Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Manajemen
Pendidikan

Dosen Pengampu :

Dr. Irawan Suntoro, M.S.

Drs. Zulkarnain, M.Si.

Disusun Oleh :
Kelompok 3
Desi Subaidah (1913034034)
Surya Nanda Wijaya (1913034038)
Muhammad Andrian (1913034040)
Nayla Alviani (1953034002)
Candra Bangsawan (1953034006)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2020

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kami ucapkan kepada Allah SWT
Robbi seluruh alam, yang telah memberikan bermacam-macam Rahmat dan
Nikmat-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini
dengan baik dan lancar. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad Saw, semoga Allah swt. Selalu melimpahkan
Rahmat-Nya kepada beliau, Aamiin.
Penulisan tugas ini adalah tiada lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan
kita semua, dan untuk memenuhi tugas kelompok yang diberikan oleh dosen mata
kuliah Manajemen Pendidikan, Bapak Dr. Irawan Suntoro, M.S. Makalah ini
disusun dari beberapa sumber yang berkaitan dengan judul besar kami yaitu
Kepemimpinan Pendidikan.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberimanfaat bagi
penulis khususnya dan bagi kita semua yang membacanya pada umumnya, dan
dapat menambah pengetahuan kita mengenai Kepemimpinan Pendidikan. Penulis
juga sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran untuk memperbaiki makalah ini sangat penulis
harapkan dari para pembaca.

Bandar Lampung, 30 September 2020

ii
Kelompok 3

DAFTAR ISI

Halaman

COVER
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I ...................................................................................................................... 5

PENDAHULUAN .................................................................................................. 5

1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 5

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 6

1.3 Tujuan ........................................................................................................... 6

BAB II .................................................................................................................... 7

PEMBAHASAN .................................................................................................... 7

2.1 Hakekat Kepemimpinan Pendidikan ............................................................. 7

2.1.1 Pengertian Kepemimpinan Pendidikan .................................................. 7

2.1.2 Fungi Kepemimpinan Pendidikan .......................................................... 8

2.1.3 Tugas Kepemimpinan Pendidikan ......................................................... 9

2.2 Teori-teori Kepemimpinan Pendidikan ....................................................... 10

2.3 Model Kepemimpinan Pendidikan.............................................................. 14

2.4 Efektivitas Kepemimpinan Pendidikan ....................................................... 19

BAB III ................................................................................................................. 22

PENUTUP ............................................................................................................ 22

3.1 KESIMPULAN ........................................................................................... 22

3.2 SARAN ....................................................................................................... 23

iii
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 24

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai suatu organisasi, lembaga pendidikan memerlukan tidak hanya
seorang manajer untuk mengelola sumber daya lembaga pendidikan yang lebih
banyak berkonsentrasi pada permasalahan anggaran dan persoalan administratif
lainnya, tetapi juga memerlukan pimpinan yang mampu menciptakan sebuah visi
dan semua komponen individu yang terkait dengan lembaga pendidikan. Pemimpin
maupun manajer diperlukan dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Berbeda
dengan organisasi lain, lembaga pendidikan merupakan bentuk organisasi moral
yang berbeda dengan bentuk organisasi lainnya. Sebagai suatu organisasi,
kesuksesan lembaga pendidikan,tidak hanya di tentukan oleh kepemimpinan
pendidikan, tetapi juga oleh tenaga kependidikan lainnya dan proses lembaga
pendidikan itu sendiri. Kepemimpinan pendidikan berkewajiban untuk
mengkoordinasikan ketenagaan pendidikan di lembaga pendidikan untuk menjamin
teraplikasinya peraturan pada lembaga pendidikan.

Kepemimpinan pada hakikatnya merupakan kemampuan yang dimiliki


seseorang untuk membina, membimbing, mengarahkan dan mengerakkan orang
lain agar dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk
mewujudkan tujuan tersebut, pemimpin perlu melakukan serangkaian kegiatan
diantaranya adalah mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang
dipimpinnya. Dengan kata lain tercapai atau tidak tujuan suatu organisasi sangat
tergantung pada pimpinannya. Oleh karena itu sangat penting bagi kita para calon
tenaga pendidik untuk mengetahui dan memahami tentang kepemimpinan
pendidikan karena kita merupakan bagian penting dari kepemimpinan pendidikan
demi terwujudnya sekolah yang efektif dan tujuan dari pendidikan dapat terwujud
sesuai dengan yang diharapkan.

5
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana hakekat kepemimpinan pendidikan?
2. Bagaimana teori-teori mengenai kepemimpinan pendidikan?
3. Apa saja model-model kepemimpinan pendidikan?
4. Bagaimana efektivitas kepemimpinan pendidikan?

1.3 Tujuan
1. Memahami hakekat kepemimpinan pendidikan?
2. Memahami teori-teori mengenai kepemimpinan pendidikan?
3. Mengetahui apa saja model-model kepemimpinan pendidikan?
4. Memahami efektivitas kepemimpinan pendidikan?

