Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL PROGRAM KREAKTIVITAS MAHASISWA

PENGOLAHAN LIMBAH AMPAS SAGU (Metroxylon sago) SEBAGAI


EDIBLE COATING PADA BUAH TOMAT

BIDANG KEGIATAN
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Muh. Habil Ahmad; 1614142011; 2016
Agung Gunawan; 1614142001; 2016
Nursyamsi; 1613042020; 2016

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


MAKASSAR
2019

i
PENGESAHAN USULAN PKM PENELITIAN ESAKTA

1. Judul Kegiatan : PENGOLAHAN LIMBAH


AMPAS SAGU (Metroxylon
sago) SEBAGAI EDIBLE
COATING PADA BUAH
TOMAT
2. Bidang Kegiatan : PKMPE - MIPA
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : MUH. HABIL AHMAD
b. NIM : 1614142011
c. Jurusan : S1 Biologi
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Makassar
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jalan Rappocini Raya No.17, telp.
, hp. 082343529192
f. Email : muhammadhabiel15@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 Orang
5. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : HALIFAH PAGARRA, M. Si.,
Ph.D
b. NIDN/NIDK : 0015095509
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jalan Sultan Alauddin 80 C, telp.
04118213088, hp. 081342086776
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 12,330,000
b. Sumber lain (sebutkan...) : Rp 0; Sumber lain: -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 Bulan

Makassar, 7 – 1 - 2019
Menyetujui
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Ketua Pelaksana Kegiatan,
Fakultas MIPA UNM,

(Drs. H. Sukri Nyompa, S.H., M.Si., Ph.D) (MUH. HABIL AHMAD)


NIP. 196003051986011001 NIM. 1614142011

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping


Universitas Negeri Makassar

ii
(Dr. H. Arifuddin Usman, M. Kes) (HALIFAH PAGARRA, M.
Si.,Ph.D)
NIP. 196503131990031003 NIDN. 0015095509
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB 1. PENDAHULUAN......................................................................................1
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................3
BAB 3. METODE PENELITIAN...........................................................................5
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.......................................................9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................10
LAMPIRAN...........................................................................................................11
Lampiran 1.........................................................................................................11
Lampiran 2.........................................................................................................18
Lampiran 3.........................................................................................................21
Lampiran 4.........................................................................................................22

iii
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) tergolong tanaman
holtikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran.Menurut
Badan Pusat Statistik (2016), buah tomat menjadi salah satu jenis sayuran yang
favorit yang dikonsumsi oleh penduduk Indonesia dengan perkiraan total
konsumsi nasional sebesar 1149.16 juta. Kandungan gizi dari buah ini banyak
mengandung vitamin A dan C sehingga dapat meningkatkan kondisi kesehatan
manusia. Buah tomat juga mengandung kadar air yang tinggi yaitu lebih dari 93%
yang menjadikan tekstur buat tomat lembut dan tidak tahan disimpan dalam waktu
yang lama, sehingga tergolong komoditas yang cepat rusak. Selain hal tersebut
kerusakan juga dapat terjadi akibat pengaruh mikroba seperti jamur Aspegillus,
Penicillium, dan Mucor. Buah tomat yang matang akan mengalami pembusukan
atau kerusakan dalam jangka waktu 3-4 hari pada penyimpanan suhu kamar.
Konsumsi buat tomat yang terkontaminasi akan menyebabkan gangguan
kesehatan seperti penyakit kanker hati, degenerasi hati, demam, pembengkakan
otak, ginjal dan gangguan saraf (Yunia et al., 2014).
Kerusakan dan pembusukan pada buah tomat dapat diminimalisir dan
cegah melalui pemanfaatan biopolimer dari ampas sagu. Pemanfaatan tanaman
sagu hanya berfokus kepada produksi pati yang dihasilkan sebesar 20 - 30 %
serta kandungan selulosa pada ampas sagu sebesar 20 % sedangkan 75 – 85 %
berupa limbah ampas sagu.Pengolahan ampas sagu sebagai biopolimer menjadi
langkah yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan menghambat pembusukan
dari buah tomat. Hal ini berkaitan dengan komponen selulosa yang dikandung
oleh ampas sagu. Selulosa dari ampas sagu merupakan polimer alami dengan
subunit-subunit D-glukosa yang ditautkan satu sama lain dengan ikatan β-1,4-
glikosida yang bersifat dapat didegradasi dan terbarukan. Sehingga diyakini
bahwa limbah ampas sagu dapat dimanfaatkan menjadi lapisan buah maupun
sayuran (Jumantara, 2011).
Lapisan buah dan sayuran yang dapat dimakan telah menjadi hal yang
menarik pada industri makanan dan pertanian, karena dapat memperpanjang umur
simpan buah pasca panen serta menyediakan nutrisi tambahan yang berguna
dalam kesehatan manusia (Park et al., 2017). Selulosa menjadi suatu bahan dasar
dalam edible coating yang dapat melapisi buah tomat. Edible coating dari selulosa
dapat mencegah kehilangan air, percoklatan permukaan dan menghambat respirasi
(oksidasi) untuk pertumbuhan mikroba pada buah serta memiliki permeabilitas
selektif untuk O2 dan CO2 dan ketahanan terhadap lemak dan minyak
(Krasniewska et al., 2017). Selain hal tersebut, selulosa sebagai biopolimer
hidrokoloid memiliki biaya rendah, memberi penampilan yang bagus pada buah,
transparan dan dapat dimakan tanpa memidahkan lapisannya serta tidak
menimbulkan toksik kepada manusia (Oliveira et al., 2014). Penggunaan selulosa
2

