Anda di halaman 1dari 27

PENTINGNYA LAYANAN

ASUHAN PASCA
KEGUGURAN BAGI
KESEHATAN DAN
PENURUNAN ANGKA
KEMATIAN IBU

Disampaikan pada Orientasi Pedoman


Asuhan Pasca Keguguran yang Komprehensif
(Angkatan 2)
29 September 2021
Prinsip !!!
Asuhan Pasca
Keguguran
adalah
Asuhan Pasca
Keguguran

BUKAN Keguguran adalah berakhirnya kehamilan sebelum


Pelayanan janin mampu hidup di luar rahim (viable), yaitu sebelum usia
kehamilan 20 minggu atau berat janin belum mencapai 500 g.
Aborsi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. 2018. Panduan Nasional Pelayanan Kedokteran: Diagnosis dan Tatalaksana
Keguguran.
ISU PRIORITAS DALAM MEWUJUDKAN
SDM YANG BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING
“Titik dimulainya pembangunan SDM dimulai dengan menjamin kesehatan
ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak sekolah
karena merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul.
Jangan sampai ada stunting, kematian bayi, kematian ibu yang meningkat.”

1
Meningkatkan kesehatan ibu dan
anak melalui
upaya penurunan AKI dan AKB

2
Meningkatkan kualitas SDM
melalui
upaya penurunan stunting
INDIKATOR PEMBANGUNAN KESEHATAN

9
Penyebab Kematian Ibu

31,90%

26,90%

18,50%

11,80%

5% 4,20%
1,70%

Gangguan Perdarahan Komplikasi Komplikasi Komplikasi Infeksi pada Undetermined


hipertensi obstetri non obstetri obstetri pasca kehamilan
lainnya keguguran

Komplikasi non-obstetri: penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit


ginjal, HIV/AIDS, pneumonia dan TB, hipertensi, dll.

Komplikasi obstetri: Muntah berlebihan, diabetes dalam kehamilan,


SRS, 2018 gangguan plasenta, emboli (sumbatan pembuluh darah), dll. 5
305/100.000 KH Angka Kematian Ibu
Masalah Kesehatan 2015 SUPAS

Reproduksi 26,9% Kematian ibu disebabkan oleh


perdarahan obstetri 2018 SRS

4% Kematian ibu terjadi pada usia


kehamilan <20 minggu yang disebabkan
oleh abortus/keguguran 2012 Analisis Determinan Kematian Ibu

5% Kematian ibu terjadi karena komplikasi


pasca keguguran 2018 SRS

4% Keguguran pada perempuan pernah


2010 Riskesdas
kawin usia 10-59 tahun

3,5% Kehamilan tidak direncanakan 2010 Riskesdas

11% Unmet need 2017 SDKI


Hasil Systematic Review...

Penelitian ini menunjukan Tatalaksana


APK bukan hanya sebatas pengeluaran
konsepsi, namun pasca keguguran juga
bisa meninggalkan masalah kejiwaan →
diperlukan Konseling Pasca Keguguran,
dukungan psikososial berkelanjutan
Bagaimana situasi asuhan pasca
keguguran di Indonesia?
ALASAN FASYANKES TIDAK MEMBERIKAN LAYANAN APK

Rumah Sakit PKM PONED


Alasan tidak memberikan
(n=15) (n=192)

Tidak ada petugas kesehatan terlatih 100% 85%


Tidak ada alat/kelengkapan APK 27% 58%
Tidak tersedia obat APK 43% 42%
Tenaga Kesehatan menolak APK 0% 10%

Alasan utama tidak tersedianya layanan asuhan pasca keguguran adalah tidak adanya
petugas terlatih serta tidak tersedianya alat, perlengkapan, maupun obat-obatan.

