Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM PROJEK

UJI PENENTUAN KARBOHIDRAT


Dosen Pengampu: Dr. Zainuddin Muchtar,M.Si

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 4
NAMA : 1. KHAIRAHMI (4213210003)
2. KHAIRUN NISA ARGIANTI (4213510010)
3. MEIDY CITRA PRATIWI (4213210011)
4. MEI ELISA L SIRAIT (4203510001)
5. MUHAMMAD REZA ( 4211210005)
6. MUHAMMAD SULTAN SAFRUDDIN (4213210030)
7. PEGGY ANANDA PUTRI ADI YUNITA ( 4212210001)
8. PHILBERTHA ( 4213210006)

PROGRAM STUDI S1 KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKADAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi hidup manusia. Pencernaan karbohidrat
dimulai dari mulut, kemudian berhenti sebentar di lambung dan dilanjutkan ke usus halus
kemudian diserap oleh dinding usus, masuk ke cairan limfa, kemudian ke pembuluh darah
kapiler dan dialirkan melalui vena porta ke hati dan sebagian pati yang tidak dicerna masuk
ke usus besar.
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia yang berfungsi
untuk menghasilkan energi bagi tubuh manusia. Karbohidrat secara garis besar
dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.
Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida dan oligosakarida. Karbohidrat
kompleks terdiri atas polisakarida dan polisakarida non pati (serat).
Jenis karbohidrat lain yaitu oligosakarida dan polisakarida disusun oleh unit-unit
monosakarida dan memiliki rumus umum yang berbeda. Amilum adalah polisakarida yang
merupakan bentuk simpanan pada sel-sel tumbuhan termasuk buah, sedang selulosa atau serat
kasar merupakan komponen struktural yang menyusun dinding sel tumbuhan. Anggota
polisakarida lain yaitu pektin mempunyai peranan dalam proses pelunakan buah yang sudah
matang.
Masyarakat umumnya memahami malnutrisi sebagai kondisi kekurangan karbohidrat,
proytein, lemak, vitamin dan mineral. Akan tetapi pemahaman malnutrisi juga mencakup
suatu kondisi kelebihan zat gizi seperti karbohidrat khususnya gyla. Malnutrisi juga berkaitan
dengan kurangnya konsumsi serat yang termasuk gula kompleks. Kelebihan konsumsi gula
sederhana akam mendorong metabolisme tubuh ke arah biosintesis lemak. Penimbunan
lemak dapat memberikan implikasi bagi kesehatan diantaranya adalah diabetes mellitus,
konstipasi, hipertensi, dan atheroselerosis.

B. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kandungan karbohidrat pada bahan makanan yang akan diujikan.
2. Untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi bahan makanan yang diuji kandungan
karbohidratnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Amilum
Amilum atau karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri atas unsur karbon
hydrogen dan oksigen. Secara umum amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air
(amilosa) dan 80% bagian yang tidak larut dalam air (amilosa). Amilum merupakan salah
satu bentuk dari karbohidrat yang merupakan bagian utama bahan makanan. Keberadaaan
amilum didalam bahan makanan dapat diuji dengan pemberian larutan yodium (betadin),
uji mollisch, uji tollens, uji fehling, dan uji seliwanoff. Namun pada uji kali ini yang
digunakan yaitu uji yodium (betanide). Larutan yodium atau betadin menyebabkan
amilum berubah warnanya menjadi biru tua. Jadi, bahan makanan yang mengandung
amilum jika ditetesi larutan yodium/betadin akan mengalami perubahan warna menjadi
biru keunguan atau biru kehitaman (hitam).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Alat Dan Bahan
• Alat:
1. Cup
2. Pipet tetes/Pipet minum
3. Batu penggiling
4. Piring dan Sendok
5. Betadine
• Bahan uji amilum:
Makanan Pokok:
1. Beras
2. Jagung
3. Ubi Jalar
4. Ubi Rambat
5. Pisang
Buah-Buahan:
1. Semangka
2. Jambu Biji
3. Pepaya
4. Nanas
5. Apel
Sayur-sayuran:
1. Bayam
2. Daun Ubi
3. Sawi
4. Daun Pepaya
5. Kol
B. Prosedur Penelitian
Uji Karbohidrat :
1. Siapkan bahan-bahan di dalam wadah
2. Tetesi bahan dengan betadine masing-masing 3-5 tetes
3. Lalu, ratakan betadine tersebut pada bahan dengan sendok
4. Diamkan minimal selama 5 menit
5. Kemudian perhatikan perubahan warna yang terjadi pada bahan. Apabila ada yang
berubah warna menjadi biru kehitaman maka bahan tersebut mengandung
karbohidrat dan begitu juga sebaliknya
6. Analisis hasil perubahan warna tersebut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Tabel Hasil Pengamatan
1. Tabel Pengujian Amilum
NO Bahan makanan Warna Pengujian
1. Beras Biru Kehitaman (+++)
2. Jagung Biru Kehitaman (+++)
3. Ubi Jalar Biru Kehitaman (+++)
4. Ubi Rambat Biru Kehitaman (+++)
5. Pisang Biru (+)

NO Buah-Buahan Warna Pengujian


1. Semangka Tidak Berubah (-)
2. Jambu Biji Tidak Berubah (-)
3. Pepaya Tidak Berubah (-)
4. Nanas Tidak Berubah (-)
5. Apel Tidak Berubah (-)

NO Sayur-sayuran Warna Pengujian


1. Bayam Tidak Berubah (-)
2. Daun Ubi Tidak Berubah (-)
3. Sawi Tidak Berubah (-)
4. Daun Pepaya Tidak Berubah (-)
5. Kol Tidak Berubah (-)

B. Pembahasan
• Betadin
Betadin digunakan untuk menguji bahan makanan mengandung karbohidrat (amilum)
atau tidak, karna betadin memiliki kandungan iodine yang dapat mendeteksi adanya
karbohidrat pada makanan tersebut. Bila makanan yang kita tetesi betadine berubah
menjadi biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin
hitam berarti makanan tersebut mengandung banyak kandungan karbohidratnya.
1. Makanan Pokok
a. Beras
Pada uji amilum bahan makanan nasi yang ditetesi dengan larutan yodium (betadin)
berubah warna menjadi biru kehitaman (+++). Hal itu merupakan bahwa beras
mengandung karbohidrat (amilum). Hasil uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

1.1 Warna pengujian pada beras


b. Jagung
Pada uji amilum bahan makanan jagung yang ditetesi dengan larutan yodium (betadin)
berubaha warna menjadi biru kehitaman (+++). Hal ini merupakan bahwa jagung
mengandung karbohidrat (amilum). Hasil uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

1.2 Warna pengujian pada jagung


c. Ubi Jalar
Pada uji amilum bahan makanan ubi jalar yang ditetesi dengan larutan yodium
(betadin) berubah warna menjadi biru kehitaman(+++). Hal ini merupakan bahwa ubi
jalar mengandung karbohidrat (amilum) disebabkan terjadinya perubahan berwarna
biru kehitaman. Hasil uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

1.3 Warna pengujian pada ubi jalar


d. Ubi Rambat
Pada uji amilum bahan makanan ubi rambat yang ditetesi dengan larutan yodium
(betadin) berubah warna menjadi biru kehitaman (+++). Hal ini merupakan bahwa ubi
rambat mengandung karbohidrat (amilum) disebabkan terjadinya perubahan berwarna
biru kehitaman. Hasil uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

1.4 Warna pengujian pada ubi rambat


e. Pisang
Pada uji amilum bahan makanan pisang yang ditetesi dengan larutan yodium (betadin)
berubah warna menjadi biru. Hal ini merupakan bahwa pisang mengandung
karbohidrat (amilum) disebabkan terjadinya perubahan berwarna biru kehitaman. Hasil
uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

1.5 Warna pengujian pada pisang

2. Buah-buahan
a. Semangka
Pada uji amilum buah-buahan yaitu semangka yang ditetesi dengan larutan yodium
(betadin) tidak berubah warna menjadi biru kehitaman atau tetap seperti warna
dasarnya. Hal itu merupakan bahwa semangka tidak mengandung karbohidrat
(amilum). Hasil uji coba dapatdilihat dalam gambar berikut:

2.1 Warna pengujian pada semangka


b. Jambu Biji
Pada uji amilum buah-buahan jambu biji yang ditetesi dengan larutan yodium
(betadin) tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal itu merupakan bahwa
jambu biji tidak mengandung karbohidrat (amilum). Hasil uji coba dapat dilihat pada
gambarberikut

:
2.2 Warna pengujian pada jambu biji
c. Pepaya
Pada uji amilum buah-buahan pepaya yang ditetesi dengan larutan yodium (betadin)
tidak berubah warna menjadi biru kehitaman . Hal ini merupakan bahwa pepaya tidak
mengandung karbohidrat (amilum) disebabkan tidak terjadinya perubahan berwarna
biru kehitaman. Hasil uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

2.3 Warna pengujian pada pepaya


d. Nanas
Pada uji amilum buah-buahan nenas yang ditetesi dengan larutan yodium (betadine)
tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal ini merupakan bahwa nenas tidak
mengandung karbohidrat (amilum) disebabkan tidak terjadinya perubahan berwarna
biru kehitaman. Hasil ujia coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

2.4 Warna pengujian pada nanas


e. Apel
Pada uji amilum buah-buahan apel yang ditetesi dengan larutan yodium (betadine) tidak
berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal ini merupakan bahwa apel tidak
mengandung karbohidrat (amilum), disebabkan tidak terjadinya perubahan berwarna
biru kehitaman. Hasil uji coba dapat dilihat dalam gambar berikut:

2.5 Warna pengujian pada apel

3. Sayur-sayuran
a. Bayam
Pada uji amilum sayur-sayuran bayam yang ditetesi dengan larutan yodium (betadine)
tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal itu merupakan bahwa bayam tidak
mengandung karbohidrat (amilum). Hasil uji coba dapat dilihat pada gambar berikut:

3.1 Warna pengujian pada bayam


b. Daun Ubi
Pada uji amilum sayur-sayuran daun ubi yang ditetesi dengan larutan yodium (betadine)
tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal ini menunjukkan bahwa daun ubi
tidak mengandung karbohidrat (amilum). Hasil uji coba dapat dilihat pada gambar
berikut:

3.2 Warna pengujian pada daun ubi


c. Sawi
Pada uji amilum sayur-sayuran sawi yang ditetesi dengan larutan yodium (betadine)
tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Hasil uji coba dapat dilihat pada gambar
berikut:

3.3 Warna pengujian pada sawi


d. Daun Pepaya
Pada uji amilum sayur-sayuran daun pepaya yang ditetesi dengan larutan yodium
(betadine) tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Maka dari itu, daun pepaya
bukan merupakan karbohidrat. Hasil uji coba dapat dilihat pada gambar berikut:

3.4 Warna pengujian pada daun pepaya


e. Kol
Pada uji amilum sayur-sayuran kol yang ditetesi dengan larutan yodium (betadine)
tidak berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal ini menunjukkan bahwa kol tidak
mengandung karbohidrat (amilum). Hasil uji coba dapat dilihat pada gambar beriku

3.5 Warna pengujian pada kol

Link video praktikum : https://youtu.be/W6cqfmaFUjw


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji coba karbohidrat dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada uji coba makanan yang ditetesi betadin warnanya berubah menjadi biru
kehitaman sampai hitam terbukti mengandung karboohidrat.
2. Pada seluruh hasil uji coba makanan ditemukan bahwa yang mengalami perubahan
warna biru kehitaman atau mengandung karbohidrat (amilum) adalah beras, jagung,
ubi jalar, ubi rambat, dan pisang. Sedangkan yang terbukti tidak mengandung
karbohidrat adalah semangka, jambu biji, pepaya, nanas, apel, bayam, daun ubi, sawi,
daun pepaya, dan kol.
B. Saran
1. Perlu adanya penilitian lanjut yang ingin menganalisis kandungan karbohidrat
(amilum) dari sampel bahan makanan yang di uji, dan diharapkan dilakukan di
laboratorium sehingga mendapatkan pemahaman serta kebenaran yang lebih valid.
DAFTAR PUSTAKA

Honestdocs.id. (2019, 22 Februari). Manfaat Buah Semangka, Kandungan Gizi, dan Efek
Samping. diakses pada (2020, 10 Juni). dari
https://www.honestdocs.id/manfaat-buah-semangka-kandungan-gizi-dan-efek-samping
Elzagheid, Mohamed. 2018. “Laboratory Activities to Introduce Carbohydrates Qualitative Analysis to
College Students.” World Journal of Chemical Education.
Sugiyarto, Rahayu Fitriningrum & Susilowati, Ari (2013). Analisis kandungan karbohidrat pada
berbagai tingkat kematangan buah karika (Carica pubescens) di Kejajar dan Sembungan,
Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Jurnal Bioteknologi 10 (1):6-14 eISSN: 2301-8658.
https://www.academia.edu/43326006/LAPORAN_PRAKTIKUM_BIOKIMIA_UJI_KARBOHIDRAT