dari polisakarida yang terbarukan menjadi suatu kemasan yang ramah lingkungan
dengan harapkan dapat menggantikan kemasan berbasis minyak bumi (Qi et al.,
2015). Oleh karena itu, penggunaan selulosa dari ampas sagu sebagai edible
coating diharapkan menjadikan buah tomat dapat bertahan dari pembusukan atau
kerusakan dari faktor lingkungan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, makan dapat dirumuskan suatu
masalah yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana efektifitas ampas sagu sebagai edible coating dalam mencegah
pembusukan buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill)?
2. Pada konsentrasi berapakah ampas sagu sebagai edible coating
menunjukkan efektifitas paling baik dalam mencegah pembusukan buah
tomat (Lycopersicum esculentum Mill)?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Memperoleh kemasan alami sebagai edible coating pada buah tomat
(Lycopersicum esculentum Mill) dari ampas sagu.
2. Mengetahui efektifitas dan konsentrasi ampas sagu sebagai edible coating
dalam mencegah pembusukan buah tomat (Lycopersicum esculentum
Mill).
1.4 Urgensi dan Manfaat Penelitian
Urgensi (keutamaan) dari penelitian ini yaitu:
1. Memberikan sumbangsi terhadap kualitas dan nilai ekonomis dari buah
tomat (Lycopersicum esculentum Mill) pada masyarakat.
2. Kemasan atau lapisan yang dihasilkan untuk buah tomat (Lycopersicum
esculentum Mill) merupakan biopolimer yang ramah lingkungan dan
terbarukan dibanding kemasan berbasis minyak bumi.
1.5 Luaran Penelitian
Luaran dari kegiatan penelitian ini adalah laporan kemajuan, laporan akhir,
produk program berupa data perbandingan efektivitas dari ampas sagu sebagai
edible coating pada buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill), artikel ilmiah,
penelitian ini juga dapat menjadi bahan alternatif untuk menggantikan plastik
dalam men-coating buah, serta tinjauan dan referensi bagi masyarakat untuk dapat
memanfaatkan limbah ampas sagu.
3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Tomat (Lycopersicum esculentum Mill)
Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) adalah komoditas unggulan
hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis penting di Indonesia. Tanaman ini
memiliki siklus hidup yang singkat dengan pertumbuhan 1 – 3 meter. Buah tomat
banyak dimanfaatkan sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, minuman, dan
sebagai bahan baku industri misalnya dibuat saus, bahan pewarna makanan, dan
kosmetik. Pada 100 gram buah tomat mengandung gizi yang baik berupa vitamin
A 1500 SI (Satuan International), vitamin B 0,06 mg, vitamin C 40 mg, protein 1
g, karbohidrat 20 kalori dan lemak 0,3 g, kalsium5 mg , fosfor 26 mg, besi 0,5
mg, dan 94 g air (Rangga et al., 2016). Selain hal tersebut buah tomat juga
mengandung beberapa senyawa yang baik untuk kesehatan manusia yaitu likopen.
Konsentrasi likopen dapat diamati dengan tingkat warna pada buah tomat dengan
jumlah 60 - 64 %. Secara biologis likopen berfungsi sebagai antioksidan yang
mencegah reaksi oksidatif di dalam sel, serta memiliki kemampuan menurunkan
kolesterol (Handayani et al., 2018). Buah tomat juga tergolong buah klimaterik
sehingga pembusukan dapat terjadi dengan cepat yaitu hanya bertahan 3 – 4 hari
dan setelah itu akan mengalami kerusakan atau pembusukan. Salah satu faktor
pembusukan buah adalah kontaminasi mikroba (Yunia et al., 2014).
2.2 Ampas sagu (Metroxilon sago)
Potensi sagu di Indonesia (1.4 juta ha) mencapai lebih dari 50% potensi
pertanian sagu dunia (2.2 juta ha). Limbah dari hasil panen pohon sagu
bermacam-macam dan umumnya belum dimanfaatkan, antara lain kulit batang
dan ampas sagu. Ketika tidak ada penangan khusus terhadap limbah ini maka akan
menimbulkan pencemaran lingkungan yang berpotensi meningkatkan kemasaman
tanah (pH < 4) serta menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian
tanaman. Selain hal tersebut ampas sagu juga mengandung racun yang akan
mematikan tanaman jika digunakan sebagai media tanam . Ampas sagu
merupakan limbah dari empelur sagu (Metroxylon sago) yang telah diambil
patinya. Kandungan pati sagu sebesar 18,5% dan sisanya 81,5% merupakan
ampas sagu yang memiliki kandungan selulosa sebesar 20-36,3% dan lignin 9,7-
21%. Sementara itu, kandungan komponennya yang lain dari ampas sagu yaitu
bahan kering 86,4%, protein kasar 2,1%, lemak 1,8%, serat kasar 20,3%, abu
4,6%, hemiselulosa 14,6%, dan silica 3,3%. Salah satu komponen yang berpotensi
pada limbah ampas sagu adalah selulosa. Selulosa adalah polimer alami yang
bersifat dapat didegradasi dan terbarukan (biopolimer). Sehingga dengan berbagai
kandungan utama yang dimiliki oleh ampas sagu maka diperlukan isolasi selulosa
sebagai senyawa target dalam edible coating pada buah (Kiat, 2006, Jumantara,
2011).
2.3 Aplikasi biopolimer sebagai Edible Coating
Aplikasi biopolimer menciptakan inovasi yang ramah lingkungan.
Selulosa menjadi bahan dasar dalam mengaplikasikan biopolimer. Dengan biaya
4

