Anda di halaman 1dari 53

Desain

Jembatan Kali Kuto

Seminar & workshop


Sistem post tensioning and seismic device
Bandung, 7 Februari 2020
UMUM
a. Bentang Jembatan
- 30m + 100m + 30m
- I-girder + Steel Arch + I-girder
b. Pondasi menggunakan bored pile diameter 1500mm
c. Pier/kolom dan abutment
- A1, A2 : Dinding beton sebagai abutment
- P1, P2 : Dinding beton dengan buttress/counterfort
d. Slab/dek
- A1-P1 : PCI girder, slab beton 250mm, blacktop
- P1-P2 : Steel girder transversal panjang 32m, transversal steel stiffener 5m, strand cable stay
2@18x33 strand diameter 0.6”, struktur pelengkung (arch) box baja welded plate, slab beton 300mm,
blacktop
- P2-A2 : PCI girder, slab beton 250mm, blacktop
e. Arch
- P1-P2: Steel box dengan tinggi bervariasi approx 3.8m s.d. 2.5m, lebar 2m.
- Inklinasi steel box approx 13 derajat.
- Kedap udara, sambungan las.
Tampak Samping
Denah
Lokasi

SEMARANG

BATANG

U
Kegempaan
1000 tahun
http://petagempa.pusjatan.pu.go.id/
-6.972461 (lat) 110.049966 (long)
Zona 49 M 395056.93 m E 9229189.85 m S
SC (tanah keras)
PGA = 0.229
SS = 0.457
S1 = 0.231
Kegempaan
Standar dan Peraturan
SNI 1725:2016, tentang Pembebanan untuk Jembatan.
SNI 2833-2016, tentang Perancangan Jembatan terhadap Beban Gempa.
SNI T-12-2004, tentang Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan
SK SNI T-03-2005, tentang Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan
SNI 1726:2012, tentang Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan
gedung dan non gedung.
DIN 18800 Part 1, tentang Structural Steelwork - Design and Consideration
DIN 18800 Part 2, tentang Analysis of Safety Against Buckling of Linear Members and Frames
DIN 18800 Part 3, tentang Analysis of Safety Againts Buckling of Plates
Standar dan Peraturan (tambahan)
Adapun peraturan atau rujukan tambahan yang dapat dipakai:
ISO 12944, tentang corrosion protection of steel structures by protective paint systems
http://petagempa.pusjatan.pu.go.id/
AASHTO Standard Specifications for Highway Bridges, 17th Edition 2002.
AASHTO LRFD Bridge Design Specifications, 5th Edition 2012.
AASHTO LRFD Seismic Bridge Design, 2011.
ACI 318M-11, tentang Building Code Requirements for Structural Concrete.
ASTM, American Society for Testing and Materials
JIS, Japanese Industrial Standards
AWS, American Welding Society
Cross Section

Cross Beam Arch

Koneksi Hanger Arch


Koneksi Hanger Deck
Hanger
Cable Stayed
PT 0.6” PE
Anchor 37
33 strand

Longitudinal Beam
Stringer
Transversal Beam
Cross Beam
Bracing
Elemen – 2/3 cross girder

Stringer

Cross Girder

Bracing

Transv beam for


Corrugated
Steel Deck (CSD)
Angkur Cable-Deck
Bracing Stringer Angkur Cross Girder
Cable-Deck
Elemen
Cross Beam Arch

