Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN DAN LAPORAN KELUARGA RESUME

USIA ANAK SEKOLAH


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Ajar Keperawatan keluarga

Oleh :
Kelompok I

Astie Fauhida 0906619150


Burhandiah 0906619195
Rina Fitriani 0906619945
Tuti Asrianti Utami 0906619661
Zulhetti Dasrul 0906619730

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS INDONESIA
2009
Kasus pemicu:
Keluarga bapak D (37 tahun) mempunyai 2 orang anak sekolah dan 1 balita. Anak pertama
bapak D, laki-laki berusia 11 tahun duduk dikelas 6 sekolah negeri, sedangkan adiknya
perempuan berusia 8 tahun duduk dikelas 3 sekolah swasta. Kedua anak bapak D giginya
sudah permanen walaupun belum lengkap. Kedua anak bapak D sering kali lupa gosok gigi
terutama saat menjelang tidur. Anak perempuan bapak D sering mengeluh sakit gigi, istrinya
bapak D hanya menganjurkan kumur-kumur air garam jika rasa nyeri gigi itu datang.
Menurut kedua anak bapak D rata-rata teman-temannya disekolah mengeluh sering sakit gigi
juga. Petugas UKS dari PUSKESMAS sesekali datang untuk memerikasa kesehatan
disekolah. PT. Univeler juga pernah datang untuk mengajarkan cara sikat gigi dan memebagi
produk berupa pasta gigi pada siswa.
LAPORAN PENDAHULUAN
Pertemuan ke 1 tanggal, 6 november 2010
1. Latar belakang
a. Karakteristik keluarga
• Keluarga bapak D adalah dengan anak sekolah.
• Keluarga bapak D mempunyai 3 orang anak; 1 orang anak laki-laki (L) berusia 11
tahun, 1 orang anak perempuan(P) berusia 8 tahun, dan 1 orang balita.
• Anak P sering mengeluh sakit gigi.
• Ibu D sering menganjurkan untuk kumur-kumur dengan air garam jika rasa sakit
gigi datang.
• Menurut kedua anak bapak D rata-rata teman-temannya di sekolah sering
mengeluh sakit gigi.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
1) Pengkajian fisik
• Bagaimana pertumbuhan gigi anak?
• Apakah gigi anak bentuk dan permukaan giginya teratur?
• Adakah gigi anak berlubang atau karies pada gigi ? Berapa jumlahnya?
• Bagaimana kebersihan mulut dan gigi anak?
• Bagaimana warna gigi anak?
2) Nilai atau norma keluarga
• Bagaimana kebiasaan keluarga dalam menerapkan perilaku hidup sehat?
• Berapa kali anak menggosok gigi dalam sehari?
• Apakah keluarga sudah menanamkan kebiasaan menggosok gigi pada
anak?
3) Fungsi keluarga
• Apakah keluarga mengerti tentang masalah sakit gigi mulai dari pengertian,
penyebab, tanda dan gejala?
• Apakah keluarga dapat mengambil keputusan dalam perawatan anak yang
mengalami sakit gigi?
• Apa yang sudah dilakukan keluarga dalam melakukan perawatan gigi pada
anak?
• Apa yang dilakukan keluarga dalam mencegah saki gigi pada anak?
• Apakah anak-anak sering mengkonsumsi makanan yang manis seperti;
perman, coklat, kue?
• Makanan apa yang sering dikonsumsi oleh anak-anak?
• Apakah keluarga sering memeriksakan giginya secara teratur?
• Kemana keluarga sering berobat bila ada keluarga sakit terutama sakit gigi?
4) Analisa data

No Data Masalah
1. Ds : Risiko kerusakan gigi pada
Ibu D mengatakan bahwa : keluarga bapak D khususnya
- Kedua anaknya seringkali lupa gosok gigi terutama anak Perempuan
saat menjelang tidur. berhubungan dengan
- Anak perempuannya sering mengeluh sakit gigi dan ketidakmampuan keluarga
dirinya suka menganjurkan kumur-kumur dengan air merawat anggota keluarga
garam jika rasa nyeri gigi itu datang. dengan sakit gigi.
- Menurut kedua anak bapak D rata-rata temannya di
sekolah mengeluh sering sakit gigi juga.
- Petugas UKS dari Puskesmas sesekali datang untuk
memeriksa kesehatan di sekolah. PT Unilever juga
pernah datang untuk mengajarkan cara sikat gigi dan
membagi produk berupa pasta gigi pada siswa.

