Anda di halaman 1dari 4

Kamsiyah Nim : 09 06 156

Mata Kuliah: Telaah Kurikulum Dosen : Drs. Amir Rusdi, M.Pd


Ruang AA 05, Semester 3 Fak. Tarbiyah IAIN Raden Fatah PLG
AZAS ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Sejarah peradaban manusia telah memasuki era globalisasi yang telah


mempengaruhi semua aktifitas manusia dalam berbagai bidang kehidupan termasuk
bidang pendidikan. Dampak dari era globalisasi di antaranya adanya prosedur dan
orientasi berbagai kebijakan pendidikan, pola pengelolaan dan orientasi berbagai
program pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dampak tersebut
melalui tangan-tangan para perancang kebijakan pendidikan terkadang bersifat
memaksa untuk saling “meminjam, meniru, mentransfer, dan memadu” kebijakan dari
luar. Dan esensi globalisasi ialah kemampuan bersaing dan bekerja sama untuk
menyeimbangkan arus keluar masuk barang dan jasa, serta kebudayaan termasuk di
bidang pendidikan.1 Dunia pendidikan menjadi arena kerja sama dan juga menjadi
arena persaingan di antara berbagai negara.
Ada lima cara di mana faktor global dapat mempengaruhi proses pengambilan
kebijakan pendidikan di dunia pendidikan, yaitu:
 Proses globalisasi menjadi pertimbangan penting dalam membuat prioritas
kebijakan pendidikan nasional
 Wacana ideologis yang mempengaruhi kerangka kebijakan pendidikan
dipengaruhi oleh ideology-ideologi global
 Struktur politik global mempengaruhi beberapa opsi kebijakan nasional
 Muncul dan pengaruhnya komunitas kebijakan global
 Proses globalisasi mempengaruhi medan budaya di mana pendidikan
dijalankan 2
Perkembangan teknologi tentunya tidak lepas dari hasil penelitian yang telah
diadakan dengan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia. Di Indonesia, dalam
melaksanakan pembangunan khususnya dalam bidang pendidikan juga diperlukan
adanya kerjasama dengan negara-negara maju. Lembaga-lembaga pendidikan yang
dikelola dengan manajemen yang professional akan tumbuh sehat dan kuat, sehingga
dapat terus mengembangkan program. Program yang credible dan marketable
merupakan program yang menjadi unggulan masyarakat.

1
Akmal Hawi, 2008, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Palembang: IAIN Raden Fatah Press,h.161
2
Ibid
Kamsiyah Nim : 09 06 156
Mata Kuliah: Telaah Kurikulum Dosen : Drs. Amir Rusdi, M.Pd
Ruang AA 05, Semester 3 Fak. Tarbiyah IAIN Raden Fatah PLG
Indonesia, dalam menentukan strategi pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni perlu memperhatikan tingkat perkembangan masyarakat Indonesia
yang masih bersifat dualisme teknologi. Maksudnya sebagian masyarakat yang
tinggal di pedesaan masih menonjolkan sifat tradisionalnya, sedangkan masyarakat
modern yang tinggal di perkotaan sudah mulai menggunakan peralatan modern dan
canggih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ada berbagai usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi
kelemahan yang ada pada guru, yaitu:
- membentuk kelompok-kelompok dengan mengadakan diskusi dan saling tukar
pengalaman
- mengikut sertakan para guru untuk mengikuti berbagai pelatihan, penataran,
dan seminar
- memberikan kesempatan pada guru untuk menlanjutkan jenjang pendidikan
yang lebih tinggi baik di dalam ataupun di luar negeri 3
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, maka dalam proses belajar mengajar
diperlukan yang namanya teknologi pendidikan. Tujuannya ialah untuk
mempermudah penyampaian materi pelajaran dan juga agar siswa lebih aktif dalam
menggunakan teknologi tersebut. Selain itu tujuan dari penggunakan teknologi
pendidikan ialah untuk meningkatkan mutu atau kualitas dari pendidikan itu sendiri.
Dan dimaksudkan dengan menggunakan teknologi yang modern dan canggih
diharapkan agar dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan bisa dilakukan tanpa
bertatap muka dengan guru. Dan akhirnya peranan guru dapat digantikan oleh media
instruksional, seperti sekarang ini kita bisa belajar dengan menggunakan internet.
Dengan internet kita bisa belajar membaca dan memperoleh pengetahuan dari
manapun dan kapanpun kita inginkan.
Adapun dampak sosial yang positif dari kemajuan teknologi pendidikan,
termasuk di antaranya teknologi komunikasi ialah:
 Dengan kemajuan teknologi maka adanya kesempatan orang untuk
berkomunikasi semakin kosmopolit, artinya adanya kemungkinan orang untuk
terbuka dan menerima setiap perubahan
 Dengan kemajuan teknologi diharapkan dapat menumbuhkan semangat
ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial semakin meningkat
3
Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010, h.88
4
Akmal Hawi, Kapita Selekta Pendidikan Islam, IAIN Raden Fatah Press, 2008, h. 169
Kamsiyah Nim : 09 06 156
Mata Kuliah: Telaah Kurikulum Dosen : Drs. Amir Rusdi, M.Pd
Ruang AA 05, Semester 3 Fak. Tarbiyah IAIN Raden Fatah PLG
 Dengan kemajuan teknologi diharapkan setiap individu memiliki
sumber daya manusia yang berkualitas 4
Teknologi pendidikan yang dapat dijadikan sebagai media dibedakan menjadi
beberapa macam, yaitu:
- Media hasil teknologi cetak
Merupakan cara untuk menyampaikan materi yang dilakukan oleh Guru melalui
buku teks, dan grafik.
- Media hasil teknologi audiovisual
Merupakan cara untuk menyampaikan materi dengan menggunakan mesin
mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan secara audiovisual.
- Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer
Merupakan suatu cara untuk menyampaikan materi dengan menggunakan sumber
yang berbasis mikroprosecor dan di dalamnya terdapat aplikasi. Media ini
dikategorikan sebagai media untuk pembelajaran individual dan juga untuk
menggunakannya diperlukan keterampilan yang memadai.
- Media hasil teknologi gabungan
Ialah suatu cara untuk menyajikan materi dengan menggabungkan pemakaian
beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer dengan menambah
beberapa alat tambahan. 5
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan kita semua untuk mengantisipasi
perkembangan teknologi, yaitu dengan jalan:
o Memotivasi kreativitas siswa ke arah pengembangan teknologi dengan
mengacu pada nilai-nilai moral yang ada.
o Mendidik keterampilan, memanfaatkan produk teknologi yang ada
untuk kesejahteraan hidup bersama.
o Menciptakan jaringan yang kuat antara ajaran agama dan teknologi
yang ada.
o Menanamkan wawasan yang luas terhadap kehhidupan masa depan
umat manusia melalui kemampuan menginterprestasikan ajaran agama dari
sumber yang murni dan kontekstual dengan masa depan kehidupan manusia. 6

