS2 yaitu kadar
1,5%-1,69% dan diberi warna merah, LGS1 yaitu
kadar 1,70%-1,79% diberi warna kuning, untuk (Sumber : Mine Production PT. Gerbang Multi
HGS2 yaitu kadar 1,80%-1,99%, dan diberi warna Sejahtera).
hijau, dan HGS2 yaitu kadar diatas 1.99% diberi Tabel 5 memperlihatkan komponen dasar
warna biru muda. Berikut klasifikasi warna atribut jenjang rancangan pit penambangan pada Blok
blok model berdasarkan kadar Ni dapat dilihat Wiawia dengan FK 1,59 maka rekomendasi
pada Tabel 3. geoteknik Mine Production PT. Gerbang Multi
Tabel 3. Warna atribut block model berdasarkan Sejahtera dinyatakan aman berdasarkan
kadar Ni Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya
N Attribute Kadar Ni Mineral Republik Indonesia Nomor 1827
Colour K/30/MEM/2018 Tanggal 7 Mei 2018 Tentang
o Value (%)
1 BLUEZONE < 1,5 Pedoman Pengelolaan Teknis Pertambangan pada
2 halaman 57 dimana lereng tunggal yang baik
LGS2 1,5 – 1,69
memiliki FK minimal 1,1.
3 LGS1 1,7 – 1,79 2. Pit limit
4 HGS2 1,8 – 1,99 Pit limit yang dibuat dengan acuan bentuk
5 HGS1 >1,99 endapan serta geometri jenjang, diperoleh bukaan
Berdasarkan hasil estimasi sumber daya pit dengan elevasi tertinggi yaitu 422 mdpl dan
terukur pada block model dengan menggunakan elevasi terendah 362 mdpl. Adapun bentuk akhir
metode Inverse Distance Weighted (IDW) Blok Wiawia dan cross section dapat dilihat pada
menghasilkan jumlah sumber daya sebesar Gambar 9, 10 dan 11.
1.600.244 ton dengan kadar rata-rata Ni 1,45 %.
3. Jalan angkut tambang (ramp)
a. Desain geometri jalan angkut tambang
Penentuan lebar jalan angkut tambang
didasarkan pada unit alat angkut yang memiliki
dimensi paling besar yang sedang beroperasi saat
Gambar 9. Batas penambangan Blok Wiawia itu pada jalan tambang. Gambar 12 merupakan
alat angkut dengan dimensi yang paling besar
yang digunakan di PT. Gerbang Multi Sejahtera
adalah Truck Hino 500 FM-260JD dengan hasil
pengukuran aktual mempunyai lebar 2,45 meter.

Gambar 10. Cross section A – A’

Gambar 12. Alat angkut Dump truck HINO 500


FM-260 JD (Sumber: PT. Gerbang
Multi Sejahtera, 2020)