- Data yang perlu dilengkapi oleh perawat dengan


menanyakan pada ibu tentang:
- Bagaimana kebiasaan keluarga dalam menerapkan
perilaku hidup sehat?
- Berapa kali anak menggosok gigi dalam sehari?
- Apakah keluarga sudah menanamkan kebiasaan
menggosok gigi pada anak?
- Apakah keluarga mengerti tentang masalah sakit
gigi mulai dari pengertian ,penyebab, tanda dan
gejala?
- Apa yang sudah dilakukan keluarga dalam
melakukan perawatan gigi pada anak?
- Apa yang dilakukan keluarga dalam mencegah
sakit gigi pada anak?
- Apakah anak-anak sering mengkonsumsi makanan
yang manis seperti; permen, coklat, kue?
- Makanan apa yang sering dikonsumsi oleh anak-
anak?
- Apakah keluarga sering memeriksakan giginya
secara teratur?
- Kemana keluarga sering berobat bila ada keluarga
sakit terutama sakit gigi?

Do :
Pada pemeriksaan fisik didapatkan:
- Kedua anak bapak D, giginya sudah permanen
walaupun belum lengkap
Perlu dikaji juga tentang :
- Apakah gigi anak bentuk dan permukaan giginya
teratur?
- Adakah gigi anak berlubang atau karies pada gigi?
berapa jumlahnya?
- Bagaimana kebersihan mulut dan gigi anak?
- Bagaimana warna gigi anak?
- Bagaimana cara pemberian obat kumur garam
untuk mengurangi nyeri gigi yang diderita anak?

2. Masalah keperawatan keluarga


Risiko kerusakan gigi pada keluarga bapak D khususnya anak Perempuan bapak D
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
sakit gigi
3. Prose keperawatan keluarga (dyah)
a. Diagnosa keperawatan keluarga:
Risiko kerusakan gigi pada keluarga bapak D khususnya anak Perempuan bapak D
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
sakit gigi
b. Tujuan umum:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan gigi, resiko kerusakan gigi pada keluarga
bapak D khususnya anak perempuan bapak D tidak terjadi.
c. Tujuan khusus:
Setelah pertemuan pertama 1x60’ keluarga dapat
1) Mengenal masalah kerusakan gigi:
• Menyebutkan pengertian kerusakan gigi
• Menyebutkan 2 dari 3penyebab kerusakan gigi
• Menyebutkan tanda dan gejala kerusakan gigi
2) Mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan kerusakan gigi,
sakit gigi
• Menyebutkan akibat yang terjadi bila kerusakan gigi tidak ditangani
• Memutuskan untuk mengatasi masalah kerusakan gigi
3) Merawat anggota keluarga nyeri gigi akibat tidak rajin gosok gigi
• Menyebutkan cara 3 dari 5 cara merawat mengurangi kerusakan gigi
• Menyebutkan cara merawat anak perempuan bapak D bila nyeri gigi datang
4) Memodifikasi lingkungan untuk mengurangi masalah kerusakan gigi
• Menyebutkan prilaku untuk mencegah kerusakan gigi
5) Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan
• Memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada untuk mengatasi kerusakan gigi
akibat tidak rajin gosok gigi
• Menyebutkan fasiliatas kesehatan dimana keluarga biasanya memeriksakan
dirinya.

