Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

KATA PENGANTAR

Sesuai dengan pilar ketiga Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional yaitu Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik, sejak tahun 2005 Depdiknas mewujudkannya dalam program pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen secara terintegrasi. Sangat disadari bahwa data perencanaan hingga pelaporan keuangan dan aset yang ada saat ini seolah-olah saling terpisah yang seyogyanya data tersebut merupakan bagian terintegrasi serta tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU) menjadi tugas Sekretariat Jenderal Depdiknas dalam mewujudkan pilar ketiga kebijakan pembangunan tersebut. Sistem yang dikembangkan adalah sebuah sistem berbasis web, berdasarkan sistem aplikasi keuangan Departemen Keuangan, mengintegrasikan semua data yang dibutuhkan dalam rangka mengelola Departemen. Selain untuk memperkecil terjadinya kesalahan manusia (human error), sistem tersebut dapat mengurangi pengulangan kegiatan pencatatan. Sebagai bagian dari pengembangan sistem tersebut, buku Prosedur Operasi Standar Sistem Informasi Manajemen Keuangan 2008 disusun dengan tujuan agar setiap satuan kerja yang berada di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dapat menjalankan tugas dan fungsi masing – masing sesuai dengan sistem pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan dan penyusunan anggaran hingga pelaporan keuangan dan barang milik negara. Kepada semua yang telah berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, atas nama Menteri Pendidikan Nasional, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas kerja kerasnya. Buku ini dibuat untuk dipergunakan oleh karyawan dan pimpinan di seluruh satuan kerja di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta, 28 Januari 2009 Sekretaris Jenderal,

Prof. Dr. Dodi Nandika NIP 131127559

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

1

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum D. Daftar Istilah E. Daftar Singkatan F. Registrasi Petugas/User 1. Penjelasan Umum 2. Lingkup Kerja Petugas/User 3. Prosedur Registrasi User BAB II Prosedur Operasi Standar Sistem Akuntansi Instansi A. Penjelasan Umum B. Tujuan C. Keluaran D. Ketentuan Umum E. Aspek Pengendalian Internal BAB III Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK A. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAKPA 1. Prosedur Pencatatan DIPA/DIPA Revisi, Estimasi Pendapatan, Realisasi Belanja, PNBP, Penyetoran UP, Kas di Bendahara Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran, Aset Tetap melalui Penerimaan ADK BMN, Pengembalian Belanja, dan Realisasi PHLN 2. Prosedur Pencatatan Piutang, Persediaan, Aset Tetap, KDP, Aset Tidak Berwujud, dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga 3. Prosedur Rekonsiliasi Internal SAK – SIMAK BMN 4. Prosedur Rekonsiliasi dengan KPPN 5. Prosedur Pengiriman Laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 6. Prosedur Tutup Tahun pada UAKPA B. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPPA-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA pada UAPPA-W 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-W C. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPPA-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA/UAPPA-W pada UAPPA-E1
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

1 2 4 4 4 5 6 16 20 20 21 22 23 23 24 25 29 32

32

36 39 40 41 41 43 43 44 44 45 46 46
2

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-E1 dengan DAPK 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-E1 D. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPA 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPA-E1 pada UAPA 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPA dengan DAPK 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPA BAB IV Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN A. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAKPB 1. Prosedur Pencatatan Saldo Awal 2. Prosedur Pencatatan Transaksi Perolehan BMN 3. Prosedur Pencatatan Transaksi Perubahan BMN 4. Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset 5. Prosedur Pencatatan Transaksi Penghapusan BMN 6. Penghentian BMN dari Penggunaan 7. Prosedur Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 8. Pencatatan Perolehan BMN yang Berasal Dari PHLN 9. Prosedur Rekonsiliasi SIMAK BMN dengan SAK 10. Prosedur Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL 11. Prosedur Pengiriman Data UAKPB Ke UAPPB-W/E1 12. Prosedur Pengiriman Data SIMAK BMN Ke UAKPA B. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPB Pada UAPPB-W 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN 3. Prosedur Pengiriman Data UAPPB-W Ke UAPPB-E1 C. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP Pada UAPPB-E1 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN 3. Prosedur Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-E1 Ke UAPB D. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPB-E1 Pada UAPB 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPB dengan DJKN 3. Prosedur Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPB Ke DJKN BAB V Penutup Lampiran Bagan Arus Prosedur Lampiran Matriks Prosedur

47 47 48 49 49 50 50 51 53 53 54 55 57 58 60 61 62 63 64 65 65 66 66 67 68 69 69 70 70 72 72 73 73 74

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

3

Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. optimalnya suatu pengelolaan anggaran juga ditentukan oleh bagaimana pengguna anggaran mentaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan anggaran yang tepat dan cepat. bukanlah tugas yang mudah bagi Depdiknas yang memiliki skala organisasi yang besar. Jumlah satker dan anggaran yang besar tersebut. sebaran geografis yang luas dan kewenangan perbendaharaan yang terdesentralisasi dangan jumlah kantor/satuan kerja yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Pengelolaan anggaran merupakan salah satu kegiatan administrasi utama dalam kepemerintahan yang menuntut prinsip tata kelola yang baik dan mengharuskan setiap organisasi melakukan pelaksanaan anggaran dengan baik dan benar. Versi 2/2009 4 . memerlukan sistem pengelolaan anggaran yang mampu mendukung pelaksanaan kegiatan dan pencapaian sasaran organisasi setiap satuan kerja secara cepat. sehingga setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Sekretariat Jenderal menyusun Prosedur Operasi Standar sebagai pedoman bagi para pengelola anggaran PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Selain itu. LATAR BELAKANG Reformasi di bidang keuangan ditandai dengan diberlakukannya UndangUndang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dengan harapan sistem pengelolaan keuangan Negara dapat lebih efisien dan efektif serta tercapainya transparansi dalam pengelolaan keuangan. Berkaitan dengan latar belakang di atas.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB I PENDAHULUAN A.

Memberikan pemahaman yang sama bagi pejabat dan para pengelola anggaran dan pelaporan keuangan pada Kantor/Satuan Kerja di Lingkungan Depdiknas. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional sehingga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dapat memahami prosedur yang harus dilaksanakan. efisien dan efektif. transparan. B. Versi 2/2009 5 . akuntabel. 2. bersih dan bebas dari korupsi. Menciptakan pengelolaan anggaran yang tepat waktu. TUJUAN Prosedur Operasi Standar ini bertujuan: 1. 3. Mendukung terwujudnya good governance dan clean governance yaitu terciptanya birokrasi yang baik. akurat.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. dan pemindahtanganan BMN. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan. 6. Undang Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2. Pemanfaatan. 8. DASAR HUKUM 1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional C.06/2008 tentang Penilaian Barang Milik Negara. 3. 4. 14.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.06/2007 tentang Penggolongan & Kodefikasi BMN. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK. Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK. 7. Versi 2/2009 6 . Undang Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. 9. 11. tentang Penatausahaan BMN.06/2007 tentang Bagan Akun Standar. 10. Undang Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 13. Penghapusan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.06/2007.

Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2006 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. yang selanjutnya disingkat ADK. data buku besar. 2. Keputusan Menteri Keuangan nomor 01/KM. Arsip Data Komputer.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 15. 21. Versi 2/2009 7 . Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 16. D. adalah arsip data berupa disket atau media penyimpanan digital lainnya yang berisikan data transaksi. yang selanjutnya disebut APBN. adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-38/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan. 20. 19. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-40/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi Persediaan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2008 tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. 18. 17. Badan Layanan Umum. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2007 tentang Unit Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 3. yang selanjutnya disingkat BLU.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. dan/atau data lainnya. DAFTAR ISTILAH Dalam Prosedur Operasi Standar ini yang dimaksud dengan : 1.

6. adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri yang diserahi tugas menerima. dan LAK dalam rangka pengungkapan yang memadai. membayar uang atau surat berharga. Neraca. adalah daftar perkiraan buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran. 10. Bank Penata Usaha Dalam Negeri yang selanjutnya disebut Bank adalah Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh PA/KPA untuk mengelola dana hibah yang diterima. menyimpan. serta pembukuan dan pelaporan keuangan pemerintah. menatausahakan dan mempertanggung-jawabkan uang Negara yang ada dalam penguasaannya. adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri yang diserahi tugas menerima. Bagan Akun Standar. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. yang selanjutnya disingkat BMN. menyetorkan uang atau surat berharga. 8. menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang Negara yang ada dalam penguasaannya. Barang Milik Negara. Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA. 5. Bendahara Umum Negara adalah Pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara. Versi 2/2009 8 . yang selanjutnya disingkat BAS.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Bendahara Pengeluaran. 9. 7. yang pengelolaan keuangannya diselenggarakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah terkait. Bendahara Penerimaan. menyimpan. 4.

Daftar BMN Ekstrakomptabel. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan berfungsi sebagai dokumen pelaksanaan pembiayaan kegiatan serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. Daerah otonom. tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah. Versi 2/2009 9 . Daftar Kegiatan adalah daftar kegiatan yang dinyatakan layak dan siap oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan telah mendapatkan indikasi komitmen pendanaan dari calon PHLN atau PPLN. selanjutnya disebut Daerah. adalah daftar BMN berupa aset tetap yang memenuhi kriteria kapitalisasi dan seluruh BMN yang diperoleh sebelum berlakunya kebijakan kapitalisasi. 14. 13.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 11. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA. 15. 16. Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Depdiknas yang dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi. dan BMN yang diperoleh melalui transaksi Transfer Masuk/Penerimaan dari pertukaran/Pengalihan Masuk serta BMN yang dipindahbukukan dari Daftar BMN Ekstrakomptabel pada saat nilai akumulasi biaya perolehan dan nilai pengembangannya telah mencapai batas minimum kapitalisasi. adalah daftar BMN berupa aset tetap yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi. Daftar BMN Intrakomptabel. 12.

25. Dokumen Sumber. 19. adalah dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan yang digunakan sebagai sumber atau bukti untuk menghasilkan data akuntansi. Data transaksi BMN adalah data berbentuk jurnal transaksi perolehan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 17. Dinas Kabupaten/Kota adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengelola Tugas Pembantuan dari APBN Depdiknas. Versi 2/2009 10 . Dinas Propinsi adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengelola Dana Dekonsentrasi dari APBN Depdiknas. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Dokumen pelaksanaan anggaran lainnya adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan dengan DIPA dan disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. 22. yang selanjutnya disingkat DS. Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. 23. 26. 18. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh Daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. dan penghapusan BMN yang dikirimkan melalui media ADK setiap bulan oleh petugas Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang kepada petugas Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran di tingkat satuan kerja. 24. perubahan. 20. 21.

Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. 32. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan seluruh selaku Bendahara negara Umum dan Negara untuk seluruh menampung penerimaan membayar pengeluaran negara. badan/lembaga internasional. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia). 30. maupun dalam bentuk barang dan/atau jasa termasuk tenaga ahli dan pelatihan yang berasal dari pemerintah negara asing. 28. dana. Hibah Luar Negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk Devisa dan/atau Devisa yang dirupiahkan. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. 31. 29. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 27. Versi 2/2009 11 . badan/lembaga asing. badan/lembaga dalam negeri atau perorangan. rupiah. yang tidak perlu dibayar kembali. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Khusus yang selanjutnya disebut KPPN khusus adalah instansi vertikal di Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah Direktorat Perbendahraan yang tugas pokoknya adalah memproses pembayaran yang menggunakan dana pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri khususnya dalam bentuk valuta asing (Valas). Pemerintah.

Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan. dan non-anggaran. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 36. 37. Kodefikasi Barang adalah pemberian kode Barang Milik Negara sesuai dengan penggolongan masing-masing Barang Milik Negara.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 33. dengan pengambilan keputusan terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari satu tahun anggaran. 34. Laporan Keuangan ini disusun dengan berpedoman pada Sistem Akuntansi Instansi. adalah laporan yang menyajikan informasi arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktifitas operasi. Laporan BMN adalah laporan yang menyajikan posisi BMN pada awal dan akhir suatu periode serta mutasi BMN yang terjadi selama periode tersebut. 38. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah adalah Pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah Kepala Kantor Satuan Kerja yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional selaku Pengguna Anggaran. pembiayaan. 40. Laporan Keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban satker atas pelaksanaan APBN berupa Laporan Realisasi Anggaran. Versi 2/2009 12 . 39. 35. Kementerian Keuangan adalah Kementerian Negara yang dipimpin oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara. Laporan Arus Kas. Kementerian Negara adalah organisasi dalam Pemerintahan Republik Indonesia yang dipimpin oleh menteri untuk melaksanakan tugas Pemerintahan dalam bidang tertentu. yang selanjutnya disingkat LAK. Prosedur Pelaporan Keuangan ini merupakan muara dari proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran dalam siklus anggaran. investasi aset nonkeuangan. dengan mempertimbangkan implikasi biaya keputusan yang bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju.

surplus/ defisit dan pembiayaan. adalah seseorang PNS Menteri setiap tahun anggaran untuk yang diangkat oleh anggaran APBN mengelola kantor/satuan kerja di lingkungan Depdiknas termasuk kantor/satker yang mengelola dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan (diperjelas) 48. Notice of Disbursement/Debet Advice yang selanjutnya disebut NOD/DA adalah bukti transfer dana dari PHLN kepada penerima dana Hibah/Pihak Ketiga. atau yang bertindak untuk pengadaan Barang dan jasa kantor/Satkernya sehingga menyebabkan anggaran keluar dari kasnya. Laporan Realisasi Anggaran. Kuasa Pengguna Anggaran. c. adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan. Pengguna Anggaran. Pejabat Pembuat Komitmen. 43. Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu aset.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 41. sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional selaku Pengguna Anggaran/Barang. 44. Menteri Keuangan adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara. Bendahara Pengeluaran. 47. utang. transfer. Pejabat Penandatangan SPM. yang selanjutnya disingkat LRA. f. b. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. 42. e. Pejabat perbendaharaan terdiri dari: a. Versi 2/2009 13 . d. 46. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK. belanja. 45. dalam pengelolaan Administrasi keuangan dan barang. Bendahara Penerima. adalah seseorang yang ditunjuk untuk atas nama kuasa pengguna anggaran/pengguna barang. Pejabat Perbendaharaan.

55. 56. Versi 2/2009 14 . adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri untuk atas nama KPA. Pemerintah Daerah adalah Gubernur. sub kelompok. Pembukuan Anggaran adalah Kegiatan pencatatan dokumen sumber dengan menggunakan aplikasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) pada unit akuntansi kantor satuan kerja. dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 54. 50. Bupati. kelompok. dan sub-sub kelompok Barang Milik Negara.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional g. yang selanjutnya disebut Pemerintah. bidang. PUMK 49. Pembayaran Langsung adalah pelaksanaan pembayaran yang dilakukan oleh PA/KPA kepada pihak yang berhak/rekanan melalui penerbitan SPMLS atas nama pihak yang berhak/rekanan. 57. Pemerintah Pusat. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah. Penandatangan Surat Perintah Membayar. 58. Pencetakan laporan keuangan adalah kegiatan untuk menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan pertanggungjawaban maupun manajerial dalam rangka pengambilan keputusan. Program adalah penjabaran kebijakan Kementerian Negara/Lembaga dalam bentuk upaya yang berisi satu atau hbeberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi Kementerian Negara/Lembaga. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan Pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 53. 52. untuk melakukan pengujian SPP dan penandatanganan SPM yang menyebabkan pengeluaran anggaran. Penghapusan BMN PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 51. atau Walikota. Penggolongan adalah kegiatan untuk menetapkan secara sistematik ke dalam golongan.