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Kepemimpinan Pendidikan


2.1.1 Pengertian Kepemimpinan Pendidikan
Menurut Robbins (1991), kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi
sekelompok anggota agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Sumber dari
pengaruh dapat diperoleh secara formal yaitu dengan menduduki suatu jabatan
manajerial yang didudukinya dalam suatu organisasi.

Toha (1992) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kegiatan


mempengaruhi perilaku orang lain atau seni mempengaruhi perilaku orang lain atau
seni mempengaruhi perilaku manusia, baik perorangan maupun kelompok.
Kepemimpinan dapat terjadi di mana saja, asalkan seseorang menunjukkan
kemampuannya mempengaruhi perilaku orang-orang lain ke arah tercapainya suatu
tujuan tertentu.

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi,


memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasihati, membina, membimbing,
melatih, menyuruh, memerintah, melarang dan bahkan menghukum (kalau perlu)
dengan maksud agar manusia sebagai bagian dari organisasi mau bekerja dalam
rangka mencapai tujuannya sendiri maupun organisasi secara efektif dan efisien.

Kepemimpinan yang berlangsung pada lembaga pendidikan berarti


menjalankan proses kepemimpinan yang sifatnya mempengaruhi sumber daya
personil pendidikan (guru dan karyawan) agar melakukan tindakan bersama guna
mencapai tujuan pendidikan.

Soetopo dan Soemanto (1982) menjelaskan bahwa kepemimpinan pendidikan


ialah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan yang lain untuk
mencapai tujuan pendidikan secara bebas dan sukarela.

7
Kepemimpinan pendidikan dapat diartikan sebagai usaha Kepala Sekolah
dalam memimpin, mempengaruhi dan memberikan bimbingan kepada para personil
pendidikan sebagai bawahan agar tujuan pendidikan dan pengajaran dapat tercapai
melalui serangkaian kegiatan yang telah direncanakan (M.I. Anwar, 2003:70).

Selanjutnya Dirawat, dkk (1986:33) menjelaskan: Kepemimpinan pendidikan


sebagai suatu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengkoordinir dan
menggerakkan orang lain yang ada hubungan dengan pengembangan ilmu
pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agar supaya kegiatan-
kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-
tujuan pendidikan dan pengajaran.

Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan


pendidikan adalah suatu kemampuan untuk mendorong atau mempengaruhi dalam
lingkup penggerakan pelaksanaan pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan
secara efektif dan efisien. Yang mana, dalam kegiatannya pemimpin pendidikan
mempunyai kekuasaan untuk mengarahkan, mengkoordinir dan menggerakkan
bawahannya sehubung dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk
mencapai tujuan pendidikan.

2.1.2 Fungi Kepemimpinan Pendidikan


Dalam hubungannya dengan misi pendidikan, kepemimpinan dapat diartikan
sebagai usaha Kepala Sekolah dalam memimpin, mempengaruhi dan memberikan
bimbingan kepada para personil pendidikan sebagai bawahan agar tujuan
pendidikan dan pengajaran dapat tercapai melalui serangkaian kegiatan yang telah
direncanakan.

Fungsi kepemimpinan pendidikan menunjuk kepada berbagai aktivitas atau


tindakan yang dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah dalam upaya menggerakkan
guru-guru, karyawan, siswa dan anggota masyarakat agar mereka dapat
berpartisipasi atau berbuat sesuatu guna melaksanakan program-program
pendidikan di sekolah. Lebih lanjut, M.I. Anwar mengatakan bahwa untuk

8
memungkinkan tercapainya tujuan kepemimpinan pendidikan di sekolah, pada
pokoknya kepemimpinan pendidikan memiliki tiga fungsi berikut:

1) Membantu kelompok merumuskan tujuan pendidikan yang akan dicapai


yang akan menjadi pedoman untuk menentukan kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan;
2) Fungsi dalam menggerakkan guru-guru, karyawan, siswa dan anggota
masyarakat untuk menyukseskan program pendidikan di sekolah; dan
3) Menciptakan sekolah sebagai suatu lingkungan kerja yang harmonis, sehat,
dinamis, dan nyaman, sehingga segenap anggota dapat bekerja dengan
penuh produktivitas akan memperoleh kepuasan kerja tinggi. Artinya
pemimpin harus menciptakan iklim organisasi yang mampu mendorong
produktivitas pendidikan yang tinggi dan kepuasan kerja yang maksimal.

2.1.3 Tugas Kepemimpinan Pendidikan


Cakupan dan Tugas Kepemimpinan Pendidikan (Bush & Coleman (2000):

1. Mengelola implementasi kurikulum dan pengajaran, meliputi


pengembangan materi pembelajaran, pengorganisasian siswa,
penentuan alokasi waktu pembelajaran, dan menstimulasi
pengembangan kurikulum.
2. Melakukan supervisi pendidikan
3. Melakukan pemantauan kamajuan belajar siswa
4. Penyediaan iklim belajar yang kondusif.