1) Lebar jalan tambang


a) Lebar Jalan Lurus
Lmin = n. Wt + ( n + 1 ) ( 0,5 x Wt )
G = 2.(2.450) + (2+1) × (0,5 × 2.450)
ambar 11. Cross section B – B’ = 4,9 + 3 × 1,225
Gambar 9 di atas merupakan batas = 4,9 + 3,675
penambangan atau pit limit Blok Wiawia., = 8,6 m
sedangkan untuk penampang 2 dimensinya dapat b) Lebar Jalan Tikungan
dilihat pada Gambar 10 dengan ketinggian 383 Wmin = n ( U + Fa + Fb + Z ) + C
sampai 404 meter diatas permukaan air laut dan C = Z = ½ (U + Fa + Fb)
Gambar 11 dengan ketinggian 369 sampai 380 Fa = Ad .sin α
meter diatas permukaan air laut. Berdasarkan Fb = Ab .sin α
model pit limit penambangan yang dirancang, Diketahui :
diperoleh jumlah material tertambang sebesar Fa = 1,26 x sin 30o meter = 0,63 meter
1.567.903 ton, yang terbagi atas cadangan bijih Fb = 1,80 x sin 30o meter = 0,90 meter
nikel sebesar 1.174.879 ton dan material waste Maka :
sebesar 393.024 ton sehingga diperoleh nilai C = Z = 0,5 (U + Fa + Fb)
stripping ratio dari pemodelan pit limit ini yaitu C = Z = 0,5 ( 1,86 + 0,63 + 0,90 ) =
0.33:1 dengan kadar rata-rata Ni 1,76 dan Fe 1,69 meter
20,33. Luas daerah pit limit adalah 8,08 Ha. Sehingga lebar jalan angkut pada tikungan :
Tabel 6. Hasil perhitungan cadangan berdasarkan Wmin = n (U + Fa + Fb + Z) + C
pit limit Wmin = 2 ( 1,86 + 0,63 + 0,90 + 1,69 ) m +
1,69 m
Wmin = 11,84 meter 12 meter TH
B ≥ SRR = , inchi
2,1
2) Jari-Jari dan Superelevasi Maka :
VR 2
TH 41 , 73
R= SRR = , inchi= , inchi
127(e+ f ) 2,1 2,1
262 =19,88 inchi = 0,51 m
R= Jadi nilai dari Static Rolling Radius (SRR)
127( 0,04+0,175) roda dump truck HINO 500 FM 260 JD adalah
0,51 m.
= 24,76 meter  25 meter Dengan slope tanggul pengaman sebesar 1,5 :
Tabel 7. Angka superelevasi yang 1, maka untuk tanggul berbentuk triangular
direkomendasikan didapat dimensi ukurannya sebagai berikut :
- Slope tanggul pengaman = 1,5 : 1
- Tinggi tanggul pengaman (B) = 0,51 m
- Lebar bagian bawah pengaman (A) = 3 ×
0,51 m = 1,53 m

