Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS

Pengkajian Keperawatan Komunitas Anak Pra Sekolah

DosenPengampu : Ns. Yusnita Pabeno, S.Kep., M.Kep

Disusun Oleh:
NAMA NIM
Devega C. Lilihata 20180811024025
Devi Indah A. Sari 20180811024024
Dita F. Apraystia 20180811024041
Hesti Elvina 20180811024012
Maria M. Udam 20180811024002
Muhammad Zainul W 201808110240
Nur Fadillah Ramadani 20180811024021
Rosaliyan F. Maitimu 20180811024036
Tiara M. F. Gadi 20180811024030

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sebab atas segala rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya, makalah Keperawatan Komunitas ( Pengkajian Keperawatan
Komunitas Anak Pra Sekolah ) dapat selesai tepat pada waktunya.

Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada dosen pada mata kuliah ini yang
telah membimbing dan memberikan tanggung jawab ini kepada kami .

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
memberikan edukasi kepada kita semua. kami juga yakin bahwa makalah ini jauh dari kata
sempurna maka dari itu saya masih membutuhkan kritik serta saran dari pembaca, untuk
menjadikan makalah ini lebih baik ke depannya.

Jayapura, Juni 2021


DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR...........................................................................................................................2
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................3
BAB I....................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.................................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................................4
BAB II..................................................................................................................................................5
TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................................................5
2.1 Pengertian....................................................................................................................................5
2.2 Asuhan Keperawatan Komunitas.................................................................................................6
BAB III..................................................................................................................................................7
HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................................................................7
3.1 Data Inti komunitas.....................................................................................................................7
3.2 Data sub sistem komunitas..........................................................................................................7
3.3 Data presepsi.............................................................................................................................10
3.4 Analisa data...............................................................................................................................13
3.5 Asuhan Keperawatan Komunitas..............................................................................................15
BAB IV...............................................................................................................................................21
PENUTUP...........................................................................................................................................21
4.1 Kesimpulan................................................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................22
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, serta


bertambahnya penduduk dan masyarakat maka, maka perlu adanya perawat kesehatan
komunitas yang dapat melayani masyarakat dalam hal pencegahan, pemeliharaan,
promosi kesehatan dan pemulihan penyakit, yang bukan saja ditujukan kepada individu,
keluarga, tetapi juga dengan masyarakat dan inilah yang disebut dengan keperawatan
komunitas.

Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang
merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan
sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna
meningkatkan kesehatan, penyempurnakan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,
rehabilitasi, pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada
individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat
secara keseluruhan.

Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional


yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompok resiko tinggi, dalam
upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melaluipencegahan penyakit dan
peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi pelayanan keperawatan (Spradley, 1985; Logan and Dawkin, 1987).

Menurut WHO definisi anak adalah dihitung sejak seseorang di dalam kandungan
sampai dengan usia 19 tahun. Menurut Undang - Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun
2002 pasal 1 ayat 1 tentang perlindungan anak, anak adalah seseorang yang belum berusia 18
tahun, termasuk juga yang masih di dalam kandungan. Anak merupakan aset bangsa yang
akan meneruskan perjuangan suatu bangsa, sehingga harus diperhatikan pertumbuhan dan
perkembangannya (Depkes RI, 2014).

Anak prasekolah adalah anak yang berumur antara 3-6 tahun, pada masa ini anak-
anak senang berimajinasi dan percaya bahwa mereka memiliki kekuatan. Pada usia
prasekolah, anak membangun kontrol sistem tubuh seperti kemampuan ke toilet, berpakaian,
dan makan sendiri (Potts & Mandeleco, 2012).
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian
2.1.1 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

Dalam buku NANDA, 2015 ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan adalah


ketidakmampan mengidentifikasi, mengelola, dan atau mencari bantuan untuk
mempertahankan derajat kesehatan keluarga.

Pemeliharaan kesehatan tidak efektif adalah ketidakmampuan mengidentifikasi,


mengelola, dan/atau menemukan bantuan untuk mempertahankan kesehatan (PPNI, 2017).
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif yaitu kondisi ketika individu/keluarga mengalami atau
beresiko mengalami gangguan kesehatan karena gaya hidup yang tidak sehat/ kurangnya
pengetahuan untuk mengatur kondisi.

Pemeliharaan kesehatan tidak efektif dapat dilihat dari perilaku keluarga yang kurang
menunjukkan perilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan, kurang menunjukkan
pemahaman tentang perilaku sehat, tidak mampu menjalankan perilaku sehat (keluarga belum
mengatur pola makan pasien atau diit pasien, keluarga masih belum memisahkan makanan
pasien dengan anggota keluarga lainnya, keluarga tidak melarang pasien memakan makanan
yang banyak mengandung gula, keluarga tidak melarang pasien memakan makanan yang siap
saji (Suprajitno, 2012)), kurang menunjukkan minat untuk meningkatkan perilaku sehat,
keluarga masih membiarkan pasien berpikir keras atau mengalami stress, tidak adanya sistem
pendukung (support system) (PPNI, 2017).

Penyebab pemeliharaan kesehatan tidak efektif Menurut (PPNI, 2017) ada beberapa
penyebab terjadinya pemeliharaan kesehatan tidak efektif : hambatan kognitif,
ketidaktuntasan proses berduka, 10 ketidakadekuatan keterampilan berkomunikasi,
kurangnya keterampilan motorik halus/kasar, ketidakmampuan membuat penilaian yang
tepat, ketidakmampuan mengatasi masalah (individu atau keluarga), ketidakcukupan sumber
daya (misalnya: keuangan, fasilitas), gangguan persepsi, tidak terpenuhinya tugas
perkembangan.

