Anda di halaman 1dari 11

WORKSHEET PRAKTIKUM FARMAKOTERAPI III

PRAKTIKUM II : PENYAKIT ALZHEIMER

Hari,Tanggal Praktikum : Senin, 3 Mei 2021 Oleh


KELOMPOK II / A3D FARMASI KLINIS

Dewa Gede Agung Yogastha M.Y (18021113)


Ni Made Swariyani (18021114)
Ni Putu Intan Sarasmitha Dewi (18021115)
Alma Lystia Savitri Mahayasa (18021116)
Made Floreta Asri Sanjiwati (18021117)
Ni Kadek Indira Indrayani (18021118)
Putu Sanitha Jayanti (18021119)

Dosen Pengampu: apt. Ida Ayu Manik Partha Sutema, S.Farm., M.Farm.

PROGRAM STUDI FARMASI KLINIS


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
DENPASAR
2021
WORKSHEET DISKUSI KASUS ALZHEIMER

NAMA KELOMPOK :

1. Dewa Gede Agung Yogastha M.Y (18021113)


2. Ni Made Swariyani (18021114)
3. Ni Putu Intan Sarasmitha Dewi (18021115)
4. Alma Lystia Savitri Mahayasa (18021116)
5. Made Floreta Asri Sanjiwati (18021117)
6. Ni Kadek Indira Indrayani (18021118)
7. Putu Sanitha Jayanti (18021119)

ATURAN DISKUSI
1. Buatlah kasus dibawah ini dalam format SOAP!
2. Apakah tanda dan gejala yang mengindikasikan pasien benar menderita Alzheimer?
Jawaban:
Tanda dan gejala pasien benar mengindikasikan menderita Alzheimer yaitu pasien
mengalami gejala gangguan/penurunan fungsi kognitif dan cemas. Penurunan
kemampuan kognitif menyebabkan penurunan kinerja dalam kehidupan sehari-hari.
3. Apakah faktor risiko yang menyebabkan pasien menderita Alzheimer?
4. Adakah tambahan informasi (FIR) yang kalian perlukan untuk rencana terapi
pasien?
5. Apakah tujuan terapi dari kasus dibawah ini?
6. Apakah rencana terapi yang sudah diberikan oleh dokter sudah tepat?
7. Apa terapi yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukan penggantian, atau dirubah
(change).
8. Hal apa saja yang perlu dimonitoring (efektivitas dan efek samping obat) dari kasus
pasien dibawah ini?
SOAP
PM Subjektif Objektif Terapi FIR DRP
(Problem
Medik)
Alzheimer Gejala -TD : 180/90 Donepezil 10 1. Apakah pasien pernah M1.1: Obat tidak efektif atau pengobatan
gangguan mg1 X sehari
mmHg mengalami benturan dikepala? gagal
/penurunan
fungsi kognitif -HR : 75x/menit Jawaban : Sempat jatuh dikamar P3.2 : Dosis obat terlalu tinggi
dan cemas
- RR: 20x/menit mandi I3.2 : Mengubah dosis obat
-T : 360C 2. Apakah pasien telah melalui
Berdsarkan didiagnosa mengalami
pemeriksaan MRI ATAU CT-
Alzheimer tahap 3 dengan gejala
scan pada otak?
gangguan/penurunan fungsi kognitif dan
Jawaban : Belum
cemas dimana tahap 3 menurut “Alzheimer
3. Sudah berapa lama pasien
association The Seven Stages of
mengkonsumsi obat
Alzheimer’s” termasuk kedalam Mild
donepezil?
Cognitive Decline
Jawaban : Baru pertama
Ekstrak 4. Apakah ada keluhan lain seperti M2.1: Pasien menderita ROTD bukan alergi
gingko biloba
depresi, insomnia, atau delusi? P1.3 : Kombinasi obat-obat atau obat-
Jawaban : Tidak ada data makanan tidak tepat termasuk kejadian
5. Apakah pasien memiliki riwayat interaksi obat
penyakit lain? I3.5 : Obat dihentikan
Jawaban : Tidak ada data
Menuurut Yasui-Furukori et al, 2004
6. Apakah pasien memiliki riwayat
penggunaan donepezil cholinesterase dan
DM dan pernah melakukan
gingko bioba tidak ada perbedaan signifikan
pengecekan DM?
dan tidak berdampak besar pada
Jawaban : Tidak
farmakokinetik dan farmakodinamik
7. Apakah pasien memiliki luka
donepezil.
pada bagian kepala?
Jawaban : Tidak
8. Apakah pasien sudah melakukan
PET/SPECT?
Jawaban : Belum
9. Apakah pasien sudah melakukan
neurophsycological test?
Jawaban : Belum
10. Bagaimana keadaan pasien saat
diajak berbicara?
Jawaban : Bisa menjawab namun
cenderung kurang nyambung
11. Bagaimana gaya hidup pasien?
Apakah mengkonsumsi makanan
sehat dan bergizi, olahraga
teratur, dan sering berinteraksi
dengan keluarga?
Jawaban : Tidak ada data
12. Berkaitan dengan gangguan
kecemasan, apakah hal ini
memiliki dampak terhadap siklus
tidur pasien?
Jawaban : Iya
13. Berapa dosis ginkgo biloba yang
di konsumsi pasien?
Jawaban : 300 mg

