Anda di halaman 1dari 49

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG IV GOLONGAN II


PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2021

OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN PERBEKALAN


FARMASI DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI (BMHP)
DI UPT PUSKESMAS RAKUMPIT

DISUSUN OLEH :
NAMA : JATI NUGRAHA, A.Md, Farm
NIP : 19920730 2020121 015
ANGKATAN : VI
KELOMPOK :I

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG IV GOLONGAN II

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

TAHUN 2021

OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN PERBEKALAN

FARMASI DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI (BMHP)

DI UPT PUSKESMAS RAKUMPIT

DISUSUN OLEH :

NAMA : JATI NUGRAHA, A.Md, Farm

NIP : 19920730 2020121 015

ANGKATAN : VI

KELOMPOK :I

SETUJU UNTUK DISEMINARKAN TANGGAL 6 SEPTEMBER 2021

MENTOR COACH,

YUNEDI, SKM Dr. SUCIE, S.Pd., M.Pd


NIP. 19750621 199603 1 003 NIP. 19650328 198503 2 002

i
,

LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG IV GOLONGAN II

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

TAHUN 2021

OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN PERBEKALAN

FARMASI DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI (BMHP)

DI UPT PUSKESMAS RAKUMPIT

DISUSUN OLEH :

NAMA : JATI NUGRAHA, A.Md, Farm

NIP : 19920730 2020121 015

ANGKATAN : VI

KELOMPOK :I

TELAH DISEMINARKAN TANGGAL 6 SEPTEMBER 2021

MENTOR, PENGUJI, COACH,

YUNEDI, SKM ii
NAMA PENGUJI Dr. SUCIE, S.Pd., M.Pd
NIP. 19750621 199603 1 003 NIP. 000000000000000000 NIP. 196503281985032002
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-

Nya penulis mampu menyelesaikan tugas Rancangan Aktualisasi yang

berjudul “Optimalisasi Pengelolaan dan Penyimpanan Perbekalan Farmasi

dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di UPT Puskesmas Rakumpit”.

Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih yang sedalam-

dalamnya kepada:

1. Orangtua yang senantiasa memberikan dukungan baik moril maupun

material kepada penulis setiap saat sehingga penulis memiliki kekuatan

dalam menyelesaikan semua kewajiban penulis pada masa pelatihan

dasar CPNS.

2. Dr. Sucie, S.Pd., M.Pd selaku coach yang senantiasa dengan sabar,

cermat, teliti dan sepenuh hati membimbing penulis dalam menyusun

rancangan aktualisasi ini.

3. Bapak Yunedi, SKM, sebagai mentor yang telah banyak membantu dalam

memberikan saran dan masukan mengenai kegiatan aktualisasi dalam

pelaksanaan di instansi.

4. Teman-teman yang saya banggakan, rekan seperjuangan Angkatan VI

yang telah memberikan dukungan semangat dan inspirasi selama penulis

menjalani pelatihan dasar CPNS ini.

Selama penyusunan Rancangan Aktualisasi ini, tidak sedikit hambatan

yang dihadapi oleh penulis. Namun dengan penuh kesabaran, kerja keras,

iii
dan pertolongan Tuhan akhirnya Rancangan Aktualisasi ini dapat

diselesaikan.

Semoga Rancangan Aktualisasi ini dapat menjadi panduan dalam

pelaksanaan aktualisasi di instansi. Saya sadar bahwa Rancangan

Aktualisasi ini masih memiliki banyak kekurangan dan juga jauh dari

sempurna. Untuk itu, saya memohon masukan dari para pembaca demi

perbaikan di masa yang akan datang.

Palangka Raya, September 2021

Penulis

Jati Nugraha, A.Md., Farm

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN .............................................................................. i


LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ........................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1
1.2 Identifikasi Isu......................................................................... 3
1.3 Maksud dan Tujuan ................................................................ 3
1.4 Manfaat .................................................................................. 5
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI .............................................. 6
2.1 Profil UPT Puskesmas Rakumpit ........................................... 6
2.2 Visi Misi UPT Puskesmas Rakumpit .................................... 14
2.3 Struktur Organisasi............................................................... 15
2.4 Nilai Organisasi .................................................................... 16
2.5 Role Model ........................................................................... 16
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ..................................................... 17
3.1 Nilai-Nilai Dasar PNS ........................................................... 17
3.1.1 Akuntabilitas .............................................................. 17
3.1.2 Nasionalisme............................................................. 18
3.1.3 Etika Publik ............................................................... 18
3.1.4 Komitmen Mutu ......................................................... 19
3.1.5 Anti Korupsi ............................................................... 20
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ............................. 21

v
3.2.1 Pelaksana Kebijakan................................................. 21
3.2.2 Pelayan Publik .......................................................... 21
3.2.3 Perekat dan Pemersatu Bangsa ............................... 22
3.3 Rancangan Aktualisasi ......................................................... 23
3.3.1 Identifikasi Isu ........................................................... 23
3.3.2 Teknik Analisis Isu .................................................... 24
3.3.3 Gagasan Kreatif Penyelesaian Isu ............................ 26
3.3.4 Tahapan Penyelesaian Isu ...................................... 26
3.3.5 Tabel Matrik Rancangan Aktualisasi ......................... 27
3.4 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi .......................................... 39
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 40

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel Data Kelurahan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas

Rakumpit ..................................................................................... 9

Tabel 3.1 Pemilihan Isu Kriteria APKL ......................................................... 25

Tabel 3.2 Matrik Rancangan Aktualisasi ...................................................... 27

