Anda di halaman 1dari 12

SISTEM KARDIOVASKULER

Dalam sistem kardiovaskuler terdapat tiga komponen penting, yaitu :


1. Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar
timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh
2. Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari
jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung
3. Darah yang berfungsi sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa oksigen
dan nutrisi.

1. JANTUNG
Sesuai dengan etimologis, jantung pada dunia medis memiliki istilah cardio / kardio.
Ialah berasal dari bahasa latin, cor. Dimana cor dalam bahasa latin memiliki arti : sebuah
rongga.
a. Bentuk Serta Ukuran Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh
organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan
dan kiri. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6
cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari
kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu
jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah
b. Posisi jantung
Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu
pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.
Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm
dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars
cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung
berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri
caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis.
c. Lapisan jantung
Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan
fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas
agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. Epikardium adalah lapisan
paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan
ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium.
Pada bagian luar terdiri dari otot-otot yang saling berkontraksi. Otot-otot inilah yang
berperan penting dalam memompa darah melalui pembuluh arteri.
d. Bagian dalam jantung
Bagian dalam jantung terdiri dari 4 buah bilik rongga. Bagian kanan dan kiri jantung
masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan
ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Antara atriaum /serambi kiri
dan kanan dipisahkan oleh septum intratrial, sedangkan antara vebtrikel/bilik kiri dan
kanan dipisahkan oleh septum interventrikular.

e. Katup – katup jantung


Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada
jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar. Atrium dan ventrikel pada masing-masing
sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui suatu penghubung yang disebut
orifisium atrioventrikuler. Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup
atrioventrikuler (katup AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral)
sedangkan katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid.
1) Katup Trikuspid
Katup trikuspid berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini
terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup
trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan
cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid
terdiri dari 3 daun katup.

2) Katup pulmonal
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan
melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri
pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan
kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3
daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila
ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel
kanan menuju arteri pulmonalis.

3) Katup bikuspid
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju
ventrikel kiri.. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi
ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.

4) Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini
akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir
keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi,
sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.
f. Sumber Impuls Jantung
1). Nodus Sinoatrial (Nodus SA)
Lokasi di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah muara V cava superior.
Melepas impuls sebanyak 72 kali/menit. Disebut pemacu jantung
2). Nodus Atrioventrikular (Nodus AV)
Posisi di bawah dinding posterior atrium kanan. Menyaring impuls supaya ejeksi
darah dari atrium selesai dulu sebelum ada kontraksi ventrikel.
3). Serabut Purkinje
Adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls dengan
kecepatan 5 kali lipat kecepatan hantaran otot jantung biasa. Serabut purkinje ini
memungkinkan kedua atrium berkontraksi bersamaan diikuti kontraksi kedua
ventrikel bersamaan.
4). Berkas His
Adalah sekelompok serabut purkinje yang berasal dari Nodus AV berjalan sepanjang
septum interventrikuler menuju ke ventrikel. Berkas His bercabang 2, Berkas His
Kanan dan Kiri.

Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa
jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Untuk fungsi tersebut, otot jantung
mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.
Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh
aktifitas listrik. Aktifitas listrik ini dimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak
pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali
gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang
disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut
Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel.
Faktor2 yang menyebabkan frekuensi jantung meningkat:
• Saraf simpatis.
• Reseptor di vena cava yang sensitif thd penurunan tek darah.
• Reseptor saraf kulit.
• Emosi.
• Hiperkalemi

Faktor2 yang menyebabkan penurunan frekuensi jantung:


• Saraf parasimpatis.
• Baroreseptor di aorta.
• Hipokalemi

Fungsi jantung

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol),
selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).
Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga
mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh
mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium
kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri
pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil
(kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan
karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri.
Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi
pulmoner.
Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan
memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri
terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Gambar2. Ruang dan Katup Jantung


Dua saluran tambahan pada jantung janin :
1. foramen ovale adalah lubang di septum interatrial. Hal ini memungkinkan
darah untuk memotong ventrikel kanan dan sirkuit paru, sedangkan paru-paru
janin nonfunctional masih berkembang. Pembukaan, yang menutup saat lahir,
daun depresi yang dangkal disebut fosa ovalis di jantung dewasa.
2. The ductus arteriosus adalah sambungan antara batang paru-paru dan aorta.
Darah yang masuk ke ventrikel kanan dipompa keluar melalui batang paru-
paru. Meskipun darah memasuki arteri paru (untuk menyediakan oksigen dan
nutrisi ke paru-paru janin), sebagian besar darah bergerak langsung ke aorta
melalui ductus arteriosus

