Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

KERACUNAN

Disusun Oleh :

Nama : Leni Nurhayati


Nim : 2020207209155
Kelas : RSUD Mayjend HM Ryacudu

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAHPRINGSEWU
LAMPUNG 2020/2021
LAPORAN PENDAHULUAN

KERACUNAN

A. PENGERTIAN
Racunadalahzatataubahan yang bilamasukkedalamtubuhmelaluimulut, hidung,
suntikandanabsorpsimelaluikulitataudigunakanterhadaporganismehidupdengandosis relative
kecilakanmerusakkehidupanataumengganggudenganseriusfungsihatiataulebih organ
ataujaringan.
Racun adalah zat yang ketika tertelan, terhisap, diabsorbsi, menempel pada kulit, atau
dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relatif kecil menyebabkan cedera dari tubuh
dengan adanya reaksi kimia. Keracunan melalui inhalasi dan menelan materi toksik, baik
kecelakaan dan karena kesengajaan, merupakan kondisi bahaya yang mengganggu kesehatan
bahkan dapat menimbulkan kematian. Sekitar 7% dari semua pengunjung departemen
kedaruratan datang karena masalah toksik.
Keracunanadalahmasuknyazatracunkedalamtubuhbaikmelaluisaluranpencernaan,
saluranpernafasan, ataumelaluikulitataumukosa yang menimbulkangejalaklinis.
B. ETIOLOGI
Keracunan dapat terjadi karena berbagai macam penyebab yang mengandung bahan
berbahaya dan potensial dapat menjadi racun. Penyebab-penyebab tersebut antara lain:
- Polusilimbahindustri yang mengandunglogamberat,
- Bahanmakanan yang terkontaminasioleh mikroorganisme seperti kuman, bakteri,
protozoa, parasit, jamurberacun.
- Begitu pula berbagaimacamobatjikadiberikanmelampauidosis normal,
tidakmenyembuhkanpenyakitnyamelainkanmemberikanefeksamping yang
merupakanracunbagitubuh. 
C. KLASIFIKASI
 Klasifikasi Keracunan ada 2 yaitu :
- Keracunan korosif : keracunan yang disebabkan oleh zat korosif yang meliputi produk
alkali, pembersih toilet, deterjen
- Keracunan Non korosif : keracunan yang disebabkan oleh zat non korosif meliputi
makanan, obat-obatan, gas.
D. PATOFIOLOGI
Keracunan dapat disebabkan oleh bebebrapa hal, diantaranya faktor bahan
kimia,mikroba,makanan,toksin,dll. Penyebab tersebut mempengaruhi vaskuler sistemik
sehingga terjadi penurunan organ dalam tubuh. Biasanya akibat dari keracunan
menimbulkan mual, muntah, diare, perut kembung. gangguan pernafasan,gangguan sirkulasi
darah dan kerusakan hati (sebagai akibat keracunan obat dan bahan kimia).
Makanan yang telahterkontaminasitoksikatauzatracunsampai di
lambung,lalulambungakanmengadakanperlawanansebagaiadaptasipertahanandiriterhadapben
daatauzatasing yang masukkedalamlambungdengangejalamual,
lalulambungakanberusahamembuangzattersebutdengancaramemuntahkannya.Karenaseringn
yamuntahmakatubuhakanmengalamidehidrasiakibatbanyaknyacairantubuh yang
keluarbersamadenganmuntahan. Karenadehidrasi yang tinggimaka lama
kelamaantubuhakanlemasdanbanyakmengeluarkankeringatdingin.Banyaknyacairan yang
keluar, terjadinyadehidrasi,dankeluarnyakeringatdinginakanmerangsangkelenjarhipopisis
anterior untukmempertahankan homeostasis tubuhdenganterjadinya rasa haus. Apabila rasa
haustidaksegeradiatasimakadehidrasiberattidakdapatdihindari,
bahkandapatmenyebabkanpingsansampaikematian.
Penyebabterbanyakkeracunanadalahpadasistemsarafpusatdenganakibatpenurunantingkat
kesadarandandepresipernapasan.Fungsikardiovaskulermungkinjugaterganggu,sebagiankarena
efektoksiklangsungpadamiokarddanpembuluhdarahperifer,dansebagianlagikarenadepresipusa
tkardiovaskulardiotak.Hipotensi yang terjadimungkinberatdanbilaberlangsung lama
dapatmenyebabkankerusakanginjal,hipotermiaterjadibilaadadepresimekanismepengaturansuh
utubuh.
Gambarankhassyokmungkintidaktampakkarenaadanyadepresisistemsarafpusatdanhipotermia,
Hipotermia yang terjadiakanmemperberatsyok,asidemia,danhipoksia
(Brunner and Suddarth, 2010).
F.MANIFESTASI KLINIS
- Mual - Dehidrasi
- Muntah-muntah - Kram perut
- Diare - Kejang
- Hipertermi/hipotermia - Mulut kering
- Sering BAB, kadangbercampurdarah, nanahataulendir
- Rasa lemasdanmengigil
- Hilangnafsumakan