Tabel 3.3 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi .................................................. 46

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 UPT Puskesmas Rakumpit ......................................................... 6

Gambar 2 Peta Kecamatan Rakumpit ......................................................... 8

Gambar 3 Bagan Alur Pelayanan UPT Puskesmas Rakumpit ..................... 11

Gambar 4 Denah Bangunan UPT Puskesmas Rakumpit ............................ 13

Gambar 5 Struktur Organisasi Puskesmas Rakumpit .................................. 15

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang

Aparatur Sipil Negara dan merujuk pada ketentuan Pasal 63 ayat (3)

dan ayat (4) UU ASN, Calon Pegawai Negeri Sipil wajib menjalani masa

percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi

untuk membangun integritas moral, kejujuran, karakter kepribadian

yang unggul, profesional, kompeten dan bertanggung jawab serta

semangat nasionalisme. Lembaga Administrasi Negara menerjemahkan

amanat UU ASN tersebut dalam bentuk Pedoman Pelatihan yang

tertuang dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara

Nomor 93 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan

Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Pelatihan tersebut memadukan

pembelajaran klasikal dan nonklasikal di tempat pelatihan dan di tempat

kerja sehingga peserta mampu menginternalisasi dan

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu ANEKA

(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti

Korupsi) serta menjadikan kebiasaan (habituasi) agar manfaatnya dapat

dirasakan oleh masyarakat dan institusi.

Menurut Permenkes No.74 tahun 2016 bahwa Pelayanan

Kefarmasian di Puskesmas merupakan suatu kesatuan yang tidak


1
dapat dipisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan

penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi

masyarakat. Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas meliputi

standar Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai

dan Pelayanan Farmasi Klinik.

Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai di

UPT Puskesmas Rakumpit kurang optimum dikarenakan beberapa

kendala meliputi adanya revisi SOP dalam penyimpanan obat secara

First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO) dan

pembuatan SOP penyimpanan obat High Alert Medication (HAM), Look

Alike Sound Alike (LASA), belum lenkapnya kartu stok di almari

penyimpanan obat ruang farmasi, belum tersusun rapi secara alfabetis,

dan belum adanya pendistribusian obat di ruang tindakan. Pengelolaan

sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai yang kurang optimum

secara langsung berpengaruh terhadap keselamatan pasien (patient

safety) sehingga perlu dilakukan pengelolaan sediaan farmasi dan

bahan medis habis pakai sesuai standar untuk menjaga mutu sediaan

farmasi dan bahan medis habis pakai. Oleh sebab itu, diperlukan upaya

peningkatan pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai

di UPT Puskesmas Rakumpit.

2
1.2 Identifikasi Isu
Isu-isu masalah yang ada di UPT Puskesmas Rakumpit adalah

sebagai berikut:

1. Kurang optimalnya pengelolaan dan penyimpanan perbekalan

farmasi dan BMHP.

2. Kurangnya pengawasan perbekalan farmasi dan BMHP di ruang

tindakan.

3. Kurangnya kontribusi dari tenga medis lainnya dalam menyikapi

perbekalan farmasi dan BMHP.

1.3 Maksud dan Tujuan


Adapun tujuan aktualisasi nilai dasar ASN sebagai Asisten

Apoteker di UPT Puskesmas Rakumpit adalah sebagai berikut.

1. Tujuan Umum

a. Meningkatkan mutu diri sebagai pelayan publik yang menjunjung

tinggi nilai-nilai dasar profesi PNS

b. Membentuk profesionalisme sebagai pelayan publik

c. Memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar profesi PNS

yang mencakup ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika

publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi)

d. Mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka

NKRI

3
e. Mampu menerapkan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam kegiatan

di tempat kerja

2. Tujuan Khusus

a. Mendalami Isu kurang optimumnya pengelolaan sediaan farmasi

dan bahan medis habis pakai di UPT Puskesmas Rakumpit

b. Melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai output yang

telah ditetapkan yang dilandasi nilai-nilai dasar PNS dan nilai-

nilai kedudukan dan peran fungsi PNS dalam NKRI

c. Mengaitkan kontribusi output kegiatan terhadap visi misi

organisasi

d. Mengaitkan kontribusi output terhadap penguatan nilai-nilai

organisasi

e. Mendeskripsikan dampak positif (manfaat) kegiatan-kegiatan

inisiatif yang telah dilakukan dalam rangka memecahkan isu, baik

level individu, unit kerja maupun organisasi

f. Menganalisis dampak apabila nilai-nilai dasar PNS tidak

diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas jabatannya

g. Mendeskripsikan upaya menjaga keberlangsungan kegiatan

(habituasi)

4
1.4 Manfaat
Adapun manfaat aktualisasi nilai dasar ASN sebagai Asisten

Apoteker di UPT Puskesmas Rakumpit adalah sebagai berikut :

1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Meningkatkan pemahaman dan

mampu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN serta peran

dan kedudukan ASN sebagai landasan dalam menjalankan tugas

dan fungsinya di unit kerja.

2. Bagi Instansi optimalnya pengelolaan perbekalan farmasi dan BMHP

sehingga dapat menjamin kualitas mutu yang baik untuk pasien

sesuai dengan visi, misi, dan tata nilai puskesmas, serta membantu

dalam meningkatkan akreditasi puskesmas.

3. Bagi pasien/masyarakat dengan adanya pengelolaan dan

penyimpanan perbekalan farmasi dan BMHP yang baik, maka

masyarakat akan mendapatkan kualitas mutu yang aman dalam

penggunaannya secara tepat.

5
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

2.1 Profil UPT Puskesmas Rakumpit

Gambar 1. UPT Puskesmas Rakumpit

UPT Puskesmas Rakumpit adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas

Kesehatan Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah yang

bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan yang berada di

Wilayah kerjanya. Adapun upaya kesehatan di Puskesmas terdiri dari

upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan.

Upaya kesehatan wajib adalah promosi kesehatan, kesehatan

lingkungan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan

gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular,

serta pengobatan. Sedangkan upaya kesehatan pengembangan

6
diantaranya, upaya kesehatan sekolah, upaya kesehatan gigi dan

mulut, upaya kesehatan jiwa, upaya kesehatan lanjut usia dan lain-lain.

Upaya kesehatan laboratorium (medis dan masyarakat), upaya

pencatatan dan pelaporan tidak termasuk pilihan karena merupakan

pelayanan penunjang dari setiap upaya kesehatan wajib dan upaya

kesehatan pengembangan. Upaya Kesehatan di Indonesia diarahkan

untuk peningkatan mutu, dan kemudahan pelayanan kesehatan yang

terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka

meningkatkan status kesehatan masyarakat. Keberhasilan

pembangunan dalam bidang kesehatan dapat diukur dalam bidang

melalui angka kesakitan dan kematian, peningkatan pelayanan ibu dan

anak, pelayanan keluarga berencana, pencapaian sasaran, imunisasi

dan penyedian obat-obatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat,

penyedian tenaga kesehatan yang mencukupi, peningkatan status gizi

terutama gizi bayi, balita, ibu hamil dan menyusui serta peningkatan

mutu lingkungan.

7
Gambar 2. Peta Kecamatan Rakumpit
Puskesmas Rakumpit berdiri pada tahun 2007, dengan luas

tanah, 1.200 m2 terletak di Keluahan Mungku Baru jalan Rakumpit

Raya Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya dengan luas Wilayah

Kecamatan 59.000 Km2, terdiri dari 7 Kelurahan dengan jumlah

penduduk 3.689 jiwa, 874 KK. Sebelum jadi kecamatan pemekaran,

Rakumpit dulunya masuk wilayah kecamatan Bukit Batu dan

8
Puskesmas Pembantu Mungku Baru adalah cikal bakal Puskesmas

Rakumpit dan memiliki induk Puskesmas Tangkiling Kecamatan Bukit

Batu saat itu.

Tabel 2.1 Data Kelurahan di wilayah kerja UPT Puskesmas Rakumpit


No. Kelurahan Kriteria Desa Jarak Keterangan
kelurahan ke
Puskesmas
1. Mungku Baru Sangat Terpencil ± 0 km Jalur
Sungai
2. Bukit Sua Sangat Terpencil ± 7 km Jalur
Sungai
3. Petuk Barunai Sangat Terpencil ± 19 km Jalur
Sungai
4. Panjehang Sangat Terpencil ± 25 km Jalur
Sungai
5. Gaung baru Sangat Terpencil ± 27 km Jalur
Sungai
6. Pager Terpencil ± 30 km Jalur Darat
7. Petuk Bukit Terpencil ± 35 km Jalur Darat

Puskesmas Rakumpit termasuk Puskesmas kategori daerah

terpencil dan tidak diminati di Wilayah Kota Palangka Raya. Waktu

tempuh yang dibutuhkan dari kota Palangka Raya menuju Puskesmas

Rakumpit yaitu ±80 Km atau selama 2 jam dengan mobil (sampai

pelabuhan Takaras), kemudian dilanjutkan 30-45 menit dengan

speedboat (dari pelabuhan Takaras ke Puskesmas Rakumpit). Daerah

kerja wilayah Rakumpit sebagian besar berada di daerah aliran sungai.

9
Sejak di bangun hingga sekarang petugas kesehatan Puskesmas

Rakumpit terus mengalami penurunan dari 30 an pegawai menjadi 20

an orang akibat mutasi ke Puskesmas tengah Kota Palangka Raya dan

lebih dari 80% pegawai baru PNS/CPNS yang ditempatkan di Rakumpit

ingin mengundurkan diri/pindah tempat tugas ke tengah kota Palangka

Raya karena ke Puskesmas Rakumpit memerlukan dana yang cukup

besar. Dalam menghadapi berbagai permasalahan kekurangan SDM

dan kondisi geografis yang sulit hingga saat ini Puskesmas Rakumpit

terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada

masyarakat dan dengan fasilitas dan keterbatasannya berusaha

semampu daya untuk tetap melaksanakan program-program yang ada

sehingga tetap dapat berjalan sesuai aturan yang ada sehingga

masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Puskesmas Rakumpit terletak di Jalur Sungai dan berada di

Ujung Utara wilayah Kota Palangka Raya dengan batas- batas wilayah

kerja sebagai berikut :

 Sebelah Utara : Kab.Gunung Mas

 Sebelah Timur : Kab.Pulang Pisau

 Sebelah Barat : Kab.Katingan

 Sebelah Selatan : Kec.Bukit Batu

Wilayah Kerja Puskesmas Rakumpit meliputi satu kesatuan,

meliputi faktor jumlah penduduk, luas wilayah, keadaan geografis dan

10
keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam

menentukan wilayah kerja Puskesmas

Cakupan Wilayah :

1. Jumlah Penduduk Mungku Baru : 742 Jiwa

2. Jumlah Penduduk Bukit Sua : 206 Jiwa

3. Jumlah Penduduk P.Barunai : 695 Jiwa

4. Jumlah Penduduk Panjehang : 269 Jiwa

5. Jumlah Penduduk Gaung Baru : 267 Jiwa

6. Jumlah Penduduk P.Bukit : 1224 Jiwa

7. Jumlah Penduduk Pager : 386 Jiwa

Total : 3.789 jiwa

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, Puskesmas

Rakumpit memiliki alur pelayanan yang ditunjukkan dari Gambar 3.

Gambar 3. Bagan Alur Pelayanan UPT Puskesmas Rakumpit.

11
Puskesmas Rakumpit memiliki denah bangunan untuk

mempermudah masyarakat untuk menuju poli atau ruangan yang

hendak didatangi, berikut gambar denah bangunan UPT Puskesmas

Rakumpit.

12
Gambar 4. Denah Bangunan UPT Puskesmas Rakumpit

13
2.2 Visi Misi UPT Puskesmas Rakumpit
1. Visi

Visi Puskesmas Rakumpit adalah “Pelayanan Bermutu Untuk

Masyarakat Rakumpit Sehat”

2. Misi

Misi Puskesmas Rakumpit adalah :

a. Meningkatkan peran serta masyarakat di bidang kesehatan

b. Meningkatkan profesionalisme staf puskesmas

c. Meningkatkan peran serta lintas sektor di bidang kesehatan

d. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan

14
2.3 Struktur Organisasi

Gambar 5. Struktur Organisasi UPT Puskesmas Rakumpit

15
2.4 Nilai Organisasi
Tata nilai puskesmas rakumpit adalah HAPAKAT.

HAPAKAT adalah singkatan dari :

H : Harmonis

A : Adil

P : Peduli

A : Aman

K : Kerjasama

A : Akuntabel

T : Tulus

2.5 Role Model


Role model adalah panutan atau teladan yang patut ditiru (baik

dicontoh) dalam sifat dan perbuatan. Dalam hal ini role model bagi

saya adalah Kepala Puskesmas Rakumpit yaitu Bapak Yunedi, SKM.

Beliau merupakan sosok yang dapat menempatkan diri dimana,

kapan dan bagaimana situasi yang ada. Beliau tetap berwibawa tanpa

membuat batas antara atasan dan bawahan. Beliau adalah sosok

yang ramah, bersahabat dan menjadi penengah. Kedisiplinan beliau

menunjukkan sikap aparatur sipil negara yang berintegritas dan

penerapan nilai-nilai dasar ANEKA dalam kehidupan sehari-hari. Oleh

karena itu, beliau merupakan figur yang cocok dijadikan role model.

16
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Nilai-Nilai Dasar PNS


Pegawai Negeri Sipil sebagai pelayan publik harus bekerja

dengan profesional dan berintegritas untuk memberikan pelayanan

yang terbaik bagi masyarakat. Hal ini tentunya tidak lepas dari fungsi

ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat

dan pemersatu bangsa. Dalam pelayanan publik khususnya dalam

memberikan pelayanan kesehatan diharapkan selalu menerapkan

nilai-nilai ANEKA yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.

3.1.1 Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban

yang harus dicapai. Aspek-aspek akuntabilitas mencakup

beberapa hal berikut yaitu akuntabilitas sebagai sebuah

hubungan, akuntabilitas berorientasi pada hasil, akuntabilitas

membutuhkan adanya laporan, akuntabilitas memerlukan

konsekuensi serta akuntabilitas memperbaiki kinerja.

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens,

2007), yaitu: 1) untuk menyediakan kontrol demokratis (peran

demokrasi), 2) untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan

kekuasaan (peran konstitusional), dan 3) untuk meningkatkan

efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

17
PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu

mengambil pilihan tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak

terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan

konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

3.1.2 Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang

meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai

bangsa lain sebagaimana mestinya. Dalam arti luas,

nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar

terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa

lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau

paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan

tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

3.1.3 Etika Publik


Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku

serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna

menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup

cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu

membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan

apa yang seharusnya dilakukan sesuai nila-nilai yang dianut

(Catalano, 1991).

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum

dalam undang- undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :

1. Memegang teguh Ideologi Pancasila

18
2. Setia dan mempertahankan UUD Negara Republik

Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah

3. Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia

4. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak

5. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian

6. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif

7. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur

8. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada

publik

9. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan

program pemerintah

10. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,

cepat, tepat, akurat berdaya guna, berhasil guna, dan santun

11. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi

12. Menghargai komunikasi, konsultasi dan Kerjasama

13. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja

pegawai

14. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan dan

15. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang

demokratis sebagai perangkat sistem karier.

3.1.4 Komitmen Mutu


Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau

pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk

menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang apapun yang menjadi

19
tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan

secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada

stakeholder. Komitmen mutu merupakan tindakan untuk

menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang

berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan

pelayanan publik.

Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) terdiri

atas kegiatan perbaikan berkelanjutan yang melibatkan setiap orang

dalam organisasi melalui usaha yang terintegrasi secara total untuk

meningkatkan kinerja. Nilai-nilai dasar orientasi mutu antara lain:

komitmen pada kepuasan customers, cepat, tepat, ramah, melayani

dengan hati, melindungi dan mengayomi, serta perbaikan

berkelanjutan.

3.1.5 Anti Korupsi


Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang

artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering

dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, karena dampaknya

yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang

lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih

luas. Kerusakan tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang

pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang. Nilai-

nilai dasar anti korupsi antara lain: Jujur, Peduli, Mandiri,

Disiplin, Tanggung jawab, Kerja keras, Sederhana, Berani dan

Adil.

20
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Kedudukan dan peran PNS dalam NKRI antara lain sebagai

pelaksana kebijakan, pelayan publik serta perekat dan pemersatu

bangsa.

3.2.1 Pelaksana Kebijakan


ASN sebagai pelaksana kebijakan pemerintah harus

menerapkan kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan merupakan

suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan

peraturan dari tempat bekerja baik tertulis maupun tidak tertulis.

Kedisiplinan merupakan modal yang penting dan harus dimiliki

oleh ASN karena hal tersebut berkaitan dengan pemberian

pelayanan kepada publik

Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53

tahun 2010 tentang Disiplin PNS yang memuat tentang

kewajiban, larangan, dan hukuman disiplin PNS serta tata cara

pelaksanaan pemanggilan, pemeriksaan, penjatuhan, dan

penyampaian keputusan hukuman disiplin. PNS sebagai aparat

pemerintah dan abdi masyarakat diharapkan selalu siap

menjalankan tugas yang telah menjadi tanggung jawab dengan

baik.

3.2.2 Pelayan Publik


Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang

Pelayanan Publik mengamanatkan: Pelayanan Publik adalah

kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan

21
kebutuhan pelayanan sesuai dengan Peraturan perundang-

undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,

jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh

penyelenggara Pelayanan Publik.

Prinsip-prinsip pelayanan publik antara lain:

kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi,

keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan

prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan dan

keramahan, kenyamanan.

3.2.3 Perekat dan Pemersatu Bangsa


Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan

sebuah frame dan cara pandang seluruh elemen bangsa dalam

memahami kesatuan dan persatuan bangsa di segala aspek,

termasuk aspek pemerintahan. Cara pandang ini diperlukan

karena tidak terlepas dari karakteristik keberagaman Indonesia

yang ada.

Di dalam tubuh pemerintahan, keberagaman juga

menjadi warna sektor yang relatif berbeda satu sama lain.

Perbedaan antar sektor secara alami mendorong adanya

perbedaan visi dan orientasi masing-masing sektor. Aparatur

Sipil Negara (ASN) sebagai aparatur penyelenggara negara

sudah seharusnya menjadi motor penggerak persatuan dan

kesatuan serta menjadi contoh bagi warga bangsa dalam

mencapainya.

22
Whole of Government (WOG) pada dasarnya adalah
sebuah pendekatan fungsi dalam ruang lingkup koordinasi yang
lebih luas guna mencapai tujuan bersama dalam pembangunan
kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Cara melaksanakan WOG :
1. Respon pemerintah terintegrasi
2. Menghilangkan sekat sektoral
3. Kerjasama antar instansi pemerintah
4. Kolaborasi
5. Koordinasi
6. Sinergitas
WOG bertujuan memberikan fondasi dan nilai

fundamental kepada ASN mengenai pentingnya merumuskan

tujuan bersama, menyiapkan upaya-upaya bersama (kolaborasi

lintas sektor) dalam mencapai tujuan umum serta menciptakan

perekat kebangsaan yang kuat.

3.3 Rancangan Aktualisasi

3.3.1 Identifikasi Isu


Isu adalah sebuah masalah yang muncul pada sebuah

institusi akibat dari kesenjangan antara realita (kondisi saat ini)

dengan kondisi ideal (harapan para stakeholder). Rancangan

aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang muncul

pada instansi kerja penulis, yaitu UPT Puskesmas Rakumpit. Isu

muncul dari berbagai sumber, yaitu : 1) hasil observasi

pengalaman penulis selama masa percobaan (CPNS), 2) tugas

23
pokok dan fungsi penulis sebagai Asisten Apoteker dan 3)

sasaran kinerja pegawai.

Beberapa isu yang muncul dari sumber di atas kemudian

diinventarisir, kemudian dapat dianalisis secara mendalam

sehingga terpilihlah sebuah core issue. Berdasarkan alur

tersebut, maka didapatkanlah isu yang telah diidentifikasi

sebagai berikut:

3. Kurang optimalnya pengelolaan dan penyimpanan

perbekalan farmasi dan BMHP.

4. Kurangnya pengawasan perbekalan farmasi dan BMHP di

ruang tindakan.

5. Kurangnya kontribusi dari tenga medis lainnya dalam

menyikapi perbekalan farmasi dan BMHP.

3.3.2 Teknik Analisis Isu


Penetapan isu strategis yang akan diangkat dalam kegiatan

aktualisasi ini memerlukan suatu pemilihan isu. Pemilihan isu

dilakukan dengan memberikan penilaian dan skala prioritas

untuk setiap isu yang telah diidentifikasi sebelumnya. Analisis

pemilihan isu yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan

prinsip APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan

Kelayakan).

Berdasarkan definisi operasional isu yang telah ditetapkan

akan menggambarkan kesenjangan antara kondisi realita dan

24
kondisi ideal yang diharapkan oleh stakeholder. Hasil penilaian

berdasarkan alat bantu penetapan kriteria APKL dapat dilihat

pada tabel berikut.

Tabel 3.1 Pemilihan Isu Kriteria APKL

No. Isu Kriteria APKL Total Rangking


Skor
A P K L
1 Kurang 5 4 5 5 19 1
optimalnya
pengelolaan
dan
penyimpanan
perbekalan
farmasi dan
BMHP.
2 Kurangnya 3 4 3 4 14 3
pengawasan
perbekalan
farmasi dan
BMHP di ruang
tindakan.
3 Kurangnya 5 4 4 4 17 2
kontribusi dari
tenga medis
lainnya dalam
menyikapi
perbekalan
farmasi dan
BMHP.
Keterangan Tabel :

A : Aktual

P : Problematik

K : Kekhalayakan

L : Kelayakan

25
3.3.3 Gagasan Kreatif Penyelesaian Isu
Terkait isu yang dipilih yaitu “Kurang optimalnya pengelolaan

dan penyimpanan perbekalan farmasi dan BMHP” maka

disusunlah gagasan kreatif penyelesaian isu yaitu “Optimalisasi

Pengelolaan dan Penyimpanan Perbekalan Farmasi dan BMHP

di UPT Puskesmas Rakumpit”.

3.3.4 Tahapan Kegiatan Penyelesaian Isu


Untuk melaksanakan rangkaian kegiatan penyelesaian isu,

perlu dilakukan implementasi nilai-nilai dasar ASN yaitu

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan

Anti Korupsi (ANEKA). Adapun berbagai kegiatan yang akan

dilakukan untuk menyelesaikan isu di atas adalah :

1. Melakukan revisi Standar Operasional Prosedur (SOP)

pelayanan obat dan BMHP

2. Mensosialisasikan SOP pelayanan obat dan BMHP

3. Membuat pernyataan permintaan untuk almari obat yang

dan pallet BMHP

4. Melakukan pengecekan kartu stok perbekalan farmasi dan

BMHP

26
3.3.5 Tabel Matrik Rancangan Aktualisasi
Tabel 3.2 Matrik Rancangan Aktualisasi

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai


Organisasi
Substansi Mata Terhadap Visi
dan Misi
Pelatihan Organisasi
1. Penyusunan 1. Mengumpulkan materi dan 1. Materi dan Akuntabilitas: Dengan  Mengutamakan
rancangan pustaka terkait tentang pustaka terkait terlaksananya komunikasi
optimalisasi pengelolaan perbekalan farmasi tentang pengelolaan Bertanggung penyusunan dan koordinasi
kegiatan dan BMHP. perbekalan farmasi jawab dan dapat rancangan dengan
pengelolaan dan BMHP. diandalkan dalam optimalisasi pimpinan dan
sediaan pembuatan diharapkan bekerjasama
perbekalan 2. Rancangan rancangan memacu
2. Menyusun rancangan dengan rekan
farmasi dan pengelolaan pengelolaan perbaikan dalam
pengelolaan perbekalan sejawat.
BMHP di administrasi secara perbekalan menerapkan
farmasi dan BMHP.
Apotek UPT langsung. farmasi dan pengelolaan  Menyediakan
Puskesmas BMHP. perbekalan rancangan
Rakumpit. farmasi dan optimalisasi
Etika Publik:
BMHP yang baik sebagai acuan
Cepat dan disiplin
sesuai dengan pengelolaan
sesuai jadwal
standar SOP yang perbekalan
dalam
berlaku dalam farmasi dan
penyusunan
upaya pemenuhan BMHP yang
rancangan.
pelayanan sesuai akan
Komitmen menunjang dan

27
Mutu: dengan standar mempermudah
Pembuatan yang berlaku. proses
rancangan aktualisasi.
pengelolaan
beriorientasi pada  Profesional
perlengkapan dalam bekerja
mutu. baik dalam
sikap, perilaku,
Antikorupsi: ucapan dan
jujur dan tindakan.
sederhana dalam
penyusunan
rencana
pengelolaan
perbekalan
farmasi.
2. Merevisi 1. Konsultasi kepada  Disetujuinya Akuntabilitas: Pembuatan SOP Professional
kembali Kepala Puskesmas kegiatan pencarian berkontribusi bekerja sesuai
Standar penyusunan referensi terhadap misi dengan tupoksi,
Operasional 2. Berkoordinasi dengan dilakukan sebagai puskesmas yaitu kewenangan dan
SOP tentang
Prosedur TTK bentuk tanggung meningkatkan kemampuan
Penyimpanan
(SOP) 3. Mencari Obat FIFO dan jawab dalam profesionalisme merupakan nilai
Penyimpanan referensi/pustaka FEFO mengembangkan petugas agar dapat penguatan
Obat FIFO dan SOP Penyimpanan keilmuan memberikan organisasi..
FEFO  Kesepakatan Nasionalisme: pelayanan yang
Obat FIFO dan FEFO
bersama antara Bekerja keras efektif efisien dan
4. Pembuatan Draft apoteker dan dalam berkualitas.
Standar Opersional TTK mengumpulkan

28
Prosedur (SOP)  Didapatkannya bahan atau
Peyimpanan Obat referensi tentang referensi dalam
FIFO dan FEFO Penyimpanan penyusunan SOP,
Obat FIFO dan berdiskusi dengan
5. Penetapan oleh sejawat farmasi di
FEFO
Kepala Puskesmas puskesmas
Standar Opersional  Disusunnya dengan sikap
Prosedur (SOP) draft SOP saling
Peyimpanan FIFO Penyimpanan menghormati dan
dan FEFO Obat FIFO dan mau menerima
FEFO masukan
6. Mensosialisasi kan
Standar Opersional  Ditetapkannya menunjukkan
Prosedur (SOP) Dokumen SOP sikap
kepada petugas tentang Etika Publik:
farmasi lainnya Penyimpanan Selama berdiskusi
Obat FIFO dan dengan sejawat
FEFO farmasi
 Peserta menggunakan
sosialisasi bahasa yang
memahami SOP santun, bertindak
tentang profesional sesuai
Penyimpanan bidang keilmuan.
Obat FIFO dan Komitmen
FEFO Mutu: Dalam
pencarian
referensi-referensi
digunakan

29
referensi-referensi
yang terkini
sebagai panduan
dalam pembuatan
SOP.
Antikorupsi:
Jujur kepada
sejawat farmasi
yang diajak
berdikusi ketika
menemui kendala
selama proses
pencarian
referensi.
3. Membuat 1. Konsultasi kepada  Disetujuinya Akuntabilitas: Pembuatan SOP Professional
Standar Kepala Puskesmas kegiatan pencarian berkontribusi bekerja sesuai
Operasional penyusunan SOP referensi terhadap misi dengan tupoksi,
Prosedur 2. Mencari dilakukan sebagai puskesmas yaitu kewenangan dan
tentang
(SOP) referensi/pustaka bentuk tanggung meningkatkan kemampuan
Penyimpanan
Penyimpanan pembuatan langkah- jawab dalam profesionalisme merupakan nilai
Obat HAM dan
Obat HAM langkah mengembangkan petugas agar dapat penguatan
LASA
dan LASA Penyimpanan Obat keilmuan memberikan organisasi.
HAM dan LASA  Didapatkannya Nasionalisme: pelayanan yang
referensi tentang Bekerja keras efektif efisien dan
3. Berkoordinasi dengan
Penyimpanan dalam berkualitas
TTK
Obat HAM dan mengumpulkan
4. Pembuatan Standar LASA bahan atau

30
Opersional Prosedur  Kesepakatan referensi dalam
(SOP) Penyimpanan bersama antara penyusunan SOP,
Obat HAM dan apoteker dan berdiskusi dengan
LASA TTK sejawat farmasi di
puskesmas
5. Penetapan oleh  Disusunnya draft dengan sikap
Kepala Puskesmas SOP saling
Standar Opersional Penyimpanan menghormati dan
Prosedur (SOP) Obat HAM dan mau menerima
Penyimpanan Obat LASA masukan
HAM dan LASA menunjukkan
 Ditetapkannya
6. Mensosialisasikan Dokumen SOP sikap
Standar Opersional tentang Etika Publik:
Prosedur (SOP) Penyimpanan Selama berdiskusi
kepada petugas Obat HAM dan dengan sejawat
farmasi lainnya LASA farmasi
 Peserta menggunakan
sosialisasi bahasa yang
memahami SOP santun, bertindak
tentang profesional sesuai
Penyimpanan bidang keilmuan.
Obat HAM dan Komitmen
LASA Mutu: Dalam
pencarian
referensi-referensi
digunakan
referensi-referensi

31
yang terkini
sebagai panduan
dalam pembuatan
SOP.
Antikorupsi:
Jujur kepada
sejawat farmasi
yang diajak
berdikusi ketika
menemui kendala
selama proses
pencarian
referensi.
4. Pembuatan 1. Berkonsultasi dengan  Disetujuinya Akuntabilitas: Kontribusi Disiplin :
stiker High Kepala Puskesmas kegiatan Jujur, disiplin dan kegiatan ini mentaati segala
Alert pembuatan stiker bertanggungjawab terhadap visi dan ketentuan dan
Maedication 2. Berkoordinasi dengan dalam pembuatan misi yaitu peraturan yang
HAM dan LASA
(HAM) dan TTK megenai design stiker HAM dan meningkatkan berlaku
stiker Look stiker HAM dan LASA  Kesepakatan LASA. profesionalisme merupakan
Alike Sound berama antara petugas agar dapat penguatan nilai
3. Pembuatan stiker High
Alike (LASA). apotekerr dan Nasionalisme: memberikan organisasi
Alert Maedication sosialisasi petugas
TTK pelayanan yang
(HAM) dan stiker Look lain memberikan
Alike Sound Alike  Dibuatnya stiker efektif efisien dan
dukugan terhadap berkualitas
(LASA) HAM dan LASA SOP yang dibuat
yang merupakan
pengamalan sila

32
ke 3 yaitu
persatuan
indonesia.
Etika Publik:
dalam bertanya
dengan teman
sejawat ataupun
rekan kerja
mengenai tempat
pembuatan stiker
dengan cara yang
sopan.
Komitmen
Mutu:
Penggunaan
sumberdaya
secara effisien.
Antikorupsi:
pembuatan stiker
HAM dan LASA
sesuai dengan
design yang telah
disepakati
bersama.
5. Penyimpanan 1. Berkonsultasi dengan  Disetujuinya Akuntabilitas: Kontribusi Professional:
Obat High kegiatan daftar obat HAM kegiatan ini bekerja sesuai

33
Alert Kepala Puskesmas Penyimpanan dan LASA dapat terhadap visi dan dengan tupoksi,
Maedication Obat HAM dan dipertanggung misi yaitu untuk kewenangan dan
(HAM) dan 2. Berkoordinasi dengan LASA jawabkan sesuai menyelenggarakan kemampuan
Look Alike TTK dan Apoteker dengan keadaan pelayanan merupakan nila
Sound Alike  Kesepakatan sebenarnya. kesehatan yang penguatan
3. Membuat daftar obat
(LASA). bersama antara professional, organisasi
High Alert Maedication
apoteker dan Nasionalisme: bermutu.
(HAM) dan stiker Look Membentuk rasa
TTK
Alike Sound Alike kebersamaan dan
(LASA)  Dibuatnya gotong royong
daftar obat dalam mejaga
4. Menyimpan obat yang
HAM dan mutu obat dan
sudah tertempel stiker
LASA BHMP.
HAM dan LASA
 Dilakukannya Etika Publik:
penyimpanan dalam
Obat HAM dan penyimpanan
LASA dilakukan secara
teliti dan cermat.
Komitmen
mutu:
penyimpanan obat
HAM dan LASA
secara efektif,
efisien, cermat
dan teliti sehingga
mutu tetap
terjamin dan

34
terhindarnya.
Antikorupsi:
dengan bersikap
jujur dalam
menyimpan obat
HAM dan LASA.
6. Melakukan 1. Berkonsultasi dengan  Disetujuinya Akuntabilitas: Kontribusi Professional:
pendistribusian Kepala Puskesmas kegiatan Bertanggung kegiatan ini bekerja sesuai
sediaan pendistribusian jawab dalam terhadap visi dan dengan tupoksi,
farmasi dan 2. Berkoordinasi dengan pelaksanaan misi yaitu untuk kewenangan dan
sediaan farmasi
bahan medis TTK pendistribusian menyelenggarakan kemampuan
dan bahan
habis pakai 3. Berkoordinasi dengan medis habis sediaan farmasi pelayanan merupakan nila
(BMHP) di paramedis pakai (BMHP) dan BMHP di kesehatan yang penguatan
ruang tindakan lain/perawat/PJ Ruang di ruang ruang tindakan. professional, organisasi
tindakan bermutu.
4. Menyiapkan sediaan Nasionalisme:
farmasi dan BMHP  Kesepakatan Membentuk rasa
sesuai permintaan PJ bersama antara kebersamaan dan
Ruang apoteker dan gotong royong
TTK dalam menjaga
5. Pendistribusian sediaan sediaan dan
farmasi dan BMHP di  Kesepakatan BMHP
ruang tindakan bersama antara
apoteker dengan Etika Publik:
penanggungjaw Melakukan
ab ruang pengambilan obat
dan bahan medis
 Sediaan farmasi habis pakai sesuai

35
dan BMHP dengan prosedur.
 Dilakukannya Komitmen
distribusi Mutu: Efektifitas
sediaan farmasi dan efisien dalam
dan BMHP pendistribusian
sediaan farmasi
dan bahan medis
habis pakai.
Antikorupsi:
dalam
menyiapkan
sediaan farmasi
dan BMHP
dilakukan sesuai
dengan
permintaan dari
penanggungjawab
ruang.
7. Penyusunan 1. Berkonsultasi dengan  Disetujuinnya Akuntabilitas: Kontribusi Professional:
Obat secara Kepala Puskesmas kegiatan Bertanggung kegiatan ini bekerja sesuai
alfabetis dan Penyusunan jawab dalam terhadap visi dan dengan tupoksi,
penggunaan 2. Berkoordinasi dengan pelaksanaan misi yaitu untuk kewenangan dan
Obat secara
kartu stok obat TTK dan Apoteker penyusunan obat menyelenggarakan kemampuan
alfabetis dan
di almari 3. Menyusun Obat secara penggunaan secara alfabetis. pelayanan merupakan nila
penyimpanan alfabetis kartu stok obat kesehatan yang penguatan
ruang farmasi Nasionalisme: professional, organisasi
di almari
4. Penggunaan kartu stok Memelihara dan

36
pada almari penyimpanan menyimpan bermutu
penyimpanan obat ruang farmasi perbekalan
farmasi dalam
 Kesepakatan rangka untuk
bersama antara menjamin
apoteker dan penyimpanan
TTK sesuai hukum dan
 Disusunnya aturan yang
Obat secara berlaku.
alfabetis Etika Publik:
 Diigunakannya Dalam penysunan
kartu stok pada obat secara
almari alfabetis
penyimpanan dilakukan secara
obat cermat dan benar.
Komitmen
Mutu: menyusun
Obat secara
alfabetis.
Efektivitas dan
efisiensi dalam
menyimpan obat
tetap terjamin,
menghindari
kesalahan
pengambilan obat
dan memudahkan

37
dalam mengambil
obat menunjukan.
Antikorupsi:
dalam penulisan
pada kartu stok
dilakukan secara
jujur.

38
3.4 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Tabel 3.3 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

No Kegiatan Rancangan Aktualisasi


Aktualisasi
Agustus September Oktober
Minggu Minggu Ke- Minggu Ke-
Ke-
IV I II III IV I II III
1. Penyusunan rancangan
optimalisasi kegiatan
pengelolaan sediaan
perbekalan farmasi dan
BMHP di Apotek UPT
Puskesmas Rakumpit.
2. Melakukan revisi standar SOP
penyimpanan Obat FIFO dan
FEFO
3. Pembuatan SOP penyimpanan
Obat HAM dan LASA
4. Pembuatan stiker HAM dan
LASA
5. Penyimpanan HAM dan
LASA
6. Pendistribusian obat dengan
sistem floor stock di ruang
tindakan
7. Penyusunan Obat secara
alfabetis dan penggunaan
kartu stok obat di ruang
penyimpanan di ruang
farmasi.

39
DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor:


93/K.1/Pdp.07/2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar calon PNS


Akuntabilitas

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar calon PNS Etika


Publik

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar calon PNS


Komitmen Mutu

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar calon PNS


Manajemen aparatur sipil negara.

Lembaga Administrasi Negara. Modul Pelatihan Dasar calon PNS


Nasionalisme

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016


Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014


Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

40