Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN LAHAT

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS SAUNG NAGA
Jl. Lintas Sumatera No. 2 DesaSaung Naga Kecamatan
Kikim Barat

KERANGKA ACUAN

PERENCANAAN PROGRAM PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU(AKI)

DAN ANGKA KEMATIAN NEONATUS(AKN) BERSAMA LINTAS PROGRAM


DAN LINTAS SEKTOR

I. Pendahuluan
Saat ini masalah kesehatan ibu dan anak masih merupakan masalah krusial di
Indonesia karena masalah tersebut merupakan salah satu indikator kesejahteraan
suatu bangsa. Walaupun pemerintah sudah mengadakan berbagai upaya perbaikan
namun belum mengalami kemajuan yang signifikan. Masalah kematian ibu(AKI) dan
kematian neonates(AKN) berkaitan dengan berbagai faktor, seperti akses, mutu
pelayanan, dan ketersebaran fasilitas kesehatan, sumber daya manusia dan lain-lain,
sehingga peran lintas sector sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan percepatan
penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dan balita.
Tanpa peran masyarakat dan dukungan dari lintas program dan sector maka
kegiatan KIA tak akan berjalan dengan baik, seperti contohnya pendampingan ibu
hamil dengan resiko tinggi, kelas ibu hamil, pemantauan bayi resiko tinggi, kegiatan
NC terpadu, dll.

II. Latar Belakang

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di dunia masih terbilang tinggi,
menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013, ada sekitar 800 ibu di
dunia meninggal setiap harinya akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Penyebab
utama dari kematian ibu antara lain sumber daya yang rendah, perdarahan, hipertensi,
infeksi, dan penyakit penyerta lainnya yang diderita ibu sebelum masa kehamilan. Wanita
yang tinggal di negara berkembang memiliki resiko kematian 23 kali lebih besar
dibandingkan dengan wanita yang tinggal di negara maju sehubungan dengan faktor yang
berhubungan dengan kehamilan dan persalinan (WHO, 2013)

Penggunaan buku KIA merupakan strategi pemberdayaan masyarakat terutama


keluarga untuk memelihara kesehatannya dan mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan
anak yang berkualitas. Buku KIA sebagaimana tercantum dalam keputusan Mentri
Kesehatan no 284/Menkes/SK/III/2004 mengenai buku KIA memiliki beberapa kegunaan
antara lain sebagai pedoman yang dimiliki ibu dan anak yang berisi informasi dan catatan
kesehatan ibu dan anak, dan juga buku KIA berfungsi sebagai satu-satunya alat pencatatan
kesehatan ibu dan anak, selain itu isi dari buku KIA juga berfungsi sebagai alat penyuluh
Kesehatan atau pembelajaran, dan alat komunikasi kesehatan (Kepmenkes RI No 284,
2004)
Oleh karena pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu indikator kesehatan
maka perlu adanya peningkatan kinerja pelayanan dibidang KIA agar lebih baik lagi dan juga
peran lintas program dan lintas sector sangat dibutuhkan dalam program ini

III. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sector dalam program
menurunkan Angka kematian ibu(AKI) dan Angka Kematian Neonatus(AKN).
2. Tujuan Khusus
a. Menggalang kerjasama lintas program dan lintas sector
b. Mendapatkan dukungan dari lintas sector dalam menjalankan program untuk
menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Neonatus
c. Meningkatkan pengetahuan lintas program dan lintas sector tentang ibu hamil
resti
d. Meningkatkan cakupan ibu hamil resiko tinggi

IV. Keluaran yang diharapkan

1. Terciptanya kerjasama
2. Dukungan dari lintas program dan lintas sector terkait, dan masyarakat
3. Pencapaian standar pelayanan minimal

V. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan

NO KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN SASARAN


POKOK
1. Pertemuan evaluasi Melaksanakan pertemuan Lintas program:
Pendampingan lintas program dan sector bidan desa,
hamil resiko tinggi membahas pendampingan ibu Gizi,Promkes
KEK,Pre Eklamsi hamil resiko tinggi Lintas
dan anemia sector:kecamatan,
ketua PKK, tokoh
masyarakat
2. Pertemuan evaluasi Melaksanakan pertemuan Camat, ketua PKK,
lintas sector tentang lintas sector tingkat kecamatan kecamatan, kepala
rujukan ibu hamil dan desa membahas rujukan desa, kader, bidan
resiko tinggi tingkat ibu hamil desa
kecamatan dan desa
VI. Cara melaksanakan kegiatan

1. Pertemuan
2. Diskusi Tanya jawab

VII. Sasaran
1. Bidan desa
2. Gizi
3. Promkes
4. Camat
5. Kecamatan
6. Ketua PKK
7. Kepala Desa
8. Masyarakat
9. Ibu hamil beresiko tinggi

VIII. Peran lintas progam dan lintas sektor


1. Lintas program
a. Memberikan materi yang berhubungan dengan pelayanan ibu hamil
b. Melakukakan monitoring dan observasi ketaatan terhadap SOP yang telah
ditentukan dan tata nilai puskesmas yang telah ditetapkan.
2. Lintas sector
Membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan

IX. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

No KEGIATAN TEMPAT WAKTU


1. Pertemuan evaluasi Aula kecamatan
Pendampingan
hamil resiko tinggi
KEK, PreEklamsi
dan anemia

2. Pertemuan evaluasi Aula kecamatan


lintas sector tentang
rujukan ibu hamil
resiko tinggi tingkat
kecamatan dan desa

X. Evaluasi Kegiatan

Evaluasi dilakukan oleh bidan coordinator setiap selesai kegiatan dan akan dievaluasi
setiap akhir bulan.

Anda mungkin juga menyukai