Anda di halaman 1dari 27

Farmakokinetika dan

Farmakodinamika Obat Golongan


Antibiotika dan Antifungi
PKPD - ANTIBIOTIK
Outline Outline

• Introduction
• Konsep concentration dependent pada
antibiotika
• Konsep Time dependent pada antibiotika
• Kelompok Time dependent with long-moderat
PAE
Introduction

• Untuk subjek yang menggunakan antibiotik,


berlaku
– MEC (minimum effective concentration)
– MTC (minimum toxic concentration)

• Untuk bakteri berlaku:


– MIC (minimum inhibitory concentration)
– MBC (minimum bactericidal concentration)
Introduction
introduction
• MIC dan MBC  data in vitro 
menggambarkan potensi antibiotik  tdk
menerangkan aktivitas antibiotik ketika
kadarnya berubah terhadap waktu
• aktivitas antibiotik konsepnya dipadukan
dengan farmakokinetik  integrasi
farmakokinetik-farmakodinamik
Introduction

• Berdasarkan integrasi konsep tsb, antibiotik


dibagi menjadi 3 kelompok
– Kelompok concentration dependent
– Kelompok time dependent
– Kelompok yg efikasinya tergantung waktu dengan
post antibiotic effect bervariasi dr moderat -
panjang
Kelompok concentration
dependent

• Aktivitas antibiotik tergantung pada kadarnya


di dalam darah
• Cara mengevaluasi aktivitas antibiotik
– Rasio Cmax/MIC
– Rasio AUC0-24 jam/MIC
Kelompok concentration
Kelompok concentration dependent dependent

• Rasio Cmax/MIC
– Potensi optimal jika kadarnya di dalam darah lebih
besar dari MIC (minimum inhibitory
concentration)  rasio Cmax/MIC = 5-10 kali
– Jika rasio lebih rendah  mikroba berkembang
menjadi resisten
– Jika rasio lebih tinggi dari 10  tolerabilitas pasien
– Fluorokuinolon bahkan memiliki rasio 150 u/
eradikasi Eschericia coli, sedangkan untuk
Pseudomonas aeruginosa rasionya 5
Kelompok concentration
Kelompok concentration dependent dependent

• Rasio AUC0-24 jam/MIC


• Eradikasi gram positif  30-50
• Eradikasi gram negatif 100-250  125-250 agar optimum
• Fluorokuinolon dan makrolida memerlukan rasio 30-40 u/
eradiokasi streptococcus pneumoniae
• Telitromisin membutuhkan rasio yg lebi besar >= 200 u/
strain yg sama
Kelompok concentration
dependent
Kelompok concentration dependent
• Kelompok ini memiliki sifat post antibiotic
effect (PAE)  antibiotik masih menimbulakn
efek meskipun kadarnya di dalam darah
berada di bawah MIC selama 6-8 jam
Kelompok concentration
dependent
Kelompok concentration dependent
Kelompok concentration
dependent
Kelompok concentration dependent
• Contoh: Aminoglikosida  PAE 2-10 jam thd
bakteri gram (-) pada studi menggunakan
hewan  krn bakteri yang terpengaruh
antibiotik lebih udah difagosit oleh leukosit
Kelompok concentration
Kelompok concentration dependentdependent

• Bagaimana dosis frekuensi pemakaian antibiotik


dg karaketer concentration dependent?

• Dosis  besar (karena aktivitasnya tergantung kadar)


• Frekuensi pemakaian  jarang (krn PAE cukup lama)
Kelompok concentration
dependent

• Dosis besar  tolerabilitas pasien  adverse effect


• Aktivitas sangat tergantung dosis
•  faktor pengganggu bioavailabilitas sangat
menentukan efikasi antibiotik concentration dependent
• Regimen dosis, faktor yg mmeperluas distribusi, atau
menghambat eliminasi  meningkatkan eradikasi
bakteria
• Antibiotik bakterisida  menjadi bakteriostatik apabila
kadar tidak mencapai seharusnya
• Contoh AB bakterisida  penisilin, sefalosporin, ,
aminoglikosida, trimethoprim+sulfonamid, nitrofuran,
metronidazol, quinolon)
Kelompok time
Kelompok dependent
time dependent
• Karakteristik:
– Aktivitas optimal jika kadarnya dlm darah selalu di
atas MIC
• Kadar dan lama antibiotik berada di atas KHM 
bervariasi  tergantung bakteri dan lokus infeksi
• Lama kadar bea laktam dan eritromisin berada di atas
MIC setidaknya 40-50% dri tiap interval pemberian
– Tidak memiliki PAE atau PAE minimal
• Sehingga bila kadarnya di bawah MIC  antibiotik tidak
berefek  bakteri berpeluang untuk tumbuh kembali
 resistensi
Kelompok time
dependent

