Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR SELATAN

DINAS KESEHATAN
Jl. Jl.H.Agus Salim Painan (0756) 21218 Fax (0756) 21218

PEMBINAAN PENYUSUNAN INDIKATOR MUTU DALAM RANGKA RE-


AKREDITASI PUSK.BARUNG-BARUNG BELANTAI

I. Pendahuluan
A. Umum/Latar Belakang
Untuk meningkatkan pelayanan sarana kesehatan dasar khususnya
pelayanan Puskesmas kepada masyarakat, dilakukan berbagai upaya
peningkatan mutu dan kinerja antara lain dengan pembakuan dan
pengembangan sistem manajemen mutu dan upaya perbaikan kinerja yang
berkesinambungan baik pelayanan klinis, program dan manajerial.
Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu mekanisme regulasi yang
bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan
Puskesmas yang dilakukan oleh lembaga independen yang diberikan
kewenangan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan akreditasi dilakukan penilaian terhadap manajemen
Puskesmas, penyelenggaraan program kesehatan, dan pelayanan klinis dengan
menggunakan standar akreditasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. Agar Puskesmas dapat memenuhi standar
akreditasi dibutuhkan pendampingan oleh fasilitator yang kompeten agar
Puskesmas dapat membangun sistem pelayanan klinis serta penyelenggaraan
program, yang didukung oleh tata kelola yang baik dan kepemimpinan yang
mempunyai komitemen yang Tinggi untuk menyediakan pelayanan yang
bermutu, aman, dan terjangkau bagi masyarakat secara berkesinambungan.
Dalam rangka mempersiapkan Akreditasi Puskesmas, perlu dilakukan
monitoring dan evaluasi terhadap Puskesmas.
Landasan Hukum
1. Peraturan Menteri Kesehatan No 46 Tahun 2016 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Praktik Mandiri dokter dan Praktik
Mandiri Dokter gigi
2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59 tahun 2015 tentang Komisi
Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
3. SK Tim TPMDK Kepala Dinas kesehatan No.800. 29 /Mutu-
Akr/Dinkes-PS/I/2021 tentang Penetapan Puskesmas Akreditasi Tahun
2021
4. SK TPCB Kepala Dinas Kesehatan No. 800. 29.b/Mutu-Akr/Dinkes-
PS/1/2021

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud :
Agar seluruh karyawan puskesmas memahami dengan baik tentang
Akreditasi Puskesmas dan mempunyai persiapan dalam pelaksanaan
Akreditasi Puskesmas.
2. Tujuan :
a. Memahami kebijakan manajemen Puskesmas dan Kebijakan
akreditasi Puskesmas
b. Memahami standar akreditasi puskesmas
c. Memahami instrumen penilaian puskesmas
d. Memahami ketentuan penilalian dan kelulusan Re-akreditasi
puskesmas
e. Memahami langkah persiapan Survei Re-akreditasi pskesmas
f. Memahami penyusunan dokumen akreditasi puskesmas
g. Memahami tata naskah penulisan dokumen dan pengendalian
dokumen
h. Melaksanakan identifikasi dan menyiapkan dokumen-dokumen
yang dipersyaratkan oleh standar akreditasi puskesmas

II. Kegiatan yang dilaksanakan


Monev dilaksanakan pada tanggal 9 September 2021 dengan metode Wawancara,
tanya jawab dan diskusi terhadap Petugas Puskesmas tentang pelaksanaan Re-
Akreditasi Puskesmas.

III. Hasil Kegiatan

BAB VII
1. Dalam proses pendaftaran sudah sesuai dengan kebutuhan pasien dan sudah
mencerminkan penerapan upaya keselamatan pasien dengan memperhatikan
hak-hak dan kewajiban pasien.
2. Kajian awal telah dilakukan dengan baik, dan sesuai dengan persyartan
kompetensi yang disyaratkan.
3. Sudah terdapat Rencana layanan terpadu yang disusun secara komprehensif
yang sesuai tugas dan tanggung jawab dari masing-masing anggotanya.
4. Sudah terdapat prosedur rujukan yang jelas.
5. Pelaksanaan sudah dilakukan sesuai dengan rencana asuhan.
6. Pelaksanaan layanan bagi pasien gawat darurat dan beresiko tinggi sudah
dipandu oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai dengan panduan
Kementerian Kesehatan.
7. Dalam pelayanan rawat jalan di puskesmas sudah dilaksanakan memenuhi
standar puskesmas, standar nasional, undang-undang dan peraturan serta
standar profesi sesuai dengan kebutuhan pasien.
8. Pelayanan gawat darurat, pelayanan gigi dan keluarga berencana kadang-
kadang memerlukan tindakan bedah minor sudah dilakukan memenuhi standar
dan peraturan yang berlaku.
9. Penyuluhan dan pendidikan kesehatan dan konseling kepada pasien atau
keluarga sudah dilakukan melalui pendekatan yang komunikatif dan bahasa
yang mudah dipahami.
10. Pelaksanaan Rujukan sudah dilakukan sesuai dasar kebutuhan pasien.
BAB VIII
1. Pelayanan laboratorium sudah memenuhi kebutuhan pengkajian pasien dan
memenuhi standar dibuktikan dengan SOP dan tenaga yang sesuai dengan
persyaratan kompetensi.
2. Pengelolaan obat sudah dikelola secara efisien sesuai dengan kebutuhan
pasien.
3. Kebutuhan data dan informasi asuhan bagi petugas kesehatan, pengelolaan
sarana, dan pihak terkait di luar organisasi dapat dipenuhi melalui proses yang
baku.
4. Sudah adanya sistem yang memandu penyimpanan dan pemprosesan rekam
medis
5. Lingkungan pelayanan sudah mematuhi persyaratan hukum, regulasi dan
perizinan yang berlaku.
6. Inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya
serta pengendalian dan pembangunan limbah berbahaya serta pengendalian
dan pembuangan limbah berbahaya sudah dilakukan berdasarkan perencanaan
yang memadai terbukti dengan adanya SOP dan bukti pemantauan
pelaksanaan.
7. Peralatan susah dikelola dengan tepat sesuai dengan persyaratan dan fungsi
alat.
8. Penilaian dan evaluasi kompetensi tenaga klinis telah dilakukan sebagian.

BAB IX

1. Menganalisa terhadap perencanaan, monitoring, dan evaluasi mutu layanan


klinis dan keselamatan pasien yang menjadi tanggung jawab tenaga klinis
yang bekerja di pelayanan klinis.
2. Menganalisa fungsi dan proses layanan klinis yang menjadi prioritas dalam
upaya meningkatkan mutu layanan klinis dan menjamin keselamatan.
3. Menganalisa tentang proses penetapan layanan klinis yang digunakan sebagai
acuan dalam prosedur layanan klinis.
4. Memantau upaya peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien yang
mempunyai program kerja yang jelas.

Painan, tanggal : 10 September 2021


Yang melapor :

1. Dr. Fresy Wahyuni Marta ( )