2.1.2 Perilaku kesehatan cenderung beresiko

Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko merupakan hambatan kemampuan untuk


mengubah gaya hidup/perilaku dalam cara memperbaiki status kesehatan (Herdman, 2015)
2.2 Asuhan Keperawatan Komunitas

Asuhan keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan keperawatan


professional yang merupakan bagian integritas dari proses keperawatan yang berdasarkan
pada ilmu keperawatan, yang ditunjukan langsung kepada masyarakat dengan menekankan
pada kelompok resiko tinggi dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui
upaya peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit,serta pengobatan dan rehabilitas. Proses
asuhan keperawatan komunitas adalah metode asuhan yang bersifat
alamiah,sistematis,dinamis,kontinyu,dan berkesinambungan dalam rangka memecahkan
masalah kesehatan dari klien individu,keluarga,serta kelompok melalui tahapan
intervensi,penentuan diagnosis,perencanaan,pelaksanaan intervensi,dan evaluasi keperawatan

( Stanhope& Lancaster,2016 ).

2.2.1 Pengkajian Keperawatan Komunitas

Pengkajian komunitas dilakukan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang


mempengaruhi status kesehatan masyarakat ( Anderson & Mc.Farlance,2011 ).Pengkajian
komunitas dilakuakan dengan mengaplikasikan beberapa teori dan konsep model
keperawatan yang revelen. Informasi atau data ini data diperoleh secara langsung atau tidak
langsung dikomunitas.

2.2.2 Jenis Data Komunitas

Dalam pengkajian komunitas ada beberapa data yang perlu dikumpulkan meliputi data :

a) Data Inti Komunitas

Data inti komunitas yang dikaji terdiri dari:

1. Sejarah/ riwayat ( riwayat daerah ini,perubahan daerah ini )


2. Demografi ( Usia,karakteristik jenis kelamin,distribusi ras dan distribusi etnis )
3. Tipe keluarga ( keluarga,janda/dada,single )
4. Statis vital (kelahiran,kematian,kelompok usia dan penyebab kematian )
5. Nilai-nilai dan keyakinan,dan agama

b) Data subsistem Komunitas

Data subsistem yang perlu dikimpulkan dalam pengkajian komunitas meliputi :

1) Lingkungan Fisik

Lingkungan Fisik : Kualitas air,pembuangan limbah,kualitas udara,flora ruang


terbuka,,perumahan,daerah hijau,musim,binatang,kualitas makanan dan aksses.
2) Pelayanan Kesehatan dan Sosial

Pelayangan kesehatan dan sosial perlu dikaji dikomunitas, Puskesmas,klinik,rumah


sakit,pengobatan tradisional,agen pelayanan kesehatan dirumah,pusat emergensi,rumah
perawatan,fasilitas pelayanan sosial,pelayanan kesehatan mental,apakah ada yang mengalami
sakit atau kronis.

3) Ekonomi

Data yang perlu dikumpulkan terkait dengan ekonomi meliputi karakteristik keuangan
keluarga dan individu,status pekerja,kategori pekerjaan dan jumlah penduduk yang tidak
bekerja,lokasi industry,pasar dan pusat bisnis.

4) Transportasi dan Keamanan

Data yang perlu dikumpulkan terkait dengan transportasi dan keamanan meliputi alat
transportasi penduduk datang dan keluar wilayah,transportasi privat ( sumber transportasi,
transportasi untuk penyandangn cacat ).Layanan perlindungan kebakaran,polisi,sanitasi, dan
kualitas udara.

5) Politik dan Pemerintahan

Data yang perlu dikumpulkan meliputi :

Pemerintahan (RT,RW,desa/Kelurahan,Kecamatan,dssb).kelompok pelayanan masyarakat


( Posyandu,PKk,karang taruna,zposbindu,poskesdes,panti dll ). Politik ( Kegiatan politik
yang ada diwilayah tersebut, dan peran peserta partai politik dalam pelayanan kesehatan )

6) Komunikasi

Data yang dikumpulkan terkait dengan komunikasi dapat dikelompokan menjadi dua
yaitu:

1. Komunikasi formal meliputi : surat kabar,radio,televise,telepon,internet dan hotline.


2. Informasi informal meliputi : papan pengumuman,poster,brosur,pengeras suara dari
masjid dll.

7) Pendidikan

Data terkait dengan pendidkan meliputi sekolah yang ada dikomunitas,tipe


pendidik,perpustakaan ,pendidikan khusus,pelayan kesehatan disekolah,program makan siang
disekolah,akses pendidikan yang lebih tinggi.

8) Rekreasi

Data terkait dengan rekreasi yang perlu dikumpulkan melipiuti : taman,area


bermain,perpustakaan,rekreasi umum dan privat,fasilitas khusus.

2.2. 3 Data persepsi


Data perpsepsi yang dikaji Meliputi :

1) Persepsi Masyarakat

Persepsi masyarakat yang dikaji terkait tempat tinggal yaitu bagimana persaan masyarakat
tentang kehidupan bermasyarakat yang dirasakan dilingkungan tempat tinggal mereka,apa
yang menjadi kekuatan mereka,permasalahan,tanyakan pada masyarakat dalam kelompok
yang berbeda (misalny,lansia,remaja,pekerja,professional,ibu rumah tangga )

2) Persepsi Perawat

Persepsi perawat berupa pernyataan umum tentang kondisi kesehatan dari masyarakat apa
yang menjadi kekuatan,apa masalahnya,atau potensial masalah yang dapat diidentifikasi.