Hibah. b. atau yang sejenis ke luar Pemerintah Pusat tanpa menerima sejumlah sumber daya ekonomi. Penghapusan. adalah terjadinya transaksi pertukaran dengan penyerahan sejumlah uang untuk memperoleh sejumlah barang. b. merupakan pencatatan BMN dari hasil pembatalan penghapusan yang sebelumnya telah dihapuskan/dikeluarkan dari pembukuan. Transfer Masuk. c. merupakan penyerahan BMN dari hasil transfer keluar dari unit lain dalam lingkup Pemerintah Pusat tanpa menerima sejumlah sumber daya ekonomi. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Penyelesaian Pembangunan. d. Transfer Keluar. Rampasan. e. d. merupakan perolehan BMN dari hasil transfer masuk dari unit lain dalam lingkup Pemerintah Pusat tanpa menyerahkan sejumlah sumber daya ekonomi. Koreksi Pencatatan. merupakan perolehan BMN dari luar Pemerintah Pusat tanpa menyerahkan sejumlah sumber daya ekonomi. merupakan penyerahan BMN karena pelaksanaan hibah. e. merupakan transaksi BMN ke dalam klasifikasi BMN yang lain. Perolehan BMN a. merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil penyelesaian pembangunan berupa bangunan/gedung dan BMN lainnya yang telah diserahterimakan dengan Berita Acara Serah Terima. Pembelian. 59. c.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional a. Transaksi ini berkaitan dengan transaksi Reklasifikasi Masuk. Pembatalan Penghapusan. merupakan transaksi untuk mengubah catatan BMN yang telah dilaporkan sebelumnya. f. merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil rampasan berdasarkan putusan pengadilan. Reklasifikasi Keluar. Hibah (keluar). merupakan transaksi untuk menghapus BMN dari pembukuan berdasarkan suatu surat keputusan pengahapusan oleh instansi yang berwenang. Versi 2/2009 15 .

Perubahan BMN a. 64. Perjalanan dinas jabatan merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang dituju dan kembali ke Tempat Kedudukan semula. Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas. c. merupakan transaksi pengembangan BMN yang dikapitalisir yang mengakibatkan pemindahbukuan dari Daftar BMN Ekstrakomptabel ke Daftar BMN Intrakomptabel atau perubahan nilai/satuan BMN dalam BI Intrakomptabel. 63. Perubahan Kondisi. merupakan transaksi pengurangan kuantitas/nilai BMN yang menggunakan satuan luas atau satuan lain yang pengurangannya tidak menyebabkan keseluruhan BMN hilang. 60. dan perjanjian kontrak lainnya. bangun guna serah/bangun serah guna. Versi 2/2009 16 . Perekaman dokumen sumber adalah kegiatan memindahkan data-data dalam lembaran kertas menjadi data-data elektronik. h. merupakan koreksi pencatatan atas nilai/kuantitas sebelumnya. d. 61. Pelaksanaan dari Perjanjian/Kontrak. merupakan pencatatan perubahan kondisi BMN. BMN yang telah dicatat dan telah dilaporkan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. merupakan barang yang diperoleh dari pelaksanaan kerja sama pemanfaatan. Perjalanan dinas pindah merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang baru berdasarkan surat keputusan pindah bagi Pejabat Negara. 62.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional g. Pegawai Negeri Sipil. merupakan transaksi BMN yang sebelumnya telah dicatat dengan klasifikasi BMN yang lain. Reklasifikasi Masuk. b. Pengembangan. termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahkan. Pengurangan. yang ditetapkan dalam APBN dan APBD. tukar menukar. dan Pegawai Tidak Tetap beserta keluarganya yang sah.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Proses posting adalah mengubah data-data elektronik transaksi menjadi data-data elektronik akuntansi. dan karenanya wajib menyelenggarakan SAI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 65. 69. Versi 2/2009 17 . Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga yang selanjutnya disebut RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program. 67. Pihak lain adalah instansi/unit organisasi di luar Kementerian Negara/ Lembaga dan berbadan hukum yang menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN. 68. dan anggaran yang merupakan penjabaran dari rencana kerja pemerintah dan rencana strategis Depdiknas dalam satu tahun anggaran. 66. Proses pengiriman data adalah kegiatan membentuk data elektronik untuk dikirim. 70. 73. Perubahan Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat selanjutnya disebut Revisi Rincian ABPP adalah perubahan/pergeseran rincian anggaran menurut alokasi Satuan Anggaran Per Satuan Kerja (SAPSK) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat. Proses penerimaan data BMN adalah kegiatan menggabungkan jurnal aset tetap kedalam file tertentu yang siap diposting menjadi buku besar. Perubahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut Revisi DIPA adalah perubahan dan/atau pergeseran rincian anggaran dalam DIPA. sasaran. proses pembentukan buku besar sebagai dasar pembentukan laporan keuangan dengan mengacu pada jurnal standar. Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/sub-sistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama. 71. kegiatan. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. 72.

Sistem Akuntansi Umum. yang selanjutnya disingkat SAPP.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 74. yang selanjutnya disingkat SAKUN. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah Pusat. pencatatan. Satuan Kerja Perangkat Daerah. adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Gubernur/Bupati/Walikota dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri dari Sekretaris Daerah. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/ Lembaga. 79. pencatatan. adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. adalah subsistem Akuntansi Pusat yang menghasilkan Laporan Arus Kas dan Neraca Kas Umum Negara (KUN). yang selanjutnya disingkat SAU. yang selanjutnya disingkat SAI. dan satuan polisi pamong praja sesuai dengan kebutuhan daerah. 75. dan lembaga teknis daerah. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. yang selanjutnya disingkat SiAP. Sistem Akuntansi Kas Umum Negara. adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. desa. 77. Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat. adalah subsistem Akuntansi Pusat yang menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat dan Neraca. yang selanjutnya disingkat SKPD. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Sistem Akuntansi Pusat. adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Dinas Daerah. 78. kecamatan. Sistem Akuntansi Instansi. pencatatan. 76. Versi 2/2009 18 . Satuan Kerja adalah Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang yang merupakan bagian dari suatu unit organisasi pada Kementerian Negara/Lembaga yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program. 80.

82. Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak. dan keandalan penyajian laporan keuangan pemerintah. Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan pemerintah. Sistem Pengendalian Internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh manajemen yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian efektivitas. 87. 86. Surat Keterangan Penghentian Pembayaran yang selanjutnya disebut SKPP adalah surat keterangan tentang terhitung mulai bulan dihentikan pembayaran yang dibuat/dikeluarkan oleh PA/Kuasa PA berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan oleh Kementerian Negara/Lembaga atau satker yang disahkan oleh KPPN setempat. adalah dokumen yang dibuat/diterbitkan oleh pejabat yang bertanggungjawab PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM. yang selanjutnya disebut SKTJM adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa segala akibat dari tindakan pejabat/seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian negara menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari pejabat/seseorang yang mengambil tindakan dimaksud. ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. adalah dokumen yang diterbitkan oleh PA/KPA atau Pejabat Pendatangan SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. yang selanjutnya disingkat SIMAK-BMN. 84. 83. adalah subsistem dari SAI yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan laporan BMN serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. 85. efisiensi. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 81. Versi 2/2009 19 dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan .

Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan. 90. 94. 88. Transfer lainnya adalah pengeluaran yang berasal dari anggaran perhitungan dan pembiayaan atas belanja bantuan sosial yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga. 93. Versi 2/2009 20 . 92. UAPPA-W Dekonsentrasi adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah Provinsi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah yang mendapatkan alokasi dana dekonsentrasi di wilayah kerjanya.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional atas pelaksanaan kegiatan dan disampaikan kepada PA/KPA atau pejabat lain yang ditunjuk selaku pemberi kerja untuk selanjutnya diteruskan kepada Pejabat Penandatangan SPM. 91. Uang persediaan adalah sejumlah uang yang disediakan untuk satuan kerja dalam melaksanakan kegiatan operasional sehari hari. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D. adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban DIPA berdasarkan SPM. 89. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja yang selanjutnya SPTB adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh PA/Kuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu. Surat Perintah Pembukuan/Pengesahan yang selanjutnya disebut SP3 adalah Surat Perintah yang diterbitkan oleh KPPN Khusus selaku kuasa Bendahara Umum Negara (yang fungsinya dipersamakan dengan SPM/SP2D) kepada BI dan Satker untuk dibukukan/disahkan sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam APBN atas realisasi penarikan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) melalui tata cara pembayaran langsung dan Letter of Credit. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

UAPPA-W Tugas Pembantuan adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah yang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan di wilayah kerjanya. yang selanjutnya disingkat UAPPA-W. adalah unit organisasi Kementerian Negara/Lembaga yang bersifat fungsional yang melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan instansi yang terdiri dari Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang. yang selanjutnya disingkat UAKPA. yang selanjutnya disingkat UAI. Unit Akuntansi Instansi. adalah unit akuntansi BMN pada tingkat wilayah atau unit kerja lain yang ditetapkan sebagai UAPPB-W dan melakukan kegiatan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. adalah UAI yang melakukan kegiatan akuntansi dan pelaporan tingkat satuan kerja. yang selanjutnya disingkat UAKPB. Versi 2/2009 21 . adalah UAI yang melakukan kegiatan penggabungan laporan. adalah Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Barang yang memiliki wewenang mengurus dan/atau menggunakan BMN. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Wilayah. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran. 102. baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-W yang berada di wilayah kerjanya serta UAKPA yang langsung berada di bawahnya. 97. 101. adalah unit akuntansi BMN pada tingkat Eselon I yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAPPB-W. adalah UAI yang melakukan kegiatan penggabungan laporan. yang selanjutnya disingkat UAPPA-E1. yang selanjutnya disingkat UAPPB-E1. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah. baik keuangan maupun barang seluruh UAKPA yang berada dalam wilayah kerjanya.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 95. 99. 100. 98. yang selanjutnya disingkat UAPPB-W. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I. dan UAKPB yang langsung berada di bawahnya yang penanggung jawabnya adalah pejabat Eselon I. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I. 96.

penanggung jawabnya adalah Kepala Kantor Wilayah atau Kepala unit kerja yang ditetapkan sebagai UAPPB-W. 106. yang selanjutnya disingkat UAPA. 107. Unit organisasi adalah bagian dari suatu Kementerian Negara/Lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengkoordinasian dan/atau pelaksanaan suatu program. 103. adalah unit akuntansi BMN pada tingkat Kementerian Negara/Lembaga yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAPPB-E1. baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-E1 yang berada di bawahnya. DAFTAR SINGKATAN ABPP ADK APBD = Anggaran Belanja Pemerintah Pusat = Arsip Data Komputer = Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 22 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. E. 108. Verifikasi dokumen sumber adalah kegiatan untuk memastikan hanya dokumen sumber yang sah. adalah UAI pada tingkat Kementerian Negara/Lembaga (Pengguna Anggaran) yang melakukan kegiatan penggabungan laporan. 104. yaitu kegiatan untuk memastikan data yang direkam telah sesuai dengan dokumen sumbernya. yang penanggung jawabnya adalah Menteri/Pimpinan Lembaga. lengkap dan benar. yang selanjutnya disingkat UAPB. atau berdasarkan sebab lainnya yang sah. 105. Verifikasi laporan keuangan adalah kegiatan untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan berasal dari perekaman dokumen sumber yang sah. Verifikasi Register Transaksi Harian (RTH). Unit Akuntansi Pengguna Barang. Utang Negara adalah jumlah uang yang wajib dibayar pemerintah Pusat dan/atau kewajiban pemerintah pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 109. perjanjian. Versi 2/2009 . Unit Akuntansi Pengguna Anggaran. lengkap dan benar yang direkam dalam aplikasi SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional penggabungan laporan BMN dari UAKPB.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional APBN APP ATDIKBUD BA BA (2) BALITBANG BAPP BAPP (2) BAPPENAS BAR BAS BAST BKPK BKU BLU BMN BOS BPK BUN CaLK DAK DAPK DASK DAU DBKP DBL DBPP DBPP-E1 DBPP-W DBR DEPDIKNAS DEPKEU DIKTI DIPA DIRJEN DITJEN DJA DJKN DJPB DJPK DJPU DK DPKN DPR = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Berita Acara Bagian Anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Berita Acara Rekonsiliasi Bagan Akun Standar Berita Acara Serah Terima Buku Kas Pembantu Pengeluaran Buku Kas Umum Badan Layanan Umum Barang Milik Negara Bantuan Operasional Sekolah Badan Pemeriksa Keuangan Bendahara Umum Negara Catatan Atas Laporan Keuangan Dana Alokasi Khusus Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Dokumen Anggaran Satuan Kerja Dana Alokasi Umum Daftar Barang Kuasa Pengguna Daftar Barang Lainnya Daftar Barang Pembantu Pengguna Daftar Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Daftar Barang Pembantu Pengguna Wilayah Daftar Barang Ruangan Departemen Pendidikan Nasional Departemen Keuangan Pendidikan Tinggi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Anggaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Direktorat Jendral Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Dekonsentrasi Direktorat Pengelolaan Kas Negara Dewan Perwakilan Rakyat 23 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 .

Versi 2/2009 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional DS GUP HLN IKN INPRES IRJEN ITJEN JARDIKNAS KAK KANWIL KARO KASI KASUBAG KASUBDIT KD KDP KEPPRES KIB KP KPA KPJM KPKN KPKNL KPPN KUN LAK LAKIP LBKP LBKP-S LBKP-T LBPPE1 LBPPE1-S LBPPE1-T LBPPW LBPPW-S LBPPW-T LBP LBPS LBPT LHI LHOF LKB L-KDP = Dokumen Sumber = Ganti Uang Persediaan = Hibah Luar Negeri = Inventarisasi Kekayaan Negara = Instruksi Presiden = Inspektur Jenderal = Inspektorat Jenderal = Jejaring Pendidikan Nasional = Kerangka Acuan Kerja = Kantor Wilayah = Kepala Biro = Kepala Seksi = Kepala Sub Bagian = Kepala Sub Direktorat = Kantor Daerah = Konstruksi Dalam Pengerjaan = Keputusan Presiden = Kartu Identitas Barang = Kantor Pusat = Kuasa Pengguna Anggaran = Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah = Kantor Pemerintah dan Kas Negara = Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang = Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara = Kas Umum Negara = Laporan Arus Kas = Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah = Laporan Barang Kuasa Pengguna = Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran = Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Semesteran = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Tahunan = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah Semesteran = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah Tahunan = Laporan Barang Pengguna = Laporan Barang Pengguna Semesteran = Laporan Barang Pengguna Tahunan = Laporan Hasil Inventarisasi = Laporan Hasil Opname Fisik = Laporan Kondisi Barang = Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan 24 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

Versi 2/2009 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional LKPP LRA MANDIKDASMEN MENDIKNAS MENKEU NPWP NTB NTPN NUP P4TK PA PERDIRJEN PERMENDIKNAS PERPRES PHLN PKN PMK PMPTK PNBP PNS POK POS PP PPh PPHLN PPK PPN PUMK PUSTEKKOM RAB RABPP RAKOR RI RK RKA-KL RKP RMP RPJM RPJP RTH RUH SAI = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Laporan Realisasi Anggaran Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Menteri Pendidikan Nasional Menteri Keuangan Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor Transaksi Bank Nomor Transaksi Penerimaan Negara Nomor Urut Pendaftaraan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengguna Anggaran Peraturan Direktorat Jenderal Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Peraturan Presiden Pinjaman/Hibah Luar Negeri Pengelolaan Kas Negara Peraturan Menteri Keuangan Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Penerimaan Negara Bukan Pajak Pegawai Negeri Sipil Petunjuk Operasional Kegiatan Prosedur Operasi Standar Peraturan Pemerintah Pajak Penghasilan Pemberi Pinjaman Hibah Luar Negeri Pejabat Pembuat Komitmen Pajak Pertambahan Nilai Pemegang Uang Muka Kegiatan Pusat Teknologi Komunikasi dan Komunikasi Departemen Rencana Anggaran Biaya Rencana Anggaran Biaya Pemerintah Pusat Rapat Koordinasi Republik Indonesia Rekening Khusus Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/ Lembaga Rencana Kerja Pemerintah Rupiah Murni Pendamping Rencana Pemerintah Jangka Menengah Rencana Pemerintah Jangka Panjang Register Transaksi Harian Rekam. Hapus Sistem Akuntansi Instansi 25 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Ubah.

