Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Evaluasi Program Pendidikan Akuntansi
Dosen Pengampu : Dian Normalitasari Purnama, M.Pd.

Disusun Oleh:

Muslihah 18803241004
Risma Wulansari 18803241005
Ika Wahyuningsih 18803241006
Listyowati 18803241023
Nila Rositasari 18803241050

PROGRAM STUDI S1-PENDIDIKAN AKUNTANSI


JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyusun makalah ini.

Makalah ini berupa pembahasan mengenai kesimpulan dan rekomendasi


evaluasi program pendidikan. Makalah ini disusun dalam rangka untuk memenuhi
tugas mata kuliah Evaluasi Program Pendidikan Akuntansi (EPPA), program
Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat bantuan dari
berbagai pihak dan masih sangat sederhana, oleh karena itu pada kesempatan ini
penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu dalam penulisan karya tulis ini dan semoga semua
amal baik mereka menjadikan pahala dihadapan Allah Swt. Untuk itu saran dan kritik
yang bersifat membangun sangat kami harapkan guna penyempurnaan.

Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini barmanfaat dan dapat memenuhi
tugas dalam menempuh mata kuliah Evaluasi Program Pendidikan Akuntansi (EPPA).

Hormat kami,

Kelompok
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pelaksanaan monitoring yang diselenggarakan dimaksudkan untuk melakukan
penilaian dan observasi antara peraturan yang telah ditetapkan, serta untuk
memastikan dan mengendalikan keserasian pelaksanaan program dan kegiatan dengan
perencanaan yang telah ditetapkan dalam rencana.
Melalui evaluasi, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efesiensi
dan efektiftas kinerja. Selain itu untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan program dan kegiatan. Proses evaluasi dilakukan untuk mengetahui
dengan pasti tingkat pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam
pelaksanaan rencana pembangunan untuk selanjutnya dijadikan masukan untuk
perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan selanjutnya.
Evaluasi program merupakan kegiatan yang berorientasi pada pengambilan
keputusan (decision oriented). Untuk dapat menentukan suatu kebijakan para
pengambil keputusan memerlukan masukan yang lengkap, jelas, rinci dan
operasional, berupa rekomendasi dari evaluator.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyusunan kesimpulan dan
rekomendasi dalam evaluasi program, dalam makalah ini akan membahas pengertian
kesimpulan, urgensi kesimpulan, poin penting dalam penyusunan kesimpulan, tips
penyusunan kesimpulan, contoh penerapan penyusunan kesimpulan dalam evaluasi
program, pengertian rekomendasi, urgensi rekomendasi, faktor dan tips penyusunan
rekomendasi, serta contoh penerapan penyusunan rekomendasi dalam evaluasi
program.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian kesimpulan?
2. Apa urgensi kesimpulan dalam evaluasi program?
3. Apa saja poin penting dalam penyusunan kesimpulan?
4. Bagaimana tips penyusunan kesimpulan?
5. Bagaimana contoh penerapan penyusunan kesimpulan dalam evaluasi program?
6. Apakah pengertian rekomendasi?
7. Apa urgensi rekomendasi dalam evaluasi program?
8. Apa saja faktor dan tips penyusunan rekomendasi?
9. Bagaimana contoh penerapan penyusunan rekomendasi evaluasi program?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian kesimpulan.
2. Untuk mengetahui urgensi kesimpulan dalam evaluasi program.
3. Untuk mengetahui poin penting dalam penyusunan kesimpulan.
4. Untuk mengetahui tips penyusunan kesimpulan.
5. Untuk mengetahui contoh penerapan penyusunan kesimpulan dalam evaluasi
program.
6. Untuk mengetahui pengertian rekomendasi.
7. Untuk mengetahui urgensi rekomendasi dalam evaluasi program..
8. Untuk mengetahui saja faktor dan tips penyusunan rekomendasi.
9. Untuk mengetahui contoh penerapan penyusunan rekomendasi evaluasi program.
BAB II