2.2.4 Analisis data

Kategori Data Ringkasan Laporn Kesimpulan


Vital statistik
Angka Kematian Angkatan kematian
bayi / IMR 42/1000 kelahiran hidup bayi di desa A lebih
Desa A 38/1000 kelahiran hidup tinggi dari desa B dan
Desa B 34/1000 kelahiran hidup Kabupaten Mekar
Kabupaten Mekar Baru baru
Penyebab kematian Penyakit jantung 23.3% penyebab kematian
Desa A Tuberkulosis 25,3% paling besar adalah
Kanker 18,2% tuberkulosis dan
kanker di desa B
Desa B Tuberculosis 28,3%
Penyakit jantung 22,3%
Kenker 24,2%
Kebupaten Mekar Baru Tuberculosis 20,3%
Penyakit jantung 24%
Kanker 12,2%

2.2.5. Diagnosis keperawatan komunitas

Sesuai hadil Munas IPPKI II di Yogyakarta ditetapkan formulasi diagnosis


keperawatan menggunakan ketentuan diagnosis Keperawatan NANDA (2015-2017)
dan ICNP, Formulasi diagnosis tersebut digunakaan tanpa menuliskan etiologi.
Penulisan tersebut sesuai dengan label diagnosis sesuai dengan NANDA (2015-2017)
mencakup diagnosis aktual,promosu kesehatan /sejarah

Daftar Diagnosis Keperawatan Komunitas

Sasaran Domain Kelas Kode Rumusan diagnose keperawatan


Komunitas Domain : Manajemen 00188 Perilaku kesehatan cenderung
Promosi Kesehatan beresiko
kesehatan
(NANDA) 00099 Ketidakefektifan menejemen
kesehatan

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Inti komunitas

Nama TK Aisyahdiambil dari tokoh yang bernama aisyah dan didirikan oleh
organisasi Aisyah atau yayasisyah pada tanggal8 januari 1973 sampai sekarang.

Kurang Lebih sudah 48 tahun TK ini berdiri.Pada saat didirikan untuk pertama
kalinya,TK ini berada di samping masjid Asolihin.Dari tahun ke tahun TK ini mulai
mengalami perkembangan yang awalnya hanya 1 kelas berkembang menjadi 9
kelas.Sampai saat ini TK Aisyah sudah ada di berbagai daerah di Indonesia,
sedangkan TKAisyah yang terlama berada di Abepura, Jayapura, Papua.Tidak hanya
di Abepura, tetapi banyak juga cabang dari TK Aisyah di berbagai tempat seperti di
Kerom dan di Arso

Rata-rata murid di TK ini berasal dari berbagai daerah dan mayoritas


muridnya beragama muslim,jumlah murid di TK Aisyah ada sebanyak 300
orang,sekitar 90% atau 290 murid di Tk Aisyah mereka tinggal bersama orang tuanya
dan 10% atau 10 murid yang tinggal bersama walinya. Di TK ini tidak ada berita
tentang kejadian kematian murid,tetapi ada beberapa murid yang mengalami sakit,
seperti 10 orang terkena penyakit Tipus, 2 orang terkena Malaria, 5 orangmengalami
Diare, dan 3 murid mengalami Batuk Pilek. Data ini diambil pada bulan Februari
tahun 2020.

Kesimpulannya : TK Aisyahdi dirikan oleh Yayasan bernama Aisyahsejak tahun 1973


dan terhitung sudah 48 tahun TK ini berdiri.Dari tahun ke tahun TK ini mengalami
perkembangan yang siknifikan. Rata-rata murid di TK ini beragama muslim. Tidak di
pungkiri bahwa pengajaran di TK ini lebih mendalami soal agama muslim.

3.2 Data sub sistem komunitas

1. Lingkungan fisik
Sumber air di Tk Aisyah diambil dari sumur disekitar TK tersebut,dan untuk
pembuangan limbahnya dialirkan ke got besar lalu aliranya menuju ke kali yang
ada dibelakang TK tersebut. Kualitas udara di dalam TK Aisyah bagus dan juga
banyak dikelilingi oleh tumbuhan hijau dan terdapat taman bermain.

Untuk kualitas makan di Tk aisyahi sangat terjamin sebelum adanya pandemi


Covid. Para murid selalu disediakan makanan berat pada hari jumat dan di hari
lain anak-anak biasanya membawa bekal masing-masing dari rumah dan setelah
masa covid berlangsung pihak masih menyediakan makanan tetapi hanya berupa
snack.

Akseskendaraan untuk ke TK tersebut sangat mudah dikarenakan lokasi TK


yang berada di pinggir jalan.TK Aisyah sendiri belum menyediakan bus antar-
jemput dikarenakan beberapa hal yang belum mendukung.Biasanya anak-anak
diantar oleh orang tuanya, para orang tua yang ingin menjemput anaknya pulang
biasanya mereka menunggu diparkiran yang telah disediakan oleh pihak TK
tersebut.Diliuar Lingkungan TKAisyah dijadikan tempat pembuangan sampah
sementara dan itu cukup mengganggu pemandangan.Tempat pembuangan
sampah sementara ini berlokasi dekat dengan TK tersebut. Saat kami melihat
sampah-sampah ini sudah dibakar menimbulkan bau yang tidak sedap ,itu yang
membuat kami menyimpulkan bahwa kualitas udara kurang sehat bagi murid-
murid dan juga orang-orang yang berada di sekitar lingkungan TK tersebut.

Kesimpulan : Lingkungan di Tk tersebut sudah cukup bagus akan tetapi pada


kualitas udara di Tk tersebut yang kurang bagus di karenakan adanya tempat
sampah sementara itu sangat mempengaruhi kualitas udara dan juga rentan bagi
anak-anak di Tk tersebut.