Gejalakeracunanmakananbisaterlihatberkisarempatsampai 24 jam
setelahsikecilterkontaminasimakananberacun.
Gejalainibisaberlangsungtigasampaiempathari, tapihati-hati!
Gejalainidapatberlangsunglebih lama lagijikasikecil yang
keracunanmasihmengonsumsisecaratidaksengajamakanan yang terkontaminasi.

KOMPLIKASI

1. hentinafas

2. hentijantung

3. syok,sindromgawatpernafasanakut

4. Koma
G.PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Elektrokardiografi
EKG dapat memberikan bukti-bukti dari obat-obat yang menyebabkan penundaan
disritmia atau konduksi.
2. Radiologi
Banyak substansi adalah radioopak, dan cara ini juga untuk menunjukkan adanya
aspirasi dan edema pulmonal.
3. Analisa GasDarah, elektrolit dan pemeriksaan laboratorium lain
Keracunan akut dapat mengakibatkan ketidakseimbangan kadar elektrolit, termasuk
natrium, kalium, klorida, magnesium dan kalsium. Tanda-tanda oksigenasi yang tidak
adequat juga sering muncul, seperti sianosis, takikardia, hipoventilasi, dan perubahan
status mental.

4. Tes fungsi ginjal


Beberapa toksik mempunyai efek nefrotoksik secara lengsung.
5. Skrin toksikologi
Cara ini membantu dalam mendiagnosis pasien yang Keracunan. Skrin negatif tidak
berarti bahwa pasien tidak Keracunan, tapi mungkin racun yang ingin dilihat tidak ada.
Adalah penting untuk mengetahui toksin apa saja yang bisa diskrin secara rutin di dalam
laboratorium, sehingga pemeriksaannya bisa efektif.

H.PENATALAKSANAAAN
 PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Stabilisasi
- Jalan nafas (A)
- Pernafasan (B)
- Sirkulasi (C)
2. Dekomentaminasi
a) Mata
Irigasi dengan air bersih suam-suam kuku / larutan NaCl 0,9 % selama 15-20
menit, jika belum yakin bersih cuci kembali
b) Kulit, cuci (scrubbing) bagian kulit yang terkena larutan dengan air mengalir
dingin atau hangat selama 10 menit
c) Gastroinstestinal
Segera beri minum air atau susu secepat mungkin untuk pengenceran.
Dewasa maksimal 250cc untuk sekali minum, anak-anak maksimal 100cc untuk
sesekali minum.
Pasang NGT setelah pengenceran jika diperlukan.
3. Eliminasi
Indikasi melakukan eliminasi:
- Tingkat keracuan berat
- Terganggu rute elimiunasi normal (gagal ginjal)
- Menelan zat dengan dodsis letal
- Pasien dengan klinkis yang dapat memperpanjang koma

Tindakan eliminasi:

a) Dieresis paksa:
Furosemida 250 mg dalam 100cc D5% habis dalam 30 menit.
b) Alkalinisasi urine:
Na-Bic 50-100meq dalam !liter D5% atau NaCl 2,25%, dengan infuse continue 2-
3cc/kg/jam
c) Hemodialisa
Dilakukan di RS yang memiliki fasilitas Hemodialisa. Obat-obat yang dapat
dieleminasi dengan tehnik ini berukuran kecil dengan berat molekul kurang dari
500 dalton, larut dalam air dan berikatan lemah dengan protein.
 PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
a. Kaji gejala klinis yang tampak pada klien
b. Anamnesis informasi dan keterangan tentang keracunan dari korban atau dari
orang-orang yang mengetahuinya
c. Identifikasi sumber dan jenis racun
d. Kaji tentang bentuk bahan racun
e. Kaji tentang bagaimana racun dapat masuk dalam tubuh pasien
f. Identifikasi lingkungan dimana pasien dapat terpapar oleh racun
g. Pemeriksaan fisik