PEMBAHASAN

A. KESIMPULAN
Kesimpulan atau simpulan adalah sesuatu yang merupakan inti dari sederetan
informasi atau sajian yang menyatakan tentang status program yang sedang dievaluasi
(Arikunto dan Jabar, 2009:191). Dalam evaluasi program, simpulan diambil dari atau
dibuat berdasarkan hasil analisis data yang sudah disajikan dalam bentuk yang sudah
sistematis, ringkas dan jelas.
Simpulan berbentuk kalimat pernyataan kualitatif yang menunjukkan keadaan
atau sifat sesuatu sehingga di dalam gerak kegiatan program dengan cepat dapat
diketahui di mana posisi hasil kegiatan tersebut dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan rumusan pernyataan yang bersifat kualitatif ini diharapkan bahwa
di dalam kesimpulan tersebut tidak lagi mencantumkan angka-angka rasio, presentase,
lebih-lebih lagi masih dalam bentuk frekuensi.
Urgensi pencantuman kesimpulan dalam laporan evaluasi program dijelaskan
oleh Rusdiana (2017) bahwa kesimpulan merupakan ikhtisar, pendapat yang terakhir,
keputusan yang diperoleh berdasarkan metode induktif maupun deduktif. Evaluator
tidak dapat membuat rekomendasi apabila tidak ada informasi yang jelas, ringkas,
padat dan sistematis berdasarkan data yang andal dan dapat dipercaya. Jadi
kesimpulan harus ada karena berada dalam rangkaian proses, dan hal itu sangat
dibutuhkan bagi para pengambil keputusan untuk tindak lanjut dari kegiatan sebuah
program.

Di dalam karya tulis, kesimpulan adalah intisari dari suatu proses. Kesimpulan
dibuat sesudah proses penyajian data, namun sebenarnya sumber informasi untuk
kesimpulan ini juga dapat diambil dari tabel-tabel yang juga dijadikan dasar analisis
data. Bagaimanapun ketika evaluator menyajikan data, bukan hanya berdasarkan pada
analisis data, tetapi juga dari tabulasi data.

Dalam menyusun kesimpulan dan rekomendasi, terdapat tiga poin penting


sebagai berikut :
1. Evaluasi program dilakukan dalam rangka mengumpulkan informasi untuk
menentukan kelanjutan program yang dievaluasi.
2. Informasi yang dapat menunjukkan posisi program, yakni bagian manakah yang
sudah berhasil dan bagian manakah yang belum berhasil, merupakan kesimpulan
yang ditarik dari hasil evaluasi
3. Selanjutnya dari kesimpulan itulah dirumuskan rekomendasi yang disampaikan
kepada pengambil keputusan (decision maker)
Kesimpulan dalam laporan evaluasi adalah intisari dari suatu proses.Di dalam
suatu rangkaian proses, kesimpulan berada dibagian paling akhir(sebelum digunakan
untuk merumuskan rekomendasi) setelah melaluiproses awal yakni data mentah,
tabulasi, analisis data dan penyajian data.Alur proses kesimpulan dipaparkan oleh
Arikunto dan Jabar (2000:193)pada diagram berikut:

Berdasarkan gambar di atas maka dicermati alur pemrosesandata mentah sampai pada
rumusan rekomendasi, sebagai berikut:

1. Data mentah dari instrumen yang terkumpul diolah dalam proses tahapan pertama
yang tabulasi.
2. Hasil dari proses tabulasi berguna untuk tiga proses yang mengikutinyameskipun
tidak berurutan dengannya yaitu analisis data, penyajiandata dan membuat
kesimpulan.
3. Proses penyajian data mendapatkan sumber bahan dari tabulasi dananalisis data.
4. Kesimpulan dilakukan berdasarkan sumber bahan dari penyajiandata dan tabulasi
data.
5. Proses terakhir yaitu membuat rekomendasi, didasarkan atas sumberbahan dari
kesimpulan. Kaitan antara kesimpulan dan rekomendasi,atau dengan kata lain adalah
proses melanjutkan kesimpulan menjadirekomendasi ini di dalam proses evaluasi
program merupakan langkahyang paling penting dan menunjukkan seberapa tinggi
kemampuanevaluator dalam bertugas mengevaluasi program.
Oleh karena urgensinya proses dari kesimpulan dilanjutkan menjadi
rekomendasi tersebut maka kesimpulan sendiri merupakan sesuatu yang juga sangat
penting kedudukannya maupun isi rumusannya. Istilah populer yang banyak
digunakan dalam memuat isi rumusan kesimpulan yaitumenggigit, aktraktif dan
menantang, sehingga pembaca, terutama sekalipengambil keputusan dapat berpikir
dengan masalah tersebut dan dengansenang hati mengarahkan pusat perhatiannya
untuk melahirkan rekomendasi yang sifatnya positif tentang program yang dievaluasi.
Arikunto dan Jabar (2009:194) memberikan arahan untuk membuat kesimpulan
secara tepat dan bersifat menggigit yaitu rumusan kesimpulanharus singkat, jelas dan
ringkas. Rumusan tersebut tidak menggunakan angka-angka lagi, tetapi dimaknai
dengan kata-kata predikat seperti baik,berkualitas tinggi, cukup mengesankan, tidak
menarik dan sebagainyya,semuanya merupakan kata sifat atau keadaan yang
menunjukkan posisitertentu.
Tayibnapis (2000:172) memberikan tips dalam merumuskan simpulan dari
evaluasi program yang dilakukan sebagai berikut:
1. Apa kesimpulan umum tentang keefektifan program secara keseluruhan?Sampai
seberapa jauh kebenaran kesimpulan?
2. Apakah perlu ada penilaian terhadap beberapa aspek kebijaksanaanprogram?
3. Apakah ada hal-hal yang diperkirakan terjadi sebagai akibat program yang
dipertimbangkan untuk memperoleh gambaran yanglengkap tentang impact
program?
Berikut ini merupakan Ilustrasi mengenai kesimpulan dari program bantuan
operasional sekolah (BOS) di kecamatan X sebagai berikut (Ananda Rusydi, Rafida
Tien, & Candra Wijaya, 2017):
1. Ketercapaian tujuan program BOS.
Secara umum, tujuan dari program BOS ini sudah tercapai dengan baik, yaitu
masyarakat mendapatkan bantuan keringanan biaya pendidikan yang biasanya
dikenakan kepada mereka dalam bentuk biaya SPP atau uang sekolah, daftar
ulang di samping itu alokasi dana BOS juga diperuntukan untuk membayar honor
guru khususnya guru di sekolah swasta.
2. Sasaran program.
Sasaran program dana BOS diperuntukkan kepada seluruh siswa yang terdaftar
dan terverifikasi di sekolah masing-masing baik sekolah negeri maupun sekolah
swasta. Besarnya berdasarkan tingkatan sekolah yaitu besaran untuk siswa
sekolah dasar berbeda dengan siswa sekolah menengah pertama.
3. Ketercukupan dana program BOS.
Dana BOS yang disalurkan melalui sekolah-sekolah baru mencakup sebagian
kecil kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan
pembelajaran. Jika dikaitkan dengan besarnya dana yang harus ditanggung
masyarakat, maka program BOS ini baru mencakup sebagian kecil saja
kebutuhan biaya langsung pendidikan anak-anak mereka.
4. Efektivitas penggunaan dana BOS oleh sekolah.
