Anda di halaman 1dari 36

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN BIAYA

(DOSEN : Dr. ALFIATI SILFI, SE, M.Si, Ak, CA)

“PERKEMBANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN,


KONSEP DAN PERILAKU BIAYA”

KELOMPOK 1 :
ANTO (2110246872)
JUSNALA YANTI (2110246889)
RENY NOVITASARI (2110246943)
DEBBY PURNOMO (1910246993)

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS RIAU
TAHUN 2021
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................. i


BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
BAB II PERKEMBANGAN KONSEP AKUNTANSI MANAJEMEN ..... 2
2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya,
Manajemen Biaya dan Akuntansi Manajemen ......................... 2
2.2 Perbedaan Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya,
Manajemen Biaya dan Akuntansi Manajemen ......................... 5
2.3 Sejarah Perkembangan akuntansi manajemen .......................... 9
BAB III KONSEP DAN PERILAKU BIAYA .............................................. 13
3.1 Pengertian Biaya ....................................................................... 13
3.2 Penggolongan Biaya ................................................................. 14
3.3 Konsep Relevan Range ............................................................. 23
3.4 Teknik Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel ................ 25
3.5 Manfaat Pemisahan Biaya ........................................................ 32
BAB IV PENUTUP........................................................................................ 33
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 34

i
BAB I
PENDAHULUAN

Akuntansi Manajemen adalah system akuntansi yang berupa informasi yang


hasilnya ditujukan kepada pihak-pihak internal organisasi, seperti manejer
keuangan, manejer produksi, manejer pemasaran, dan sebagainya yang digunakan
untuk pengambilan keputusan sebuah organisasi tersebut. (Rudianto, 2006:9)
Akuntansi manajemen menghasilkan informasi untuk pemakai internal.
Secara spesifik, akuntansi manajemen mengidentifikasi, mengumpulkan,
mengukur, mengklasifikasi dan melaporkan informasi yang berguna bagi manajer
dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Karena kebutuhan
informasi internal dari tiap perusahaan berbeda dan karena manajer
mengendalikan akuntan internal maka tidak ada aturan sistem akuntansi tersebut.
Setiap perusahaan dapat mengembangkan sistem akuntansi internal nya sendiri.
(Hansen dan Mowen, 2000:32)
Makalah ini akan mengajak kita untuk memahami perkembangan konsep
akuntansi manajemen, dimulai dari perbedaannya dengan akuntansi keuangan
sampai kepada sejarah perkembangan akuntansi manajemen. Pada pembahasan
selanjutnya kita akan pelajari konsep dan perilaku biaya yang dimulai dari konsep
Different cost for different purposes, perilaku biaya, serta dibagian terakhir kita
akan membahas teknik pemisahan biaya tetap dan variable.

1
BAB II
PERKEMBANGAN KONSEP AKUNTANSI MANAJEMEN

2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Manajemen Biaya


dan Akuntansi Manajemen
Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menyajikan laporan
kepada berbagai pengguna atau para pembuat keputusan baik internal
perusahaan maupun eksternal mengenai aktivitas bisnis dari suatu satu
kesatuan ekonomi (Siregar dkk, 2013). Pada umumnya akuntansi proses
yang dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan akan menghasilkan
informasi yang sangat penting dalam menentukan langkah/kebijakan bagi
para penggunanya. Efektifitas dari perjalanan sebuah perusahaan dan
organisasi tergantung kepada pengelolaan yang dilakukan oleh pihak
manajemen.
a. Akuntansi Keuangan
Menurut Kieso and Weygant (2000) Akuntansi keuangan ialah
serangkaian proses yang berujung pada penyusunan laporan keuangan
yang berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan untuk
dipakai oleh pengguna laporan keuangan baik internal ataupun
eksternal.
Menurut Don Hansen and Maryanne Mowen, Liming, Guan
(2009) Akuntansi keuangan terkait dengan menghasilkan informasi
laporan keuangan untuk pengguna informasi terutama bagi pihak
eksternal perusahaan, dimana prosesnya mengikuti aturan dan
konvensi tertentu. Sedangkan menurut Warren Reeve Fess (2008)
Akuntansi keuangan ialah pencatatan dan pelaporan data serta
kegiatan ekonomi perusahaan. Walaupun laporan tersebut
menghasilkan informasi yang berguna bagi manajer, namun hal itu
merupakan laporan utama bagi pemilik (owner), kreditor, lembaga
pemerintah dan masyarakat umum.

2
Akuntansi keuangan merupakan hal yang terpenting dalam
sebuah perusahaan. Keuangan adalah jantung dari perusahaan itu.
Akuntansi keuangan digunakan dalam menyajikan laporan kondisi
terbaru perusahaan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan
oleh pimpinan perusahaan.

b. Akuntansi Biaya
Secara pengertian Akuntansi biaya adalah suatu kegiatan atau
aktivitas berupa pencatatan, pengklasifikasian, pembuatan, hingga
pelaporan semua transaksi atau biaya yang terjadi dari proses produksi
hingga distribusi atau penjualan produk maupun jasa.
Menurut Bastian dan Nurlela (2006) Akuntansi biaya
merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfokus untuk mempelajari
mengenai cara atau metode untuk mencatat, mengukur, hingga
melaporkan informasi mengenai biaya-biaya yang digunakan selama
proses produksi.
Kehadiran akuntansi biaya dapat mengukur serta melaporkan
informasi baik yang berkaitan dengan keuangan maupun non
keuangan, yang berkaitan dengan biaya yang diperoleh serta
pemanfaatan dari sumber daya dalam sebuah organisasi.

c. Manajemen Biaya
Manajemen biaya adalah proses menemukan dan melaksanakan
suatu proyek atau pekerjaan dengan cara yang benar. Hal ini
mencakup perencanaan, estimasi, anggaran, pembiayaan, pendanaan,
pengelolaan, pengendalian, dan perbandingan antar biaya, sehingga
pekerjaan dapat selesai dalam waktu maupun anggaran yang
ditetapkan.
Menurut Don Hansen and Maryanne Mowen, Liming, Guan
(2009) sistem informasi manajemen biaya tidak ditentukan oleh
kriteria yang dipaksakan secara eksternal, namun ditentukan oleh

