Anda di halaman 1dari 6

ASESMEN DIAGNOSTIK

Kasus
Bapak/ Ibu Guru yang terhormat, kita ketahui kemampuan dan keterampilan siswa di dalam
sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat paham dalam topik tertentu, namun ada juga
yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami topik tersebut. Seorang siswa yang cepat
paham dalam satu topik, belum tentu cepat paham dalam topik lainnya. Asesmen diagnosis
memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang
sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian
Bapak/ Ibu guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.

Seorang guru mata pelajaran mengadakan asesmen diagnostik secara berkala terhadap anak didiknya yang
terdiri dari 8 siswa. Soal yang di buat 10 soal, delapan soal yang merupakan prasyarat dasar yang diidentifikasi pada
langkah sebelumnya dan dua terkait pengajaran baru. Soal nomor 1-2 adalah dua soal dari Kemampuan Dasar dua kelas
dibawah (KD-2) Semester 2, Soal nomor 3-8: enam soal dari Kemampuan Dasar satu kelas dibawah (KD-1) Semester 1 dan 2,
Soal nomor 9-10; dua soal dari Kemampuan Dasar (KD) Semester 1 kelas yang baru akan dimulai. Hasil Asesmen sebagai
berikut:

KD-2 KD-1 KD
Nama Nilai
No No soal
Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Amir 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2
2 Budi 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9
3 Catur 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2
4 Dodi 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 7
5 Eko 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8
6 Fajar 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 6
7 Gino 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2
8 Harun 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3

Berdasarkan hasil asesmen diagnostik diatas guru mata pelajaran akan mengadakan analisis
yaitu: mulai dari perencanaan , pelaksanaan dan tindak lanjut dalam memberikan pelajaran pada topik
baru
ANALISIS
Kemampuan dan keterampilan siswa di dalam sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat
paham dalam topik tertentu, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk
memahami topik tersebut. Seorang siswa yang cepat paham dalam satu topik, belum tentu cepat
paham dalam topik lainnya.
Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk
mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang
belum paham. Dengan demikian guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan
kemampuan siswa.

A. Perencanaan Asesmen
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Asesmen
Sebelum membuat asesmen, guru perlu menjawab beberapa pertanyaan kunci di bawah ini:

Ceklis untuk guru Contoh untuk Matematika kelas V SD


(a) Untuk murid kelas berapa asesmen Murid kelas V SD
ini dibuat?
(b) Mata pelajaran atau topik mata pelajaran Matematika: Penjumlahan dan
apa yang akan dinilai dalam asesmen ini? pengurangan dua pecahan

(c) Kapan saja asesmen ini akan diberikan • Awal tahun ajaran
untuk semua murid di kelas Bapak/ Ibu? • Setiap bulan setelah pembelajaran
dimulai
(d) Dimana asesmen akan dilakukan? Apakah Rumah
di rumah atau di sekolah?
LKS
(e) Bagaimana cara asesmen akan dilakukan?
Apabila di rumah, bagaimana cara soal-soal Pilihan cara:
disampaikan kepada orang tua/ murid? • Guru mengirimkan WA kepada orang
Apabila di sekolah, apa saja yang perlu tua untuk mengisi asesmen
Bapak/ Ibu siapkan? • Guru berkunjung ke rumah untuk
memberikan asesmen
b. Identifikasi Materi Asesmen Berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang
disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada langkah ini, guru perlu melakukan identifikasi untuk materi asesmen, yang dapat
dilakukan dengan menjawab dua pertanyaan kunci di bawah ini:

Ceklis untuk guru Contoh untuk Matematika kelas V SD


a. Topik apa saja yang perlu dipahami Kemampuan Dasar (KD) yang perlu
oleh peserta didik pada jenjang kelas dipahami:
ini?
• Penjumlahan dan pengurangan dua
Guru bisa melihat buku teks untuk
pecahan
identifikasi topik-topik yang perlu
dipahami, khususnya untuk semester • Perkalian dan pembagian pecahan dan
yang baru akan dimulai. desimal serta persen
• Jaring-jaring bangun ruang sederhana
• Data terkait diri dan membandingkan
dengan data dari lingkungan
b. Pengetahuan dan keterampilan apa • Pecahan
yang perlu dikuasai • Perkalian dan pembagian
oleh siswa dari jenjang kelas
• Keliling dan luas bangun datar
sebelumnya yang menjadi prasyarat
dasar yang perlu dikuasai agar dapat • Data diri
mengikuti pembelajaran di jenjang
kelasnya sekarang?
Guru bisa melihat buku teks dari jenjang
kelas sebelumnya.

Setelah itu, guru dapat mengumpulkan contoh-contoh soal terkait topik yang ingin dinilai.
Cara penyusunan soal dijelaskan pada poin c di bawah ini.
c. Menyusun 10 Soal Sederhana
Asesmen terdiri dari 10 soal. Delapan soal yang merupakan prasyarat dasar yang
diidentifikasi pada langkah sebelumnya dan dua terkait pengajaran baru. Sepuluh soal
terdiri dari:
KD-2 KD-1 KD
Nomor Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Soal nomor 1-2: dua soal dari Soal nomor 3-8: enam soal dari Soal nomor 9-10; dua soal dari
Kemampuan Dasar dua kelas Kemampuan Dasar satu kelas Kemampuan Dasar (KD)
dibawah (KD-2) Semester 2 dibawah (KD-1) Semester 1 dan 2 Semester 1 kelas yang baru akan
dimulai
Contoh untuk Matematika kelas V SD
Topik: Geometri & pengukuran
Kelas 3 Semester II Kelas 4 Semester I Kelas 5 Semester I

6.526cm d1 = 40cm
d2 d2 = 34cm
14cm 4.230cm
d1

53cm 9.275cm
Berapa luas persegi panjang Berapa keliling segitiga di Berapa luas layang-layang di
di atas? atas di atas? atas?

B. Pelaksanaan Asesmen
Berikan soal asesmen untuk semua siswa di kelas, baik secara tatap muka ataupun Belajar
dari Rumah
Asesmen Tatap Muka:

Asesmen Belajar dari Rumah:


C. Diagnosis dan Tindak Lanjut Asesmen
Tahap ini mencakup empat langkah:
a. Lakukan pengolahan hasil asesmen
b. Berdasarkan hasil penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok
c. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai
topik pembelajaran baru
d. Ulangi proses yang sama, sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang
diharapkan

a. Lakukan pengolahan hasil asesmen


Setelah semua murid menyelesaikan asesmen, gunakan contoh tabel di bawah ini untuk:

• Melakukan penilaian untuk masing-masing murid, dengan memberikan nilai 1


apabila jawaban benar, dan nilai 0 apabila jawaban salah. Jadi, seorang murid
yang bisa menjawab dengan benar 10 soal akan mendapatkan nilai 10.

• Menghitung rata-rata kelas, dengan menambahkan nilai total semua murid, dan
membagi dengan jumlah murid yang mengikuti asesmen awal.

b. Berdasarkan hasil penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok

• Siswa dengan rata-rata kelas akan diajar oleh guru kelas


• Siswa 1 semester di bawah rata-rata mendapatkan pelajaran tambahan dari guru
kelas
• Siswa 2 semester di bawah rata-rata akan dititipkan ke guru kelas di bawah,
atau dibuatkan kelompok belajar yang didampingi orang tua, anggota keluarga,
dan pendamping lainnya yang relevan

KD-2 KD-1 KD
N Nama Nilai Tindak Lanjut
No soal
o Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Amir 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Titip ke kelas bawahnya
2 Budi 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 9 Diajar di kelas
3 Catur 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Titip ke kelas bawahnya
4 Dodi 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 7 Diajar di kelas
5 Eko 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8 Diajar di Kelas
6 Fajar 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 6 Diajar di Kelas
7 Gino 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 Titip di kelas bawahnya
8 Harun 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 Titip di kelas bawahnya
Rata-rata kelas 4,9
Berdasarkan hasil penilaian, siswa dibagi menjadi 3 kelompok.
1. Kelompok A: siswa dengan rata-rata kelas akan diajar oleh guru kelas
(Budi,Dodi,Eko, Fajar)
2. Kelompok B: siswa 1 semester di bawah rata-rata mendapatkan pelajaran tambahan
dari guru kelas (tidak ada)
3. Kelompok C: siswa 2 semester di bawah rata-rata akan dititipkan guru kelas bawah ,
atau dibuatkan kelompok belajar yang didampingi orang tua, anggota keluarga, dan
pendamping lainnya yang relevan (Amir, Catur, Gino, Harun)

c. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik
pembelajaran baru
Dengan melakukan Asesmen Diagnosis Berkala, guru dapat menyesuaikan
pembelajaran di kelas dengan rata-rata kemampuan siswa. Dengan demikian,
landasan pengetahuan dan keterampilan dasar siswa menjadi lebih kuat, sebelum
mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang lebih sulit.
Karenanya, sebelum memulai topik pembelajaran baru, sebaiknya guru kembali
melakukan penilaian untuk topik yang sudah diajarkan.

d. Ulangi proses yang sama, sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan.

Selain 4 hal di atas, maka seorang guru perlu juga memetakan kebutuhan siswa
berdasar kesiapan belajar ( readiness) siswa.
Guru perlu juga merancang pemebelajaran ( RPP ) berdeferensiasi
a. Berdasarkan hasil assesmen tersebut , Terdapat 2 kelompok tingkat kesiapan
terhadap materi ajar baru. Kelompok A siap dengan materi ajar baru
b. Guru perlu merancang RPP berdeferensiasi yang mengakomodir dan menyesuaiakan
s
i
s
w
a

dengan tingkat kesiapan 2 kelompok siswa


c. Dalam Menyusun RPP berdeferensiasi, bisa berdeferensiasi proses, deferensiasi
konten maupun deferensiasi produk