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perencanaan pit limit pada
(Sumber: Mutriwahyuni dkk., 2018) Blok Wiawia berdasarkan rekomendasi geoteknik
jenjang penambangan dan dimensi jalan angkut
Nilai superelevasi = 0,04 m/m dapat disimpulkan yaitu pada kondisi jalan angkut
Lebar jalan pada tikungan =12 meter lebar minimum jalan pada keadaan lurus 9 meter,
Beda tinggi = 0,04 m/m x 12 m lebar jalan pada tikungan 12 meter, jari-jari
= 0,45 m45 cm tikungan 25 meter, superelevasi 0,45 meter,
Superelevasi yang dilalui oleh truk adalah kemiringan jalan maksimum 10%, cross slope
sebesar 45 cm. 0,12863 m atau 12,863 cm, tinggi safety berm
3) kemiringan Jalan (grade) 0,51 meter dan lebar safety berm 1,53 meter. Pada
Jalan angkut tambang dibuat sebagai rencana desain pit penambangan luas bukaan lahan
jalur/akses dalam pit Blok Wiawia yang akan ±80.826 m2 (8,08 Ha) diperoleh jumlah material
dilakukan penambangan. PT. Gerbang Multi tertambang sebesar 1.567.903 ton yang terbagi
Sejahtera sendiri memiliki SPO (Standart atas cadangan bijih nikel sebesar 1.174.879 ton
Operating Procedure) untuk grade jalan tambang dan material waste sebesar 393.024 ton dengan
adalah maksimal 10%. nilai kadar rata-rata Ni 1,76% dan nilai stripping
4) Kemiringan Jalan Melintang (cross slope) ratio sebesar 0,33 : 1.
Q = P x cross slope
B. Saran
P = ½ x Wt
Adapun saran yang dapat diberikan yaitu
Dengan:
untuk penelitian selanjutnya dalam desain pit
Q = Beda tinggi
penambangan dapat membuat rancangan
P = Beda ketinggian pada poros jalan
sequence penambangan dan penjadwalan produksi
Wt = Lebar jalan
pada Blok Wiawia PT. Gerbang Multi Sejahtera.
Maka:
P = ½ x 8,6 m
= 4,3 m
DAFTAR PUSTAKA
[1] Aswandi, D., Yulhendra, D., 2018, Redesain
Sehingga beda tinggi yang dibuat :
Rancangan Ultimate Pit Dengan
Q = 4,3 m x 30 mm/m
Menggunakan Software Minescape 4.118 Di
= 128,63 mm
Pit S41 PT. Energi Batu Hitam Kecamatan
= 12,863 cm  0,12863 m
Muara Lawa & Siluq Ngurai, Kabupaten
Kutai Barat Kalimantan Timur, Jurnal Bina
5) Tanggul Pengaman (safety berm)
Tambang, 4(1), ISSN: 2302-3333.
Bentuk safety berm yang digunakan
berbentuk triangular dengan slope tanggul [2] Bargawa, W.S., 2018, Perencanaan
pengaman sebesar 1,5 : 1. Tambang, Edisi ke delapan, Kilau Book,
Dimana : Yogyakarta. ISBN: 978-623-7594-31-4.
[3] Efendi, R., Yulhendra, D., 2019, Quarterly Terbuka PT. Allied Indo Coal Jaya (AICJ),
Plan Penambangan Nikel Tahun 2020 pada Perambahan, Kecamatan Talawi, Kota
Pit X PT. Elit Kharisma Utama Sawalunto, Sumatra Barat. Jurnal Bina
Menggunakan Software Maptec Vulcan 9.1, Tambang, 4(3), ISSN: 2302-3333.
Jurnal Bina Tambang, 4(1), ISSN : 2302- [10] Setiawan, R.A., Muchsin, M.A., dan
3333. Guntoro, D., 2018, Rancangan Teknis
[4] Lottemoser, B.G., 2010, Mine Wastes: Penambangan Bijih Bauksit pada Wilayah
Characterization, Treatment and Bukit D PT. Kalbar Bumi Perkasa
rd
Enviromental Impacts 3 Edition, Springer Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau
Heidelberg Dordrecht London, New York, Provinsi Kalimantan Barat. Prosiding Teknik
ISBN: 978-3-642-12418-1. Pertambangan, ISSN: 2460-6499.
[5] Maharani, F., dan Sumarya, 2018, Evalusi [11] Yarhamka, I., Maryanto.,Pramusanto, 2016,
Pengaruh Geometri Jalang Angkut Terhadap Perancangan (Design) Pit dan Pentahapan
Produktivitas Dump Truck Mitsubitshi Fuso Tambang pada Penambangan Batubara di
220 PS dari Front Penambangan Menuju Unit PT. Lithoindo Site PT. Trimata Benua, Kec.
Crusher pada Penambangan Batu Andesit PT. Tungkal Ilir, Kab. Banyuasin Provinsi
Koto Alam Sejahtera, Jurnal Bina Tambang, Sumatera Selatan. Prosiding Teknik
3(4), ISSN:2302-3333. Pertambangan, 2(1), ISSN: 2460-6499.
[6] Multriwahyuni, A., Gusman. M., Anapetra, [12] Wibisono, A.Z., Yuliadi., dan Maryanto.,
M.Y., 2017, Evaluasi Geometri Jalan 2017, Perancangan Pentahapan Kemajuan
Tambang Menggunakan Teori AASHTO Tambang Batubara dan Perencanaan Fleet di
Untuk Peningkatan Alat Angkut Dalam Bukit Intan Indoperkasa, Desa Batang Kulur
Proses Pengupasan Overburden, Jurnal Bima Kiri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten
Tambang, 1(4), ISSN: 2304-333. Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan
[7] Newman, A.M., Rubio, E., Caro, R., Selatan. Prosiding Teknik Pertambangan,
Weintraub, A., dan Eurel, K., 2010, A Review ISSN: 2460-6499.
or Operation Research in Mine Planning,
Journal Interfaces INFORM, 40(3), ISSN:
0092-2102.
[8] Pratomo, K.N., Guntoro, D., dan Usman,
D.N., 2016, Evaluasi Jalan Angkut dari Front
Tambang Andesit ke Crusher II Pada
Penambangan Batu Andesit di PT. Gunung
Kecapi Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa
Barat, Jurnal Teknik Pertambangan, 2(2),
ISSN: 2460-6499.

[9] Putra, R. N., Kasim, T. 2019, Evaluasi


Teknis Geometri Jalan Angkut Produksi
Sebagai Upaya Pencapaian Target Produksi
Batubara 20000 Ton/Bulan di Tambang

Anda mungkin juga menyukai