2. Pelayanan kesehatan dan sosial


Pelayanan kesehatan di TKAisyahsudah bekerja sama dengan puskemas
abepura, dan jarak dari Tk tersebut ke puskesmas sejauh 600 m. pelayanan
yang diberikan oleh puskemas abepura yaitu imunisasi kaki gajah, pemberian
vitamin A dan juga pemberian penkes tentang perawatan kesehatan gigi
kepada para murid dan orang tua yang dilakukan setiap tahun. Di Tk aisyah
belum memiliki ruang kesehatan sendiri akan tetapi pihak tk sudah
menyediakan kotak P3K di setaip kelas.

Kesimpulan : Setiap tahun di TKAisyah sering mengadakan imunisasi,


pemberian vitamin dan juga penkes bagi anak-anak murid. Hal ini dikarenakan
pihak Tk yang sudah bekerja sama dengan pelayanan kesehatan setempat
selama bertahun-tahun.

3. Ekonomi
Sekitar 50% atau 150 orang tua murid di TKAisyah bekerja di bidang
kesehatan, sedangkan 50% atau 150 orang tua murid berkerja sebagai
pedagang,dan pegawai biasa. Untuk biaya SSP di Tk aisyah sendiri perbulanya
sebesar RP. 300.000 per murid. Akan tetapi setiap tahun ada biaya tambahan
untuk konsumsi . Tk aisyah sama sekali tidak membuat penggolongan untuk
SPP para muridnya.

Kesimpulan:TKAisyah tidak melakukan penggolongan untuk pembayaran


SSP, mereka menyamaratakan semua dan tidak ada pembedaan golongan.

4. Transportasi dan keamanan


Pihak Tk Aisyah tidak menyediakan transportasi bus untuk antar-
jemput murid. Rata-rata para murid di antar dan di jemput oleh keluarga atau
orang tua masing-masing. Keamanan dilingkungan Tk tersebut sangat aman
karena ada satpam dan anak-anak tidak diperbolehkan untuk main diluar
lingkungan Tk. Lokasi Tk tersebut dekat dengan kantor polisi dan berjarak
sekitar 600 m dan tempat pemadam kebakaran yang berjarak sekitar 1 km
sehingga sangat mudah untuk dihubungi jika kejadian yang tidak diinginkan
contohnyan kebakaran dan penculikan. TKAisyah masih kurang adanya pintu
darurat untuk jalur evakuasi jika terjadi kebakaran dikarenakan saat ini Tk
hanya memiliki 1 jalur evakuasi.

Kesimpulan :keamanan dan transportasi di Tk tersebut sudah cukup baik akan


tetapi ada kekurangan di Tk tersebut hanya memiliki 1 jalur evakuasi saja dan
itu menjadi resiko saat melakukan evakuasi.

5. Politik dan pemerintah


Tk aisyah sering mengadakan acara yang melibatkan instansi
pemerintah contohnya dengan mereka mengundang bapak walikotajayapura
dan juga tk aisyah ini biasanya mendapatkan bantuan dari pemerintah
setempat.

Kesimpulan : TKAisyah sering mengadakan kegiatan yang melibatkan


pemerintah setempat dan juga mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah.

6. Komunikasi
Tk Aiisyah sebelum adanya pandemi covid untuk media komunikasi
yang mereka gunakan media internet contohnya seperti melalui WA grup dan
juga kadang di adakan rapat bagi orang tua.Sedangkan setelah pandemi
berlangsung sistem penyampaian sedikit berubah dikarenakan lebih menjaga
protokol kesehatan dan semua dialihkan ke WA grup. Sedangkan saat internet
tidak ada pihak sekolah beralih menggunakan surat edaran dan juga infomasi
yang ditempel di papan pengumuman sekolah.
Kesimpulan : semenjak munculnya pandemi covid di Indonesia, pihak TK
menerapkan sistem belajar online atau belajar dari rumah menggunakan
aplikasi yang mendukung berjalannya sistem pembelajaran seperti zoom dan
wa grup akan tetapi, di kota jayapura ada sedikit gangguan jaringan sehingga
mengharuskan murid untuk kembali belajar ke sekolah dengan tetap
menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu pihak TK telah membagi menjadi 2
sesi saat melakukan pembelajaran,sesi pertama berlangsung pada Pukul 08.00-
10.00 WIT, dan sesi 2 pada pukul 10.00-12.00 WIT.

7. Pendidikan
Kurikulum di TK Aisyah menggunakan kurikulum K13 akan tetapi
pihak TK menggabungkan juga dari pihak yayasan yang lebih mengarah ke
ilmu agama islam di karenakan TKAisyah bernaung dibawah yayasan islam.

Kesimpulan :TK Aisyah menggabungkan 2 kurikulum yaitu kurikulum K13


dan kurikulum Yayasan Aisyah yang lebih mendalam tentang agama.

8. Rekreasi
Setelah kenaikan kelas berlangsung, TK Aisyah sering mengadakan
rekreasi bersama-sama contohnya pergi ke pantai atau bukit teletabis yang ada
di sentani.Setelah adanya pandemi pihak Tk sudah tidak mengadakan rekreasi
bersama-sama tetapi anak-anak tetap bermain dilingkungan Tk dengan tetap
menjaga protokol kesehatan.

Kesimpulan : sebelum pandemi pihak TK kadang melakukan rekreasi bersama


sama saat kenaikan kelas akan tetapi selama pandemi berlangsung pihak tk
tetap melaksanakannya tetapi hanya di lingkungan TK saja.