(Guttmacher Institute ,2017)


KEBIJAKAN
DAN
PROGRAM
KEBERLANGSUNGAN PELAYANAN KIA
BERDASARKAN PENDEKATAN SIKLUS HIDUP
• Kolaborasi PAUD, BKB, dan
Strategi dalam upaya penurunan AKI
• Imunisasi anak sekolah
• Penjaringan anak usia sekolah Posyandu dan AKB dilakukan dengan
• PMT • Deteksi dan Simulasi kognitif pendekatan siklus hidup melalui
• Revitalisasi UKS • Imunisasi
• Konseling • Pemantauan Tumbuh Kembang berbagai pelayanan kesehatan bagi :
• Anak Usia Sekolah
• Skrining penyakit di sekolah
• Remaja
• Konseling gizi, HIV/AIDS, • Usia Reproduksi / PUS
NAPZA, Kespro • ASI Eksklusif • Ibu Hamil
• Tablet Fe bagi remaja • PMBA
• Pelayanan kesehatan/Kespro • Imunisasi • Ibu Bersalin dan Ibu Nifas
remaja • Bayi Baru Lahir
• Pelayanan kespro remaja
• PKPR dan Posyandu remaja • Bayi, Balita, dan Anak Usia Pra
Sekolah
Pelayanan kesehatan yang diberikan
• Perencanaan kehamilan bagi PUS
• Pelayanan kesehatan reproduksi dan
• Pesalinan di Faskes bersifat promotif, preventif, deteksi
• APN
seksual bagi catin (KIE dan skrining • RTK
dini, kuratif, dan rehabilitatif.
kesehatan) • Kemitraan Bidan Dukun
• Konseling KB • ANC terpadu • PONED/PONEK
• Penapisan kelayakan medis penggunaan • Kelas Ibu Hamil Setiap tahapan dalam siklus hidup
Penanganan kegawatdaruratan
kontrasepsi • Tablet Fe obstretri neonatal ini tidak dapat dipisahkan dan harus
• Pelayanan kontrasepsi/KB, termasuk • P4K • Konseling menyusui diberikan intervensi berkelanjutan
KBPP • Konseling KB • IMD & ASI Eksklusif
• Pelayanan komplikasi KB • Pelayanan
untuk dapat menghasilkan ibu hamil
• PNC
• Pencegahan dan penanganan infertilitas Pascakeguguran sehat, melahirkan dengan selamat,
dan anak yang cerdas berkualitas.
12
Promotif, Preventif, Deteksi Dini, Kuratif, Rehabilitatif
UPAYA PENCEGAHAN KEGUGURAN
1. Sebelum Masa Kehamilan

a. Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual yang


komprehensif b. Pelayanan gizi, khususnya c. Edukasi terkait kebersihan
merencanakan kehamilan, mencegah terjadinya kehamilan yang tidak pencegahan dan penanggulanan pribadi : mencegah penyakit
diinginkan, merencanakan kehamilan dengan baik, memahami proses anemia bagi remaja infeksi.
kehamilan, menjaga kehamilan, mendeteksi secara dini terjadinya
keguguran, dan mengakses layanan yang berkualitas.

e. Pencegahan perilaku berisiko,


d. Layanan kontrasepsi dan KB : termasuk konsumsi alkohol, rokok g. Edukasi terkait bahaya aborsi
f. Konseling calon pengantin
dan obat-obatan terlarang : yang tidak aman : risiko komplikasi
mencegah kehamilan yang tidak dilakukan bagi pasangan yang akan
perdarahan atau infeksi yang dapat
diinginkan. mencegah terjadinya gangguan segera menikah
berujung kematian.
pada janin

13
UPAYA PENCEGAHAN KEGUGURAN
(lanjutan)
2. Di Masa Kehamilan

Pencegahan, deteksi dini, dan


penanganan kasus kekerasan
berbasis gender :
Edukasi terkait tanda
Asuhan antenatal yang bahaya pada kehamilan :
memberikan pendidikan untuk menciptakan
lingkungan yang melindungi perempuan dan
berkualitas anak dari upaya tindak kekerasan seksual dan
khususnya perdarahan reproduksi, melatih tenaga kesehatan, dan
menyediakan layanan bagi perempuan yang
mengalami kekerasan oleh tenaga terlatih.

