Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN ANALISA SINTESA

STASE KEPERAWATAN DASAR PROFESI

DI SUSUN OLEH :
RURIANTO
113063C117027

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN
BANJARMASIN
2020-2021
LAPORAN ANALISA SINTESA

Initial Klien : Ny. H

Diagnosa Medis : Stroke infark + DM+Hepatitis

No RM : 423xxx

1. Diagnosa keperawatan : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan menelan. Adalah
suatu keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan tubuh. Memberikan nutrisi melalui Nasogastic Tube adalah
memberikan makanan dalam bentuk cair dan minuman melalui selang atau
pipa NGT kepada klien yang tidak mampu makan secara normal
(Purnomo, Setiyarni, & Effendy, 2016)
2. Tindakan yang dilakukan
Pemberian makanan melalui NGT
3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional
Prosedur tindakan keperawatan
Tujuan:
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh
Prosedur kerja
1. Memeriksa kembali program terapi medik
Rasional : Menghindari kesalahan pemberian tindakan kepada klien
2. Mencuci tangan
Rasional : Mencegah transmisi mikroorganisme
3. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada klien ataupun
keluarga klien
R: Mengikuti prosedur tindakan
4. Menyiapkan alat disamping tempat tidur klien
R: Mempermudah tindakan yang akan dilakukan
5. Mengkaji adanya alergi makanan, bising usus, masalah-masalah yang
berkaitan dengan pemberian makanan melalui NGT (muntah, diare,
konstipasi, distensi abdomen)
Rasional : Mencegah bahaya-bahaya yang mungkin terjadi
6. Menyiapkan makanan yang akan diberikan
Rasional: Untuk pemberian nutrisi yang akan disalurkan melalui selang
NGT
7. Menjaga privasi klien
Rasional: Menerapkan etika keperawatan
8. Membantu klien dalam memposisikan klien semi fowler atau menaikan
sedikit tempat tidur dibagian kepala klien
Rasional : Mempermudah tindakan untuk pemberian nutrisi
9. Mengecek penempatan NGT dengan aspirasi lambung
Rasional : Mengikuti prosedur tindakan
10. Mengkaji residu lambung
Rasional : Mencek keadaan lambung klien
11. Memberikan makanan via NGT
-klem selang dengan cara menekuk ujung selang dengan menggunakan
tangan yang tidak dominan, melepaskan kateter tip dari selang dengan
tangan non dominan, kemudian lepaskan pendorongnya dari kateter tip
-masukan makanan formula kedalam spuit dan suntikan lalu buka klem
masukan spuit kedalam selang dorong hingga makanan didalam spuit
habis lakukan sampai makanan yang ada habis.
-setelah makanan habis, bersihkan menggunakan air putih 60 ml
masukan kedalam selang lalu mengklem dan menutup selang NGT.
-Bersihkan spuit menggunakan air mineral yang bersih
Rasional: Mengikuti prosedur tindakan
12. Membantu klien keposisi semula atau posisi yang diingankan klien
Rasional: Mengikuti prosedur tindakan
13. Merapikan dan membersihkan alat
Rasional: Mengikuti prosedur tindakan
14. Mencuci tangan
Rasional : Mencegah transmisi mikroorganisme
15. Mengevaluasi respon klien
Rasional : Melihat keadaan klien
4. Analisa tindakan keperawatan
Tindakan ini memerlukan ketelitian dan keterampilan dari pemberi asuhan
(perawat) selama proses tindakan. Tindakan ini harus secara rutin
dilakukan mengingat keadaan klien mengalami gangguan menelan atau
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Tindakan memberikan
makanan melalui NGT dapat membantu pemenuhan nutrisi klien sehingga
klien tidak mengalami kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan
secara signifikan.
5. Resiko yang dapat terjadi
Penyumbatan selang, agar selang tidak tersumbat perawat atau keluarga
klien harus teratur membersihkan selang dengan menyemprotkan air
sedikitnya tiap 24 jam sekali. Dislokasi selang agar hal ini tidak terjadi
selang harus dilekatkan dengan baik diarea hidung dengan plester tampa
menimbulkan rasa sakit. Aspirasi agar tidak terjadi kecepatan aliran nutrisi
tidak boleh terlalu tinggi.
6. Hasil yang didapat dan maknanya
-Mempertahankan nutrisi, agar nutrisi klien dapat terpenuhi
-Memonitoring status nutrisi klien, agar mengetahui status keadaan klien
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi masalah/diagnosa tersebut (mandiri dan kolaborasi)
-Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien
8. Evaluasi tindakan
-Tidak ada keluhan mual muntah
-Kebutuhan nutrisi terpenuhi
-Tidak ada aspirasi
Daftar Pustaka

Alimun,Aziz, H.2006. pengantar Kebutuhan dasar manusia 1. Salemba

Medika.Jakarta

Herdam T.H,and Kamitsuru, S. (2018). NANDA Internasional Nursing

Diagnoses : Definition&Classificatio,2018-2020. Oxford: Wiley

Blackwell

Tim Pokja SDKI DPP PPNI,(2016),Standar diagnosis keperawatan

Indonesia( SDKI) Edisi 1,Jakarta,Persatuan Perawat Indonesia


LAPORAN ANALISA SINTESA

Initial klien : Tn.W


Diagnosa medis : Disrobasi
No RM : xxxxx

1. Diagnosa keperawatan: Nyeri Akut


Nyeri akut yaitu pengalaman sensori dan emosional yang tidak
menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang actual atau
potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa.
2. Tindakan yang dilakukan:
Pemberian obat oral
3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional :
Pengertian :
Pemberian obat oral adalah pemberian obat melalui mulut.
Tujuan :
a. Mencegah
b. Mengobati
c. Mengurangi rasa sakit sesuai efek terapi
Prinsip-prinsip Rasional
a.Cek instruksi dokter a. Agar tindakan tepat
b.Cuci tangan b. Mencegah transmisi
c.Siapkan obat oral mikroorganisme
d.Beri salam terapeutik
c. Untuk diberikan / diminumkan
e. Jelaskan tujuan tindakan yang
lakukan klien
f. Berikan kesempatan klien bertanya d. Membina hubungan saling
g. Berikan obat oral dan air putih percaya
kepada klien e. Agar klien mengetahui apa
h.Tanyakan perasaan klien tindakan yang dilakukan
i. Akhiri kegiatan dengan baik f. Untuk mengetahui apakah klien
j. Catat waktu pelaksanaan kegiatan,
sudah memahami pada
Catat respon klien, Paraf dan nama
perawat jaga pemberian obat oral ini
g. Agar klien bisa meminum
obatnya
h. Untuk mengetahui apa yang
dirasakan klien
i. Agar hubungan dengan klien
terjalin dengan baik
j. Sebagai bukti telah melakukan

4. Analisa Tindakan Keperawatan:


Dalam tindakan pemberian obat oral ini untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami klien
dimana obat ini diserap ketika melakukan perjalanan dari mulut, tenggorokan, ke sirkuasi
darah. Obat yang dikonsumsi dikirim melalui pembuluh darah khusus yang mengarah dari
saluran pencernaan ke hati, dimana obat di pecah. Kemudian dari hati, memasuki aliran
darah secara langsung.
5. Resiko yang dapat terjadi:
a. Iritasi pada saluran cerna
b. Alergi
c. Klien dapat tersedak
6. Hasil yang didapat dan maknanya :
Hasil yang didapat dari tindakan ini adalah beberapa menit setelah minum obat nyeri akut
berkurang yang maknanya pasien merasa lebih nyaman dan tenang.
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah/ diagnose tersebut. (mandiri dan kolaborasi) :
a. Monitor KU dan TTV
b. Catat intensitas nyeri
c. Kolaborasi dalam pemberian obat analgesic
d. Berikan posisi aman dan nyaman
8. Evaluasi tindakan
a. Tanda-tanda vital dalam batas normal
b. Nyeri pada pasien mulai berkurang
Daftar Pustaka

Alimul, Aziz, H. 2006. Pengantar kebutuhan dasar manusia 1. Salemba Medika.


Jakarta
Herdman T.H., and Kamitsuru, S. (2018). NANDA International
NuringDiagnoses :Definition&Classification, 2018-2020. Oxford: Wiley
Blackwell.
Rochimah, dkk. (2011). KeterampilanDasarPraktikKlinik. Jakarta : CV. Trans
Info Media
Tarwoto, Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan,
Jakarta: Salemba Medika.
LAPORAN ANALISA SINTESA

Initial klien : Tn.W


Diagnosa medis : Disrobasi
No RM : xxxx
1. Diagnosa keperawatan: Nyeri Akut
Nyeri akut yaitu pengalaman sensori dan emosional yang tidak
menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang actual atau
potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa.
2. Tindakan yang dilakukan:
Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital
3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional :
Pengertian :
Pemeriksaan tanda-tanda vital merupakan pemeriksaan dasar pada untuk
mendeteksi keadaan umum klien. Ada 4 komponen tanda vital yang harus
dipantau secara rutin yaitu tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan
suhu tubuh.
Tujuan :
a. Untuk mengetahui keadaan umum klien
b. Untuk mengetahui berapa tekanan darah klien
c. Untuk menilai frekuensi denyut nadi klien
d. Untuk menilai frekuensi pernapasan klien
e. Untuk mengetahui suhu tubuh klien
Prinsip-prinsip Rasional
a. Mempersiapkan alat-alat a. Untuk mempermudah dalam
b. Cuci tangan pemeriksaan
c. Salam terapeutik b. Mencegah transmisi organisme
d. Jaga privasi klien c. Menjalinkan hubungan saling
e. Atur posisi pasien untuk percaya
mengambil posisi yang nyaman d. Terjaganya privasi klien
f. Lakukan tindakan secara e. Posisi yang nyaman dapat
bergantian pengukuran suhu, menambah rasa rileks
pernapasan, nadi, dan tekanan f. Untuk mengetahui keadaan klien
darah g. Untuk mengetahui perasaan dan
g. Evaluasi hasil kegiatan respon klien
h. Akhiri kegiatan dengan baik h. Agar hubungan dengan klien
i. Catat waktu pelaksanaan kegiatan, terjalin dengan baik
Catat respon klien, Paraf dan i. Sebagai bukti telah melakukan
nama perawat jaga

4. Analisa Tindakan Keperawatan:


Dengan tindakan ini kita bisa mendapatkan hasil keadaan umum klien seperti
suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah klien.
5. Resiko yang dapat terjadi:
a. Pemasangan manset yang terlalu kencang dapat membuat klien tidak
nyaman dan tangan menjadi keram.
b. Dapat menyebabkan penularan infeksi/mikroorganisme
6. Hasil yang didapat dan maknanya :
TD : 120/80 x/menit
N : 80 x/menit
R : 20 x/menit
T : 36,8o C
Maknanya tanda-tanda vital klien dalam batas yang normal
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah/ diagnose tersebut. (mandiri dan kolaborasi) :
a. Atur posisi klien senyaman mungkin
b. Kolaborasi dalam pemberian obat
8. Evaluasi tindakan
a. Tanda-tanda vital klien dalam batas normal
b. Pasien tampak aman dan nyaman
Daftar Pustaka

Bulechek, M, et al. (2013). Nursing Intervention Classification (NIC). Fifth


Edition. Mosby Elsevier.
Herdman T.H., and Kamitsuru, S. (2018). NANDA International
NuringDiagnoses :Definition&Classification, 2018-2020. Oxford: Wiley
Blackwell.
Rochimah, dkk. (2011). KeterampilanDasarPraktikKlinik. Jakarta : CV. Trans
Info Media
Tarwoto, Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan,
Jakarta: Salemba Medika.

LAPORAN ANALISA SINTESA

Initial klien : Tn.W


Diagnosa medis : Dirobasi
No RM : xxxxxx

1. Diagnosa keperawatan: Ansietas


Ansietas adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar
disertai respons otonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak
diketahui oleh individu) ; perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi
terhadap bahaya. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang
memperingatkan individu akan adanya bahaya dan memampukan individu
untuk bertindak menghadapi bencana (Livana, Keliat, B. A., & Putri, Y. S.
(2016).
Ansietas adalah kondisi emosi dan pengalaman subyektif individu
terhadap objek yang tidak jelas dan sfesifik akibat antisipasi bahaya yang
memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman
(Livana, Keliat, B. A., & Putri, Y. S. 2016).
2. Tindakan yang dilakukan:
Teknik relaksasi nafas dalam
3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional :
Pengertian :
Relaksasi merupakan suatu tindakan untuk membebaskan mental maupun
fisik dari ketegangan dan stress sehingga dapat meningkatkan toleransi
terhadap nyeri (Andarmoyo, 2013)
Tujuan :
1. Memberikan rasa nyaman dan rileks pada klien
2. Dapat mengurangi intensitas nyeri
3. Serta dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigen
darah
Prosedur kerja:
1. Cuci tangan

Rasional: Mencegah transmisi mikroorganisme


2. Menyiapkan alat
Rasional: Mempermudah dalam melakukan tindakan
3. Memberikan salam terapeutik
Rasional: Membina hubungan saling percaya
4. Menjaga privasi klien
Rasional: Melindungi privasi klien
5. Identifikasi keinginan pasien untuk berpartisipasi dalam melakukan
teknik relaksasi napas dalam
Rasional: Tujuan akan tercapai jika pasien dapat berpartisipasi
6. Dorong pasien untuk mengambil posisi yang nyaman
Rasional: Posisi yang nyaman dapat menambah rasa rileks
7. Praktikkan dan dorong pasien untuk melakukan teknik relaksasi
dengan bernapas dalam
Rasional: Memahami penjelasan dan dilakukan dengan benar akan
memberikan efek yang baik
8. Setelah klien merasakan ketenangan, minta klien untuk melakukan
secara mandiri
Rasional: Melatih klien untuk mengontrol nyeri secara mandiri
9. Kolaborasi obat penenang jika terjadi kecemasan berlebihan
Rasional: Membantu meredakan ansietas
10. Evaluasi hasil kegiatan
Rasional: Untuk mengetahui perasaan dan respon klien
11. Akhiri kegiatan dengan baik
Rasional: Agar hubungan dengan klien terjalin dengan baik
4. Analisa Tindakan Keperawatan:
Tindakan ini memerlukan ketelitian dan keterampilan dari pemberi asuhan (perawat)
selama proses tindakan. Tindakan ini dapat mengetahui bagaimana kemampuan klien
mengikuti arahan yang diberikan. Harapanya setelah melakukan tindakan ini klien lebih
rileks nyeri berkurang.
5. Resiko yang dapat terjadi:
Pasien kurang memahami penjelasan perawat menyebabkan
ketidaksesuaian dalam mempraktikkan teknik relaksasi napas dalam. Cara
pencegahannya yaitu dengan mengevaluasi bagaimana pasien
mempraktikkan teknik relaksasi napas dalam
6. Hasil yang didapat dan maknanya :
Hasil yang didapat dari tindakan ini adalah ansietas berkurang dan klien merasakan
perasaannya sudah membaik yang maknanya pasien merasa lebih aman, nyaman dan
tenang.
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi masalah/ diagnose tersebut. (mandiri dan kolaborasi)
:
Kaji TTV
Ajak pasien untuk berbagi pengalaman yang dirasakan
Kolaborasi dalam pemberian obat
8. Evaluasi Tindakan
Tanda-tanda vital dalam batas normal
Rasa cemas pada pasien berkurang
Pasien tampak nyaman dan rileks
Daftar pustaka

Anda mungkin juga menyukai