3
input dan proses, dimana ditetapkan oleh orang-orang di dalam
perusahaan. Sistem manajemen biaya bertujuan untuk memberikan
informasi mengenai :
- Biaya penetapan produk, jasa, dan objek lain yang menarik bagi
manajemen;
- Perencanaan dan pengendalian; dan
- Pengambilan keputusan.
Selama beberapa dekade terakhir, tekanan persaingan di seluruh
dunia, deregulasi, pertumbuhan industri jasa, dan kemajuan teknologi
informasi dan manufaktur telah mengubah sifat ekonomi dan
menyebabkan banyak perusahaan di bidang manufaktur dan jasa
industry mengubah cara mereka beroperasi. Perubahan-perubahan ini
telah mendorong pengembangan praktik manajemen biaya yang
inovatif dan relevan. Misalnya sistem akuntansi berbasis aktivitas
telah dikembangkan dan diimplementasikan di banyak organisasi.
Selain itu, focus sistem manajemen biaya telah diperluas untuk
mendukung manajer melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik
dan mengelola proses bisnis perusahaan yang digunakan untuk
menciptakan nilai pelanggan. Sebuah perusahaan dapat membangun
keunggulan kompetitif dengan memberikan lebih banyak nilai kepada
pelanggan dengan biaya lebih sedikit daripada pesaingnya, untuk itu
informasi akuntansi harus dihasilkan untuk membantu membangun
keunggulan tersebut.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen biaya :
- Kompetisi global
- Pertumbuhan industri jasa
- Kemajuan teknologi informasi
- Kemajuan dalam lingkungan manufaktur
- Orientasi pelanggan
- Pengembangan produk baru
- Manajemen kualitas total

4
- Waktu sebagai elemen kompetitif
- Efisiensi

d. Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen merupakan dua perpaduan bidang ilmu
sosial yaitu akuntansi dan manajemen. Sekalipun keduanya terlihat
memiliki perbedaan dari segi penamaan, namun kedua kata tersebut
mempunyai keterkaitan dan korelasi yang cukup signifikan dalam
menghasilkan informasi dalam perusahaan khususnya perusahaan
manufaktur.
Menurut Maryanne Mowen, Don R Hansen, and L Heitger
(2012) Akuntansi Manajemen dalam pengelolaan informasi memiliki
tiga tujuan yaitu untuk merencanakan tindakan organisasi,
mengendalikan tindakan organisasi, dan membuat keputusan yang
efektif. Tujuan akuntansi manajemen yaitu untuk menunjukkan
informasi apa yang dibutuhkan, dari mana informasi berasal,
bagaimana informasi tersebut dapat diperoleh, dan bagaimana
informasi itu dapat digunakan manajer untuk melaksanakan
tanggungjawabnya.

2.2 Perbedaan Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Manajemen Biaya


dan Akuntansi Manajemen
Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen mempunyai
perbedaan pada tujuan. Akuntansi Keuangan bertujuan untuk memberikan
informasi keuangan yang ditujukan ke pihak ketiga, sedangkan Akuntansi
Manajemen bertujuan untuk memberikan informasi dan membantu manajer
dalam membuat keputusan.
Akuntansi Keuangan mencatat dan menganalisis transaksi untuk
membuat laporan keuangan yang berdasarkan standar akuntansi, yaitu
PSAK dan untuk dipergunakan oleh pihak ketiga sebagai pembuatan
keputusan. Pihak ketiga disini adalah Bank, Pemerintah, Investor, Supplier,

5
dan lainnya. Sedangkan Akuntansi Manajemen mengukur, mencatat, dan
menganalisa laporan keuangan dan laporan non keuangan untuk membuat
strategi perusahaan. Akuntansi Manajemen memikirkan perencana kedepan
seperti strategi perusahaan yang akan diterapkan ke depan, anggaran
perusahaan sehingga informasi yang dibuat oleh akuntansi manajemen tidak
harus mempunyai standar, hanya bergantung pada kebutuhan manajer.
Jadi, akuntansi keuangan lebih pada mencatat histori kejadian
ekonomi atau apa yang sudah terjadi, sedangkan akuntansi manajemen lebih
pada membuat informasi apa yang akan dilakukan kedepannya.

Berikut perbedaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi


Manajemen :
DASAR AKUNTANSI AKUNTANSI
NO
PERBEDAAN KEUANGAN MANAJEMEN
1 Pengguna yang Pihak eksternal Pihak internal
ditargetkan
2 Dasar Penyusunan Prinsip Akuntansi Cost dan Benefit,
Laporan yang Berlaku Umum hubungannya
(pembatasan input (PABU) dengan teori
dan proses) keputusan
manajemen (tidak
memiliki badan
resmi yang
mengatur)
3 Jenis informasi Objektif dan dapat Financial dan non
diverifikasi financial serta lebih
subjektif
4 Orientasi Laporan Historis (masa lalu) Masa lalu dan
(Waktu) Orientasi masa
depan, melakukan

6
DASAR AKUNTANSI AKUNTANSI
NO
PERBEDAAN KEUANGAN MANAJEMEN
prediksi dengan
mempertimbangkan
faktor-faktornya
(ekonomi dan non
ekonomi)
5 Obyek yang diukur Fokus pada kinerja Mengevaluasi
(Derajat agregasi) perusahaan secara kinerja entitas, lini
keseluruhan, produk, departemen,
memberikan sudut dan manajer
pandang yang lebih
agregat
6 Luasnya Ringkas serta Lebih luas
berhubungan dengan mencakup aspek
perusahaan secara ekonomi manajerial,
keseluruhan (Laporan teknik industri, dan
Keuangan) manajemen ilmu
pengetahuan serta
berbagai bidang
lainnya. Bahkan
terinci untuk setiap
kegiatan, bagian,
divisi, jenis produk,
dll (laporan
Anggaran, laporan
biaya, laporan
kinerja, laporan
analisis khusus, dll)