2. PEMBULUH DARAH

SISTEM PEREDARAN DARAH

Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri, arteriola, kapiler, venula
dan vena. sistem peredaran darah secara histology
1. Sistem peredaran darah arteri
a. arteri elastis : dimulai dari lumen ke arah luar, dindingnya dibangun oleh
lapisan-lapisan : a) tunika intima, yang terdiri atas endothelium berupa epitel selapis
pipih yang membatasi lumen, subendotelium berupa jaringan ikat kendur, lamina
elastika interna berupa membran-membran elastin, b) tunika media, terdiri atas sel-
sel otot polos, membran-membran elastin, serabut elastin dan serabut kolagen, c)
tunika adventisia, terdiri atas lamina elastika eksterna dan jaringan ikat
b. arteri penyebar : dinding arteri penyebar dari arah lumen ke luar dibangun oleh
lapisan : a) tunika intima, yang terdiri atas endothelium, subendotelium, lamina
elastika interna, b) tunika media, terdiri atas sel-sel otot polos, serabut elastin,
serabut retikulin dan serabut kolagen, c) tunika adventisia, terdiri atas lamina
elastika eksterna dan jaringan ikat
c. arteriol : dinding arteriol dari arah lumen ke luar dibangun oleh lapisan-lapisan
sebagai berikut : a) tunika intima, yang terdiri atas endothelium dan lamina elastika
interna, b) tunika media, terdiri atas sel-sel otot polos, c) tunika adventisia, terdiri
jaringan ikat
d. kapiler darah : lumen kapiler darah pada sayatan melintangnya tampak
dibatasi oleh lapisan endothelium yang terdiri atas satu atau dua sel endotel. Di
sebelah luarnya diliputi oleh serabut-serabut retikulin

2. Sistem peredaran darah vena


a. Vena ukuran besar : dindingnya dari arah lumen ke luar terdiri atas a) tunika
intima, terdiri atas endothelium dan lamina elastika interna yang tipis, b) Tunika
adventisia, merupakan lapisan yang tebal yang terdiri atas lapisan jaringan ikat dan
lamina elastika eksterna.
b. Vena ukuran sedang : dindingnya dari arah lumen ke luar terdiri atas a) tunika
intima, terdiri atas endothelium dan lamina elastika interna yang tipis, b) Tunika
media, lapisan tipis dari sel-sel otot polos, c) tunika adventisia, merupakan lapisan
yang tebal yang terdiri atas lapisan jaringan ikat.
c. Venul : dindingnya dari arah lumen ke luar terdiri atas a) endothelium, lapisan
otot polos yang tipis dan jaringan ikat