3.3 Data presepsi


1. Presepsi masyarakat
a) Orang Tua Murid
Orang tua murid merasa sangat senang karena TK ini sudah mulai
menerapkan sistem pembelajaran tatap muka tetapi masih terbatas dan orang
tua merasa lebih mudah ketika belajar tatap muka dibandingkan dengan
pembelajaran daring.Untuk biayanya sendiri orang tua merasa itu sudah
sebanding dengan kualitas pelayanan yang di berikan di Tk tersebut.
Orang tua murid memilih mendaftarkan anak anak mereka di TK
Aisyahkarenaselain mengajarkan pelajaran umum, mereka juga mengajarkan
tentang agama yang lebih mendalam sehingga anak-anak yang tamat dari Tk
tersebut mempunyai agama yang lebih mendalam di bandingkan dengan Tk
pada umumnya.

b) Masyarakat
Menurut masyarakat sekitar, dengan adanya TK Aisyah mereka sangat
senang dan tidak terganggu karena anak-anaknya tidak ribut dan juga tidak
mengganggu di lingkungan tempat tinggal sekitar. Akan tetapi kadang-
kadang ada anak-anak yang sering jajan diluar Tk dan resiko yang akan
terjadi anak-anak bisa terjadi kecelakaan dikarenakan anak yang lepas dari
pengawasan.

Kesimpulan : Masyarakat setempat merasa senang dengan kehadiran TK


tersebut akan tetapi masyarakat juga sempat khawatir karena anak-anak
yang kadang keluar untuk membeli jajanan dan tidak dalam pengawasan
pihak TK. Bisa saja dapat mengakibatkan kecelakaan.

2. Presepsi perawat
Sesuai dengan landasan teori dari FLORENCE NIGHTINGALE yaitu
( Teori Lingkungan ).
Pengembangan teori keperawatan era modern Nightingale, sangat
dipengaruhi oleh pandangan filosofi mengenai interaksi manusia/klien dengan
lingkungannya. Nightingale memandang penyakit sebagai proses pergantian
atau perbaikan (reparative process). Upaya memberikan bantuan proses
tersebut dapat dilaksanakan dengan melakukan manipulasi dengan lingkungan
eksternal. Selain itu, pada dasarnya manusia memiliki kemampuan alamiah
dalam proses penyembuhan diri (Suara Mahyar, Dalami Ermawati, Rochimah,
Raenah Een, Rusmiyati, 2010).
Florence tidak menampilkan ide-idenya sebagai model atau teori,
karena ia belum mengetahui dengan baik cara menjelaskan ide-idenya dengan
cara tersebut. Namun demikian, sangat jelas bahwa ide utama dari
pendekatannya berkait dengan lingkungan sehingga teorinya dikenal dengan
“Teori lingkungan”.
Model konsep menetapkan lingkungan sebagai fokus asuhan
keperawatan. Disamping itu, perawat tidak perlu mengetahui seluruh proses
penyakit, sehingga model konsep dapat memisahkan antara profesi
keperawatan dan kedokteran. Pemberian asuhan keperawatan atau tindakan
keperawatan lebih berorientasi kepada pemberian udara, lampu, kenyamanan
lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi yang adequate.Hal ini dimulai
dengan pengumpulan data yang dibandingkan dengan tindakan pengobatan.
Pada akhirnya, teori model konsep bertujuan agar perawat mampu
menjalankan praktik keperawatan mandiri tanpa tergantung dengan profesi
lain (Huriati, Dardin AKP, 2017).