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. tidak efektif berhubungan dengan penurunan ekspansi paru akibat akumulasi
udara.
2.  Resiko kekurangan cairan tubuh berhubungan dengan efek tokxin pada
pencernaan.
3. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan depresi sistem
saraf pusat
3. INTERVENSI
N
O Tujuan dan Interv Rasional
. Kriteria hasil ensi
D
X
1. Setelah diberikan a) Pantau a) Mengetahui tingkat pernafasan klien
asuhan keperawatan tingkat/ b) Mengetahui bunyi pernafasan klien
diharapkan jalan nafas kedale c) Meningkatkaninspirasimaksimal,
klien kembali efektif man meningkatkanekspansiparu.
dengan Kriteria hasil: dan d) Meningkatkan pernafasan klien
- Pasien pola
mampu pernafa
mempertah san.
ankan pola b) Auskul
nafas yang tasi
efektif bunyi
dengan nafas.
tingkat c) Pertaha
pernafasan nkan
yang posisi
normal. tidur
- Paru-paru yang
pasien nyama
bersih, n,
bebas dari biasany
cianosis, a
dan tanda- dengan
tanda/ pening
gejala- gian
gejala kepala
hipoksia tempat
yang lain. tidur.
d) Berika
n
tambah
an O2
2. Setelah diberikan a) Catat a) Mengetahui adanya tanda-tanda mual, muntah dan diare
asuhan keperawatan adanya b) Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada klien
diharapkan kebutuhan mual, c) Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien
nutrisi klien terpenuhi muntah, d) Mengetahui adanya peningkatan status gizi klien
dengan Kriteria hasil: dan
- Nafsumakanm diare
eningkat b) Berikan
nutrisi
- BB naik
yang
- Kebutuhan cukup
tubuh pasien pada
akan nutrisi klien
tetap terpenuhi c) Ajarkan
klien
- Pasien tidak
untuk
menunjukkan
memak
penurunan
an
status
makana
gizi/nutrisi,
n yang
seperti pasien
seimban
tidak tampak
g
mengurus,
d) Kolabor
turgor kulit asikan
tetap baik dengan
ahli gizi

3. Setelah diberikan a) Kaji a) Peningkatankecemasanakanmengacupadapasientidakmaub


asuhan keperawatan tingkat eresponterhadapsemuatindakan yang dilakukan.
diharapkan ansietas kecema b) Pasienakanmerasaamandankooperatifdalamsetiaptindakan
klien menurun atau san yang akandiberikan.
hilang dengan Kriteria pasien c) Doaakanmenyebabkanpsikologispasienakanmerasaaman.
hasil: secara d) Mengetahui masalah klien yang belum teratasi.
- Pasien akan terus
melaporkan meneru
adanya tingkat s.
penurunan b) Jelaska
kecemasan n
yang tentang
dialaminya semua
- Pasien tindaka
menunjukkan n yang
keadaan yang akan
relaksasi dilakuk
an
- Pasien dapat
terhada
mengidentifika
p
sikan
pasien.
kecemasan
c) Anjurka
yang
n pasien
dialaminya dan
untuk
mampu
berdoa
mengontrol dir
sesuai
dan situasi
dengan
keyakin
an
pasien.
d) Kolabor
asikan
dengan
dokter

DAFTAR PUSTAKA

 AlimulHidayat A. Aziz. PengantarIlmuKeperawatanAnak. Cet. 2. Jakarta


:SalembaMedika, 2006.
 AlimulHidayat A. Aziz danUliahMusrifatul. KebutuhanDasarManusia. Jakarta: EGC,
2004.
 Betz Cecily L danSowden Linda A. KeperawatanPediatri Ed. 3. Jakarta : EGC, 2002.
 Panitia S. A. K. StandarAsuhanKeperawatanPasienAnak Seri III. Jakarta:
KomisiKeperawatan P. K. St. Carolus, 2000.