Anda di halaman 1dari 93

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III

SEPASANG FILSUF BERBAGI

Oleh :
FITA YULIANTI, S.Pd.
NIP. 19850514 202012 2 001
NDH: 36

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR


BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN
LATIHAN DASAR CPNS 2021
ANGKATAN XV

TAHUN 2021

i
LEMBAR PERSETUJUAN

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN XV


PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR BEKERJASAMA
DENGAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI
SULAWESI SELATAN

Nama : FITA YULIANTI, S.Pd.


NIP : 19850514 202012 2 001
Unit Kerja : UPT SDI Kembangmiati No. 134 Kepulauan Selayar
Jabatan : Ahli Pertama – Guru Kelas
Judul Aktualisasi : Sepasang Filsuf Berbagi

Disetujui untuk Diseminarkan pada Seminar Hasil Aktualisasi Pelatihan Dasar


Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan XV
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar

Makassar, 4 Agustus 2021

Menyetujui,

Coach, Mentor,

Dr. SETIAWAN ASWAD, M.Dev.PLG.PH.d ANDI HAIDIR HIDAYAT, S.Pd.


NIP. 19730825 199203 1 002 NIP. 19850703 200903 1 001

Mengetahui,

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia


Kabupaten Kepulaun Selayar,

Drs. MUHTAR, MM.


Pangkat : Pembina Utama Muda
NIP: 19680104 199603 1 001

ii
LEMBAR PENGESAHAN

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN XV


PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR BEKERJA SAMA
DENGAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI
SULAWESI SELATAN

Nama : FITA YULIANTI, S.Pd.


NIP : 19850514 202012 2 001
Unit Kerja : UPT SDI Kembangmiati No. 134 Kepulauan Selayar
Jabatan : Ahli Pertama – Guru Kelas
Judul Aktualisasi : Sepasang Filsuf Berbagi

Telah Diseminarkan pada Seminar Hasil Aktualisasi


Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan XV
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar

Makassar, 4 Agustus 2021

Menyetujui,

Coach, Penguji,

Dr. SETIAWAN ASWAD, M.Dev.PLG.PH.d Hj. ANDI JERNIATI, S.IP., M.H


NIP. 19730825 199203 1 002 NIP. 19680614 199603 2 006

Mengetahui,

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia


Provinsi Sulawesi Selatan

Drs.H. ASRI SAHRUN SAID


Pangkat : Pembina Utama Madya
NIP: 19671203 199403 1 009

iii
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan nikmat dan karunia-Nya berupa kesehatan dan kesempatan sehingga

penulis dapat menyelesaikan dengan baik Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar

ANEKA Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai salah satu syarat kelulusan

Latihan dasar Prajabatan CPNS Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2021.

Dalam melaksanakan dan menyelesaikan Laporan Kegiatan Aktualisasi ini,

penulis banyak mendapatkan bimbingan, bantuan, dan dukungan dari banyak pihak

sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini pula penulis ingin

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Drs.H. ASRI SAHRUN SAID, Selaku kepala BPSDM Kota Makassar,

atas segala motivasi, dukungan, dan bimbingannya.

2. Bapak Dr. SETIAWAN ASWAD, M.Dev.PLG. selaku coach yang telah

memberikan masukan, bimbingan, dan arahan dalam penyusunan laporan

aktualisasi ini.

3. Bapak MUHAMMAD SAID, S.Pd.M.M. selaku Kepala Sekolah UPT SDN

Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar atas izin serta arahan yang diberikan

selama pelaksanaan kegiatan aktualisasi.

4. Bapak ANDI HAIDIR HIDAYAT, S.Pd. selaku mentor yang telah banyak

meluangkan waktu memberikan bimbingan kepada penulis selama kegiatan

aktualisasi.

iv
5. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan materi dan membimbing dalam

pelaksanaan Diklat Latsar CPNS Angkatan XV Tahun 2021.

6. Panitia pelaksana Latihan Dasar Prajabatan CPNS Pemerintah Kabupaten

Kepulauan Selayar Tahun 2021.

Penulis menyadari bahwa laporan aktualiasi ini masih terdapat kekurangan. Oleh

karena itu, penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak yang

sifatnya membangun demi perbaikan laporan aktualisasi ini.

Semoga Allah SWT berkenan meridhoi segala apa yang telah kita lakukan dan

semoga laporan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Selayar, 26 Juli 2021


Penulis,

Fita Yulianti, S.Pd.


NIP: 19850514 202012 2 001

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i

LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... iii

KATA PENGANTAR .............................................................................. iv

DAFTAR ISI ............................................................................................ vi

DAFTAR TABEL .................................................................................... viii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................. ix

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ x

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................. 1

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi ......................................... 4

C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ......................................... 7

BAB II GAMBARAN UMUM UNIT KERJA

A. Gambaran Umum Organisasi ............................................. 8

B. Visi dan Misi UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar

........................................................................................... 9

C. Struktur Organisasi ............................................................ 11

D. Tugas dan Fungsi Organisasi ............................................ 12

E. Nilai-Nilai Dasar ASN ........................................................ 13

F. Peran dan Kedudukan ASN ............................................... 20

vi
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi isu .................................................................... 22

B. Deskripsi Isu ...................................................................... 22

C. Teknik Analisis Isu ............................................................ 23

D. Matrix Rancangan ............................................................. 25

E. Rancangan Kegiatan .......................................................... 26

BAB IV CAPAIAN HASIL AKTUALISASI DAN ANALISIS DAMPAK

A. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ...................................... 42

B. Deskripsi Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar

Profesi ASN........................................................................ 45

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................ 80

B. Saran ................................................................................. 81

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 82

LAMPIRAN

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Bobot Penetapan Kriteria Kualiatas Isu APKL dan USG ........... 23

Tabel 3.2 Analisis Isu dengan teknik APKL ............................................... 24

Tabel 3.3 Analisis Kriteria Isu dengan Alat Analisis USG .......................... 24

Tabel 3.4 Matrix Rancangan Aktualisasi .................................................... 25

Tabel 3.5 Langkah-langkah kegiatan Aktualisasi ........................................ 28

Tabel 3.6 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ....................................................... 41

Tabel 4.1 Tabel Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ...................................... 42

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Peta Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng ............. 8

Gambar 4.1 Konsultasi dan Permintaan Izin Persetujuan dengan Kepala Sekolah
Mengenai Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ........................ 48

Gambar 4.2 Konsultasi dengan Mentor .................................................... 52

Gambar 4.3 Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


............................................................................................. 56

Gambar 4.4 Proses Pembuatan Alat Peraga/Media Pembelajaran, dan Lembar


Kerja Siswa (LKS) ................................................................ 60

Gambar 4.5 Proses Pelaksanaan Pre Test ................................................. 63

Gambar 4.6 Proses Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metode “Sepasang


Filsuf Berbagi” ..................................................................... 72

Gambar 4.7 Proses Pelaksanaan Post Test ............................................... 75

Gambar 4.8 Proses Penyusunan dan Pelaporan Kegiatan Aktualisasil ..... 79

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran: Dokumen/ Surat-Surat Kegiatan Aktualisasi

x
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah istilah untuk kelompok profesi

bagi pegawai-pegawai yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN

terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan

Perjanjian Kerja (PPPK) yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian

dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas

negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Seorang ASN sangat dihormati dan di teladani di masyarakat sekitar.

Oleh Karena itu, seorang ASN harus mampu mencerminkan sikap dan

perilaku yang dapat dijadikan teladan dan contoh bagi masyarakat sekitarnya.

Sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu, akuntabilitas, nasionalisme, etika

publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA).

Dalam rangka mewujudkan Pegawai ASN yang memiliki nilai dasar

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti

Korupsi (ANEKA) sebagai bekal dalam menjalankan fungsinya, maka

diadakan suatu Pelatihan Dasar Calon PNS. Hal ini termuat dalam Peraturan

LAN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri

Sipil bahwa Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam

Masa Prajabatan Yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun

integritas ASN.

1
Pelatihan dasar CPNS Golongan III yang diselenggarakan oleh

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bekerjasama dengan BKPSDM

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan bentuk nyata internalisasi nilai-nilai

moral untuk menyiapkan PNS yang berintegritas, profesional, visioner serta

berkompetensi yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut di tempat

kerja sehingga tercipta suatu lingkungan yang kondusif dan bardaya saing

tinggi.

Penulis adalah CPNS yang bertugas sebagai guru yang akan

melaksanakan kegiatan aktualisasi di UPT SDN Benteng Utara No. 59

Kepulauan Selayar. Berdasarkan data awal hasil koordinasi bersama kepala

sekolah dan guru-guru di UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar

ditemukan isu yang sangat sentral yakni: hasil belajar siswa mengalami

penurunan yang sangat signifikan khususnya selama masa pandemi Covid 19.

Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran tidak berjalan secara optimal.

Semenjak pemerintah mengumumkan darurat Covid-19 dan

menginstruksikan untuk sementara waktu penyelenggaraan proses

pembelajaran dilaksanakan dari rumah dengan metode daring dan luring.

Namun, kedua metode ini membuat guru dan siswa mengalami kewalahan

dalam melakukan proses pembelajaran. Guru merasa kesulitan dalam

mengajar dan membimbing siswa karena waktu yang digunakan sangat

terbatas. Beberapa siswa kadang absen mengikuti pembelajaran daring dan

luring disebabkan karena terkendala alat komunikasi dan masalah jaringan

jika pembelajaran dilakukan dengan metode daring. Selain itu, beberapa

2
siswa juga tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena

merasa tidak diawasi dan dibimbing langsung oleh guru. Ditambah lagi

sebagian orang tua siswa yang banyak sibuk dengan pekerjaannya, sehingga

tidak memiliki waktu untuk membimbing anaknya di rumah.

Berdasarkan uraian di atas, maka untuk meningkatkan hasil belajar

siswa dalam pembelajaran khususnya di masa pandemi ini harus ada upaya

real dari guru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu contoh

upaya itu adalah dengan menggunakan model serta metode yang menarik

dalam pembelajaran agar siswa lebih termotivasi dalam belajar.

Hal ini yang menarik minat penulis untuk melakukan kegiatan

aktualisasi dengan mengangkat judul: “Sepasang Filsuf Berbagi”. Metode

ini merupakan modifikasi dari Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think

Pair and Share. Metode ini mengedepankan siswa untuk berperan aktif

bersama dengan teman kelompoknya dengan cara berdiskusi untuk

memecahkan suatu permasalahan. Menurut Frank Lyman sebagaimana

dikutip oleh Arends (1997), Think Pair Share merupakan suatu cara yang

efektif untuk membentuk variasi suasana diskusi kelas. Metode pembelajaran

ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang jarang di terapkan oleh

guru di dalam kelas. Guru terbiasa menggunakan metode pembelajaran yang

menggunkan kelompok besar.

Dalam metode Sepasang Filsuf Berbagi, siswa dituntut untuk

mengoptimalkan kemampuan berfikirnya. Selain itu, juga diperlukan

kemampuan bekerja sama siswa yang akan meningkatkan sikap ilmiah siswa

3
tersebut. Setiap siswa dituntut untuk bekerjasama saling membantu dan

berdiskusi dalam kelompok guna memecahkan masalah yang diberikan dan

semua siswa harus mampu menemukan jawabannya. Pada kegiatan

pembelajaran, kemampuan berpikir siswa bukan satu - satunya hal yang

diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal lain yang juga

diperlukan adalah kemampuan bekerjasama dengan sesama teman di kelas.

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi

1. Tujuan

Adapun tujuan dari aktualisasi pada kegiatan pelatihan dasar

CPNS adalah untuk mengimplementasikan rancangan kegiatan yang

dikaitkan dengan nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

yang mencakup Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitemen

Mutu dan Anti Korupsi. Berikut tujuan antara lain:

a. Tujuan Umum

1) Berakuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya;

2) Mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas

jabatannya;

3) Menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas

jabatannya;

4) Berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas

jabatannya;

5) Tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan

korupsi di lingkungan instansinya;

4
6) Menjaga sikap dan perilaku disiplin PNS dalam melaksanakan

tugas jabatannya;

7) Memahami kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan

Republik Indonesia; serta

8) Mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS

dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi

pada instansi, sehingga PNS merasakan manfaatnya secara

langsung.

b. Tujuan Khusus

Dengan adanya kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat

meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode Sepasang filsuf

berbagi di kelas IV UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan

Selayar Kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.

2. Manfaat

Selain memiliki tujuan dan sasaran, aktualisasi ini pun memiliki

beberapa manfaat. Berikut beberapa manfaat dari kegiatan aktualisasi ini:

a. Bagi Diri Sendiri

Mampu menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang

profesional dalam menjalankan tugasnya dengan menerapkan nilai-

nilai dasar ASN dan dapat melaksanakan tugas dan fungsi

jabatannya secara akuntabel, mengutamakan kepentingan nasional,

menjunjung tinggi etika, meningkatkan kualitas mutu, serta tidak

melakukan korupsi dalam menjalankan tugasnya.

5
b. Bagi Sekolah

Aktualisasi ini diharapkan bermanfaat sebagai masukan

dalam penyusunan program peningkatan kualitas pendidikan di

sekolah, khususnya dalam rangka peningkatan hasil belajar siswa.

c. Bagi Organisasi

Membentuk seorang ASN sebagai agen perubahan di

lingkungan sekolah, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi

ASN yang bermanfaat untuk membantu mewujudkan visi dan misi

UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar sehingga

terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah maupun pihak-

pihak lainnya yang berkepentingan guna meningkatkan kualitas

pendidikan.

d. Masyarakat

Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN bermanfaat

untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan

sehingga dapat meningkatkan motivasi dan capaian belajar Peserta

Didik.

e. Bangsa dan Negara

Memperkuat nilai kepribadian dan pengetahuan serta menjadi

abdi Negara yang bekerja dengan sepenuh hati demi terciptanya

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, adil, dan

makmur.

6
C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan pelatihan dasar CPNS golongan III angkatan XV

Kabupaten Kepulauan Selayar selama 51 hari kerja yaitu pada tanggal 27

Mei – 05 Agustus 2021, dengan tahapan kegiatan:

1. Tahapan on campus, dilaksanakan tanggal 27 Mei – 17 Juni 2021

2. Tahapan aktualisasi, dilaksanakan tanggal 18 Juni – 1 Agustus 2021

3. Seminar aktualisasi, dilaksanakan tanggal 03 – 05 Agustus 2021.

7
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

A. Gambaran Umum Organisasi

UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar merupakan salah

satu Sekolah Dasar yang terletak di Kelurahan Benteng Utara , Kecamatan

Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan predikat akreditasi Baik (B).

Sekolah ini terletak di wilayah Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Selayar.

Berikut penulis melampirkan peta Kelurahan Benteng Utara Kecamatan

Benteng:

Gambar 2.1. Peta Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng

8
UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar berdiri pada

Tahun 1953. Peserta didik di sekolah ini berjumlah 252 orang, yang terbagi

dalam 12 rombel. Pendidik dan tenaga kependidikan di UPT SDN Benteng

Utara No. 59 Kepulauan Selayar berjumlah 29 orang terdiri dari 1 orang

kepala sekolah berstatus PNS, 12 orang guru berstatus PNS, 1 orang guru

berstatus CPNS, 14 orang guru berstatus Non PNS, dan 1 orang pegawai Non

PNS.

B. Visi dan Misi UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar

1. Visi Sekolah

“TERWUJUDNYA PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER

DAN BERKUALITAS BERDASARKAN IPTEK DAN IMTAQ ”

2. Misi Sekolah

a. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

b. Melaksanakan PAILKEM

c. Melaksanakan Pembelajaran Penguatan Pendidikan

d. Melaksanakan Pembelajaran Penguatan Pendidikan yang

Berkarakter dan Berahlak Mulia

e. Melaksanakan Pembelajaran yang Bermutu

f. Melaksanakan Pembelajaran yan Akuntabel

g. Melaksanakan Suasana Integritas antar Warga Sekolah dan

Stakeholder

9
3. Tujuan Sekolah

a. Siswa taat beribadah terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

b. Mengembangkan potensi bakat dan minat siswa dan guru;

c. Nilai siswa kelas VI ( enam ) mencapai standar kelulusan;

d. Lulusan dapat diterima di SMP negeri minimal 70 %;

e. Siswa berprestasi dalam bidang keagamaan;

f. Siswa cerdas dalam Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama;

g. Siswa berprestasi dalam bidang olympiade MIPA;

h. Menemukan siswa yang berpotensi di bidang akademik, olah raga

dan seni;

i. Mengusahakan lingkungan sekolah yang aman, sejuk, ramah,

indah, dan besih;

j. Seluruh warga sekolah melakukan pembiasaan 3 K (Kebersihan

diri, Kebersihan kelas, dan Kebersihan Sekolah);

k. Menanamkan sikap siswa untuk mencintai bangsa masyarakat

dan budayanya.

10
C. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH UPT SDI BENTENG UTARA NO. 59 KEPULAUAN SELAYAR

KEPALA SEKOLAH DEWAN / KOMITE


MUHAMMAD SAID,S.Pd.,M.M. PADARUDDIN

TATA USAHA

UNIT PERPUSTAKAAN SUDARNI NINGSIH, S.Pd

NURNIATI, S.Pd

GURU KELAS 1A GURU KELAS 2A GURU KELAS 3A GURU KELAS 4A GURU KELAS 5A GURU KELAS 6A
MARDIANA,S.Pd NUR AENI,S.Pd SUKMIATI,S.Pd AND HAIDIR HIDAYATS.Pd SOFIANA,S.Pd RIRIS LESTARI,S.Pd

GURU KELAS 1B GURU KELAS 2B GURU KELAS 3B GURU KELAS 4B GURU KELAS 5B GURU KELAS 6B

ROSMIDA,S.Pd NURMI, S.Pd NUR LAYLAH,S.Pd APRIDA, S.Pd ANDI MEGAWATI,S.Pd BAHTIAR,S.Pd
GURU PJOK KLS 1 GURU PJOK KLS 2 GURU PJOK KLS 3 GURU PJOK KLS 4-6
MUHYUSRI,S.Pd NATALIA,A.Ma SERLIYANTI,S.PD ARIF RAHIM,S.Pd

PENJAGA SEKOLAH

MUH. TAQWIL

SISWA
MASYARAKAT

11
D. Tugas dan Fungsi Organisasi

Berdasarkan Permendiknas No.35 Tahun 2010 tentang petunjuk teknis

jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, yaitu:

1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;

2. Menyusun silabus pembelajaran

3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran

4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran

6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran

di kelasnya

7. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan

memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi

8. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi

tanggung jawabnya

9. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil

belajar tingkat sekolah dan nasional

10. Membimbing guru pemula dalam program induksi

11. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses

pembelajaran

12. Melaksanakan pengembangan diri

13. Melaksanakan publikasi ilmiah dan atau karya inovatif

12
E. Nilai-Nilai Dasar ASN

Berdasarkan kurikulum baru yang telah diberlakukan dalam diklat

prajabatan golongan III terdapat 5 (lima) nilai dasar profesi PNS yaitu

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti

Korupsi yang sering disingkat menjadi Nilai ANEKA. Berikut ini akan

dijelaskan masing-masing nilai-nilai dasar profesi PNS.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban mempertanggung jawabkan

amanah yang telah diberikan. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban

setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab

yang menjadi amanahnya (Lembaga administrasi Negara, 2014: 8).

Adapun indikator dari nilai dasar akuntabilitas yaitu :

a. Kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang

lain. Lingkungan yang akuntabeltercipta dari atas ke bawah

dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam

menciptakan lingkungannya.

b. Transparansi, dengan adanya transparansi maka dapat

memberikan perlindungan terhadap pengaruh yang tidak

seharusnya dan korupsi dalam mengambil keputusan sehingga

dapat meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan.

c. Integritas, Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban

untuk menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang

berlaku, Undang-Undang, kotrak, kebijakan, dan peraturan yang

13
berlaku. Dengan adanya integritas institusi, dapat memberikan

kepercayaan dan keyakinan kepada publik dan/ atau stakeholders.

d. Tanggung jawab (responsibilitas). Responsibilitas terbagi

menjadi responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan.

Responsibilitas institusi dan perseorangan memberikan

kewajibanbagi setiap individu dan lembaga bahwa ada suatu

konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan karena

adanya tuntutan untuk bertanggung jawab atas keputusan yang

telah dibuat.

e. Keadilan. Keadilan merupakan landasan utama dari akuntabilitas

sehingga harus dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan

kepada unit organisasinya.

f. Kepercayaan. Rasa keadilan akan membawa pada sebuah

kepercayaaan. Kepercayaan kemudian akan melahirkan

akuntabilitas sehingga lingkungan akuntabilitas tidak akan lahir

dari hal-hal yang tidak dapat dipercaya.

g. Keseimbangan. Keseimbangan diperlukan untuk mencapai

akuntabilitaas dalam lingkungan kerja. Setiap individu yang adaa

dilingkungan kerja harus daapat menggunakan kewenangannya

untuk meningkatkan kinerja.

h. Kejelasan. Kejelasan juga merupakan salaah satu elemen untuk

menciptakan dan mempertahankan akuntabilitas. Focus utama

kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan tanggung

14
jawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan

system pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.

i. Konsistensi. Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang

tidak konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya

akan memiliki konsekuensi terhadap tercapainya lingkungan

kerja yang tidak akuntabel akibat melemahnya komitmen dan

kredibilitas dan anggota organisasi.

j. Menghindari perilaku yang curang dan koruptif. Tiga cabang

utama dari fraud tree adalah kecurangan tindak pidana korupsi,

kecurangan penggelapan asset, dan kecurangan dalam hal

laporankeuangan. Sebagai seorang PNS yang akuntabel harus

terhindar dari praktek kecurangan dan perilaku korup.

k. Penggunaan sumber daya milik Negara. Setiap PNS harus

memastikan bahwa penggunaan sumber daya milik Negara sesuai

dengan prosedur yang berlaku, dilakukan secara bertanggung

jawab dan efisien, serta pemeliharaannya secara benar dan

bertanggung jawab.

l. Penyimpanan dan penggunaan data serta informasi pemerintah.

Informasi dan data yang disimpan dan dikumpulkan serta

dilaporkan oleh pemerintah harus relevan, dapat dipercaya, dapat

dimengerti, serta dapat diperbandingkan, sehingga dapat

digunakan sebagaimana mestinya oleh pengambil keputusan dan

dapat menunjukkan akuntabilitas publik.

15
m. Mengatasi konflik kepentingan. Konfilk kepentingan adalah

situasi yang timbul dimana tugas public dan kepentingan pribadi

bertentangan. Tidak maslah jika seseorang mempunyai konflik

kepentingan, tetapi bagaimana seseorang tersebut menyikapinya.

2. Nasionalisme

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang

meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain

sebagaimana mestinya. Sedangkan dalam arti luas, Nasionalisme berarti

pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan Negara,

dan sekaligus menghormati bangsa lain. Adapun indikator-indikator dari

nilai dasar nasionalisme dimana ASN sebagai pelaksana kebijakan

publik, ASN sebagai pelayan publik, dan ASN sebagai perekat dan

pemersatu bangsa adalah:

a. Kerja Keras. Artinya pantang menyerah, gigih dan selalu

mengarahkan segala macam bentuk daya dan upaya dalam

melakukan sesuatu.

b. Disiplin. Disiplin berarti taat atau patuh terhadap tata tertib atau

peraturan yang berlaku.

c. Tidak diskriminatif. Setiap perilaku untuk tidak membatasi, tidak

melecehkan, atau tidak mengucilkan orang lainberdasarkan pada

pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok,

golongan, status social, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa dan

keyakinan politik.

16
d. Taqwa. Bertakwa merupakan indikator yang mencerminkan

perwujudan sila pertama pancasila yang menitik beratkan pada

ketaatan umat beragama dalam menjalankan segala perintah dan

menjauhi segala larangan dalam agamanya.

e. Gotong Royong. Contoh kongkrit gotong royong adalah sebagai

beriku:

1) Kerjasama;

2) Dapat menyumbangkan pikiran dan tenaga;

3) Saling membantu orang lain;

4) Bersama membantu orang lain;

5) Bersama membela kebenaran;

6) Bekerja giat dalam kelompok kerja.

f. Demokratis. Suatu kondisi dimana individu memiliki kebebasan

untuk mengutarakan kehendak dan pendapat, serta menghormati

adanya perbedaan pendapat.

g. Cinta tanah air. Perasaan yang kuat akan rasa memiliki tanah dan

seluruh tumpah darah Indonesia.

h. Rela berkorban. Sikap yang mencerminkan adanya kesediaan

memberikan suatu yang dimiliki untuk orang lain atau suatu

kelompok kerja, walaupun akan menimbulkan kehilangan atau

penderitaan terhadap diri sendiri.

17
3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang

menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan

untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan

tanggung jawab pelayanan publik. Adapun indikator – indikator dari nilai

dasar etika publik adalah:

a. Memegang teguh nilai-nilai ideologi Negara pancasila;

b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Negara kesatuan

republik Indonesia 1945;

c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;

d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;

e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;

f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;

g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja kepada publik;

h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan program

pemerintah;

i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,

tepat,akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun;

j. Mengutamakan kepentingan berkualitas tinggi;

k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama;

l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;

m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;

18
n. Meningkatkan efektifitas sistem pemerintah yang demokratis sebagai

perangkat sistem karier;

4. Komitmen Mutu

Komitemen mutu menekankan pada penerapan 4 indikator yakni:

Efektifitas, efesiensi, inovasi, dan menjaga mutu.

a. Efektivitas. Efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar atau

merupakan pencapaian tujuan.

b. Efisien. Efesiensi adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya

yang dimiliki untuk mencapaii tujuan yang telah ditentukan.

c. Inovasi. Inovasi adalah membuat terobosan baru untuk menyelesikan

suatu masalah dengan cara yang lebih baik dari sebelumnya.

d. Menjaga Mutu. Menjaga mutu adalah mempertahankan atau

memastikan bahwa kualitas dari output sudah baik.

5. Anti Korupsi

Anti korupsi merupakan suatu tindakan yang menentang

adanya perilaku korup. Perilaku korup ini diantaranya: suap-

menyuap, merugikan uang negara, pemerasan, perbuatan curang,

penggelapan dlam jabatan, benturan kepentingan dan gratifikasi,

indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi adalah:

a. Jujur. Berkata dan bertindak sesuai kebenaran (dharma)

b. Peduli. Ikut merasakan dan menolong apa yang dirasakan oraang

lain.

19
c. Mandiri. Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri

seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada

orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan

dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi

mencapai keuntungan yang sesaat. Kaitannya dengan nilai dasar

profesi PNS, misalnya adalah dengan mengerjakan pekerjaan

individu secara mandiri dan tidak melimpahkannya kepada orang

lain.

d. Disiplin. Menggunakan kegiatan dalam aturan bekerja sesuai

dengan Undang-Undang yang mengatur.

e. Tanggung Jawab. Berani dalam menanggung resiko atas apa

yang kita kerjakan dalam bentuk apapun.

f. Kerja Keras. Bekerja keras merupakan hal yang penting dalam

rangka tercapainya target dalam suatu pekerjaan. Jika target dapat

tercapai, peluang untuk korupsi secara materi lmaupun non

materil (waktu) menjadi lebih kecil.

g. Sederhana. Menerima dengan tulus dan ikhlas terhadap apa yang telah

ada dan diberikan oleh tuhan kepada kita.

F. Peran dan Kedudukan ASN

Dalam UU 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) di

jelaskan bahwa Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan

pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan

nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang

20
profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi,

kolusi, dan nepotisme.

21
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu

Selama kurang lebih 6 bulan bertugas di UPT SDN Benteng Utara No.

59 Kepulauan Selayar, saya melakukan kegiatan belajar mengajar, observasi,

dan sosialisasi, dan koordinasi kepada kepala sekolah, guru, orangtua siswa

serta siswa terkait kondisi sekolah. Dari hasil kegiatan tersebut, saya

menemukan beberapa isu/ masalah yang memerlukan penanganan yang cepat

dan tepat. Adapun masalah-masalah yang diangkat sebagai isu yang

berhubungan dengan profesi Ahli Pertama Guru Kelas , antara lain:

1. Menurunnya aktifitas belajar siswa yang sangat signifikan selama

Pandemi Covid-19;

2. Rendahnya motivasi belajar siswa selama Pandemi Covid-19;

3. Penyampaian materi dari guru kurang bervariasi atau monoton sehingga

siswa mudah bosan mengikuti proses pembelajaran;

4. Kurangnya media pendukung pembelajaran di sekolah;

5. Rendahnya hasil belajar siswa selama Pandemid Covid-19.

B. Deskripsi Isu

Isu tentang Rendahnya hasil belajar siswa di UPT SDN Benteng Utara

No. 59 Kepulauan Selayar merupakan salah satu masalah yang sebenarnya

boleh dikatakan sebagai masalah yang klasik dalam dunia pendidikan.

Masalah ini terkadang dianggap sebelah mata. Namun, jika tidak ditangani

sesegera mungkin maka dapat dipastikan akan berpengaruh pada hasil belajar

22
dan kualitas pendidikan di di UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan

Selayar. Oleh sebab itu, perlu ada perbaikan dibeberapa elemen yang menjadi

bagian dari di UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar, misalnya

dari segi guru, media pembelajaran, model pengajaran, metode belajar dan

lain sebagainya. Dengan demikian diharapkan masalah yang dipilih ini bisa

teratasi dengan baik.

C. Teknik Analisis Isu

Dari beberapa isu atau permasalahan diatas, langkah selanjutnya

dianalisis dengan teknik APKL (Aktual, Problem, Khalayak, Layak)

untuk mengetahui beberapa isu yang paling penting. Sedangkan

penentuan kualitas isu dilakukan dengan menggunakan alat analisis USG

(USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Tabel 3.1 Bobot Penetapan Kriteria Kualiatas Isu APKL dan USG

Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

23
Tabel 3.2 Analisis Isu dengan teknik APKL

Kriteria Total Prioritas


No Isu
A P K L Skor
1. Menurunnya aktifitas belajar siswa yang 4 4 2 4 14 II
sangat signifikan selama Pandemi
Covid-19
2. Rendahnya motivasi belajar siswa 4 4 3 2 13 III
selama Pandemi Covid-19
3. Penyampaian materi dari guru kurang 3 3 3 2 11 IV
bervariasi atau monoton sehingga siswa
mudah bosan mengikuti proses
pembelajaran
4. Kurangnya media pendukung 3 4 2 3 12 V
pembelajaran di sekolah
5. Rendahnya hasil belajar siswa selama 4 5 3 4 16 I
Pandemi Covid-19

Dari lima isu di atas, tiga isu teratas dianalis lagi dengan teknik USG

yaitu, Urgency (U), Seriousness (S) dan Growth (G). Sehingga nantinya

diangkat satu isu yang paling penting.

Tabel 3.3 Analisis Kriteria Isu dengan Alat Analisis USG

No ISU U S G Jml Peringkat


(1-5) (1-5) (1-5)
1. Menurunnya aktifitas 4 5 3 12 II
belajar siswa yang sangat
signifikan selama Pandemi
Covid-19
2. Rendahnya motivasi 3 4 3 10 III
belajar siswa selama
Pandemi Covid-19
3. Rendahnya hasil belajar 4 5 4 13 I
siswa selama Pandemi
Covid-19

Dari analisis kriteria isu dengan alat analisis USG tersebut maka

munculah peringkat isu:

24
1. Rendahnya hasil belajar siswa selama Pandemi Covid-19 (I)

2. Menurunnya aktifitas belajar siswa yang sangat signifikan selama

pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 (II)

3. Rendahnya motivasi belajar siswa selama Pandemi Covid-19 (III)

D. Matrix Rancangan

Tabel 3.4 Matrix Rancangan Aktualisasi

Sekolah Pelaksanaan :
UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar
Aktualisasi
Identifikasi Isu : 1. Menurunnya aktifitas belajar siswa yang sangat
signifikan selama Pandemi Covid-19;
2. Rendahnya motivasi belajar siswa selama
Pandemi Covid-19;
3. Penyampaian materi dari guru kurang bervariasi
atau monoton sehingga siswa mudah bosan
mengikuti proses pembelajaran;
4. Kurangnya media pendukung pembelajaran di
sekolah;
5. Rendahnya hasil belajar siswa selama pandemic
covid 19.
Isu Yang Diangkat : Rendahnya hasil belajar siswa selama Pandemi
Covid 19.
Gagasan Pemecahan : 1. Melaksanakan konsultasi dan permintaan izin
Isu persetujuan kepala sekolah mengenai
pelaksanaan kegiatan aktualisasi;
2. Melakukan konsultasi dengan mentor mengenai
rancangan kegiatan aktualisasi;
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP);
4. Menyiapkan alat peraga/media pembelajaran, dan
Lembar Kerja Siswa (LKS);
5. Melaksanakan Pre test untuk mengetahui
kemampuan awal siswa terkait materi yang akan
diajarkan;
6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan

25
metode Sepasang Filsuf Berbagi Pada Muatan
Pelajaran Bahasa Indonesia KD 3.1 Mencermati
gagasan pokok dan gagasan pendukung yang
diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual;
7. Melaksanakan evaluasi (post test) untuk
mengetahui sejauh mana daya serap siswa dalam
memahami materi pembelajaran dengan
menggunakan metode Sepasang Filsuf Berbagi;
8. Menyusun laporan kegiatan aktualisasi.

E. Rancangan Kegiatan

Isu yang diangkat di atas merupakan isu yang sangat mendesak

untuk diselesaikan mengingat dampak yang akan ditimbulkan jika tidak

segera ditangani. Adapun langkah yang dapat dilakukan untuk

menyelesaikan isu tersebut adalah dengan “Sepasang Filsuf Berbagi”

yang dapat mambantu meningkatkan hasil belajar siswa.

Untuk mewujudkan gagasan di atas, maka dibutuhkan beberapa

rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar di

tempat kerja. Rangkaian kegiatan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan konsultasi dan permintaan izin persetujuan kepala

sekolah mengenai pelaksanaan kegiatan aktualisasi;

2. Melakukan konsultasi dengan mentor mengenai rancangan kegiatan

aktualisasi;

3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);

4. Menyiapkan alat peraga/media pembelajaran, dan Lembar Kerja Siswa

(LKS);

26
5. Melaksanakan Pre Test untuk mengetahui kemampuan awal siswa

terkait materi yang akan diajarkan;

6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode Sepasang Filsuf

Berbagi Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia KD 3.1 Mencermati

gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan,

tulis, atau visual;

7. Melaksanakan evaluasi/ post test untuk mengetahui sejauh mana daya

serap siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan

menggunakan metode Sepasang Filsuf Berbagi;

8. Menyusun dan melaporkan kegiatan aktualisasi.

27
Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam aktualisasi ini tertuang dalam tabel berikut:

Tabel 3.5 Langkah-langkah kegiatan Aktualisasi

Konstribusi terhadap Penguatan


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai Dasar ASN Visi dan Misi terhadap nilai
organisasi organisasi
1 Melakukan 1. Menyampaikan 1. Tersampaikannya Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Kegiatan ini
konsultasi dan permohonan izin kepada maksud dan tujuan Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di mendukung nilai-nilai
permintaan izin kepala sekolah secara kegiatan aktualisasi 1. Akuntabilitas (Tanggung UPT SDN Benteng organisasi UPT SDN
persetujuan kepala lisan dan tertulis terkait Jawab) Adanya Utara No. 59 Kep. Benteng Utara No.
sekolah mengenai rencana pelaksanaan 2. Dikeluarkannya surat pertanggung jawaban Selayar adalah: 59 Kep. Selayar,
pelaksanaan kegiatan kegiatan aktualisasi izin dari Kepala terhadap kegiatan yang Visi: yaitu nilai Profesional
aktualisasi Sekolah untuk akan dilaksanakan Terwujudnya : Munculnya sikap
2. Menyampaikan maksud melaksanakan 2. Nasionalisme pendidikan yang profesional tercermin
dan tujuan kegiatan kegiatan aktualisasi (Demokratis) berkarakter dan dalam hubungan
aktualisasi kepada kepala Munculnya sikap hormat berkualitas antara pimpinan dan
sekolah 3. Mendapatkan menghormati antara berdasarkan iptek dan bawahan dalam
pemahaman terkait bawahan dengan pimpinan imtaq pelaksanaan suatu
kondisi di lapangan di unit kerja. Saling kegiatan.
atau sekolah tempat mendengarkan dan Misi:
pelaksanaan kegiatan menghormati pendapat Melaksanakan Suasana
aktualisasi serta masukan antara guru Integritas antar Warga
dan kepala sekolah. Sekolah dan
4. Dikeluarkannya surat 2. Etika Publik (Sopan Stakeholder
keputusan penunjukan Santun)
mentor yang bertugas Melakukan konsultasi
membimbing selama secara sopan dan santun
kegiatan aktualisasi kepada kepala sekolah
3. Komitmen Mutu (Efektif)
5. Dikeluarkannya Surat Terjadinya komunikasi dan
Pernyataan Dukungan keputusan yang
dari Mentor berorientasi pada mutu atau

28
hasil yang harus dicapai
6. Dokumentasi kegiatan secara efektif dan efisien.
4. Anti Korupsi (Jujur)
Menyampaikan maksud
dan tujuan rancangan
kegiatan aktulisasi dengan
jujur kepada Kepala
Sekolah

2. Melakukan 1. Memaparkan rancangan 1. Catatan masukan dari Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Kegiatan ini
konsultasi dengan kegiatan aktualisasi mentor Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di mendukung nilai-
mentor mengenai dengan mentor 1. Nasionalisme (Kerjasama, UPT SDN Benteng nilai organisasi UPT
rancangan 2. Telah disepakatinya Demokratis) Utara No. 59 Kep. SDN 59 Kepulauan
aktualisasi 2. Menyimak dan mencatat muatan pelajaran, a) Melakukan kerjasama Selayar adalah: Selayar , yaitu nilai
arahan serta masukan materi serta KD yang dengan mentor terkait Visi: Profesional :
dari mentor akan diajarkan dalam kegiatan aktualisasi. Terwujudnya Munculnya sikap
kegiatan aktualisasi b) Menyimak secara pendidikan yang professional
3. Menyepakati muatan seksama dan mencatat berkarakter dan tercermin dalam
pelajaran, KD serta 3. Dokumentasi kegiatan saran yang diberikan dari berkualitas hubungan antara
materi yang akan mentor berdasarkan iptek dan mentor atau teman
diajarkan dalam kegiatan 2. Etika Publik (Sopan imtaq sejawat dalam
aktualisasi Santun) Memaparkan pelaksanaan suatu
rencana kegiatan aktualisasi Misi: kegiatan.
dengan bahasa yang sopan Melaksanakan Suasana
dan santun kepada mentor. Integritas antar Warga
3. Anti Korupsi (Tanggung Sekolah dan
Jawab) Bertanggung jawab Stakeholder
atas rencana pelaksanaan
aktualisasi yang telah
disusun dan disepakati

29
3 Menyusun Rencana 1. Menyiapkan perangkat 1. Tersusunnya Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Tersedianya Rencana
Pelaksanaan pendukung pedoman Rencana Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) penyusunan RPP Pelaksanaan 1. Akuntabilitas (Tanggung UPT SDN Benteng Pembelajaran (RPP)
Pembelajaran (RPP) Jawab) Saat membuat RPP Utara No. 59 Kep. yang menjadi
2. Merumuskan KD, seorang ASN wajib Selayar adalah: panduan dalam
indikator, tujuan, mengikuti pedoman Visi: proses kegiatan
2. Catatan konsultasi
menentukan materi dan penyusunan RPP yang Terwujudnya belajar mengajar,
menyusun langkah- berupa masukan dari berlaku sehingga mampu pendidikan yang sehingga proses
langkah pembelajaran ke mentor mempertanggung jawabkan berkarakter dan belajar mengajar
dalam RPP yang akan rancangannya. berkualitas berdasarkan tersusun dan
digunakan dalam 3. Dokumentasi 2. Nasionalisme (Adil) iptek dan imtaq terencana, yang
kegiatan pembelajaran Kegiatan Rancangan RPP hendaknya memberikan
dengan metode Sepasang berlaku adil dan tidak Misi: penguatan nilai
Filsuf Berbagi 4. Dokumen Silabus & diskriminatif sehingga dapat 1. Melaksanakan organisasi di sekolah,
RPP membentuk kelompok Pailkem yaitu : mandiri,
3. Melakukan konsultasi belajar yang heterogen tanpa 2. Melaksanakan percaya diri, kerja
dengan mentor mengenai membeda-bedakan suku, Pembelajaran sama, tanggung
dokumen rancangan RPP status sosial, agama, jenis Penguatan jawab, dan disiplin.
kelamin dan tingkat Pendidikan
4. Persetujuan serta kecerdasan. 3. Melaksanakan
penandatanganan 3. Komitmen Mutu (Efektif) Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan RPP dirancang untuk Penguatan
Pembelajaran (RPP) menjadi pedoman dalam Pendidikan yang
pelaksanaan pembelajaran Berkarakter dan
agar pembelajaran lebih Berahlak Mulia
efektif dan efisien sehingga 4. Melaksanakan
tujuan pembelajaran dapat Pembelajaran yang
tercapai dengan baik. Bermutu
4. Anti Korupsi (Mandiri) 5. Melaksanakan
Proses pembuatan RPP ini Pembelajaran yang
dirancang secara mandiri Akuntabel
dan berusaha menyelesaikan
rancangan RPP sesuai waktu
yang telah ditetapkan.

30
4. Mempersiapkan alat 1. Menyiapkan alat dan 1. Tersedianya alat dan Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Tersedianya alat
peraga/media bahan bahan Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di peraga/ media
pembelajaran dan 1. Akuntabilitas (Kejelasan UPT SDN Benteng pembelajaran dan
Lembar Kerja Siswa 2. Merancang alat 2. Tersedianya alat Target) Dalam menyiapkan Utara No. 59 Kep. Lembar Keja Siswa
(LKS) peraga/media peraga/ media media, Lembar Kerja Siswa, Selayar adalah: (LKS) memberikan
pembelajaran pembelajaran dan dan alat peraga terlebih Visi: penguatan terhadap
Lembar Kerja Siswa dahulu menyesuaikan Terwujudnya nilai organisasi di
3. Membuat Lembar Kerja (LKS) Kompetensi Dasar, pendidikan yang sekolah, yaitu
Siswa (LKS) indikator, dan materi ajar berkarakter dan bertangg jawab,
3. Dokumentasi agar jelas tujuan berkualitas mandiri, kerjakeras
kegiatan pembelajaran yang ingin berdasarkan iptek dan dan profesional
dicapai. imtaq
2. Komitmen Mutu
(Disiplin), ASN bekerja Misi:
disiplin dengan 1. Melaksanakan
menyiapkan media, Lembar Pailkem
Kerja Siswa, dan alat 2. Melaksanakan
peraga yang dapat Pembelajaran
menunjang kemudahan Penguatan
peserta didik dalam proses Pendidikan
pembelajaran. 3. Melaksanakan
3. Nasionalisme Pembelajaran
(Tanggung Jawab) Penguatan
Menentukan cara kerja Pendidikan yang
yang sederhana agar Berkarakter dan
peserta didik mudah dalam Berahlak Mulia
memahami langkah- 4. Melaksanakan
langkan penggunaan alat Pembelajaran yang
peraga pembelajaran Bermutu
4. Anti Korupsi (Mandiri 5. Melaksanakan
dan Kerja Keras) Pembelajaran yang
Merancang sendiri isi Akuntabel
Lembar Kerja Siswa yang

31
telah disesuaikan dengan
materi dan berusaha keras
untuk meyelesaikannya.

5. Melaksanakan pre 1. Membuat soal pre test 1) Tersedianya soal pre Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Pelaksanaan pre test
test untuk test Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di memberikan
mengetahui 2. Melaksanakan kegiatan 1. Komitmen Mutu (Efektif) UPT SDN Benteng penguatan terhadap
kemampuan awal pre test 2) Terlaksananya Soal pre test yang Utara No. 59 Kep. nilai organisasi di
siswa terkait materi kegiatan pre test dipersiapkan oleh guru Selayar adalah: sekolah, yaitu
yang akan di 3. Mengolah dan harus berisi soal – soal bertangg jawab,
ajarkan menganalisa hasil pre 3) Diperolehnya yang terukur, jelas dan Visi: transparan, mandiri,
test informasi mengenai mudah dipahami oleh siswa Terwujudnya kerjakeras dan
pemahaman awal bertujuan untuk pendidikan yang profesional
siswa terhadap materi mengetahui kemampuan berkarakter dan
yang akan diajarkan awal siswa. berkualitas
2. Akuntabilitas (Tanggung berdasarkan iptek dan
4) Dokumentasi Jawab) Pelaksanaan pre imtaq
kegiatan test dilaksanakan dengan
penuh rasa tanggung jawab Misi:
3. Etika Publik (Pencapaian Melaksanakan Suasana
Hasil) Pelaksanaan Integritas antar Warga
penilaian dilaksanakan Sekolah dan
dengan bersungguh- Stakeholder
sungguh untuk 1. Melaksanakan
mendapatkan hasil yang Pailkem
maksimal. 2. Melaksanakan
4. Anti Korupsi (Jujur) Pre Pembelajaran
test dilaksanakan dengan Penguatan
jujur dari awal sampai Pendidikan
pengolahan hasil pretest 3. Melaksanakan
dengan objektif tanpa ada Pembelajaran
rasa diskriminatif. Penguatan
Pendidikan yang
Berkarakter dan

32
Berahlak Mulia
4. Melaksanakan
Pembelajaran yang
Bermutu
5. Melaksanakan
Pembelajaran yang
Akuntabel

6. Melaksanakan 1. Melakukan pemeriksaan Terlaksananya kegiatan Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Mengajar dengan
kegiatan dengan menerapkan pembelajaran dengan Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di metode yang
pembelajaran protokol kesehatan metode Sepasang Filsuf 1. Nasionalisme (Taqwa, UPT SDN Benteng menarik membuat
dengan metode (pemeriksaan suhu tubuh Berbagi Pada Muatan Cinta Tanah Air) Utara No. 59 Kep. peserta didik lebih
Sepasang Filsuf dan mencuci tangan) Pelajaran Bahasa a. Sebelum dan sesudah Selayar adalah: aktif, dan
Berbagi pada sebelum memasuki kelas. Indonesia Kd 3.1 pelaksanaan menyenangkan
Muatan Pelajaran 2. Menyiapkan alat Mencermati gagasan pembelajaran, guru Visi: dalam proses
Bahasa Indonesia petaga/media pokok dan gagasan mengajak siswa untuk Terwujudnya pembelajaran
Kd 3.1 Mencermati pembelajaran pendukung yang berdoa, sebagai bentuk pendidikan yang sehingga
gagasan pokok dan 3. Kegiatan Awal diperoleh dari teks lisan, penanaman sikap taqwa berkarakter dan
memberikan
gagasan pendukung • Kelas dibuka dengan tulis, atau visual. dan rasa syukur kepada berkualitas
salam, menanyakan kabar,
penguatan nilai
yang diperoleh dari pendukung yang Tuhan YME. berdasarkan iptek dan
dan mengecek kehadiran organisasi, yaitu
teks lisan, tulis, atau diperoleh dari teks lisan, b. Diawal pembelajaran, imtaq
visual. siswa. siswa diajak untuk :religius, percaya
tulis, atau visual.
• Siswa dan guru berdoa menyanyikan lagu Misi: diri, mandiri,
bersama untuk mengawali
kebangsaan “Indonesia 1. Melaksanakan tanggung jawab,
pelajaran. adil, kerjasama,
Raya” sebagai bentuk Pailkem
• Siswa diajak menyanyikan jujur, gotong
Lagu Indonesia Raya. Guru penanaman sikap cinta 2. Melaksanakan
tanah air. Pembelajaran royong, efektif,
memberikan penguatan
tentang pentingnya 2. Akuntabilitas Penguatan inovasi, dan
menanamkan nilai (Kepemimpinan, Pendidikan menghargai hasil
nasionalisme Konsisten, Tanggung 3. Melaksanakan karya orang lain.
• Mengajukan pertanyaan- Jawab) Pembelajaran
pertanyaan yang a. Guru sebagai Penguatan
mengaitkan pengetahuan pememimpin di dalam Pendidikan yang
sebelumnya dengan materi kelas harus menciptakan Berkarakter dan

33
yang akan dipelajari suasana yang kondusif, Berahlak Mulia
(apersepsi) kemudian menjalin hubungan yang 4. Melaksanakan
memotivasi siswa untuk demokratis tanpa Pembelajaran yang
berpikir menemukan diskriminasi. Bermutu
jawabannya; b. Melaksanakan 5. Melaksanakan
• Menyampaikan tujuan pembelajaran secara Pembelajaran yang
pembelajaran, Kompetensi
Dasar, serta materi
konsisten serta memiliki Akuntabel
pembelajaran. komitmen untuk
mengacu pada RPP yang
4. Kegiatan Inti telah dibuat sebagai
• Guru memperlihatkan pedoman sehingga
gambar melalui proyeksi tujuan pembelajaran
layar LCD seorang anak dapat tercapai.
Bali yang memakai baju c. Guru harus
tradisional. Di belakang bertanggunng jawab
anak ada rumah tradisional untuk melaksanakan
Bali. proses pembelajaran dari
• Siswa menyimak arahan awal sampai akhir
dari guru mengenai tugas
pembelajaran dengan
yang akan dilaksanakan,
yaitu bekerjasama dalam mengerahkan segala
kelompok secara kemampuan atau sumber
berpasangan untuk daya yang ada untuk
menyelesaikan suatu membimbing siswa
permasalahan; dalam belajar agar
• Selanjutnya, siswa dibagi tercipta perubahan sikap,
menjadi beberapa pengetahuan, dan
kelompok secara keterampilannya.
heterogen. Setiap 3. Etika Publik
kelompok dibentuk secara (Sopan & Santun)
berpasangan terdiri dari Kegiatan pembelajaran
2 orang siswa; dilaksanakan dengan
• Guru menyampaikan
setulus hati dan ikhlas,
kepada setiap kelompok
bahwa mereka akan
bertutur kata yang sopan,
santun agar dalam

34
mendapatkan beragam pembelajaran siswa dapat
informasi tentang belajar dengan nyaman dan
keragaman budaya menyenangkan.
Indonesia dari teks bacaan
4. Komitmen Mutu
yang akan dipelajari. Siswa
kemudian diajak untuk (Efektif, Efisien, Inovatif)
mengamati gambar a. Dalam pelaksanaan
keragaman budaya yang pembelajaran guru harus
ada di buku dan membaca efektif dan efisien
teksnya dalam hati. dengan waktu, dan
• Dalam kelompok, guru konsisten dengan
meminta siswa berdiskusi metode yang digunakan
secara berpasangan sehingga tercipta
untuk menjawab pembelajaran aktif,
pertanyaan tentang isi inovatif, kreatif, efektif,
dari setiap paragraf. dan menyenangkan.
Dimana setiap kelompok
b. Pelaksanaan
mendapatkan satu
paragraph untuk pembelajaran
ditemukan gagasan pokok menggunakan metode
dan gagasan yang tepat dan inovatif
pendukungnya dan (terbarukan) sehingga
menuliskannya pada memberikan
diagram yang tersedia.. pengalaman baru kepada
Pada tahap ini guru siswa, dan dapat
membimbing siswa agar memotivasi siswa agar
memaksimalkan dapat meningkatkan
kemampuannya untuk
motivasi dan hasil
berfikir menemukan
belajar.
jawaban dari tugas yang
diberikan; 5. Anti Korupsi (Adil,
• Guru memotivasi siswa Berani, Peduli)
untuk aktif dalam diskusi. a. Guru harus bersikap
Guru membimbing adil dan objektif kepada
jalannya kerja kelompok, seluruh siswa tanpa
berjalan berkeliling dari membeda-bedakan
kelompok satu ke antara satu dengan yang

35
kelompok lain untuk lainnya.
memastikan bahwa setiap b. Seluruh siswa di dorong
anggota berpartisipasi agar berani dan
aktif; percayadiri dalam
• Tahap selanjutnya, Setiap mengungkapkan pikiran
perwakilan kelompok
atau gagasannya baik
diminta untuk berbagi
informasi dengan
lisan maupun tertulis.
membacakan hasil diskusi c. Guru harus memiliki
mereka di depan kelompok rasa peduli kepada
yang lain. Siswa dari semua siswa yang
kelompok lain diminta mengalami kesulitan
untuk memberikan dalam belajar agar
tanggapan. Setiap siswa memberikan arahan
diminta mencatat masukan maupun bimbingan.
dan komentar sebagai
bahan untuk perbaikan dari
hasil diskusi mereka. Guru
juga dapat memberikan
masukan kepada setiap
kelompok untuk
mengarahkan siswa pada
jawaban yang benar;
• Guru memberikan
penghargaan kepada setiap
siswa maupun kelompok
atas apa yang telah
dikerjakan;
• Setelah semua kelompok
selesai berbagi informasi
hasil diskusi, guru
memberikan penguatan
tentang strategi dalam
menemukan isi cerita yang
biasa dinamakan gagasan
pokok/gagasan utama/ide
utama/ide pokok/pokok

36
pikiran, dari suatu
paragraf.
• Siswa diberi kesempatan
untuk bertanya mengenai
hal yang belum dipahami.
5. Kegiatan Penutup
• Siswa bersama guru
melakukan refleksi atas
pembelajaran yang telah
berlangsung:
- Apa saja yang telah
dipelajari dari kegiatan
hari ini?
- Apa yang akan dilakukan
untuk menghargai
perbedaan di sekitar?
• Siswa bersama guru
menyimpulkan hasil
pembelajaran pada hari ini.
• Siswa menyimak cerita
motivasi tentang
pentingnya sikap disiplin.
• Kelas ditutup dengan doa
bersama dipimpin salah
seorang siswa.
7. Melaksanakan 1. Membuat soal post test 1. Tersedianya soal post Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Terlaksananya
evaluasi (post test) sesuai materi ajar test Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di kegiatan postest
untuk mengetahui 1. Komitmen Mutu UPT SDN Benteng sebagai bentuk
sejauh mana daya 2. Melaksanakan post test 2. Terlaksananya (Menjaga Mutu, Efektif) Utara No. 59 Kep. evaluasi akhir
serap siswa dalam kegiatan post test a. Soal post test yang Selayar adalah: pelaksanaan
memahami materi 3. Mengolah dan dipersiapkan oleh guru pembelajaran
pembelajaran menganalisis hasil post harus berisi soal – soal Visi: dengan memberikan
dengan test yang bermutu: jelas, Terwujudnya penguatan nilai
menggunakan terukur, dan mudah pendidikan yang organisasi di
metode Sepasang dipahami oleh peserta berkarakter dan
sekolah, yaitu

37
Filsuf Berbagi didik. berkualitas berdasarkan bertanggung jawab,
b. Pelaksanaan post test iptek dan imtaq transparan, kreatif
digunakan untuk dan inovatif, dan
mengetahui efektifitas Misi: profesional.
metode yang digunakan 1. Melaksanakan
dalam menyampaiakan Pailkem
materi serta kemampuan 2. Melaksanakan
siswa dalam menyerap Pembelajaran
materi pembelajaran Penguatan
yang telah dilaksanakan. Pendidikan
2. Akuntabilitas (Tanggung 3. Melaksanakan
Jawab) Pelaksanaan Pembelajaran
postest dilaksanakan Penguatan
dengan penuh rasa Pendidikan yang
tanggung jawab. Berkarakter dan
3. Etika Publik (Pencapaian Berahlak Mulia
Hasil) Pelaksanaan 4. Melaksanakan
penilaian dilaksanakan Pembelajaran yang
dengan bersungguh- Bermutu
sungguh untuk 5. Melaksanakan
mendapatkan pencapaian Pembelajaran yang
hasil yang maksimal. Akuntabel
4. Anti Korupsi (Jujur,
Mandiri, Kerja Keras)
a. Post test dilaksanakan
dengan jujur tanpa ada
sikap diskriminatif.
b. Setiap siswa diarahkan
antuk menyelesaiakan
tugas post test secara
mandiri sesuai dengan
pemahaman masing-
masing.
c. Setiap siswa didorong

38
dan dimotivasi untuk
bekerja keras
menyelesaikan tugas
yang diberikan

8. Menyusun dan 1. Menyusun rancangan 1. Terancanggnya Keterkaitan Dengan Nilai- Konstribusi terhadap Sinergi dan
melaporkan laporan kegiatan laporan aktualisasi Nilai Dasar ASN: Visi & Misi Sekolah di Profesional Sebagai
kegiatan aktualisasi aktualisasi 1. Komitmen Mutu (Menjaga UPT SDN Benteng bentuk pertanggung
2. Bukti fisik laporan Mutu, Efektif & Efisien) Utara No. 59 Kep. jawaban terhadap
2. Menemui kepala kegiatan aktualisasi a. Menyusun dokumen Selayar adalah: kegiatan yang telah
sekolah untuk laporan kegiatan Visi: dilakukan
melaporkan hasil 3. Terlaksananya aktualisasi dengan Terwujudnya
kegiatan aktualisasi laporan pelaksanaan cermat sesuai mekanisme pendidikan yang
kegiatan aktualisasi atau aturan yang telah berkarakter dan
3. Penandatanganan Surat dengan komunikasi ditetapkan. berkualitas
Keterangan telah yang baik antara guru b. Dalam pelaporan berdasarkan iptek dan
melaksanakan kegiatan dengan kepala mengandung prinsip imtaq
aktualisasi oleh kepala sekolah. efektif efisien dan
sekolah inovatif Misi:
4. Bukti Surat 2. Anti Korupsi (Jujur) Melaksanakan Suasana
Keterangan telah a. Yakni membuat laporan Integritas antar Warga
melaksanakan dengan jujur, tanpa Sekolah dan
aktualisasi dari tekanan, dan mematuhi Stakeholder
kepala sekolah aturan yang berlaku.
b. Guru juga harus
senantiasa bersikap jujur
dalam melaporkan hasil
evaluasi kepada kepala
sekolah.
3. Nasionalisme (Kerja Keras,
Demokratis)
a. Bekerja keras
mengerahkan tenaga dan
fikiran untuk

39
menyelesaikan
penyusunan laporan
sebelum waktu yang
telah ditetapkan.
b. Sikap menghormati dan
menghargai setiap
masukan dari kepala
sekolah selaku pimpinan
unit kerja.
4. Akuntabilitas (Tanggung
Jawab)
a. Yakni menunjukkan
sikap bertanggung jawab
untuk menyelesaikan
laporan kegiatan
aktualisasi.
b. Adanya rasa bertanggung
jawab terhadap kepala
sekolah dalam
melaporkan evaluasi
hasil kegiatan
pembelajaran yang telah
dilaksanakan selama
aktualisasi.

40
Tabel 3.6 Jadwal Kegiatan Aktualisasi

Waktu Pelaksanaan
No Kegiatan Kegiatan (Minggu) Ket.
I II III IV V
1. Melaksanakan konsultasi dan permintaan izin
persetujuan kepala sekolah mengenai
pelaksanaan kegiatan aktualisasi
2. Melakukan konsultasi dengan mentor
mengenai rancangan kegiatan aktualisasi
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
4. Mempersiapkan media, Lembar Kerja Siswa
dan alat peraga pembelajaran
5. Melaksanakan Pre test untuk mengetahui
kemampuan awal siswa terkait materi yang
akan diajarkan
6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
dengan metode Sepasang Filsuf Berbagi
Pada Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Kd
3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan
pendukung yang diperoleh dari teks lisan,
tulis, atau visual.
7. Melaksanakan evaluasi (post test) untuk
mengetahui sejauh mana daya serap siswa
dalam memahami materi pembelajaran
dengan menggunakan metode Sepasang
Filsuf Berbagi
9. Menyusun dan melaporkan kegiatan
aktualisasi

Peserta,

Fita Yulianti, S.Pd.


NIP. 19850514 202012 2 001

Mengetahui,

Coach Mentor

Dr. Setiawan Aswad, M.Dev.PLG. Andi Haidir Hidayat, S.Pd.


NIP. 19730825 199203 1 002 NIP. 19850703 200903 1001

41
BAB IV
CAPAIAN HASIL AKTUALISASI DAN
ANALISIS DAMPAK

A. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi


Capaian hasil aktualisasi ini berisi tentang jenis kegiatan yang di
aktualisasikan, waktu pelaksanaan, output, nilai dasar serta keterangan
pada kegiatan tersebut. Berikut adalah pemaparannya:

Tabel 4.1 Tabel Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

WAKTU
NO KEGIATAN PELAKSANAAN
OUTPUT NILAI DASAR KET.
1. Melaksanakan Senin, 1. Tersampaikannya 1. Akuntabilitas Terlaksana
konsultasi dan 21/06/2021 maksud dan (Tanggung
permintaan izin tujuan kegiatan Jawab)
persetujuan kepala aktualisasi 2. Nasionalisme
sekolah mengenai 2. Dikeluarkannya (Kerjakeras)
pelaksanaan surat izin dari 3. Etika Publik
kegiatan Kepala Sekolah (Sopan Santun)
aktualisasi untuk 4. Komitmen
melaksanakan Mutu (Efektif)
kegiatan
aktualisasi
3. Mendapatkan
pemahaman
terkait kondisi
di lapangan atau
sekolah tempat
pelaksanaan
kegiatan
aktualisasi
4. Dikeluarkannya
surat keputusan
penunjukan
mentor yang
bertugas
membimbing
selama kegiatan
aktualisasi
5. Dikeluarkannya

42
Surat
Pernyataan
Dukungan dari
Mentor
1. Dokumentasi
kegiatan

2. Melakukan Selasa, 1. Telah 1. Nasionalisme Terlaksana


konsultasi dengan 22/06/2021 disepakatinya (Kerjasama,
mentor mengenai muatan pelajaran, Demokratis)
rancangan KD, serta materi 2. Etika Publik
kegiatan yang akan (Sopan
aktualisasi diajarkan dalam Santun)
kegiatan 3. Anti Korupsi
aktualisasi (tanggung
2. Catatan masukan jawab)
dan saran dari
mentor
3. Dokumentasi
kegiatan
3. Menyusun Kamis, 1. Tersusunnya 1. Akuntabilitas Terlaksana
Rencana 01/07/2021 Rencana (Tanggung
Pelaksanaan Pelaksanaan Jawab)
Pembelajaran Pembelajaran 2. Nasionalisme
(RPP) (RPP) (Adil)
2. Catatan berisi 3. Komitmen
masukan dari mutu (Efektif)
mentor 4. Anti Korupsi
3. Dokumentasi (Mandiri)
Kegiatan
4. Dokumen Silabus
& RPP
4. Menyiapkan alat Rabu, 1. Tersedianya alat 1. Akuntabilitas Terlaksana
peraga/media 07/07/2021 dan bahan untuk (Kejelasan
pembelajaran, dan merancang alat Target)
Lembar Kerja peraga/media 2. Komitmen
Siswa (LKS) pembelajaran Mutu
2. Tersedianya alat (Disiplin)
peraga/media 3. Nasionalisme
pembelajaran, (Tanggung
dan LKS Jawab)
3. Dokumentasi 4. Anti Korupsi
kegiatan (Mandiri dan
Kerja Keras)

43
5. Melaksanakan Pre Kamis, 1. Tersedianya 1. Komitmen Terlaksana
test untuk 15/07/2021 soal pretest Mutu (Efektif)
mengetahui 2. Terlaksananya 2. Komitmen
kemampuan awal kegiatan pre test Mutu (Efektif)
siswa terkait 3. Dokumentasi 3. Akuntabilitas
materi yang akan kegiatan (Tanggung
diajarkan Jawab)
4. Etika Publik.
(Pencapaian
Hasil)
5. Anti Korupsi
(Jujur)
6. Melaksanakan Kamis, Terlaksananya 1. Nasionalisme Terlaksana
kegiatan 15/07/2021 kegiatan (Taqwa, Cinta
pembelajaran pembelajaran Tanah Air)
dengan metode dengan metode 2. Akuntabilitas
Sepasang Filsuf Sepasang Filsuf (Kepemimpinan
Berbagi Pada Berbagi Pada Konsisten,
Muatan Pelajaran Muatan Pelajaran Tanggung
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Jawab)
KD 3.1 KD 3.1 3. Etika Publik
Mencermati Mencermati (Sopan &
gagasan pokok gagasan pokok dan Santun)
dan gagasan gagasan 4. Komitmen
pendukung yang pendukung yang Mutu (Efektif,
diperoleh dari diperoleh dari teks Efisien,
teks lisan, tulis, lisan, tulis, atau Inovatif)
atau visual. visual. pendukung 5. Anti Korupsi
yang diperoleh dari (Adil, Berani,
teks lisan, tulis, Peduli)
atau visual.
7. Melaksanakan Jum’at, 1. Tersedianya soal- 1. Komitmen Terlaksana
evaluasi (post 16/07/2021 soal post test/ Mutu
test) untuk Dokumen (Menjaga
mengetahui 2. Terlaksananya Mutu)
sejauh mana daya kegiatan post test 2. Komitmen
serap siswa dalam 3. Dokumentasi Mutu (Efektif)
memahami materi kegiatan 3. Akuntabilitas
pembelajaran (Tanggung
dengan Jawab)
menggunakan 4. Etika Publik
metode Sepasang (Pencapaian
Filsuf Berbagi Hasil)
5. Anti Korupsi
(Jujur,
Mandiri,

44
Kerja Keras)
8. Menyusun Senin, 1. Terancangnya 1. Komitmen Terlaksana
laporan kegiatan 19/07/2021 laporan Mutu
aktualisasi aktualisasi (Menjaga
2. Bukti fisik Mutu, Efektif
laporan kegiatan & Efisien)
aktualisasi 2. Anti Korupsi
(Jujur)
3. Terlaksananya 3. Nasionalisme
pelaporan (Kerja Keras,
kegiatan Demokratis)
aktualisasi 4. Akuntabilitas
dengan (Tanggung
komunikasi yang Jawab)
baik antara guru
dengan kepala
sekolah.
4. Bukti Surat
Keterangan telah
melaksanakan
aktualisasi dari
kepala sekolah

B. Deskripsi Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN

Kegiatan aktualisasi dilaksanakan mulai tanggal 21 Juni sampai

dengan 26 Juli 2021. Sesuai dengan tabel rancangan aktualisasi, terdapat

delapan kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan selama kegiatan

aktualisasi di UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar.

Mengingat pada saat ini masih terjadi pendemi Covid- 19, kegiatan

aktualisasi dilaksanakan dengan metode tatap muka terbatas dengan

mematuhi protokol kesehatan.

Berikut ini merupakan deskripsi kegiatan aktualisasi yang di

laksanakan selama habituasi secara rinci.

45
1. Kegiatan 1: Melaksanakan Konsultasi dan Permintaan Izin
Persetujuan dengan Kepala Sekolah mengenai Pelaksanaan
Kegiatan Aktualisasi

Tanggal
Senin, 21 Juni 2021
Pelaksanaan

Deskripsi Kegiatan ini penulis lakukan pada tanggal 21 Juni 2021.


Kegiatan Tahapan pertama yang penulis lakukan adalah menyampaikan
permohonan izin kepada kepala sekolah secara lisan dan
tertulis terkait rencana pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
Kegiatan ini penulis lakukan di ruang kerja Kepala Sekolah
UPT SDN Benteng Utara No.59 Kepulauan Selayar.
Kepala sekolah menyambut baik rencana pelaksanaan
aktualisasi yang akan penulis lakukan dan menindak lanjuti
dengan menerbitkan surat izin pelaksanaan aktualisasi.
Selanjutnya penulis menyampaikan maksud dan tujuan
kegiatan aktualisasi kepada kepala sekolah. Kepala sekolah
menanyakan beberapa hal terkait kegiatan-kegiatan serta
tahapan kegiatan yang akan penulis lakukan. Pada diskusi
tersebut penulis memberikan penjelasan singkat mengenai
tahapan kegiatan khususnya bagian inti dari kegiatan
aktualisasi penulis, yakni dengan melaksanakan pembelajaran
dengan metode “Sepasang Filsuf Berbagi”. Berikutnya,
Kepala sekolah memberikan penjelasan serta beberapa arahan-
arahan terkait kondisi lingkungan sekolah khususnya di masa
Pandemi Covid-19.
Kesimpulan dari konsultasi yang penulis lakukan dengan
kepala sekolah adalah dengan diterbitkannya surat izin
pelaksanaan aktualisasi di UPT SDN Benteng Utara No. 59
Kepulauan Selayar, Surat Persetujuan pelaksanaan aktualisasi,
serta Surat Penunjukan mentor sekaligus rekan sejawat yang
akan membimbing penulis selama kegiatan aktualisasi.

Output 1. Tersampaikannya maksud dan tujuan kegiatan aktualisasi


2. Dikeluarkannya surat izin dan persetujuan dari kepala
sekolah untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi
3. Mendapatkan pemahaman terkait kondisi di lapangan atau
sekolah tempat pelaksanaan kegiatan aktualisasi
4. Dikeluarkannya surat keputusan penunjukan mentor yang
bertugas membimbing selama kegiatan aktualisasi
5. Dikeluarkannya Surat Pernyataan Dukungan dari Mentor
6. Dokumentasi kegiatan

46
Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN
a. Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Adanya pertanggung jawaban terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
b. Nasionalisme (Demokratis)
Munculnya sikap hormat menghormati antara bawahan dengan pimpinan di
unit kerja. Saling mendengarkan pendapat serta masukan antara guru dan
kepala sekolah.
c. Etika Publik (Sopan Santun)
Melakukan konsultasi secara sopan dan santun dengan kepala sekolah.
d. Komitmen Mutu (Efektif)
Terjadinya komunikasi dan keputusan yang berorientasi pada mutu atau hasil
yang harus dicapai secara efektif dan efisien.
e. Anti Korupsi (Jujur)
Menyampaikan maksud dan tujuan rancangan kegiatan aktulisasi dengan
jujur kepada kepala sekolah.

Analisis Dampak
Jika tidak melaksanakan konsultasi dengan menyampaikan maksud dan
tujuan pelaksanaan kegiatan aktualisasi secara jelas dengan komunikasi yang
baik, maka kepala sekolah selaku pimpinan di sekolah tidak akan mengetahui
manfaat kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga akan menghambat
terlaksananya kegiatan aktualisasi.
Dengan membangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah selaku
pimpinan, maka akan tercipta sinergitas yang baik antara pimpinan dan bawahan
sehingga program kegiatan yang direncanakan akan terlaksana dan terpola
dengan baik.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan aktualisasi


kepada kepala sekolah

47
Ket. Mendapatkan pemahaman terkait kondisi di lapangan
atau sekolah tempat pelaksanaan kegiatan aktualisasi

Ket. Surat Izin, Surat Persetujuan, Surat Penunjukan Mentor,


& Surat Pernyataan Dukungan dari Mentor

Gambar 4.1 Konsultasi dan Permintaan Izin Persetujuan


dengan Kepala Sekolah Mengenai Pelaksanaan Kegiatan
Aktualisasi

48
2. Kegiatan 2: Melakukan konsultasi dengan mentor mengenai
rancangan kegiatan aktualisasi

Tanggal
Selasa, 23/06/2021
Pelaksanaan

Deskripsi Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 Juni 2021. Penulis


Kegiatan menemui teman sejawat sekaligus guru yang diberikan mandat
oleh kepala sekolah untuk menjadi mentor penulis selama
kegiatan aktualisasi. Tahapan pertama yang penulis lakukan
adalah memaparkan rancangan kegiatan aktualisasi. Setelah
mentor menyimak paparan yang saya sampaikan, mentor
memberikan beberapa tanggapan terkait metode yang akan
penulis gunakan. Pada bagian ini penulis menjelaskan
mengenai metode “Sepasang Filsuf Berbagi” khususnya
langkah-langkah penerapannya dalam pembelajaran di kelas.
Selanjutnya, menyepakati muatan pelajaran, KD serta
materi yang akan diajarkan dalam kegiatan aktualisasi. Pada
tahapan ini, kami menyepakati untuk memilih muatan
pelajaran Bahasa Indonesia dengan KD 3.1 Mencermati
gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari
teks lisan, tulis, atau visual, dengan materi pembelajaran
mengenai Pawai Budaya (Buku Tematik Siswa Tema 1 Kelas
4).
Berikutnya, mentor memberikan beberapa arahan serta
masukan terkait rencana kegiatan pelaksanaan aktualisasi
sebagai pelengkap dari langkah-langkah kegiatan yang telah
penulis rancang sebelumnya.

Output 1. Catatan masukan dari mentor


2. Telah disepakatinya muatan pelajaran, KD, serta materi
yang akan diajarkan dalam kegiatan aktualisasi
3. Dokumentasi kegiatan

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Nasionalisme (Kerjasama, Demokratis)
1) Melakukan kerjasama dengan mentor terkait kegiatan aktualisasi.
2) Menyimak secara seksama dan mencatat saran yang diberikan dari mentor.
b. Etika Publik (Sopan Santun)
Memaparkan rencana kegiatan aktualisasi dengan bahasa yang sopan dan
santun kepada mentor.
c. Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Bertanggung jawab atas rencana pelaksanaan aktualisasi yang telah disusun

49
dan disepakati.
d. Anti Korupsi (Jujur)
Menyampaikan maksud dan tujuan rancangan kegiatan aktulisasi dengan
jujur kepada mentor.

Analisis Dampak
Jika tidak melaksanakan konsultasi dengan menyampaikan maksud dan
tujuan pelaksanaan kegiatan aktualisasi secara jelas dengan komunikasi yang
baik, maka teman sejawat/mentor selaku mitra kerja yang ditunjuk oleh kepala
sekolah untuk mendampingi selama kegiatan aktualisasi di sekolah tidak akan
mengetahui maksud, tujuan serta manfaat kegiatan yang akan dilaksanakan.
Mentor tidak mampu memberikan bimbingan yang maksimal kepada guru dan
akan berdampak pada efektifitas pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Oleh karena
itu, penting melakukan konsultasi dengan mentor agar terjalin kesepahaman
mengenai rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan.

Dengan kerjasama yang baik dengan mentor, maka pelaksanaan kegiatan


aktualisasi akan lebih efektif, karena guru yang ditunjuk sebagai mentor oleh
kepala sekolah adalah guru yang telah berpengalaman sehingga dapat
memberikan bimbingan yang maksimal kepada guru yang dibimbingnya mulai
dari awal hingga akhir kegiatan.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Konsultasi dengan mentor

50
Ket. Mencatat arahan mentor

Ket. Diskusi dengan mentor terkait rencana pelaksanaan


pembelajaran

51
Ket. Catatan mentor

Gambar 4.2 Konsultasi dengan Mentor

3. Kegiatan 3: Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP)

Tanggal
Kamis, 01/07/2021
Pelaksanaan

Deskripsi Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 01 Juli sampai


Kegiatan dengan 03 Juli 2021 . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan
manajemen pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar
yang di jabarkan dalam si labus. RPP dapat digunakan sebagai
pedoman untuk melaksanakan pembelajaran. Di dalam RPP
berisi identitas sekolah, tujuan pembelajaran yang akan di
laksanakan, rincian tahapan kegiatan pembelajaran, dan peni
laian dalam pembelajaran. Dengan berpedoman pada RPP,

52
pembelajaran dapat berlangsung sistematis sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Tahap pertama yang penulis lakukan adalah menyiapkan
perangkat pendukung yang menjadi pedoman dalam
penyusunan RPP. Pada bagian ini penulis menganalisis silabus
dan buku tematik baik buku guru maupun buku siswa kelas IV
Tema 1.
Selanjutnya, penulis merumuskan KD, indikator, tujuan,
menentukan materi dan menyusun langkah-langkah
pembelajaran ke dalam RPP yang akan digunakan dalam
kegiatan pembelajaran dengan metode “Sepasang Filsuf
Berbagi”. Setelah tahapan tersebut penulis lakukan, penulis
mencetak dokumen RPP untuk dikonsultasikan kepada
mentor.
Tahapan berikutnya adalah melakukan konsultasi dengan
mentor mengenai dokumen rancangan RPP yang telah penulis
susun. Konsultasi ini penulis lakukan di ruang guru. Mentor
mengecek isi materi RPP dan memberikan beberapa masukan
serta saran untuk ditindaklanjuti.
Berikutnya, penulis menghadap kepala sekolah untuk
meminta persetujuan serta penandatanganan dokumen RPP.

Output 1. Tersusunnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


2. Catatan berupa masukan dari mentor
3. Dokumentasi Kegiatan
4. Dokumen RPP

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Saat membuat RPP seorang guru wajib mengikuti pedoman penyusunan RPP
yang berlaku sehingga mampu mempertanggung jawabkan rancangannya.
b. Nasionalisme (Adil)
Rancangan RPP hendaknya berlaku adil dan tidak diskriminatif sehingga
dapat membentuk kelompok belajar yang heterogen tanpa membeda-bedakan
suku, status sosial, agama, jenis kelamin dan tingkat kecerdasan.
c. Komitmen mutu (Efektif)
RPP dirancang untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran
agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan baik.
d. Anti Korupsi (Mandiri)
Proses pembuatan RPP ini dirancang secara mandiri dan berusaha
menyelesaikan rancangan RPP sesuai waktu yang telah ditetapkan.

53
Analisis Dampak
RPP adalah dokumen yang wajib dibuat oleh guru sebelum memulai proses
pembelajaran di kelas. Manfaat apabila guru merancang dan menggunakan RPP
dalam pembelajaran adalah agar pembelajaran lebih sistematis dan terarah
karena guru memiliki pedoman mengenai langkah-langkah pembelajaran yang
akan dilakukan bersama dengan siswa. dalam dokumen RPP guru juga telah
menentukan metode, media, alat peraga, sumber belajar, serta bentuk penilaian
yang akan dilakukan. Selain itu, dengan penggunaan RPP guru juga dapat
menghemat serta mengontrol waktu yang digunakan dalam pembelajaran.

Adapun dampak negatif yang ditimbulkan oleh guru yang tidak membuat
RPP adalah guru tidak siap melaksanakan pembelajaran. Dia tidak akan siap
membuat bahan ajar, langkah pembelajaran apa yang akan dilakukan di kelas
dan penilaian apa yang diambil atas siswanya. Hal ini berakibat pada tidak
tercapainya tujuan pembelajaran.

Akibat lain dari guru yang tidak menyiapkan RPP adalah dia akan sering
menggunakan metode ceramah yang kurang jelas. Berbicara dan bercerita hal
yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran.

Selain itu, guru yang tidak menyiapkan RPP tidak akan bisa menganalisa
proses pembelajaran. Dia tidak akan menemukan dimana kelemahan dia dalam
mengajar. Tidak akan mampu menganalisa kekurangan siswa. Dia juga tidak
akan mampu memperbaiki pembelajaran berikutnya.

Sedangkan jika guru menyiapkan RPP dan menggunakannya dalam


pembelajaran maka pembelajaran akan lebih sistematis karena adanya RPP ini
bisa mengarahkan guru agar merancang sebuah metode pembelajaran yang
disenangi siswa. memudahkan guru menyampaian materi, mengatur pola
pembelajaran, menghemat waktu dan tenaga dari guru, dan yang paling utama
adalah dapat membantu siswa menguasai tujuan pembelajaran dan Kompetensi
Dasar yang telah ditetapkan.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Membuat perangkat pembelajaran RPP

54
Ket. Konsultasi dengan mentor terkait rancangan RPP

Ket. Persetujuan dan penandatanganan dokumen RPP oleh


kepala sekolah

Ket. Dokumen Silabus

55
Ket. Dokumen RPP

Ket. Catatan Arahan Mentor

Gambar 4.3 Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran (RPP)

56
4. Kegiatan 4: Menyiapkan Alat Peraga/Media Pembelajaran, dan
Lembar Kerja Siswa (LKS)

Tanggal
Rabu, 07/07/2021
Pelaksanaan

Deskripsi Kegiatan ini mulai dilaksanakan tanggal 07 sampai dengan


Kegiatan 10 Juli 2021. Alat peraga/media dan LKS yang dirancang
disesuaikan dengan materi ajar dan metode yang akan penulis
gunakan dalam pembelajaran.
Tahapan pertama yang penulis lakukan adalah dengan
menyiapkan alat dan bahan untuk membuat alat peraga/media.
Alat dan bahan tersebut penulis peroleh dari barang persediaan
sekolah yang difasilitasi oleh pegawai pemegang aset sekolah.
Setelah alat dan bahan disiapkan, penulis merancang alat
peraga/media pembelajaran. Kegiatan ini penulis lakukan di
rumah dengan memanfaatkan waktu luang yang ada.
Selanjutnya, penulis membuat LKS. Penulis membuat LKS
dalam bentuk diagram yang nantinya akan diisi oleh siswa
pada saat proses penugasan dalam kelompoknya.

Output 1. Tersedianya alat dan bahan untuk merancang alat


peraga/media pembelajaran.
2. Tersedianya alat peraga/media pembelajaran dan Lembar
Kerja Siswa (LKS).
3. Dokumentasi kegiatan.

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Akuntabilitas (Kejelasan Target)
Dalam menyiapkan media, LKS, dan alat peraga terlebih dahulu menyesuaikan
Kompetensi Dasar, indikator, dan materi ajar agar jelas tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai.
b. Komitmen Mutu (Disiplin)
ASN bekerja disiplin dengan menyiapkan media, LKS, dan alat peraga yang
dapat menunjang kemudahan peserta didik dalam proses pembelajaran.
c. Nasionalisme (Tanggung Jawab)
Menentukan cara kerja yang sederhana agar peserta didik mudah dalam
memahami langkah-langkah pengisian LKS.
d. Anti Korupsi (Mandiri dan Kerja Keras)
Merancang sendiri isi LKS yang telah disesuaikan dengan materi dan
berusaha keras untuk menyelesaikannya .

57
Analisis Dampak
Salah satu cara untuk meningkatkan belajar siswa adalah dengan
memanfaatkan media dan alat peraga pembelajaran. Dengan memanfaatkan
media dan alat peraga, maka proses pembelajaran di kelas menjadi menarik dan
menyenangkan. Tapa media dan bantuan alat peraga pembelajaran maka siswa
akan sulit memahami sebuah materi pembelajaran terutama materi itu masih
bersifat abstrak, karena salah satu fungsi media dan alat peraga adalah untuk
menkongkritkan objek yang masih abstrak agar mudah di pahami siswa.
Seorang guru yang kurang memanfaatkan media serta alat peraga dalam suatu
pembelajaran akan berdampak buruk bagi perkembangan pengetahuan peserta
didik dan guru dianggap gagal atau kurang berhasil dalam mengajar, karena
materi yang diberikan kurang dipahami oleh peserta didik.

Selanjutnya, dalam pemberian tugas dengan rancangan Lembar Kerja Siswa


(LKS) dapat membantu siswa untuk memahami cara mengerjakan tugas dengan
baik. Alasannya, karena dalam sebuah rancangan LKS biasanya guru telah
menyiapkan panduan atau tata cara mengerjakan soal-soal di dalammnya, sehingga
akan menghemat tugas guru dalam memberikan penjelasan mengenai cara
mengerjakan tugas yang diberikan.

Sedangkan pemberian tugas yang tanpa menggunakan rancangan LKS ini guru
hanya menyampaikan secara lisan petunjuk cara kerja tugas, sehingga siswa
cenderung pasif dan kurang termotivasi untuk merespon penjelasan yang
disampaikan oleh guru.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Alat dan bahan pembuatan alat peraga/media


pembelajaran

58
Ket. Membuat alat peraga/media pembelajaran

Ket. Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS)

Ket. Alat peraga/media pembelajaran

59
Ket. Konsultasi dengan Pegawai Pemegang Aset Sekolah

Gambar 4.4 Proses Pembuatan Alat Peraga/Media


Pembelajaran, dan Lembar Kerja Siswa (LKS)

60
5. Kegiatan 5: Melaksanakan Pre test untuk Mengetahui
Kemampuan Awal Siswa terkait Materi yang Akan Diajarkan

Tanggal
Kamis, 15/07/2021
Pelaksanaan

Deskripsi Kegiatan ini penulis laksanakan pada tanggal 15 Juli 2021.


Kegiatan Kegiatan pre test dilakukan untuk mengetahui kemampuan
awal siswa atau menggali informasi mengenai pengetahuan
awal yang siswa miliki terkait materi yang akan diajarkan.
Sebelum pelaksanaan pre test dilakukan, tahapan pertama
yang penulis tempuh adalah dengan membuat soal pre test.
Soal-soal yang penulis susun disesuaikan dengan materi ajar
yang akan diberikan kepada siswa dalam bentuk soal pilihan
ganda sebanyak 10 nomor.
Setelah penulis selesai membuat soal pre test, selanjutnya
penulis melakukan kegiatan pre test di sekolah dengan tatap
muka terbatas melalui penerapan protokol kesehatan Covid-
19. Kegiatan pre test ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan
pembelajaran dimulai dengan durasi waktu 30 menit.
Tahapan selanjutnya adalah mengolah dan menganalisa
hasi pre test. Dari hasil pre test inilah yang nantinya akan
menjadi titik tolak penulis dalam memberikan materi
pembelajaran kepada siswa dengan mentode “Sepasang Filsuf
Berbagi”.

Output 1. Tersedianya soal pretest


2. Terlaksananya pretest dengan penuh tanggung jawab
3. Dokumentasi kegiatan

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Komitmen Mutu (Menjaga Mutu, Efektif)
1) Soal pretest yang dipersiapkan oleh guru harus berisi soal – soal yang
terukur, jelas dan mudah dipahami oleh siswa.
2) Pelaksanaan pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan awal
siswa.
b. Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Pelaksanaan pretest dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab
c. Etika Publik (Pencapaian Hasil)
Pelaksanaan penilaian dilaksanakan dengan bersungguh-sungguh untuk

61
mendapatkan hasil yang maksimal.
d. Anti Korupsi (Jujur)
Pretest dilaksanakan dengan jujur dari awal sampai pengolahan hasil pretest
dengan objektif tanpa diskriminatif.

Analisis Dampak
Pretest adalah tes yang diberikan sebelum pengajaran dimulai dan
bertujuan untuk mengetahui sampai dimana penguasaan siswa terhadap bahan
pengajaran (pengetahuan dan keterampilan) yang akan diajarkan. Apabila guru
tidak mengetahui kemampuan awal atau dasar pengetahuan siswa, maka guru
akan kesulitan dalam memberikan materi pelajaran selanjutnya karena guru
belum mengetahui sampai dimana pengetahuan atau pemahaman siswa terhadap
materi yang akan dipelajarinya.

Sebaliknya jika siswa telah memiliki pengetahuan dasar mengenai materi


yang akan dipelajarinya, maka akan membantu guru dalam memberikan materi
selanjutnya karena apa yang akan dipelajari oleh siswa sudah tidak menjadi
sesuatu yang baru lagi.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Membuat soal pre test

62
Ket. Dokumen soal pre test

Ket. Pelaksanaan kegiatan pre test

Ket. Mengolah hasil pre test

Gambar 4.5 Proses Pelaksanaan Pre Test

63
6. Kegiatan 6: Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran dengan
Metode “Sepasang Filsuf Berbagi” pada Muatan Pelajaran
Bahasa Indonesia KD 3.1 Mencermati Gagasan Pokok dan
Gagasan Pendukung yang Diperoleh dari Teks Lisan, Tulis, atau
Visual.

Tanggal
Kamis, 15/07/2021
Pelaksanaan

Deskripsi Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 15 Juni 2021 . kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari/1 kali pertemuan. Sesuai
dengan aturan pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan di
sekolah selama pandemi, dimana siswa dibagi menjadi dua
kelompok dalam setiap kelas dan setiap kelompok ditangani
oleh masing-masing satu orang guru (satu wali kelas dan satu
pendamping wali kelas).
Adapun kegiatan yang dilakukan sebelum masuk kelas
adalah dengan memberikan arahan pentinggnya menerapkan
protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19. Setelah itu
mengecek suhu tubuh siswa dengan alat termometer,
kemudian mencuci tangan dengan cairan antiseptic untuk
memastikan setiap siswa steril dan siap mengikuti
pembelajaran. Barulah kemudian siswa dengan tertib
diarahkan masuk ke dalam kelas.
Selanjutnya, guru menyiapkan alat peraga/media
pembelajaran dan mengkondisikan ruang kelas agar kondusif.
Guru mengawali pembelajaran dengan salam, menanyakan
kabar, berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Sebagai bentuk
penanaman nilai nasionalisme, guru bersama dengan siswa
menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Berikutnya
guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa dengan
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
diberikan. Pada bagian ini guru memotivasi siswa untuk berani
berfikir dan mengemukakan pendapatnya. Setelah itu, guru
menyampaikan tujuan pembelajaran, KD, serta materi
pembelajaran.
Memasuki kegiatan inti pembelajaran, guru menyampaikan
materi dengan memperlihatkan gambar melalui proyeksi layar
LCD seorang anak Bali yang memakai baju tradisional. Di
belakang anak ada rumah tradisional Bali. Siswa diminta
untuk menyimak arahan dari guru mengenai tugas yang akan
dilaksanakan, yaitu bekerja sama dalam kelempok secara
berpasangan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Selanjutnya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil
secara heterogen. Setiap kelompok dibentuk secara

64
berpasanagan terdiri dari dua orang siswa. Guru membagikan
papan nama kelompok bertuliskan nama-nama Filsuf beserta
dengan LKS. Setelah kelompok terbentuk, guru
menyampaikan kepada setiap kelompok bahwa mereka akan
mendapatkan informasi tentang keragaman budaya Indonesia
dari teks bacaan. Siswa kemudian diajak untuk mengamati
gambar keragaman budaya yang ada di buku dan membaca
teksnya dalam hati.
Dalam kelompok, guru meminta siswa berdiskusi secara
berpasangan untuk menjawab pertanyaan tentang isi dari
setiap paragraf. Dimana setiap kelompok mendapatkan satu
paragraph untuk ditemukan gagasan pokok dan gagasan
pendukungnya dan menuliskannya pada LKS yang tersedia.
Pada tahap ini guru membimbing siswa agar memaksimalkan
kemampuannya untuk berfikir menemukan jawaban dari
tugas yang diberikan. pada kegiatan ini guru memotivasi siswa
untuk aktif berdiskusi dengan teman kelompoknya. Guru
membimbing jalannya kerja kelompok, berjalan berkeliling
dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan
bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
Tahap selanjutnya, Setiap perwakilan kelompok diminta
untuk berbagi informasi dengan membacakan hasil diskusi
mereka di depan kelompok yang lain. Siswa dari kelompok
lain diminta untuk memberikan tanggapan. Setiap siswa
diminta mencatat masukan dan komentar sebagai bahan untuk
perbaikan dari hasil diskusi mereka. Guru juga memberikan
masukan kepada setiap kelompok untuk mengarahkan siswa
pada jawaban yang benar.
Setelah semua kelompok selesai berbagi informasi hasil
diskusi, guru memberikan penguatan tentang strategi dalam
menemukan isi cerita yang biasa dinamakan gagasan
pokok/gagasan utama/ide utama/ide pokok/pokok pikiran, dari
suatu paragraf. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya
mengenai hal yang belum dipahami.
Berikutnya kegiatan penutup, siswa bersama guru
melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung.
Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini? Apa yang
akan dilakukan untuk menghargai perbedaan di sekitar?
Selanjutnya, siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran. Siswa menyimak cerita motivasi tentang
pentingnya sikap disiplin. Kelas ditutup dengan doa bersama
dipimpin salah seorang siswa.

65
Output Terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan metode
Sepasang Filsuf Berbagi pada Muatan Pelajaran Bahasa
Indonesia KD 3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan
pendukung yang diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Nasionalisme (Taqwa, Cinta Tanah Air)
1) Sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran, guru mengajak siswa
untuk berdoa, sebagai bentuk penanaman sikap taqwa dan rasa syukur
kepada Tuhan YME.
2) Diawal pembelajaran, siswa diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan
“Indonesia Raya” sebagai bentuk penanaman sikap cinta tanah air.
b. Akuntabilitas (Kepemimpinan, Konsisten, Tanggung Jawab)
1) Guru sebagai pemimpin di dalam kelas harus menciptakan suasana yang
kondusif, menjalin hubungan yang demokratis tanpa diskriminasi.
2) Melaksanakan pembelajaran secara konsisten serta memiliki komitmen
untuk mengacu pada RPP yang telah dibuat sebagai pedoman sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
3) Guru harus bertanggunng jawab untuk melaksanakan proses
pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran dengan mengerahkan
segala kemampuan atau sumber daya yang ada untuk membimbing siswa
dalam belajar agar tercipta perubahan sikap, pengetahuan, dan
keterampilannya.
c. Etika Publik (Sopan & Santun)
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan setulus hati dan ikhlas, bertutur
kata yang sopan dan santun agar dalam pembelajaran siswa dapat belajar
dengan nyaman, menyenangkan, serta merasa lebih dihargai.
d. Komitmen Mutu (Efektif, Efisien, Inovatif)
1) Dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus efektif dan efisien dengan
waktu, dan konsisten dengan metode yang digunakan sehingga tercipta
pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
2) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang tepat dan inovatif
(terbarukan) sehingga memberikan pengalaman baru kepada siswa, dan
dapat memotivasi siswa agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil
belajar.
e. Anti Korupsi (Adil, Berani, Peduli)
1) Guru harus bersikap adil dan objektif kepada seluruh siswa tanpa
membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya.
2) Seluruh siswa di dorong agar berani dan percaya diri dalam
mengungkapkan pikiran atau gagasannya baik lisan maupun tertulis.
3) Guru harus memiliki rasa peduli kepada semua siswa yang mengalami
kesulitan dalam belajar agar memberikan arahan maupun bimbingan.

66
Analisis Dampak
Salah satu tugas pokok guru adalah melakukan pembelajaran di dalam
kelas. Agar pembelajaran yang dilakukan oleh guru bersama dengan siswa dapat
berjalan efektif dan efisien, maka guru perlu menggunakan metode
pembelajaran yang menarik, inovatif, dan menyenangkan bagi siswa sehingga
dapat menambah motivasi belajar siswa dan tentunya akan meningkatkan hasil
belajar siswa.

Sebaliknya, jika guru tidak menggunakan sebuah metode atau metode yang
digunakan kurang variatif, maka akan menyebabkan proses pembelajaran
menjadi kurang menarik dan monoton. Siswa akan cepat merasa jenuh dan
bosan dalam proses pembelajaran, dan tentunya akan berdampak pada
menurunnya motivasi siswa untuk belajar. Oleh karena itu, seorang guru yang
profesional dituntut untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas
dan salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik,
inovatif, dan bervariasi.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Penerapan protokol kesehatan sebelum masuk kelas

Ket. Menyiapkan alat peraga/ media pembelajaran

67
Ket. Berdoa sebelum memulai pembelajaran

Ket. Guru mengecek kehadiran siswa

Ket. Guru menanyakan kabar siswa dan memberikan motivasi


kepada siswa

68
Ket. Menyayikan lagu kebangsaan “ Indonesia Raya”

Ket. Guru menyampaikan materi, tujuan, dan langkah-langkah


pembelajaran dengan metode “Sepasang Filsuf Berbagi”

Ket. Guru membagi siswa kedalam kelompok secara heterogen


dengan berpasangan

Ket. Guru membagikan nama-nama kelompok dengan cara


undian

69
Ket. Guru membagikan LKS untuk setiap kelompok

Ket. Guru memberikan arahan mengenai tugas yang akan


dikerjakan dalam kelompoknya

70
Ket. Siswa berfikir dan berbagi informasi dengan pasangan
di kelompoknya

Ket. Perwakilan kelompok berbagi hasil diskusi


di depan kelas

Ket. Kelompok lain memberi tanggapan

71
Ket. Guru bersama siswa manarik kesimpulan materi
pembelajaran

Ket. Berdoa menutup pembelajaran

Ket. Siswa dengan tertib meninggalkan ruangan kelas

Gambar 4.6 Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan


Metode “Sepasang Filsuf Berbagi”

72
7. Kegiatan 7: Melaksanakan Evaluasi (Post Test) untuk Mengetahui
Sejauh Mana Daya Serap Siswa dalam Memahami Materi
Pembelajaran dengan Menggunakan Metode “Sepasang Filsuf
Berbagi”

Tanggal
Jum’at, 16/07/2021
Pelaksanaan

Deskripsi Sebelum post test dilakukan, terlebih dahulu penulis


Kegiatan membuat soal post test sesuai materi yang telah diajarkan.
Post test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana daya
serap siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan
menggunakan metode “Sepasang Filsuf Berbagi”.
Selanjutnya penulis melaksanakan kegiatan post test secara
tatap muka terbatas di sekolah. Kegiatan ini dilakukan pada
tanggal 16 Juli 2021, sehari setelah melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan metode “Sepasang Filsuf Berbagi”.
Setelah post test dilakukan, penulis mengolah dan
menganalisis hasil post test. dari hasil pengolahan dan analisis
hasil post test siswa, guru menemukan adanya perbaikan dari
segi pemahaman siswa terkait materi yang telah diajarkan.
Sebagaian besar siswa mampu memberikan jawaban yang
benar dari soal-soal yang diberikan. berdasarkan temuan
tersebut, penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa
mengalami perbaikan dengan penggunaan metode “Sepasang
Filsuf Berbagi”.

Output 1. Tersedianya soal post test


2. Terlaksananya kegiatan post test
3. Dokumentasi kegiatan

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Komitmen mutu (Menjaga Mutu, Efektif)
1) Soal post test yang dipersiapkan oleh guru harus berisi soal – soal yang
bermutu: jelas, terukur, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
2) Pelaksanaan post test digunakan untuk mengetahui efektifitas metode yang
digunakan dalam menyampaiakan materi serta kemampuan siswa dalam
menyerap materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b. Akuntabilitas (Tanggung Jawab)
Pelaksanaan post test dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
c. Etika publik (Pencapaian Hasil)
Pelaksanaan penilaian dilaksanakan dengan bersungguh-sungguh untuk
mendapatkan pencapaian hasil yang maksimal.

73
d. Anti Korupsi (Jujur, Mandiri, Kerja Keras)
1) Post test dilaksanakan dengan jujur tanpa ada sikap diskriminatif.
2) Setiap siswa diarahkan antuk menyelesaiakan tugas post test secara
mandiri sesuai dengan pemahaman masing-masing.
3) Setiap siswa didorong dan dimotivasi untuk bekerja keras menyelesaikan
tugas yang diberikan.

Analisis Dampak
Post test merupakan bentuk pertanyaan yang diberikan setelah
pelajaran/materi telah disampaikan. Manfaat dari diadakannya post test ini
adalah untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan yang dicapai siswa
setelah berakhirnya penyampaian pelajaran. Hasil post test ini dibandingkan
dengan hasil pre test yang telah dilakukan sehingga akan diketahui seberapa
jauh efek atau pengaruh dari pembelajaran yang telah dilakukan, disamping
sekaligus dapat diketahui bagian-bagian mana dari materi yang masih belum
dipahami oleh sebagian besar siswa.

Jika guru tidak melakukan evaluasi atau post test di akhir pembelajaran,
maka guru tidak dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan pelaksanaan
pembelajaran yang dilakukannya. Selain itu, guru juga tidak dapat mengetahui
siapa siswa yang telah menguasai materi dan yang belum menguasai materi,
sehingga akan mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan selanjutnya
karena hasil post test inilah yang akan menjadi dasar pertimbangan seorang guru
dalam melakukan kegiatan remedi atau pengayaan.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Pembuatan soal Post Test

74
Ket. Pemberian arahan sebelum pelaksanaan Post Test

Ket. Situasi pelaksanaan Post Test

Ket. Pengolahan hasil Post Test


Gambar 4.7 Proses Pelaksanaan Post Test

75
8. Kegiatan 8: Menyusun dan Melaporan Kegiatan Aktualisasi

Tanggal
Senin, 19/07/2021
Pelaksanaan

Dokumentasi Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari kegiatan


Kegiatan aktualisasi yang penulis lakukan di UPT SDN Benteng Utara
No. 59 Kepulauan Selayar. Kegiatan ini dilakukan tanggal 19
sampai 26 Juli 2021.
Setelah beberapa tahapan kegiatan dilakukan, penulis
akhirnya menyusun rancangan laporan kegiatan aktualisasi.
Setelah itu, penulis menemui kepala sekolah di ruang kerja
kepala sekolah untuk melaporkan hasil kegiatan aktualisasi.
Penulis memaparkan hasil kegiatan aktualisasi kepada kepala
sekolah dengan menunjukkan hasil evaluasi pelaksanaan
pembelajaran dengan metode “Sepasang Filsuf Berbagi”.
Pada tahap ini kepala sekolah memberikan masukan dan
beberapa catatan-catatan penting untuk ditindak lanjuti.
Selanjutnya, kepala sekolah menandatangani Surat
Keterangan melaksanakan kegiatan aktualisasi.

Output 1. Terancangnya laporan kegiatan aktualisasi


2. Bukti fisik laporan kegiatan aktualisasi
3. Terlaksananya laporan pelaksanaan kegiatan aktualisasi
dengan komunikasi yang baik antara guru dengan kepala
sekolah.
4. Bukti Surat Keterangan telah melaksanakan kegiatan
aktualisasi dari kepala sekolah

Penjelasan Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Dasar ASN


a. Komitmen Mutu (Menjaga Mutu)
Menyusun dokumen laporan kegiatan aktualisasi dengan cermat sesuai
mekanisme atau aturan yang telah ditetapkan.
1. Anti Korupsi (Jujur)
c. Yakni membuat laporan dengan jujur, tanpa tekanan, dan mematuhi
aturan yang berlaku.
d. Guru juga harus senantiasa bersikap jujur dalam melaporkan hasil
evaluasi kepada kepala sekolah.
b. Nasionalisme (Kerja Keras, Demokratis)
c. Bekerja keras mengerahkan tenaga dan fikiran untuk menyelesaikan
penyusunan laporan sebelum waktu yang telah ditetapkan.
d. Sikap menghormati dan menghargai setiap masukan dari kepala sekolah
selaku pimpinan unit kerja.
c. Akuntabilitas (Tanggung Jawab)

76
1) Yakni menunjukkan sikap bertanggung jawab untuk menyelesaikan
laporan kegiatan aktualisasi.
2) Adanya rasa bertanggung jawab terhadap kepala sekolah dalam
melaporkan evaluasi hasil kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan selama aktualisasi.

Analisis Dampak
Penyusunan laporan kegiatan ditujukan sebagai bentuk
pertanggungjawaban. Memberikan informasi, fakta, dan kondisi sesubyektif
mungkin serta secara konsisten terkait kegiatan dari awal hingga akhir
pelaksanaan. Manfaat dari penyusunan laporan ini adalah untuk
mendokumentasikan rangkaian dan catatan selama kegiatan aktualisasi
berlangsung, menguraikan peristiwa atau tindakan yang terjadi selama kegiatan
aktualisasi, memenuhi syarat mengenai kesepakatan kegiatan aktualisasi, serta
menjadi bahan penilaian.

Jika kegiatan aktualisasi tidak dituangkan dalam bentuk laporan tertulis,


maka tidak ada pertanggungjawaban kegiatan yang bisa dikonfirmasi dan
dievaluasi oleh pembina/pelatih dalam program kegiatan aktualisasi.

Dokumentasi
Kegiatan

Ket. Penyusunan laporan kegiatan aktualisasi

77
Ket. Pelaporan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran

Ket. Penandatanganan Surat Keterangan telah melaksanakan


Kegiatan Aktualisasi

78
Ket. Foto bersama kepala sekolah dan mentor

Ket. Foto bersama Siswa Kelas IV

Gambar 4.8 Proses Penyusunan dan Pelaporan Kegiatan


Aktualisasi

79
BAB V

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan aktualisasi kegiatan-kegiatan yang

telah dilakukan penulis UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar,

dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi membantu penulis dalam

menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi),

memberikan kontribusi terhadap visi dan misi UPT SDN Benteng Utara

No.59 Kepulauan Selayar, memperkuat nilai-nilai organisasi, serta

memperoleh pengetahuan yang baru terkait dengan unit kerja tempat

penulis melaksanakan tugas.

2. Melalui kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar

ANEKA akan mampu membentuk pribadi dan mental para ASN yang

memegang teguh nilai-nilai profesional ASN, sehingga mereka siap

bekerja menjalankan tugas dan kewajibanya sebagai abdi negara dan

pelayan masyarakat, baik di lingkungan kerjanya maupun di lingkungan

masyarakat.

3. Kegiatan aktualisasi dengan judul "Sepasang Filsuf Berbagi” yang

penulis terapkan di Kelas IV UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan

80
Selayar", bisa menjadi alternatif metode dalam melaksanakan

pembelajaran di kelas.

A. Saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan bagi peningkatan

kualitas kegiatan LATSAR kedepannya, antara lain :

1. Dalam kesempatan ini penulis memberikan saran kepada seluruh SKPD

di Kab. Kepulauan Selayar secara umum, agar senantiasa

menginternalisasikan nilai-nilai dasar ANEKA dengan sungguh-sungguh

untuk menciptakan kualitas pelayanan publik yang lebih baik

kedepannya.

2. Bagi UPT SDN Benteng Utara No. 59 Kepulauan Selayar, diharapkan ke

depannya para tenaga pendidik perlu menyusun dan membuat perangkat

pembelajaran serta penerapan metode-metode pembelajaran yang

inovatif dan kreatif, agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan akan

lebih terpola dan bermakna bagi siswa sehingga berdampak pada

peningkatan kualitas proses maupun hasil belajar siswa.

81
DAFTAR PUSTAKA

Bevaola, Dr.,M.Si., dkk. (2015). Akuntabilitas. Edisi Revisi, Jakarta: Lembaga


Administrasi Negara;

Kumorotomo, Wahyudi Prof. Dr, M.PP., dkk. (2015). Etika Publik. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara;

Latief, Yudi, MA., P.hD., dkk. (2015). Nasionalisme. Edisi Revisi, Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara;

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Manajemen Aparatur Sipil Negara.


Jakarta: Lembaga Administrasi Negara;

Widodo, Tri, Prof. Dr., SH., M.A., dkk. (2017). Habituasi. Edisi Revisi, Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara;

Suwarno, Yogi, S.IP, M.A, Ph.D, dkk. (2017). Whole of Government: Edisi
Revisi, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi, (2015). Anti Korupsi. Jakarta:


Lembaga Administrasi Negara;

Purwanto, Agus, Dr., dkk. (2017). Pelayanan Publik: Edisi Revisi, Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara;

Yuniarsih, Tjutju, Prof. Dr., SE., M.Pd., dkk. (2015). Komitmen Mutu. Edisi
Revisi, Jakarta: Lembaga Administrasi Negara;

82
83