Anda di halaman 1dari 5

Nama : Arief Nugrahanto

NIM : H1C008016
Tugas Mandiri 2 Teknik Digital

Soal
1.Apa itu kode Binary-Coded-Decimal (BCD)? Jelaskan bagaimana kaidah penggunaannya!
2.Konversikan 0110100000111001 dan 011111000001 (BCD) ke desimal ekivalennya.
3.Apa beda antara BCD dan biner biasa (straight binary coding)? Apa keuntungan kode BCD?
4.Jelaskan tentang Gray Code dan tunjukkan metodenya! Berikan contoh aplikasi yang
menggunakan Gray Code!
5.Apa itu byte, nibble, dan word? Berikan contoh.
6.Jelaskan mengenai kode alfanumerik dan ASCII! Apa perbedaan di antara keduanya?
7.Memindahkan data dan kode biner dari satu lokasi ke lokasi lain adalah operasi yang paling
banyak dilakukan oleh sebuah sistem digital. Untuk mendeteksi kesalahan diperlukan metode
paritas. Jelaskan tentang metode paritas dan apa itu bit paritas?
8.Sebuah CDROM secara umum dapat menyimpan 650 megabytes data digital. Berapa banyak bit
data yang dapat disimpan di dalamnya?
Jawaban
1.Kode BCD atau Desimal Dikode Biner sering ditulis dalam bentuk BCD-8421 menggunakan
kode biner 4-bit untuk mempresentasikan masing-masing digit desimal dari suatu bilangan. Sandi
8421 BCD adalah sandi yang mengkonversi bilangan desimal langsung ke bilangan binernya,
sehingga jumlah sandi BCD adalah 10, sesuai dengan jumlah simbol pada desimal.

Contoh :

5 2 9 Desimal

0101 0010 1001 BCD


Dalam Kode BCD terdapat 6 buah kode yang tidak dapat digunakan (Invalid Code) yaitu
1010,1011,1100,1101,1110,1111. Sehingga hanya ada 10 buah kode yang valid, yaitu kode kode
untuk menyajikan bilangan desimal 0 – 9.

Contoh: Ubah 0111 1100 ke sistem desimal


0111 1100 0001 ==> sistem BCD
7 invalid 1 ==> sistem desimal

2. Konversi bilangan BCD ke bilangan desimal ekuivalennya


➢bilangan pertama
0110 1000 0011 1001 BCD
6 8 3 9 Desimal
➢bilangan kedua
0111 1100 0001 BCD
7 - 1 Desimal
pada bilangan yang kedua terdapat kode yang tidak valid/invalid code yaitu 1100 karena bilangan
desimal hanya menyajikan bilangan 0-9.

3. sistem BCD : bisa dalam biner maupun desimal, setiap desimal diwakili oleh 4 bit biner,
bilangan desimal hanya dibatasi dari 0-9.

Biner biasa : hanya ada bilangan biner (o dan 1), setiap digit desimal tidak harus diwakili dengan
4 bit biner.

Keuntungan BCD : mudah mengubah dari dan ke bilangan desimal

4. Gray Code/Kode Gray sistem angka biner dimana dua nilai berbeda berturut-turut hanya dalam
satu bit. biasanya digunakan sebagai data yang menunjukkan posisi dari suatu poros mesin yang
berputar.
Peraturan untuk mengubah dari bilangan biner menjadi gray code sebagai berikut:

➢sisi kiri bit pada gray code sama dengan bilangan biner.

➢menambahkan MSB pada bit disisi kanan dan menjumlahkannya(mengabaikan setiap


carry) dibawah gray code line

➢melanjutkan menambahkan bit-bit dari sisi kanan sampai LSB

➢bilangan gray code akan selalu mempunyai bilangan bit yang sama dengan bilangan biner

contoh:

aplikasi / penggunaan kode gray biasanya digunakan untuk memfasilitasi koreksi kesalahan
dalam komunikasi digital seperti televisi terrestrial digital dan beberapa TV kabel sistem.
digunakan sebagai pendeteksi “galat” pada encoding dan decoding karena ia hanya memiliki
1 buah digit beda pada tiap 2 bilangan yang berurut sehingga mudah untuk dideteksi. Gray
code juga bisa digunakan untuk memberi label pada sumbu pada Karnaugh Maps. Ketika
digunakan pada komputer bahkan Gray code bisa digunakan untuk pengalamatan memori
program, dimana komputer akan menggunakan sedikit energi karena lebih sedikit address
line yang berubah saat program counter berjalan.

# skema DVC menggunakan sindrom


5. Nibble merupakan kode biner dengan 4-bit, contoh: 1101,1010, dan 1001.

Byte merupakan kode biner dengan 8-bit, contoh: 10011100 dan 10101010.

Word merupakan kode biner dengan 16-bit, contoh: 1001110010101010 dan ada juga Double
Word yang merupakan kode biner dengan 32-bit.

6. Code yang bisa merepresentasikan huruf dan angka disebut code alfanumerik. ASCII
merupakan singkatan dari American Standard Code for Information Interchange adalah kode
biner untuk merepresentasikan bilangan, huruf, dan simbol. ASCII digunakan untuk
menerjemahkan karakter pada keyboard ke dalam bahasa komputer. Dengan kata lain ASCII
merupakan kode biner yang merepresentasikan dari code alfanumerik. Berikut adalah tabel code
alfanumerik ASCII:
7. Metode paritas adalah suatu metode untuk mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan pada bagian
data yaitu dengan menambahkan Bit Paritas (Parity Bit) yang ditempatkan sebagai MSB. Bit paritas
ada 2 yaitu Bit Paritas Genap dan Bit Paritas Ganjil.

➢Bit Paritas Genap : Nilai bit paritas dipilih sedemikian rupa sehingga jumlah bit 1 dalam suatu
kode ASCII (termasuk bit paritasnya) berjumlah genap.

Contoh : Kode ASCII untuk C adalah 1000011, Sehingga bit paritas genapnya 11000011.

➢Bit Paritas Ganjil : Nilai bit paritas dipilih sedemikian rupa sehingga jumlah bit 1 dalam suatu
kode ASCII (termasuk bit paritasnya) berjumlah ganjil.

Contoh : Kode ASCII untuk C adalah 1000011, Sehingga bit paritas ganjilnya 01000011.

8. CDROM dengan kapasitas 650 megabytes data digital maka banyaknya bit data yang dapat
disimpan 650 megabytes x 8 = 5200 megabit = 5,2 gigabit.

Referensi : http://moemuchanniess.blogspot.com/2010/04/bcd-binary-coded-decimal-setiap-
digit.html

http://teuinsuska2009.files.wordpress.com/2010/10/course-2-sistem-dan-kode-bilangan.ppt

http://images.ariestantowi.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/ShF4OQoKCCEAAFjfaks1/
BAB7-kti.doc?key=ariestantowi:journal:58&nmid=244494005

Gray, F. "Pulse Code Communication." United States Patent Number 2632058. March 17, 1953.