Menurut florence, keperawatan berarti memanipulasi faktor-faktor


lingkungan, sehingga dapat menyembuhkan pasien dalam bukunya “Notes on
nursing”. Florence memberikan panduan rinci tentang aktivitas
keperawatan.Perawat harus memberikan lingkungan yang bersih, nyaman, dan
aman tempat pasien dapat memulihkan diri.Florence mengidentifikasi 5 hal
untuk mendapatkan lingkungan yang sehat yaitu udara murni, air murni,
drainase yang efisien, kebersihan dan cahaya.Selain memastikan kondisi-
kondisi tersebut, perawatan juga harus menjaga agar pasien tetap pada kondisi
yang hangat, mempertahankan atmosfer yang bebas dari kebisingan, serta
memberikan pola diet seimbang dan makanan bergizi.
Menurut Florence, ada 3 faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan
pasien. Namun menurutnya yang terpenting adalah lingkungan fisik.
1. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik merupakan elemen dasar dari lingkungan pasien dan
bisa mempengaruhi aspek lingkungan lainnya. Dalam teorinya
Florence menjelaskan konsep sanitasi (kebersihan), udara segar,
ventilasi, pencahayaan, air, tempat tinggal (pemondokan), kehangatan,
ketenangan. Kesehatan bisa dirusak oleh faktor lingkungan seperti
kelembaban, tidak bersih, dingin, bau dan gelap.Kebersihan
lingkungan secara langsung berhubungan dengan pencegahan penyakit
dan angka mortalitas pasien.
2. Lingkungan Psikologis
Florence memahami bahwa ada pengaruh kesehatan psikologis
terhadap fisik pasien, meskipun pada saat itu masih sedikit bukti ilmiah
yang menjelaskan keterkaitan antara aspek fisik dan psikologis pada
manusia. Dia yakin bahwa lingkungan yang tidak sehat bisa
menyebabkan stress psikologis dan hal ini bisa berdampak negatif pada
emosi pasien.
3. Lingkungan sosial
Pencegahan penyakit berkaitan dengan lingkungan sosial.Karena itu,
penting bagi perawat untuk memoniter lingkungan, dalam artian
mengumpulkan informasi spesifik yang berhubungan dengan
terjadinya penyakit dari komunitas atau lingkungan sosialnya (Aini
Nur, 2018).Teori Lingkungan Florence Nightingale mengungkapan
terdapat sepuluh hal utama yang dia yakini merupakan aspek yang
diperlukan untuk menjaga kesehatan.Keseimbangan adalah kuncinya,
jika salah satu aspeknya tidak seimbang maka pasien dapat menjadi
stres.Kehadiran Perawat yang bertugas agar melakukan tindakan yang
diperlukan untuk menjaga keseimbangan tersebut (Zborowsky, 2014).
Teori model konsep Florence Nightingale menetapkan lingkungan
sebagai tujuan asuhan keperawatan. Selain itu, perawat tidak perlu lagi
memahami seluruh proses penyakit, sehingga dapat memisahkan antara
profesi keperawatan dengan kedokteran. Lingkungan merupakan salah
satu yang dapat mempengaruhi proses perawatan pada pasien sehingga
perlu diperhatikan. Oleh karena itu, lingkungan pasien sangat perlu
diperhatikan. Nightingale memandang perawat secara luas dengan
tidak hanya memandang tugas perawat untuk memberikan obat dan
pengobatan, akan tetapi perawat lebih berorientasi pada pemberian
udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan
nutrisi yang baik untuk kesehatan (Nightingale, 1860; Torres, 1986).
Perawat berperan dalam membantu proses penyembuhan penyakit dan
bukan untuk menyembuhkan penyakit. Hal ini disebabkan karena
peran perawat adalah merawat orang yang sakit, sedangkan dokter
adalah orang yang memiliki peran penting untuk membantu proses
penyembuhan penyakit. Selain itu, perawat bukan hanya memberikan
obat untuk proses menyembuhkan penyakit, melainkan mampu
membuat menyembukan lingkungan fisik, psikologis, dan sosial
pasien.
Menurut Florence Nightingale (modern nursing) falsafah keperawatan
dapat dilihat dari penyakit sebagai proses pergantian atau perbaikan
reparatif. Adapun proses dan 4 komponen paradigma keperawatan
yaitu: manusia, keperawatan, sehat-sakit (kesehatan) dan lingkungan.
Model konsep Florence memberikan inspirasi dalam perkembangan
praktik keperawatan, paradigma perawat yaitu lingkungan dapat
mempengaruhi proses perawatan pada pasien, sehingga kondisi
lingkungan sangat perlu diperhatikan (Hidayat, A. Aziz alimul, 2009).

Dari teori FLORENCE NIGHTINGALE yang kita ambil tentang Lingkungan.


Bahwasaanya lingkungan sendiri sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia.Jika
lingkungan sangat di perhatikan dan dijaga maka kesehatan manusia sangat terjamin begitu
pun sebaliknya.Dari hasil pengkajian yang kami lakukan terdapat masalah-masalah kesehatan
lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia di sekitarnya.Maka dari itu kami
mengankat teori dari Florence Nightingale untuk menjadi tolak ukur dari asuhan keperawatan
makalah ini.

3.4 Analisa data

Kategori data Ringkasan laporan Kesimpulan


Data pendukung masalah Kesehatan Komunitas ( pra sekolah ) : Tipus
Pada bulan Februari Terdapat 10 dari 300 murid Terdapat masalah pada
2020. menderita penyakit tipus pada lingkungan di tk tersebut
Menurut Kepala periode 2020: 10 % murid dan kurangnya
Sekolah terkena penyakit tipus. pengetahuan kesehatan
dari pihak tk.
- Angka yang Penyebab penularan penyakit Sebanyak 5 orang ( 5%)
terkena tipus di tk aisyah dikarena mengalami penyakit tipus
penyakit tipus diluar lingkungan tk tersebut dan 5 orang ( 5 % )
- Penyebab kurang bersih kurang. tertular penyakit tipus.
penyakit tipus
pada murid tk Penyebab berikutnya yaitu
Aisyah kurang pengetahuan
kesehatan dari pihak tk
Data sekunder tersebut
- Angka Murid
tk aisyah yang
menderita
tipus 2020
- Status
lingkungan

Data pendukung masalah kesehatan komunitas ( pra sekolah ) : Diare


Pada bulan februari
2020 Terdapat 5 dari 300 murid Terdapat masalah
Menurut Kepala menderita penyakit Diare dikarena muridnya suka
Sekolah.... : pada periode 2020: 5% murid jajan sembarangan dan
- Angka yang terkena penyakit Diare. kurangnya kebersihan
terkena WC ditk aisyah .
penyakit Diare Penyebab munculnya Sebanyak 3 orang
- Penyebab penyakit diare diakibatkan (0,03%) mengalami
penyakit Diare karena para murid yang suka penyakit diare akibat
pada murid tk jajan sembarangan, dan pada jajan sembarangan dan 2
Aisyah saat makan mereka sering orang
sekali lupa untuk mencuci ( 0,02 % ) dikarenakan
Data sekunder tangan. kurangnya kebersiha
- Angka Murid fasilitas WC di tk
tk aisyah yang Penyebab selanjutnya tersebut.
menderita kurangnya kebersihan WC
Diare 2020 ditk tersebut.
- Status
lingkungan
3.5 Asuhan Keperawatan Komunitas