yang rendah, telah dapat ditemui selulosa untuk membuat polimer yang
terdegradable. Menurut Ferreira et al. (2016), biopolimer yang dibuang di tanah
akan menjadi lebih hemat energi daripada daur ulang, sehingga mereka dapat
bertindak sebagai pupuk dan kondisioner tanah. Biopolimer dari selulosa dapat
dijadikan edible coating sebagai suatu kemasan pada buah ataupun makanan. Dan
kemasan atau lapisan tersebut banyak digunakan oleh industri dalam makanan,
medis, dan farmasi . Edible coating merupakan lapisan material yang digunakan
pada permukaan buah sebagai tambahan atau pergantian lapisan lilin alami pada
buah dan secara tradisional digunakan untuk mengurangi kehilangan air pada
buah (Nandane et al., 2017). Efektivitas dari edible coating dapat menghambat
terjadinya respirasi sebagai awal pemicu terjadinya pembusukan pada buah,
dehidrasi, migrasi zat terlarut, proses biokimia, gangguan fisiologis, tidak
menimbulkan toksik pada manusia serta mengurangi pertumbuhan mikroba .
Keuntungan lain edible coating berbahan dasar selulosa adalah memperbaiki
flavor, tekstur, dan warna, meningkatkan stabilitas selama penjualan dan
penyimpanan, memperbaiki penampilan, dan mengurangi tingkat pembusukan
pada buah (Christina Winarti et al., 2012).
5

BAB 3. METODE PENELITIAN


Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan
tahapan penelitian sebagai berikut.
3.1 Penyiapan alat dan bahan penelitian
Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain Magnetic stirrer, pH
meter, hot plate, oven, Blender, timbangan digital, autoklaf, Laminar Air Flow,
inkubator, refractometer, penetrometer, cawan petri, pisau, sendok tanduk,
mikropipet, baskom, kertas perkamen, batang pengaduk, pipet tetes, cawan
porseles, gelas arloji, homogenizer, spektrofotometer, gelas beaker, viscometer,
statif dan klem, pipet volume, buret, labu takar, karet penghisap, tabung
erlenmenyer, dan termometer.
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ampas sagu,
buah tomat yang seragam, gliserol, larutan iod (uji vitamin C), medium MEA,
larutan NaOH, aquades, kalium sorbat, asam stearat, aluminium foil, kain saring,
toluena, etanol, hidrogen peroksida, penyaring polyester 0,45 mikrometer, masker,
biakan bakteri E. coli dan S. aureus, plastic wrap, sarung tangan, silika gel, tissue,
tetrasiklin baku, spoit, kantong plastik, paper disk, asam oksalat dan indikator
fenolptalin 0,1%.
3.2 Prosedur Penelitian
1. Preparasi bahan
a. Buah tomat
Buah tomat yang digunakan memiliki tingkat kematangan yang sama.
Kondisi fisik buah dalam keadaan yang baik, seragam ukuran dan warnanya. Buah
yang terpilih dicuci dengan air mengalir, kemudian dikeringkan dengan cara
dikering-anginkan.
b. Ampas sagu (AS)
Ampas sagu dicuci di bawah aliran air keran hingga baunya hilang lalu
dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2 hari. Ampas sagu kering kemudian
digiling dalam blender selama 5 menit dan diayak hingga terpisah dari bagian
berseratnya. Bagian yang wujudnya menyerupai tepung (AS) kemudian disimpan
dalam wadah dan ditutup rapat.
2. Isolasi selulosa
a. Penghilangan senyawa ekstraktif dan pati
Sebanyak 12 g AS diekstraksi dengan 240 mL campuran toluena-etanol
(1:2) dengan suhu 85 oC selama 2 jam untuk menghilangkan senyawa ekstraktif.
Residu bebas senyawa ekstraktif kemudian dikeringkan dalam oven selama 48
jam. Ampas sagu bebas senyawa ekstraktif (BE) ditimbang dan dihitung
rendemennya. Proses penghilangan pati ampas sagu dilakukan cara ekstraksi
dengan air panas. Proses penghilangan pati dengan air panas ialah sebagai berikut:
sebanyak 20 g BE diekstraksi dengan 500 mL air panas pada suhu 80 oC dan
diaduk selama 30 menit. Filtrat diuji dengan larutan iodin. Jika uji iodin
memberikan hasil positif (berwarna ungu), maka residu diekstraksi kembali
6