Versi 2/2009 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional SAK SAKUN SAP SAPP SAPSK SATKER SAU SBK SBU SESJEN SETJEN SiAP SIMAK-BMN SIMKEU SK SKB SKKP SKPA SKPD SKPKPP SKPP SKTB SKTJM SOP SOR SP2D SP3 SPK SPK (2) SPM SPM-GUP SPM-LS SPM-TUP SPM-UP SPN SPP SPPD SPTB SPWA SRAA SSBP SSP = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Sistem Akuntansi Keuangan Sistem Akuntansi Kas Umum Negara Standar Akuntansi Pemerintah Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat Satuan Anggaran Per Satuan Kerja Satuan Kerja Sistem Akuntansi Umum Standar Biaya Khusus Standar Biaya Umum Sekretaris Jenderal Sekretariat Jenderal Sistem Akuntansi Pusat Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara Sistem Informasi Manajemen Keuangan Surat Keputusan Surat Keputusan Bersama Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Surat Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak Surat Keterangan Penghentian Pembayaran Surat Keterangan telah Dibukukan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak Standard Operating Procedure Statement of Responsibility Surat Perintah Pencairan Dana Surat Perintah Pembukuan dan Pengesahan Surat Perintah Kerja Surat Perjanjian Kerja Surat Perintah membayar Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persedian Surat Perintah Membayar Langsung Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan Surat Perintah Membayar Uang Persediaan Surat Perbendaharaan Negara Surat Permintaan Pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja Surat Pengganti Withdrawal Application Surat Rincian Alokasi Anggaran Surat Setoran Bukan Pajak Surat Setoran Pajak 26 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional SSPB TID TOR TP TP/TGR TPLN TUP TUSI UAI UAKPA UAKPB UAPA UAPPA-E1 UAPPA-W UAPB UAPPB-E1 UAPPB-W UDW UP UPT UU WA F. Verifikator dan Validator. Versi 2/2009 27 . PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. PENJELASAN UMUM Registrasi User dilakukan untuk menegaskan posisi petugas-petugas yang bertanggung jawab atas penggunaan aplikasi SIMKEU Depdiknas. memberikan jaminan bahwa penggunaannya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengaturan entitas akuntansi telah sesuai dengan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas anggaran yaitu Departemen Keuangan sebagaimana tercantum dalam DIPA.1. Operator/User aplikasi SIMKEU ditunjuk oleh masingmasing pimpinan Satker yang terdiri dari : Operator Komputer. Adapun ketentuan yang harus dipenuhi untuk menetapkan petugas-petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Aplikasi SIMKEU adalah sebagai berikut: 1. Di tingkat Satker. = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Surat Setoran Pengembalian Belanja Tunjangan Ikatan Dinas Term of Reference Tugas Pembantuan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi Tunjangan Penghasilan Luar Negeri Tambahan Uang Persediaan Tugas dan Fungsi Unit Akuntansi Instansi Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang Unit Akuntansi Pengguna Anggaran Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah Unit Akuntansi Pengguna Barang Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah Uang Duka Wafat Uang Persediaan Unit Pelaksana Teknis Undang-undang Withdrawal Application PROSEDUR REGISTRASI PETUGAS/USER 1.

dengan tanggung jawab dan tugas sebagai berikut: 2.1. 2. pembukuan dan pengarsipan.5.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. 5 aplikasi SIMKEU (RKA-KL. DIPA. SIMAK BMN) harus ditangani oleh Operator/User yang berbeda. LINGKUP KERJA PETUGAS/USER Petugas-petugas yang bertanggung jawab di dalam prosedur pengelolaan aplikasi SIMKEU Depdiknas adalah: Petugas Administrasi. SPM. 1. Tugas utamanya adalah melakukan aktivasi atas User Account/Operator berdasarkan daftar User/Operator yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Depdiknas serta melakukan perawatan berkala terhadap Server dan jaringan penunjang SIMKEU Depdiknas. Verifikator dan Validator. Administrator. Versi 2/2009 .2. Administrator: Bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan aplikasi SIMKEU Depdiknas. 1.3.2. Operator/User yang telah ditunjuk harus melakukan registrasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Operator Komputer.3. pengiriman dokumen.4. Masing-masing posisi harus menguasai pengetahuan dasar peng-operasian komputer. 1. 2. Operator/User yang ditunjuk harus memenuhi kriteria/syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku dan disahkan oleh SK Sesjen. Petugas Administrasi: Bertanggung jawab atas semua pekerjaan administratif mulai dari penerimaan dokumen sumber (termasuk pemeriksaan kelengkapan dokumen). Help Desk Tugas Utamanya adalah mendukung kelancaran implementasi aplikasi SIMKEU Depdiknas dengan bertindak sebagai sumber informasi dan solusi atas segala permasalahan/kendala teknis di dalam pengoperasian Aplikasi SIMKEU Depdiknas sekaligus melakukan 28 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2. Aktivasi User dilakukan oleh Administrator SIMKEU yang berkedudukan di Biro Keuangan Depdiknas. Help Desk. SAK.

termasuk di dalamnya melakukan pemeriksaan dan penelitian atas kebenaran dan keabsahan substansi dokumen sumber. 2. serta melakukan Back Up data elektronik.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional pendokumentasian dan pengklasifikasian masalah/kendala sebagai bahan Evaluasi. Printer dan Jejaring. transfer data manual menjadi data elektronik. 2. termasuk di dalamnya perawatan terhadap PC Unit.4. Versi 2/2009 29 . mencetak dokumen dan register. Di samping itu juga melakukan perawatan sarana penunjang. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Verifikator: Bertanggung jawab atas konsistensi dan akuntabilitas dari pengelolaan SIMKEU Depdiknas.5. Operator Komputer: Bertanggung jawab atas peng-operasian aplikasi SIMKEU Depdiknas yaitu: melakukan input data. konsistensi register transaksi harian dan semua cetakan hasil transaksi yang dilakukan oleh Operator Komputer serta melakukan pemutakhiran data.

Untuk calon Operator/User yang bukan PNS.1. Kode Satker dan Aplikasi yang ditangani b.2. Biro Keuangan 3. Kepala Satker mengusulkan calon Operator/User SIMKEU.1. Aktivasi User Aplikasi SIMKEU oleh Biro Keuangan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 3. Kepala Satker menunjuk dan membuat surat usulan penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU dan menyampaikannya kepada Sesjen cq. Versi 2/2009 30 . Validator: Menjalankan fungsi monitoring. verifikasi/evaluasi dan validasi untuk menjaga kompetensi. kemutakhiran dan transparansi dari pelaksanaan SIMKEU Depdiknas termasuk di dalamnya: melakukan monitoring terhadap langkah-langkah yang harus dilalui dan memberikan otorisasi/validasi atas data/dokumen pendukung yang diperlukan. PROSEDUR REGISTRASI USER: Registrasi User/Operator dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 3.1. Sesjen cq. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 3. Bagian Kebendaharaan menerima Surat Usulan Kepala Satker tentang SIMKEU Penunjukan Operator/User Aplikasi PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. NIP diganti dengan Kode pegawai sementara yang diterbitkan oleh Kepala Satker 3. akuntabilitas.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.2.2. Calon Operator/User melakukan registrasi dengan ketentuan sebagai berikut: a. NIP.6.1. Mencantumkan: Nama. 3.1.

Versi 2/2009 31 .2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.4.2.3. Sesjen cq. Operator/User sudah aplikasi terkait. bisa melakukan aktivitasnya menggunakan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2.2. Bagian Kebendaharaan menerbitkan SK mengenai Penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU seluruh Satker di lingkungan Depdiknas 3. Administrator SIMKEU melakukan Aktivasi atas Operator/User Aplikasi SIMKEU yang telah disetujui dan menyampaikan pemberitahuan kepada Satker yang bersangkutan untuk melakukan identifikasi ulang 3. Operator/User Aplikasi SIMKEU di Satker melakukan identifikasi ulang 3.3. Administrator SIMKEU mencocokan nama User/Operator Aplikasi SIMKEU di dalam data base dengan yang tercantum di dalam lampiran SK Sesjen 3.4.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB II PROSEDUR OPERASI STANDAR SISTEM AKUNTANSI INSTANSI A. SAI dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga dengan memproses transaksi keuangan baik arus uang maupun barang yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan serta BMN pada Kementerian Negara/Lembaga sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dan penatausahaan BMN. Sistem Akuntansi Keuangan adalah sub sistem dari Sistem Akuntansi Instansi yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan Laporan Keuangan serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. B. Laporan tersebut meliputi semua laporan barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) adalah sub sistem dari Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang merupakan serangkaian prosedur pengolahan dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi yang tepat dan valid untuk penyusunan neraca dan laporan Barang Milik Negara (BMN) sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. TUJUAN Tujuan penyusunan laporan keuangan sebagai berikut : PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. pencatatan. Versi 2/2009 32 . PENJELASAN UMUM Sistem Akuntansi Instansi adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data.

Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang pelaksanaan anggaran dan kegiatan keuangan Departemen Pendidikan Nasional. untuk menentukan ketaatan terhadap otorisasi anggaran dan untuk tujuan akuntabilitas. 2. mulai dari Satker hingga tingkat Departemen. 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Menjaga aset-aset yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional melalui pencatatan. 4. Menyediakan pelaksanaan informasi dan keuangan yang kegiatan berguna dan untuk perencanaan. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang posisi keuangan dan aset BMN Departemen Pendidikan Nasional secara keseluruhan pada waktu tertentu. sebagai dasar penilaian kinerja. Departemen pengendalian keuangan Pendidikan Nasional secara efisien dan akuntabel. Versi 2/2009 33 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. pemrosesan dan pelaporan transaksi keuangan yang konsisten sesuai dengan standar dan praktek akuntansi yang diterima secara umum.

1. Daftar Barang Persediaan. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas akuntansi dan pelaporan mengenai aset. Laporan BMN yang dihasilkan dari prosedur SIMAK BMN adalah: 2. yang dibandingkan dengan rencana anggarannya dalam 1 periode. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. Kartu Inventaris Barang Alat Angkutan Bermotor.3.2. 2.1.3.2. 2. 1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang menyajikan informasi realisasi pendapatan dan belanja. KELUARAN 1. Daftar Barang Ekstrakomptabel yang mencakup BMN yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi. 2. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang meliputi penjelasan.2.1. 2. dibukukan dan dilaporkan dalam kuantitasnya dan tanpa nilai. 1.3. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional C. Daftar Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 2.5. Daftar Barang Lainnya .1. Kartu Inventaris Barang Alat Persenjataan.2. 2.1. Daftar BMN meliputi: 2.3. 2.1. dan analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Daftar Barang Intrakomptabel yang mencakup BMN yang memenuhi kriteria kapitalisasi. ekuitas dana per periode tertentu.1. Versi 2/2009 34 .2. Daftar Barang Bersejarah yang mencakup BMN yang dikategorikan barang bersejarah. 2.4.4. Kartu Inventaris Barang 2. daftar rinci. kewajiban.2. dan 2.2. Kartu Inventaris Barang Bangunan Gedung. Kartu Inventaris Barang Tanah.1.2. Laporan keuangan yang dihasilkan dari prosedur SAK adalah: 1.

6. LBKP Barang Bersejarah.5.3.5.3. Versi 2/2009 35 . LBPPW Gabungan. LBKP Intrakomptabel.2. LBP Gabungan.5.8. LBKP Konstruksi Dalam Pekerjaan.5. 2. LBKP Ekstrakomptabel.7.3. LBPPW Persediaan.4.5.2.7.4.1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2. Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) meliputi .5. 2. 2.4.6.6. 2. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel. 2. Daftar Barang Ruangan.8.5.4. 2.6. Laporan Barang Pengguna (LBP) 2. LBPPW Intrakomptabel. LBKP Persediaan.6.5. LBPP-EI Barang Bersejarah.8. LBPPW Barang Bersejarah. LBPPW Ekstrakomptabel. 2. LBPP-EI Konstruksi Dalam Pekerjaan.6.5. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel.1. 2. 2.3.2. LBP Ekstrakomptabel. LBPP-EI Gabungan.1.5. 2. 2.7.6. 2. LBP Intrakomptabel. 2.7. 2.6.7. 2. LBPP-EI Ekstrakomptabel. LBKP Gabungan. LBPP-EI Intrakomptabel. 2. 2.2. LBPP-EI Persediaan. Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon I (LBPP-EI) 2. 2. 2. LBPPW Konstruksi Dalam Pekerjaan.7.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel.6.8. 2. 2.7.6. Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah (LBPPW) 2.

Catatan Ringkas BMN. KETENTUAN UMUM 1. 2. 4. perekaman transaksi. Untuk kegiatan/program Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan yang dialokasikan oleh Depdiknas kepada pemerintah daerah.9. 4. LBP Persediaan.6.1. Prosedur pelaporan keuangan dimulai dari penerimaan dan verifikasi dokumen sumber. LBP Konstruksi Dalam Pekerjaan.8. Laporan keuangan yang dihasilkan merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran oleh unit akuntansi tersebut. Versi 2/2009 36 . verifikasi atas perekaman transaksi.8.10. LBP Barang Bersejarah.8. Laporan Kondisi Barang (LKB).Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.1.1. 4. 3. baik sebagai entitas akuntansi maupun entitas pelaporan. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPAW) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Wilayah. Unit akuntansi di lingkungan Depdiknas melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan atas pelaksanaan anggaran sesuai dengan tingkat organisasinya. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan tingkat satuan kerja.1. serta pengiriman dan distribusi laporan. 2. laporan keuangannya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah dari laporan keuangan Departemen. Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) : 4.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2.1. D. pencetakan laporan.3. Untuk melaksanakan SAI dibentuk Unit Akuntansi sebagai berikut: 4. 2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPAE1) adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Eselon I.4.5. 2.

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-EI) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang di tingkat Eselon I. Uraian Anggaran Pendapatan per Akun dari RKA-KL dan Revisi 5.2. 4.1. 4.2.5) dan Revisi.1. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan Barang Milik Negara (SIMAK BMN) : 4.3. 4.3. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang tingkat kementerian negara/lembaga. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Halaman IV 5.1. 5. Form. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) 5.1. Petunjuk Operasional Kegiatan atau RKA-KL (Form 1.4.1.2.1.3. Versi 2/2009 37 .2. 1. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang pada tingkat satuan kerja.2. Dokumen estimasi pendapatan: 5.4. Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) 5.4.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. Dokumen penerimaan anggaran: 5.3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Revisi.2. Dokumen sumber yang digunakan untuk penyusunan Laporan Keuangan adalah: 5.2. Dokumen anggaran: 5. 5.1.2. 4. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) adalah unit akuntansi instansi (pengguna anggaran) yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Kementerian Negara/Lembaga.2.1.2.2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang di tingkat wilayah.