Tugas Fungsional:

1. Meningkatkan kualitas pembelajaran, meliputi program pembelajaran &


perumusan metode pembelajaran yang dipilih
2. Melakukan supervisi dan evaluasi pendidikan
3. Merencanakan alokasi waktu pebelajaran
4. Mengkoordinasikan pengembangan dan implementasi kurikulum dan
proses pembelajaran

9
5. Mengembangkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas materi
pembelajaran
6. Melakukan pemantauan kemajuan belajar siswa. Adapun beberapa usaha
dalam membantu pertumbuhan dan pengembangan kepemimpinan
pendidikan antara lain : (a) Selalu peka dan peduli terhadap tuntutan
kemanusiaan dan kepekaan sosial, sehingga dapat menyesuaikan diri
dengan anggota atau masyarakat sekitar. (b) Selalu ada kesediaan untuk
memperoleh pengetahuan dan informasi yang baru.

Oleh karena itu, sumber daya manusia haruslah diprioritaskan oleh setiap orang,
elemen,lembaga dan yang lainnya. Terutama dalam ruang lingkup kepemimpinan
pendidikan, agar terciptanya kesinergian antara pendidik dan peserta didik atau
masyarakat dengan pejabat.

2.2 Teori-teori Kepemimpinan Pendidikan


Berbagai studi tentang kepemimpinan hasilnya mengarah pada bagaimana
konsep, rumusan dan teori kepemimpinan itu sendiri. Konsep maupun teori
kepemimpinan yang dihasilkan tentu tidak lepas dari bagaimana metodologinya,
uraian, interpretasi yang diberikan hingga penarikan kesimpulannya. Beberapa teori
tentang kepemimpinan yang diuraikan oleh kartini kartono dalam bukunya
“kepemimpinan pendidikan dan pembangunan karakter” sebagai berikut :

1. Teori Otokratis dan Pemimpin Otokratis


Kepemimpinan menurut teori ini didasarkan atas perintah-perintah,
paksaan, dan tindakan-tindakan yang arbiter (sebagai wasit). Ia melakukan
pengawasan yang ketat, agar semua pekerjaan berlangsung secara efisien.
Kepemimpinannya berorientasi pada struktur organisasi dan tugas-tugas.
Ciri khusus dari kepemimpinan seperti ini ialah:
a. Memberikan perintah-perintah yang dipaksakan, dan harus dipatuhi.
b. Menentukan policies/kebijakan untuk semua pihak, tanpa berkonsultasi
dengan para anggota.
c. Tidak pernah memberikan informasi mendetail tentang rencana-rencana
yang akan datang, akan tetapi hanya memberitahukan pada setiap

10
anggota kelompoknya langkah-langkah segera yang harus mereka
lakukan.
d. Memberikan pujian atau kritik pribadi terhadap setiap anggota
kelompoknya dengan inisiatif sendiri.
Pada intinya kepemimpinan dengan model seperti ini bersifat autokrat
keras yakni memiliki sifat-sifat tepat, saksama, sesuai dengan prinsip namun
keras dan kaku. Dia hanya bersikap baik terhadap orang-orang yang patuh
pada dirinya yaitu terhadap hamba-hamba yang setia dan loyal padanya.
Sebaliknya, dia akan bertindak keras serta kejam terhadap orang-orang yang
tidak mau patuh terhadap dirinya.
2. Teori Psikologis
Teori ini menyatakan, bahwa fungsi seorang pemimpin adalah
memunculkan dan mengembangkan sistem motivasi terbaik, untuk
memotivasi kesediaan bekerja dari para pengikut dan anak buah. Pemimpin
merangsang bawahan, agar mereka mau bekerja, guna mencapai sasaran-
sasaran organisatoris maupun memenuhi tujuan-tujuan pribadi. Maka
kepemimpinan yang mampu memotivasi orang lain akan sangat
mementingkan aspek-aspek psikis manusia seperti pengakuan
(recognizing), martabat, status sosial, kepastian emosional, memperhatikan
keinginan dan kebutuhan pegawai, kegairahan kerja, minat, suasana hati,
dan lain-lain.
3. Teori Sosiologis
Dalam teori ini, kepemimpinan dianggap sebagai usaha-usaha untuk
melancarkan antar-relasi dalam organisasi dan sebagai usaha untuk
menyelesaikan setiap konflik organisatoris antara para pengikutnya, agar
tercapai kerja sama yang baik. Pemimpin menetapkan tujuan-tujuan, dengan
menyertakan para pengikut dalam pengambilan keputusan terakhir.
Selanjutnya juga mengidentifikasi tujuan, dan kerap kali memberikan
petunjuk yang diperlukan bagi para pengikut untuk melakukan setiap
tindakan yang berkaitan dengan kepentingan kelompoknya.

11
4. Teori Suportif
Menurut teori ini, para pengikut harus berusaha sekuat mungkin, dan
bekerja dengan penuh gairah, sedang pemimpin akan membimbing dengan
sebaik-baiknya melalui kebijakan tertentu. Dalam hal ini, pemimpin perlu
menciptakan suatu lingkungan kerja yang menyenangkan, dan bisa
membantu mempertebal keinginan setiap pengikutnya untuk melaksanakan
pekerjaan sebaik mungkin, sanggup bekerjasama dengan pihak lain, mau
mengembangkan bakat dan keterampilannya, dan menyadari benar
keinginan untuk maju. Teori suportif ini biasa dikenal dengan teori
partisipatif atau teori kepemimpinan demokratis.

