Anda di halaman 1dari 6

MODUL I

Ahmad Reza Syafei [119130044]


Asisten: Andreas Luhut Samuel Simanjuntak [11813082]
Tanggal Percobaan: 25/09/2021 EL-3109- Praktikum Sistem Komunikasi
Laboratorium Teknik Elektro - Institut Teknologi Sumatera

1. DASAR TEORI
Modulasi amplitude merupakan proses modulasi dimana amplituda sinyal carrier akan berubah-
ubah sesuai dengan sinyal informasi. Modulasi amplitude terdapat tiga jenis: AM DSB SC, AM
SSB, AM DSB FC. Salah satu aspek dasar penting dalam sistem komunikasi radio iniadalah
Modulasi, yaitu cara dimana informasi tersebut ditumpangkan padagelombang radio yang berfungsi
sebagai pembawanya. Gelombang Pembawabiasanya berbentuk gelombang sinus yang berfrekuensi
tinggi. Tiga parameterpenting pada suatu gelombang sinus diantaranya adalah Amplitudo,
Frekuensidan Fasa. Parameter-parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengansinyal
informasinya sehingga membentuk sinyal yang termodulasi[1].Modulasi dapat didefinisikan suatu
proses pengubah parameter-parameter tertentu seperti amplitudo, frekuensi atau fasa dari
gelombangpembawa oleh sinyal informasi. Dimana Informasi yang berada di wilayah Aakan
ditransmisikan ke wilayah B. Informasi tersebut pertama-tama diubahmenjadi bentuk sinyal
informasi dan ditransmisikan melalui sinyal pembawa

1.1 Setelah tiba diwilayah B, sinyal informasi tersebut harus diubah lagi ke dalam bentukinformasi awal, dengan
melakukan proses demodulasi dengan menggunakanalat demodulator(peralatan untuk memperoleh informasi awal dan
kebalikandari proses modulasi). Perlu diingat bahwa informasi ditransmisikan darifrekuensi rendah ke frekuensi tinggi.
Semakin tinggi frekuensinya makasemakin jauh jangkauan antarnya (bandwidth).

1.2 EXPERIMENT A : SIMULASI AM – MODULATION DENGAN PROTEUS

Percobaan  V1  V2

Frekuensi  Amplitude  Frekuensi  Amplitud


e

2  10Khz  5  2Khz  3

3  10Khz  5  500Hz  10

1.3 EXPERIMENT B : AM – DEMODULATION DENGAN PROTEUS

Percobaan  C1  M
I

1  0.001uf  0.8

2  0.1uf  0.8

3  0.01uf  1

2. HASIL DAN ANALISIS

2.1 HASIL

EKSPERIMEN 1
A.Hasil gambar sinyal dari AM
B.Hasil gabar sinya dari PR nya

C.Hasil Gambar sinyal dari imputan table dengan frekuensi 2kHz dan Amplitude 3

D.Hasil Gambar sinyal dari imputan table dengan frekuensi 500Hz dan Amplitude 10

2.2 EKSPERIMEN 2

A. Hasil gambar dari sinyal yang sudah di single kan

B.Hasil gambar dari sinyal yang di cari PR nya


C.Gambar sinyal dengan memasukan nilai yang ada di table dalam percobaan 1

D.Gambar sinyal dengan memasukan nilai yang ada di table percobaan 2


ANALISIS
Pada praktikum sistem komunikasi modul I percobaan pertama ini praktikan
mempelajari tentang Amplitudo Modulation (AM) dan Demodulasi dimana AM
merupakan salah satu dari jenis – jenis modulasi, dimana pada proses setiap proses
modulasi membutuhkan sinyal informasi dan sinyal pembawa atau sinyal carrier. Sinyal
informasi iitu nantinya akan ditumpangkan ke sinyal cerrier atau sinyal pembawa hingga
termodulasi, setelah sinyal sampai ke receiver atau penerima sinyal tersebut dapat
dikonversikan kembali ke bentuk asalnya, hal ini biasa disebut demodulasi. Pada
percobaan pertama yaitu Amplitudo Modulation (AM) yang menjadi parameter tetap
merupakan Amplitudo sinyal atau tinggi dari gelombang sinyal tersebut. Amplitudo sinyal
carrier akan berubah-ubah sesuai dengan sinyal informasi yang diberikan oleh amplitude
transmiter. Praktikan menggunakan frekuensi yang sama yaitu 10KHZ,, berbeda dengan
besaran frekuensi yang digunakan, dalam percobaan ini amplitudo yang digunakan
adalah 3 dan 10 yang nantinya kedua parameter tersebut dapat diatur.

Dari hasil data yang diperoleh dapat dilihat bahwa semakin besar. Melalui percobaan
pertama dapat disimpulkan bahwa Amplitudo Modulation hanya membutuhkan lebar
jalur yang kecil dengan sistem yang sederhana, amplitude menjadi parameter utama pada
percobaan ini sehingga ketika parameter amplitude diubah maka Indeks modulasi akan
berubah mengikuti besar amplitude yang diberikan. Perbandingan diantara keduanya
berbanding lurus, semakin besar amplitude yang diberikan maka semakin besar pulanila
indeks modulasinya, dan ketika nilai modulasi yang diberikan semakin kecil maka nilai
indeks modulasi akan menurun.

Kemudian pada percobaan kedua yaitu Demodulasi frekuensi sinyal pembawa diubah –
ubah sehingga besarnya sebanding dengan amplitude sinyal pemodulasi, semakin besar
sinyal pemodulasi, maka semakin besar pula frekuensi sinyal termodulasi. Pada
percobaan ini praktikan menggunakan kapasitor dan MI sesuai dengan yang di table yaitu
pada percobaan 1 kapasitor bernilai 0,001 mikro farad dan MI 0,8 sedangan pada
percobaan ke 2 kapasitor yang digunakan bernilai 0,1 miro farad dan MI 0,8.Lalu pada
percobaan ke-3 nilai kapasitor yaitu 0,01 mikro farad dan nilai MI adalah 1.

Dari percobaan ke-2 ini dilakuakan di dapatkan bahwa gelombang setiap yang di hasilkan
sangat berbeda hal ini dikarenakan faktor nilai yang berbeda.

3. Kesimpulan

1.Nilai amplitudo pada Amplitudo demodulation mempengaruhi indeks modulasi.

2.Besar frekuensi yang diberikan sinyal pemodulasi berbanding lurus dengan sinyal
termodulasi.

3.Pada Frekuensi Modulation (FM) lebih tahan terhadap noise sehingga menghasilkan
sinyal yang lebih baik

4.Praktikan dapat mengetahui sinyal dari setiap inputan yang di masukan

5.Pratiakan dapat memahami materi dengan baik


DAFTAR PUSTAKA

[1]. M. S. Wiryawan, Y. S. Rohmah and A. D. Pambudi, "PERANCANGAN SIMULATOR


MODULASI DAN DEMODULASI AM MENGGUNAKAN LABVIEW," Modulation, vol. 1, p.
1360, 2015.

[2]. P. Kardiawarman, "TEKNIK MODULASI AMPLITUDO (AM) DAN MODULASI FREKUENSI (FM),"
[Online]. Available: http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/19590527198 5031-
KARDIAWARMAN/STS-P3G-AM_dan_FM.pdf. [Accessed 2019 Maret 13].

[3]. Anonim, "Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation, FM)," 8 Januari 2019. [Online].
Available: http://elektronika-dasar.web.id/modulasifrekuensi-frequency-modulation-fm/.

LAMPIRAN

Link video: https://youtu.be/TMvNh4vt4mg