Data Diagnosis Keperawatan NOC NIC


Kode diagnosis kode hasil kode Intervensi

Data pendukungmasalahkesehatankomunitas ( prasekolah ) : Tipus

00099 Prevensi Primer Prevensi Primer


Terdapatmasalah Ketidakefektifa
Padalingkungan di npemeliharaan 1805 Pengetahuan; perilaku 5510 Pendidikan Kesehatan:
tktersebutdankurangnyapenget kesehatan Kesehatan :  Targetkan sasaran pada kelompok
ahuankesehatandaripihak tk.  Strategi untuk tinggi rentan usia yang akan
Sebanyak 5 orang ( 5%) menghindari paparan mendapat manfaat besar dari
mengalamipenyakittipusdan 5 bahaya lingkungan pendidikan kesehatan
orang ( 5 % )  Strategi untuk  Sasaran kebutuhan-kebutuhan
tertularpenyakittipus. mencegah penyebaran yang terindefikasi dalam Healthy
penyakit meular people 2010: promosi Kesehatan
 Layanan perlindungan Nasional dan Tujuan pencegahan
kesehatan penyakit, atau kebutuhan local,
 Layanan peningkatan Negara bagian, dan kepentingan
kesehatan manfaato nasional lainnya
olahraga teratur  Identifikasi faktor internal atau
eksternal yang dapat
Pengetahuan; promosi meningkatkan atau mengurangi
Kesehatan : motifasi untuk (ber) perilaku
 Perilaku yang sehat.
meningkatkan  Rumuskan tujuan dalam program
kesehatan pendidikan kesehatan (tersebut)
1823  Pencegahan dan
pengendalian infeksi
 Manajemen keamanan Pengajaran prosedur/perawatan
obat-obatan  Kaji pengalaman pasien
 Perilaku untuk sebelumnya dan tingkat
mecegah cedera yang pengetahuan pasien tekait
tidak disengaja tindakan yang akan dilakukan
 Pemeriksaan  Informasikan pada pasien atau
5618 orang terdekat mengenai kapan
kesehatan yang di
rekomendasikan dan dimana tindakan akan
dilakukan
 Alihkan perhatian pasien anak
ketika melakukan tinndakan
 Jelaskan pengkajian atau aktifitas
pada tindakan beserta rasionalnya
 Kenalkan pasien dengan petugas
yang akan melakukan tindakan

Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder

1934 Keamanan lingkungan 8820 Manajemen penyakit menular


perawatan kesehatan:  Sediakan informasi mengenai
 Kemudahan akses control terhadap vector dan
untuk memanggil hewan penjamu resevoar yang
perawat adekuat, seperti yang dibutuhkan
 Penyusunan barang-  Monitor faktor-faktor lingkungan
barang/funitur untuk yang mempengaruhi penyebaran
mencegah terjadinya penyakit menular
resiko sesuai dengan  Tingkatkan akses pada
kebutuhan pasien pendidikan kesehatan yang
 Penyediaan area memadai sehubung dengan
bermain yang aman pencegahan dan pengobatan
 Penyediaan mainan terhadap penyakit menular dan
sesuai usia pencegahan berulangnya kejadian
 Tempat penyimpanan  Perbaiki sistem-sisten surveilans
barang berbahaya untuk penyakit menular, seperti
yang dibutuhkan
 Monitor populasi yang beresiko
dalam rangka pemenuhan
regimen prevensi dan perawatan

Prevensi Tersier Prevensi Tersier

1504 Dukungan Sosial 7140 Dukungan Keluarga :


 Kemampuan untuk  Yakinkan keluarga bahwa pasien
menghubungi orang sedang diberikan peawatan
lain untuk meminta terbaik
bantuan  Dukung harapan realistis
 Bantuan yang  Dukung kekhawatiran, perasaan
ditawarkan oleh orang dan pertanyaan dari keluarga
lain  Tingkatkan hubungan saling
 Dukungan emosi yang percaya dengan keluarga
disediakan oleh orang  Identifikasi kesepakatan terkait
lain harapan keluarga, pasien, dan
 Jaringan sosial yang tenaga kesehatan
membantu  Beritahu keluarga mengenai
 Orang-orang yang rencana medis dan keperawatan
dapat membantu
sesuai kebutuhan

Data pendukung masalah ksehatan komunitas (prasekolah ) : Diare

Prevensi Primer Prevensi Primer


Terdapat masalah dikarena 00188 Perilaku
muridnya suka jajan kesehatan 1602 Perilaku promosi kesehatan: 4350 Manajemen perilaku:
sembarangan dankurangnya cenderung  Melakukan perilaku  Konsultasikan dengan keluaraga
kebersihan WC ditkaisyah . beresiko kesehatan secara rutin dalam rangka mendapatkan
Sebanyak 3 orang  Menggunakan (informasi) mengenai kondisi
(0,03%) mengalami penyakit perilaku yang kognisi dasar pasien
diare akibat jajan menghindari resiko  Bina konsistensi dari satu sift ke
sembarangan dan 2 orang  Memonitor sift berikutnya terkait dengan
( 0,02 % ) dikarenakan lingkungan terkait rutinitas lungkungan dan
kurangnya kebersihan fasilitas dengan resiko perawatan
WC di tk tersebut.  Memperoleh  Gunakan suara bicara yang
pemeriksaan rutin lembut dan rendah
 Minum 8 gelas air  Batasirutinitas
setiap hari  Gunakan pengulangan kesehatan
rutin yang konsisten sebagai alat
Pengetahuan gaya hidup untuk menetapkan rutinitas
sehat: tersebut
 Pentinya air untuk
1855 hidrasi yang memadai Peningkatan kesadaran kesehatan:
 Porsi sayuran harian  Ciptakan lingkungan perawatan
yang di kesehatan dimana pasien dengan
5515 permasalahan memahami aksara
rekomendasikan
 Suplemen vitamin dapat mencari bantuan tanpa
yang di merasa malu atau terasa di cela
rekomendasikan  Sesederhanakan Bahasa bila
 Pentingnya aktivitas memungkinkan
secara fisik  Berkomunikasi dengan
 Faktor lingkungan mempertimbangkan kesesuaian
yang mempengaruhi budaya, kesesuaian usia, dan
perilaku kesehatan kesesuaian jenis kelamin
 Hambatan untuk  Gunakan beberapa alat
mempertahan perilaku komunikasi ( misalnya, kaset
hidup sehat. audio, kaset video, perangkat
video digital, komputer,
pigtogram. model, diagram)
 Berikan informasi penting secara
tertulis maupun lisan pada pasien
sesuai dengan Bahasa utamanya
atau Bahasa ibu

Prevensi Sekunder Prevensi sekunder

1902 Kontrol Resiko : 6489 Manajemen lingkungan; komunitas :


 Mengenali  Inisiasi skrining resiko kesehatan
kemampuan untuk yang berasal dari lingkungan
mengubah perilaku  Berpartisipasi dalam program
 Memonitor faktor komunitas untuk mengatasi resiko
resiko di lingkungan yang sudah diketahui
 Memodifikasi gaya  Dorong lingkungan untuk
hidup untuk berpartisipasi aktif dalam
mengurangi resiko keselamatan komunitas
 Menghindari paparan  Melakukan program edukasi
ancaman kesehatan untuk kelompok beresiko
 Berkotmitmen akan  Monitor status resiko kesehatan
strategi control resiko yang sudah diketahui
Surveilans
Deteksi Resiko :  Kajiadanyatandaawal yang
 Mengenali tanda-dan harusditanganisegera
gejala yang ( misalnya,perubahantandavital,pe
mengidentifikasi nurunanataupeningkatannadi,penu
resiko. runanataupeningkatantekanandara
 Mendapatkan h,kesulitanbernapas,
1908 6650 saturasioksigen yang
informasi terkait
perubahan gaya hidup rendahmeskipun intake
untuk kesehatan oksigenmeningkat,perubahanting
 Menggunakan fasilitas katkesadaran,kejangberkepanjang
kesehatan yang sesuai an,ataukejangberulang,nyeridada,
dengan kebutuhan perubahanmendadaktingkatkesad
 Memonitor perubahan aran,atauketikapasienmaupunpera
status kesehatan watada yang tidakberes )
 Tanyakankepadapasienmengenait
andadangejalamasalah yang
dialami.
 Dapatkaninformasimengenaipola
hidupharianpasien
 Monitor polahiduppasien
 Monitor
tandadangejalaketidakseimbangan
cairan
Danlektrolit

Prevensitersier Prevensitersier

2605 Partisipasi keluarga dalam 8180 Konsultasi melalui telepon:


perawatan profesional :  Identifikasi diri dengan
 Mengidentifikasi menyebutkan nama dan identitas,
faktor-faktor yang organisasi; menngizinkan
mempengaruhi penelepon tahu apakah panggilan
perawatan sedang direkam (misalnya, untuk
 Bekerja sama dalam pemantauan kualitas),
perawatan menggunakan suara untuk
 Mengidentifikasi menciptakan hubungan terapeutik
kebutuhan dan  Informasikan pasien mengenai
masalah yang relavan proses panggilan dan memperoleh
untuk perawatan persetujuan
 Berpartisipasi dalam  Dapatakan informasi mengenai
keputusan bersama tujuan panggilan (misalnya,
pasien diagnose medis, jika ada, riwayat
 Mengevaluasi kesehatan masa lalu, dan pejimen
efektifitas perawatan pengobatan saat ini
 Identifikasi kekhawatiran
mengenai status kesehatan
 Tanyakan mengenai keluhan
terkait gejala, menurut protokol
standar, jika tersedia
 Berikan informasi mengenai
terapi dan obat-obatan yang di
resepkan
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional


yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompok resiko tinggi, dalam
upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melaluipencegahan penyakit dan
peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi pelayanan keperawatan (Spradley, 1985; Logan and Dawkin, 1987).

Anak prasekolah adalah anak yang berumur antara 3-6 tahun, pada masa ini anak anak
senang berimajinasi dan percaya bahwa mereka memiliki kekuatan. Pada usia pra sekolah,
anak membangun kontrol sistem tubuh seperti kemampuan ke toilet, berpakaian, dan makan
sendiri (Potts & Mandeleco, 2012)

Dalam buku NANDA, 2015 ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan adalah


ketidakmampan mengidentifikasi, mengelola, dan mencari bantuan untuk mempertahankan
derajat kesehatan keluarga.

Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko merupakan hambatan kemampuan untuk


mengubah gaya hidup/perilaku dalam cara memperbaiki status kesehatan (Herdman, 2015)

Dari teori FLORENCE NIGHTINGALE yang menjelaskan tentang Lingkungan.


Bahwasaanya lingkungan sendiri sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia.Jika
lingkungan sangat di perhatikan dan dijaga maka kesehatan manusia sangat terjamin begitu
pun sebaliknya.Dari hasil pengkajian yang kami lakukan terdapat masalah-masalah kesehatan
lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia di sekitarnya.Maka dari itu kami
mengankat teori dari Florence Nightingale untuk menjadi tolak ukur dari asuhan keperawatan
makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/3558/4/Chapter%202.pdf

http://eprints.ums.ac.id/21070/26/naskah_publikasi.pdf

Buku Panduan Asuhan Keperawatan (IPPKI) 2017

Buku NANDA NIC NOC