Box Arch

Cable

Cross Girder
Alur Gaya (Final State)
Cross Beam Arch

Koneksi Hanger Arch


Koneksi Hanger Deck
Hanger
Cable Stayed
PT 0.6” PE
Anchor 37
33 strand

Longitudinal Beam
Stringer
Transversal Beam
Cross Beam
Bracing
Material
Beton
Mutu beton diperlihatkan sebagai berikut, semua bersifat cast in site kecuali PCI Girder yang
bersifat segmental precast.
Mutu beton (fc’) : Slab, fc’ = 29.05 MPa (K-350)
Pilecap, fc’ = 29.05 MPa (K-350)
Abutment, fc’ = 29.05 MPa (K-350)
PCI girder, fc’ = 49.8 MPa (K-600)
Modulus elastisitas (E) : 4700√fc’
Berat jenis beton : 24 kN/m3 sampai dengan 25 kN/m3
Material
Baja Profil (canai panas, hot rolled)
Material ini digunakan di girder tambahan sebagai support CSD (Corrugated Steel Deck) yang
telah terfabrikasi, mempunyai spesifikasi yang setara dengan SS400 (JIS G3101) fy = 240 MPA.
Girder support ini diposisikan di atas stringer (longitudinal beam) sampai elevasi deck beton dan
CSD memenuhi elevasi rencana.
Sebanding dengan JIS G3101 – SS400
fy : 240 MPa
Material
Baja Profil (las, canai dingin, cold form)
Material ini digunakan di girder baja utama (transversal/cross, longitudinal/stringer dan bracing)
yang dibentuk dengan sambungan las (welded beam), mempunyai spesifikasi yang setara
dengan SM490Y (JIS G3101) fy = 355 MPA, alternatif spesifikasi dapat merujuk pula ke A572Gr50
(ASTM A283) atau EU S355.
Sebanding dengan JIS G3106 – SM490Y atau ASTM A283 – A572Gr50 atau EU S355
fy : 355 MPa
Material
Baja Tulangan
fy (BJTD40 Ø ≥ 13mm) : 400 MPa
Modulus Elastisitas (E) : 200000 MPa
Berat jenis baja : 78.5 kN/m3
Poisson rasio : 0.3
Material
Corrugated Steel Deck (CSD)
Material ini digunakan sebagai bekisting permanen yang memikul deck beton. CSD mempunyai
ketebalan 1 mm dan tinggi 50 mm dengan lebar approx. 1 meter. Mempunyai mutu setara
dengan ASTM A572Gr36 atau ekivalen, hot dip galvanized (tergalvanis celup), proteksi korosi
Z275 gr/m2 zinc coating. Diletakkan searah stringer, dari cross beam ke cross beam sebanyak
dua buah dengan jarak 5030mm/3 = 1676mm. Tack welding akan dipakai di pertemuan CSD
apabila bertabrakan dengan stud bolts. Ilustrasi seperti gambar di bawah,
Material
Baja Prategang
(Post Tension dan Hanger Cable Stay SSI strand by strand installation)
Baja prategang yang digunakan dalam analisis adalah Uncoated stress-relieved 7 wire strand
berdiameter 0.6” (15.24 mm) dengan jenis relaksasi rendah (low relaxation) sedangkan untuk
coated untuk hanger (cable stay). Sebanding dengan ASTM A416/BS5896/EN10138/JIS G3536
atau setara.
Kuat tarik ultimate (fpu) : 1860 MPa
Kuat tarik leleh (fpy) : 1670 MPa
Modulus elastisitas (E) : 195000 Mpa
Material
Baut – Nut – Washer
Mutu M24 High Strength Friction Grip F10T/10.9 Fu = 1000 MPA digunakan sebagai sambungan
baut struktural. Tergantung material yang disambungnya, meskipun bisa dikompensasi dengan
jumlah, disarankan memakai mutu setara dengan mutu yang disambung atau lebih tinggi seperti
disebutkan sebelumnya.
Material
Elastomeric Isolator – Lead Rubber Bearing
Material
Elastomeric Isolator – Lead Rubber Bearing

Period of structure with pot or spherical bearings.


Mass of DL+50%LL = 59500 kN
Mass * acceleration 0.55 =>
= 32725kN longitudinal reaction on one pier,
because only 2 of 4 bearings can resist the force

Period of structure with LRB isolator:


Mass of DL+50%LL = 59500 kN
Mass * acceleration 0.055 = 3272kN
longitudinal reaction on 2 piers => 1636kN
per pier,
because all 4 bearings can resist the force
Material
Expansion Joint – Seismic Expansion Joint
Material
Proteksi Korosi
Proteksi korosi yang digunakan di jembatan Kalikuto diterapkan pada elemen box pelengkung,
girder utama, dan balok platform menggunakan 3 lapisan cat (3 layers painting) dan lapisan
keempat dilakukan di lokasi (on site). Galvanis Celup Panas (Hot-Dip Galvanize) sesuai dengan
ASTM A123/A123M-00 atau ekivalen untuk komponen Deck, Wind Bracing bawah, railings, Baut,
Mur, dan Washer.
Corrosion protection is designed according the Corrosivity Class C3 Medium according EN ISO
12944 Part 2. Corrosivity class C3 Medium is specified as exterior urban and industrial
atmospheres with moderate sulfur and dioxide pollution or coastal areas with low salinity. The
chosen paint system is S3.17 according EN ISO 12944 Part 5 Table A.3. The system S3.18 has 15
years expected durability acc. Article 5.5 EN ISO 12944 Part 5 and ENS ISO 12944 Part1.
Material
Pengelasan
Semua pekerjaan pengelasan termasuk proses pembuatan penampang “I” atau “H” yang dilas
(profil “I” atau “H” welded section) sesuai pada semua aspek yang tercantum dalam AWS
D1.5M/D.5M:2002, pasal 2, Design of Welded Connection; pasal 3, Prequalification of WPS;
pasal 4, Qualification; pasal 5, Fabrication; pasal 6, Inspection; pasal 7, Stud Welding; pasal 8,
Strengthening and Repairing Existing Structures.
Metode Ereksi
Metode Ereksi
Metode Ereksi
Alur Gaya (Konstruksi)
Metode Ereksi

P2 A2
Metode Ereksi
A2
Metode Ereksi
Kondisi Konstruksi:
- Wingwall: opsional
Kondisi Final:
- Adanya bukaan sebagai
- Wingwall: Aktif
posisi angkur temporary
- Full tercor
cable

Abutment:
- Penampang kritis di
kolom bukaan terluar
- Adanya gaya tarik
terhadap pondasi
Metode Ereksi
Kalikuto Box Weight
No. Type Weight(ton/pcs) Qty(pcs) Total Weight(ton)
1 Box1 44.406 4 177.624
2 Box2 33.58 4 134.32
3 Box3 36.771 4 147.084
4 Box4 34.777 4 139.108
Temporary Cable 5 Box5 32.387 4 129.548
For Construction 6 Box6 31.485 4 125.94
7 Base Plate 14.365 4 57.46
911.084