Dokumen Sumber lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku: 5. Surat Keputusan Penghapusan. Dokumen saldo awal 6. Penjualan Angsuran. DIL. Laporan Persediaan dan Laporan Hasil Mapping Persediaan 5. L-KDP (Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan) 5. Surat Perintah Pembukuan / Pengesahan (SP3).2.1.1.2. 6.5.2.2. 6.5.4. SPM/SP2D. Daftar PNBP yang belum disetor 5. Laporan Hasil Inventarisasi BMN.4.5. 6. BA Opname Fisik Persediaan 5. Dokumen Pengeluaran Anggaran 5. 6. Surat Perintah Pencairan Dana 5.7. Bukti Kepemilikan BMN. Kuitansi. Laporan BMN sebelumnya.1.3.2.1.2. Dokumen perolehan / perubahan / penghapusan: 6. Buku Inventaris. Daftar aset tetap yang tidak digunakan/dalam proses penghapusan 6.1.2.5.2. 6.4. Berita Acara Serah Terima (BAST) BMN.5.1.5.1. Surat Perintah Membayar 5. 6.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. BA Cash Opname 5.4.3. Surat Kuasa Pengguna Anggaran (SKPA). Versi 2/2009 38 .1. 6. 6.1.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 5.3. TGR.3.6. 6.5.3. DIR.8.6. dan Piutang Lainnya 5. 5.5.5. Daftar Aset Tidak Berwujud 5. Dokumen sumber yang digunakan untuk penyusunan Laporan BMN adalah: 6. KIB.2.1. 6.4. Bukti Kepemilikan BMN.5.2.5. Daftar Piutang PNBP.3.4. Faktur Pembelian.4.5.

LRA dan neraca termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan kepada UAPPA-E1 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyampaikan Laporan BMN beserta ADK kepada UAPPB-E1 untuk digabungkan setiap semester dan tahunan. UAKPA menyampaikan dokumen sumber perolehan Aset Tetap kepada UAKPB setiap terdapat transaksi perolehan Aset. UAKPB menyampaikan Laporan BMN beserta ADK ke UAPPB-W untuk digabungkan setiap semester dan tahunan. 7.1. Neraca dan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dalam rangka melakukan rekonsiliasi data ke KPPN setiap bulan. UAKPB Kantor Pusat.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6.1.1. Dokumen Lainnya yang sah.1. UAKPA Kantor Daerah menyampaikan ADK. 7. 7. 7.9. Ketentuan berjenjang: 7.4. Untuk laporan tentang Pengiriman Laporan Keuangan secara semesteran dilengkapi dengan CALK. 7. Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menyampaikan ADK.1. UAKPA menyampaikan LRA. Versi 2/2009 39 . UAKPA Kantor Pusat.2. Tingkat UAKPA/UAKPB 7.1.1. 7. 7.2.8.7. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.6.1.1. LRA dan neraca termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan kepada UAPPA-W untuk digabungkan setelah dilakukan rekonsiliasi dengan KPPN. UAKPB menyampaikan laporan BMN beserta ADK ke KPKNL sebagai bahan pemutakhiran data BMN setiap Semester dan Tahunan.1.3. Untuk Semesteran dan tahunan disertai dengan CaLK. 7.7.1. 7.5. UAKPB mengirimkan ADK aset ke UAKPA sebagai bahan penyusunan neraca setiap bulan.

1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional untuk digabungkan setelah dilakukan rekonsiliasi dengan KPPN. UAPPB-W menyampaikan ADK transaksi BMN dan laporan BMN ke UAPPB-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I setiap semester dan tahunan.6.2.4. 7.2.5.2. UAPPB-E1 melakukan rekonsiliasi data BMN Eselon I dengan DJKN setiap semester dan tahunan. UAPPB-W menyampaikan laporan BMN kepada UAPPA-W setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan UAPPA-W.2. Neraca dan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan secara triwulanan kepada UAPPA-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I.2.2.2.2. 7. Tingkat UAPPA-W/UAPPB-W 7.3. 7. UAPPB-W melakukan rekonsiliasi data BMN dengan Kanwil DJKN setiap semester dan tahunan. dan menyampaikan LRA dan Neraca beserta ADK setiap triwulan dalam rangka rekonsiliasi tingkat wilayah. Versi 2/2009 40 . Bidang AKLAP.3. UAPPB-E1 menyampaikan laporan BMN kepada UAPPA-E1 setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan UAPPA-E1. 7. 7. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 7.2. 7. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. Tingkat UAPPA-E1/UAPPB-E1 7. UAPPA-W menyampaikan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan ke Kanwil DJPB cq. Untuk Semesteran dan tahunan disertai dengan CaLK.1.3. 7. UAPPA-W menyampaikan LRA.

3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.5. 7. 7.6. UAPB menyampaikan laporan BMN tingkat kementerian negara/lembaga ke DJKN setiap semester dan tahunan. DAPK setiap semester. UAPPB-E1 menyampaikan ADK dan laporan BMN ke UAPB untuk digabungkan di tingkat kementerian negara/lembaga setiap semester dan tahunan. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 7. UAPA menyampaikan laporan keuangan beserta ADK kepada DJPB cq. Neraca dan ADK termasuk BLU dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap triwulan ke UAPA sebagai bahan penyusunan laporan keuangan tingkat kementerian negara/lembaga. 7. UAPA menyampaikan LRA dan neraca anggaran pembiayaan dan perhitungan ke DJA cq.3.1.3. 7.4.4.3. 7.3. DAPK termasuk BLU dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dalam rangka rekonsiliasi dan penyusunan Laporan Keuangan pemerintah pusat setiap semester.2. 7.4.5. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. Tingkat UAPA/UAPB 7. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran. Versi 2/2009 41 . Direktorat Anggaran III yang bertindak sebagai Biro Keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan. 7. 7.4.4.4. UAPPA-E1 menyampaikan LRA.4. Apabila diperlukan UAPPA-E1 dapat melakukan rekonsiliasi laporan keuangan tingkat eselon I dengan DJPB cq.4. UAPB menyampaikan laporan BMN kepada UAPA setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan laporan keuangan pada UAPA.3.

8. Menyampaikan Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) kepada UAPPB-W atau UAPPB-E1 untuk UAKPB Pusat dan ke KPKNL. UAKPB LBKPS/T Dekonsentrasi/Tugas ke UAPPB-W LBKPS/T yang Pembantuan selain menyampaikan juga Dekonsentrasi/Tugas ke UAPPB-E1 dana Pembantuan pada menyampaikan negara/lembaga kementerian mengalokasikan dekonsentrasi/tugas pembantuan serta KPKNL. 8. demikian juga untuk kekayaan negara sehingga dapat diselamatkan dari penggunaan yang tidak semestinya dan informasi tentang jumlah dan penggunaan uang tersebut bisa dilaporkan dengan transparan serta akurat dengan memenuhi dasar akuntabilitas. pengendalian internal memegang peranan penting agar dalam pelaksanaan anggaran dapat efisien dan efektif serta akuntabel. 8. Untuk penyampaian LBKPT dilengkapi dengan LKB.4. ASPEK PENGENDALIAN INTERNAL Dalam penyelenggaraan Pelaporan Keuangan.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 8. Ketentuan tambahan untuk SIMAK BMN 8.6.2. Menyampaikan LBKPS/T ke UAPPB-W atau UAPPB-E1 untuk UAKPB Pusat dan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Daftar Barang Lainnya (DBL) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semester/Tahunan (LBKPS/T).1. Kartu Inventaris Barang (KIB). 8.3. UAKPB menelaah Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) serta menandatangani Laporan Kondisi Barang (LKB). Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi Laporan BMN dengan KPKNL setiap semester. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan BMN dengan Laporan Keuangan. Aspek yang harus diperhatikan untuk mencapai standar Akuntabilitas adalah: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Jurnal transaksi BMN disampaikan oleh UAKPB ke UAKPA pada setiap akhir bulan untuk penyusunan neraca.5. Versi 2/2009 42 . 8. Daftar Barang Ruangan (DBR). E.

1. menyimpan. Ketaatan. 1. 2.5. Petugas yang menerima. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan peraturan yang berlaku.4. maka yang diikuti adalah ketentuan perundangundangan yang berlaku.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Versi 2/2009 43 . 2. Petugas Verifikasi adalah petugas yang melakukan verifikasi dokumen sumber dan RTH. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilakukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. (khusus SIMAK BMN) PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.6. Terdapat pemisahan tugas yang jelas antara: 2. Penyusunan Laporan Keuangan dilakukan dengan berpedoman pada prinsipprinsip: 1.2. yaitu pelaporan keuangan dan BMN mencakup seluruh transaksi yang terjadi. apabila prinsip akuntansi bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.1. Kelengkapan. Materialitas. Obyektif.2.4. 2.3. 1. yaitu pelaporan keuangan dan BMN menggunakan klasifikasi standar sehingga menghasilkan laporan yang dapat dibandingkan antar periode akuntansi. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Petugas Administrasi adalah petugas yang menerima dan menyimpan dokumen sumber. Kemampubandingan. yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilaksanakan dengan tertib dan teratur sehingga seluruh informasi yang mempengaruhi keputusan dapat diungkapkan.1. 1. 1. Operator Komputer adalah petugas yang melakukan perekaman dokumen sumber pada Aplikasi SAI.3. dan menyerahkan barang-barang negara. Konsistensi. 2.

Inventarisasi atas keberadaan fisik dan kondisi BMN dilakukan secara berkala (sekurang-kurangnya 1 kali dalam 5 tahun) untuk memperoleh data jumlah dan nilai BMN yang akurat. Dikecualikan terhadap BMN yang berupa persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan. 4. Rekonsiliasi internal antara Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang dilakukan secara berkala (Triwulan) untuk memastikan bahwa nilai aset tetap pada neraca yang dihasilkan SAK sesuai dengan nilai BMN yang dihasilkan SIMAK BMN untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan.q. Pelaporan Keuangan dilakukan secara berkala dan berjenjang dengan mengacu pada Peraturan Perundang-undangan. 6. DAPK dilakukan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan terutama anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja. Kanwil DJPb. Versi 2/2009 44 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. 7. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar pencatatan atau perekaman transaksi adalah dokumen yang sah. pada unit akuntansi yang bersangkutan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. terutama nilai aset tetap. 5. Rekonsiliasi realisasi anggaran dengan Bendahara Umum Negara c. mempunyai elemen data yang lengkap dan benar setelah melalui tahapan verifikasi. pelaksanaan opname fisik setiap tahun. KPPN.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Prosedur SAK (Penyusunan Laporan Keuangan) PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 45 .

Pencatatan Realisasi Belanja: a. Estimasi Pendapatan. Diterima dari Bendahara. Pencatatan DIPA/DIPA Revisi: a. Kas di Bendahara Pengeluaran. b. Aset Tetap melalui Penerimaan ADK BMN.4. Pengembalian Belanja. 2.3.2. b.1. b.1. Pencatatan Estimasi Pendapatan: a. SPM-GUP Nihil) dan SP3. SPM-GUP. 2. 2. Penerimaan. POK (RKA-KL/Form 1. DIPA/DIPA Revisi. RKA-KL/Form 1.1. Dokumen Sumber berupa SSBP. Pencatatan Pelaporan Keuangan (SAK) dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 1. b. Dokumen Sumber berupa SP2D (disertai SPM-UP.1. Diterima dari Bendahara Pengeluaran. Petugas Administrasi menerima dan mencatat penerimaan dokumen sumber dari masing-masing transaksi berikut ini: 2. Pencatatan PNBP: a. Penyetoran UP. Versi 2/2009 46 .1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA TINGKAT UAKPA 1. Diterima dari : Bagian Keuangan. 2. Kas di Bendahara PNBP.1. Dokumen Sumber berupa SSBP Penyetoran UP. Diterima dari Bendahara Pengeluaran.4. Pencatatan Penyetoran UP: a. Dokumen Sumber berupa DIPA. Dokumen Sumber berupa DIPA. b. Prosedur Realisasi Pencatatan Belanja. Diterima dari Bagian Keuangan. SPM-TUP.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB III PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK A. dan Realisasi PHLN. SPM-LS.5. Revisi POK.5)/Revisi DIPA.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.1.6. Pencatatan Kas Di Bendahara Penerimaan: a. Diterima dari Bendahara Penerimaan; b. Dokumen Sumber berupa LKK (dilampiri Rekap PNBP yang belum disetor ke kas negara) dan Berita Acara Kas Opname (Khusus untuk penyusunan neraca awal); 2.1.7. Pencatatan Kas Di Bendahara Pengeluaran: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran; b. Dokumen Sumber berupa Berita Acara Kas Opname pada Bendahara Pengeluaran per tanggal neraca awal; 2.1.8. Pencatatan Aset Tetap Melalui Mekanisme Penerimaan ADK BMN: a. Diterima dari Penanggung Jawab UAKPB; b. Dokumen Sumber berupa ADK BMN, Jurnal Transaksi BMN, dan Register Pengiriman BMN; 2.1.9. Pencatatan Pengembalian Belanja: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran; b. Dokumen Sumber berupa SSPB; 2.1.10. Pencatatan Realisasi PHLN: a. Diterima dari PPK/Unit Pengelola PHLN; b. Dokumen Sumber berupa SPM/SP2D atau SP3; 1.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap dokumen sumber meliputi hal-hal sebagai berikut: 1.2.1. Pencatatan DIPA/DIPA Revisi: a. DIPA telah disahkan oleh BUN cq. DJPb untuk instansi pusat dan Kepala Kanwil DJPb untuk instansi vertikal. b. POK/RKA-KL/Form 1.5 telah ditandatangani oleh KPA/Kepala Kantor/Satker. c. Kelengkapan elemen data SP DIPA: Kode BA, Eselon I & Satker; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub

Kegiatan; Tanggal & nomor SP; Jumlah nominal.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 47

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

d. Kelengkapan elemen data DIPA/POK/RKA-KL: Kode BA, Eselon I, dan Satker; Tahun Anggaran; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Sifat Kode Wilayah; Kode KPPN; Dana; Jenis Cara

Pembayaran;

Pembayaran;

Sumber

Penarikan; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub Kegiatan, dan nominal per Akun. 1.2.2. Pencatatan Estimasi Pendapatan : a. Kesesuaian Salinan DIPA dengan ADK DIPA. b. DIPA telah disahkan oleh BUN c.q. DJPb untuk instansi pusat atau Kepala Kanwil DJPb untuk instansi vertikal. c. Kelengkapan elemen data SP DIPA: Kode BA, Eselon I & Satker; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub

Kegiatan; Tanggal & nomor SP; Jumlah nominal. d. Kelengkapan elemen data DIPA/RKAKL : Kode BA, Eselon I, dan Satker; Tahun Anggaran; Jenis Satker; Kode KPPN; Kode Akun; nominal per Akun. 1.2.3. Pencatatan Realisasi Belanja: a. Keabsahan dokumen sumber: SPM telah dicap ”Telah diterbitkan SP2D tanggal .. nomor ...” b. Kelengkapan elemen data SP2D : Tanggal, Nomor dan Jumlah Nominal (dalam Rupiah). c. Kelengkapan elemen data SPM : Kode Satker; Tahun Anggaran; Tanggal & Nomor SPM; Cara Pembayaran; Kode KPPN; Cara Bayar; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Jenis, Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran; Kode Fungsi & Sub Fungsi Program; Kode Wilayah; Jenis Pembayaran; Sifat Pembayaran; Sumber Dana; Cara Penarikan; Kode Kegiatan, Sub Kegiatan dan Akun; Jumlah Pengeluaran Akun; Kode BA, Eselon I dan Akun. 1.2.4. Pencatatan PNBP :
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 48

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

a. SSBP telah disahkan (ditandatangani dan dicap) oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank). b. Kelengkapan elemen data SSBP meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA; Tanggal dan nomor SSBP; Kementerian Negara/Lembaga; Unit Organisasi Eselon I; Satuan Kerja; Lokasi; Jenis Satker (KP/KD/DK/TP); Nama dan Alamat wajib setor; Akun Penerimaan dan Uraian Penerimaan (sesuai Bagan Akun Standar); NTB dan/atau NTPN; Jumlah setoran. 1.2.5. Pencatatan Penyetoran UP : a. SSBP telah disahkan (ditandatangani dan dicap) oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank). b. Kesesuaian data SSBP meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA; Tanggal dan nomor SSBP;

Kementerian/Lembaga; Unit Organisasi Eselon I; Satuan Kerja; Lokasi; Jenis Satker (KP/KD/DK/TP); Nama dan Alamat wajib setor; Akun Penerimaan dan Uraian

Penerimaan (sesuai Bagan Akun Standar); NTB dan/atau NTPN; Jumlah setoran. 1.2.6. Pencatatan Kas Di Bendahara Penerimaan: a. LKK telah ditandatangani oleh bendahara penerimaan dan KPA; b. Berita Acara kas opname KPA, telah dan ditandatangani petugas oleh

bendahara

penerimaan,

pemeriksa

kas/inventarisasi;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

49

Jumlah record pengiriman. c. Kelengkapan elemen data Berita Acara kas opname berupa jumlah nominal (dalam rupiah). Versi 2/2009 50 . d. Nama file data BMN. 1. Kelengkapan Jurnal Transaksi BMN meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Tanda tangan petugas pengiriman (validasi oleh penanggung jawab SIMAK BMN). 1.7. Pencatatan Aset Tetap Melalui Mekanisme Penerimaan Data Elektronik BMN: a. Kode dan nama Akun. jumlah nominal (dalam rupiah). Kelengkapan Register Pengiriman BMN meliputi: Kode Kementerian Negara/Lembaga. Membandingkan nama file pada ADK dengan Register Pengiriman BMN. Jumlah debet dan kredit masing-masing kode Akun. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 1.2. Kode Unit Organisasi Eselon 1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional c. b. Kelengkapan elemen data LKK berupa Kode Akun. Pencatatan Kas di Bendahara Pengeluaran : Berita Acara Kas Opname telah ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran dan Pejabat KPA.2. Jenis Satuan Kerja. Pencatatan Pengembalian Belanja: a.2. d. Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Periode pengiriman=tahun anggaran bersangkutan.9. Periode pengiriman (bulan dan tahun)=tahun anggaran bersangkutan. ADK dapat dibaca dan tidak rusak.8. SSPB telah dibubuhi tanda tangan dan cap oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank).