Hipertensi Lisinopril 10 M1.2 : Efek obat tidak optimal


mg 1 x 1
P1.1 : Pemilihan obat tidak tepat (bukan
untuk indikasi yang paling tepat) termasuk
penggunaan obat yang kontraindikasi
I3.1 : Mengubah jenis obat

Pasien pada kasus memiliki riwayat


Hipertensi dan diberikan terapi Lisinopril 10
1 x sehari. Penggunaan golongan ACE-I
telah benar dimana berdasarkan jurnal
“Antihypertensive drugs decrease risk of
Alzheimer disease” yang menyatkan
Penggunaan ACE-I dikaitkan dengan
pengurangan Alzhaimer dengan stage MCI
mild cognitive impairment

M1.2 (Efek obat tidak optimal)


Penurunan Ekstrak
P1.1 (Pemilihan obat tidak tepat)
Fungsi Ginko Biloba
Kognitif 300mg I3.1 : Mengubah jenis obat
1x1
Pasien pada kasus diberikan ekstrak ginko
biloba. Pemberian Ginko Biloba bersamaan
dengan Donepezil tidak memberikan efek
samping, namun juga tidak menguntungkan
(Stockley nine edition), sehingga kami
merekomendasikan terapi diganti dengan
Vitamin E yang lebih efektif untuk
pemeliharaan fungsi kognitif. Vitamin E
sebagai terapi antioksidan dengan dosis
tinggi 2000 IU perhari (Medscape, 2020)
Berdasarkan jurnal, “Antioxidant Therapies
for Alzheimer's Disease” bahwa, Pada tahun
1997, Sano et all. melaporkan bahwa pada
pasien dengan gangguan AD yang cukup
parah, pengobatan dengan α-tokoferol (2000
IU perhari) mengurangi kerusakan saraf dan
memperlambat perkembangan AD, yang
menunjukkan bahwa penggunaan α-tokoferol
dapat menunda penurunan fungsi klinis yang
penting secara klinis pada pasien AD.
M1.4 (Ada indikasi yang tidak diterapi)
P1.5 (Ada indikasi tetapi obat tidak
Gangguan
diresepkan)
Tidur Belum
diterapi
EBM :

Hansen A, R et al. Efficacy and safety of donepezil, galantamine, and rivastigmine for the treatment of Alzheimer’s disease: A systematic review and
meta-analysis. USA : Dove Medical Press
Maza,2005 Stockley’s Drug Interactions Ninth Edition
Medscape.com, 2020, Drug and Diseases. [online]. https://reference.medscape.com
Peter V.R. 2007. American Psychiatric Association practice guideline for the treatment of patients with Alzheimer's disease and other dementias.
Second edition.
Ruth Peters, et al. 2020. An investigation of antihypertensive class, dementia, and cognitive decline. USA: American Academy Of Neurology
Yazar, S. et al. Antihypertensive drugs decrease risk of Alzheimer disease. USA : Dove Medical Press
Ye Feng and Xiaochuan Wang, 2012. Antioxidant Therapies for Alzheimer's Disease.
ASSESMENT :
1. Dosis terapi obat Donezepil terlalu tinggi, namun obat masih boleh dilanjutkan dengan dosis yang lebih rendah
2. Penggunaan Ginko Biloba (herbal) dihentikan
3. Obat Hipertensi Lisinopril diganti dengan Captopril 25mg 1 x1
4. Pasien susah tidur, namun belum diterapi

PLANNING :
Terapi Farmakologi
1. Pemberian Terapi Obat Donezepil Tetap Dilanjutkan (5 mg 1 x 1 )

Berdasarkan jurnal “Efficacy and safety of donepezil, galantamine, and rivastigmine for the treatment of Alzheimer’s disease: A systematic
review and meta-analysis” dimana dikatakan bahwa donepezil lebih manjur dari pada galantamine, dan satu studi menemukan rivastigmine
lebih manjur daripada donepezil. Risiko relatif respon global menjadi lebih baik dengan donepezil dan rivastigmine dibandingkan dengan
galantamine (risiko relatif = 1,63 dan 1,42).

Sehingga pemberian pemberian Donepezil tetap diberikan namun dosis awalnya diturunkan. Dimana berdasarkan “PRACTICE GUIDELINE
FOR THE Treatment of Patients With Alzheimer’s Disease and Other Dementias dosis dimulai 5 mg/hari dan obat terus dipantau untuk
mengetahui efektivitasnya Apabila dosis tidak toleran maka ditingkatkan menjadi 10 mg per hari.
2. Ginko Biloba diganti dengan Vitamin E (2000 IU perhari)
Pemberian Ekstrak Gingko Biloba 1 x sehari dihentikan karena menurut Maza,2005 Stockley’s Drug Interactions Ninth Edition penggunaan
donezepil dengan ekstrak Gingko Biloba secara bersamaan tidak mempengaruhi aktivitas farmakokinetik atau kolinesterase donepezil, dan
fungsi kognitif tampaknya tidak berubah. Sehingga penggunaan bersamaan juga tidak bermanfaat dan merugikan. Berdasarkan jurnal,
“Antioxidant Therapies for Alzheimer's Disease” bahwa, Pada tahun 1997, Sano et all. melaporkan bahwa pada pasien dengan gangguan AD
yang cukup parah, pengobatan dengan α-tokoferol (2000 IU perhari) mengurangi kerusakan saraf dan memperlambat perkembangan AD, yang
menunjukkan bahwa penggunaan α-tokoferol dapat menunda penurunan fungsi klinis yang penting secara klinis pada pasien AD.
3. Captopril (25 mg 1 x 1)
Menurut Ruth Peters et al, penggunaan Lisinopril tidak melindungi dari kematian neuronal sehingga penggunaan lisinopril kurang tepat
sehingga Lisinopril dihentikan dan diganti dengan Captopril. Hal ini karena Captopril direkomendasikan paling banyak untuk pasien
Alzheimer dengan Hipertensi.Sehingga kami merekomendasikan obat antihipertensi Captopril dengan dosis maintenance Captopril 25 mg 1
kali sehari (Medscape,2020)
4. Gangguan Tidur Belum Diterapi
Gangguan tidur ini belum mendapatkan terapi, namun kami merekomendasikan untuk diberikan terapi non farmakologi terlebih dahulu. Apabila
setelah terapi nonfarmakologi tidak memberikan efek, maka dapat diberikan terapi farmakologi berupa obat untuk insomnia. Beberapa contoh
terapinya yaitu tidak membaca atau menonton tv saat ditempat tidur. Hal ini dapat menjadi alasan mengapa pasien mengalami susah tidur.
Terapi Farmakologi yang dapat kami merekomendasikan yaitu denfan terapi hipnotik menggunakan obat Ramelteon golongan obat agonis
melatonin yang memiliki implikasi menjanjikan untuk mengobati gangguan tidur, terutama pada orang tua yang mengidap
insomnia/gangguantidur. Dosis terapi yang dapat diberikan sesuai literatur adalah Ramelteon 8 mg per oral setiap malam menjelang tidur
(PIONAS,2015)
Terapi Non Farmaologi

1. Menggunakan pendekatan yang halus terhadap pasien


2. Menjamin rasa nyaman bila diperlukan
3. Berempati dengan masalah pasien
4. Menjalankan rutinitas sehari-hari secara tetap
5. Menyediakan lingkungan yang aman
6. Memberikan kegiatan di siang hari
7. Menghindari overstimulasi
8. Menggunakan barang-barang dekoratif yang akrab di ruang tamu
9. Menanggapi penurunan mendadak dalam fungsi dan penampilan dengan perhatian yang lebih profesional.

 MONITORING
Setelah memberikan terapi, sebaiknya pasien terus dilakukan monitoring, baik monitoring efektivitas ataupun monitoring efek samping obat yang dapat
terjadi.

 Efektivitas dan Efek Samping Obat


Efektifitas obat dapat dilihat dari monitoring nilai tekanan darah pasien yang berangsur normal

Efek Samping Obat

- ACEi(Captopril) : Efek samping yg mungkin terjadi pada pengobatan obat Hipertensi yaitu adanya batuk kering
- Donezepil : Efek samping ringan, gangguan lambung-usus (mual, muntah, diare, anoreksia, dyspepsi, konstipasi), kejang otot, dan tidak bisa
tidur.
- Antioksidan : Efek samping yang mungkin terjadi yaitu dapat menyebabkan mual, diare, keram perut, pusing tetapi jarang terjadi.