Semua sekolah di kecamatan X telah memanfaatkan dan menggunakan dana BOS
yang berasal dari pemerintah dengan peruntukan yang telah ditetapkan dalam
petunjuk teknis pelaksanaan penggunaan dana BOS.
5. Sistem pengawasan.
Pengawasan yang dilakukan oleh internal sekolah melalui komite sekolah dan
pihak Dinas Pendidikan juga cukup efektif dalam membimbing dan mengawasi
jalannya pelaksanaan program BOS.
Berdasarkan kesimpulan spesifik di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan umum
dari program BOS yang dievaluasi, yaitu program BOS di kecamatan X tersebut
sudah cukup baik dilaksanakan, namun demikian besaran dana yang diterima belum
mampu mencukup kebutuhan sekolah, di sisi lain masyarakat terbantu dengan adanya
program BOS ini khususnya terkait dengan pembiayaan langsung biaya pendidikan
anak-anak mereka.
B. REKOMENDASI
1. Pengertian Rekomendasi
Rekomendasi berasal dari bahasa inggris yaitu recommendation yang
bermakna pujian atau pengajuan pendapat sebagai pujian atas kebaikannya. Dalam
konteks evaluasi program dapat dipahami bahwa rekomendasi berisikan pendapat
atau saran sehubungan dengan evaluasi terhadap program yang dilakukan.
Menurut Hiro Tugiman dikutip dari A. Rusdiana menyebutkan pengertian dari
rekomendasi adalah pendapat auditor yang telah dipertimbangkan mengenai
situasi tertentu dan mencerminkan pengetahuan penilaian dan merancang
memperbaiki kondisi dalam suatu temuan-temuan pengauditan.
Rekomendasi menggambarkan bentuk tindakan yang harus dipertimbangkan
oleh manajemen dalam melihat kondisi yang telah berlangsung atau memperbaiki
kelemahan sistem dan pengawasan ataupun keduanya. Rekomendasi harus bersifat
positif, spesifik, dan harus mengidentifikasi siapa yang akan melaksanakan.
Menurut Sukrisno Agoes prinsip yang harus diikuti agar diperoleh rekomendasi
yang efektif yaitu komprehensif, spesifik, disusun dengan baik, mudah
dilaksanakan, dan beralasan.
2. Urgensi Rekomendasi
Urgensi rekomendasi dalam laporan evaluasi program dipaparkan oleh
Arikunto dan Jabar (2009:195) yaitu sebagai upaya untuk memperoleh informasi
sehubungan dengan dijalankannya suatu kebijakan atau program. Hasil dari
evaluasi program diharapkan berupa saran-saran bagi dikeluarkannya kebijakan
lanjutan apabila sudah diperoleh informasi yang dikumpulkan oleh evaluator
program. Informasi yang terkumpul dan sudah dirumuskan menjadi kesimpulan,
agar menjadi jelas arah kebijakan yang harus dilakukan pengambil keputusan,
perlu diubah menjadi suatu rumusan rekomendasi. Dalam hal ini yang diberikan
kepada pengambil keputusan bukan sekedar saran-saran, tetapi dinyatakan
pernyataan yang cenderung memuji program atau bagian yang perlu diperbaikan
agar pengambil keputusan semakin berkeyakinan untuk menetapkan kebijakan
lanjutan.
Evaluator dapat membuat rekomendasi berdasarkan kriteria yang relevan
dengan pertanyaan evaluasi yaitu validitas-reliabilitas, dan objektivitas, evaluator
menilai data yang ditemukan signifikan atau tidak. Dari penilaian ini evaluator
membuat rekomendasi khusus untuk tindak lanjut. Rekomendasi dan alternatif
harus langsung berhubungan dengan tujuan evaluasi dan aspek-aspek program
yang dimintai pemakai terutama para pemegang keputusan dalam program.
Rekomendasi atau saran bukan berupa daftar keinginan, tetapi harus sesuai
dengan logika dari penilaian yang dibuat berdasarkan data. Rekomendasi harus
langsung mengarah kepada aspek-aspek khusus program atau atas tindakan
khusus namun cukup umum bagi pemegang keputusan untuk memutuskan sesuai
dengan situasi dan kondisi program