Edukasi terkait perawatan


kehamilan

14
PROGRESS REVITALISASI APK
ASUHAN PASCA KEGUGURAN

Aspek Peningkatan
Aspek Regulasi dan NSPK Aspek Klinis Kapasitas Tenaga/Fasilitas
Kesehatan

✓ UU (UU Kesehatan, UU Praktik ✓ PPK/Panduan Praktik Klinis APK ✓ Modul dan pelaksanaan workshop
Kedokteran, UU Nakes, UU Kebidanan) untuk dokter di FKTP APK
✓ Permenkes 21/2021 (Kepmenkes 514/2015) → perlu → telah dilaksanakan oleh IPAS dan
direview lagi oleh POGI FKKMK UGM di 3 kab/kota lokus
✓ Kepmenkes 514/2015 ttg PPK Dokter
✓ PNPK/Pedoman Nasional (Kota Yogyakarta, Kab Klaten, dan
di FKTP (termasuk PPK APK)
Pelayanan Kedokteran Diagnosis Kab Ponorogo)
✓ Perka BKKBN 24/2017 ttg KB PP-PK dan Tata Laksana Keguguran → Sedang proses dikembangkan
✓ Pedoman Nasional APK (POGI) menjadi kurikulum dan modul
✓ Pedoman KIE APK ✓ Clinical Pathway APK → belum pelatihan terakreditasi BPPSDMK
ada, perlu disusun Kemenkes

Aspek Evidence: Penyediaan data dan bukti ilmiah dalam konteks Indonesia

Studi baseline kasus keguguran dan kesiapan sistem kesehatan untuk APK
Regulasi APK

Ibu Hamil yang mengalami keguguran


wajib mendapatkan pelayanan
Kesehatan asuhan pasca keguguran
berupa:
a. Pelayanan konseling PPK abortus insipiens, abortus inkomplit, dan
b. Pelayanan medis abortus komplit, termasuk kontrasepsi pasca
keguguran
Tatalaksana Klinis APK telah diatur dalam Permenkes
No 5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis
▪ Penatalaksanaan abortus insipiens oleh dokter di FKTP
▫ Observasi tanda vital
▫ Bila kondisi stabil rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang
lebih lengkap untuk rencana pengeluran hasil konsepsi
▫ Pengeluaran hasil konsepsi dapat dilaksanakan dengan kuret
vakum atau dengan cunam abortus, disusul dengan kerokan

▪ Penatalaksanaan abortus inkomplit oleh dokter di FKTP


▫ Observasi tanda vital
▫ Evaluasi tanda-tanda syok, bila terjadi syok karena perdarahan,
pasang IV line (bila perlu 2 jalur) segera berikan infus cairan NaCl
fisiologis atau cairan RL disusul dengan darah.
▫ Setelah syok teratasi rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan
yang lebih lengkap untuk selanjutnya dilakukan kerokan (D/C).
Pasca tindakan berikan ergometrin IM.
Oleh karena:
➢ PPK Abortus (PMK 56/2014) tidak
sesuai lagi dengan ilmu kedokteran
terkini sebagaimana rekomendasi
FIGO dan WHO, dan
➢ Selama ini belum ada PNPK
Keguguran

Maka pada Mei 2018 Direktur Kesehatan


Keluarga Kementerian Kesehatan RI
bersurat kepada Ketua Pokja KB POGI
untuk menyusun PNPK Tata Laksana
Keguguran
Untuk menyediakan petunjuk operasional pelaksanaan
APK maka dibutuhkan satu pedoman operasional

Pedoman nasional APK diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan tantangan


nakes dalam memberikan pelayanan APK yang komprehensif dan berpusat
pada perempuan. Adapun dalam pedoman tersebut memuat tentang:

1. Asuhan Pasca Keguguran yang Berpusat


(*) Saat ini PNPK Keguguran sedang
disempurnakan kembali oleh profesi
pada Perempuan
2. Tatalaksana Klinis Kasus Keguguran
Pedoman 3. Pencegahan Keguguran dan Asuhan Pasca
Keguguran Yang Tidak Aman
Nasional 4. Pengelolaan Layanan Asuhan Pasca

APK
Keguguran

Launching pedoman pada tanggal 13 Januari 2021


PMK no 21 tahun 2021 • Konseling dukungan
Pasal 14 Pelayanan psikososial
Konseling • Konseling tata laksana
(pra dan medis/klinis
pasca • Konseling perencanaan
pelayanan kehamilan termasuk
medis) pelayanan kontrasepsi
pascakeguguran

Pelayanan • Tindakan pengeluaran hasil


Medis konsepsi secara
(dilakukan di farmakologis/operatif
Fasyankes • Tatalaksana nyeri
oleh • Tatalaksana pascatindakan
dokter/dokter pengeluaran sisa hasil
spesialis) konsepsi
Asuhan Pasca Keguguran Yang Berpusat Pada Perempuan
adalah suatu pendekatan komprehensif dalam menangani
perempuan yang mengalami keguguran, yang
mempertimbangkan faktor fisik, kebutuhan, kenyamanan,
keadaan emosional, situasi serta kemampuan perempuan
tersebut untuk mengakses layanan yang dibutuhkan.
APK YANG
KOMPREHENSIF Diagnosis
dan Tata
Laksana