Antibiotik dengan PAE ≥ 1.5 jam


Terhadap gram positif Terhadap gram negatif
Aminoglikosida Oksazolidon Aminoglikosida
Daptomisin Penisilin Karbapenem
Karbapenem Rifampisin Kloramfenikol
Ketolida Sulfonamid Kinolon
Kinolon Tetrasiklin Rifampisin
Kloramfenikol Tigesiklin Tetrasiklin
Klindamisin Trimetropim tigesiklin
makrolida vankomisn
Kelompok time
Kelompok dependent
time dependent
Kelompok time
Kelompok dependent
time dependent
• Misalnya amoksisilin diberikan tiap 8 jam,
maka kadarnya di dalam darah harus berada
di atas MIC setidaknya selama 4-5 jam dalam
interval 8 jam
• Bahkan u/ S pneumoniae dan H influenza
dalam otitis media atau pneumonia sebaiknya
antara 85-100% atau 7-8 jam dalam interval 8
jam
Kelompok Time dependent
with long-moderat PAE

• Efikasi tergantung pada waktu dan memiliki PAE yg


bervariasi dari moderat sampai panjang 
• regimen dosis tidak perlu dosis besar, tetapi interval
pemberian yg cukup rapat  kadar antibiotik
mencapai MIC setidaknya 50%-60% pada tiap interval
• Aktivitas antibiotik masih aktif meskipun kadarnya di
bawah MIC selama beberapa jam
• Parameter efikasi AUC24/MIC
– Contoh vankomisin butuh rasio ≥125, atau hingga 400
pada kasus2 sulit
• Kaidah regimen dosis jg harus memperhatikan ADME
Kelompok Time
Kelompok Time dependent dependent
with long-
with long-moderat PAE
moderat PAE
• Beberapa hal yg harus diperhatikan agar terapi
antibiotik mencapai target
– Identifikasi dan karakterisasi bakteri patogen,
termasuk penetapan sensitivitas dan seleksi antibiotik
yg tepat u/ eradikasi patogen tsb
– Penetapan kadar MIC atau MBC u/ bakteri patogen
– Penetapan dosis, frekuensi, jalur, dan lama pemberian
AB u/ optimasi, pencegahan kekambuhan,
meminimalkan resistensi dan adverse effect pada
pasien
– Menentuka tx suportif u/ mempercepat kesembuhan
px
Kelompok concentration
dependent

Pola aktivitas antibiotik


Klp Pola aktivitas Antibiotik Parameter

1 • Tergantung kadar • Aminoglikosida (gentamisin, amikasin, tobramisin) Cmax/MIC


• PAE panjang • Daptomisin AUC24/MIC
• Fluorokuinolon (siprofloksasin, levofloksasin,
lomefloksasin, gatifloksasin
• Ketolida (telitromisin)
• Metronidazol
2 • Tergan-tung waktu Eritromisin T>MIC
• PAE 0 atau minimal Karbapenem
Klaritromisin
Linezolid
Penisilin
Sefalosporin
3 • Tergan-tung waktu Azitromisin AUC24/MIC
• PAE moderat-panjang Klindamisin
Oksazolidinon
Tetrasiklin
Vankomisin
PKPD - ANTIFUNGI
PKPD Antifungi
PKPD - antifungi
• Konsep PKPD, antifungi dibagi menjadi
– Kelompok concentration dependent
– Kelompok time dependent
PKPD Antifungi
Karakteristik dan parameter PKPD antifungi
antifungi Tipe aktivitas PAFE Parameter
tergantung
Triazol Waktu Panjang AUC24/MIC ≥25
-Flukonazol
-Itrakonazol
- posakonazol
-ravukonazol
- vorikonazol
Poliene Kadar Panjang Cmax/MIC = 4-10
-Amfoterizin B
-Nistatin
-Natamisin
Fluzitosin Waktu Pendek T > MIC = 25%
Ekhinokandin kadar Panjang Cmax/MIC = 3-10
-Aminokandin Atau AUC24/MIC
- silofungin
-kaspofungin
PKPD Antifungi

• Gol triazol  time dependent dg PAFE


panjang  tidak perlu dosis besar 
mengurangi efek samping GI (mual, muntah,
diare), hepatotoksik, rash
• Flukonazol  gol triazol yg paling unggul 
Bioavailabilitas 100% (tdk mengalami first pass
effect)
• Flukonazol  inhibitor enzim CYP (2c9, 2C19,
3A4)  interaksi obat
PKPD Antifungi

• Golongan poliene, mirip dg aminoglikosida 


concentration dependent, bersifat nefrotoksik
• Contoh amfoterisin B  toksik pada darah 
rx infus : demam, pusing, thromboflebitis 
diatasi dg premedikasi pct dan heparin,
diberikan jg salin u/ mencegah nefrotoksik
• PAFE antifungi tidak berkaitan dg waktu paruh
– Amfoterisin B  T1/2 = 15 hari  PAFE 12 jam
– Nistatin  t ½ 5-6 jam  PAFE = 6-15 jam