7
Selain adanya perbedaan diantara akuntansi biaya, akuntansi
manajemen dan akuntansi keuangan, juga terdapat persamaan dan hubungan
diantara ketiga bidang akuntansi tersebut. Akuntansi keuangan dan
akuntansi manajemen merupakan pengolah informasi yang menghasilkan
informasi keuangan untuk para penggunanya, disamping itu juga berfungsi
sebagai penyedia informasi keuangan yang dijadikan sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan
Akuntansi Biaya memberikan informasi kepada akuntansi keuangan
dan akuntansi manajemen. Dimana Akuntansi biaya mengukur,
menganalisis dan melaporkan perhitungan biaya untuk akuntansi keuangan,
seperti perhitungan Harga Pokok Produksi dan biaya lain. Sedangkan untuk
Akuntansi Manajemen membutuhkan informasi HPP untuk mengetahui
berapa harga yang diterima pasar sehingga dapat menentukan margin yang
akan ditetapkan (Aditama,2018).

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Akuntansi Biaya,


Akuntansi Manajemen dan Manajemen Biaya, ketiganya memiliki
kesamaan yang saling terkait dan berhubungan satu sama lainnya. Hal ini
karena ketiganya masing-masing memiliki tujuan yang sama, yaitu
mengkomunikasikan informasi kemudian menyediakan informasi tersebut
pada Manajer atau pihak internal sebagai bahan pertimbangan/alat dalam
pengambilan keputusan demi kepentingan perusahaan dimasa yang akan
datang. Sedangkan perbedaan ketiganya adalah Akuntansi Biaya sebagai
penentu harga pokok pada suatu produk, Akuntansi Manajemen sebagai
pembuat perencanaan yang berdasar dari laporan akuntansi bagi
kepentingan manajemen, sedangkan Manajemen Biaya sebagai proses
kegiatan perusahaan yang senantiasa diikuti dengan adanya biaya.
Sedangkan Akuntansi Keuangan menghasilkan informasi untuk
kepentingan internal dan eksternal perusahaan, dan prosesnya mengikuti
aturan dan konvensi tertentu.

8
2.3 Sejarah Perkembangan akuntansi manajemen
Akuntansi yang kita kenal sekarang telah berkembang seiring dengan
zaman dan peradaban manusia. Masyarakat modern tidak dapat terlepas dari
apa yang dinamakan akuntansi. Namun, akuntansi yang telah diterapkan
sekarang, baik di perusahaan profit oriented maupun non profit oriented,
sebenarnya telah mengalami evolusi. Selama kurun waktu lebih dari enam
puluh tahun, akuntan akademisi berusaha untuk mengembalikan relevansi
antara informasi kos akunting dengan informasi akuntansi keuangan.
Akuntansi manajemen berintikan akuntansi biaya dikembangkan di USA
mulai akhir abad ke 19 dan permulaan abad 20.
Kebanyakan prosedur perhitungan harga pokok produk dan akuntansi
manajemen yang digunakan pada abad ke-20 tersebut dikembangkan antara
tahun 1880 dan 1925. Banyak perkembangan sebelumnya (sampai tahun
1914) menekankan pada perhitungan penetapan harga pokok produk pada
tingkat manajerial-menelusuri tingkat laba perusahaan ke tiap produk dan
menggunakan informasi ini untuk mengambil keputusan strategis.
Beberapa usaha untuk meningkatkan kegunaan manajerial dari sistem
biaya konvensional, dilakukan pada tahun 1950-an dan 1960-an. Para
pengguna mendiskusikan kelemahan informasi yang disediakan oleh sistem
yang dirancang untuk menyusun laporan keuangan. Akan tetapi, usaha-
usaha untuk memperbaiki sistem tersebut pada dasarnya terpusat untuk
membuat informasi akuntansi yang lebih berguna bagi penggunanya,
daripada untuk menghasilkan seperangkat informasi dan prosedur baru yang
terpisah dari sistem pelaporan eksternal.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an, banyak ditemukan bahwa praktik-
praktik akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani
kebutuhan manajerial. Beberapa pihak pihak menyatakan bahwa sistem
akuntansi manajemen yang ada sudah tidak berguna. Kalkulasi biaya produk
yang lebih akurat, lebih berguna, dan menjelaskan secara rinci penggunaan
masukan, dibutuhkan untuk memungkinkan manajer meningkatkan kualitas,
produktivitas, dan mengurangi biaya.

9
Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi karena
proses dari akuntansi manajemen akan menghasilkan informasi. Pembuat
informasi atau pengguna sistem informasi adalah manusia (bisa para
manajer, investor, pemerintah, dan user lainnya yang berkepentingan
dengan informasi tersebut). Keberhasilan suatu sistem informasi tak lepas
dari perilaku manusianya.
Akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang bertujuan
membantu manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu
perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Kehadiran
akuntansi manajemen atau sistem informasi manajemen dalam perusahaan
merupakan suatu sistem yang akan memberikan informasi kepada
manajemen untuk membantu pihak-pihak internal untuk mencapai tujuan
organisasinya.
Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen
dalam menjalankan fungsi manajemen. Misalnya, menyusun anggaran
(budget), melakukan analisis cost, volume, propit (CVP), analisis varian,
dan pemilihan sistem pembebanan biaya yang tepat untuk penentuan harga
jual. Pemilihan metode ini akan mempengaruhi keakuratan pembebanan
biaya ke produk sehingga manajer dapat dengan tepat menentukan harga
jual. Dengan demikian, dapat unggul dan bersaing dalam harga.
Dewasa ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai
ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity
based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi
manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen
mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality
management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.
Penilaian kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran.
Jika dahulu menilai kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif
keuangan, tetapi sekarang untuk mendapatkan gambaran yang lebih
komprehensif harus dari dua perspektif yang dikenal dengan istilah balanced
scorecard. Penilaian kinerja akan dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan

10
(financial) dan non financial seperti penilaian pelanggan/ customer,
pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal.
Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian
atau studi di bidang akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset
akuntansi di bidang keperilakuan. Kegagalan dalam hal pencapaian kinerja
sebenarnya akibat dari aspek keperilakuan. Perilaku (behavior) adalah
tindakan-tindakan (actions) atau reaksi (reaction) dari suatu objek atau
organisme (Jogiyanto, 2007).
Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen adalah:
1. Kemajuan teknologi informasi.
2. Implementasi metode just-in time manufacturing.
3. Meningkatnya tuntutan kwalitas dan kwantitas
4. Meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk, serta semakin
pendeknya daur hidup produk.
5. Diperkenalkannya computer-integrated manufacturig

Lingkungan ekonomi telah mensyaratkan perkembangan praktik-


praktik akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Sehingga muncul
beberapa tema baru dalam Akuntansi Manajemen, yaitu:
1. Manajemen Berdasarkan Aktivitas (Activity Based Management).
2. Orientasi pada pelanggan
3. Manajemen Kualitas Total (Total Quality Management)
4. Waktu sebagai unsur kompetitif
5. Efisiensi
6. Bisnis secara elektronik (E-business)

Konsekuensinya, sistem akuntansi manajemen atas dasar aktivitas


telah dikembangkan dan diimplementasikan di banyak organisasi. Fokus
sistem akuntansi manajemen telah diperluas agar memungkinkan para
manajer melayani dengan lebih baik kebutuhan pelanggan dan mengelola
rantai nilai perusahaan. Lebih jauh lagi, untuk mengamankan dan

11
mempertahankan keunggulan kompetitif, para manajer harus menekankan
pada waktu, kualitas, serta efisiensi, dan informasi akuntansi harus dibuat
untuk mendukung tujuan fundamental organisasi.

12
BAB III
KONSEP DAN PERILAKU BIAYA

3.1 Pengertian Biaya


Biaya memiliki berbagai macam arti tergantung maksud dari pemakai
istilah tersebut. Menurut Don Hansen and Maryanne Mowen, Liming,
Guan, biaya merupakan kas atau aset non kas yang dikorbankan untuk
menghasilkan barang dan jasa yang diharapkan membawa manfaat saat ini
atau masa depan bagi organisasi. Biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan manfaat masa depan. Dalam perusahaan yang menghasilkan
laba, manfaat masa depan biasanya berupa pendapatan.
Mulyadi membedakan pengertian biaya ke dalam arti luas dan arti
sempit antara lain sebagai berikut (Mulyadi, 2012: 3) :
Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur
dalam satuan uang, yang telah terjadi atau mungkin terjadi untuk mencapai
tujuan tertentu. Dalam arti sempit biaya merupakan bagian dari harga pokok
yang dikorbankan dalam usaha untuk memperoleh penghasilan.
Supriyono juga membedakan biaya ke dalam dua pengertian yang
berbeda yaitu biaya dalam arti cost dan biaya dalam arti expense
(Supriyono, 2011: 14).
Biaya dalam arti cost (harga pokok) adalah “jumlah yang dapat diukur
dalam satuan uang dalam rangka pemilikan barang dan jasa yang diperlukan
perusahaan, baik pada masa lalu (harga perolehan yang telah terjadi)
maupun pada masa yang akan datang (harga perolehan yang akan terjadi).
Sedangkan expense (beban) adalah “Biaya yang dikorbankan atau
dikonsumsi dalam rangka memperoleh pendapatan (revenues) dalam suatu
periode akuntansi tertentu.”
Dari definisi-definisi biaya tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
biaya adalah sumber ekonomi yang dapat diukur dengan satuan moneter
yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan.

13
3.2 Penggolongan Biaya
Penggolongan adalah proses pengelompokan atas seluruh elemen
yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu, yang lebih ringkas untuk
dapat memberikan informasi biaya yang lebih berarti (Supriyono, 2011: 16).
Informasi biaya dapat digunakan oleh manajemen untuk berbagai tujuan,
dalam menggolongkan biaya harus disesuaikan dengan
tujuan dari informasi biaya yang akan disajikan. Jika tujuan
manajemen berbeda, maka diperlukan penggolongan biaya yang berbeda
pula. Kebutuhan informasi ini mendorong timbulnya berbagai cara
penggolongan biaya sehingga dikenal dengan konsep penggolongan biaya
yang berbeda sesuai dengan tujuan yang berbeda (different cost
classifications for different purpose). Berikut ini adalah beberapa cara
penggolongan biaya yaitu :

3.2.1 Penggolongan Biaya Sesuai Dengan Tujuan Pengambilan Keputusan.


Berdasarkan tujuan pengambilan keputusan manajemen, biaya
dapat dikelompokkan ke dalam (Supriyono, 2011: 32) :
a. Biaya Relevan (relevant cost)
Biaya relevan merupakan biaya yang terjadi pada suatu
alternatif tindakan tertentu, tetapi tidak terjadi pada alternatif
tindakan lain. Biaya relevan akan mempengaruhi pengambilan
keputusan, oleh karena itu biaya relevan harus dipertimbangkan
dalam pembuatan keputusan. Biaya relevan mempunyai ciri
khusus, yaitu :
 Biaya relevan merupakan biaya masa yang akan datang
(future cost), bukan biaya masa lalu.
 Biaya yang berbeda antara dua alternatif atau lebih yang
mempengaruhi pengambilan keputusan.

14
b. Biaya Tidak Relevan (irrelevant cost)
Biaya tidak relevan merupakan biaya yang tidak berbeda
diantara alternatif tindakan yang ada. Irrelevant cost tidak
mempengaruhi pengambilan keputusan dan akan tetap sama
jumlahnya tanpa memperhatikan alternative yang dipilih. Oleh
karena itu biaya tidak relevan tidak harus dipertimbangkan
dalam pembuatan keputusan.