4. Implementasi (mba rina)


a. Metode : Ceramah dan diskusi tentang kerusakan gigi (definisi gigi
kerusakan gigi, penyebab kerusakan gigi, pencegahan dan
pengobatan pada kerusakan gigi)
b. Media dan alat : Leaflet, lembar balik, alat/bahan (phantom)
c. Waktu dan tempat : Hari Senin, tgl. 08 November 2010 di rumah Bpk. D, Rt. ,
Rw Kelurahan Pukul. 13.30-14.10 Wib
5. Kriteria evaluasi (mba rina)
a. Kriteria struktur :
1) LP sudah dibuat dan dikonsultasikan kepada pembimbing 2 hari sebelum
pelaksanaan
2) Media sudah disiapkan dan alat tersedia
3) Membuat Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang Kerusakan gigi
4) Kontrak dengan keluarga sudah dilaksanakan
b. Kriteria proses :
1) Selama kegiatan, keluarga aktif bertanya tentang hal-hal yang belum jelas
2) Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3) Kontrak telah diingatkan oleh petugas dan keluarga
c. Kriteria hasil :
1) 100% keluarga dapat menyebutkan kembali tentang kerusakan gigi
2) 90% Keluarga dapat menjelaskan penyebab kerusakan gigi
3) 90% keluarga dapat menjelaskan pencegahan dan pengobatan pada kerusakan
4) 90% keluarga dapat menjelaskan perawatan gigi dan
mendemonstrasikan cara merawat gigi (gosok gigi) yang benar.
5) Kontrak pertemuan selanjutnya dapat disepakati bersama keluarga

Depok, 06 November 2010


Petugas,

Kelompok I

LAPORAN KELUARGA RESUME


1. Pengkajian

Pada kunjungan pertama keluarga bapak D adalah keluarga dengan usia anak sekolah.
Menurut Keluarga bapak D mempunyai 3 orang anak; 1 orang anak laki-laki (L)
berusia 11 tahun, 1 orang anak perempuan(P) berusia 8 tahun, dan 1 orang balita.
Menurut bapak D dan ibu, Anak P sering mengeluh sakit gigi. Menurut kedua anak
bapak D rata-rata teman-temannya di sekolah sering mengeluh sakit gigi. Sesuai
tumbuh kembang, pertumbuhan gigi kedua anak bapak D sudah permanen.

Saat ini menurut keluarga bila nyeri gigi datang menurut istri bapak D hanya
mengajurkan untuk kumur-kumur dengan air garam jika rasa sakit gigi
datang.keluarga tidak menerapkan pentingnya gosok gigi minimal 2x sehari, atau
melakukan gosok gigi sehabis makan makanan yang manis sebelum tidur. Menurut
keluarga bapak D, Anak P dan anak L sering lupa menyikat gigi terutama saat
menjelang tidur. Keluarga belum sepenuhnya menanamkan kebiasaan menggosok
gigi pada anak.

Menurut Keluarga bapak D, kedua anaknya hanya menggunakan fasilitas kesehatan


UKS dari Puskesmas jika datang ke sekolah. Sedangkan informasi cara menyikat gigi
di dapat dari PT Unilever.

2. Diagnose keperawatan keluarga


Risiko kerusakan gigi pada keluarga bapak D khususnya anak Perempuan bapak D
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
sakit gigi

3. Tujuan khusus

Klien / keluarga :.

a. Dapat menjelaskan tentang pengertian kerusakan gigi, yaitu kerusakan yang


diakibatkan oleh bakteri yang tersimpan disela-sela gigi akibat tidak
dibersihkan lama-lama membuat sakit gigi, plak gigi, gigi berlubang
b. Dapat menjelaskan2 dari 3 penyebab, kerusakan gigi yaitu tidak rajin gosok gigi,
tidak melakukan gosok gigi yang benar, tidak melakukan perawatan gigi
dengan mengechek kesehatan gigi ke fasiliatas kesehatan

c. Dapat menjelaskan tanda dan gejala kerusakan gigi yaitu terdapat nyeri gigi,
plak, gigi berlubang, gusi berdarah, gigi rapuh mudah patah.

