Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KEPERAWATAN KELUARGA

“Asuhan Keperawatan dengan Penyakit


Menular (TB PARU)”
Disusun Oleh : Kelompok 9

Nieke Saurin 1130119

Sartika Sari 1130119008

Moch Muksin 1130119


KONSEP KELUARGA
PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga adalah dua atau lebih individuyang hidup dalam satu rumah tangga
karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka saling
berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing, dan
menciptakan dan mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya 1978 dalam
Andarmoyo, 2012).
TIPE KELUARGA
SECARA MODERN
SECARA TRADISIONAL

1. Tradisional Nuclear
2. Reconsituted Nuclear
1. Keluarga Inti (Nuclear Family) 3. Nidle Age/Aging Couple
2. Keluarga Besar (Extended 4. Dyadic Nuclear
Family) 5. Single Parent
6. Dual Carrier
7. Commuter Married
8. Single Adult
9. Three Generation
10. Institusional
11. Comunal
12. Group Marriage
13. Unmarried Parent and Child
14. Cohibing Coiple
15. Gay and Lesbian Family
STRUKTUR DAN FUNGSI POKOK KELUARGA FUNGSI POKOK KELUARGA

1. Fungsi afektif adalah Fungsi keluarga yang utama


untuk mengajarkan segala sesuatu untuk
STRUKTUR KELUARGA mempersiapkan anggota keluarga berhubungan
dengan orang lain
1. Patrilineal 2. Fungsi sosialisasi Fungsi mengembangkan dan
2. Matrilineal tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial
3. Matrilokal sebelum meinggalkan rumah untuk
4. Patrilokal berhubungan dengan orang lain diluar rumah
5. Keluarga kawin 3. Fungsi reproduksi Fungsi untuk
mempertahankan generasi dan menjaga
kelangsungan keluarga
4. Fungsi ekonomi Keluarga berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi
dan tempat untuk mengembangkan kemampuan
individu dalam meningkatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
5. Fungsi perawatan/pemeliharaan kesehatan
Fungsi untuk mempertahankan keadaan
kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki
produktivitas tinggi
PENGERTIAN TB PARU
 Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksius kronik dan berulang yang biasanya
mengenai paru, meskipun semua organ dapat terkena. Disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis,yang diitularkan oleh droplet nuclei, droplet yang
ditularkan melalui udara dihasilkan ketika orang bersin, bicara, atau bernyanyi.
Droplet kecil sekali dapat tetap beredar di udara selama beberapa jam.Infeksi
dapat terjadi ketika pejamu yang rentan bernapas di udara yang mengandung
droplet nuclei dan partikel terkontaminasi menghindari pertahanan normal
saluran napas atas untuk mencapai alveoli. (LeMone Priscilla, 2016).
KLASIFIKASI

Kategori 1, ditunjukan Kategori 3, ditunjukan


terhadap: terhadap:
Kasus batu dengan sputum Kasus BTA negativ dengan
positif kelainan paru yang luas
Kasus baru dengan bentuk Kasus TB ekstra paru selain
TB berat dari yang disebut di kategori

Kategori 2, ditunjukan
terhadap:
Kategori 4: ditunjukan
Kasus kambuh
terhadap TB kronik
Kasus gagal dengan sputum
BTA positif
MANIFESTASI KLINIS DAN KOMPLIKASI

MANIFESTASI KLINIS KOMPLIKASI


1. Demam
2. Maleise
3. Batuk Komplikasi dini: pleuritis, efusi pleura,
4. Batuk darah empiema, laringitis, TB usus, poncet‟s
5. Berat badan turun arthropathy.
6. Rasa lelah
7. Sesak nafas Komplikasi lanjut: obstruksi jalan nafas
8. Nyeri dada (sindrom obstruksi pasca TB), kerusakan
9. Wheezing parenkim berat (fibrosis paru), kor- pulmonal,
10. Dispneu amiloidosis paru, sindrom gagal nafas dewasa
11. Menggigil (ARDS), TB milier, jamur paru (aspergillosis)
12. Keringat malam dan kavitas.
13. Sering terserang flu
PELAKSANAAN DAN TERAPI

Penatalaksanaan keperawatan
– Peran perawat yang terpenting dalam penatalaksanaan klien dengan TB adalah
bertanggung jawab atas penyuluhan kesehatan bagi klien dan keluarganya termasuk
penyuluhan tentang medikasi, tindakan pencegahan penularan dan perawatan tindak
lanjut.

Penatalaksanaan medis
– WHO merekomendasikan strategi DOTS (Direct Observed Treatment Shortcourse) dalam
penatalaksanaan kasus TB, selain relative tidak mahal strategi ini dianggap dapat
menurunkan resiko terjadinya kasus resistensi obat terhadap TB, selain itu pengobatan TB
harus menggunakan tiga prinsip sebagai berikut:
– Regimen harus termasuk obat-obat multiple yang sensitif terhadap mikroorganisme.
– Obat-obatan harus diminum secara teratur
– Terapi obat harus dilakukan terus menerus dalam waktu yang cukup untuk menghasilkan
terapi yang paling efektif dan paling aman pada waktu yang paling singkat.
ASUHAN KEPERAWATAN
ANALISA DATA
No Data Subyektif Penyebab Masalah
1 DS : Adanya infeksi kuman Resiko tinggi penyebaran
- Pasien mengatakan sering kontak dengan tuberculosis dan infeksi
orang lain ketidakmampuan keluarga
- Pasien mengatakan tidak menutup mulut memodifikasi lingkungan
saat batuk di depan orang lain
- Pasien mengatakan merasa sesak nafas
ketika berada di dalam ruangan

DO :
- BTA positif
- Pasien sering batuk di depan orang lain dan
tidak menutup mulut/ tidak menggunakan
masker saat batuk
- Pasien tampak sesak nafas di dalam ruangan
SKORING
No Kriteria Hitungan Skor Pembenaran
1 Sifat masalah : Tidak/kurang 3/3x1 1 Masalah ancaman kesehatan perlu segera
sehat diatasi. Tn.D belum bisa menjaga etika ketika
batuk. Keluarga belum membuka pintu jendela,
kondisi kamar pengap dan lembab

2 Kemungkinan masalah dapat 1/2x2 2 Masalah masih dapat diubah karena ingin
diubah : mengetahui tentang penyakitnya, dan cara
Dengan mudah Perawatannya. Kemudian mendemonstrasikan
tat rumah yang harus dibenahi. Dengan
penyuluhan oleh petugas ksehatan keluarga
Tn.D dalam pemahaman mengenai lingkungan
yang baik bagi penderita TBC

3 Potensial masalah dapat 2/3x1 2/3 Dengan pemahaman mengenai lingkungan


dicegah: yang baik, masalah dapat dicegah dengan
Cukup cara melakukan pendidikan kesehatan
mengenai Tuberculosis.

4 Menonjolnya masalah : Maslah 2/2x1 1 Dirasakan sebagai masalah karena harus


tidak segera ditangani
dirasakan
Total : 3 1/3
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan adanya infeksi kuman


tuberculosis dan ketidakmampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan
INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional
Keluarga
Resiko penyebaran infeksi Setelah dilakukan kunjungan rumah 3x1. Observasi 1. Asupan garam yang tinggi dapat mengganggu
berhubungan dengan adanya diharapakan keluarga mampu memberikan- Identifikasi faktor yang keseimbangan natrium alami yang ada dalam
infeksi kuman tuberkulosis dan perawatanpada Tn. R dengan kriteria hasil : berkontribusi terhadap tubuh. Kadar natrium dalam tubuh bisa
ketidakmampuan keluarga1. Periksa BTA secara rutin gangguan pemeliharaan rumah meningkat, sehingga menyebabkan retensi
dalam memodifikasi lingkungan 2. Keluarga mampu meodifikasi lingkungan (manajemen kesehatan yang natrium, kemudian hal ini dapat meningkatkan
3. Kelurga mampu mendeskripsikan proses buruk) tekanan yang diberikan oleh aliran darah
penyebaran penyakit, faktor yang1. Terapeutik terhadap dinding pembuluh darah.
mempengaruhi penularan serta- Dukung anggota keluarga dalam2. Pengelolaan hipertensi harus dilakukan dengan
penatalaksanaannya menetapkan tujuan yang dapat komprehensif bukan hanya kuratif saja harus
dicapai terkait pemeliharaan didukung dengan asupan yang tidak
rumah mengakibatkan perburukan kondisi.
- Fasilitas dalam perbaikan rumah
jika perlu
- Bantu keluarga menggunakan
dukungan sosial
- Koordinasi menggunakan
sumber-sumber komunitas
Edukasi
- Ajarkan strategi menciptakan
lingkungan rumah yang aman
dan bersih
- Anjurkan modifikasi penataan
perabotan rumah agar mudah