3.2.2 Penggolongan Biaya sesuai dengan Perilaku Biaya


a. Fixed Cost (Biaya Tetap)
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap
konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau
aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu. Biaya tetap per unit
berbanding terbalik secara proporsional dengan perubahan
volume kegiatan atau kapasitas. Semakin tinggi tingkat kegiatan,
maka semakin rendah biaya tetap per unit. Semakin rendah
tingkat kegiatan, maka semakin tinggi biaya tetap per unit.
Ilustasi :
Sebuah pabrik yang dioperasikan oleh Days
Computers,Inc., memproduksi Personal Computer (PC). Salah
satu departemen menyisipkan sebuah driver CD-ROM ke setiap
komputer. Aktivitasnya atau pekerjaanya adalah penyisipan
drive, dan aktivitasnya tergantung seberapa banyak jumlah
komputer yang diproses. Departemen mengoperasikan dua lini
produksi. Setiap lini dapat memproses hingga 10.000 komputer
per tahun. Para pekerja produksi setiap lini diawasi oleh seorang
manajer produksi yang dibayar $54.000 per tahun.
Untuk produksi hingga 10.000 unit, hanya dibutuhkan satu
manajer; namun untuk produksi antara 10.001 - 20.000 unit,
dibutuhkan dua orang manajer. Biaya pengawasan untuk

15
beberapa tingkat produksi untuk pabrik diberikan sebagai
berikut:

Langkah pertama dalam menilai perilaku biaya adalah


mendefinisikan penggerak aktivitas yang sesuai. Di dalam kasus
ini, aktivitasnya adalah jumlah komputer yang diproses.
Langkah kedua adalah mendefinisikan apa yang dimaksud
dengan relevan range, rentang di mana hubungan biaya yang
diasumsikan adalah benar. Misalnya, untuk total biaya
pengawasan $ 54.000, yang relevant range nya adalah untuk
memproses antara 1 dan 10.000 komputer. Untuk total biaya
pengawasan $108.000, kisaran relevant rangenya adalah untuk
memproses antara 10.001 - 20.000 komputer.
Perhatikan bahwa total biaya pengawasan tetap konstan
dalam kisaran yang relevan. Untuk itu misalkan, Days
Computers membayar $108.000 untuk pengawasan di
departemen terlepas dari apakah itu memproses 12.000, 16.000,
atau 20.000 komputer.
Berikan perhatian khusus pada kata-kata total dalam
definisi biaya tetap. Selagi total biaya pengawasan tetap tidak
berubah dalam kisaran yang relevan, biaya tetap unit berubah
saat tingkat penggerak aktivitas berubah. Seperti yang
ditunjukkan oleh contoh dalam tabel,biaya unit pengawasan
adalah $9 ketika 12.000 komputer diproses, dan $5,40 ketika
20.000 komputer diproses.

16
Mari kita lihat grafik perilaku biaya tetap berikut ini :

Dalam kisaran yang relevan, perilaku biaya tetap


digambarkan dengan garis horizontal. Pada 12.000 komputer
yang diproses, biaya pengawasan adalah $108.000; di 16.000
komputer diproses, pengawasan juga $108.000. Baris ini secara
visual menunjukkan bahwa biaya tetap tidak berubah karena
tingkat penggerak aktivitas bervariasi.
Dalam contoh kami untuk Days Computers, biaya
pengawasan berjumlah $108.000 untuk level apa pun output
antara 10.001 dan 20.000 komputer yang diproses. Dengan
demikian, pengawasan adalah hal yang tetap biaya, dan
persamaan biaya tetap dalam hal ini adalah F = $108,000.

Dalam hubungannya dengan perilaku biaya, maka biaya


tetap dapat digolongkan menjadi dua yaitu (Mulyadi, 1984: 58) :
 Committed fixed cost
Committed fixed cost meliputi semua biaya yang
terjadi dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau
kemampuan organisasi dalam menjalankan kegiatan
produksi, pemasaran dan administrasi. Perilaku Committed

17
fixed cost ini dapat diketahui dengan jelas dengan
mengamati biaya-biaya yang tetap dikeluarkan jika
seandainya perusahaan tidak melaksanakan kegiatan sama
sekali dan akan kembali ke kegiatan normal (misalnya
selama pemogokan buruh atau saat kekurangan bahan yang
memaksa perusahaan menutup sama sekali kegiatan
operasionalnya), dalam hal ini committed fixed cost berupa
semua biaya yang tetap dikeluarkan, yang tidak dapat
dikurangi untuk mempertahankan kemampuan perusahaan
di dalam memenuhi tujuan jangka panjangnya.
Contohnya adalah Biaya depresiasi, pajak bumi dan
bangunan, biaya sewa dan biaya asuransi.

 Discretionary fixed cost


Merupakan biaya yang timbul dari keputusan dan
penyediaan anggaran secara berkala yang secara langsung
mencerminkan kebijaksanaan manajemen. Discretionary
fixed cost sering juga disebut managed atau programmed
cost. Biaya ini tidak mempunyai hubungan tertentu dengan
volume kegiatan.
Contohnya : biaya riset dan pengembangan, biaya iklan
dan biaya pelatihan karyawan.

b. Variable Cost (Biaya Variabel)


Biaya variabel (Variable cost) adalah biaya yang jumlah
totalnya berubah secara sebanding (proporsional) dengan
perubahan volume kegiatan. Semakin tinggi volume kegiatan
atau aktivitas, maka secara proporsional semakin tinggi pula
total biaya variabel. Semakin rendah volume kegiatan, maka
secara proporsional semakin rendah pula total biaya variable.
Ilustrasi :