d. Dapat memutuskan tindakan yang dilakukan jika nyeri gigi datang yaitu
berkumur dengan air hangat, berkumur dengan air garam, gosok yang tepat,
pergi berobat ke puskesmas

e. Dapat menjelaskan cara perawatan gigi yang efektif yaitu dengan menyikat gigi
secara teratur dan membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi, pergi
kedokter untuk menechek kesehatan gigi, batasi konsumsi gula dan minuman
yang dapat merusak gigi, konsumsi vitamin.

f. Dapat menjelaskan alat dan tehnik menyikat gigi yang benar yaitu sebelum
menyikat gigi harus menyiapkan sikat gigi yang berbulu nilon yang lembut
panjang sikat sekitar 21 cm, pasta gigi dan air, kemudian dengan metode
menggosok, ujung bulu sikat diletakkan dengan kuat pada sudut 45 derajat
pada gigi dan gusi dan digerakkan kedepan dan belakang dengan gerakan
menggetar (vibrasi), menggunakan 6 sampai 8 gosokan setiap bagian dan
semua permukaan gigi dibersihkan secara menyeluruh.

h. Dapat menyebutkan fasilitas kesehatan yang dapat digunakan untuk mengatasi


kerusakan gigi: sakit gigi.

4. Implementasi

a. Mendiskusikan bersama keluarga mengenai masalah kerusakan gigi sampai


pemahaman keluarga akan pengertian kerusakan gigi, bila ada yang kurang dapat
perawat membantu menjelaskan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala
kerusakan gigi.

b. Mengidentifikasi bersama keluarga tentang tingkat keseriusan masalah kerusakan gigi


pada anak P
c. Mengidentifikasikan bersama keluarga akiabatnya bila terjadi kerusakan gigi pada
anak P

d. Membantu keluarga dalam mengabil keputusan mengenai maslah tindak lanjut dalam
mengatasi kerusakan gigi pada anak P

e. Mendiskusikan bersama anggota keluarga mengenai cara-cara perawatan yang sudah


dilakukan keluarga mengatasi kerusakan gigi khususnya bila nyeri datang

f. Mendemontrasikan cara pencegahan terkait masalah kerusakan gigi dengan berkumur


air hangat, berkumur dengan air garam, tetap melakukan perawatan gigi dengan gosok
gigi teratur, berobat ke fasilitas kesehatan

g. Memotivasi keluarga untuk merawat anggota keluarga .

h. Memotivasi keluaga dalam memodifikasi lingkungan untuk mengurangi masalah


akibat nyeri gigi

i. Mendiskusikan dengan keluarga dalam pemanfaatkan fasilitas kesehatan

5. Evaluasi

S : Keluarga dapat menyebutkan atau mengatakan:

• Keluarga menjelaskan tentang pengertian kerusakan gigi, yaitu kerusakan


yang diakibatkan oleh bakteri yang tersimpan disela-sela gigi akibat tidak
dibersihkan lama-lama membuat sakit gigi, plak gigi, gigi berlubang
• Keluarga menyebutkan 2 dari 3 penyebab, kerusakan gigi yaitu tidak rajin
gosok gigi, tidak melakukan gosok gigi yang benar, tidak melakukan
perawatan gigi dengan mengechek kesehatan gigi ke fasiliatas kesehatan
• Keluarga menyebutkan tanda dan gejala kerusakan gigi yaitu terdapat nyeri
gigi, gigi berlubang,
• Keluarga memutuskan tindakan yang dilakukan jika nyeri gigi datang yaitu
berkumur dengan air hangat, berkumur dengan air garam, gosok yang tepat,
pergi berobat ke puskesmas
• Keluarga menjelaskan cara perawatan gigi yang efektif yaitu dengan menyikat
gigi secara teratur dan membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi,
pergi kedokter untuk menechek kesehatan gigi, batasi konsumsi gula dan
minuman yang dapat merusak gigi,
• Keluarga menjelaskan alat dan tehnik menyikat gigi yang benar yaitu sebelum
menyikat gigi harus menyiapkan sikat gigi yang berbulu nilon yang lembut
pasta gigi dan air, kemudian dengan metode menggosok, ujung bulu sikat
diletakkan dengan kuat dan gusi dan digerakkan kedepan dan belakang
dengan gerakan menggetar
• Keluarga menyebutkan fasilitas kesehatan yang dapat digunakan untuk
mengatasi kerusakan gigi: sakit gigi, pergi ke UKS sekolah