dengan air panas yang baru hingga filtrat menunjukkan hasil negatif. Banyaknya
penambahan air dihitung. Residu bebas pati dikeringkan dalam oven dengan suhu
60 oC selama 48 jam. Residu bebas pati kering hasil ekstraksi dengan air panas
(BPa) kemudian ditimbang dan dihitung rendemennya.
b. Delignifikasi dan penghilangan Hemiselulosa
Sebanyak 5 g sampel BPa juga dihilangkan ligninnya dengan proses
delignifikasi menggunakan 125 mL H2O2 1.5% dengan pH 12 untuk menghasilkan
holoselulosa (HSa). Dan Sebanyak 5 g sampel HSa masing diekstraksi dengan
100 mL NaOH 20% selama 4 jam pada suhu kamar. Kemudian disaring. Residu
dicuci dengan air dan etanol hingga bebas basa, lalu dikeringkan dalam oven
bersuhu 60 oC selama 48 jam. Residu tersebut merupakan selulosa (Sa).
3. Proses Pembentukan Edible Coating
Pembuatan edible Coating menggunakan konsentrasi selulosa yang telah
diisolasi dari ampas sagu berbeda-beda yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%.
Dengan penambahan Gliserol hanya 5%. Pertama, Aquades dipanaskan dengan
hot plate sampai suhu ± 80 oC dan suhu dikontrol dengan menggunakan
termometer. Selulosa ditambahkan sedikit demi sedikit dan diaduk dengan
menggunakan magnetic stirrer selama ± 3 menit pada suhu ± 80 oC. Gliserol
ditambahkan sesuai dengan perlakuan dan diaduk sampai larut ± 1 menit pada
suhu ± 80 oC. Kalium sorbat 0.5% ditambakan dan diaduk ± 1 menit pada suhu ±
80 oC. Kemudia asam stearat 0,5% ditambahkan dengan tetap diaduk sampai
homogen selama ± 6 menit pada suhu ± 80 oC hingga larutan edible coating
terbentuk.
4. Aplikasi Edible Coating pada Buah Tomat
Buah tomat disortir dan dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat,
kemudian tomat dicelupkan ke dalam 1000 ml larutan edible coating selama 5
menit dan dilakukan penirisan. Pencelupan tomat dilakukan sebanyak dua kali
untuk mendapatkan hasil yang baik, kemudian ditiriskan dan dikering-anginkan.
Buah tomat disimpan pada suhu ruang setelah pelapisan (edible coating),
kemudian dilakukan pengamatan sesuai dengan variabel pengamatan. Pengamatan
dilakukan sesuai parameter masing-masing.
5. Evaluasi Edible Coating
a. Uji Mikroba
Uji total mikrobia dilakukan pada hari ke-15 karena di asumsikan
mikrobia akan tumbuh maksimal setelah penyimpanan dengan menggunakan
medium MEA.
b. Bobot buah
Bobot buah dilakukan setiap 3 hari sekali, yaitu pada hari ke-0, sampai
hari ke-15 yang diambil dari 3 buah sampel. Berat awal buah ditimbang sebelum
perlakuan dan berat buah setiap 3 hari sekali dilakukan pengamatan setelah
perlakuan, kemudian dihitung pengurangan berat buah sebagai susut berat dengan
menggunakan rumus Susut Berat:
7

Wa = berat awal sebelum perlakuan.


Wb = berat akhir setelah perlakuan.
c. Uji kadar gula total
Uji ini dilakukan dengan menggunakan alat refractometer yang ada di
laboratorium yang dilakukan 3 hari sekali pada hari ke-0 sampai hari ke-15.
d. Uji total asam tertitrasi
Uji total asam tertitrasi dilakukan setiap 3 hari sekali, yaitu pada hari ke-
0 sampai hari ke-15. Uji total asam tertitrasi dilakukan untuk mengukur keadaan
tingkat keasaman pada larutan sampel menggunakan metode titrasi. Dengan
rumus total asam tertitrasi:

Keterangan:
ml NaOH 0,1 N = volume NaOH yang digunakan untuk penitrasi.
FP = faktor pengenceran.
e. Kekerasan buah
Kekerasan buah diamati 3 hari sekali, yaitu pada hari ke-0 sampai hari
ke-15. Kekerasan buah diukur dengan penetrometer dengan rumus:

f. Uji Organoleptik
Uji ini dilakukan dengan menggunakan responden untuk mengetahui
warna, rasa dan aroma buah tomat pada hari ke-0, hari ke-5, dan hari ke-9,
sehingga dapat diketahui pada hari ke-berapa tingkat kesukaan responden.
g. Uji kandungan gizi
Pengukuran kadar gizi dilakukan pada vitamin C dan vitamin A dilakukan
setiap 3 hari sekali, yaitu pada hari ke-0 sampai hari ke-15 dengan titrasi Iod. Dengan
rumus:
%Vitamin =