18
Sebagai ilustrasi, mari kita kembangkan ilustrasi Days
Computers sebelumnya. Days Computers untuk menyertakan
drive disk CD-ROM mebutuhkan biaya. biayanya adalah biaya
bahan langsung berupa disk drive dan penggerak aktivitasnya
adalah jumlah komputer yang diproses. Setiap computer
membutuhkan satu disk drive seharga $30. Total biaya disk
drive untuk berbagai tingkat produksi diberikan sebagai berikut:

Semakin banyak komputer yang diproduksi, total biaya


disk drive meningkat secara proporsional. Misalnya, karena
produksi berlipat ganda dari 8.000 menjadi 16.000 unit, total
biaya disk drive berlipat ganda dari $240.000 menjadi $480.000.
Perhatikan juga bahwa biaya unit disk drive adalah konstan.
Total biaya variabel dapat diwakili oleh persamaan linier
berikut:
Yv = VX
Dimana,
Yv = Total variable costs
V = Variable cost per unit
X = Number of units of the driver

Hubungan yang menggambarkan biaya variabel disk drive


adalah Yv = $30X, di mana X = jumlah komputer yang diproses.

19
Grafik diatas menunjukkan bahwa biaya variabel adalah
diwakili oleh garis lurus yang keluar dari titik asal. Perhatikan
bahwa pada nol unit yang diproses, total biaya variabel adalah
nol. Namun, ketika unit yang diproduksi meningkat, total biaya
variabel juga meningkat. Perhatikan bahwa total biaya variabel
meningkat sebanding dengan kenaikan dalam jumlah komputer
yang diproses (penggerak aktivitas). Tingkat kenaikan diukur
dengan kemiringan garis biaya variabel per unit.

Dalam hubungannya dengan perilaku biaya, maka biaya


variabel dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
 Engineered variable cost
Engineered variable cost adalah biaya yang antara
masukan (input) dan keluarannya (output) mempunyai
hubungan erat dan nyata. Jika masukannya berubah maka
keluarannya pun berubah secara proporsional. Contohnya
adalah biaya bahan baku.

20
 Discretionary variable cost
Hampir semua biaya variabel merupakan engineered
variable cost tetapi ada beberapa biaya variabel yang bukan
merupakan engineered variable cost, sehingga
dikelompokkan ke dalam discretionary variable cost. Hal ini
disebabkan karena biaya tersebut bersifat variabel yang
berubah sebanding dengan volume kegiatan (hubungan
yang erat), tetapi antara masukan dan keluarannya tidak
mempunyai hubungan yang nyata (bersifat artificial).
Perubahan yang sebanding itu terjadi karena pengaruh dari
kebijakan manajemen yang memutuskan demikian.
Contoh dari discretionary variable cost adalah biaya
promosi yang ditetapkan oleh manajemen berdasarkan
prosentase tertentu dari pendapatan penjualan. Apabila
terjadi kenaikan volume kegiatan promosi maka secara
sebanding (proporsional) akan terjadi kenaikan biaya
promosi, tetapi jika manajemen menaikkan biaya promosi
belum tentu akan menaikkan tingkat penjualan secara
proporsional.

c. Mixed Cost (Biaya Campuran)


Biaya campuran/semivariabel adalah biaya yang
mempunyai elemen biaya tetap dan biaya variabel di dalamnya.
Elemen biaya tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk
menyediakan jasa sedangkan elemen biaya variable merupakan
bagian dari biaya campuran yang dipengaruhi oleh volume
kegiatan. Biaya campuran jumlah totalnya berubah sesuai
dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi tingkat
perubahannya tidak proporsional atau sebanding. Semakin tinggi
volume kegiatan, semakin tinggi pula jumlah biaya campuran,
Semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah

21
biaya campuran, tetapi perubahannya tidak proporsional dengan
perubahan volume kegiatan.
Contoh biaya campuran adalah komisi penjualan.
Ilustrasi :
Seorang Karyawan bagian penjualan misalkan sales
representative dibayar dengan gaji ditambah komisi penjualan.
Misalkan Days Computers memiliki 10 karwayan sales
representative, masing-masing mendapatkan gaji $30.000 per
tahun plus komisi $50 per komputer yang terjual. Aktivitasnya
adalah penjualan, dan penggerak aktivitasnya adalah unit terjual.
Jika 10.000 komputer terjual, maka total biaya penjualan (terkait
dengan sales representative) adalah $800.000 yang merupakan
jumlah dari biaya gaji tetap $300.000 (10 × $30.000) dan biaya
variabel $500.000 ($50 × 10.000).
Persamaan linier untuk biaya campuran diberikan oleh:
Y = Fixed cost + Total variable cost
Y = F + VX
Dimana,
Y = Total cost
Untuk Days Computers, biaya penjualan diwakili oleh
persamaan berikut:
Y = $300,000 + $50X

Tabel berikut menunjukkan biaya penjualan untuk


berbagai tingkat aktivitas penjualan :

22
Grafik untuk contoh biaya campuran dapat dilihat sebagai
berikut :

Biaya campuran ditunjukan oleh garis yang memotong


sumbu vertikal (pada $300.000, untuk contoh ini) sesuai dengan
komponen biaya tetap, dan garis kemiringan merupakan biaya
variable per unit penggerak aktivitas (kemiringannya $50 untuk
contoh yang digambarkan).

3.3 Konsep Relevan Range


Rentang yang relevan (relevant range) adalah rentang keluaran di
mana asumsi hubungan biaya/keluaran berlaku. Dalam rentang yang
relevan, perilaku biaya tetap ditunjukkan dengna garis horizontal. Oleh
karena itu, meskipun jumlah biaya tetap tidak berubah saat keluaran
meningkat, biaya tetap per unit akan berubah karena biaya tetap disebar ke
lebih banyak keluaran. (Hansen & Mowen. 2009)
Rentang yang relevan adalah konsep yang menunjukkan bahwa
dalam rentang tertentu aktivitas pemicu biaya total biaya tetap dan biaya
variable perunit akan tetap sama.

23
1. Biaya tetap dalam rentang yang relevan
Contoh:
Untuk menjual 20.000 s.d 80.000 sepatu sebuah toko menyewa ruko
dengan biaya Rp.10.000.000 pertahun.

cost

10.000.000

20.000 80.000
activity
Keterangan :
a. Untuk penjualan 20.000 s.d 80.000 sepatu biaya sewa bernilai
tetap yaitu Rp.10.000.000,-
b. Bila penjualan dibawah 20.000 pc sepatu maka toko tersebut
akan memperoleh keuntungan yang lebih sedikit atau bahkan
hanya mencapai BEP
c. Bila penjualan nya diatas 80.000 pc maka toko tersebut harus
menyewa 1 ruko tambahan, sehingga biaya tetapnya akan
bertambah.

2. Biaya variable dalam rentang yang relevan


Contoh :
Untuk penjualan 20 s.d 80 unit sepatu, toko harus mengeluarkan biaya
100.000 per unit kepada pemasok.

24
cost
120.000

100.000

80.000

19 20 80 81
activity
Keterangan :
1. Penjualan 20 s.d 80 unit biaya yang harus dikeluarkan untuk
setiap unitnya Rp. 100.000
2. Syarat mendapatkan diskon dari pemasok adalah penjualan
diatas 20 unit, untuk penjualan dibawah 20 unit tidak
memperoleh diskon. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan
untuk setiap unitnya di Rp.120.000,-
3. Berdasarkan ketentuan pemasok misalnya penjualan diatas 80
unit mendapatkan diskon yang lebih besar, sehingga harga
perunitnya bisa menjadi Rp. 80.000,-

3.4 Teknik Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel


Pemisahan biaya campuran/semi variabel ke dalam biaya tetap dan
biaya variabel dapat menggunakan dua pendekatan, yaitu :
3.4.1 Pendekatan Historis (historical approach)
Pada pendekatan historis, pemisahan biaya semi variabel
menjadi elemen biaya tetap dan elemen biaya variabel dilakukan
dengan menganalisis tingkah laku biaya di masa lalu yang
berhubungan dengan volume kegiatan.
Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk pemisahan biaya
semivariabel pada pendekatan historis (Hansen Mowen, 2012: 113)
yaitu :

25
a. Metode titik terendah dan titik tertinggi ( High and Low Point
Method )
Untuk memperkirakan fungsi biaya, metode ini
mengadakan perbandingan suatu biaya pada tingkat kegiatan
dan yang paling tinggi dan terendah di masa yang lalu. Metode
ini mempunyai keunggulan berupa objektivitas. Yakni, dua
orang manapun yang menggunakan metode titik tertinggi dan
terendah pada suatu kumpulan data tertentu akan mendapatkan
jawaban yang sama. Selain itu, metode ini memungkinkan
manajer mendapatkan hubungan biaya dengan cepat hanya
dengan menggunakan dua titik data. Sedangkan kelemahannya
adalah kurang teliti dan cermat, karena hanya didasrkan pada
dua tingkatan kapasitas yang ekstrim, yaitu tertinggi dan
terendah, tingkatan kapasitas yang lain tidak dipertimbangkan.

Contoh :
Jumlah jam mesin dan biaya reparasi dan pemeliharaan
mesin
Titik tertinggi Titik Selisih
terendah
Jumlah mesin 6.000 4.000 2.000
Biaya reparasi dan 24.000.000 20.000.000 4.000.000
pemeliharaan mesin

Rp 4.000.000,00
Maka biaya variabelnya adalah = 2.000 / Jam mesin
2.000
Perhitungan elemen biaya tetap dalam biaya reparasi dan
pemeliharaan mesin adalah
Titik tertinggi Titik terendah
Biaya reparasi dan Rp.24.000.000 Rp.20.000.000

26
Titik tertinggi Titik terendah
pemeliharaan mesin yang
terjadi
Biaya reparasi dan
pemeliharaan mesin variable :
Rp. 2.000 x 6.000
Rp. 2.000 x 4.000 (Rp. 12.000.000 ) (Rp.8.000.000)

Biaya reparasi dan Rp.12.000.000 Rp.12.000.000


pemeliharaan mesin tetap

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode


titik tertinggi dan titik terendah sbb :
a. Biaya variablnya sebesar Rp.2000 per jam mesin
b. Biaya tetap sebesar Rp.12.000.000
Apabila dibuat dalam bentuk fungsi linear akan terlihat seperti
berikut ini :

Y = 12.000.000 + 2.000X
Keterangan :
Y = Biaya reparasi dan biaya pemeliharaan mesin
X = Volume kegiatan dalam jam mesin

b. Metode Scatterplot
Metode scatterplot menyangkut memeriksa scattergraph (
gambar yang menunjukkan jumlah biaya gabungan pada
berbagai tingkat kegiatan dan memilih dua titik yang paling
terlihat baik mewakili hubungan antara biaya dan kegiatan.
Karena dua titik menentukan satu garis, dua titik terpilih dapat
digunakan untuk menentukan perpotongan dan kemiringan pada

27
garis, dimana garis tersebut berada. Perpotongan mengestimasi
komponen biaya tetap dan kemiringan merupakan estimasi dari
biaya variable per unit kegiatan. Metode scatterplot merupakan
cara yang baik untuk mengidentifikasi nolinieritas, adanya titik
diluar garis, dan adanya pergeseran pada hubungan biaya.
Keunggulan penting dari metode scatterplot metode ini
memeriksa data secara visual. Kelemahannya adalah metode ini
bersifat subjektif.
Contoh soal
Disediakan table sbb :
Bulan Paket yang dikirim Total biaya pengiriman
1 10 800
2 20 1.100
3 15 900
4 12 900
5 18 1.050
6 25 1.250
Disini kita pilih garis yang terbaiknya adalah melalui titik 1dan
titik 4 :
Titik 1 = 10 = 800
Titik 4 = 12 = 900