5. Teori Laissez Faire


Kepemimpinan semacam ini adalah seorang “ketua” yang bertindak
hanya sebagai simbol. Pemimpin semacam ini biasanya tidak memiliki
keterampilan teknis. Kepemimpinannya tidak mampu mengkoordinasikan
semua jenis pekerjaan, tidak berdaya menciptakan suasana kooperatif.
Sehingga lembaga atau organisasi yang dipimpinnnya menjadi kacau balau.
Sehingga, pada intinya pemimpin Laissez Faire itu bukanlah seorang
pemimpin dalam pengertian yang sebenarnya. Artinya, semua anggota yang
dipimpinnya bersikap santai-santai dan bermotto “lebih baik tidak usah
bekerja saja”. Sehingga kelompok tersebut praktis menjadi tidak terbimbing
dan tidak terkontrol.

6. Teori Kelakuan Pribadi


Kepemimpinan jenis ini akan muncul berdasarkan kualitas-kualitas
pribadi atau pola-pola kelakuan para pemimpinnya. Teori ini menyatakan,
bahwa seorang pemimpin itu tidak melakukan tindakan-tindakan yang
identik sama dalam setiap situasi yang dihadapi. Dengan kata lain,
pemimpin dalam kategori ini harus memapu fleksibel, luwes dan bijaksana
serta harus mempu mengambil langkah-langkah yang paling tepat untuk
suatu masalah. Pola tingkah laku pemimpin dengan ciri ini erat kaitannya
dengan:

a. Bakat dan kemampuannya

12
b. Kondisi dan situasi yang dihadapi
c. Good-will atau keinginan untuk memutuskan dan memecahkan
permasalahan yang muncul
d. Derajat supervisi dan ketajaman evaluasinya.

7. Teori Sifat Orang-Orang Besar (Traits Great Men)


Teori ini memandang bahwa untuk mengidentifikasi sifat-sifat unggul
seorang pemimpin dapat diketahui melalui sifat, karakter dan perilaku
orang-orang besar yang sudah terbukti sukses dalam menjalankan
kepemimpinannya. Sehingga ada beberapa ciri-ciri unggul yang diharapkan
dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu mempunyai intelegensi tinggi,
banyak inisiatif, energik, punya kedewasaan emosional, memiliki
keterampilan yang komunikatif, mempunyai kepercayaan diri yang tinggi,
peka, kreatif dan selalu memberikan parstisipasi sosial yang tinggi.
8. Teori Situasi
Teori ini menjelaskan, bahwa harus terdapat daya lenting yang tinggi
pada diri seorang pemimpin untuk dapat menyesuaikan diri, tuntutan situasi,
lingkungan dan zaman yang terus mengalami perubahan. Sebab
permasalahan-permasalahan hidup, dan saat-saat yang tidak terduga seperti
adanya perang, revolusi dan lain-lain tentu penuh dengan ancaman dan
bahaya. Maka situasi-situasi seperti itu harus memunculkan satu tipe
kepemimpinan yang relevan dengan kondisi saat itu.

Tipe kepemimpinan seperti ini bersifat multi dimensional harus serba


bisa, terampil, serta mampu melibatkan diri dan menyesuaikan terhadap
masyarakat dan situasi yang cepat. Teori ini beranggapan, bahwa
kepemimpinan itu terdiri atas tiga elemen dasar, yaitu pemimpin, pengikut
dan situasi. Dimana ketiga elemen tersebut saling berkaitan erat, dimana ada
kepemimpinan pasti selalu ada anggota dan dilaksanakan pada suatu situasi
atau kondisi.

9. Teori Humanistik/Populistik
Fungsi kepemimpinan menurut teori ini ialah mengorganisir kebebasan
manusia dan memenuhi segenap kebutuhan insani, yang dapat dicapai

13
melalui interaksi pemimpin dengan rakyat. Untuk melakukan hal ini, perlu
adanya organisasi yang baik dan pemimpin yang baik, yang mau
memperhatikan kepentingan dan kebutuhan rakyat. Organisasi berfungsi
sebagai sarana untuk melakukan kontrol sosial, agar pemerintah melakukan
fungsinya dengan baik, serta memperhatikan kemampuan dan potensi
rakyat. Hal ini dapat dilaksanakan melalui interaksi dan kerja sama yang
baik antara pemerintah dan rakyat dengan memperhatikan kepentingan
masing-masing.

Pada teori ini terdapat tiga variabel pokok yaitu:

a) Kepemimpinan harus memperhatikan hati nurani rakyat, dengan


segenap harapan, kebutuhan dan kemampuannya.
b) Organisasi agar bisa relevan dengan kepentingan rakyat dan
pemerintah.
c) Interaksi yang akrab dan harmonis antara pemerintah dan rakyat
untuk membangun persatuan dan kesatuan serta hidup secara damai.

