Anda di halaman 1dari 9

MODUL I

DIODA,KARAKTERISTIK DAN APLIKASI

Ahmad Reza Syafei (11913004)


Asisten : Bagus Pratama (118130090)
Tanggal Percobaan: 20/09/2021
EL3102-Praktikum Rangkaian Elektrik II
Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera

Abstrak—Pada praktikum ke-1 ini kita akan


melakukan Rangkaian diode dan menentukan
karakteristik.Dioda sendiri terbuat dari bahan
semikonduktor yang biasanya berupa silikon.
Dioda berbahan dasar semikonduktor ini
biasanya digunakan pada tegangan yang tidak
terlalu tinggi sedangkan untuk tegangan tinggi
biasanya digunakan dioda. Dioda merupakan
komponen elektronika yang memiliki beragam
fungsi selain sebagai penyearah arus, dimana
sebagai penyerah ars dioda dapat digunakan di
dalam catu daya arus DC, mendeteksi
gelombang radio dan, pengaman rangkaian
listrik. Selain itu, dioda dapat juga digunakan
sebagai penstabil tegangan, pelipat tegangan,
penghasil cahaya, dan digunakan dalam solar
sel, dll. Dikarenakan banyaknya fungsi dioda
ini maka perlulah diketahui berupa
vcakan melakukan percobaan mengenai yang
karakteristik dasar dioda sehingga dapat
menggunakan beban pada bagian outputnya.
berfungsi sebagai hal hal yang telah Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
dipaparkan, dioda berguna sebagai pelipat 1. Memahami prinsip kerja dari transformator.
tegangan apabila dirangkan sebagai salah satu
2. Memahami dan menghitung nilai mutual
rangkaian listrik. Maka selanjutnya perlu
inductance pada transformator.
diketahui cara merangkai rangkaian dioda
3. Memahami dan menghitung nilai tegangan
tersebut. Untuk lebih memahami mengenai
,arus,daya
karakteristik diode maka dilakukan praktikum
ini.

Kata kunci: Dioda,Karakteristik dan energi pada sistem transformator


diode,Clipper Dan Clamper
2 LANDASAN TEORI
1. PENDAHULUAN

pada praktikum ke-1 ini, praktikan diminta A. Transformator dan Fungsinya


untuk membuat sebuah rangkaian dengan
menggunakan dioda. Dioda itu sendiri adalah
penyearah arus AC menjadi arus DC. Selain itu Transformator sering disingkat dengan nama
dioda juga berfungsi sebagai pengaman dari trafo yaitu alat yang yang dipakai untuk
beban induktif, misalnya solenoid, relay mengubah tegangan AC dari suatu tegangan ke
ataupun motor listrik. tengangan lainnya menjadi suatu harga yang
diinginkan.Transformator definisi lainnya
adalah perangkat listrik yang dirancang atas
dasar konsep kopling magnetik. Transformator kemampuan satu induktor untuk
menggunakan kumparan yang digabungkan menginduksi tegangan melintasi
secara magnets untuk mentransfer energi dari induktor tetangga ,diukur dalam
satu sirkuit ke sirkuit lain. Transformator henrys(H).
digunakan dalam sistem tenaga elektrik untuk
menaikkan atau menurunkan tegangan atau
arus. Mereka digunakan dalam peralatan
elektroik seperti penerima radio dan televisi.

Gambar Rangkaian Menurunkan Energi

Total energi yang tersimpan pad akumparan


ketika i1’dan i2 memiliki nilai yang tetap adalah

Persamaan ini didaat dair penurunan


berdasarkan asumsi bahwa kedua arus
Gambar skema
kumparan memasuki titik kedua terminal
transformator
B. Rangkaian Seri RLC
Ketika dua induktor atau kumparan
berada dalam jarak yang dekat satu sama
lain akan menimbulkan fluks magnetik
yang disebabkan oleh arus dalam satu
kumparan dengan kumparan yang lain
sehinga menyebabkan tegangan pad
akumparan yang terakhir. Penomena ini
biasa disebut sebagai induktansi timbal
balik atau induktansi bersama