Kode Kegiatan. Sumber Dana. Tanggal & Nomor SP3. Klasifikasi Belanja. Kode Wilayah. Tahun Anggaran. Kode BA. Sifat Pembayaran. Kegiatan dan Sub Kegiatan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Kode Kegiatan. Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran. Cara Bayar.” dan SPWA/SP3 telah disahkan oleh kepala KPPN VI/Khusus. Sub Kegiatan dan Akun. Kode Fungsi & Sub Fungsi Program. Klasifikasi Belanja. Jenis. Keabsahan dokumen sumber: SPM telah dicap ”Telah diterbitkan SP2D tanggal . Kode Fungsi & Sub Fungsi Program. Kementerian Negara/Lembaga. Kelengkapan elemen data SP3: Kode Satker. Kelengkapan elemen data SPM: Kode Satker. d.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. Unit Organisasi Eselon I. Jenis Satker. Jenis Satker. b. Kode Wilayah. Fungsi. Cara Penarikan. Akun Pengembalian Belanja (sesuai Bagan Akun Standar). Jenis Satker. Kelengkapan elemen data pada SP2D: Tanggal. 1. Program. Jumlah Pengeluaran Akun.. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA. Sub Fungsi. Lokasi. Nama dan Alamat wajib setor. Jumlah Pengeluaran Akun. Cara Pembayaran. Satker. c. Versi 2/2009 51 . Tanggal & Nomor SPM.10.2. Nomor dan Jumlah Nominal (dalam Rupiah). Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran. Cara Penarikan. Eselon I dan Akun. Sumber Dana. Total jumlah rupiah setoran. nomor . Jumlah rupiah pengembalian per Akun. Pencatatan Realisasi PHLN: a. Tahun Anggaran. Jenis. Jenis Pembayaran. Kode KPPN. Tanggal dan nomor SSPB. Sub Kegiatan dan Akun.. Kode KPPN..

7.1. Persediaan. Operator Komputer melakukan Posting ke dalam Buku Besar. dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.6.4. 1. 1. Operator Komputer mencetak RTH atas data yang telah direkam pada Aplikasi SAK. b. maka dilakukan koreksi RTH. dokumen dikembalikan kepada pengirim untuk diperbaiki atau dilengkapi. Aset Tidak Berwujud.5. 1. Versi 2/2009 52 . Aset Tidak Berwujud. Operator Komputer melakukan perekaman atas data yang telah diperbaiki dalam Aplikasi SAK. Operator Komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SAK sesuai dengan jenis transaksi dan dilanjutkan dengan pencetakan Register Transaksi Harian (RTH).1. Aset Tetap. 1.3. Prosedur Pencatatan Piutang.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga Pencatatan Piutang. Petugas Administrasi menerima dan mencatat penerimaan dokumen sumber dari masing-masing transaksi berikut ini: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Persediaan.5. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH. c. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman. 2. 1. Apabila di dalam hasil verifikasi masih terdapat kekeliruan atau kurang lengkap. KDP. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). Bila masih terdapat kekeliruan. KDP. d. Aset Tetap. Prosedur Koreksi RTH a.

Diterima dari Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengelola Persediaan. Dokumen Sumber berupa Daftar Aset Tidak Berwujud. 2. SKTJM untuk TP/TGR.2. Daftar Saldo Piutang Bukan Pajak Lainnya.1.1.4. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB.1. b. 2.1. b. Dokumen Sumber berupa L-KDP dan Neraca SIMAK BMN. 2.5. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: a. Dokumen Sumber berupa salinan Laporan Persediaan (LP) dan Laporan Hasil Mapping Persediaan (LHMP).1. Versi 2/2009 53 . Pencatatan KDP secara Manual: a. b. b.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: a. Diterima dari Tertagih/Bendahara/Pengelola Tagihan b. Daftar Saldo TP/TGR yang akan diterima dalam jangka waktu 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. 2. Pencatatan Persediaan: a. Dokumen Sumber berupa Laporan BMN (intrakomptabel) dan Neraca SIMAK BMN. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. Pencatatan Piutang: a. Diterima dari Bendahara Barang/Bagian Perlengkapan/Bagian Umum/Penanggung Jawab UAKPB. Dokumen sumber berupa Daftar Saldo TPA yang akan diterima dalam jangka waktu 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. Pencatatan Aset Tak Berwujud: a.3. 2. Daftar Saldo SPN/SP3N per tanggal neraca.1.6.

Pencatatan Persediaan: a. Jumlah pelunasan (dalam Rupiah) dan saldo tagihan pertanggal neraca. Pencatatan Piutang: a. Periode Pelaporan (per Semester).2. d. Periode Pelaporan (per Semester). 2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap dokumen sumber meliputi hal-hal sebagai berikut: 2. Kelengkapan elemen data LHMP meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: a. 2. Kode dan Nama Akun (sesuai dengan Bagan Akun Standar).1. Keabsahan Dokumen Sumber. Tahun Anggaran. 2.2. c. Kelengkapan elemen data Laporan Persediaan meliputi : Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). LP dan LHMP telah ditandatangani oleh Bendahara Pengelola Barang/Penanggung Persediaan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Jawab UAKPB/Petugas b. Pengesahan oleh pejabat pengelola tagihan/piutang. Identitas wajib pungut sesuai Kartu Identitas yang masih berlaku.3. Laporan BMN & Neraca telah ditandatangani oleh Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengurus BMN. Dokumen Sumber berupa Daftar Kontrak Kemitraan dengan pihak ketiga dan KIB Aset Tetap yang dikelola oleh mitra kerja. Tahun Anggaran. Nilai per kode Akun. Nilai per sub kelompok barang c.2. b. e.2. Dasar Penetapan Tertagih. Kode & Uraian sub kelompok barang.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. Versi 2/2009 54 .2.

Jumlah saldo awal Aset Tidak Berwujud. Tahun Anggaran. Kode Kementerian Negara/Lembaga. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Jumlah pengurangan KDP yang sudah menjadi aset tetap definitif. Kode Kementerian Negara/Lembaga.2. Kode Fungsi/Sub Fungsi/Program/Kegiatan. Nilai mutasi per kelompok. Kode dan Uraian Kelompok BMN. kebenaran perhitungan. Kode Aset KDP. Nilai saldo awal per kelompok. c.2. Daftar Aset Tak Berwujud telah ditandatangani oleh Kepala Satker. Membandingkan nilai persediaan per-Akun (belum definitif) aset tetap pada Neraca SIMAK BMN dengan nilai saldo akhir per kelompok pada Laporan BMN. Kode Wilayah. Tahun Anggaran. Kelengkapan elemen data Daftar Aset Tak Berwujud meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Jumlah saldo awal KDP. Versi 2/2009 55 . Kode Aset Tidak Berwujud. Kode Satker. Periode Pelaporan (per Semester). Nilai saldo akhir per kelompok. Jumlah PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Pencatatan Aset Tak Berwujud: a. Kode Unit Eselon I. Tahun Anggaran. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi : Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan). Pencatatan KDP secara Manual : a. Kode Satker. 2. Periode Pelaporan (per Semester). periode pelaporan (per Semester). Jumlah saldo akhir KDP. b. Kode Unit Eselon I.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. Jumlah penambahan KDP selama periode berjalan. kebenaran perhitungan. b.4.5. 2. Kode Wilayah. L-KDP yang diterima telah ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja.

2.4.1.4. c. Daftar Kontrak Kemitraan yang diterima telah ditandatangani oleh Kepala Satker. b. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode Barang dan nilai aset tetap sesuai dengan yang tercantum pada KIB Aset Tetap yang bersangkutan dan kebenaran perhitungan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Apabila di dalam hasil verifikasi masih terdapat kekeliruan atau kurang lengkap. Piutang Bukan Pajak Lainnya. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: a. Petugas Verifikasi menyiapkan Formulir Jurnal Aset untuk masingmasing transaksi : 2.4. Bagian Lancar TPA.6.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional penambahan Aset Tidak Berwujud selama periode berjalan. 2. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: Formulir Jurnal Aset – Tetap untuk mencatat mutasi Aset Tetap.3.2. 2. 2. Piutang Jangka Panjang atas TP/TGR yang akan diterima dalam jangka waktu >1tahun. kebenaran perhitungan.4. dokumen dikembalikan kepada Pengirim untuk diperbaiki atau dilengkapi. Versi 2/2009 56 . f. 2. Jumlah pengurangan Aset Tidak Berwujud. Piutang TPA yang akan diterima dalam jangka waktu >1tahun. Pencatatan Piutang: Formulir Jurnal Aset – Piutang untuk a.4. Piutang PNBP. 2. e. Pencatatan Persediaan: Formulir Jurnal Aset – Persediaan untuk mencatat saldo Persediaan per-tanggal neraca. Bagian Lancar TP/TGR. 2. d.3. b. Jumlah saldo akhir Aset Tidak Berwujud. Pencatatan KDP secara Manual: Formulir Jurnal Aset – Tetap untuk mencatat mutasi Aset Tetap.4.

8. 2. b.7. c. Pencatatan Aset Tak Berwujud: Formulir Jurnal Aset Tidak Berwujud untuk mencatat mutasi Aset Tidak Berwujud.6.. Versi 2/2009 57 . Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH. Prosedur Rekonsiliasi Internal SAK – SIMAK BMN Rekonsiliasi internal dengan SIMAK BMN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. Operator Komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SAK sesuai dengan jenis transaksi dan dilanjutkan dengan pencetakan Register Transaksi Harian (RTH). d.6.4. 2. Operator Komputer melakukan Posting ke dalam Buku Besar. Menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman.1. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Petugas Administrasi menerima berkas Laporan BMN dari Penanggung Jawab UAKPB. 3. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: Formulir Jurnal Aset untuk mencatat mutasi Kemitraan dengan Pihak Ketiga.4. Prosedur Koreksi RTH a. 2.5. 2.6. Operator Komputer mencetak RTH atas data yang telah direkam pada Aplikasi SAK. Operator Komputer melakukan perekaman atas data yang telah diperbaiki dalam Aplikasi SAK. 2. maka dilakukan koreksi RTH. 2.1. Bila masih terdapat kekeliruan.5.

Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi Laporan BMN dengan Laporan SAK dengan: 3. 3.4. Bila Saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan bukan merupakan KDP. 3. Petugas Verifikasi menyiapkan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN untuk ditandatangani oleh Penanggung Jawab UAKPA dan UAKPB. d.2. c.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Penyelesaian Pembangunan. b. Bila Saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan merupakan KDP. Bila tidak sama langkah selanjutnya adalah meneliti saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan. 3. Operator Komputer mencetak semua Laporan SAK dari Aplikasi SAK.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3. Versi 2/2009 58 . dilanjutkan dengan membuat Berita Acara Rekonsiliasi (BAR). Bila penelitian telah selesai dilakukan.1. Melakukan penelitian atas saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan: a. dan Pengembangan SIMAK BMN dengan Buku Besar Aset Tetap dan Belanja Modal pada SAK. maka dilakukan prosedur KDP baik pada UAKPA maupun UAKPB. 3. Bila ada saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan. Bila hasilnya sama langkah selanjutnya adalah membuat Berita Acara Rekonsiliasi. meminta penanggung jawab UAKPB untuk melakukan pengiriman kembali data BMN. membandingkan RTH Pembelian. Bila tidak terdapat saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan.3. melakukan koreksi perekaman data SIMAK BMN pada UAKPB.5. b.3. e. Membandingkan saldo Aset Tetap dengan Neraca BMN: a. Petugas Administrasi mencatat dan menyimpan BAR dalam Register Pelaksanaan Rekonsiliasi Internal SAK dan SIMAK BMN.

register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di KPPN sebagai Arsip KPPN). 5.1. lakukan perbaikan data. Prosedur Pengiriman Laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 Pengiriman laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 5. dan register pengiriman ke KPPN. lanjutkan dengan penandatanganan BAR.7. Prosedur Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi UAKPA dengan KPPN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 4. 4. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data SAK.1.3.6.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. Setelah ditandatangani oleh petugas KPPN.2. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat KPA ke KPPN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di KPPN. Operator Komputer membuat back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. mencetak LRA dan register pengiriman Data Akuntansi ke KPPN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab KPA).3. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke KPPN. Operator Komputer melakukan back up data. 4.5. 4. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. 4. 4. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan KPPN: 4. Versi 2/2009 59 . ADK. 4. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh KPPN dan menyampaikannya kepada pejabat KPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani. Petugas Administrasi mengirim LRA.4.3. mengirimkan ADK pengiriman SAK ke KPPN. Petugas Verifikasi di UAKPA melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi. 4.1.

Penanggung Jawab UAKPA melakukan Pengiriman ADK Laporan Keuangan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya dengan ketentuan sebagai berikut: 5.7. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan.1. Prosedur Tutup Tahun pada UAKPA Tutup Tahun adalah proses pemindahan Saldo Akhir dari tahun anggaran sebelumnya untuk digunakan sebagai Saldo Awal pada tahun anggaran berjalan. 6. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK.2. 5.1.6. UAKPA Kantor Daerah dikirimkan kepada UAPPA-W 5.2.2. 5. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3. Petugas Verifikasi memastikan telah adanya back up Data Laporan Keuangan tahun anggaran X-1 sesuai aplikasi X-1.4. penanggung jawab UAKPA membuat CaLK dan SOR. 5. 5. Laporan Realisasi Anggaran. yang dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 6.1.3.1. 5.2. 5. ADK. CaLK.1. Petugas Verifikasi memastikan validitas back up data Laporan Keuangan tahun anggaran X-1. 6. BAR dan SOR kepada UAPPA-W/E1 (sesuai dengan ketentuan pengiriman laporan keuangan). UAKPA Kantor Pusat. LRA Pendapatan Negara dan Hibah. 5.2. Versi 2/2009 60 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5.1. 5. Untuk Laporan Semesteran. LRA Belanja.5.3. 5. LRA Pengembalian Belanja.1. Neraca.2. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah.4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan Pengiriman ADK saldo awal ke UAPPA-W/E1. Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dikirimkan kepada UAPPA-E1.1.1.1. 6.

Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun. Operator Komputer melakukan kembali prosedur tutup tahun dari langkah 6. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAKPA melalui menu Utility\Back Up.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6.4.2. Validator melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun. lakukan langkah berikut: 6. kepada penanggung 6. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAKPA melalui menu Proses\Tutup Tahun.7. Versi 2/2009 61 .6. Petugas Verifikasi memeriksa data hasil jawab perbaikan UAKPA dan untuk perbaikan data X-1 yang menyerahkan divalidasi.7. 6.1. Operator Komputer membatalkan proses tutup tahun melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun. 6.7.1.7. 6.3. 6.5. 6. 6.7. 6.7.5. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.6.7.4. Operator Komputer melakukan dimaksud. Operator Komputer melakukan prosedur Pengiriman Laporan ke UAPPA-W/E1. Penanggung jawab UAKPA memberikan validasi atas data SAI yang telah diperbaiki.

1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah.2. 1. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA TINGKAT UAPPA-W 1. mencatat penerimaan dokumen sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. Penelitian atas kesamaan kode UAKPA dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAKPA.1.1.4. yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAKPA.4.2.1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1. 1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. 1.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional B. mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. Versi 2/2009 62 . Jika terdapat perbedaan pada jumlah data. 1. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPPA-W.).2. Prosedur Penerimaan Data UAKPA pada UAPPA-W 1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAKPA untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim.). Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan.2.3. mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAKPA terkait untuk diperbaiki dan dikirim kembali (Ulangi langkah 1. ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAKPA. 1.

5.6. Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.). menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber. Bila masih terdapat perbedaan. LRA dan Buku Besar.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1.6.1. ADK. 1.2. Jika jumlah data sama. Versi 2/2009 63 .7. 1. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan. Setelah ditandatangani oleh petugas Kanwil DJPb. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAKPA yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama. mengirim ADK pengiriman SAK ke Kanwil DJPb dan mencetak register pengiriman-nya (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPA-W). PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. dan register pengiriman ke Kanwil DJPb. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi SAPPAW. Petugas Administrasi mengirim LRA. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di Kanwil DJPb sebagai Arsip). 2. Bila angka laporan keuangan telah sama.1.6. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan.8. 2. 1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.1. mencetak LRA.4.2. 1. 1.2. Operator Komputer melakukan back up data SAK. 1. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAKPA yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi.

Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data SAK.3.3. Laporan Realisasi Anggaran. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke Kanwil DJPb. dilakukan penandatanganan BAR. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan Kanwil DJPb: 2. 2.1.2. lakukan perbaikan Data.6. Versi 2/2009 64 . Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPA-W ke Kanwil DJPb untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di Kanwil DJPb.3.4. 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. 2.2. 3. LRA Pengembalian Belanja. Operator Komputer mengkompilasi semua ADK UAKPA ke dalam Aplikasi SAK.1. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama.2.2. Petugas Administrasi memastikan kelengkapan Laporan Keuangan dari UAKPA dengan memeriksa Register Pengiriman dan data yang dikirim.6.4. melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: 3. 3. 3.2.3. LRA Pendapatan Negara dan Hibah. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1.5.2.2.2. 3.2. Neraca.7. 2. LRA Belanja. 3.5. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah. 3. Petugas Verifikasi di UAPPA-W melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi. 2. 2. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh Kanwil DJPb dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPA-W atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani.

1. Penanggung Jawab UAPPA-W melakukan Pengiriman ADK Wilayah dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya. Validator/Penanggung Jawab UAPPA-W melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAPPA-W melalui menu Utility\Back Up. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPAW melalui menu Proses\Tutup Tahun. 4.2.3. 3. Untuk periode semesteran. Bila masih terdapat kekeliruan. 4. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.4. 4.7. 3. ADK. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-W 4. 4. 4. 4. 3. 4.5. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAKPA.1.6. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAKPA di bawah wewenangnya. CaLK dan SOR kepada UAPPA-E1. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAKPA terkait. 4.3. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data Laporan Keuangan dari UAKPA di bawah wewenangnya.2.3.3. penanggung jawab UAPPA-W membuat CaLK dan SOR. 4. Versi 2/2009 65 .6. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud.5. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada UAPPA-E1.

Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAKPA pada SAPPA-W.8. Prosedur Penerimaan Data UAKPA/UAPPA-W pada UAPPA-E1 1. 4. yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAKPA-KP/UAPPA-W.9.2. 1.2.8.1.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4.3. Operator Komputer melakukan langkah berikut: 4. mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAKPA- PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. C.2. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAKPA. 1. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA TINGKAT UAPPA-E1 1. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan. ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W.8.1.2. Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah. 4. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4. 4. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPA-W melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun.2. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun. mencatat penerimaan dokumen sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1. Penelitian atas kesamaan kode UAKPA-KP/UAPPA-W dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W.8. Versi 2/2009 66 .1.

menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan.).4.1. Bila masih terdapat perbedaan.1. 1.6.4.5.3. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi SAPPAE1. 1. Versi 2/2009 67 . mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi.1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional KP/DK/TP/UAPPA-W terkait untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali (Ulangi langkah 1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.6.6. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama.1. Jika jumlah data sama. 1.2. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPPA-E1. 1. 1. 1. Bila angka laporan keuangan telah sama.7.2.).4. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim.). 1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA-KP/DK/TP//UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. Jika terdapat perbedaan pada jumlah data. 1. 1.

Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DAPK.6. Petugas Verifikasi UAPPA-E1 melakukan Rekonsiliasi dengan DAPK: 2.5. 2. Operator Komputer melakukan back up data. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DAPK dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPA-E1 atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani . dan register pengiriman ke DAPK. 2. kemudian meminta UAKPA untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPA-W. melakukan penelusuran dan perbaikan Data.2. LRA dan Buku Besar.4. 2. Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data SAK dengan mencetak SPM/SP2D dan SSBP dari masing-masing UAKPA sesuai kebutuhan. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. ADK pengiriman. Petugas Administrasi. mengirim ADK pengiriman dan mencetak register pengiriman (divalidasi oleh penanggung jawab UAPPA-E1). Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kekeliruan pada data SAK.3. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DAPK sebagai Arsip). 2. 2.8. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-E1 dengan DAPK Rekonsiliasi dengan DAPK dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.3.1. maka dilakukan penandatanganan BAR.2.3. Petugas Administrasi mengirim LRA.1. Setelah ditandatangani oleh petugas DAPK.7. Versi 2/2009 68 . Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPA-E1 ke DAPK untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DAPK. mencetak LRA. 2. 2.

CaLK dan SOR kepada UAPA. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah. Neraca. Versi 2/2009 69 . 4.4.3.1.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Penanggung jawab UAPPA-E1 melakukan pengiriman ADK Eselon 1 dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya. 3. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. LRA Belanja.2.2. 3. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAKPA/UAPPA-W di bawah wewenangnya. 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3.6.5. Petugas Administrasi memastikan kelengkapan Laporan Keuangan dari UAPPA-W dengan memeriksa Register Pengiriman dan data yang dikirim. 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-E1 4. Untuk periode semesteran.2. 3. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan.2. 3. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data Laporan Keuangan dari UAKPA/UAPPA-W di bawah wewenangnya.1. ADK. LRA Pengembalian Belanja.2. 3.3. 3.6. 3.4.5. 3.2. penanggung jawab UAPPA-E1 membuat CaLK dan SOR. LRA Pendapatan Negara dan Hibah. 3.2.1. Laporan Realisasi Anggaran.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Operator Komputer mengkompilasi semua ADK ke dalam Aplikasi SAK. melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: 3.

3. 4. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAKPA/UAPPA-W. 4.3. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada UAPA. 4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4.4. 4.7. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPAE1 melalui menu Proses\Tutup Tahun.1. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAPPA-E1 melalui menu Utility\Back Up.8. 4. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4.2. Operator Komputer melakukan langkah berikut: 4. 4.8. Validator/Penanggung Jawab UAPPA-E1 melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun. menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA/UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud.6.3. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAKPA/UAPPA-W pada SAPPA-E1.9. 4.8. 4. Bila masih terdapat kekeliruan. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA/UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAKPA/UAPPA-W terkait.5. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun. 4. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2. 4. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPA-E1 melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAKPA/UAPPA-W terkait.1. Versi 2/2009 70 .3.2.8.

3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional F. 1. untuk melakukan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPA-E1 pada UAPA 1. menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1. mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAPPA-E1. mencatat penerimaan dokumen sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.2.4. 1. yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAPPA-E1. mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAPPAE1 terkait untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali (Ulangi langkah 1.). Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan. 1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber.4. 1.1. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPA. 1. Penelitian atas kesamaan kode UAPPA-E1 dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAPPA-E1.2.2.1. Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah.1. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAPPA-E1 untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim. Versi 2/2009 71 . Jika terdapat perbedaan pada jumlah data.1.2.). PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA TINGKAT UAPA 1.1.

2.6. Petugas Verifikasi UAPA melakukan Rekonsiliasi dengan DAPK: 2. Versi 2/2009 72 .4. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama lakukan penandatanganan BAR. Operator Komputer melakukan back up data. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAPPA-E1 yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama.1. 1.1.7.6. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan. Bila angka laporan keuangan telah sama.2.). ADK. Petugas Administrasi mengirim LRA. 1. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DAPK sebagai Arsip). Jika jumlah data sama. 2. 1.2. 1.8.2. 1. 2. dan register pengiriman ke DAPK. Bila masih terdapat perbedaan.6.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1.1.5. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan. 1. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi SAPA. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber. Setelah ditandatangani oleh petugas DAPK.3. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAPPA-E1 yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. Prosedur Rekonsiliasi UAPA dengan DAPK 2. LRA dan Buku Besar.1. mengirim ADK pengiriman dan mencetak register pengiriman (ditandatangani oleh penanggung jawab UAPA).3. mencetak LRA. menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.

Prosedur Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3.1.3. 2.2. 2.2. 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. Petugas Administrasi memeriksa Register Pengiriman dan Penerimaan data dari UAPPA-E1 dan membandingkan dengan daftar UAPPA-E1 untuk memastikan data UAPPA-E1 telah diterima dan digabungkan ke dalam aplikasi SAK (Jika masih terdapat UAPPA-E1 yang belum mengirimkan data atau data belum benar. Operator Komputer melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan dari aplikasi SAK berupa: 3. 2.1.4. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPA ke DAPK untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DAPK. kemudian meminta UAKPA untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPA-W dan UAPPA-E1. Laporan Realisasi Anggaran. Versi 2/2009 73 .6. 3. Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data SAK dengan mencetak SPM/SP2D dan SSBP dari masing-masing UAKPA sesuai kebutuhan. 2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kesalahan pada data SAK. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DAPK dan menyampaikannya kepada pejabat UAPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani. Petugas Administrasi.7. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DAPK. lakukan penelusuran dan perbaikan Data. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.5.2. petugas administrasi menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 yang bersangkutan untuk mengirimkan data atau memperbaiki data yang salah untuk dikirimkan kembali setelah diperbaiki).

5. 3. 4. 3.2. Neraca. LRA Pendapatan Negara dan Hibah. 4.2.3.5.2. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah.6.3.1. 3. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAPPA-E1. penanggung jawab UAPA membuat CaLK dan SOR.2. menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud. 3.2. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAPPA-E1 di bawah wewenangnya. 4. LRA Pengembalian Belanja. Aparat Pengawas Internal melakukan reviu atas Laporan Keuangan Tahunan dan membuat Surat Pernyataan Telah Di Reviu oleh Inspektur Jenderal Depdiknas. 4.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. CaLK dan SOR kepada Menteri Keuangan cq. 3. Bila masih terdapat kekeliruan. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data Laporan Keuangan dari UAPPA-E1 di bawah wewenangnya. 3. 3.1. DAPK pada DJPb. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAPPA-E1 terkait. 3.2. Jika periode bersangkutan adalah akhir tahun.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. Versi 2/2009 74 .2.3. Operator Komputer UAPA melakukan Pengiriman ADK ke DAPK dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya untuk ditandatangani oleh Penanggung Jawab UAPA.3. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat pengiriman data SAK ke Menteri Keuangan cq.4. DAPK pada DJPb.7. 4.3. 3. Untuk periode semesteran.4. ADK.6. Prosedur Tutup Tahun pada UAPA 4. LRA Belanja.

8. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4.6. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAPPA-E1.8. Operator Komputer melakukan langkah berikut: 4.9. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi SAPA melalui menu Utility\Back Up.3. 4.2. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPA melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun. 4.1.5.8.4. 4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada DAPK. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAPPA-E1 pada SAPA. 4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 4. Versi 2/2009 75 . 4. 4. 4. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPA melalui menu Proses\Tutup Tahun. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2.8.7. Validator/Penanggung Jawab UAPA melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Prosedur SIMAK BMN (Penyusunan Laporan Barang Milik Negara) PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 76 .

1. c. Pencatatan Saldo Awal Prosedur Pencatatan Saldo Awal pada tingkat Satker dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. d.3. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber dari Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Sub Bagian Umum berupa: BI.1. 1. Versi 2/2009 77 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional BAB IV PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN A. Petugas Verifikasi menerima dokumen sumber dari petugas administrasi dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber tersebut. Laporan BMN telah ditandatangani oleh Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengurus BMN.3. DBR/KIB/DBL telah ditandatangani oleh Petugas yang ditunjuk dan diketahui oleh pejabat yang berwenang.2. DBL. BA Hibah/penyerahan barang dan bukti-bukti kepemilikan Sumber Saldo Awal. kemudian menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi/Arsip Penerimaan. DBR.1. Bukti kepemilikan BMN yang masih berlaku dan sah. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAKPB 1. Kelengkapan data pada BI/Laporan BMN/LHI BMN: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Laporan BMN yang lalu. Dokumen 1. meliputi: 1. LHI BMN telah disetujui oleh penanggung jawab UAKPB dan ditandatangani oleh Kepala SATKER. b. KIB. LHI BMN. Keabsahan dokumen sumber antara lain: a.2.3.

10. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya. Jumlah barang. 1. 1. Operator Komputer melakukan perekaman dalam Aplikasi SIMAK-BMN pada Modul Saldo Awal yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. 2. Prosedur Koreksi RTH: 1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Kode UAKPB. Operator Komputer melakukan backup data pada Aplikasi SIMAK BMN.8. Menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman.9. Versi 2/2009 78 . Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. 1. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.5. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH. 1. DBR dan DBL). 1.2.6. 1.8.8. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN menggunakan Modul Transaksi Saldo awal (KIB. menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). Prosedur Pencatatan Transaksi Perolehan BMN Pencatatan Transaksi Perolehan BMN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Identitas barang lainnya. 1.1. Kode Barang. Nomor urut pendaftaran. Tanggal/tahun perolehan BMN. 1.4.7. Harga barang. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. 1. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.8. lakukan Prosedur Koreksi RTH. 1.4. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkannya kepada petugas verifikasi.8. Kebenaran perhitungan.3.

