Anda di halaman 1dari 25

Klasifikasi Mesin

Mesin atau engine merupakan suatu alat konversi energi yang dapat merubah energi panas
menjadi energi gerak.

Dikendaraan bermotor, sumber utama tenaga geraknya berasal dari mesin (motor). Tenaga gerak
dari mesin ini nantinya akan disalurkan ke sistem penggerak kendaraan tersebut dengan
mekanisme sistem pemindah tenaga.
Misalnya, pada kendaraan mobil tipe FR mekasnisme pemindah tenaga dari mesin agar sampai
ke roda maka memerlukan komponen tambahan seperti kopling, transmisi, poros propeller,
differential dan poros axle.

Terdapat dua tipe mesin bakar berdasarkan letak pembakarannya yaitu mesin pembakaran dalam
(internal combustion engine) dan mesin pembakaran luar (external combustion engine).

Mesin pembakaran dalam


Mesin pembakaran dalam merupakan sebuah mesin yang proses pembakarannya berada di dalam
ruang tertutup atau sering disebut dengan istilah ruang bakar (combustion chamber).
Campuran udara dan bahan bakar akan dihisap masuk ke dalam ruang bakar lalu kemudian akan
di bakar di dalam ruang bakar tersebut untuk menghasilkan tenaga ledakan pembakaran yang
nantinya digunakan sebagai tenaga putar untuk menggerakkan kendaraan.
Contoh mesin pembakaran dalam sering kita temui pada kendaraan-kendaraan baik sepeda
motor, mobil, bus, truk dan lain sebagainya. Mesin pembakaran dalam sendiri berdasarkan jenis
bahan bakar yang digunakan antara lain mesin bensin dan mesin diesel.

Macam-macam mesin pembakaran dalam apabila dilihat dari prinsip kerjanya antara lain mesin 4
tak, mesin 2 tak dan mesin wankel.
Kelebihan mesin pembakaran dalam dibandingkan dengan mesin pembakaran luar antara lain :
1. Pemakaian bahan bakar yang digunakan akan lebih hemat karena mesin pembakaran
dalam memiliki efiiensi panas yang lebih baik.
2. Konstruksi mesin lebih sederhana (kecil) karena tidak seperti pada mesin pembakaran
luar yang memerlukan komponen tambahan, misalnya pada mesin uap maka mesin
tersebut memerlukan ketel uap.
3. Karena konstruksi mesin sederha maka mesin pembakaran dalam ini tidak memerlukan
tempat yang luas atau tidak memakan tempat dibandingkan dengan mesin pembakaran
luar/
4. Lebih cepat dan lebih mudah untuk dijalankan (dioperasikan).

Mesin pembakaran luar


Mesin pembakaran luar merupakan sebuah mesin yang proses terjadinya pembakaran dilakukan
di luar mesin atau bukan di dalam ruang yang tertutup (ruang bakar). Panas yang dihasilkan dari
proses pembakaran tidak akan langsung dirubah menjadi tenaga gerak, melainkan memerlukan
media (komponen) penghantar panas dan baru kemudian akan dirubah menjadi energi gerak.

Contoh kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran luar yaitu pesawat tenaga uap, kereta
api uap dan kapal uap.

Kelebihan mesin pembakaran luar dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam antara lain :
1. Dapat memakai semua jenis bahan bakar (bahan bakar cair, bahan bakar padar atau bahan
bakar gas).
2. Dapat menggunakan bahan bakar dengan kualitas atau mutu yang rendah.
3. Lebih cocok untuk melayani beban-beban besar di dalam satu poros
4. Lebih cocok untuk dipakai pada kendaraan dengan daya tinggi.
A. Klasifikasi Mesin
1. Motor pembakaran dalam
a. Motor bensin
1) Motor bensin 2 tak
Mesin 2 tak (two-stroke engine) adalah mesin pembakaran dalam yang memiliki
dua siklus kerja, oleh sebab itu mesin ini dinamakan sebagai mesin 2 tak atau
mesin 2 langkah.
Macam-macam mesin 2 tak
Mesin 2 tak memiliki beberapa jenis antara lain ;
a) Mesin bensin 2 tak, ini adalah mesin dua langkah yang menggunakan bahan
bakar gasoline. Mesin ini sering kita temui pada sepeda motor seperti RX-
King atau Ninja RR.
b) Mesin diesel 2 tak, kalau ini adalah mesin 2 langkah yang menggunakan
bahan bakar solar. Selain dari bahan bakarnya, torsi yang dihasilkan mesin
diesel 2 tak juga lebih besar sehingga banyak diaplikasikan sebagai mesin
kapal atau kereta.
Komponen Mesin 2 Tak
Mesin dua tak memiliki komponen yang lebih ringkas dibandingkan mesin 4 tak.
Antara lain ;
a) Kepala silinder, sebagai penutup atas bagian silinder sekaligus sebagai
tempat combustion chamber.
b) Blok silinder, fungsinya sebagai temppat naik turun piston.
c) Combustion chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pembakaran
mesin.
d) Crank case, merupakan ruang dibawah piston yang berfungsi dalam hal
pemasukan campuran udara dan bensin.
e) Intake port, merupakan saluran masuk yang terhubung langsung dengan
crankcase
f) Exhaust port, merupakan saluran buang yang terhubung langsung dengan
ruang bakar.
g) Transfer port, merupakan sebuah saluran didalam blok silinder yang
menghubungkan crankcase dengan combustion chamber sehingga udara dari
dalam crankcase bisa naik ke ruang bakar.
h) Piston,  berfungsi untuk mengubah volume ruang bakar sekaligus menutup
dan membuka semua saluran udara pada mesin.
i) Connecting rod, berfungsi untuk menghubungkan gerakan piston ke poros
engkol.
j) Poros engkol, adalah komponen yang mengubah gerakan naik turun piston
menjadi gerakan rotasi.
Prinsip Kerja Mesin 2 Tak
Prinsip kerja Motor bakar dua tak yakni dengan menghasilkan satu siklus di setiap
putarannya. Artinya satu putaran engkol berarti satu siklus mesin.
Ini sangat berbeda dengan motor bakar 4 tak yang memiliki dua putaran engkol
dalam satu siklus kerja mesin. Motor 4 tak memiliki 4 langkah dimana setiap
langkah itu memakan setengah putaran engkol, sementara motor 2 tak itu hanya
memiliki 2 langkah sehingga cukup 1 putaran untuk menghasilkan siklus kerja
mesin.
Agar lebih jelas silahkan lanjut untuk membaca cara kerjanya.

a) Langkah piston turun

Langkah pertama adalah ketika piston turun dari TMA ke TMB. Pada proses
ini terjadi pembesaran volume silinder karena saat posisi piston diatas,
volume silinder akan sangat minim. sementara ketika piston bergerak
bawah, maka volumenya berangsur membesar.

Pembesaran volume silinder ini menyebabkan adanya kevakuman (daya


hisap). Sebaliknya, dibagian crankcase justru terjadi pengecilan volume
karena piston bergerak kearah bawah.
pada saat piston bergerak kebawah, dinding piston akan menutup saluran
intake, sehingga udara didalam crankcase akan mengalir ke combustion
chamber melalui transfer port.
b) Langkah piston naik

Ketika piston bergerak dari TMB ke TMA, maka akan terjadi pengecilan
volume ruang bakar, pergerakan piston ke atas, juga akan menutup transfer
port dan exhaust port. Sehingga pergerakan piston ini akan mengkompresi
udara dan bensin yang sebelumnya sudah masuk ke ruang bakar.

Disisi lain pada crankcase, gerakan piston ke atas menyebabkan pembesaran


volume. Saat langkah ini, saluran intake akan kembali terbuka dan
campuran udara bensin kembali masuk ke crankcase.
Ketika piston sudah mencapai puncak, maka busi akan menyala. Saat ini
tekanan kompresi sudah sangat tinggi akibatnya terjadilah pembakaran.

Pembakaran ini akan mendorong piston berekspansi, sehingga piston


bergerak ke arah bawah. ketika piston bergerak kebawah, saluran exhaust
dan transfer port akan terbuka sehingga udara bersih dari crankcase akan
mendorong gas sisa pembakaran keluar melalui exhaust port.
Gambar kerja mesin 2 tak
Supaya lebih jelas, anda bisa menyimak animasi berikut ;
Kelebihan motor bakar dua tak
 Top RPM mesin lebih tinggi
 Tenaga mesin juga lebih besar
 Suara lebih nyaring
Kekurangan motor bakar dua tak
 Bensin lebih boros
 Perlu oli samping
 Emisi sangat buruk

2) Motor bensin 4 tak


Motor bakar empat langkah adalah mesin pembakaran dalam, yang dalam satu kali
siklus pembakaran akan mengalami empat langkah piston. Sekarang ini, mesin
pembakaran dalam pada mobil, sepeda motor, truk, pesawat terbang, kapal, alat berat
dan sebagainya, umumnya menggunakan siklus empat langkah. Empat langkah tersebut
meliputi langkah isap (pemasukan),kompresi, tenaga dan langkah buang. Yang secara
keseluruhan memerlukan dua putaran poros engkol (crankshaft) per satu siklus pada
mesin bensin atau mesin diesel.
Macam-macam mesin 4 tak.
mesin motor empat tak yang harus diketahui, seperti silinder tunggal, parallel twin,
inline three, dan inline four.
a) Silinder Tunggal
Untuk tipe silinder tunggal, memang hanya memiliki satu piston. Mesin ini
memang cukup standar, dengan konstruksi yang cukup sederhana.
Mesin ini, cocok untuk produksi motor dengan kapasitas kecil, murah, dan
simple, seperti skuter. Namun, mesin ini juga memiliki kelemahan di getaran
mesin yang sangat terasa.
b) Parallel Twin
Untuk tipe mesin ini, cocok dengan desain sasis motor konvensional, yang tidak
terlalu besar, pendek, dan kompak. Dengan piston tambahan dibanding satu
silinder, motor ini mampu meredam sedikit masalah getaran di satu silinder.
c) Inline Three
Dengan mesin tipe ini, bisa digunakan di desain sasis yang lebih lebar sedikit dari
parallel twin. Selain itu, bagi banyak pabrikan mesin dengan tipe ini biasanya
memiliki handling yang mumpuni.
d) Inline Four
Pertama kali dibuat oleh Honda untuk CB750 pada akhir medio 1960-an. Dengan
tipe mesin ini, mampu untuk mencapai titik ideal desain motor, dengan kinerja
tinggi, dan keseimbangan antara performa, berat, dan desain.
e) Inline Six
Untuk tipe mesin enam segaris, memang jarang digunakan untuk motor produksi.
Pasalnya, mesin ini memiliki bentuk yang sangat lebar, rumit, dan sangat mahal
untuk diproduksi.
f) V-Twin
Untuk mesin V-Twin, sepertinya menjadi cukup populer, karena mesin ini
bisa bekerja secara melintang dan longitudinal.
Namun, untuk karakteristik yang paling tinggi adalah dengan sudut 90
derajat, karena dapat diatur dalam berbagai bentuk sasis motor.
g) V4
Untuk mesin V4 mirip dengan parallel twin, namun dengan tambahan dua silinder
untuk meredam getaran motor. Dan dengan mesin ini, performa semakin
meningkat, dan bisa diaplikasi untuk sasis kompak.
h) V5
Untuk tipe mesin ini, hanya ada satu produksi dan terbatas yang pernah
dibuat di motor MotoGP Jonda. Tipe mesin V5 menjadi unik, dengan
penempatan silinder di 75,5 derajat dengan tiga menghadap ke depan, dan
dua menghadap ke belakang.
Dengan tipe mesin tersebut, RC211V memiliki keseimbangan yang luar biasa
bila dibandingkan dengan pesaingnya dan sangat cepat, hebat dan tidak
seperti yang pernah ada sebelumnya.

Komponen mesin 4 tak


a) Head cylinder
Head cylinder atau kepala silinder adalah blok mesin bagian atas yang
memiliki fungsi bermacam-macam. Dari mulai sebagai tempat pembakaran
mesin, juga sebagai tempat mekanisme katup bekerja.

Bentuk kepala silinder itu sebenarnya seperti silinder karena mengikuti blok
mesin yang juga berbentuk silinder. Namun, dibagian luar silinder ini
terdapat mekanisme katup serta saluran udara mesin.
Sehingga bentuknya tidak lagi seperti silinder melainkan lebih condong ke
bentuk kotak.

Apalagi untuk motor dengan pendingin udara alami, bagian terluar dari
kepala silinder akan dipenuhi oleh sirip udara. Yang berfungsi untuk
melepaskan panas dari mesin ke udara bebas.
b) Block cylinder
Silinder blok adalah komponen yang secara fisik memiliki kesamaan dengan
kepala silinder. Karena berbentuk agak kotak yang dipenuhi dengan sirip
udara.

Fungsi blok silinder adalah sebagai rumah utama sebuah mesin. Ini karena
gerakan naik turun piston berlangsung di komponen ini.
Tapi, kalau anda lihat blok silinder pada mesin mobil dan mesin motor itu
sangat berbeda. Blok silinder pada mobil umumnya tergabung dengan
crankcase. Sementara blok silinder motor, bisa dilepas dari crank case
(ruang engkol).

Desain semacam ini, memudahkan kita ketika akan melepas blok silinder
tanpa menurunkan mesin. Ada beberapa kondisi dimana blok silinder harus
dilepas, karena pada motor blok silindernya bisa dipisahkan dengan
crankcase, maka untuk melepasnya kita tidak perlu membongkar mesin
bagian tengah.

Sehingga nantinya, piston akan tetap terpasang pada poros engkol namun
blok silinder bisa dilepas.
c) Bak transmisi
Bak transmisi atau blok transmisi adalah komponen paling besar pada
mesin sepeda motor. Karena komponen ini menjadi rumah bagi poros
engkol mesin dan sistem pemindah daya motor (kopling dan transmisi).

Fungsi blok transmisi adalah sebagai housing bagi sebagian besar


komponen mesin sepeda motor, seperti kopling, poros engkol, magnet and
spul, gearbox dan engkolan mesin.
d) Piston
Piston berfungsi untuk mengubah volume didalam silinder. Perubahan
volume ini, akan menimbulkan efek vakum dan kompresi yang digunakan
untuk mendapatkan pembakaran secara berkelanjutan.

Piston hanya bekerja naik turun didalam silinder. Gerakan naik piston akan
menimbulkan efek kompresi didalam silinder karena volume silinder
mengecil. Sementara gerakan kebawah piston, akan menimbulkan efek
hisapan karena ada pembesaran volume.
e) Ring piston
Ring piston adalah komponen berbentuk lingkaran yang terletak
dibagian samping luar piston. Fungsinya ada dua, yakni untuk
mencegah kebocoran kompresi dan mencegah oli dari poros engkol
masuk ke ruang bakar.

Ring ini diperlukan karena diameter piston dibuat jauh lebih kecil
dibandingkan diameter silinder.

Ada tiga buah ring piston dalam satu piston yakni ;

 Ring kompresi, adalah dua ring yang letaknya paling atas.


Fungsinya untuk mencegah kebocoran kompresi
 Ring oli, adalah ring paling bawah yang berfungsi mencegah oli
bocor ke ruang bakar.

f) Connecting rod
Connecting rod atau batang piston adalah batang besi yang terletak
dibagian bawah piston. Fungsinya untuk menyalurkan gerakan naik turun
piston ke piros engkol.

Namun, sambungan antara connecting rod dan piston, memiliki engsel. Ini
karena ujung satunya (big end) terhubung ke poros engkol dan posisi poros
engkol yang berputar sehingga connecting rod harus bisa bergerak
mengikuti putaran engkol.
g) Klep/katup
Fungsi katup adalah sebagai pintu bagi udara untuk bisa keluar masuk
mesin.

Ada dua buah katup yakni katup intake yang mengatur pemasukan udara
bersih dari intake dan katup exhaust yang mengatur pengeluaran gas sisa
pembakaran ke knalpot.
Siapa yang menggerakan katup ? itu adalah tugas dari mekanisme katup
yang digerakan oleh crankshaft mesin.
h) Mekanime penggerak katup
Mekanisme katup berfungsi untuk mengatur pembukaan katup intake dan
katup exhaust agar sesuai timming pada segala RPM.

Mekanisme katup yang digunakan pada motor umumnya menggunakan tipe


OHC dimana sebuah rantai keteng ditambahkan untuk menghubungkan
poros nok/camshaft dengan crankshaft.

Selain tipe OHC, sekarang juga banyak digunakan jenis mekanisme katup
DOHC. Secara umum DOHC dan OHC itu sama, tapi untuk DOHC sudah
memiliki 4 katup dan dua buah poros nok dalam satu silinder.
i) Poros engkol
Fungsi crankshaft atau poros engkol adalah untuk mengubah gerakan naik
turun dari piston ke gerakan rotasi. Pengubahan ini menggunakan prinsip
engkolan sepeda, dimana gerakan naik turun dari kaki kita, diubah ke
bentuk putaran oleh kayuhan sepeda.

Namun pada poros engkol motor ada perbedaan, karena mesin motor
umumnya memiliki silinder tunggal maka poros engkol akan dilengkapi
dengan dua beban melingkar yang terletak disamping crankshaft.
j) Intake manifold
Intake manifold berfungsi untuk sebagai selang yang menghubungkan udara
dari karburator menuju saluran masuk mesin. Bentuk selang ini cukup
simple, karena hanya berbentuk saluran memanjang.

Bahan yang digunakan biasanya besi ringan, namun sekarang banyak juga
yang menggunakan bahan plastik untuk semakin meringankan beban
mesin.
k) Knalpot
Knalpot adalah saluran yang berfungsi mengalirkan gas sisa
pembakaran yang keluar dari mesin. Selain itu, knalpot juga berfungsi
untuk meredam suara mesin sehingga suara yang dihasilkan lebih
halus dan tenang,

Pada knalpot motor, terdapat beberapa komponen antara lain ;

 Leher knalpot, komponen ini memanjang dari saluran exhaust


mesin ke bagian head knalpot.
 Head knalpot, merupakan bagian knalpot yang berfungsi
menghubungkan bagian leher knalpot dengan mufler. Bagian ini
bentuknya hampir sama dengan leher knalpot namun ada
pembesaran diameter.
 Mufler, merupakan tempat untuk meredam suara mesin.
Biasanya mufler menggunakan lapisan busa sebagai peredam
suara.

Prinsip kerja mesin 4 tak

Pada prinsipnya agar mesin 4 tak ini menghasilkan tenaga yang optimal maka
harus ada empat komponen, yaitu :

a) Udara
b) Bahan bakar
c) Compression (kompresi)
d) Loncatan bunga api (spark)
Piston akan bergerak naik-turun di dalam silinder mesin. Titik tertinggi yang akan dicapai
piston biasa disebut dengan Titik Mati Atas (TMA), sedangkan titik terendah adalah Titik
Mati Bawah (TMB). Berikut adalah langkah proses kerja dari mesin 4 tak:
a) Intake (Hisap)

Piston bergerak dari TMA menuju TMB untuk menciptakan keadaan vacuum di


dalam silinder mesin, lalu katup intake akan membuka untuk menghisap campuran
bahan bakar dengan bensin yang sudah dikabutkan, sedangkan katup exhaust
tertutup.
b) Compression (Kompresi)
Langkah kedua adalah langkah kompresi. Langkah kompresi dimulai ketika piston
mulai bergerak ke TMA dari TMB. Ketika langkah kompresi, Katup Intake akan
menutup sehingga campuran udara-bahan bakar terperangkap di dalam silinder dan
terkompresi (termampatkan) hingga sesaat sebelum TMA, busi akan menyala dan
meledakkan campuran udara-bahan bakar. Penekanan atau pemampatan campuran
udara-bahan bakar sangatlah penting karena akan menghasilkan daya maksimal
ketika langkah tenaga (power).
c) Power (Tenaga)

Langkah ketiga adalah langkah tenaga. Tenaga pukulan pukulan dimulai ketika
campuran udara–bahan bakar dikompresi dan dinyalakan di ruang bakar. Busi yang
terletak di kepala silinder akan menciptakan percikan bunga api untuk membakar
campuran udara–bahan bakar. Dalam waktu yang singkat, campuran udara-bahan
bakar mengembang dan meledak sehingga menciptakan tekanan yang sangat tinggi
terhadap piston. Tekanan ini lah yang mendorong piston ke bawah menuju TMB dan
memutar poros engkol serta menggerakkan roda kendaraan.
d) Exhaust (Buang)
Langkah terakhir adalah langkah buang. katup buang terbuka dan piston naik
menuju TMA mendorong sebagian gas buang yang tersisa di dalam silinder. Ketika
piston mulai mendekati TMA maka katup buang akan menutup dan katup intake
akan membuka. Pembukaan katup intake ini adalah awal siklus baru. Siklus ini akan
terjadi di silinder mesin dan akan berulang selama mesin berjalan.

Kelebihan Motor 4-Tak

1. Konsumsi bensin lebih irit dan kerugian dari gas-gas yang terbuang kecil
sekali.
2. Pada putaran rendah, motor dapat bekerja dengan halus dan tidak ada
kesalahan dalam proses pembakaran yang disebabkan langkah buang yang
tidak sempurna.
3. Setiap proses kerja diselesaikan sepanjang satu langkah penuh sehingga
dapat bekerja secara ideal yang menyababkan tenakan rata-rata yang
dihasilkan menjadi lebih tinggi.
4. Cocok untuk putaran tinggi karena sistem pembilasannya lebih baik.
5. Pengaturan campuran udara dan bensin lebih mudah karena tidak dicampur
dengan oli samping.

Kekurangan Motor 4-Tak

1. Konstruksinya lebih rumit karena adanya sistem katup.


2. Bobot mesin untuk setiap satuan daya yang dihasilkan lebih besar.
3. Daya yang dihasilkan lebih kecil karena pada setiap langkah atau dua
putaran poros engkol hanya terjadi satu kali usaha atau ekspansi.
4. Getaran yang terjadi lebih besar.
5. Sistem pelumasan harus sempurna agar mesin lebih awet.

b. Motor diesel
Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin pemicu
kompresi) adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas
kompresi untuk menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah
diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin
bensin atau mesin gas.

Jenis Jenis Mesin Diesel


Ada tiga tipe mesin diesel yang umum digunakan pada mesin mobil, yakni ;
1. Indirect Injection Diesel (IDI)

Mesin diesel indirect injection, banyak diaplikasikan pada mobil diesel


berkapasitas rendah (dibawah 3.000 cc) seperti pada SUV, mobil niaga sedang,
dan truk kecil. Ciri mesin diesel indirect injection ada ruang bakar yang berjumlah
dua buah.
Diatas piston terdapat satu ruang bakar yang diberi nama “main combustion
chamber”, sementara satunya terdapat ruang bakar dengan nama “Pre-combustion
chamber” yang terletak didalam ruang bakar. Meskipun berbeda tempat,
keduanya sama-sama terhubung melalui sebuah chanel.
Pembakaran tidak terjadi pada main combustion chamber, melainkan didalam pre-
combustion chamber. Itu karena injektor terletak didalam pre combustion
chamber, setelah pembakaran didalam pre combustion chamber terjadi, barulah
hasil pembakaran itu membakar gas didalam ruang bakar utama diatas piston.
Secara umum, tipe ini tidak lagi digunakan karena dari segi efisiensi kurang baik,
selain itu emisinya juga buruk sehingga untuk mesin diesel produksi terbaru tidak
menggunakan jenis mesin diesel ini. Untuk membedakan mana mesin direct
injection, anda bisa cek komponen busi pijar. Komponen ini selalu tersedia pada
mesin diesel tipe indirect injection.
2. Direct Injection Diesel (DI)
Mesin diesel tipe direct injection, memiliki desain yang lebih praktis karena hanya
terdiri dari sebuah ruang bakar yang terletak diatas piston (ruang bakar terletak
pada cekungan permukaan atas piston). Untuk model ini, injektor akan langsung
dimasukan kedalam ruang bakar melalui bagian atas kepala silinder dan biasanya
DI tidak memerlukan busi pijar.
Dibandingkan mesin diesel tipe indirect, tipe ini memiliki tenaga lebih bagus,
lebih efisien dan emisinya lebih terjaga. Untuk mengidentifikasi mesin diesel
direct injection, anda bisa cek penempatan injektor, injektor akan diletakan di titik
center kepala silinder (vertikal diatas kepala silinder). Umumnya mobil seperti
bus, truk tronton sudah menggunakan mesin diesel tipe ini.
3. Common Rail Direct Injection (CRDI)

Apabila anda terasa asing mendengar sebutan ini, itu tandanya anda belum terlalu
update tentang perkembangan otomotif. Anda mungkin pernah melihat label
CRDI atau VCDI pada mobil-mobil SUV terbaru, itu artinya mobil tersebut
menggunakan mesin berbahan bakar solar. Namun berbeda dengan dua tipe
diatas, CRDI sudah menggunakan teknologi berbasis komputer untuk menentukan
volume solar yang keluar dari injektor, sehingga bisa dibilang mirip sistem EFI.
Mesin CRDI umumnya menggunakan satu buah ruang bakar (seperti DI) dengan
injektor yang terletak vertikal diatas piston namun juga dilengkapi busi pijar.
Anda bisa mengidentifikasi jenis mesin ini pada komponen fuel rail. Fuel rail itu
pipa besi yang terhubung ke semua injektor, biasanya pipa ini terletak didekat
injektor.
Mobil seperti Fortuner, Pajero Sport, Captiva, bahkan Ertiga Diesel sudah
menerapkan teknologi ini. Kelebihan CRDI ada pada hampir semua lini, bahan
bakar lebih ekonomis, torsi lebih maskimal, dan emisinya lulus EURO 3. Itulah
sedikit ulasan mengenai 3 jenis mesin diesel yang banyak digunakan pada mobil.

8 Komponen Utama Mesin Diesel


1. Cylinder Block Asyembly

Blok silinder adalah komponen utama motor bakar baik 2 tak maupun 4 tak.
Komponen ini menjadi sebuah komponen primer untuk meletakan berbagai
engine compartement yang mendukung proses kerja mesin. Seperti yang bisa
kita lihat pada gambar diatas, bentuk blok silinder tiap mesin pada umumnya
sama namun pada detailnya pasti berbeda. Hal itu dikarenakan pembuatan
detail blok silinder disesuaikan dengan beberapa komponen yang akan
menempel pada blok ini.
Cylinder block terbuat dari besi tuang yang memiliki tingkat presisi yang
tinggi. Umumnya pada sebuah blok mesin memiliki beberapa komponen
antara lain ;
 Silinder/main linner. Komponen ini akan berfungsi sebagai tempat
naik turun piston. Komponen yang terbuat dari paduan besi dan
aluminium ini di press kedalam blok mesin, sehingga akan sulit untuk
terlepas.
 Water jacket. Water jacket adalah sebuah selubung air pendingin
yang terletak didalam blok mesin. Tujuanya agar proses pendinginan
mesin berlangsung maksimal. water jacket berbentuk lubang didalam
blok silinder yang mengelilingi linner.
 Oil feed lines. Lubang oli pada blok silinder berfungsi untuk
menciptakan jalur oli mesin dari kepala silinder menuju crankcase.
Lubang ini akan mendukung proses sirkulasi oli mesin ke seluruh
bagian mesin diesel.
2. Cylinder Head Asyembly

Unit komponen kedua terletak pada bagian atas mesin. Sama halnya dengan
blok silinder, komponen ini juga terbuat dari material tuang. Saat ini head
cylinder berbahan aluminium nampaknya menjadi pilihan, karena lebih
ringan dan kuat. Unit ini terdiri dari valve & spring, camshaft, rocker arm,
ruang bakar.
 Valve & spring. Komponen ini menjadi pintu yang akan membuka
dan menutup saluran intake serta exhaust pada mesin. Sementara
spring akan menahan katup agar tetap tertutup.
 Camshaft. Komponen ini juga disebut poros nok, fungsinya untuk
mengatur pembukaan tiap katup melalui sebuah nok.
 Rocker arm. Komponen ini akan menekan katup saat nok menyentuh
bagian atas rocker arm. Sehingga saluran in/ex dapat terbuka.
Umumnya rocker arm memiliki sistem penyetelan celah katup, baik
manua atau otomatis (Hydrolic Lash Adjuster).
 Combustion chamber. Ruang bakar adalah sebuah ruang kecil yang
digunakan melakukan pembakaran. hasilnya berupa semburan api
yang digunakan untuk mendorong piston. Biasanya ruang bakar ini
terdapat pada mesin diesel indirect injection.
3. Piston & Connecting Rod
Piston atau torak berfungsi untuk mengatur volume didalam silinder.
mengapa volume silinder perlu diatur ? hal ini agar proses kerja mesin dapat
berlangsung. Dalam hal ini saat piston bergerak ke bawah maka volume
silinder akan membesar, sedangkan saat piston bergerak ke atas volume
silinder akan mengecil. Sementara connecting rod berfungsi untuk
meneruskan gerak naik turun piston menuju flywheel. Secara umum ada tiga
bagian inti pada piston yaitu ;
 Ring kompressi. Ring ini bersifat elastis yang fungsinya untuk
mencegah terjadinya kebocoran udara saat langkah kompresi. Cara kerja
ring ini yaitu dengan menutup celah antara dinding piston dan main
linner.
 Ring oli. Ring yang teretak dibawah ring kompresi ini berfungsi untuk
mencegah oli mesin masuk ke dalam ruang bakar.
 Pin piston. Sebuah pin yang terletak didalam piston untuk
menghubungkan piston dengan connecting rod. Pin ini berbentuk
tabung, ketika terhubung dengan small end maka akan berfungsi
layaknya sebuah engsel.
4. Crankshaft
Crankshaft atau posros engkol adalah sebuah komponen yang terbuat dari
besi tuang yang digunakan untuk mengubah gerak naik turun piston menjadi
sebuah gerakan putar. Prinsip kerja poros engkol mirip saat kita mengayuh
sepeda. Karena berhubungan dengan tekanan dari piston, poros engkol tidak
boleh lentur atau patah saat mendapatkan tekanan dari piston. Untuk itu
komponen ini dibuat dari paduan besi khusus yang memiliki kekuatan tinggi
serta anti luntur. Beberapa bagian pada poros engkol yaitu ;
 Crank pin. Crank pin adalah sebuah pin yang akan terhubung dengan big
end pada connecting rod.
 Crank journal. Sementara crank journal merupakan pin yang berfungsi
sebagai poros pada crankshaft agar dapat berputar. Crank journal akan
terpasang pada blok silinder.
 Weight balance. Komponen ini terletak berseberangan dengan crank pin,
fungsinya sebagai penyeimbang sekaligus untuk mengalirkan oli ke
seuruh bagian dalam mesin.
5. Oil Pan
Oil pan (Carter) adalah sebuah bak khusus yang berfungsi untuk menampung
oli mesin. Meski hanya bertugas sebagai penampung oli mesin, komponen ini
juga tidak bisa dibuat sembarangan. Umumnya komponen ini terbuat dari
besi tipis seperti seng, namun beberapa mobil telah mengkombinasikan
dengan bahan yang lebih tebal.
6. Timming Chain Asyembly

Timming chain termasuk ke dalam sistem mekanisme katup, fungsinya untuk


menghubungkan putaran engkol dan camshaft dengan sudut tertentu.
Komponen berupa rantai ini terletak pada mesin bagian depan. Rantai ini
akan menghubungkan gigi sprocket dari poros engkol dengan poros nok.
7. Fly Wheel
Flywheel atau biasa disebut roda gila pada awalnya berfungsi untuk
menyeimbangkan putaran mesin. Komponen ini terbuat dari besi padat yang
dapat menyimpan torsi, itulah mengapa komponen ini dapat
menyeimbangkan putaran mesin.
Selain itu flywheel juga berfungsi untuk menyalakan mesin, hal ini bisa
dilihat dari bagian luar flywheel yang memiliki banyak mata gigi. Mata gigi
ini akan terhubung bersama motor starter untuk menyalakan mesin.
8. Fuel System Asyembly
Komponen ini terdiri dari tanki hingga injector. Sistem bahan bakar diesel
berfungsi untuk mensuplai sejumlah bahan bakar solar ke dalam ruang bakar
saat langkah usaha. Ada dua macam sistem bahan bakar pada mesin diesel,
yaitu konvensional dan sistem common rail. Kelebihan mesin diesel yang
menggunakan common rail yaitu lebih hemat dan efisien. Hal ini
dikarenakan sistem common rail telah mengusung computerized control,
sehingga perhitungan dapat dilakukan secara akurat.

Langkah-Langkah Cara Kerja Pada Mesin Diesel (Diesel Engine)


1. Piston turun, posisi intake valve (katup masuk) terbuka dan exhaust valve
(katup keluar) tertutup. Bahan bakar bercampur udara terhisap masuk ke
dalam ruang bakar.
2. Piston naik, posisi intake valve dan exhaust valve tertutup, terjadi kompresi
(pemampatan bahan bakar) akibat tekanan dari piston yang bergerak naik.
3. Terjadinya ledakan yang dipicu oleh pemampatan (kompresi) akibat dorongan
dari piston sehingga tekanan dan suhu tinggi pada campuran udara dan bahan
bakar, posisi intake valve dan exhaust valve tertutup, ledakan menghasilkan
tenaga dan mendorong piston kebawah sehingga menggerakkan crank shaft
seperti ayunan sepeda.
4. Piston naik, posisi intake valve tertutup dan exhaust valve terbuka, dorongan
dari naiknya piston membuat gas buang hasil dari pembakaran (ledakan)
terdorong keluar melalui exhaust valve.
5. Proses berulang dari langkah 1 hingga 4 pada semua silinder.

Karakteristik Mesin Diesel (Diesel Engine)


1. Bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar diesel (solar, biosolar,
pertadex, shell super, dll)
2. Tidak membutuhkan komponen pengapian untuk proses pembakaran
3. Rasio Kompresi relatif besar, umumnya antara 15:1 hingga 22:1 (tergantung
spesifikasi mesin, bisa lebih bisa kurang)
4. Tenaga (power) dan torsi (torque) bisa dicapai pada rpm yang lebih rendah
dari mesin bensin.
5. Torsi puncak (peak torque) lebih tinggi dari mesin bensin, namun tenaga
maksimum (max. power) lebih rendah dari mesin bensin.
6. Tidak cocok dioperasikan pada rpm tinggi.
7. Akselerasi terasa lebih lambat daripada mesin bensin.
8. Getaran dan suara yang dihasilkan mesin bensin lebih kasar dari mesin bensin.
9. Polusi yang dihasilkan terlihat lebih pekat dari mesin bensin, meskipun sama-
sama beracun.
10. Material mesin diesel lebih kokoh dan lebih berat

Kelebihan
1. Tenaga dan Torsi maksimum mudah dicapai pada putaran (rpm) rendah.
2. Torsi puncak dari mesin lebih tinggi.
3. Mampu membawa beban berat dan lebih mampu di tanjakan.
4. Relatif lebih irit bahan bakar dengan kapasitas mesin yang sama.
5. Tidak terdapat pengapian, sehingga lebih sedikit komponen yang perlu dicek
dan diganti secara berkala.

Kekurangan
1. Getaran dan suara mesin terasa lebih kasar.
2. Akselerasi terasa lebih lambat.
3. Tenaga atau power maksimum lebih rendah (kebalikan dari torsi mesin).
4. Tidak cocok untuk dioperasikan pada putaran (rpm) tinggi.

2. Motor pembakaran luar


Motor pembakaran luar adalah proses pembakaran bahan bakar terjadi diluar motor itu,
sehingga untuk melaksanakan pembakaran motor tersendiri. Panas dari hasil
pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebh
dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Di
dalam motor pembakaran luar bahan bakarnya dibakar diruang pembakaran tersendiri
dengan ketel untuk menghasilkan uap, selanjutnya uap yang dihasilkan digunakan untuk
menggerakan sudut – sudut turbin. Jadi motor tidak digerakan oleh gas yang terbakar,
akan tetapi digarakan oleh uap air.
Sedangkan pengertian dari motor uap itu sendiri adalah motor yang menggunakan energi
panas dalam uap air dan mengubahnya menjadi energi mekanis. Motor uap digunakan
dalam pompa lokomotif dan kapal laut, dan sangat penting dalam revolusi industri.
a. Motor Uap
Engine Uap Lokomotif
Lokomotif uap merupakan cikal bakal mesin kereta api. Uap yang dihasilkan dari
pemanasan air yang terletak di ketel uap digunakan utuk mengerakan torak atau
turbin dan selanjutnya disalurkan ke roda. Bahan bakar biasanya kayu bakar atau
batu bara.
Mesin uap, terdiri dari ketel uap yang berisi air dipanaskan dengan bahan bakar
kayu, minyak, atau batu bara secara terus – menerus sampai mendidih, air yang
mendidih tersebut menghasilkan uap air yang dihasilkan dalam satu kamar sehingga
menghasilkan suatu tekanan tinggi dan menggerakan piston yang selanjutnya juga
menggerakan roda – roda lokomotif.
Komponen Motor Uap
Boiler umumnya terdiri dari :
1) Ruang pembakaran : tempat bahan bakar dibakar
2) Boiler drum : menampung air deminelarizer mengalirkanya ke tubedan
menampung uap jenuh yang kembali
3) Economiser : water tube, posisinya paling jauh dari sumber panas, fungsinya
untuk memenaskan air dengan sisa panas agar efesiensi kalonya membaik
4) Evaporator : water tube yang fungsinya menguapkan air posisinya biasnya di
tengah
5) Superheater : fungsinya memenaskan uap iar menjadi superheater steam (uap
panas)
6) Tubin uap : merubah energy panas menjadi energi gerak
7) Condensor : fungsinya merubah fasa uap menjadi air kembali

