Anda di halaman 1dari 4

YAYASAN ANUGERAH HUSADA BALI INDONESIA

UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL


Jl. Seroja gang Jeruk, Tonja, Denpasar – Bali 80114 , Telp. (0361) 474 7770 Kode PT: 082007
e: universitasbaliinternasional@gmail.com ; w :www.unbi.ac.id

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)


SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2020

Mata Kuliah : Farmakokinetika Klinik


Kelas/Paket : A2A, A2B, A2C, A2D
Dosen Pengampu : Ni Putu Aryati S. S.Farm., M.Farm (Klin)., Apt
I.G.N Agung Windra W.P., S.Farm., M.Sc., Apt
Prof. dr. I Gusti Made Aman, Sp.FK
Tanggal Pelaksanaan : Jumat, 17 Juli 2020
Waktu Pelaksanaan : (100 menit)
Jenis Ujian : Closed Book

Petunjuk Umum:
1. Jawablah pada lembar jawaban yang disediakan. Jawablah sesuai pertanyaan yang
diberikan. Jawaban yang melebihi ketentuan tidak akan diberi nilai tambahan.
2. Jawablah pertanyaan yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu
3. Mahasiswa yang bekerja sama dan bertindak curang selama ujian mendapatkan nilai
akhir E

SOAL A

Jawab secara singkat dan jelas!


USIA SUBYEK

Hampir semua obat, pada neonatus dan bayi ikatannya dengan protein serum relatif lebih RENDAH
(1) dibandingkan dengan ikatannya pada orang dewasa. Hal ini berarti bahwa pada neonatus dan
bayi, fraksi obat bebas lebih BANYAK (2) terdistribusi ke jaringan, sehingga nilai volume
distribusinya (Vd) BESAR (3). Namun karena organ-organ metabolisme dan eliminasi (hati dan
ginjal) pada neonatus atau bayi belum sempurna, maka waktu- paro eliminasi obat lebih PANJANG
(4) daripada orang dewasa. Sebagai contoh, fraksi digoksin bebas berkisar antara 74-86% (neonatus)
dan 60- 77% (dewasa) memberikan waktu-paro eliminasi 60-70 jam (neonatus) dan 30-60 jam
(dewasa). Akibat dari peristiwa ini diperkirakan terjadi KENAIKAN (5) intensitas efek dan durasi
pada neonatus.

GENDER DAN KEHAMILAN

Tubuh wanita pada umumnya lebih kecil dan mempunyai komposisi tubuh berbeda dengan pria,
sehingga dosis obat tertentu kadarnya di dalam darah (atau AUC) TINGGI (6) pada wanita, karena
YAYASAN ANUGERAH HUSADA BALI INDONESIA
UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
Jl. Seroja gang Jeruk, Tonja, Denpasar – Bali 80114 , Telp. (0361) 474 7770 Kode PT: 082007
e: universitasbaliinternasional@gmail.com ; w :www.unbi.ac.id

klirens obat pada lebih LAMBAT (7) pada wanita. Lama transit obat di dalam saluran
gastrointestinal juga berbeda signifikan antara pria dan wanita, pada pria PENDEK (8) sedangkan
pada wanita lebih PANJANG (9). Lebih rendahnya kecepatan aliran darah pada wanita berpengaruh
terhadap klirens hepatik obat dengan Eh tinggi, sehingga jika volume distribusi obat tidak berubah,
akan menyebabkan kadar obat di dalam darah lebih TINGGI (10)

FARMAKOGENETIK

Seperti diketahui, enzim-enzim CYP berperan dalam METABOLISME OKSIDASI (11) sekitar 80%
obat. Tiap enzim CYP mempunyai substrat spesifik untuk berbagai macam obat, namun terkadang
untuk memetabolisme satu obat diperlukan berbagai enzim dengan tujuan agar obat, sebagai
komposisi eksogen (xenobiotik), dapat diubah menjadi POLAR (12) sehingga lebih mudah
dieliminasi dari tubuh. Disposisi dan efikasi obat juga terpengaruh oleh etnisitas, misalnya kadar
metoprolol di dalam darah etnik Cina pada umumnya LEBIH BANYAK (13) dibandingkan dengan
etnik Kaukasia, sebab memiliki satu atau dua kopi CYP2D6 * 10, yang menyebabkan metabolisme
R- dan S-metoprolol TIDAK EFEKTIF (14). Seperti diketahui, kelebihan TDM yang berorientasi
pada farmakogenetik (dengan genotyping) yaitu ? Lebih Mudah memprediksi obat diberikan (15).

OBESITAS

Parameter Faktor Fisiologik Akibat


Absorpsi Perubahan minor Data terbatas. Untuk
propanolol tidak berbeda
antara subyek kegemukan
dengan berat badan normal
Distribusi Kenaikan berat tubuh, Volume distribusi obat
kenaikan jaringan adipose, lipofilik LEBIH BESAR (16)
ukura organ, volume darah,
dan curah jantung
Metabolisme Kenaikan aliran darah Aktivitas enzim tertentu
splanchnic dan hati, jumlah (metabolisme fase 1)
sel hati, degenerasi sel BERKURANG (17).
parensim, infiltrasi lemak, Kliren obat dengan rasio
kolestasis, fibrosis, dan ekstraksi hepatik tinggi
YAYASAN ANUGERAH HUSADA BALI INDONESIA
UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
Jl. Seroja gang Jeruk, Tonja, Denpasar – Bali 80114 , Telp. (0361) 474 7770 Kode PT: 082007
e: universitasbaliinternasional@gmail.com ; w :www.unbi.ac.id

infiltrasi periportal. BERKURANG (18).


Glukuronidasi dan sulfasi
MENINGKAT (19).
Ekskresi Kenaikan ukuran ginjal, PENINGKATAN (20) kliren
kecepatan aliran darah ginjal, renal
filtrasi glomeruli dan sekresi
tubular

SOAL B

1. Apa yang disebut Gluconeogenesis ?


2. Obat apa yang paling tepat untuk mengobati Diabetes Mellitus type 1 ?
3. Apa efek glucagon terhadap glucose darah ?
4. Bagaimana prinsip pengobatan Acid Peptic Disease ?
5. Bagaimana cara kerja Antasid pada penyakit Hipersekresi HCL lambung?
6. Kenapa pemberian Proton Pump Inhibitor peroral harus diberikan dalam bentuk
enteric coated?
7. Apa yang dimaksud dengan efek Bakteriostatik suatu antibiotika?
8. Bagaimana cara kerja antibiotika Penicilin?
9. Bagaimana prinsip penanganan pasien yang menderita Cancer
10. Apa yang disebut dengan Chemotherapy?

SOAL C

KASUS

Anak KT mengalami gejala sesak napas dan demam. Keluarga pasien kemudian melakukan
pemeriksaan ke dokter. Pasien didiagnosis mengalami pneumonia dan dokter meresepkan
antibiotik X dengan signa 2x sehari. Setelah dikonsumsi selama 5 hari pasien mengalami
rasa sesak napas yang semakin berat dan saat dilarikan ke rumah sakit ditemukan ada
peningkatan kirens kreatinin.

a. Jelaskan fenomena yang terjadi pada kasus tersebut


YAYASAN ANUGERAH HUSADA BALI INDONESIA
UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
Jl. Seroja gang Jeruk, Tonja, Denpasar – Bali 80114 , Telp. (0361) 474 7770 Kode PT: 082007
e: universitasbaliinternasional@gmail.com ; w :www.unbi.ac.id

b. Mengapa pasien dapat mengalami perburukan kondisi, padahal pasien sudah


minum obat?

Selamat mengerjakan!