3.3 Tahapan Kegiatan, Luaran per Tahun, dan Indikator Capaian


Tahapan Kegiatan Luaran Indikator Capaian
Penyiapan sampel dan Residu bebas pati dan Diperoleh ampas sagu
Penghilangan senyawa bebas (Bpa) senayawa yang bebas dari pati dan
ekstraktif dan pati pada ekstraktif (BE) senyawa ekstraktif
ampas sagu
Delignifikasi dan Residu yang berupa Diperoleh selulosa dari
penghilangan selulosa (Sa) ampas sagu
Hemiselulosa
Proses Pembentukan Larutan edible coating Diperoleh larutan edible
edible Coating coating dari selulosa
8

ampas sagu
Aplikasi edible Coating Buah tomat yang telah Diperoleh buat tomat
pada Buah Tomat dikemas melalui edible yang tahan terhadap
coating pembusukan
Evaluasi edible coating Data kualitatif dan Diperoleh data sebagai
kuantitatif perbandingan untuk
mengetahui konsentrasi
larutan edible coating
yang baik untuk
menghambat
pembusukan buah tomat
3.4 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
Ampas sagu terlebih dahulu mengalami proses penghilangan senyawa
ekstraktif dan pati untuk mendapatkan ampas sagu yang bebas pati dan senyawa
ekstraktif. Selanjutnya dilakukan proses delignifikasi dan penghilangan
Hemiselulosa untuk memperoleh selulosa. Selulosa dengan konsentrasi yang
berbeda dibentuk menjadi larutan edible coating dan diaplikasikan pada buah
tomat dengan tujuan dapat menghambat pembusukan buah tomat. Data yang
diperoleh dianalisis dengan menggunakan Sidik Ragam atau Analysis of
Variance (ANOVA). Apabila ada perbedaan nyata antar perlakuan yang diujikan
maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Duncan's Multiple Range Test
(DMRT) dengan taraf α 5%. Analisis data juga dilaksanakan dengan metode
komparatif atau metode perbandingan.
3.5 Cara Penafsiran Hasil
Selulosa yang diperoleh dari proses penghilangan senyawa ekstraktif dan
pati serta melalui proses delignifikasi dan penghilangan hemiselulosa akan
dibentuk larutan edible coating dengan konsentrasi selulosa yang berbeda-beda.
Larutan edible coating tersebut akan diaplikasikan pada buah tomat. Buah tomat
yang telah dikemas melalui edible coating dari selulosa ampa sagu akan diuji
karakteristik fisiknya dengan beberapa jenis parameter. Parameter tersebut berupa
uji mikroba, bobot buah, uji kadar gula total, uji total asam tertitrasi, uji kekerasan
buah, uji organoleptik, dan uji kandungan gizi.
3.6 Penyimpulan Hasil Penelitian
Larutan edible coating yang terbentuk dari konsentrasi selulosa yang
berbeda akan diuji pada buah tomat dengan menganalisis parameter pengujian
yang dilakukan. Larutan edible coating yang dianggap baik ketika menghasikan
buah tomat yang tidak membusuk, menghambat pertumbuhan bakteri, menjaga
kadar gula, meningkatkan bobot buah, menjaga warna, rasa dan aromanya serta
kekerasan buah dan kandungan gizi berupa vitamin A dan C.
9

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4. 1 Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Peralatan Penunjang, meliputi alat-alat 4.035.000
dasar dan alat-alat penunjang dalam
penelitian.
2 Bahan Habis Pakai, meliputi bahan 4.475.000
dasar utama maupun bahan pelengkap
dalam penelitian.
3 Perjalanan, meliputi biaya transfer dalam 2.950.000
kota, antar kota dan seminar nasional.

4 Lain-lain, meliputi biaya administrasi, 870.000


publikasi, seminar dan laporan.

Jumlah 12.330.000
4.2. Jadwal Penelitian
Bulan
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5
Penyiapan sampel dan
Penghilangan senyawa
1
ekstraktif dan pati pada
ampas sagu
Delignifikasi dan
2
penghilangan Hemiselulosa
Proses Pembentukan edible
3
coating
Aplikasi edible coating
4
pada Buah Tomat
5 Evaluasi Edible coating
6 Pembuatan Laporan
10