O: Keluarga dan anak P tampak antusias mendengarkan penjelasan dari


mahasiswa.

Keluarga dan anak P mengungkapkan pendapatnya dan menanyakan hal yang


tidak dipahami.
Keluarga anak P mendemontrasikan cara menggosok gigi yang benar
Keluarga dapat memotivasi anak P agar lebih rajin gosok gigi

A: TUK tercapai sebagian

P: Jelaskan mengenai penyebab, tanda gejala kerusakan gigi

Jelaskan akibat kerusakan gigi

Jelaskan cara merawat gigi bila sakit gigi datang

Jelaskan lebih lengkap cara merawat gigi yang baik bila dirasa kurang

Jelaskan hal apa yang bias dilakukan ketika sakit gigi datang terkait dengan
fasiliitas kesehatan

I: Menjelaskan pada keluarga mengenai penyebab kerusakan, tanda gejala


kerusakan gigi

Menjelaskan pada keluarga akibat kerusakan gigi


Menjelaskan pada keluarga cara merawat gigi bila nyeri datang

Menjelaskan pada keluarga lebih lengkap cara merawat gigi yang baik bila
dirasa kurang

Menjelaskan pada keluarga hal apa yang bias dilakukan ketika sakit gigi
datang terkait dengan fasiliitas kesehatan

E: keluarga dan anak P mengerti tentang penyebab kerusakan, tanda gejala


kerusakan gigi

Keluarga dan anak P akibat kerusakan gigi

Keluarga adan anak P mengerti cara merawat gigi bila nyeri datang

Keluarga dan anak P mengerti dan mampu mendemonstrasikancara


menggosok gigi yang benar

Keluarga dan anak p mengetahui hal apa saja yang bias dilakukan ketika sakit
gigi datang terkait dengan fasilitas kesehatan

R: keluarga dan anak P mampu mengungkapkan kembali penjelasan tentang


kerusakan gigi dan bagaimana merawat gigi yang baik

Keluarga dan anak P mampu mendemonstrasikan perawatan gigi yang baik


dengan observasi dari jauh saja

Keluarga dan anak P mengikuti anjuran yang telah disampaikan.


Lampira
n1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Mata Ajaran : Keperawatan Keluarga
Sasaran : Kepala keluarga dan seluruh anggota keluarga
Hari / Tgl : Senin/08 November 2010
Tempat : Ruang tamu
Jam : 13.30-14.30 WIB
I. Latar belakang
Gigi adalah jaringan tubuh yang paling keras dibanding yang lainnya. Strukturnya
berlapis-lapis mulai dari email yang amat keras, dentin (tulang gigi) di dalamnya, pulpa
yang berisi pembuluh darah, pembuluh saraf, dan bagian lain yang memperkokoh gigi.
Namun demikian, gigi merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami
kerusakan. Ini terjadi ketika gigi tidak memperoleh perawatan semestinya. Salah satu
proses kerusakan gigi geligi adalah rasa nyeri karena gigi berlobang atau infeksi.
II. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang keruskan gigi, seluruh anggota keluarga mengerti
tentang kerusakan gigi dan cara pencegahan serta pengobatannya
III. Tujuan Khusus
Setelah penyuluhan di harapkan seluruh anggota keluarga mampu :
 Memahami ttg pengertian kerusakan gigi
 Memahami penyebab keruskan gigi
 Memahami tanda dan gejala kerusakan gigi
 Memahami tentang merawat gigi
 Memahami tentang cara mengosok gigi yang baik
 Memahami tentang cara mengurangi sakit gigi

