Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM TEKNIK ANALISIS INSTRUMEN


PENETAPAN KADAR PARASETAMOL DALAM TABLET
SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV

Disusun oleh:

Nama : Assyifa Nur Yuliasih

NIM : 52019050086

Kelas : 2C Farmasi

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS


PROGRAM STUDI S1 FARMASI
Tahun Pelajaran 2020/2021
1.1 JUDUL PRAKTIKUM
PENETAPAN KADAR PARASETAMOL TABLET SECARA SPEKTROFOTOMETRI
UV

1.2 TUJUAN
Mahasiswa mampu :
1. Mengoperasikan peralatan.
2. Menerapkan prinsip kerja pengujian kadar senyawa dengan metode spektrofotometri UV-
Vis dan pengolahan data hasil percobaan.

1.3 DASAR TEORI


Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atauabsorban suatu sampel
sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer
ini, metoda yang digunakansering disebut dengan spektrofotometri (Basset,1994).
Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran
serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg
spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor
fototube (Underwood,2001).
Spektrofotometer menghasilkan sinar dan spektrum dengan panjang gelombang tertentu
dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi.
Spektrofotometer dibandingkan dengan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih
dapat lebih terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating, atau
celahoptis. Pada fotometer filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi
melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada fotometer filter tidak mungkin
diperoleh panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada spektrofotometer, panjang
gelombang yang benar-benar terseleksi dapat diperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya
seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang
kontinyu,monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel blanko dan suatu alat untuk
mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding. Sinar yang
melewati suatu larutan akan terserap oleh senyawa-senyawa dalam larutan tersebut.
Intensitas sinar yang diserap tergantung pada jenis senyawa yang ada, konsentrasi dan tebal
atau panjang larutan tersebut.Makin tinggi konsentrasi suatu senyawa dalam larutan, makin
banyak sinar yang diserap.
Parasetamol di kenal dengan nama lain asetaminofen merupakan turunan para aminofenol
yang memiliki efek analgesik serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi
nyeri ringan sampai sedang. Parasetamol menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme yang
diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat.

Parasetamol merupakan penghambat biosintesis prostaglandin yang lemah. Penggunaan


parasetamol mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan derivat asam salisilat
yaitu tidak ada efek iritasi lambung, gangguan pernafasan, gangguan keseimbangan asam
basa. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik, telah
menggantikan penggunaan asam salisilat (Gunawan et al, 2007).
Namun penggunaan dosis tinggi dalam waktu lama dapat menimbulkan efek samping
methemoglobin dan hepatotoksik (Siswandono & Soekardjo, 1995).
Pemerian : hablur atau serbuk putih, tidak berbau, rasa pahit.
Kelarutan : larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian etanol (95%) P, dandalam 9 bagian
propilen glikol P, larut dalam larutan alkali hidroksida P.
BM C8H9NO2 : 151,16 (FI IV hal 649)

1.4 ALAT DAN BAHAN

Alat :
- Spektofotometri UV-Vis
- Mortir dan stamper
- Kuvet
Bahan :
- Labu takar
- Metanol
- Pipet volume
- Parasetamol
- Beaker glass
- Aquadest
1.5 CARA KERJA
A. Pembuatan larutan uji

Menimbang 3 tablet parasetamol kemudian digerus hingga jadi serbuk

Menimbang serbuk sebanyak 60 mg parasetamol

Memasukkan ke dalam labu takar 250 mL dan dilarutkan dengan


aquadest

Menambahkan sedikit aquadest sambil dilakukan pemanasan pada


suhu 400 C dan didinginkan

Menambahkan aquadest sampai tanda batas di labu takar

Mengambil 5 mL larutan tersebut kemudian dimasukkan ke labu takar


100 mL dan dihomogenkan

B. Pembuatan larutan baku

Menimbang 60 mg parasetamol dan dipindahkan kedalam labu takar


200 mL

Melarutkan 10 mL aquadest dan ditambahkan sedikit aquadest sambil


dilakukan pemanasan 400C kemudian didinginkan

Mengencerkan dengan aquadest sampai tanda batas pada labu takar

Mengambil 5 mL larutan dan dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL


dan kemudian diencerkan dengan aquadest dan dihomogenkan
1.6 HASIL
Diket :
Au = 0,681
Ab = 0,653
Bb = 60 mg
Bu = 60 mg
Br = 568 mg
Ke = 500 mg
Jawab :
Rentangan kadar parasetamol dalam tablet :
0,681 60 568
Au/Ab x Bb/Bu x Br/Ke x 100%¿ x x x 100 %
0,653 60 500
= 1,043 x 1 x 1,136 x 100 %
= 118 %