Rangkaian Resonansi Seri

Dari hubungan Ztot=R+j(XL−XC)


terlihat bahwa pada waktu resonansi dimana XL
= XC maka Ztot = R merupakan Zminimum,
sehingga akan diperoleh arus yang maksimum.
Dalam keadaan ini rangkaian hanya bersifat
resistif sehingga fasa arus sama dengan fasa
Gambar Induktansi Bersama
tegangan yang terpasang.
Pada gambar diatas (asumsi induktor
Saat XL=XC terjadi, maka mengingat XL=ωL
kedua tidak terdapat arus) dapat kita lihat dan XC=1/ωCdapat diperoleh
bahwa fluks magnetik yang memancar
dari kumparan 1 terdapat terhubung
Disini ω0 atau f0 adalah frekuensi yang membuat
hanya dengna kumparan 1 dan yang lain
rangkaian bersifat resistif dan terjadi arus
terhubung dengan kedua kumparan,
maksimum atau tegangan maksimum pada R.
maka didapatkan rumus
Bila dilihat dari impedansi rangkaian Ztot, maka
pada f<fo rangkaian akan bersifat kapasitif dan
pada f>fo rangkaian akan bersifat induktif

Pada waktu resonansi seri, sangat mungkin


terjadi bahwa tegangan pada L atau pada C
M21 menjelaskan induktansi bersama
lebih besar dari tegangan sumbernya.
dari kumparan 2 terhadap kumparan 1
Pembesaran tegangan pada L atau pada C pada
,dan mutual inductansi adalah
saat resonansi ini didefinisikan sebagai faktor beban resistif atau resistor murni, faktor
kualitas Q. dayanya sangat baik yaitu satu, karena P=S,
artinya daya yang dihamburkan oleh beban
C. Rangkaian RLC paralel listrik (P) sebanding dengan arus yang
dibebankan padanya. Bila faktor dayanya buruk,
maka akan mengakibatkan arus beban
meningkat, dengan daya (P) yang sama.

Koreksi faktor daya atau perbaikan Cos pi


rendah, dapat dilakukan dengan memasang
kapasitor secara paralel pada bersamaan
Koreksi faktor daya atau perbaikan Cos pi
Gmbar.Rangkaian Resonansi Paralel
rendah, dapat dilakukan dengan memasang
kapasitor secara paralel pada bersamaan.

3. METODOLOGI
A.Pada percobaan 4 ini, alat dan bahan yang
digunakan yaitu : 1. Kapasitor 330 μμμμ 1 buah
2. Kapasitor 100 μμμμ 1 buah
3. Resistor 1k, 4k, 10k 1 buah
4. Transformator 1 A 1 buah
5. Osiloskop 1 buah
D. Daya
6. Generator Function 1 buah
Bila pada beban rangkaian listrik kita mengenal 7. LCR Meter 1 buah
Resistansi (R), reaktansi (X) dan impedansi (Z),
dalam pembahasan daya listrik kita mengenal 8. Multimeter Digital 1 buah
istilah daya nyata (P), daya reaktif (Q) dan daya
semu (S). Ketiga daya tersebut saling terkait
dan membentuk segitiga daya. B.Posedur percobaan
Daya nyata disebut juga dengan daya aktif.
Energi disipasi atau dihamburkan oleh beban a). Prosedur Transformator Tanpa Beban
disebut sebagai daya aktif. Daya aktif
dilambangkan dengan huruf P dan diukur dalam
satuan W (Watt).
Energi hanya terserap dan kembali ke Siapakan Transformator 1 A, Resistor,
sumbernya karena sifat beban yang reaktif Osiloskop dan Generator Sinyal
disebut sebagai daya reaktif. Daya
reaktdilambangkan dengan huruf Q dan diukur
dalam satuan VAR (Volt-Amps-reaktif).
Energi total dalam rangkaian arus bolak-balik,
baik dihamburkan, diserap ataupun yang Kalibrasi komponen yang akan digunakan
kembali diseut daya semu. Daya semu
dilambangkan dengan huruf S dan diukur dalam
satuan VA (Volt-Amps).
Rangkailah komponen sesuai dengan
Faktor Daya gambar/rangkaian di modul
Cos pi atau ditulis dengan Cos phi atau Cos ,
merupakan perbandingan daya nyata dengan
daya semu. Ingat rumus daya , maka . Istilah
lain cos phi adalah faktor daya (power factor, Siapkan generator sinyal probe
pf) dan tidak ada satuan untuknya. merah/positif/A terhubung secara
Nilai Cos pi atau faktor daya suatu beban terhadap resistor
rangkaian listrik berkisar antara nol hingga satu. dan disambungkan ke lilitan primer
Faktor daya tinggi dengan nilai mendekati satu
merupakan faktor daya yang bagus, sebaliknya
faktor daya rendah yang mendekati nol
merupakan faktor daya yang buruk. Untuk Untuk titik C dan D tetap dibiarkan
open/terbuka.

Masukkan nilai input (Vrms dan


frekuensi) serta gunakan nilai resistor
Tinjau bentuk sinyal Vout dan Vin
dengan osiloskop dan cari
perbandingan
sinyal.

Ulangi langkah percobaan 6-8


dengan menggunakan nilai tabel
no.2

Berikan analisis pada nilai


induktansi yang didapat dan analisa
bentuk gelombang
output pada gelombang Vin dan

b.) Prosedur Transformator Dengan


Beban (Seri).

Siapakan Transformator 1 A,
Resistor, Kapasitor, Osiloskop dan
Generator Sinyal

Kalibrasi komponen yang akan


digunakan

Rangkailah komponen sesuai


dengan gambar/rangkaian di modul

Siapkan generator sinyal probe


merah/positif/A terhubung secara
terhadap resistor
dan disambungkan ke lilitan primer
transformer. Untuk titik B/probe
hitam/negatif terhubung ke ground
dan lilitan primer transformer.

Untuk titik C dan D dihubungkan


secara seri dengan resistor dan
kapasitor

Hitunglah induktansi bersama (M)


pada kedua kumparan Masukkan nilai input (Vrms dan
frekuensi) serta gunakan nilai
resistor, kapasitor
pada tabel berikut
Untuk titik C dan D dihubungkan
secara pararel dengan resistor dan
Ukurlah nilai sesuai dengan
kapasitor
parameter berikut ini

Masukkan nilai input (Vrms dan


Hitung daya (P) dan energy (W) frekuensi) serta gunakan nilai
pada tiap-tiap beban resistor, kapasitor

Tinjau sinyal Vout dan Vin dengan


osiloskop Ukurlah nilai sesuai dengan
parameter berikut ini

Ulangi langkan 6-9 untuk no.2


Hitung daya (P) dan energy (W)
pada tiap-tiap beban
Analisis sinyal yang didapat dan
analisis daya serta energi yang
dihitung
Tinjau sinyal Vout dan Vin dengan
osiloskop
c.) Prosedur Transformator Dengan
Beban (Pararel).

Siapakan Transformator 1 A, Ulangi langkan 6-9 untuk no.2


Resistor, Kapasitor, Osiloskop dan
Generator Sinyal

Analisis sinyal yang didapat dan


Kalibrasi komponen yang akan analisis daya serta energi yang
digunakan dihitung
berdasarkan pengukuran

Rangkailah komponen sesuai Gambar 1 Percobaan transformator


dengan gambar/rangkaian di tanpa beban.
modul

Siapkan generator sinyal probe


merah/positif/A terhubung secara
terhadap resistor dan
disambungkan ke lilitan primer Gambar 2.Percobaan transformator
transformer. Untuk titik dengan beban seri.
B/probehitam/negatif terhubung
ke ground dan lilitan primer
transformer.
artinya pada rangkaiannya open circuit,
maka arus pada rangkaian sekunder sama
dengan nol (Iout = 0) atau arus yang dilalui
tidak ada arus yang keluar dan terbukti hasil
pengukuran bernilai 00.19 seharusnya nilai
yang keluar adalah 0 tapi disini outputnya
Gambar 3.Percobaan transformator masih ada keluar nilai akan tetapi nilai
dengan beban pararel. masih kurang dari 1 Karna Iout = dari hasil
ini kita percobaan yang didapatkan Iout<Iin
Yang berarti transformataor step-down. Jika
kita tinjau tegangan, tegangan input atau
tegangan di rangkaian primer (Vin) lebih
besar dari tegangan output akan tetapi pada
percoabaan kedua Vout lebih besar
daripada Vin ini mungkin diakibatkan
adanya perbedaan resistor yang lebih besar
dan Vrms yang lebih kecil dapat
mempengaruhi Vin dan Vout pada
percobaan kedua. Di tinjau dari sinyal Vout
dan Vin dengan menggunakan osiloskop
4. HASIL DAN ANALISIS pada saat tengangan Vrms sebesar 7.07
diperoleh sinyal gelombang sinussoidal
Dari praktikum yang telah kita lakukan dalam grafik dimana pada sinyal tersebut
maka didapat lah hsil dari pengukuran dari amplitudo Vout lebih besar dari amplitudo
pengukuran dan perhitugan sebagai Vin. sedangkan pada tegangan Vrms = 2.5
berikut : juga diperoleh sinyal gelombang sinusoidal
tetapi amplitudo pada Vout > Vin.
Percobaan transformator pertama
Percobaan Transformator Kedua beban
seri
(50Hz) Resistor Tegang Arus P (watt)
(Ω) an(Volt (mA)
)
Vsumber Vout Vin Iin
7.07 R1= 7.07 0.37 6.76 0.78 55.6 0.77 Vrms Kompon Teganga Arus(A) p W
1k 9 3 62 (50Hz) en n(volt)
x10- x10- Vsumber Vin Vout Iin Iout
3 3
2.5 R2= 2.5 12.5 1.82 0.32 8.23 0,16 7,07 R1= 7,07 6.76 0.30 0.78 0,00 11,3 0.01
4k x10- x10- x10- x10- 8 (para 1kΩ 4 2 336 4x1 743
3 3 3 3 x10 lel) R2= x10-3 0-22
1kΩ
C=3
Pada K1 = 0.3 30μF
M = 4.96988 7,07 R1= 7.07 6.76 0.37 0.78 0,00 1.05 4.93
Vrms = 7.07 dan R = 1 k (seri 1kΩ 6 2 7 28 77
) R2= x10-3 x10-4 x10-6
p = Vin x Vout 1kΩ
p =1.02x10-3 C=3
W=0.0431 30μF
2,5 R1= 2.5 4.31 13x 0.57 30 3.9x 0.01
(para 4kΩ 10-3 x 10- x10-3 10-4 49
Pada K2= 1 lel) R2= 3

M = 16.566 10k
Vrms = 7.07 dan R = 1 k Ω
C=1
p = Vin x Vout
00μF
p =1.02x10-3 2,5 R1= 2.5 4.31 4.6x 0,57 0.00 3.22 13,9
W=5,61 (seri 4kΩ 10-3 xz 7 x10-8 x10-
Analisis ) R2= 10-3 x10-3 22
10k
Transformator Tanpa Beban
Ω
Pada percobaan pertama ini kita C=1
mengunakan transformator yang dimana 00μF
pada rangkaian sekunder tidak diberi beban
berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik

Percobaan 2 -Pada rangkaian seri dan pararel memiliki


Lilitan Primer(Lp) = 8.403 H Lilitan perbedaan yang cukup jauh dari
Sekunnder(Ls)=32.66 H pengukuran d perhitungan
Pada K1 = 0.3
Pada K2= 1 - Ketika kumpran primer dialiri arus AC
Pin 1=0,0336 maka akan menimbulkan medan magnet
Pout1=0,002 sehingga mempengaruhi tegangan skunder
dan menghasilkan inuktansi bersama.
Pin2=0,0005
Pout2=0,007 - Tegangan pada rangkaian primer lebih
besar dari pada tegangan pada rangkaian
sekunder
Analisis
Transformator Dengan Beban Seri
- Rangkaian resonansi dsusun seri-pararel
Pada percobaan ini kita menggunakan
pada aplikasi filter mempunyai sifat
transformator dimana pada rangkaian Bandstop filter dan untuk resonansi disusun
sekunder diberi beban yairu resistor dan seri mempunyai sifat filter sebagai
capasitor.Pada percobaan ini kita akan
menggunakan rangkaian dengan -Mahasiswa dapat menggunakan alat
rangkaian Seri.Ditinjau pada tengan Vrms praktikum dengan baik.
= 7.07 ini Vin pada l dengan Vin pada seri
bernilai sama walaupun adanya perbedaan
rangkaian dalam merangkai. Bersamaan DAFTAR PUSTAKA
dengan Iin pada pararel dengan Iin pada
seri bernilai sama dengan arus masuknya.
Karena Tegangan masuknya sama pada Alexander, Charles K. and Matthew N. O. Sadiku,
pararel dan dengan seri berarti pada Fundamental of Electric Circuit 4th edition, McGraw- Hill,
tegangan keluarnya tiadak berbeda jauh New York, 2007
hasil yang diadaptkan.
Despa, Dekpride. Pengaturan Aliran Daya
Analisis Reaktif Dengan Transformator Regulasi
Trasformasi dengan beban pararel Jenis Pengatur Tegangan Pada Jaringan
oleh karena itu pada tegangan masuknya Sistem Tenaga Listrik.
sama. Pada Vrms yang bernilai 2.05 Sama Universitas lampung. Lampung
dengan Vrms yang bernilai 7.07
didapatkan hasil yang sama pada Viridi, Suparsoma dan Novitrian.
Tegangan masuknya pada rangkaian seri Induksi Em dan Hukum
dan pada rangkaian pararel Walaupun FaradayRangkaian Arus Bolak Balik. ITB.
terdapat perbeddan yang sngat signifikan Bandun
yang terjadi pada Tegangan keluar yang
adanya perbedaan ranggkaian resistor pada LAMPIRAN
seri dan pararel yang mana resisitor ini
bernilai 4k. Pada arus Masuk juga terdapat
Jmlah yang sama pada Iin dalam
rangkaian seri dan rangkaian pararel.
Dikarenakan pada tegangan menglami
perbedaan didapatkan juga perbedaan
yang signifikan dalam Iout yang
dihasilkan.

V.KESIMPULAN
-Transformator adalah suatu alat listrik
yang dapat memindahkan dan mengubah
energi listrik dari satu atau lebih rangkaian
listrik ke rangkaian listrik yang lain,
melalui suatu gandengan magnet dan
Pada frekuensi yang menyebabkan
tegangan Vo maksimum dan atau
minimum lokal tersebut, dicatat
besarnya tegangan induktor (VAB) dan
lokal. Dicatat nilai tegangan Vo kapasitor (VBO).
maksimum dan atau minimum tersebut.

Dilakukan analisis mengenai


karakteristik rangkaian saat terjadi
Pada frekuensi yang menyebabkan
resonansi dan disampaikan pada
tegangan Vo maksimum dan atau
laporan.
minimum lokal tersebut, dicatat
besarnya tegangan induktor (VAB) dan
kapasitor (VBO).

Dilakukan analisis mengenai


karakteristik
minimum lokal. Dicatat nilai tegangan Vo
maksimum dan atau minimum tersebut.
1