DAFTAR PUSTAKA
CHRISTINA WINARTI, MISKIYAH & WIDANINGRUM 2012. Teknologi
Produksi Dan Aplikasi Pengemas Edible Antimikroba Berbasis Pati. J.
Litbang Pert., 31, 85-93.
FERREIRA, A. R., ALVES, V. D. & COELHOSO, I. M. 2016. Polysaccharide-
Based Membranes in Food Packaging Applications. Membranes (Basel),
6.
HANDAYANI, U. F., MAHATA, M. E., Y. RIZAL, SULIANSYAH, I. &
WIZNA 2018. Potensi Dan Peningkatan Kualitas Nutrisi Buah Tomat
(Lycopersicon Esculentum) Afkir Sebagai Pakan Ternak Unggas. Jurnal
Peternakan, 15, 22 - 35.
JUMANTARA, B. A. 2011. Modifikasi Selulosa Ampas Sagu Dengan
Polimerisasi Pencangkokan Dan Penautan-Silangan. Institut Pertanian
Bogor.
KIAT, L. J. 2006. Preparation And Characterization Of Carboxymethyl Sago
Waste And Its Hydrogel. Master of Science, Universiti Putra Malaysia.
KRASNIEWSKA, K., SCIBISZ, I., GNIEWOSZ, M., MITEK, M., POBIEGA, K.
& CENDROWSKI, A. 2017. Effect of Pullulan Coating on Postharvest
Quality and Shelf-Life of Highbush Blueberry (Vaccinium corymbosum
L.). Materials (Basel), 10.
NANDANE, A. S., DAVE, R. K. & RAO, T. V. R. 2017. Optimization of edible
coating formulations for improving postharvest quality and shelf life of
pear fruit using response surface methodology. J Food Sci Technol, 54, 1-
8.
OLIVEIRA, D. M., KWIATKOWSKI, A., ROSA, C. I. & CLEMENTE, E. 2014.
Refrigeration and edible coatings in blackberry (Rubus spp.) conservation.
J Food Sci Technol, 51, 2120-6.
PARK, J., CHOI, S., MOON, H., SEO, H., KIM, J., HONG, S. P., LEE, B.,
KANG, E., LEE, J., RYU, D. & CHOI, I. S. 2017. Antimicrobial spray
nanocoating of supramolecular Fe(III)-tannic acid metal-organic
coordination complex: applications to shoe insoles and fruits. Sci Rep, 7,
6980.
QI, X. M., LIU, S. Y., CHU, F. B., PANG, S., LIANG, Y. R., GUAN, Y., PENG,
F. & SUN, R. C. 2015. Preparation and Characterization of Blended Films
from Quaternized Hemicelluloses and Carboxymethyl Cellulose.
Materials (Basel), 9.
RANGGA, B., SITA & HADI, S. 2016. Produktivitas Dan Faktor-Faktor Yang
Berpengaruh Terhadap Produksi Usahatani Tomat (Solanum
Lycopersicum Mill) Di Kabupaten Jember. JSEP, 9, 67 - 78.
YUNIA, PERIADNADI & MEGAHATI, R. 2014. Inventarisasi Jamur Pada Buah
Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) Dibeberapa Pasar Di Kota
Padang. Pendidikan Biologi 1.
11

LAMPIRAN

Lampiran 1
Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing
1. Biodata Ketua

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Muh. Habil Ahmad
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Biologi
4 NIM 1614142011
5 Tempat dan Tanggal Lahir Wotu, 15 Agustus 1998
6 Alamat E-mail muhammadhabiel15@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082343529192
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan
Tempat
Universitas
Negeri Makassar,
1 Biology Open Day Panitia
17-21 Oktober
2018
Benteng Somba
2 Klinik Ilmiah Biologi Panitia Opu Gowa, 28-30
April 2017
Makassar, 02
3 Workshop Sahabat Muda Peserta
September 2018
Seminar Motivasi
Makassar, 17
4 Nasional Kewirausahaan Peserta
Desember 2017
Pemuda Mandiri 2017
Universitas
Seminar Nasional
5 Peserta Negeri Makassar,
Biologi
05 Mei 2018 di
Universitas
Lomba Essai Nasional
6 Peserta Brawijaya, 10
BEC 2018
November 2018
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 Juara 3 Lomba Essay
Badan Eksekutif
dengan tema “Bersinergi 2018
Mahasiswa FMIPA UNM
Berantas Korupsi”
12

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-P
Makassar, 7 - 1 - 2019
Ketua

(Muh. Habil Ahmad)


13

2. Biodata Anggota 1

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Agung Gunawan
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Biologi
4 NIM 1614142001
5 Tempat dan Tanggal Lahir Ujung Pandang, 08 November 1997
6 Alamat E-mail Agungunawann97@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 083113973745
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegitan Waktu dan
Tempat
Hotel Four Points
TOEFL Akbar Briton
1 Peserta Makassar, 13
2018
Oktober 2018
Universitas
Seminar Nasional
2 Peserta Negeri Makassar,
Biologi
05 Mei 2018 di
Tabo-tabo
3 Biocamp 2018 Panitia Pangkep, 14-16
Desember 2018
Universitas
Seminar Nasional
4 Panitia Negeri Makassar,
Pendidikan Anti Korupsi
10 Oktober 2018
Universitas
Negeri Makassar,
5 Biology Open Day Panitia
04-08 Oktober
2017
Benteng Somba
6 Klinik Ilmiah Biologi Panitia Opu Gowa, 28-30
April 2017
Musyawarah Mahasiswa Malino
XXVIII Himpunan Kabupaten Gowa,
7 Panitia
Mahasiswa Jurusan 28-31 Desember
Biologi FMIPA UNM 2017
SMA Negeri 1
TOEFL Workshop and
8 Peserta Makassar, 03-04
Test
Desember 2016

C. Penghargaan Yang Pernah Diterima


14

No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun


1 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-P
Makassar, 7 - 1 - 2019
Anggota Tim

(Agung Gunawan)

3. Biodata Anggota 2
15

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Nursyamsi
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Pendidikan Kimia
4 NIM 1613042020
5 Tempat dan Tanggal Lahir Parombean, 14 April 1999
6 Alamat E-mail Nursyamsi.1404@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085145286085
B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti
Waktu dan
No Jenis Kegiatan Status dalam Kegitan
Tempat
Universitas
Seksi Publikasi dan
1 Gebyar Atom 2017 Negeri Makassar,
Dokumentasi
30 Oktober 2017
Gedung KNPI
2 LPKTI 2018 Seksi Acara Sudiang, 28
Oktober 2018
C. Penghargaan Yang Pernah Diterima
No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-P
Makassar, 7 - 1 - 2019
Anggota Tim

(Nursyamsi)

4. Biodata Dosen Pembimbing

A. Identitas Diri
16

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ir. Halifah Pagarra, M.Si., Ph.D


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Lektor Kepala
19550915 198503 2
4 NIP/NIDN
001/0015095509
5 Tempat dan Tanggal Lahir Ujung Pandang, 15 September 1955
6 Alamat E-mail Halifah.pagarra@unm.ac.id
7 Nomor Telepon/HP 081342086776
B. Riwayat Pendidikan
Sarjana S2/Magister S3/Doktor
University
Nama Perguruan Universitas Universitas
Teknologi
Tinggi Hasanuddin Hasanuddin
Malaysia
Bioprocess
Bidang Ilmu Peternakan Agribisnis
Engineering
Tahun Lulus 1982 1998 2016

C. Penghargaan Yang Pernah Diterima


C.1. Pendidikan/Pengajaran
No Nama Mata Kuliah Wajib/Pilihan SKS
1 Fisiologi Hewan Wajib 3
2 Perkembangan Hewan Wajib 3
3 Struktur Hewan Wajib 3
4 Kewirausahaan Wajib 2
5 Mikroteknik Pilihan 2
C.2. Penelitian
No Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun
1 Ekstraksi Pektin Dari Kulit
Pisang Sebagai Prebiotik
Menggantikan Antibiotik Pakan DRPM
2018
Ternak Ayam Broiler Kemenristek
Di Sulawesi Selatan (Tahun 1
dari dari rencana 3 Tahun)
2 Skrining Faktor Terhadap
Produksi Ekso-poligalakturonase
oleh Aspergillus niger PNBP Pasca UNM 2017
menggunakan Desain Faktorial
Dua Tingkat (2LDF)
3 Potensi Trichoderma spp. PNBP FMIPA 2016
Sebagai Agen Hayati Terhadap UNM
Pertumbuhan Cendawan
Penyebab Penyakit Busuk
17

Pangkal Batang pada Kelapa


Sawit (Ganoderma boninensis)
4 Pengaruh Tingkat Pendidikan dan
Sikap Lingkungan Terhadap
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PNBP FMIPA
2014
(PHBS) Ibu Rumah Tangga di UNM
Kecamatan Bontoa Kabupaten
Maros
C.3. Pengabdian Kepada Masyarakat
No Judul Pengabdian Kepada Penyandang Dana Tahun
Masyarakat
1 PKM Diversifikasi Pengolahan PNBP FMIPA
2018
Ikan di KabupatenSelayar UNM
2 IbM Kelompok Wanita Tani di
Kecamatan Bisappu Kabupaten DP2M Dikti 2017
Bantaeng
3 Pendidikan dan Latihan Profesi
Guru (PLPG) Angkatan V
(kelima) dari Tanggal 03 UNM 2016
Desember 2016 – 13 Desember
2016

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-P.
Makassar, 7 - 1 - 2019
Dosen Pendamping

(Ir. Halifah Pagarra, M.Si., Ph.D)

Lampiran 2
Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Jenis Perlengkapan Volume Harga satuan (Rp) Nilai (Rp)


18

 Magnetic stirrer 8 kali


20.000 160.000
pemakaian
 Oven 10 kali
50.000 150.000
pemakaian
 pH meter 8 kali
20.000 160.000
pemakaian
 Hot Plate 4 kali
25.000 100.000
pemakaian
 Blender 20 kali
10.000 200.000
pemakaian
 Timbangan digital 20 kali 200.000
10.000
pemakaian
 Autoklaf 1 kali
100.000 100.000
pemakaian
 Laminar Air Flow 1 kali
100.000 100.000
pemakaian
 Inkubator 1 kali
50.000 50.000
pemakaian
 Refractometer 1 kali
200.000 200.000
pemakaian
 Penetrometer 1 kali
200.000 200.000
pemakaian
 Cawan petri 10 buah 20.000 200.000
 Pisau 1 buah 20.000 20.000
 Sendok tanduk 2 buah 10.000 20.000
 Mikropipet 5 kali
20.000 100.000
pemakaian
 Tip mikropipet 1 pak 150.000 150.000
 Baskom 2 buah 30.000 60.000
 Kertas perkamen 1 pak 20.000 20.000
 Batang pengaduk 2 buah 15.000 30.000
 Pipet tetes 2 buah 15.000 30.000
 Cawan porseles 5 buah 30.000 150.000
 Gelas arloji 5 pasang 30.000 150.000
 Jerigen aquades 1 buah 100.000 100.000
 Homogenizer 8 kali
30.000 240.000
pemakaian
 Spektrofotometer 2 kali 200.000 400.000
 Gelas beaker 1000 5 kali
25.000 125.000
mL pemakaian
 Viscometer 2 kali
100.000 200.000
pemakaian
 Statif dan Klem 2 kali 30.000 60.000
19