Ket :

Au = serapan larutan uji

Ab = serapan larutan baku

Bb = bobot parasetamol baku

Br = bobot rata – rata tablet

Ke = kadar parasetamol per tablet yang tertera pada etiket

1.7 PEMBAHASAN
Parasetamol dianalisis kadarnya dengan menggunakan spektrofotometer karena secara
struktur diketahui bahwa paracetamol mempunyai gugus kromofor dan gugus auksokrom
yang menyebabkan senyawa ini dapat menyerap radiasi pada daerah ultraviolet. Parasetamol
mempunyai spektrum ultraviolet dalam suasana asam pada panjang gelombang 245 nm.
Gugus auksokrom mengandung pasangan elektron bebas yang disebabkanoleh terjadinya
mesomeri kromofor. Yang termasuk dalam gugus auksokrom iniadalah substituen seperti
– OH, -NH2, -NHR dan – NR2. Gugus ini akan memperlebar sistem kromofor dan
menggeser maksimum absorpsi kearah panjang gelombang yang lebih panjang (Roth dan
Blaschke, 1985). Gugus auksokrom tidak menyerap pada panjang gelombang 200-800 nm,
namun mempengaruhi spektrum kromofor dimana auksokrom tersebut terikat (Wiryawan
dkk., 2008). Pemilihan spektrofotometer ultraviolet adalah karena spektrofotometer
merupakan instrument analisis yang tidak rumit, selektif, serta kepekaan dan ketelitiannya
tinggi.Selain itu, senyawa parasetamol yang akan dianalisis memiliki kromofor pada
strukturnya berupa ikatan rangkap terkonjugasi dan juga merupakan senyawa aromatic
karena memiliki gugus aromatic sehingga memenuhi syarat senyawa yang dapat dianalisis
menggunakan spektrofotometri. Sebelum dilakukan pengukuran serapan, maka harus
ditentukan panjang gelombang maksimumnya terlebih dahulu. Alasan penggunaan panjang
gelombang maksimum (λ maks) yakni panjang gelombang maksimum memiliki kepekaan
maksimal karena terjadi perubahan absorbansi yang paling besar serta pada panjang
gelombang maksimum bentuk kurva absorbansi memenuhi hukum Lambert-Beer.
Dari percobaan ini diperoleh kadar parasetamol sebesar 118 %. Hasil tersebut melebihi
kadar parasetamol yang sudah ditetapkan karena pengambilan bahan yang salah. Bahan yang
seharusnya digunakan dalam percobaan ini adalah bahan pro analis, tetapi bahan digunakan
oleh praktikan adalah bahan teknis. Kesalahan ini mempengaruhi kadar parasetamol yang
diuji karena bahan pro analis memiliki kemurnian yang sangat tinggi dibandingkan bahan
teknis.

1.8 KESIMPULAN
Pada percobaan ini didapatkan hasil kadar parasetamol 118 %. Hasil tersebut melebihi
kadar parasetamol yang sudah ditetapkan karena pengambilan bahan yang salah. Bahan yang
seharusnya digunakan dalam percobaan ini adalah bahan pro analis, tetapi bahan digunakan
oleh praktikan adalah bahan teknis. Kesalahan ini mempengaruhi kadar parasetamol yang
diuji karena bahan pro analis memiliki kemurnian yang sangat tinggi dibandingkan bahan
teknis.
DAFTAR PUSTAKA

Roth, H., G. Blasshe, Farmasi Analysis, terjemahan S. Kisman dan S. Ibrahim.Cetakan II. Gajah
Mada Univ. Press, Yogyakarta. 1995

Anonim. 2009. British Pharmacopoeia. London : The Stationery Office.

Sudjadi dan Abdul Rohman. 2008. Analisis Kuantitatif Obat . Yogyakarta : GadjahMada
University Press.

Day, R. A. 1990. Analisis Kimia Kuantitatif edisi keempat. Jakarta: Erlangga

Gandjar, Gholib.,dan Rohman,2009. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar:Yogyakarta

Anonim, 2016. Penuntun Praktikum Kimia AnalisisInstrumen. FakultasFarmasi, UMI :


Makassar.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai