Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN DASAR : ISTIRAHAT DAN TIDUR

Fajar Dewi Rochmawati

1120021024

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA


2021

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan ini dibuat dan disusun sebagai bukti
bahwa telah mengikuti praktikum Profesi di Rumah Sakit PHC Surabaya di Ruang
Mutiara mulai tanggal 27 September 2021 -10 Oktober 2021
Mahasiswa

(Fajar Dewi Rochmawati)

Mengetahui

Kepala Ruangan Pembibing Ruangan

() (Kustri Winarni, Amd. Kep)

Pembimbing Akademik

(Riska Rohmawati, S. Kep,Ns., M.Tr.Kep)


LAPORAN PENDAHULUHAN

TINJAUAN TEORI

1. KONSEP DASAR
A. Definisi
Pengertian Tidur adalah keadaan gangguan kesadaran yang dapat bangun
dikarakterisasikan dengan minimnya aktivitas. Sedangkan Istirahat adalah
relaksasi seluruh tubuh atau mungkin hanya melibatkan istirahat untuk bagian
tubuh tertentu (Vaughans, 2011).
Kebutuhan aktivitas atau pergerakan, istirahat dan tidur merupakan satu
kesatuan yang saling berhubungan dan saling memengaruhi. Tubuh
membutuhkan aktivitas untuk kegiatn fisiologis dan membutuhkan istirahat dan
tidur untuk pemulihan. (Tarwoto, 2011).
Gangguan pola tidur adalah keadaan ketika individu mengalami atau berisiko
mengalami suatu perubahan dalam kuantitas atau kualitas pola istirahatnya yang
menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu gaya hidup yang
diinginkannya (Lynda Juall, 2012). Gangguan pola tidur adalah gangguan
kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal.(SDKI, 2016).

B. Etiologi
1. Penyakit
Seorang yang mengalami sakit, memerlukan waktu tidur lebih banyak dari
normal. Namun demikian, keadaan sakit menjadikan pasien kurang tidur
2. Lingkungan
Pasien yang biasa tidur pada keadaan terang dan nyaman, kemudian terjadi
perubahan-perubahan suasana makan dan menghambat tidurnya
3. Motivasi
Motivasi berpengaruhi untuk menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan
waspada menahan ngantuk
4. Kelelahan
Apabila kelelahan dapat memperpendek periode pertama dari tahap REM
5. Kecemasan
Keadaan cemas meningkatkan saraf simpatis, sehingga mengganggu tidur
6. Obat-obatan
Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan gangguan tidur antara lain :
- Diuretik : menyebabkan inosmia
- Anti depresan :supresi REM
- Kafein : meningkatkan saraf simpatis
- Beta Blker : menimbulkan insomnia
- Narkotika : mensupresi REM

C. Patofisiologi
Reseptor menerima impuls / rangsangan kemudian dibawa ke medulla spinalis
kemudian masuk ke formasi retikularis dilanjutkan ke pons dan masuk ke medula
oblongata kemudian diteruskan ke hipotalamus yang menyebabkan menurunya
fungsi panca indra dan sampai masuk ke korteks serebri, sehingga ditafsirkan /
disampaikan kembali ke formasi retikularis dilanjutkan ke medulla spinalis dan
dipersepsikan untuk tidur.

D. Manifestasi Klinis
1. Dewasa
a. Mayor (Harus Terdapat)
- Kesukaran untuk tertidur atau tetap tidur
b. Minor (Mungkin Terdapat)
- Keletihan waktu bangun atau sepanjang hari
- Perubahan dalam bernafas
- Tidur sejenak sepanjang hari
- agitasi
2. Anak-anak
Gangguan tidur pada anak sering kali dihubungkan dengan ketakutan,
enuresis, atau respon tidak konsisten dari orang tua terhadap permintaan
anak untuk mengubah peraturan dalam tidur seperti permintaan untuk tidur
larut malam.
- Kengganan untuk istirahat
- Sering bangun waktu malam
- Keinginan tidur dengan orang tua

E. Tahapan-tahapan Tidur
a. Non Rapid Eye Movement (NREM)
1). Tahap l
Merupakan tahap transisi dari keadaan sadar menjadi tidur. Berlangsung
beberapa menit saja, dan gelombang otak menjadi lambat. Tahap 1 ini
dirtandai dengan :
a). Mata menjadi kabur dan rileks
b). Seluruh otot menjadi lemas
c). Kedua bola mata bergerak ke kiri dan kanan
d). Tanda-tanda vital dan metabolisme menurun
e). Dapat terbangun dengan mudah
f). Bila terbangun terasa sedang bermimpi
2). Tahap ll
Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun.
Berlangsung 10-20 menit, semakin rileks, mudah terjaga, dan gelombang
otak menjadi lebih lambat. Tahap II ini ditandai dengan :
a). Kedua Bola mata berhenti bergerak.
b). Suhu tubuh menurun.
c). Tonus otot perlahan-lahan berkurang.
d). Tanda-tanda vital turun dengan jelas
3). Tahap lll
Merupakan awal tahap tidur nyenyak. Tahap ini berlangsung 15-30 menit,
ditandai dengan :
a). Relaksasi otot menyeluruh
b). Tanda-tanda vital menurun tetapi tetap teratur
c). Sulit dibangunkan dan digerakkan
4). Tahap IV
Tahap tidur nyenyak, berlangsung sekitar 15-30 menit. Tahap ini ditandai
dengan :
a). Jarang bergerak dan sangat sulit dibangunkan
b). Tanda-tanda vital secara signifikan lebih rendah dari pada jam
bangun pagi
c). Tonus otot menurun (relaksasi otot)
d). Gerak bola mata mulai meningkat
e). Terjadi mimpi dan terkadang tidur sambil berjalan serta enuresis
(mengompol)
b. Rapid Eye Movement (REM)
Tahap tidur yang sangat nyenyak. Pada orang dewasa REM terjadi 20-25 %
dari tidurnya
Tahap REM ditandai dengan :
a). Bola mata bergerak dengan kecepatan lebih tinggi dari tahap-tahap
sebelumnya.
b). Mimpi yang berwarna dan nyata muncul.
c). Tahap ini biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah tidur dimulai
d). Terjadi kejang otot kecil, otot besar imobilisasi.
e). Ditandai oleh respons otonom yaitu denyut jantung dan pernapasan
yang berfluktuasi, serta peningkatan tekanan darah yang berfluktuasi
f). Metabolisme meningkat
g). Lebih sulit dibangunkan
h). Sekresi lambung meningkkat
i). Durasi tidur REM meningkat dengan setiap siklus dan rata-rata 20
menit
F. Gangguan Tidur
a. Insomnia
Ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas dan kuantitas tidur.
b. Hipersomnia
Berlebehian jam tidur pada malam hari, lebih 9 jam disebabkan depresi,
penyakit ginjal, liver dan metabolism
c. Parasomnia
Merupakan sekumpulan penyakit yang mengganggu tidur anak seperti
somnabolisme ( tidur sambil berjalan ).
d. Narcolepsy
Kondisi yang ditandai oleh keinginan yang tidak terkendali untuk tidur
e. Sleep Apnea
Pernafasan terhenti pada waktu-waktu tertentu selama tidur.
f. Mengigau
Hampir semua orang pernah mengigau sebelum tidur REM.

G. Jumlah Kebutuhan Tidur


Umur dan Kebutuhan Tidur
1. BBL : 14-18 Jam
2. 6 Bulan : 12-16 jam
3. 6 bulan – 4 tahun : 12-13 jam
4. 6 tahun – 13 tahun : 7-8 jam
5. 13 tahun – 21 tahun : 7-8 jam
6. Dewasa <60 tahun : 6-9 jam
7. Dewasa : 6-7 jam

H. Penatalaksanaan
- Memberikan lingkngan yang nyaman
- Memberikan distraksi dan relaksasi
KONSEP DASAR KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk
mengumpulkan informasi atau data tentang pasien, agar dapat mengidentifikasi,
mengenali masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien, baik
fisik, mental, sosial dan lingkungan
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan awal dari pengkajian untuk mengumpulkan
informasi tentang klien yang akan dilakukan secara sistematis untuk
menentukan masalah-masalah serta kebutuhan kesehatan klien sehari-hari
meliputi :
a. Identitas
1). Identitas klien terdiri dari : nama, umur, agama, suku/bangsa,
pendidikan, pekerjaan, golongan darah, diagnosa medis, status marital,
alamat
2). Identitas penanggung jawab terdiri dari : nama, umur, suku/bangsa,
pendidikan terakhir, pekerjaan, agama, hubungan dengan klien,
alamat.
b. Status Kesehatan
1). Keluhan Utama
Merupakan keluhan yang dirasakan klien pada saat dikaji. Biasanya
klien akan mengeluh nyeri pada daerah luka operasi.
2). Riwayat Kesehatan Sekarang
Merupakan pengembangan dari keluhan utama yang dirasakan klien.
Biasanya nyeri akan bertambah bila bergerak/mengubah posisi, nyeri
berkurang jika klien diam atau istirahat, nyeri dirasakan seperti diiris-
iris/disayat-sayat, nyeri akan megganggu aktivitas terutma pada hari
pertama post operasi, skala nyeri bervariasi dari 2-4 (0-5). Dijabarkan
dengan PQRST.
3). Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Yang perlu dikaji riwayat kesehatan dahulu pada klien post seksio
sesarea, apakah pernah mengalami operasi sebelumnya, riwayat

penyakit infeksi, alergi obat-obatan, hypertensi, penyakit system


pernafasan, diabetes mellitus.
4). Riwayat Kesehatan Keluarga
Dikaji dalam keluarga apakah keluarga mempunyai penyakit
keturunan seperti diabetes mellitus, hypertensi, jantung, penyakit
kelainan darah dan riwayat kelahiran kembar dan riwayat penyakit
mental
c. Kebutuhan Bio Psiko Sosial dan Spiritual
1). Keadaan Umum
Pada klien post operasi seksio sesarea hari kedua biasanya klien
masih lemah, tingkat kesadaran pada umumnya compos mentis,
tanda-tanda vital biasanya sudah stabil, tingkat emosi mulai stabil
dimana ibu mulai masuk dalam fase taking hold. BB biasanya
mendekati BB sebelum hamil.
2). Sistem Respirasi Kaji sistem respirasi klien pada saat sebelum
operasi dan sesudah operasi untuk memudahkan data pengkajian.
3) Pola Nutrisi Kaji frekuensi makan, jenis makanan yang disukai
dan tidak disukai, apakah makanan pantangan atau alergi,
bagaimana nafsu makan klien, porsi makan (jumlah). 4) Eliminasi
Kaji frekuensi BAB, warna, bau dan kosistensi feses serta masalah
yang dihadapi klien saat BAB.Kaji frekuensi BAK, warna, bau
dan jumlah urine. 5) Pola tidur dan istirahat Klien post partum
seksio sesarea membutuhkan waktu tidur yang cukup, tapi sering
mengalami masalah tidur karena perasaan yeri dan suasana rumah
sakit. 6) Personal hygiene

Data yang perlu dikaji adalah mandi, gosok gigi, keramas dan
gunting kuku. Pada klien dengan post partum seksio sesarea hari
ke 1-2 masih memerlukan bantuan dalam personal hygiene. 7)
Pola pikir dan persepsi Yang perlu dikaji adalah hubungan ibu dan
bayi, respon ibu mengenai kelahiran,
d. Pemeriksaan fisik
e. Diagnosa Keperawatan
1). Gangguan pola tidur, berhubungan dengan :
a). Sering terjaga pada malam hari
b). Tidur berlebihan pada siang hari
c). Nyeri
d). Lingkungan yang mengganggu
f. Intervensi
1). Kaji kembali faktor yang menyebabkan gangguan tidur
Rasional : Untuk mengetahui kebutuhan istirahat dan tidur pasien
normal
2). Bantu pasien untuk memicu tidur
Rasional : untuk membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan
istirahat dan tidur pasien
3). Kurangi kemungkinan cedera selama tidur
Rasional : untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi
pasien dalam memenuhi kebutuhan istirahat tidur
4). Berikan pendidikan kesehatan
Rasional : keluarga dan pasien mengetahui pentingnya kebutuhan
istirahat dan tidur
5). Tanyakan atau evaluasi perasaan pasien setelah dilakukan
tindakan
Rasional : mengetahui keberhasilan tindakan
g. Implementasi
1). Kaji pola tidur dan aktivitas pasien
2). Jelaskan pentingnya kebutuhan tidur selama sakit
3). Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam tidur
4). Fasilitasi kebiasaan pasien sebelum tidur ( misalnya membaca
buku)
5). Monitor makanan dan minuman pasien sebelum tidur
h. Evaluasi
Evaluasi terhadap masalah kebutuhan istirahat dan tidur dapat dinilai dari
kemampuan dalam memenuhi kebutuhan tidur, baik kuantitatif maupun
kualitatif serta kemampuan dalam melakukan teknik-teknik yang dapat
dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur.
DAFTAR PUSTAKA

Wilkinson Judit M. 2012. D