3. 2. Untuk Transfer Masuk yaitu BAST dan/atau bukti kepemilikan. Apabila terdapat dokumen sumber yang salah. Kode Produksi Barang.11. 2.7. Untuk Pembelian yaitu BAST. 2. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber: a.1. Untuk Reklasifikasi Masuk yaitu Catatan Hasil Koreksi reklasifikasi masuk. dan SPM/SP2D. Khusus Reklasifikasi Masuk : Nomor Urut Pendaftaran/Nama /Jenis Barang/Kode Produksi Barang sebelum dan sesudah Reklasifikasi.9.4. Untuk Pertukaran yaitu BAST. 2. SPK. Faktur/Kwitansi.5.6.1. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber.2. Versi 2/2009 . Untuk Bangun Serah Guna yaitu BAST dan Kontrak. Untuk Penyelesaian Pembangunan yaitu BAST dan L-KDP. Kontrak. Faktur. 2. dokumen tersebut dikembalikan kepada pemohon/yang mengajukan 79 PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Untuk Rampasan yaitu SK Pengadilan tentang rampasan.10.1. Jumlah barang. b. Kebenaran perhitungan.3.1.1. Untuk Perolehan Lainnya yaitu BAST. Untuk Bangun Guna Serah yaitu BAST dan Kontrak.1.1. 2. Surat Keterangan Penanggung Jawab UAKPB beserta KIB/DBR/DBL BMN yang bersangkutan. 2. Nama/Jenis Barang. 2. 2.2.1. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi kemudian menyerahkan Dokumen Sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. Untuk Pembatalan Penghapusan yaitu SK Pembatalan Penghapusan.1.8. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber antara lain: 2. 2. Kontrak.3.1.1. Tanggal/tahun perolehan BMN.1. Harga barang. Untuk Hibah Masuk yaitu BAST dan/atau bukti kepermilikan. meliputi: 2. Identitas barang lainnya.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. 2. Kondisi barang. 2.1.1.

7. 2. 2.6.5. Bangun Serah Guna: Modul Perolehan/Serah Guna.5. 2. 2. Bangun Guna Serah: Modul Perolehan/Guna Serah. Operator komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK BMN (KIB.5.10. Penyelesaian Pembangunan: Modul Perolehan/Penyelesaian Pembangunan. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali.5. DBR dan DBL).2. 2. 2.5. 2. Hibah Masuk: Modul Perolehan/Hibah Masuk.8. 2. Keabsahan Dokumen Sumber: Masing-masing DS harus mendapatkan Validasi dari Penanggung Jawab Unit yang mengajukan Dok. Transfer Masuk: Modul Perolehan/Transfer Masuk. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer.7.1. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya. 2. 2. Pembatalan Penghapusan. 2. 2. 2.11.2. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH & Dok. Versi 2/2009 80 . Penghapusan: Modul Perolehan/Pembatalan 2. 2.5. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya.4.5. 2.5.5.8.3.9.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional Dokumen Sumber untuk dikoreksi. Sumber tersebut. Reklasifikasi Masuk: Modul Perolehan/Reklasifikasi Masuk.3. Prosedur Koreksi RTH: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.4.5. Pembelian: Modul Perolehan/Pembelian. dengan menggunakan Modul sebagai berikut: 2.5. Rampasan: Modul Perolehan/Rampasan.5.6. Perolehan Lainnya: Modul Perolehan/Perolehan Lainnya. Pertukaran: Modul Perolehan/Pertukaran. lakukan Prosedur Koreksi RTH. Sumber kepada Petugas Verifikasi.5.

3.4.1.1.3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 3. Versi 2/2009 81 . 2. Perubahan Nilai/Kuantitas/204 Penanggung jawab UAKPB berupa SK Hasil Koreksi perubahan nilai/kuantitas beserta KIB/DBR/DBL BMN yang bersangkutan. Pengembangan/202 dari PPK/Bendahara Pengeluaran/Pejabat Penerbit SPM berupa BAST.4.8. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. 2. 2. Prosedur Pencatatan Transaksi Perubahan BMN 3. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber: 3. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.9. 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.1. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).8. SPK. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN. 2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.10.1. Pengurangan/201 dari Pengguna Barang berupa SK Perubahan Status atau SK Hasil Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas atau SK Penghapusan BMN. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak.2. Kontrak. 2. Faktur.1.8.1.3. dan SPM/SP2D.8.1. Perubahan Kondisi/203 dari Penanggung Jawab Ruangan/ Bendahara Barang/Pengurus Barang berupa Laporan Hasil Inventarisasi Kondisi Barang. 3.2.

SPK. i. h. Kondisi barang. Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi dari Penanggung Jawab UAKPB berupa BAST. 3. g. j. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 3. Nama/Jenis/Kode Barang. d.3. e. f. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. Nomor Urut Pendaftaran. Kelengkapan data pada dokumen sumber antara lain: a. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. b.5. c. Tanggal/tahun perolehan BMN.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3. k. Khusus Perubahan Nilai/Kuantitas adalah jumlah barang sebelum dan setelah koreksi dan nilai barang sebelum dan setelah koreksi. Apabila terdapat dokumen sumber yang salah.3. Harga barang. SPM/SP2D.1. Kebenaran perhitungan. meliputi: 3. Khusus Pengembangan adalah jumlah pengembangan BMN dan Nilai pengembangan BMN. Identitas barang lainnya. Khusus Pengurangan adalah jumlah barang sebelum dan setelah pengurangan dan nilai barang sebelum dan setelah pengurangan. Jumlah barang. Faktur. Versi 2/2009 82 .1. dokumen tersebut dikembalikan kepada pemohon/yang mengajukan dokumen sumber untuk dikoreksi.2.

4. 3. 3.7. 3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.8.3. Perubahan Nilai/Kuantitas: Modul Perubahan/Perubahan Nilai/Kuantitas.5. Dokumen Sumber dan menyerahkan RTH & Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi. Pengurangan: Modul Perubahan/Pengurangan.5. Perubahan Kondisi: Modul PerubahanPerubahan Kondisi.1. Versi 2/2009 83 . Prosedur Koreksi RTH : 3.3.4.5.8. lakukan Prosedur Koreksi RTH 3.6. Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi: Modul Perubahan BMN/ Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).5. 3. 3.2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman.5.5. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) pada Aplikasi SIMAK-BMN.2.1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Operator komputer merekam dokumen sumber ke dalam aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan Modul sebagai berikut: 3. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya. 3. 3. Keabsahan mendapatkan dokumen sumber: Masing-masing jawab unit harus yang validasi dari penanggung mengajukan dokumen sumber tersebut. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. 3.2. 3.5.8. Pengembangan:Modul PerubahanPengembangan. Petugas Verifikasi menyampaikan dokumen sumber kepada Operator Komputer.

6. 4. 4. 4.1. 3.2.1. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi.8.9.8. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset 4. Prosedur Koreksi RTH: 4. 4.3. 4.8. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.4. meliputi kelengkapan data dan keabsahan Dokumen Sumber. 4. 3. 3. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset.7. Operator Komputer melakukan backup data pada Aplikasi SIMAK-BMN.10.5.4. 4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. Versi 2/2009 84 .8. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.3. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari KPKNL berupa BA Hasil Evaluasi. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak.

5.3. 5. 4. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN. 5. 4. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. 4. Pencatatan Transaksi Penghapusan BMN 5.4.8. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber: 5.1.2.1.10. 5.8.5.1.3.9.1.8.1. barang berupa BAST dan/atau bukti PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. Penghapusan: dari Pengguna Barang berupa SK Penghapusan BMN.2. Versi 2/2009 85 . 4.4. Transfer Keluar: dari Kuasa Pengguna Barang atau bendahara barang/pengurus kepemilikan. 4.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).1. 5. Koreksi Pencatatan: dari Penanggung jawab UAKPB berupa Catatan Hasil Koreksi beserta KIB/DBR/DBL BMN yang akan dikoreksi. Hibah Keluar: dari Pengguna Barang atau Pengelola Barang berupa BAST dan/atau bukti kepemilikan. Reklasifikasi Keluar: dari Penanggung jawab UAKPB berupa Catatan Hasil Koreksi beserta KIB/DBR/DBL BMN yang akan direklasifikasi.

Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. 5. Nama/Jenis/Kode Barang. Apabila terdapat dokumen sumber yang Salah.3. g. j. Nomor urut pendaftaran. dokumen tersebut dikembalikan kepada Pemohon/yang mengajukan Dokumen Sumber untuk dikoreksi. e. k.3. c. Versi 2/2009 86 . Nilai barang. Khusus Reklasifikasi Keluar adalah Nama/Jenis/Kode Barang sebelum dan setelah reklasifikasi keluar. Tanggal/tahun perolehan BMN. meliputi: 5. Jumlah barang. Nomor urut pendaftaran BMN yang dihapuskan. Kondisi barang. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Khusus Transfer Keluar adalah Jumlah & nilai barang yang diserahkan. Kebenaran perhitungan.1. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber: a.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. i. Keabsahan dokumen sumber: Masing-masing harus mendapatkan Validasi dari Penanggung Jawab Unit yang mengajukan dokumen sumber tersebut. f.2. Khusus Koreksi Pencatatan adalah Nama/Jenis/Kode Barang sebelum dan setelah koreksi pencatatan. 5. h. Identitas barang lainnya. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali. d.2.3. Khusus Penghapusan adalah Nama/Jenis/Kode Barang yang dihapuskan. b.

2. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.1.5.5. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman. 5. 5.4. Hibah Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Hibah Keluar. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Sumber kepada Petugas Verifikasi. 5. Transfer Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Transfer Keluar.8. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. Operator Komputer merekam dokomen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul sebagai berikut: 5.4.5. Reklasifikasi Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Reklasifikasi Keluar.1. 5.7. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber dengan Operator Komputer.2. Penghapusan yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Penghapusan.3. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. 5.8. Koreksi Pencatatan yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Koreksi Pencatatan. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak.8.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5.5.3. 5.5. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dok. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna). PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 5.5. 5.6. 5. Versi 2/2009 87 . 5.8. 5.4.5.8. Prosedur Koreksi RTH: 5.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 5. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 5. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN. Versi 2/2009 88 .9.10.

Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. f. Jumlah barang. Kelengkapan data: a. 6. Penghentian BMN dari Penggunaan 6. Versi 2/2009 89 . Kondisi barang. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. e. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari Penanggung Jawab UAKPB berupa Surat Ketetapan Penghentian Penggunaan BMN.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya.2.5.6.2. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya.3. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Penghentian BMN dari Penggunaan. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer. Kebenaran perhitungan. 6. 6. 6. Nomor urut pendaftaran. b. Nilai barang. Identitas barang lainnya. meliputi: 6. Nama/Jenis/Kode Barang.1. Tanggal/tahun perolehan BMN. g.3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 6. 6. Keabsahan Dokumen Sumber. c. h. d. 6.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6.1. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi.7.4.

Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. Versi 2/2009 90 .8. 6. 6.10. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 6. 6.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN.8. 6. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Prosedur Koreksi RTH: 6.1.2. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).9.8. 6.8.4.

6. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari UAKPA berupa SPM/SP2D berikut dokumen pendukungnya.3. 7. Faktur. Identitas BMN lainnya. yaitu: Kuitansi.5. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya.8. Jumlah BMN.2. 7.8. 7. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN Pengerjaan.7. Kelengkapan data: Tanggal/tahun perolehan BMN.3. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan dengan menggunakan modul Konstruksi Dalam PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. meliputi: 7. Nama/Jenis BMN. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi. Penanggung Jawab/Pengguna BMN. Kebenaran perhitungan. Versi 2/2009 91 . Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer.3. maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH. 7. 7. Kondisi BMN. 7. Lokasi BMN.4. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya. Kontrak. BA penyelesaian Pekerjaan dan dokumen lain yang dipersamakan. Nilai BMN. 7.1. Prosedur Koreksi RTH: 7. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 7. Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 7. 7.1.1.2. Keabsahan Dokumen Sumber. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi.

Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. 7.2.10.8.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna).4.8. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN.3. 7. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.8. Versi 2/2009 92 . 7. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak. 7. 7.9.

1.1. 8. Foto Barang (bila ada). Petugas Administrasi menerima dokumen sumber dari PPK/Satker pengelola PHLN. Petugas Verifikasi pada Satker pengelola PHLN melakukan verifikasi atas dokumen sumber yang meliputi keabsahan dan kelengkapan data. 8. Jumlah dan Harga Barang. 8.3. Dokumen Kepemilikan.1.1.1. SPM/SP2D atau SP3. 8. 8.3. 8. 8. BAST/Berita Acara Hibah Barang. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dari PPK/Satker pengelola PHLN. Versi 2/2009 93 .1.1.4.3.4. iii. Tanggal/Tahun Perolehan BMN. 8. v. ii. 8. iv. Kebenaran Perhitungan dan identitas Barang lainnya. Nama/Jenis/Kode PRoduksi Barang. Petugas verifikasi melakukan verifikasi dan inventarisasi atas dokumen sumber dan aset BMN yang diperoleh dari PHLN.1. Kondisi dan keberadaan/distribusi Barang.4.2. Petugas Administrasi pada Satker pengelola PHLN menyusun dokumen sumber pengadaan barang/aset yang dibutuhkan untuk pencatatan aset BMN hasil PHLN berupa: 8.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 8. meliputi: a.4. Pencatatan Perolehan BMN yang Berasal Dari PHLN 8.2. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber: i. Proses verifikasi dan inventarisasi oleh Biro/Bagian yang menangani SIMAK BMN.2.5. SPK/Faktur/Kontrak pengadaan barang. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.4. 8. PPK/Pimpinan Satker pengelola PHLN memberikan Validasi atas dokumen sumber untuk proses pencatatan pada Aplikasi SIMAK BMN.

5.4. Validator melakukan penandatanganan Berita Acara Inventarisasi dan verifikasi bersama dengan PPK/Kepala Satker Pengelola PHLN. Laporan Neraca BMN dan RTH Penyelesaian Pembangunan. Operator Komputer SAK mencetak 4 rangkap Laporan SAK yaitu: a.5.5.4.1. Rekonsiliasi SIMAK BMN dengan SAK 9. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 8.5.1.5.1.5. d. 8.3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. b. 9. Perekaman dan Pengarsipan pada Biro/Bagian yang menangani SIMAK BMN 8.4. Operator Komputer mencetak Laporan SIMAK BMN dan SAK 9. Operator Komputer SIMAK BMN mencetak 4 rangkap Laporan SIMAK BMN yaitu: a. Daftar SPM/SP2D telah direkam. 8. 8.5. c. Petugas Verifikasi memberikan nomor pada aset yang telah diverifikasi dan diinventarisasi.5. Validitas/Keabsahan Dokumen Sumber. Operator komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK BMN (KIB.4. Neraca bulanan. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN 9.1.1.2. DBR dan DBL) 8.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya 8. Versi 2/2009 94 . Laporan Neraca BMN dan RTH Pembelian. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) 8. Laporan Neraca BMN dan RTH Pengembangan.

Peralatan dan Mesin. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar perbandingan adalah ADK. semesteran dan tahunan) untuk menyusun neraca aset.2.3. dan Aset Tetap Lainnya. Neraca Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Neraca BMN.3. 9. Belanja Modal Peralatan dan Mesin.4. Bila Saldo Aset Tetap Neraca SAK tidak sama dengan Neraca BMN maka dilakukan penelitian atas saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan.3. dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya). 9. dan Irigasi. Rekonsiliasi SIMAK BMN dan SAK dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut : 9.3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional b. 9. Catatan atas Laporan BMN. CALK (Catatan atas Laporan Keuangan) dan CaLBMN (Catatan Atas Laporan Barang Milik Negara). dilakukan oleh Tim Verifikasi dengan dokumen sumber sebagai berikut: Neraca SAK dan Neraca BMN.3. Versi 2/2009 95 . Belanja Modal Jalan. Jalan. Gedung & Bangunan.2. Jaringan dan Irigasi. Jalan.5. c. Jaringan. Buku Besar perkiraan Aset Tetap bulan berjalan (mengenai: Tanah.1. dan Irigasi. Tim Verifikasi membandingkan saldo Aset Tetap untuk perkiraan berikut : Tanah. Jaringan. Penelitian atas saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan. Belanja Modal Gedung & Bangunan. Peralatan dan Mesin. 9. Operator Komputer mengirim ADK pada Apilkasi SIMAK BMN ke SAK secara berkala (bulanan. CALK. Bila hasil rekonsiliasi menunjukkan saldo Aset Tetap Neraca SAK sama dengan Neraca BMN maka dilakukan pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3. 9. Aset Tetap Lainnya dan KDP). Buku Besar perkiraan Belanja Modal bulan berjalan (mengenai: Belanja Modal Tanah. Gedung & Bangunan.3. 9.