Berdasarkan uraian dari kesembilan teori kepemimpinan di atas, maka


penulis memahami bahwa jenis-jenis teori kepemimpinan tersebut sebagai
tolak ukur dan alat evaluasi untuk mengetahui jenis kepemimpinan mana
yang relevan dengan konteks lembaga pendidikan atau kebutuhan
organisasi.

2.3 Model Kepemimpinan Pendidikan


Model kepemimpinan menunjuk pada perilaku yang ditampilkan oleh
seorang pemimpin di hadapan orang orang yang di pimpin. Perilaku tersebut dapat
berkaitan dengan perilaku komunikasi, pengambilan keputusan dan perilaku
penggunakan power atau perilaku dalam mempengaruhi orang lain.

Sedangkan arti penting daripada model kepemimpinan dapat dilihat dari


beberapa sudut. Misalnya dalam teori teori kepribadian, gaya atau perilaku akan
menimbulkan citra. Etos adalah persepsi orang lain tentang seseorang (pemimpin)

14
dalam mempengaruhi orang lain. Dalam teori komunikasi dikatakan bahwa etos
merupakan alat persuasi yang paling ampuh (Ethos is strongest tool for persuasion).

Selanjutnya apabila memimpin (to lead) diartikan sebagai mempengaruhi


orang lain (enfluence-ability) sangat dipengaruhi oleh “composite image” yang
ditimbulkan oleh pelaku pemimpin. Berdasar uraian singkat dapat diambil
kesimpulan tentang arti penting gaya kepemimpinan dalam khazanah
kepemimpinan. Tentang hal ini tidak terdapat pemerintahan. Akan tetapi manakala
ditanyakan “ Bagaimana kita harus bergaya sebagai pemimpin”.

Dalam perkembangannya, model yang relative baru dalam studi


kepemimpinan disebutsebagai model kepemimpinan Transformasional. Model ini
dianggap sebagai model yang terbaik dalam menjelaskan karakteristik pemimpin.
Konsep kepemimpinan Transformasional ini mengintergrasikan ide-ide yang
dikembangkan dalam pendekatan watak, gaya dan kontingensi-kontingensi.

Berikut ini akan dibahas tentang perkembangan pemikiran ahli-ahli


managemen mengenai model-model kepemimpinan yang ada dalam literature, dan
agar lebih praktis pembahasan ini kita bagi menjadi dua, yaitu: model-model
kepemimpinan masa lalu dan sekarang.

A. Model-Model Kepemimpinan Masa Lalu.


1) Model Watak Kepemimpinan
Pada umumnya studi-studi kepemimpinan pada tahap awal
mencoba meneliti tentang watakindividu yang melekat pada diri para
pemimpin, seperti misalnya: kecerdasan, kejujuran,
kematangan,ketegasan, kecakapan berbicara, kesupelan dalam bergaul,
status social ekonomi, dan lain-lain (Bass1960, Stogdill 1974).
Stogdill (1974) menyatakan bahwa terdapat enam kategori faktor
pribadi yang membedakan antara pemimpin dan pengikut yaitu
kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status dan situasi.
Namun demikian banyak studi yang menunjukkan bahwa faktor-faktor
yang membedakan antarapemimpin dan pengikut dalam satu studi tidak
konsisten dan tidak didukung dengan hasil-hasil studiyang lain.

15
Disamping itu watak pribadi bukanlah faktor yang dominan dalam
menentukan keberhasilan kinerja manajerial para pemimpin. Hingga
tahun 1950-an, lebih dari 100 studi yang telah dilakukan untuk untuk
mengindentifikasi watak atau sifat personal yang dibutuhkan oleh
pemimpin yang baik, dandari studi-studi tersebut dinyatakan bahwa
hubungan antara karakteristik, watak dengan efektifitas kepemimpinan,
walupun positif tetapi signifikasinya sangat rendah (Stogdill 1970).
Bukti-bukti yang ada menyarankan bahwa apabila kepemimpinan
didasarkan pada faktor situasi, maka pengaruh watak yang dimiliki oleh
para pemimpin mempunyai pengaruh yang tidak signifikan. Kegagalan
studi-studi tentang kepemimpinan pada periode awal ini yang tidak
berhasil meyakinkan adanya hubungan yang jelas antara watak pribadi
pemimpin dan kepemimpinan membuat para peneliti untuk mencari
faktor-faktor lain (selain faktor watak), seperti misalnya faktor situasi
yang diharapkan dapat secara jelas menerangkan perbedaan
karakteristik antara pemimpin dan pengikut.
2) Model Kepemimpinan Situasional
Model kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model
watak kepemimpinan dengan fokus utama faktor situasi sebagai variable
penentu kemampuan kepemimpinan.
Studi-studi kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi
karakteristik situasi atau keadaan sebagai faktor penentu utama yang
membuat seorang pemimpin berhasil melaksanakan tugas-tugas
organisasi secara efektif dan efisien. Dan juga model ini membahas
aspek kepemimpinan lebih berdasarkan fungsinya, bukan lagi hanya
berdasarkan watak kepribadian pemimpin.
Hencley (1973) menyatakan bahwa faktor situasi lebih menentukan
keberhasilan seorang pemimpin dibandingkan watak pribadinya,
menurut pendekatan kepemimpinan situasional ini seseorang bisa
dianggap sebagai pemimpin atau pengikut tergantung pada situasi atau
keadaan yang dihadapi.