Perjalanan Darah dalam Sistim Sirkulasi


Jantung berfungsi sebagai pompa ganda. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari
seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava.
Darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh, telah diambil O2-nya dan
ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan
melalui katup ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke
paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi
paru. Di dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum
dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.
Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam
ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus sistim tubuh
kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi
sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta
bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.
Sirkulasi sistemik memompa darah ke berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak, dan
semuanya. Jadi darah yang keluar dari ventrikel kiri tersebar sehingga masing-masing bagian
tubuh menerima darah segar. Darah arteri yang sama tidak mengalir dari jaringan ke jaringan.
Jaringan akan mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi.
Dalam prosesnya, sel-sel jaringan akan membentuk CO2 sebagai produk buangan atau
produk sisa yang ditambahkan ke dalam darah. Darah yang sekarang kekurangan O2 dan
mengandung CO2 berlebih akan kembali ke sisi kanan jantung. Selesailah satu siklus dan
terus menerus berulang siklus yang sama setiap saat.
Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah yang
beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan memiliki volume yang sama
dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung.
Sirkulasi paru adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi rendah, sedangkan
sirkulasi sistemik adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi. Oleh
karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama,
sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah yang sama ke
dalam sistim dengan resistensi tinggi. Dengan demikian otot jantung di sisi kiri jauh lebih
tebal daripada otot di sisi kanan sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat.
Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke
ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu
arah. Katup jantung terletak sedemikian rupa sehingga mereke membuka dan menutup secara
pasif karena perbedaan gradien tekanan. Gradien tekanan ke arah depan mendorong katup
terbuka sedangkan gradien tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup.
Dua katup jantung yaitu katup atrioventrikel (AV) terletak di antara atrim dan ventrikel
kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan katup trikuspid karena memiliki tiga daun
katup sedangkan katup AV kiri sering disebut dengan katup bikuspid atau katup mitral karena
terdiri atas dua daun katup. Katup-katup ini mengijinkan darah mengalir dari atrium ke
ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika tekanan atrium lebih rendah dari tekanan
ventrikel), namun secara alami mencegah aliran darah kembali dari ventrikel ke atrium ketika
pengosongan ventrikel atau ventrikel sedang memompa.
Dua katup jantung lainnya yaitu katup aorta dan katup pulmonalis terletak pada
sambungan dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut dengan katup
semilunaris karena terdiri dari tiga daun katup yang masing-masing mirip dengan kantung
mirip bulan-separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan di ventrikel kanan dan kiri
melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis selama ventrikel berkontraksi dan
mengosongkan isinya. Katup ini akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan
ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah
aliran balik dari arteri ke ventrikel.
Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena namun hal ini tidak menjadi
masalah. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu karena tekanan atrium biasanya tidak jauh
lebih besar dari tekanan vena serta tempat vena kava memasuki atrium biasanya tertekan
selama atrium berkontraksi.

Proses Mekanis Siklus Jantung


Jantung secara berselang-seling berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung dan
berelaksasi untuk mengisi darah. Siklus jantung terdiri atas periode sistol (kontraksi dan
pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung). Atrium dan ventrikel
mengalami siklus sistol dan diastol terpisah. Kontraksi terjadi akibat penyebaran eksitasi
(mekanisme listrik jantung) ke seluruh jantung. Sedangkan relaksasi timbul setelah
repolarisasi atau tahapan relaksasi otot jantung.
Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara
berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan karena
jantung memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna berkontraksi atau
memompa dan berelaksasi.
Potensial aksi ini dicetuskan oleh nodus-nodus pacemaker yang terdapat di jantung dan
dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+, dan Ca++. Gangguan terhadap
kadar elektrolit tersebut di dalam tubuh dapat mengganggu mekanisme aliran listrik jantung.
Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung menyebar ke jaringan di sekitar jantung dan
dihantarkan melalui cairan-cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai
permukaan tubuh dan dapat dideteksi menggunakan alat khusus. Rekaman aliran listrik
jantung disebut dengan elektrokardiogram atau EKG. EKG adalah rekaman mengenai
aktivitas listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang mencapai
permukaan tubuh. Jadi EKG bukanlah rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang
sebenarnya.
Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses
spesifik di jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung
yang abnormal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan
karena aktivitas listrik akan memicu aktivitas mekanis sehingga kelainan pola listrik biasanya
akan disertai dengan kelainan mekanis atau otot jantung sendiri
3. DARAH
Volume darah total : 6 l (85 ml/kg bb) atau 7-8% bb
komposisi darah :
1. Sel darah : eritrosit, leukosit, trombosit
2. Plasma darah : cairan darah

serum adalah plasma darah minus faktor2 pembekuan darah (termasuk


fibrinogen).
plasma darah
Plasma Darah
Terdiri dari 90% air, 10% albumin, globulin, fibrinogen, enzim, hormon,
glukosa, asam amino, lipid, vitamin, o2, co2, elektrolit, urea dll.

Fungsi Darah

1. Respirasi: pengangkutan o2 dan co2


2. Nutrisi: pengangkutan zat2 gizi
3. Ekskresi, mis: pengangkutan urea untuk dibuang
4. Berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh
(adanya sistem buffer dalam darah}
5. Mengatur keseimbangan air antara plasma dan cairan jaringan
6. Pengaturan suhu tubuh: panas yg terbentuk akibat metabolisme di
jaringan2 dibawa darah ke permukaan tubuh untuk dipancarkan ke luar
7. Perlindungan terhadap infeksi : mengandung antibodi, leukosit
8. Transpor hormon, enzim dll
9. Transpor metabolit2