2. 9. Hasil Penelitian atas Neraca SAK dan SIMAK BMN. dilanjutkan dengan pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) : 9. Penandatanganan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN dilakukan oleh Penanggungjawab UAKPA dan UAKPB. 9.4. Versi 2/2009 96 . dan Pengembangan SIMAK BMN dengan Buku Besar Aset Tetap dan Belanja Modal SAK.1. Petugas administrasi mencatat dan menyimpan dalam Register Pelaksanaan Rekonsiliasi Internal SAK dan SIMAK BMN (Arsip. 10.4. dan Register Pelaksanaan Rekonsiliasi).3.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 9. Setelah penilitian selesai. Bila Saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan merupakan KDP maka dilakukan Prosedur KDP baik pada UAKPA maupun UAKPB. 9.4. Penyelesaian Pembangunan.6.3. Aplikasi SAK dan SIMAK BMN. Petugas Verifikasi menyiapkan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN berdasarkan dokumen sumber Format BAR. 9. Bila tidak ditemukan saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan maka perlu dilakukan pengiriman kembali data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN. perlu membandingkan RTH Pembelian. Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.8. Bila Saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan bukan merupakan KDP maka dilakukan koreksi perekaman data SIMAK BMN pada UAKPB.7.9.3. Bila ada saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan.4.3. 9.3. 9.

3. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAKPB ke KPKNL untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di KPKNL.1. Petugas Administrasi mengirim LBKP. 10. menyiapkan ADK BMN. Laporan BMN Intrakomptabel.3.3. 11. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di KPKNL sebagai Arsip).Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 10. ADK BMN. 10. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.1.1.5. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. 11.6. Setelah proses rekonsiliasi selesai dilanjutkan dengan penandatangan BAR. 10.3.1. Laporan BMN Ekstrakomptabel. Operator komputer mencetak Laporan BMN yang terdiri dari: 11.2. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan KPKNL: 10. Versi 2/2009 97 . Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke KPKNL.2.4. Petugas Verifikasi di UAKPB melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi.2. Operator Komputer melakukan back up data. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh KPKNL dan menyampaikannya kepada pejabat UAKPB atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani. dan register pengiriman ke KPKNL.3. 11. 10.3. mencetak LBKP dan register pengiriman Data ke KPKNL (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAKPB).2. 10. Operator komputer melakukan back up data SIMAK-BMN.2.4. 10. 10. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data LBKP. Setelah ditandatangani oleh petugas KPKNL.2. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAKPB Ke UAPPB-W/E1 11. lakukan perbaikan data. 10. lanjutkan dengan penandatanganan BAR.

Petugas Administrasi mengirim ADK BMN.4.2. 11. Pengiriman laporan BMN dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 11.4. Untuk Laporan Periode akhir tahun perlu dicetak laporanlaporan sebagai berikut: a.4. b. KP ke UAPPB-E1.3.3. 11. Petugas Administrasi menyimpan salinan dokumen yang dikirim ke UAKPA.4.1. Operator komputer mengirim data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN dan mencetak serta mengotorisasi register pengirimannya. KD ke UAPPB-W.4. Register Pengiriman yang telah ditandatangani oleh Penanggung jawab UAKPB & Catatan Ringkas BMN ke UAKPA.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. 12. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. 11. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN. 11.5.6.7. 12.4. ADK dan Catatan Ringkas BMN. 11. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda dan aplikasi SIMAKBMN.1.3. Laporan BMN tahunan.4. Versi 2/2009 98 .Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 11.2.4. Dana Dekonsentrasi ke UAPPB-E1.3. Tugas Pembantuan ke UAPPB-E1.2. 12. 11. Laporan Kondisi Barang (LKB). 11.2. Laporan BMN Tahunan. 11. 12. Operator Komputer mengirim Data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN ke SAK dan mentransfer data BMN ke dalam bentuk ADK. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. LKB. 11. 11. Petugas Verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN. Pengiriman Data SIMAK BMN Ke SAK 12.5. Laporan BMN Bersejarah.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 99 .

4.1.3. Versi 2/2009 100 . 1. lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAKPB yang bersangkutan. 1. Petugas administrasi menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi. dan Register Pengiriman dari UAKPB. Operator komputer menerima Data dari UAKPB pada Aplikasi SIMAK BMN.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional B.6. Catatan Ringkas BMN. 1. mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi.2. 1. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAKPB.2. Petugas administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber tersebut di dalam buku agenda/ekspedisi.1.1. Apabila terdapat dokumen pemberitahuan sumber yang tidak sah. Petugas verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan Data dengan Register Pengiriman Data dari UAKPB: 1.4. Penerimaan Data UAKPB Pada UAPPB-W 1. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPPA-W 1. ADK. Jika jumlah data (record) sama. meliputi: 1. LKB (untuk periode akhir tahun). yang menyampaikan kepada UAKPB bersangkutan untuk memperbaiki atau melengkapi Dokumen Sumber. 1.6.4.5. 1. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. ADK yang diterima memiliki kode UAKPB dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber. Petugas administrasi menerima dokumen sumber yaitu Laporan BMN.

1. Versi 2/2009 101 . Jika ada perbedaan jumlah data.2.8. Laporan BMN yang telah diverifikasi.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1. 1. lakukan back up data BMN pada Aplikasi SIMAK BMN. Petugas Verifikasi mencocokkan ulang data laporan BMN dengan Cetakan Laporan BMN UAKPB yang diterima: 1. 1.1.8. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas administrasi mengarsipkan dokumen sumber. Operator Komputer melakukan back up data dan mencetak Laporan BMN berdasarkan ADK dan Dokumen Sumber dan menyerahkan kepada petugas verifikasi.9. Jika angka laporan BMN sama.7.2. Jika ada perbedaan angka laporan keuangan. sampaikan kepada UAKPB yang bersangkutan untuk mengirim ulang ADK (ulangi langkah awal). UAKPB yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi langkah awal). register penerimaan.6.8. 1.

3. lakukan perbaikan data.1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2.3. Petugas Administrasi mengirim LBPPW.2.6. Petugas Administrasi menerima dan meneliti register pengiriman dan penerimaan data dari UAKPB dengan cara membandingkan register PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Setelah ditandatangani oleh petugas Kanwil DJKN. 2. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di Kanwil DJKN sebagai Arsip). mempersiapkan ADK LBPPW.3. 2. ADK.2. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan Kanwil DJKN: 2. 2. Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-W Ke UAPPB-E1 3.5. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPB-W ke Kanwil DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di Kanwil DJKN. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data LBPPW.7. Operator Komputer melakukan back up data.1. 2. 2. 2. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke Kanwil DJKN. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama. lanjutkan dengan penandatanganan BAR. Versi 2/2009 102 . dan register pengiriman ke Kanwil DJKN.4. 2. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh Kanwil DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPB-W atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani.1. 3. mencetak LBPPW dan register pengiriman Data ke Kanwil DJKN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPB-W). Petugas Verifikasi di UAPPB-W melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi.

Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. 3.1. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: 3. Laporan BMN Intrakomptabel. 3.2.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional dengan daftar penerimaan data UAKPB untuk memastikan seluruh data telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN.6. 3.2. 3.4. ADK dan Catatan Ringkas BMN.4.2.3.5. Versi 2/2009 103 . Untuk Laporan periode akhir tahun Operator Komputer membuat Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: a. 3. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda. b. Laporan BMN Tahunan.2. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.3. sampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang) 3.2. LKB dan Laporan BMN tahunan sebelum dikirimkan ke UAPPB-E1. Operator komputer mengirim ADK dan mencetak serta memberikan otorisasi atas register pengirimannya. 3. 3. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. Laporan BMN Bersejarah. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN. Laporan BMN Ekstrakomptabel.5. Laporan Kondisi Barang (LKB).2. 3. (Bila ada UAKPB yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

C. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPPB-E1 1. Penerimaan Data UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP Pada UAPPB-E1 1.1. Petugas administrasi menerima dokumen sumber yaitu Laporan BMN, LKB (untuk periode akhir tahun), Catatan Ringkas BMN, ADK, dan Register Pengiriman dari UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP; 1.2. Petugas administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber tersebut di dalam buku agenda/ekspedisi; 1.3. Petugas administrasi menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi; 1.4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 1.4.1. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAPPB-E1; 1.4.2. ADK yang diterima memiliki kode UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber; 1.4.3. Apabila terdapat dokumen pemberitahuan bersangkutan sumber kepada untuk yang tidak sah,

menyampaikan KP/DK/TP yang

UAPPB-W/UAKPB memperbaiki atau

melengkapi dokumen sumber; 1.5. Operator komputer di UAPPB-E1 menerima Data dari UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP pada Aplikasi SIMAK BMN, mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi; 1.6. Petugas verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan Data dengan Register Pengiriman Data dari UAPPB-E1: 1.6.1. Jika jumlah data (record) sama, lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

104

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.6.2. Jika ada perbedaan jumlah data, UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi dari langkah 1); 1.7. Operator Komputer melakukan pencetakan Laporan BMN berdasarkan ADK dan Dokumen Sumber dan menyerahkan kepada petugas verifikasi; 1.8. Petugas Verifikasi mencocokkan ulang data laporan BMN dengan Cetakan Laporan BMN UAPPB-E1 yang diterima: 1.8.1. Jika angka laporan BMN sama, lakukan back-up data BMN pada Aplikasi SIMAK BMN; 1.8.2. Jika ada perbedaan angka laporan keuangan, sampaikan kepada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan untuk mengirim ulang ADK (ulangi langkah awal); 1.9. Petugas administrasi melakukan back up data dan mengarsipkan dokumen sumber, register penerimaan, Laporan BMN yang telah diverifikasi.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

105

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mempersiapkan ADK LBPPE1, mencetak LBPPE1 dan register pengiriman Data ke DJKN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPB-E1); 2.2. Petugas Administrasi mengirim LBPPE1, ADK, dan register pengiriman ke DJKN. Setelah ditandatangani oleh petugas DJKN, register

pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DJKN sebagai Arsip); 2.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan DJKN: 2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama, lanjutkan dengan penandatanganan BAR; 2.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data LBPPE1, lakukan perbaikan data; 2.4. Petugas Verifikasi di UAPPB-E1 melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi; 2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPB-E1 atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani; 2.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPB-E1 ke DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DJKN; 2.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DJKN; 3. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-E1 Ke UAPB 3.1. Petugas Administrasi menerima dan meneliti register pengiriman dan penerimaan data dari UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP dengan cara
106

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

5.2.5. (Bila ada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. 3.2.2.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional membandingkan register dengan daftar data yang dikirimkan oleh UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP untuk memastikan seluruh data telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN. Laporan BMN Tahunan. Laporan BMN Intrakomptabel. 3. 3. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: 3. 3.2.6.2.3. sampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang) 3. b. ADK dan Catatan Ringkas BMN. yaitu: a. LKB dan Laporan BMN tahunan sebelum dikirimkan ke UAPB.2. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.4.3.1.2. Untuk Laporan periode akhir tahun perlu dicetak laporan BMN berikut. 3. 3. 3. Operator komputer mengirim ADK dan mencetak register pengirimannya. Laporan BMN Bersejarah. 3. Versi 2/2009 107 . Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda. Laporan Kondisi Barang (LKB). Laporan BMN Ekstrakomptabel.4.

dan Register Pengiriman). Petugas Verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan Data dengan Register Pengiriman Data dari UAPPB-E1: 1.1. 1. Catatan Ringkas BMN. ADK yang diterima memiliki kode UAPPB-E1 dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.2. 1.2. 1. Jika ada perbedaan jumlah data. mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi.7. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber (Laporan BMN. ADK. Penerimaan Data UAPPB-E1 Pada UAPB 1.6. 1.2. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAPPB-E1. 1.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional D.3. (Apabila terdapat dokumen sumber yang tidak sah.5. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber tersebut dalam buku agenda. meliputi: 1. 1. Versi 2/2009 108 .4. Operator Komputer melakukan back up data BMN. menyampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dokumen Sumber kepada UAPPB-E1 yang bersangkutan) 1. Petugas Verifikasi mencocokan ulang Data Laporan BMN dengan cetakan Laporan BMN UAPPB-E1 yang diterima. Operator Komputer menerima data ADK dan dokumen sumber dari UAPPB-E1 pada aplikasi SIMAK-BMN.5. 1.3. Petugas verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber. Jika jumlah data (record) sama.1. LKB.5. UAPPB-E1 yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi langkah dari awal).3. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPB 1. lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAPPB-E1 yang bersangkutan.1.

2. 2. Operator Komputer melakukan back up data.1.4. dan register pengiriman ke DJKN. Versi 2/2009 109 . Petugas Administrasi. Petugas Administrasi mengirim LBP. Laporan BMN yang telah diverifikasi. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kesalahan pada data LBP.2. mempersiapkan ADK LBP dan mencetak register pengiriman Data ke DJKN (ditandatangani oleh penanggung jawab UAPB). ADK. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama lakukan penandatanganan BAR. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPB ke DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DJKN. register penerimaan. 2. 2. Petugas Verifikasi UAPB melakukan Rekonsiliasi dengan DJKN: 2. Petugas Administrasi melakukan Back Up data dan mengarsipkan dokumen sumber. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPB atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani. 2. kemudian meminta UAKPB terkait untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPB-W dan UAPPB-E1.3. Setelah ditandatangani oleh petugas DJKN. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 1.3. Setelah proses rekonsiliasi selesai dilanjutkan dengan penandatangan BAR.3.1. mencetak LBP.3. 2. register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DJKN sebagai Arsip).3.5. 2.3. Prosedur Rekonsiliasi UAPB dengan DJKN 2.2. lakukan penelusuran dan perbaikan Data. Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data LBP.8.4. 2.

3. yaitu: a. Untuk periode akhir tahun.5. LKB.2.1. Laporan BMN tahunan. perlu dicetak Laporan BMN sebagai berikut. Laporan Kondisi Barang. 3. 3.2.6. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan Laporan BMN. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPB Ke DJKN 3.3. 3.3.3. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel. Laporan BMN Intrakomptabel. 3. 3. 3. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN: 3. 3. 3. Daftar UAKPB. ADK dan Catatan Ringkas BMN.5.4. Versi 2/2009 110 . b. Laporan BMN Tahunan.4. 3. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Petugas Administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan BMN. Laporan BMN Bersejarah. Operator Komputer mengirim ADK dan mencetak register pengirimannya.1. Laporan BMN Ekstrakomptabel.3. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DJKN. Petugas Administrasi menerima dan meneliti registrasi pengiriman dan penerimaan data dari UAPPB-E1 (Registrasi Pengiriman & Penerimaan Data UAPPB-E1. Aplikasi SIMAK BMN) dengan membandingkan dengan daftar dalam UAPPB-E1 untuk memastikan seluruh data UAPPBE1 telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN. sampaikan pemberitahuan kepada UAPPB-E1 yang bersangkutan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang.3.6. Bila ada UAPPB-E1 yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 2. 3.3.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 3.7. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. Versi 2/2009 111 . Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dan buku Agenda.

akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya. 3.5. Versi 2/2009 112 . Prosedur Operasi Standar ini diharapkan sebagai pedoman kantor/satker di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dalam pengelolaan anggaran.Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional 21. BAB V PENUTUP 1. 2. Kepala Biro Keuangan Depdiknas. PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI. agar melakukan pembinaan dan koordinasi kepada semua kantor/satuan kerja di lingkungan Depdiknas termasuk pengelola dana Dekonsentrasi APBN Depdiknas dalam pelaksanaan Prosedur Operasi Standar ini. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan atau perubahan ketentuan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam Prosedur Operasi Standar ini.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful