Anda di halaman 1dari 2

PRINSIP KERJA RT PCR

RT PCR memiliki prinsip kerja seperti PCR pada umumnya yaitu denaturasi, penempelan (annealing), dan
pemanjangan (extension). Hanya saja yang membedakan dengan prinsip kerja PCR lainnya adalah
adanya satu siklus tambahan yakni perubahan RNA menjadi cDNA (complementary DNA) dengan
menggunakan enzim reverse transcriptase yanh dapat mensistesis molekuk DNA secara in vitro
menggunakan templete RNA. Karena adanya penambahan proses sintesis Cdna inilah tahapan proded
PCR bertambah pula. Pada tahap pertama terjadi proses anneling untuk memasangkan primer untuk
memperpanjang segmen cDNA . setelah berbentuk segmen cDNA ini baru kemudian masuk kepada
proses PCR biasa.

Reverse transcriptase PCR (RT-PCR) dikembangkan untuk memperkuat target RNA (virus RNA seperti

HIV, HCV, dan influenza adalah contoh kunci). Pada dasarnya, metode ini memerlukan langkah awal

untuk mentranskripsikan sebagian genom RNA menjadi DNA pelengkap (cDNA) yang kemudian

diamplifikasi melalui PCR.

PCR bergantung pada enzim Taq Polymerase; RNA bukanlah substrat yang efisien untuk enzim ini.

Inilah sebabnya mengapa target yang diinginkan (jika ada) pertama-tama ditranskripsikan menjadi DNA

pelengkap (cDNA), yang kemudian dapat diperkuat.

Proses RT-PCR

Setelah RNA dilepaskan dari bahan seluler melalui ekstraksi, alikuot sampel yang diekstraksi

ditambahkan ke campuran reaksi yang mengandung enzim reverse transcriptase, primer khusus untuk

target yang diinginkan, dan nukleotida.

Jika target ada, anil primer ke untai RNA.

Enzim reverse transcriptase mensintesis untai DNA komplementer, memanjang dari primer.

Suhu dinaikkan menjadi 95o C, dan untaian RNA / DNA didenaturasi.


Suhu diturunkan, sehingga primer dapat dianil ke cDNA yang baru terbentuk.

Enzim polimerase mensintesis untai DNA baru, memanjang dari primer.

Beberapa siklus secara geometris meningkatkan jumlah salinan DNA.