Kemitraan
nakes dan Konseling
masyarakat
APK
Komprehensif

Layanan Perenca
naan
kespro Kehamilan
(IMS, dll) dan KB PK
KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN
DALAM PELAYANAN APK

Bidan Dokter Umum Dokter SpOG


• Konseling pra dan pasca • Abortus komplit: 4A
tindakan • Tata laksana kasus
• Abortus inkomplit: 3B
• Pelayanan KB PK abortus (semua
• Abortus insipiens: 3B
jenis)
KOMPETENSI DAN KEWENANGAN APA YANG PERLU DIMILIKI
TENAGA KESEHATAN UNTUK ASUHAN PASCA KEGUGURAN?
Dokter spesialis
Bidan Tenaga kesehatan
obstetri dan Dokter umum
masyarakat
ginekologi
menegakkan diagnosis menegakkan diagnosis menegakkan melaksanakan program
klinis keguguran klinis keguguran diagnosis kebidanan promosi kesehatan
kasus keguguran untuk mencegah
kehamilan yang tidak
diinginkan, keguguran,
memberikan konseling melakukan konseling melakukan konseling dan asuhan pasca
terkait rencana tatalaksana, terkait rencana terkait rencana keguguran yang tidak
dukungan psikososial, dan tatalaksana, dukungan tatalaksana, aman pada perempuan
kontrasepsi psikososial, dan dukungan
kontrasepsi psikososial, dan
kontrasepsi
Dokter spesialis obstetri Bidan
Dokter umum
dan ginekologi
melakukan tata laksana definitif melakukan tatalaksana awal kasus melakukan tatalaksana awal
kasus keguguran, termasuk keguguran dan melakukan rujukan ke kasus keguguran dan
evakuasi hasil konsepsi fasilitas kesehatan yang memiliki melakukan rujukan ke
dokter spesialis obstetri dan fasilitas kesehatan yang
gineokologi untuk tata laksana memiliki dokter spesialis
definitif obstetri dan gineokologi
untuk tata laksana definitif
memberikan layanan kontrasepsi melakukan tatalaksana definitif pada memberikan layanan
pasca keguguran kondisi emergensi atau pelimpahan kontrasepsi pasca
kewenangan khusus (misalnya oleh keguguran
pemerintah atau dokter spesialis
obstetri dan ginekologi dari fasilitas
kesehatan yang sama), bagi dokter
umum yang sudah mendapatkan
pelatihan tatalaksana definitif kasus
keguguran
memberikan layanan kontrasepsi
pasca keguguran
Upaya yang telah dan akan
dilakukan dalam Pengembangan
Program APK
1. Penyusunan Pedoman Nasional APK
2. Proses penyusunan PNPK
3. Pencetakan dan sosialisasi secara luas penggunaan Pedoman APK ke seluruh
provinsi dan kab/kota serta fasilitas kesehatan
4. Proses pengusulan izin edar obat misoprostol sebagai obat APK
5. Penyusunan Kurmod Pelatihan Pelayanan APK
6. ToT dan pelatihan tenaga kesehatan dalam Pelayanan APK
7. AVM sudah masuk dalam e katalog (dukungan DKT)
8. Pengusulan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pelayanan APK
melalui dana DAK
9. Peningkatan Monitoring dan Evaluasi termasuk system pencatatan dan pelaporan
10.Layanan APK masuk dalam SIRS
HARAPAN
Semua Rumah Sakit dapat mendorong
terlaksananya pelayanan APK yang berkualitas

Menfasilitasi semua pemberi pelayanan untuk


beralih menggunakan AVM (penyediaan SOP dan
sarana dan prasarana)
Penguatan sistem peancatatan dan pelaporan
baik di tingkat Puskesmas, RS dan
Kabupaten/Kota

Penguatan pelayanan APK diharapkan dapat


membantu penurunan AKI
TERIMAKASIH

@ KemenkesRI Kementerian kemenkes_ri


Kesehatan RI