16
Kajian model kepemimpinan situasional lebih menjelaskan
fenomena kepemimpinan dibandingkan dengan model terdahulu.
Namun demikian model ini masih dianggap belum memadai karena
model ini tidak dapat memprediksikan kecakapan kepemimpinan yang
mana yang lebih efektifdalam situasi tertentu.
3) Model Pemimpin Yang Efektif
Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang
tipe-tipe tingkah laku para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para
pemimpin dapat dikategorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur
kelembagaan dan konsiderasi.
Dimensi struktur kelembagaan menggambarkan sampai sejauh
mana pemimpin mendefinisikan dan menyusun interaksi kelompok
dalam rangka mencapai tujuan organisasi serta sejauh mana para
pemimpin mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kelompok mereka,
dimensi ini dikaitkan dengan usahapara pemimpin mencapai tujuan
organisasi.
Dimensi konsiderasi menggambarkan sampai sejauh mana tingkat
hubungan kerja antara pemimpin dan bawahannya, dan sampai sejauh
mana pemimpin memperhatikan kebutuhan social dan emosi bagi
bawahan, misalnya kebutuhan akan pengakuan, kepuasan kerja dan
penghargaan yang mempengaruhi kinerja mereka dalam organisasi.
Dimensi konsiderasi ini juga dikaitkan dengan adanya pendekatan
kepemimpinan yang mengutamakan komunikasi dua arah, partisipasi
dan hubungan manusiawi.
Halpin (1966) menyatakan bahwa secara ringkas model
kepemimpinan efektif ini mendukung anggapan bahwa pemimpin yang
efektif adalah pemimpin yang dapat menangani kedua aspeko rganisasi
dan manusia sekaligus dalam organisasinya.
4) Model Kepemimpinan Kontingensi
Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya pada
kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin, tingkah
lakunya dan variabel-variabel situasional. Model kepemimpinan

17
kontingensi memfokuskan perhatianyang pada aspek-aspek keterkaitan
antara kondisi/variable situasional dengan watakatau tingkah laku dan
criteria kinerja pemimpin (Hoy and Miskel 1987).
Walaupun model kepemimpinan kontingensi dianggap lebih
sempurna dibandingkan model-model sebelumnya dalam memahami
aspek kepemimpinan dalam organisasi, namun demikian model ini
belum dapat menghasilkan klarifikasi yang jelas tentang kombinasi
yang paling efektif antara karakteristik pribadi, tingkah laku pemimpin
dan variable situasional.
B. Model Kepemimpinan Masa Kini (sekarang)
1) Model Kepemimpinan Transaksional
Kepemimpinan transaksional adalah hubungan antara pemimpin
dan bawahan serta ditetapkan dengan jelas peran dan tugas-tugasnya.
Menurut Masi and Robert (2000), kepemimpinan transaksional
digambarkan sebagai mempertukarkan sesuatu yang berharga bagi yang
lain antara pemimpin dan bawahannya (ContingenRiward), intervensi
yang dilakukan oleh pemimpin dalam proses organisasional
dimaksudkan untuk mengendalikan dan memperbaiki kesalahan yang
melibatkan interaksi antara pemimpin dan bawahannya bersifat pro
aktif. Kepemimpinan transaksional aktif menekankan pemberian
penghargaan kepada bawahan untuk mencapai kinerja yang diharapkan.
Oleh karena itu secara pro aktif seorang pemimpin memerlukan
informasi untuk menentukan apa yang saat ini dibutuhkan bawahannya.
Berdasarkan dari uraian tersebut diatas, maka dapat dikatakan
bahwa prinsip utama dari kepemimpinan transaksional adalah
mengaitkan kebutuhan individu pada apa yang diinginkan pemimpin
untuk dicapai dengan apa penghargaan yang diinginkan oleh
bawahannya memungkinkan adanya peningkatan motivasi bawahan.
Steers (1996).
2) Model Kepemimpinan Transformasional
Teori ini mengacu pada kemampuan seorang pemimpin untuk
memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang individual

18
dan yang memiliki charisma. Dengan kata lain pemimpin
transformasional adalah pemimpin yang mampu memperhatikan
keprihatinan dan kebutuhan pengembangan diri pengikut untuk
mengeluarkan upaya ekstra untuk mencapai tujuan kelompok.
Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa
seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para
bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Disamping itu
pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada
penyelesaian tugas-tugas organisasi.
Untuk memotivasi agar bawahan melekukan tanggung jawab mereka,
para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada system
pemberian penghargaan dan hukuman pada bawahannya.
Hater dan Bass (1988) menyatakan bahwa pamimpin
transformasional merupakan pemimpin yang kharismatik dan
mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi
mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional juga harus
mempunyai kemampuan untuk menyamakan visimasa depan dengan
bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang
lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan.