28
(y2-x2) (900-800) 100
V = = = = 50
(y1-x1) (12-10) 2

Total biaya campuran - biaya variabel


F =

= 900 - (50x12)
= 300

Rumus biaya nya : Y=F+VX


Y =300+50X

c. Metode Kuadrat Terkecil ( Least Square Method)


Metode kuadrat terkecil merupakan metode statistic untuk
mengestimasi biaya variable yang terjadi. Metode ini
menganggap hubungan antara biaya dan volume kegiatan
berbentuk garis lurus, yaitu dengan persamaan Y = a + bx,
dimana Y merupakan variable tidak bebas (dependent variable)
yaitu variable yang perubahannya ditentukan oleh perubahan
pada variable X yang merupakan variable bebas (independent
variable). Variable Y menunjukkan biaya sedangkan variable X
menunjukkan volume kegiatan.
Keunggulan metode ini ialah sifatnya yang objektif karena
memakai semua data atau n dalam menaksir biaya. Selain itu
karena metode ini merupakan metode statistic dengan ketetapan
yang tinggi hasil analisis regresi inilah yang digunakan dalam
pemisahan biaya semi variabel.
Didalam prsamaan tersebut a menunjukkan unsur
biaya tetap dari variable y, sedangkan b menunjukkan unsur

29
biaya variable. Rumus perhitungan nilai a dan b adalah sebagai
berikut :

Contoh :
Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin perbulan dalam tahun
200x adalah seperti yang tercantum dalam table berikut. Dalam
table tersebut, y menunjukkan jumlah biaya reparasi dan
pemeliharaan dalam ribuan rupiah dan x adalah jumlah
mesinnya.

Penyelesaian :

30
12 x 47.800.000 - 66.000 x 8.400
b =
12 x 380.000.000 - (66.000)²

19.200.000
b =
204.000.000

b = 0,0941

8400 - 0,0941 X 66.000


a =
12
a = 182,3529

Jadi biaya reparasi dan pemeliharaan tersebut terdiri dari :


a. Biaya variael sebesar Rp. 94,11 per jam mesin
(0,0941x1.000)
b. Biaya tetap sebesar Rp. 182.352,94 per bulan (
182,352x1.000)

Bila dinyatakan dalam fungsi linear, maka persamaannya adalah


Y=182.353+94X

3.4.2 Pendekatan Analitis (analitic approach)


Pada pendekatan analitis sering diadakan kerja sama antara para
ahli teknik dan administrasi dalam menentukan pentingnya fungsi
biaya tersebut, serta metode pelaksanaan pekerjaan yang paling efisien
dan jumlah biaya bersangkutan dengan melaksanakan pekerjaan
tersebut pada macam-macam tingkat kegiatan. Perbedaannya dengan
pendekatan historis adalah bahwa dalam pendekatan analitis fungsi
biaya ditentukan dengan cara melakukan penyelidikan terhadap
pekerjaan tersebut. Sedangkan dengan pendekatan historis untuk
menentukan fungsi biaya digunakan data dimasa lampau, sehingga
ada kemungkinan ketidakcocokan dengan keadaan yang diharapkan
dimasa akan datang.

31
3.5 Manfaat Pemisahan Biaya
a. Mengetahui besar biaya tetap dan biaya variable yang dikelurkan oleh
pihak perusahaan dalam menghasilkan produk untuk pengambilan
keputusan jangka pendek.
b. Dapat menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengendalian
biaya khususnya biaya semi variable, dimana dalam penentuan harga
pokok produksi hany memasukkan biaya yang bersifat variable saja
sehingga dapat menambah laba kontribusi bagi perusahaan.
c. Dapat mengetahui berapa besar biaya variable perunit dan berapa
besar biaya tetap pertahun atau perbulan.

32
BAB IV
PENUTUP

Demikian pembahasan perkembangan konsep akuntansi manajemen, serta


konsep dan perilaku biaya yang bisa kami sajikan dalam makalah ini. Semoga
dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan kita serta memberikan
perspektif yang luas terhadap akuntansi manajemen dan perilaku biaya.
“Tak Ada Gading Yang Tak Retak” , untuk itu demi kesempurnaan
makalah ini, saran dan masukan serta diskusi lebih lanjut terkait pembahasan yang
ada dalam makalah ini sangat diharapkan. Kepada Allah SWT kami panjatkan
rasa syukur serta kepada dosen Ibu Dr. Alfiati Silfi, SE, M.Si, Ak, CA serta
rekan mahasiswa Magister Akuntansi Angkatan 30 kami ucapkan terima kasih.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

33
DAFTAR PUSTAKA

Bastian Bustami & Nurlela. 2006. Akuntansi Biaya : Kajian Teori dan Aplikasi.
Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu
Don R. Hansen, Maryanne M Mowen, Liming, Guan. 2009. Cost Management, 6th
edition. Thomson-SouthWestern.
Kieso, Weygandt, dan Warfield. (2008). Akuntansi Intermediate, Edisi Kedua
Belas, Jakarta : Salemba Empat.
Maryanne M Mowen, Don R Hansen, Dan L Heitger, 2012. Cornerstones of
Mangerial Accounting, 5th edition. Southwestern-Cengage Learning.
Siregar, Baldric. Suripto, Bambang. Widodo Lo, Eko. Hapsoro, Dodi & Biyanto,
Frasto. 2013. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
Warren, Reeve, dan Fess. (2008). Pengantar Akuntansi, Edisi Dua Puluh Satu,
Jakarta: Salemba Empat.
Atkinson, Anthony A. et al. 2012. Management accounting : information for
decision making and strategy execution, 6th Edition. New york
Blocher, E.J., David Stout, Gary Cokins, (2010), Cost Management: A Strategic
Emphasis, 5th Edition, Jakarta: Salemba Empat. Diterjemahkan oleh David
Wijaya.
Charles T. Horngren. et al. 2006. Akuntansi Biaya, Jakarta: Erlangga.

34