Bukaan angkur
abutment

Selama konstruksi
- Pin Connection
- Penahan transv.
Angkur abutment - Penahan longt.
- Kabel - Angkur abutment
- Baja WF
- Abutment
Metode Ereksi

Angkur Temporary cable

Bolt connection

Pin connection

Steel profile
Metode Ereksi
Koneksi Cable Stay Hanger
Koneksi Cable Stay Hanger
Koneksi Cable Stay Hanger
Koneksi Cable Stay Hanger
Analisis FEM
SM490Y (JIS G3106) atau A572Gr50 (ASTM A283) atau S355 (EU) dengan fy 355 MPA dengan
permodelan material mengacu kepada Holzer et al (1975).
600

500

400
Stress (MPA)

300

200

100

0
0 0,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 0,14 0,16 0,18
Strain
Analisis FEM
Analisis FEM
33 strand untuk tiap hanger dengan 75% GUTS. Sistem Cable Stay,
Strand by Strand Installation. Baja prategang yang digunakan PE
coated stress-relieved 7 wire strand berdiameter 0.6 (15.24 mm)
dengan jenis relaksasi rendah (low relaxation). Sebanding dengan
ASTM A416/BS5896/EN10138/JIS G3536 atau setara property
mekanik tendon yang digunakan adalah sebagai berikut:
Kuat tarik ultimate (fpu) :1860 MPa
Kuat tarik leleh (fpy) : 1670 MPa
Modulus elastisitas (E) : 195000 MPa
Untuk analisis hanger-cross beam, gaya pretension kabel hanger
akan ditransfer ke sayap bawah cross girder melalui bearing plat
(lihat gambar) dengan pola berupa tekanan merata pada sayap
bawah cross girder. Pada analisis ini diperhitungkan dua kondisi
pembebanan yaitu pada kondisi 75% ultimit dan 50%.
Analisis FEM
Pada analisis ini diperhitungkan dua kondisi pembebanan yaitu pada kondisi 75% ultimit dan
50% dengan nilai beban untuk kedua kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

D Tenton A Tendon Fu 0.75Tu 0.5Tu A press Beban 0.75Tu Beban 0.5Tu


N Tendon
mm mm2 MPa N N mm2 MPa MPa
33 15.24 4620 1860 6444900 4296600 61701.12 104.45 69.64

Meshing elemen solid tipe Elemen C3D4


C3D4
(A 4-node linear tetrahedron)
dan
C3D8R Elemen C3D8R

(An 8-node linear brick, reduced


integration, hourglass control).
Data Tanah
Data Pembebanan

reaksi perletakkan abutment


REKAP GAYA DALAM

LC Fx (kN) Fy (kN) Fz(kN) Mx (kNm) My (kNm) Mz (kNm) LC


Fx MIN -75868.43 11428.48 -213604.75 -173829.72 -1096977.83 -289.15 Ekstrim SB 1K
Fx MAX 9101.91 11428.48 -221111.94 -173829.72 -125957.60 -289.14 Ekstrim SB 1A
Fy MAX -20949.08 -38213.05 -218484.42 591830.80 -469619.71 579.59 Ekstrim SB 1N
Fy MIN -20470.04 38158.53 -218484.42 -586108.46 -463765.82 -756.92 Ekstrim SB 1E
Fz MIN 8622.87 11428.48 -221111.94 -173829.72 -131811.49 -289.15 Ekstrim SB 1I
Fz MAX -21162.96 2862.48 -160231.35 -96475.97 -386003.02 60346.47 Layan 4A
Mx MAX -20470.04 38158.53 -218484.42 -586108.46 -463765.82 -756.92 Ekstrim SB 1E
Mx MIN -20949.08 -38213.05 -218484.42 591830.80 -469619.71 579.59 Ekstrim SB 1N
My MIN -75868.43 11428.48 -213604.75 -173829.72 -1096977.83 -289.15 Ekstrim SB 1K
My MAX 9101.91 11428.48 -221111.94 -173829.72 -125957.60 -289.14 Ekstrim SB 1A
Mz MIN -34591.70 -140.85 -180799.39 6306.44 -636654.26 -3438.91 Layan 2B
Mz MAX -28138.36 3998.98 -172888.60 -134761.13 -524320.06 83532.74 layan 3A

reaksi perletakkan Pier


Data Pondasi

Jumlah dan konfigurasi pondasi untuk masing-masing struktur adalah


sebagai berikut.
 Abutment 1
o Jumlah 16, konfigurasi 2Lx8T
o Kedalaman desain 9m
 Pier 1
o Jumlah 32, konfigurasi 8Lx4T (untuk 1 pilecap)
o Kedalaman desain 9m
 Pier 2
o Jumlah 32, konfigurasi 8Lx4T (untuk 1 pilecap)
o Kedalaman desain 9m
 Abutment 2
o Jumlah 16, konfigurasi 2Lx8T
o Kedalaman desain 9m
Data Pondasi
Loading Test