2.4 Efektivitas Kepemimpinan Pendidikan


Efektivitas menurut kamus Induk Istilah Ilmiah berarti keadaan efektif,
keefektifan. Sedangkan pengertian dari efektif adalah melakukan sesuatu secara
benar atau menentukan tujuan secara tepat. Berdasarkan pandangan teori
kepemimpinan yang efektif, bahwa efektivitas dapat diukur melalui dua cara yaitu
(1) sebuah tindakan efektif bila mencapai tujuan khusus yang ditetapkan; (2)
menjadi efektif berarti melakukan kosentrasi ulang pada apa yang menjadi tugas
pokok yang seharusnya dilakukan suatu organisasi dan membuang tugas-tugas
sampingan yang tidak perlu.

Kepemimpinan pendidikan yang efektif lebih mendasarkan pada tugas yang


akhirnya akan menghasilkan penilaian positif terhadap keberhasilan kerja. itu,

19
kepemimpinan pendidikan yang efektif mendasarkan pada orang dan menempatkan
guru, staf administrasi dan siswa pada proporsinya maing-masing, Selain
berpengaruh pada efektivitas kerja lebih baik. Kepemimpinan pendidikan yang
efektif seharusnya mewujudkan orientasi pada tugas dan memandang guru, staf
administrasi, serta siswa merupakan bagian penentu keberhasilan pendidikan.

Sekolah efektif adalah sekolah yang fokus orientasinya untuk meningkatkan


mutu melalui pengelolaan. Perkembangan sekolah selalu dimonitor sehingga
membentuk informasi perkembangan mutu belajar. Sekolah efektif adalah sekolah
yang dapat menerapkan prinsip-prinsip sekolah efektif dalam meningkatkan mutu
proses sehingga berdampak pada peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai
prestasi akademik yang baik.

Secara garis besar kepemimpinan pendidikan dapat dikatakan efektif dengan


berdasarkan pada indikator-indikator yang telah ada. Namun, setidaknya, ada
beberapa segi yang perlu dilakukan antara lain menjalin hubungan dengan
masyarakat dan menumbuhkan komitmen personel pendidikan pada
pengembangan pendidikan. Masyarakat merupakan aset besar dalam rangka
mewujudkan tujuan pendidikan. Hendaknya jalinan sekolah dengan masyarakat
tidak sebatas pada hubungan rutinitas antara orang tua siswa dengan sekolah seperti
penentuan dana penunjang operasionalisasi pendidikan, tetapi lebih kepada jalinan
networking sehingga akan lebih menopang perkembangan pendidikan.

Sekolah efektif juga memiliki kepala sekolah dan guru yang efektif. Kepala
sekolah yang efektif bertindak sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan
orang-orang dan mendorong organisasi untuk berkembang sehingga meraih
keunggulan. Ia juga berperan sebagai manajer yang bertugas memastikan bahwa
pembelajaran berlangsung efektif, dan mengukur hasil yang dicapai untuk dijadikan
acuan bagi pebaikan-perbaikan mutu pada tahap selanjutnya. Guru yang efektif
adalah guru yang menguasai pengetahuan tentang materi pelajaran, pengetahuan
pedagogis secara teoritis dan praktis, pengetahuan kurikulum dan penerapannya,
pengetahuan tentang peserta didik dan karaketeristiknya, pengetahuan konteks
pendidikan, serta pengetahuan arah, tujuan, dan nilai pendidikan.

20
Menurut Sammons dan Hilman seperti dikutip Priansa dan Rismi Somad
bahwa sekolah yang efektif adalah yang memiliki prinsip kepemimpinan
profesional, fokus pada pengajaran dan pembelajaran, tujuan pengajaran yang kuat,
berbagi visi dan tujuan, memberikan ekspektasi terhadap pembelajar, akuntabilitas,
komunitas belajar, lingkungan pembelajaran yang mendorong dan mendukung.

21
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan untuk mendorong atau
mempengaruhi dalam lingkup penggerakan pelaksanaan pendidikan demi
tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Yang mana, dalam
kegiatannya pemimpin pendidikan mempunyai kekuasaan untuk mengarahkan,
mengkoordinir dan menggerakkan bawahannya sehubung dengan tugas-tugas yang
harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Fungsi kepemimpinan pendidikan menunjuk kepada berbagai aktivitas atau


tindakan yang dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah dalam upaya menggerakkan
guru-guru, karyawan, siswa dan anggota masyarakat agar mereka dapat
berpartisipasi atau berbuat sesuatu guna melaksanakan program-program
pendidikan di sekolah.

Beberapa teori tentang kepemimpinan yang diuraikan oleh kartini kartono


dalam bukunya “kepemimpinan pendidikan dan pembangunan karakter” yaitu
Teori Otokratis dan Pemimpin Otokratis, psikologis, sosiologis, suportif, laissez
faire kelakuan pribadi, teori Sifat Orang-Orang Besar (Traits Great Men), situasi
dan teori humanistik/populistik.