pemaian
 Pipet volume 2 kali
40.000 80.000
pemakaian
 Buret 2 kali
30.000 60.000
pemakaian
 Labu takar 2 kali
40.000 80.000
pemakaian
 Karet penghisap 2 kali
15.000 30.000
pemakaian
 Tabung erlenmenyer 2 kali
30.000 60.000
pemakaian
 Termometer 1 buah 50.000 50.000

SUB TOTAL (Rp) 4.035.000

2. Bahan Habis Volume Harga satuan (Rp) Nilai (Rp)


 Buah tomat 5 kg 20.000 100.000
 NaOH 500 g 100.000/kg 50.000
 Medium MEA 10 g 20.000 200.000
 Gliserol 1 liter 50.000 50.000
 Larutan Iod 1 liter 150.000 150.000
 Aquades 40 L 10.000 400.000
 Kalium sorbat 500 g 5.000 250.000
 Asam stearat 500 g 5.000 250.000
 Aluminium foil 2 buah 30.000 60.000
 Kain saring 1 paket 50.000 50.000
 Toluena 2 liter 100.000 200.000
 Etanol 2 liter 100.000 200.000
 Hidrogen
1 liter 50.000 50.000
Perosiksida (H2O2)
 Penyaring polyester
1 rol 100.000 100.000
0,45 mikrometer
 Masker 1 paket 50.000 50.000
 Biakan bakteri E.
1 paket 500.000 500.000
coli dan S. aureus
 Plastic wrap 1 paket 25.000 25.000
 Sarung tangan 1 pak 60.000 60.000
 Silika gel 2 paket 100.000 200.000
 Tissue 3 paket 10.000 30.000
 Tetrasiklin baku 100 g 10.000 1.000.000
 Spoit 1 paket 25.000 25.000
 Kantong plastik 1 paket 25.000 25.000
20

 Paper disk 1 kotak 250.000 250.000


 Asam oksalat 1 kg 50.000 50.000
 Indikator fenolptalin 50 mL 150.000/50 mL 150.000
0,1%

SUB TOTAL 4.475.000

3. Perjalanan Volume Harga satuan (Rp) Nilai (Rp)


 Keperluan
20 30.000 600.000
pembelian bahan
 Untuk perjalanan
2 300.000 600.000
luar kota
 Biaya rental/travel
4 250.000 1.000.000
pp
 Akomodasi (hari) 2 300.000 600.000
 Uang makan tim 2 75.000 150.000

SUB TOTAL 2.950.000

Lain-lain
 Tinta printer 3 pak 50.000 150.000
 Biaya percetakan
3 20.000 60.000
produk
 Dokumentasi scan
3 100.000 300.000
gambar
 Biaya publikasi 3 100.000 300.000
 Biaya pulsa 3 20.000 60.000
SUB TOTAL 870.000
TOTAL 1+2+3+4 (Rp) 12.330.000
(Terbilang : Dua belas juta tiga ratus tiga puluh rupiah)

Lampiran 3
Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

Alokasi
Program Bidang Waktu
No Nama / NIM Urairan Tugas
Studi Ilmu (jam/
minggu)
1 Muh. Habil Biologi MIPA Penyiapan sampel,
Ahmad / penghilangan
1614142011 senyawa eksraktif dan
21

14 pati pada ampas sagu


dan delignifikasi serta
penghilangan
hemiselulosa
Pembentukan edible
Agung coating dan aplikasi
2 Gunawan / Biologi MIPA 12 edible coating pada
1614142001 buah tomat dan
pembuatan laporan
Evaluasi edible
Nursyamsi /
3 Kimia MIPA 12 coating dan
1613042020
pembuatan laporan

Lampiran 4
Surat Pernyataan Ketua Panitia/Pelaksana

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN


TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR (UNM)
Alamat : Jalan A.P. Pettarani Makassar
Telepon : 869834869854 Fax. 868794
Website : www.unm.ac.id
22

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Muh. Habil Ahmad
NIM : 1614142011
Prodi : Biologi
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-P saya dengan judul: “Pengolahan
Limbah Ampas Sagu (Metroxylon Sago) Sebagai Edible Coating Pada Buah
Tomat” yang diusulkan untuk tahun anggaran 2019 adalah asli karya kami dan
belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.

Makassar, 7 - 1 - 2019
Mengetahui, Yang menyatakan,
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
Fakultas MIPA UNM

(Drs. H. Sukri Nyompa, S.H., M.Si., Ph.D) (Muh. Habil Ahmad)


NIP/NIK. 196403071989032001 NIM. 1614142011

Anda mungkin juga menyukai