4
5 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta: 2003, h.29-33
5
6 Akmal Hawi, Kapita Selekta Pendidikan Islam, IAIN Raden Fatah Press, 2008, h. 170
6
Kamsiyah Nim : 09 06 156
Mata Kuliah: Telaah Kurikulum Dosen : Drs. Amir Rusdi, M.Pd
Ruang AA 05, Semester 3 Fak. Tarbiyah IAIN Raden Fatah PLG
Dalam situasi dan era globalisasi sekarang ini, maka pendidikan memainkan
fungsi kultural yaitu sesuatu yang melestarikan, mengembangkan dan mewariskan
cita-cita masyarakat yang didukungnya. Agar semua tujuan bisa tercapai maka
seluruh komponen pendidikan hendaknya bisa saling mendukung dan saling terkait
dalam proses pembelajarannya, yaitu:
- Sarana fisik
Merupakan suatu komponen yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan proses
pembelajaran
- Tenaga pengajar
Guru merupakan seseorang yang memiliki jabatan profesi yang mengabdikan
jasanya sebagai wahana pengembangan peserta didik dalam rangka mewujudkan
manusia. Selain itu guru juga harus terampil dalam menggunakan teknologi
pendidikan sehingga dalam penyampaiannya dapat berdaya dan berhasil guna.
- Peserta didik
Peserta didik merupakan subjek pendidikan, karena merekalah yang belajar,
memiliki tujuan dan pewaris bagi masa depan. Dan ini menuntut peran pendidikan
sebagai fasilitatif yaitu memberikan segala bentuk fasilitas kepada siswa untuk
belajar dan mengembangkan sifat-sifat perilaku kemanusiaannya. Fasilitas ini
menyangkut berbagai kebutuhan pembelajaran seperti kebutuhan akan informasi,
ilmu pengetahuan, nilai-nilai etika dan moral serta berbagai kebutuhan lainnya.7
Dan diharapkan dalam pemilihan dan penggunaan teknologi pendidikan yang
digunakan sebagai media pembelajaran dalam menyampaikan materi, hendaknya guru
harus bisa memahami dan terampil dalam menggunakannya serta disesuaikan dengan
tujuan dan bahan pelajaran yang akan disampaikan, kemudian juga hendaknya guru
selalu termotivasi untuk meningkatkan kemampuan menggunakan media
pembelajaran yang terbaru.

7
Akmal Hawi, Kapita Selekta Pendidikan Islam, IAIN Raden Fatah Press, 2008, h. 173