3. Faktor dan Tips Menyusun Rekomendasi


Menurut Hiro Tugiman, rekomendasi harus mempertimbangkan berbagai
macam faktor yaitu:
a) Memperbaiki kondisi yang ada atau menyelesaikan suatu masalah
b) Dapat ditindak lanjuti secara logis, praktis, dan reasonable
c) Bersifat korektif dan konstruktif
d) Solusi jangka pendek dan jangka panjang
e) Pelaksanaan dari proses evaluasi yang dijalankan secara benar
Selanjutnya Tayibnapis (2000:173) memberikan beberapa tips dalam
menyusun rekomendasi sebagai berikut:
a) Berdasarkan data khusus, apa saran-saran dan pilihan yang dapat diberikan
terhadap program? Apa kelebihan-kelebihan program dan aspek- aspek apa
saja yang perlu atau yang dapat dikembangkan dan diperbaiki?
b) Apakah tujuan evaluasi juga memberikan rekomendasi dan saran- saran
pilihan? Apakah pemakai ingin mengetahui efektivitas atau keefektifan
program atau apakah ingin juga mengetahui kelemahan- kelemahan program?
c) Perkiraan, hipotesis atau dugaan apa yang diberikan data? Apa rekomendasi
yang diberikan untuk program selanjutnya atau penelitian yang akan
dilakukan?
Berikut contoh ilustrasi mengenai rekomendasi dari program bantuan operasional
sekolah (BOS) di kecamatan X.
1. Rekomendasi untuk ketercapaian tujuan program BOS. Oleh karena
kesimpulannya berbunyi: secara umum, tujuan dari program BOS ini sudah
tercapai dengan baik, yaitu masyarakat mendapatkan bantuan keringanan biaya
pendidikan yang biasanya dikenakan kepada mereka dalam bentuk biaya SPP atau
uang sekolah, daftar ulang di samping itu alokasi dana BOS juga diperuntukan
untuk membayar honor guru khususnya guru di sekolah swasta. Maka
rekomendasi yang diberikan sebagai berikut: Beberapa aspek penunjang yang
belum tercapai dalam tujuan program perlu ditinjau ulang dan diselesaikan pada
kegiatan sejenis di masa yang akan datang. Program dana BOS ini ternyata cukup
signifikan membantu sekolah dan orang tua siswa dalam meringankan beban
biaya oleh karena itu perlu dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.
2. Rekomendasi untuk sasaran program. Oleh karena kesimpulannya berbunyi:
sasaran program dana BOS diperuntukkan kepada seluruh siswa yang terdaftar
dan terverifikasi di sekolah masing-masing baik sekolah negeri maupun sekolah
swasta. Besarnya berdasarkan tingkatan sekolah yaitu besaran untuk siswa sekolah
dasar berbeda dengan siswa sekolah menengah pertama. Maka rekomendasi yang
diberikan sebagai berikut: Sebaiknya sasaran program dana BOS pada nominal
jumlah yang diberikan kepada setiap siswa pada tahun berikutnya ditingkatkan
mengingat tingkat inflasi semakin tinggi.
3. Rekomendasi untuk ketercukupan dana program BOS. Oleh karena
kesimpulannya berbunyi: dana BOS yang disalurkan melalui sekolah-sekolah baru
mencakup sebagian kecil kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan
pendidikan dan pembelajaran. Jika dikaitkan dengan besarnya dana yang harus
ditanggung masyarakat, maka program BOS ini baru mencakup sebagian kecil
saja kebutuhan biaya langsung pendidikan anak-anak mereka. Maka rekomendasi
yang diberikan sebagai berikut: Perencanaan program dana BOS yang dilakukan
sebaiknya mengidentifikasi secara lengkap kebutuhan penyelenggaraan
pendidikan dan pembelajaran yang vital bagi sekolah dan juga pembiayaan yang
dikeluarkan oleh orang tua siswa, sehingga besaran dana yang dianggarkan benar-
benar mencerminkan kebutuhan sekolah dan kebutuhan orang tua.
4. Rekomendasi untuk efektivitas penggunaan dana BOS oleh sekolah. Oleh karena
kesimpulannya berbunyi: semua sekolah di kecamatan X telah memanfaatkan dan
menggunakan dana BOS yang berasal dari pemerintah dengan peruntukan yang
telah ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan BOS. Maka rekomendasi yang
diberikan sebagai berikut: Sistem pengelolaan yang selama ini dilakukan Dinas
Pendidikan, sebaiknya tetap digunakan untuk program yang akan datang, dengan
sedikit penyesuaian dan perbaikan/penambahan agar kualitas program menjadi
lebih baik. Sekolah perlu diberi bimbingan terkait dengan perencanaan
pembiayaan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan, atau instansi yang berwenang.