Model kepemimpinan menunjuk pada perilaku yang ditampilkan oleh


seorang pemimpin di hadapan orang orang yang di pimpin. Perilaku tersebut dapat
berkaitan dengan perilaku komunikasi, pengambilan keputusan dan perilaku
penggunakan power atau perilaku dalam mempengaruhi orang lain.

Kepemimpinan pendidikan yang efektif lebih mendasarkan pada tugas yang


akhirnya akan menghasilkan penilaian positif terhadap keberhasilan kerja. itu,
kepemimpinan pendidikan yang efektif mendasarkan pada orang dan menempatkan
guru, staf administrasi dan siswa pada proporsinya maing-masing, Selain
berpengaruh pada efektivitas kerja lebih baik. Kepemimpinan pendidikan yang

22
efektif seharusnya mewujudkan orientasi pada tugas dan memandang guru, staf
administrasi, serta siswa merupakan bagian penentu keberhasilan pendidikan.

3.2 SARAN
Berdasarkan pada uraian tersebut di atas, maka penulis mengemukakan saran-saran
sebagai berikut :

1. Hendaknya para pemimpin, khususnya pemimpin dalam bidang pendidikan


dalam melaksanakan aktivitas kepemimpinannya dalam mempengaruhi
para bawahannya berdasarkan pada kriteria-kriteria kepemimpinan yang
baik.
2. Dalam membuat suatu rencana atau manajemen pendidikan hendaknya para
pemimpin memahami keadaan atau kemampuan yang dimiliki oleh para
bawahannya, dan dalam pembagian pemberian tugas sesuai dengan
kemampuannya masing-masing.
3. Pemimpin hendaknya memahami betul akan tugasnya sebagai seorang
pemimpin.
4. Dalam melaksanakan akvititasnya baik pemimpin ataupun yang dipimpin
menjalin suatu hubungan kerjsama yang saling mendukung untuk
tercapainya tujuan organisasi atau instnasi.

23
DAFTAR PUSTAKA

Fathonah, I. (2013). Kepemimpinan Pendidikan. Diambil kembali dari e-


journal.metrouniv.ac.id:
http://ejournal.metrouniv.ac.id/index.php/tarbawiyah/article/download/349
/166/ kamis 1 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB
Haris, A. (2013). Buku Perkuliahan : Kepemimpinan Pendidikan. Diambil kembali
daristaffnew.uny.ac.id:
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132296019/penelitian/BUKU%20KEPE
MIMPINAN%20PENDIDIKAN_ALL.pdf Kamis, 1 Oktober 2020 pukul
20.50 WIB
Inten, W. D. (2014). Gaya Kepemimpinan. Diambil kembali dari
sitiumirohmah.blogspot.com:
https://sitiumirohmah.blogspot.com/2017/02/makalah-model-
kepemimpinan-pendidikan.html?m=1 kamis 1 Oktober 2020 pukul 19.45
WIB
Rohmah, S. U. (2017). Makalah Model Kepemimpinan Pendidikan. Diambil
kembali dari blogspot.com:
https://sitiumirohmah.blogspot.com/2017/02/makalah-model-
kepemimpinan-pendidikan.html?m=1 pada Kamis, 1 Oktober 2020 pukul
19.45 WIB
Saharuddin, N. (2018). Deskripsi Teori Efektivitas Implementasi Manajemen
Berbasis Madrasah. Diambil kembali dari digilib.iainkendari.ac.id:
http://digilib.iainkendari.ac.id/1302/3/BAB%20II.pdf Jumat 2 Oktober
2020 pukul 13.45 WIB
Syafar, D. (t.thn.). Teori Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan Islam.
Diambil kembali dari journal.iaingorontalo.ac.id:
https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/tjmpi/article/view/524/427
Jumat 2 Oktober 2020 pukul 14.45 WIB
Wahab, A. D. (2011). Kepemimpinan Pendidikan Dan Kecerdasan Spiritual.
Diambil kembali dari sitiumirohmah.blogspot.com:

24
https://sitiumirohmah.blogspot.com/2017/02/makalah-model-
kepemimpinan-pendidikan.html?m=1 kamis, 1Oktober 2020 pukul 19.45
WIB
Wihiy, S. (t.thn.). Makalah Kepemimpinan dalam Pendidikan dan Model
Kepemimpinan. Diambil kembali dari Academia.edu:
https://www.academia.edu/37518611/makalah_kepemimpinan_dalam_pen
didikan_dan_model_kepemimpinan Jumat 2 Oktober 2020 pukul 18.57
WIB
Yogi, M. (2014). Makalah Kepemimpinan Dalam Pendidikan. Diambil kembali
dari Slideshare.net: https://www.slideshare.net/Sugiessssss/kepemimpinan-
pendidikan-41274226?from_action=save Kamis 1 Oktober 2020 pukul
21.03 WIB

25