Cara Kerja Motor Uap


1) Air demineralizer ( air tanpa kandungganmineral / air murni )di pompa ke
boiler dari condenser ( kita bicara boiler turbin uap yang siklus airnya tertutup )
dengan pompa melalui pompa economiser, di economiser air menerima panas
tetapi belum menguap / masih fas iar.
2) Air tersebut masuk ke boiler drum dan ditaruskan ke saluran water tube
evaporator untuk dirubah fasaya menjadi uap jenuh ( uap yang kamu liat waktu
merebuas air ) / ( satutated steam ) dan kembali lagi ke boiler drum.
3) Uap di boiler drum di alirkan ( uap melalui saluran di atas, sedangkan air
dibawah ) ke superheater tube yang berada paling dekat dengan sumbar panas
untuk merubah uap jenuh menjadi uap panas lamjut ( superheated steam ).
4) Superheater steam kemudian di alirkan ke steam turbin uap menggerakan blade
turbin.
5) Setelah melalui turbin tempratur uap murni / begitu juga enthalpy ny, fasnya
kembali ke uap jenuh & mengalir ke kondensor.
6) Di kondensor fasanya dirubah kembali ke fasa cair dan kemudiam di
pompakan kembali ke boiler dan silusnya kembali ke semula

b. Turbin Uap
Sebuah turbin adalah sebuah motor berputar yang mengambil energi dari aliran
fluida.
Turbin tersederhana memiliki satu bagian yang bergerak, “ asembli rotor blade”.
Fluida yang bergerak bekerja kapada baling – baling untuk memutar mereka dan
menyalurkan energy ke rotor. Contoh tubin awal adalah kincir angin dan roda air.
Sebuah turbin yang bekerja terbalik disebut kompresor atau pompa turbo. Turbin
gas, uap, dan air biasanya memiliki casing sekitar baling – baling yang memfokus
dan mengontrol fluid. “ casing” dan baling – baling munggkin memiliki geometri
variable yang dapat membuat operasi efisiens untuk bebrapa kondisi aliran fluida.

3. Dasar Perhitungan
a. Menghitung volume langkah piston
Volume langkah piston dapat dihitung dengan menggunakan rumus volume tabung
karena silinder mesin pada umumnya berbentuk tabung. Volume langkh piston dapat
dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini :

VL = π x r2 x L x N atau π/4 x D2 x L x N

Keterangan :
VL = volume langkah piston
π = phi yang nilainya 3,14 atau 22/7 (22/7 digunakan jika diameter atau jari2
lingkaran silinder kelipatan 7)
r = jari – jari lingkaran silinder
D = diameter lingkaran silinder
L = panjang langkah piston dari TMA ke TMB
N = jumlah silinder pada mesin
Konversi satuan volume :
1 cc = 1 ml
1 cc = 1 cm3
1 cc = 1000 mm3
1 cc = 0,001 L
1 L = 1 dm3
1 L = 1000 cc
1 mm3 = 0,001 cc

Contoh :
Soal 1 :
Pada kendaraan sepeda motor supra fit dengan satu slinder mesin memiliki
spesifikasi dimensi mesin dengan diameter silinder sebesar 50 mm dan panjang
langkah piston (stroke) sebesar 49,5 mm, maka berapa besar volume langkah pada
mesin supra fit tersebut ?
Jawab :
Diketahui : D = 50 mm ; L = 49,5 mm dan N = 1
Ditanya : VL = ?
Penyelesaian :
VL = π/4 x D2 x L x N
VL = 3,14 : 4 x 502 x 49,5 x 1 = 97.143,75 mm3 = 97,14375 cc

Soal 2 :
Pada kendaraan sepeda motor blade dengan satu slinder mesin memiliki spesifikasi
dimensi mesin dengan diameter silinder sebesar 50 mm dan panjang langkah piston
(stroke) sebesar 55,6 mm, maka berapa besar volume langkah pada mesin blade
tersebut ?
Jawab :
Diketahui : D = 50 mm ; L = 55,6 mm dan N = 1
Ditanya : VL = ?
Penyelesaian :
VL = π/4 x D2 x L x N
VL = 3,14 : 4 x 502 x 55,6 x 1 = 109.115 mm3 = 109,115 cc
Perbandingan kompresi (compression ratio) pada mesin pembakaran dalam (internal
combustion engine) merupakan perbandingan antara kapasitas mesin (volume
langkah piston dan volume ruang bakar) dengan volume ruang bakar.

Sehingga perbandingan kompresi dapat dicari dengan menggunakan rumus :

PK = (VL + VC) : VC

Keterangan :
PK = perbandingan kompresi
VL = volume langkah piston
VC = volume ruang bakar atau volume kompresi

Contoh soal
Pada kendaraan sepeda motor supra fit dengan satu slinder, diketahui volume
langkah piston sebesar 97,14375 cc dan volume ruang bakar sebesar 12,1429688 cc,
maka berapakah perbandingan kompresi pada motor supra fit tersebut ?
Penyelesaian :
Diketahui : D = 50 mm ; L = 55,6 mm dan N = 1
Ditanya : VL = ?
Penyelesaian :
PK = (VL + VC) : VC
PK = (97,14375 + 12,1429688) : 12,1429688 = 109,286719 : 12,1429688 =
8,99999998 dibulatkan menjadi 9

Jadi perbandingan kompresi pada mesin tersebut adalah 9 : 1