5. Rekomendasi untuk sistem pengawasan. Oleh karena kesimpulannya berbunyi:
pengawasan yang dilakukan oleh internal sekolah melalui komite sekolah dan
pihak Dinas Pendidikan juga cukup efektif dalam membimbing dan mengawasi
jalannya pelaksanaan program BOS. Maka rekomendasi yang diberikan sebagai
berikut: Sistem pengawasan yang sekarang ada sudah cukup baik dan dapat
digunakan untuk pengawasan program di masa yang akan datang, hanya perlu ada
beberapa penyesuaian agar sistem pengawasan yang diterapkan dapat merangsang
kreativitas sekolah dalam mengembangkan program penyelenggaraan pendidikan
dan pembelajaran.
Berdasarkan ilustrasi di atas maka pihak pengambil keputusan (decission maker)
dapat menentukan atau mengambil keputusan. Dalam hal ini terdapat empat
kemungkinan kebijakan atau keputusan yang diambil berdasarkan rekomendasi
tersebut yaitu:
1. Menghentikan program. Oleh karena dipandang bahwa program tersebut tidak
bermanfaat atau kurang bermanfaat atau tidak dapat terlaksana dengan baik dan
sesuai dengan harapan, atau terdapat berbagai kendala yang besar
menghambatnya dan berbagai alasan lainnya yang kuat, maka program
dihentikan.
2. Merevisi program. Oleh karena ada bagian-bagian yang kurang tepat dan sesuai
dengan harapan dalam hal ini terdapat kesalahan (tidaklah terlalu fatal) dan
memungkinkan untuk diperbaiki dengan memberikan pedoman yang lebih rinci
dan pengawasan yang lebih baik maka program dilanjutkan tetapi dilakukan
revisi terhadap bagian-bagian yang lemah tersebut.
3. Melanjutkan program. Oleh karena pelaksanaan program yang dilakukan
sebelumnya telah menunjukkan segala sesuatu yang sudah berjalan sesuai dengan
pedoman dan harapan dari stakeholder dan hasil atau dampak yang dari
pelaksanaan program memberikan hasil yang tepat guna dan tepat sasaran maka
program dilanjutkan pada tahun berikutnya.
4. Menyebarluaskan program. Oleh karena program tersebut berhasil dengan baik
pada satu wilayah tertentu di mana program diluncurkan maka sangatlah baik jika
dilaksanakan lagi di wilayah yang berbeda dan lebih luas lagi jangkauannya,
sehingga implementasi program dapat dimanfaatkan dan dirasakan masyarakat
lebih luas lagi.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulan merupakan inti dari sederetan informasi atau sajian yang menyatakan
tentang status program yang sedang dievaluasi, simpulan dibuat berdasarkan hasil
analisis data yang disajikan dalam bentuk sistematis, ringkas dan jelas sehingga dalam
kesimpulan tidak lagi mencantumkan angka-angka rasio, presentase, maupun
berbentuk frekuensi melainkan dalam bentuk pernyataan kualitatif.
Kesimpulan sendiri memiliki kedudukan yang penting, karena dari kesimpulan
akan dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Rekomendasi merupakan
gambaran tindakan yang harus dipertimbangkan oleh manajemen setelah melihat
kondisi yang telah berlangsung. Dalam penyusunan rekomendasi harus
mempertimbangkan berbagai macam faktor diantaranya memperbaiki kondisi yang
ada atau menyelesaikan suatu masalah, dapat ditindak lanjuti secara logis, praktis, dan
reasonable, bersifat korektif dan konstruktif, solusi jangka pendek dan jangka
panjang, serta pelaksanaan dari proses evaluasi yang dijalankan secara benar.

B. SARAN
Dalam penyusunan evaluasi program hendaknya selalu mencantumkan kesimpulan
setelah melakukan analisis data serta menyusun rekomendasi sebagai tindak lanjut
dari kesimpulan analisis data evaluasi program. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah
perbaikan program agar kedepannya menjadi lebih baik. Selain itu, bagi mahasiswa
disarankan untuk mengetahui bagaimana konsep penyusunan kesimpulan dan
rekomendasi sehingga menjadi bekal ketika melalukan penelitian evaluasi program.
DAFTAR PUSTAKA

Ananda, R., Rafida, T., & Wijaya, C. (2017). Pengantar Evaluasi Program Pendidikan.

A. Rusdiana, Manajemen Evaluasi Program Pendidikan, Konsep, Prinsip, dan Aplikasinya di


Sekolah/Madrasah, Bandung: Pustaka Setia, Cet-1, April 2017.

Arikunto, S., dan Jabar, C.S.A. (2009). Evaluasi Program Pendidikan. Pedoman Teoretis
Praktis Bagi Mahasiswa Dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.