IV. Pelaksanaan
Topic : Penyuluhan tentang karies
Sasaran : Seluruh anggota keluarga
Target : anak-anak
Metode : ceramah, diskusi dan demonstrasi
Media dan alat : Leaflet, lembar balik, alat (phantom)
Waktu dan tgl
Hari / tgl : Senin, 08 November 2010
Jam : 13.30 – 14.10 WIB
Tempat : Ruang tamu keluarga Bpk D
V. Pengorganisasian
a. Moderator : Burhandiah
b. Penyaji : Rina Fitriani
Asti Fauhida
c. Fasilitator : Tuti A
d. Observer : Dzulhetti D

VI. Kegiatan penyuluhan


No. Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Keluarga Waktu
Tahap pembukaan • Menjawab salam 5 Menit
• Mengucapkan salam • Memperhatikan dan
• Menjelaskan tujuan mendengarkan
• Kontrak waktu • Menyetujui kontrak
waktu
 Menggali pengetahuan • Mengemukakan 45 menit
tentang defenisi kerusakan pendapat serta
gigi mendengarkan dan
 Menggali pengetahuan memperhatikan
tentang penyebab kerusakan • Keluarga mampu
gigi mendemonsttrasikan
 Menggali pengetahuan kembali cara
tentang gejala kerusakan menggosok gigi yang
gigi benar
 Menggali pengetahuan • Keluarga mampu
tentang merawat gigi menyebutkan
 Menggali pengetahuan dan perawatan gigi ketika
kemampuan tentang cara nyeri datang
mengosok gigi yang baik
 Menggali pengetahuan
tentang cara mengurangi
sakit gigi
 Menggali pengetahuan
tentang pengobatan
kerusakan
 Mendemonstrasikan cara
menggosok gigi yang benar
Penutup • Menyimpulkan tentang 10
Menyimpulkan materi yang kerusakan gigi Menit
telah diberikan dan
redemonstrasi cara
menggosok gigi yang benar

VII. MATERI
A. Definisi Kerusakan gigi
Kerusakan gigi, yaitu kerusakan yang diakibatkan oleh bakteri yang tersimpan disela-
sela gigi akibat tidak dibersihkan lama-lama membuat sakit gigi, plak gigi, gigi
berlubang

B. Penyebab kerusakan gigi


Penyebab, kerusakan gigi yaitu tidak rajin gosok gigi, tidak melakukan gosok gigi yang
benar, tidak melakukan perawatan gigi dengan mengechek kesehatan gigi ke fasiliatas

C. Tanda gejala kerusakan gigi


Tanda dan gejala kerusakan gigi yaitu terdapat nyeri gigi, plak, gigi berlubang, gusi
berdarah, gigi rapuh mudah patah.

D. Cara merawat gigi


Cara perawatan gigi yang efektif yaitu dengan menyikat gigi secara teratur dan
membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi, pergi kedokter untuk menechek
kesehatan gigi, batasi konsumsi gula dan minuman yang dapat merusak gigi.

E. Cara mengosok gigi


Alat dan tehnik menyikat gigi yang benar yaitu sebelum menyikat gigi harus
menyiapkan sikat gigi yang berbulu nilon yang lembut panjang sikat sekitar 21 cm, pasta
gigi dan air, kemudian dengan metode menggosok, ujung bulu sikat diletakkan dengan
kuat pada sudut 45 derajat pada gigi dan gusi dan digerakkan kedepan dan belakang
dengan gerakan menggetar (vibrasi), menggunakan 6 sampai 8 gosokan setiap bagian
dan semua permukaan gigi dibersihkan secara menyeluruh.

F. Cara mengatasi nyeri

Tindakan yang dilakukan jika nyeri gigi datang yaitu berkumur dengan air hangat,
berkumur dengan air garam, gosok yang tepat, pergi berobat ke puskesmas