Anda di halaman 1dari 39

SPESIFIKASI TEKNIS

PENGADAAN DAN PEMASANGAN JARINGAN PIPA DESA SANUR


KEC. TULIN ONSOI

3.1. PENGADAAN PEPIPAAN DAN ACCESORIS


3.1.1. UMUM
1. Persyaratan Umum
Kontraktor berkewajiban dalam hal penyediaan, pengangkutan ke lokasi, penyimpanan
dalam gudang dan memasang seluruh jaringan pipa sebagaimana ditunjukkan dala
gambar dan volume.
Pipa, fitting dan joints diisyaratkan produksi nasional atau international berdasarkan
standar yang disetujui dan untuk persyaratn-persyaratn tambahan dari spesifikasi ini.
Semua bahan-bahan dan pengerjaannya haruslah tunduk kepada persyaratan-
persyaratan umum dari spesifikasi ini.
Kecuali ditunjukkan lain oleh gambar atau petunjuk engineer, semua pipa berasal suatu
sumber pabrikasi dan atau memiliki tipe dan ukuran yang seragam, interkoneksi dengan
pipa baja haruslah diisolasi sehingga arus ktodik tidak tersebar kepada pipa yang ada.
Kontraktor Harus menyediakan suatu affidavit (sertifikat Jaminan Barang) daro pabrik
pembuat yang menyatakan behwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang
dirinci dalam spesifikasi teknis. Kontraktor juga harus menyampaikan tentang laporan
hasil uji kimiawi dan fisik yang telah dilakukan pabrik dan berlaku untuk semua jenis
barang.

2. Definisi-Definisi
Untuk tujuan Spesifikasi ini, defisi-defisi berikut akan menjelaskan :
“Pipa” Pipa-pipa lurus dengan ujujng terbuka atau terhubung dengan sambungan pad
salah satu sisi atau kedua ujungnya.
“Fitting” Semua belokang, cabang, tee dan item yang serupa haruslah dibuat sesuai
dengan persyaratan-persyaratn dari dimensi yang ditunjukkan dalam standar spesifikasi
atau sesuai dengan standar pabrik.
“Khusus” setiap item pekerjaan pipa yang tidak tercakup dalam spesifikasi teknik atau
standar pabrik yang tidak normal atau segala sesuatu yang berbeda dengan standar pipa
dan fittings.
“Joints” setiap accesoris atau komponen-komponen yang dihubungkan dengan pipa
menjadi satu kesatuan.

3. Lingkup Pekerjaan
Pemborong harus menyediakan semua pipa dan sebagainya yang ditentukan dalam
daftar material yang harus disediakan pemborong dan termasuk pula semua baut-
baut,packing karet, alat pengetes tekanan pipa dan flange penutup untuk test,ring-ring,
tali-tali untuk isolasi, bahan-bahan pengisi, penumpu-penumpu dan sebagainya yang
akan ditentukan pada pekerjaan tersebut. Semua bahan-bahan tersebut harus cocok
untuk dipakai pada iklim tropis, beriklim lembab dan bersuhu udara 32⁰C.

4. Tekanan Kerja
Tekanan kerja dari pipa minimal 80 m kolom air atau 80 Kg/Cm² (SNI 06-0084-1987 dan
SNI 03-6419-200) dan tekanan pengujian minimal 2 (Dua) kali tekanan kerja pipa.
Rekanan harus menyertakan tanda bukti hasil pemeriksaaan tekanan kerja dari
pipa/fitting pipa yang ditawarkan.
5. Bahan Pipa dan Fitting
Untuk pipa dan fitting yang telah dapat dibuat didalam negeri maka rekanan harus
melampirkan surat dari pabrik untuk izin penggunaan SII/SNI yang dikeluarkan oleh
Departemen Perindustrian dan dapat menunjukan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun.
Bahan pipa yang ditawarkan dapat berlainan dengan bahan pipa tercantum dalam
dokumen lelang ini dengan syrat bahwa pipa yang ditawarkan mempunyai kualitas
keseluruhan yang sekurang-kurangnya sama dengan apa yang tercantum dalam
dokumen lelang ini.
Dalam hal bahan pipa yang ditawarkan berbeda dengan apa yang tercantum dalam
dokumen lelang, peserta pelelangan harus menyertakan gambar-gambar detail junction
(gambar detail penyambungan pipa) disertai dengan jumlah dan spesifikasi dari tiap
material yang ditawarkan.
Seluruh pipa dan fitting yang ditawarkan harus dapat digunakan di daerah tropis dengan
temperature air yang mengalir antara 15⁰C - 35⁰C dan pH antara 6 sampai dengan 8.
Selruh pipa dan fitting pipa akan ditanam didalam tanah kecuali untuk hal-hal khusus
yang membutuhkan lain.

6. Gambar-gambar kerja
Sebelum pekerjaan pabrikasi dan sebaginya, pemborong harus mengajukan gambar
kerja kepada direksi untuk disetujui. Gambar kerja untuk semua perpipaan dan
sambungan-sambungannya harus mencakup :
a. Tipe material yang dipakai, ukuran, tebal, panjang tipe-tipe khusus, bentuk, berat,
klas, batasan-batasan yang diizinkan dan mutunya.
b. Standar dari pembuatnya.
c. Gambar-gambar pabrikasi lengkap termasuk detail-detail khusus sambungan dan
rencana hubungnya.
d. Cara pengujian.
e. Cara-cara melepas dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan.

7. Penumpu-penumpu
Semua keperluan untuk penumpu-penumpu, pendukung, penggantung, baut-baut
pemasangan dan baut-baut pondasi harus dilengkapi untuk pekerjaan tersebut dan
digabungkan dengan peralatan-peralatan lain yang disetujui. Valve, meter, saringan dan
Peralatan-peralatan lain yang mendukung pekerjaan tersebut harus ditempu tersendiri
pada pipa-pipa sebelum dihubungkan.
Semua rangka-rangka pendukung atau yang lain, yang tidak perlu
dihitung/direncanakan, harus kaku dan dari baja dengan baut atau las, mana yang lebih
baik. Tidak satupun pipa yang melalui lantai atau dinding-dinding dipakai sebagai
penumpu kecuali kalau disetujui oleh direksi.

8. Pekerjaan yang Flexible


Pemborong harus melengkapi untuk pekerjaan-pekerjaan pipa yang flexible pada
sambungan pada konstruksi utama dan harus mengajukan usul untuk disetujui oleh
direksi. Sambungan-sambungan yang Flexible atau leher dan pemotongan pipa-pipa
diizinkan pada pekerjaan pipa jika perlu menyesuaikan dengan bangunan-bangunan
atau akibat kesalahan-kesalahan.
Jika memungkinkan, sambungan yang flexible harus dilengkapi dengan baut atau yang
lain untuk meneruskan dorongan memanjang sedemikian sehingga seluruhnya dapat
dikurangi sekecil mungkin.
Sambungan yang flexible harus juga dilengkapi untuk memudahkan pemasangan dan
membukanya dikemudian hari. Perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin
bahwa dorongan-dorongan pada pekerjaan perpipaan tidak dipindahkan kemesin-
kemesin atau alat-alat yang lain. Pemborong harus menunjukkan dalam gambar detail
apakah blok penumpu yang ditentukan untuk mengikat sudah ada.

3.1.2. PIPA POLYVINYL CHLORIDE (PVC) DAN FITTING


1. Referensi Standar
Bahan/material pipa PVC mengacu pada standar Nasional Indonesia (SII) atau yang setara
dan Pipa PVC disyaratkan pipa yang ditanam (tidak expose).

2. Kualitas
Kualitas material pipa harus standar spesifikasi atau standar Nasional Indonesia (SII), ASTM
D 3915 atau setara. Semua material yang ditawarkan harus produksi dalam negeri dengan
standar SII. Bila ternyata belum ada SII untuk produk tertentu atau belum dibuat didalam
negeri, maka yang ditawarkan dapat mengunakan standar lain dengan syarat bahwa kualitas
kweselurahan sekurang-kurangnya sama dengan apa yang ditetapkan dalam dokumen
lelang ini.
Semua material yang dikirim harus seratus persen baru (bukan material bekas), dalam
keadaan baik dan memenuhi syarat spesifikasi teksi yang ditentukan.
Standar yang dapat diterima adalah :
 SNI – Standar Nasional Indonesia
 ISO – International Standarzation Organitation
 JIS – Japanese Industrial Standard
 BS – British Standard
 DIN – Deutche Industrie Norm
 AWWA – American Water Works Association
 ASTM - American Society for Testing and Materials
 ANSI – American National Standard Institute

3. Standar
Material yang digunakan adalah yang memenuhi standar dengan panjang efektif tidak lebih
dari 6 meter. Pipa yang ditawarkan harus buatan pabrik yang telah mendapat izin untuk
penggunaan SII yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian. Setiap pipa harus
mempunyai tanda/cap pada bagian luar yang menunjukkan diameter nominal, kelas nama
pabrik pembuat dan trade merk.
Standar lain yang digunakan adalah :
 SNI 06-2548-1991 Metode pengujian Diameter luar Pipa PVC untuk air minum denga
jangka sorong
 SNI 06-2549-1991 Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC untuk air minum terhadap
Hidrostatik
 SNI 06-2550-1991 Metode pengujian Ketebalan dinding Pipa PVC untuk air minum
 SNI 06-2551-1991 Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa PVC untuk air minum
 SNI 06-2552-1991 Metode pengambilan contoh uji pipa PVC untuk air minum
 SNI 06-2553-1991 Metode Pengujian Perubahan panjang pipa PVC untuk air minum
dengan uji tungku
 SNI 06-2554-1991 Metode Pengujian ketahanan pipa PVC untuk air minum terhadap
Metilen Khlorida
 SNI 06-2555-1991 Metode pengujian kadar PVC pada pipa PVC air minum dengan THF
 SNI 06-2556-1991 Metode pengujian Diameter luar pipa PVC untuk air minum dengan
pita meter
 SNI 06-2557-1991 Spesifikasi Pipa PVC bertekanan berdiameter 110-315mm untuk air
bersih
 SNI 06-2558-1991 Spesifikasi Simbol gambar system penyediaan air dan system drainase
didalam tanah.
4. Kelas
Bila tidak disebutkan dalam volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang digunakan adalah jenis
pipa PVC dengan tekanan nominal 10/Kg/cm² menurut standar SNI yang berlaku dan
mempunyai panjang efektif 6 meter.
Ketebalan minimum dinding pipa dan outside diameter mengikuti table berikut :

DIAMETER LUAR
PIPA POLYVINIL CHLORIDE (PVC)
Nominal Diameter Rata-rata diameter Luar
(mm) (mm)
50 63
65 75
80 90
100 110
125 140
150 160
200 200
250 250
300 315

DIAMETER LUAR DAN KETEBALAN DINDING


PIPA POLYVINIL CHLORIDE (PVC)
Nominal Diameter Seri Pipa
(mm) Tebal Dinding Nominal (mm)
S 10 S 12,5
50 2.4 2.0
75 3.6 2.9
90 4.3 3.5
110 5.3 4.2
125 6.0 6.2
160 7.7 6.2
200 9.6 7.7
250 11.9 9.9
315 15.0 12.1

5. Sambungan
5.1. Push On Rubber ring joint
Kecuali ditentukan lain, sambungan harus dari jenis push on rubber ring. Pipa tersebut
harus mempunyai beil pada satu ujungnya dan polos pada ujung yang lain dibavel denga
sudut kurang lebih 15 derajat. Pipa harus diberi tanda garis petunjuk pemasangan pada
permukaan luarnya.
Fitting harus dari jenis yang dispesifikasikan dan mempunyai ujung jenis beil.

5.2. Sleeve Coupling


Sleeve coupling dan adaptor harus didisain khusus untuk penyambungan pipa PVC dan
cocok denga diameter luar pipa PVC.

5.3. Ring karet dan Gasket


Ring karet yang digunakan untuk sambungan push on dan gasket untuk penyembungan
mekanikal fitting dari ductile iron atau besi tuang dan untuk sambungan flange harus
dari styrene butadiene rubber atau karet sintetis lain yang tepat untuk pipa air minum.
Sambungan Solve Cement

Kecuali ditentukan lain, pipa PVC dengan diameter nominal 40 mm dan lebih kecil dapat
disambungkan dengan menggunakan pelarut sebagi perekat sesuai dengan standar
pabrik. Bila digunakan sambungan solven cement ini, rekanan harus menyediakan
solvent cement sesuai dengan rekomendasi pabrik ditambah dengan imbuhan 10%.
Sambungan tersebut harus mampu menahan resultante pergerkan memnjang akibat
dari perubahan suhu pipa sebesar 50⁰C tanpa mengganggu kekedapan terhadap air.

Adaptor
Adaptor harus terbuat dari ductile iron atau besi tuang dan terdiriatas flange pada satu
ujung dan socket (atau beil) pada sambungan flexible baik dengan mekanikal maupun
push on.

6. Fitting
Fitting sambungan harus sesuai dengan standar SNI-0084-1987 dan bila tidak disebutkan
dalam volume pekerjaan (Bill of Quantity) maka system sambungan menggunakan sisten
rubber ring joint.
Semua fitting direncanakan mempunyai tekanan kerja 1.23 MPa (12.4 Kg/Cm²). Kecuali
ditentukan lain, semua fitting harus dari jenis injection moulded atau heat process
(pencetakan atau proses panas ) dan didesain dengan karakteristik dan kekuatan yang sma
dengan pipa yang disambung.
Bila fitting yang dispesikasikan bukan terbuat dari PVC maka harus dari besi tuang ductile
cast iron). Beil dan flenge yang dispesifikasikan harus mempunyai flange pada satu ujungnya
dan push on bell satu sambungan jenis mekanikal pada ujung lainnya. Tee dengan cabang
flange, jika dispesifikasikan harus berupa ujung-ujung dengan push on dan ujung pipa
cabang dengan flange. Permukaan Luar fitting tersebut harus dilapisi lapisan pelindung dari
bahan bitumen, yaitu coal tar epoxy yang dipakai untuk lining harus dengan bahan yang
tepat untuk pipa air minum dan dilengkapi sertifikasi dari instansi yang berwenang (public
health authorities).
Baut dan Mur yang akan dipakai untuk flange dan sambungan mekanikal harus dari baja
yang digalvanis.

7. Pengujian “Quality Assurance” ( Jaminan Kualitas )


Pengujian quality assurance sesuai dengan persyaratan berikut harus cukup mewakili unit
yang disuply sesuai dengan kontrak. Engineer harus diijinkan untuk mengunjungi tempat
pembuatan untuk meyaksikan test/pengujian tersebut.
7.1. Pengujian tekanan Hidrostatis
Pengujian tekanan harus dilakukan pada semua pipa dan fitting dan memenuhi standar
SNI 0084-1987 dan SNI 06-2549-1991. Setiap pipa harus diuji untuk dapat menahan
tekanan pengujian hidrostatis pada tekanan paling sedikit 42 N/mm³.
7.2. Pengujian lain
Pengujian lainnya seperti flattering test, toksisitas, tekanan terus menerus dan lain-lain
harus dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.

3.1.3. PIPA HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE)


1. Umum
Semua pipa dan alat penyambung harus didisain untuk menerima tekanan kerja
minimum sebesar 0.78 MPa (8.0 Kg/Cm²) kecuali ditentukan lain.

Referensi
Standar lain yang digunakan adalah :
 SNI 06-4829-2005 Pipa Polyehtylene untuk pipa air minum
 SNI 06-4821-1998 Metode pengujian dimensi pipa Polyethylene untuk air minum
 SNI 06-2552-1991 Metode pengambilan contoh uji pipa PVC untuk air minum
 ISO 4427 -1996 Polyethylene Pipes for water supply Specification
 ISO 6994-1986 Polyethylene Pipes and Fitting – Determination of carbon black and basic
specification.
 ISO/TR 10837-1991 Determination of the thermal stability of polyethylene for use in gas
and pipe and fitting’s.
 ISO 11420-1996 Method for the assessment of degree of carbon black dispertion in
polyolefin pipe, fitting’s and compund’s.
 ISO 6259-1985 Pipe for polyethylene-part 1 : Determination of tensile properties
 ISO 3126-1974 Plastic Pipe – Measurement of dimention
 ISO 1167-1996 Thermoplastic pipes for the conveyance of fluids-resistance to internal
pressure-test method.
 ISO 1133-1991 Plastic-determination of the melt mass- flow rate (MFR) and meltvolume
flow rate (MVR) of thermoplastic.
 ISO 2505-1-1994 Thermoplastic pipe-longitudinal reversion-part1 : determination
method
 ISO 3607-1997 7/E Tolerance on out side diameter and wall thicknesses
 AS/NZS 4130-1997 Polyethylene pipes for pressure application
 ASTM D 3350-1999 Standard specification polyethylene plastic pipe and fitting material
 JIS 6762-1998 Double wall polyethylene pipes for water supply
2. Spesifikasi Teknis
2.1. Ovalitas
Ovalitas pipa dipabrik setelah ekstruksi namun sebelum digulung harus sesuai
dengan kelas N, kelas N :
a. Untuk diameter luar nominal ≤ 75, toleransi sama dengan (0.008 dn + 1 )mm,
dibulatkan menjadi 0.1 mm, dengan angka minimal 1.2 mm.
b. Untuk diameter luar nominal > 75 tetapi ≤ 250, toleransi sama dengan 0.02dn,
dibulatkan menjadi 0.1mm.
c. Untuk diameter luar nominal > 250, toleransi sama dengan 0.035dn, dibulatkan
menjadi 0.1 mm.

Garis tengah minimum sebuah drum bagi pipa yang digulung harus 18dn dan pipa
jangan sampai menjadi kaku. Bagi pipa yang digulung, diperlukan peralatan untuk
penggulungan ulang.

2.2. Panjang Pipa


Panjang pipa bentuk batangan lurus atau gulungan tidak boleh kurang dari
persetujuan antara pemasok dan pengguna barang dengan toleransi ± 0.05m.
Diameter drum gulungan harus 18 x dn
3. Sifat Mekanik
3.1. Ketahanan Hidrostatik
3.2. Pipa harus memenuhi persyaratan uji hidrostatik yang diberikan sebagaimana table
dibawah ini

Ketahanan Hidrostatik Pipa


JENIS BAHAN TEGANGAN UJI (MPa)
100 Jam pd 20⁰C 165 Jam pd 80⁰C 1000 Jam pd 80⁰C
HDPE 100 12.4 5.5 5.0
HDPE 80 9.0 4.6 4.0
Catatan :
Hanya kegalalan rapuh yang diperhitungkan.
Pecah karena rapuh (britle failure) pada kurang dari 165 jam adalah merupakan
kegagalan. Jika pengujian dilaksnakan pada tegangan yang lebih rendah. Tegangan
uji yang baru dan waktu kegagalan minimu yang baru supaya dipilh sebagaiman
table dibawah ini.

Ketahanan Hidrostatik Pada Kekuatan Suhu 80⁰C Kebutuhan Uji Ulang


PE 80 PE 100
Tegangan Waktu Kegagalan Tegangan Waktu Kegagalan
MPa Minimum (jam) MPa Minumum (jam)
4.6 165 5.5 165
4.5 219 5.4 233
4.4 283 5.3 332
4.3 394 5.2 476
4.2 533 5.1 688
4.1 727 5.0 1000
4.0 1000
3.3. Kuat Tarik
Nilai kuat tarik harus 20 MPa dan perpanjangan minimum harus 400 %, bila diuji
pada suhu 20⁰C.
4. Sifat Fisik
4.1. Stabilitas Panas
Waktu induksi untuk pengujian contoh yang diambil dari pipa HDPE minimum harus
20 menit jika diuji pada suhu 200⁰C. Contoh yang diuji supaya diambil dari
permukaan sebelah dalam pipa
4.2. Nilai Perubahan Harga Panjang
4.3. Nilai perubahan harga panjang maksimum 3 %
5. Dimensi Pipa
5.1. Ketebalan Pipa
Ketebalan diameter luar pipa harus mengacu kepada SNI 06-4829-2005 tentang pipa
polyetylena untuk air minum.
5.2. Bahan Baku Pipa
Bahan baku pipa yang dipergunakan untuk membuat pipa polyethylene, harus
merupakan bahan baku yang menyatakan layak digunakan untuk air minum yang
dikeluarkan oleh pemasok bahan baku, hal tersebut dibuktikan dengan certificate
Badan Independen BODYCOTE.
6. Sambungan
Penyambungan dengan pipa dapat dilakukan dengan cara pemanasan yaitu dengan
menggunakan butt fusion dan sambungan elektrofusion atau dengan mechanical joint.
Penyambungan dengan menggunakan butt fusion dilakukanuntuk pipa dengan diameter
mulai dari 63mm dengan ketebalan minimum 4.7 mm dengan SDR 13.6. Penyambungan
dengan mechanical joint direkomendasikan untuk pipa dengan diameter 20-110 mm.
sedangkan dengan penyambungan denagn elektrofusion dapat digunakan untuk semua
ukuran pipa.
7. Pengujian Pipa
Acuan normative untuk pengujian pipa polyethylene adalah SNI 06-2552-1991 tentang
metode pengambilan contoh uji pipa PVC untuk air minum dan SNI 06-4821-1998
tentang metode pengujian dimensi pipa polyethylene untuk air minum.
8. Penandaan Pipa
Penandaaan pada batang pipa, sekurang-kurangnya mencantumkan :
 Nama pabrik pembuat atau merk dagang
 Dimendi luar pipa
 Tekanan kerja nominal
 Jenis material yang digunakan
 Seri pipa
 Tanggal pruduksi

3.1.4. VALVE
3.1.4.1. Umum
 Rekanan harus melengkapi valve sesuai dengan yang dibutuhkan dan menurut standar
yang disetujui. Seluruh valve sesuai dengan ukuran yang disebutkan dan bila mungkin
dari jenis atau model yang sama dan dikeluarkan oleh satu pabrik.
 Seluruh valve pada badan bagian luar harus tercetak asli dari pabrik dan di cor dengan
huruf timbul yang dapat menujukkan :
 Nama pemilikmproyek
 Nama tau merk dagang pembuatnya
 Tahun Pembuatan
 Tekanan kerja
 Diameter nominal
 Arah panah aliran bila valve tersebut digunakan satu aliran
 Valve dengan diameter lebih kecil 50mm tersebut dari brass/kuningan, bila tidak
disebutkan lain, kecuali untuk handwhell tersebut dari besi tuang atau besi tempa atau
jenis sambungan dari sambungan ulir.
 Ulir valve harus essuai dengan ISO 7/1 “pipa threads where pressure tigh joint are made
in the thread”
 Valve dengan diameter 50mm keatas menggunakan sambungan system dengan flange
dan terbuat dari cast iron /besi tuang.
 Ketebalan flange harus ditentukan berdasarkan tekanan kerja seperti yang
dispesifikasikan dan sesuai dengan standard international yang diakui. Kontarktor harus
menyerahkan perhitungan desain atas permintaan engineer.
 Bila tidak disebutkan dalam volume pekerjaan (Bill of Quantity), maka seluruh valve harus
dibuat khusus untuk menerima tekanan kerja minimal 10 bar dan untuk flenge harus
mempunyai dimensi sesuai dengan standard ISO 2531. Seluruh unit harus didisain untuk
pembukaan berlawanan arah jarum jam dan searah jarum jam untuk penutupan. Tanda
panah harus tertera untuk menunjukkan arah rotasi untuk membuka atau menutup
valve.
 Semua lubang/bukaan sambungan pipa harus ditutup untuk mencegah masuknya benda-
benda asing.
 Harga penawaran valve sudah termasuk perlengkapan untuk penyambungan seperti
gasket, mur, baut dan ring untuk satu sisi flange dengan imbuhan 10%.
 Besar dan ukuran perlengkapan tersebut disesuaikan dengan spesifikasi teknis dari flange
valve, mur baut dan ring dikirim dalam keadaan material bukan material bekas dan sudah
tergalvanis dengan merata dan baik. Ketebalan gasket minimal 3mm terbuat dari karet
sintetis.
 Petunjuk pengoperasian valve harus disertakan seperti maksimum force pada hardwhell,
engkol (crank), T-bar dan perlengkapan lain sehingga tidak menimbulkan kesulitan pada
operator. Rekanan harus menyertakan besarnya maksimum torque yang dibutuhkan
untuk setiap valve yang dikirim.
 Coating seluruh permukaan logam seperti badan valve, flange, surface box dan lain-lain
yang terkontak dengan air bersih atau tanah harus dilapisi dengan non toxic coalter
epoxy, enamel, bitumen atau bahan lain yang sama dan disetujui oleh direktur
pengawas.
 Permukaan harus bersih, kering dan bebas dari kotoran sebelum digunakan. Coating
dengan cara penyemprotan harus dilakukan di pabrik. Ketebalan minimum coating
setelah kering ±400micron (16 miis). Material yang berkontak dengan air harus dari jenis
non toxic sedangkan bahan yang dapat larut tidak boleh digunakan.
 Petunjuk operasi (operating manual) harus disediakan sebanyak 6 (enam) set untuk
setiap jenis valve dan perlengkapannya dalam bahasa inggris.
 Rekanan harus menyertakan sertifikat dari pabrik yang menerangkan bahwa setiap valve
telah memenuhi persyaratan yang diminta dalam spesifikasi ini.

3.1.5. Gate Valve


 Bila tidak disebut dalam volume pekerjaan (Bill of Quantity), maka gate valve yang
ditawarkan adalah gate valve dari jenis “Non Risisng Stem”.
 Valve harus memebuhi standar “ Gate Valve and Other Liquid” (AWWA C 500) atau
standar international lain yang sama atau lebih tinggi kualitasnya dan desain khusus
untuk tekanan kerja.
 Penawaran gate Valve adalah berikut handwhell harus dilengkapi dengan kunci T (Tee
Key) minimal satu buah dan maksimum saw untuk sebap 20 buah yang seukuran. Tee key
tersebut dilengkapi dengan pendongkel tutup surface boxstreet cover dan terbuat dari
baja ST 40 yang telah di galvanis.
 Bila dalam volume pekerjaan (Bill of Quantity) diperlukan extention spindle maka
material tersebut terbuat dari baja ST 40 yang telah di galvanis. Harga penawaran
extention spindle sudah termasuk potongan pipa PVC untuk melindungi extention
spindle tersebut dari urugan tanah.
 Badan dari gate valve, hand whell/cap terbuat dari besi tuang kelabu atau bahan dengan
kualitas lebih tinggi.
 Badan gate valve harus terbuat dari besi ( iron body) dengan dudukan dari logam
perunggu, tangkai valve jenis non rising dan dengan katup yang solid (solid wedge gate).
Valve harus cocok untuk pemasangan dengan posisi tegak (vertical mounting). Valve
harus dirancang untuk saluran air yang ebas hambatan yang empunyai diameter tidak
kurang dari diameter nominal valve apabila dalam posisi terbuka.
 Stuffing box harus terbuat dari bahan yang sama dengan badan valve seperti telah
dispesifikasikan diatas dan harus dalam posisi terbuka. Tinggi dari stuffing box tidak
boleh kurang dari diameter valve. Packing pada stuffing box harus terbuat dari asbes atau
bahan lain yang sesuai dan disetujui engineer. Packing dari hemp atau jute (rami) tidak
boleh digunakan. O-ring stem seal dapat digunakan atas persetujuan engineer dan seal
ini harus terdiri dari 2 (dua) buah O-ring seal dan paling sedikit 1 (satu) buah ditempatkan
diatas stem –collar dan dapat dilakukan penggantian dalam keadaan tekanan kerja penuh
dimana valvenya dalam posisi terbuka penuh.
 Stem terbuat dari perunggu atau stainless stell.
 Body seat ring dan disk seat ring terbuat dari kuningan atau perunggu.
 Surface box untuk valve yang ditanam terbuat dari grey cast iron, rata dan tahan
terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh beban lalu lintas yang padat. Tutup harus
disertakan pada surface box tersebut dan diberi cetakan “PDAM Kabupaten Nunukan”
pada bagian atasnya. Joint antara tutup dengan badan tidak berupa engsel melainkan
dihubungkan dengan baut. Ukuran surface box disesuaikan dengan masing-masing
dimensi valve dan sudah dicoating dengan anti karat.
 Semua valve, kecuali ditentukan lain, harus dilengkapi dengan mur (wrench nuts).
3.1.6. Katup Udara (Air Release Valve)
 Katup udara harus dapat beroperasi secara otomatis dan mengikuti hal-hal sebagai
berikut:
a. Dapat melepaskan udara selama pengaliran air dalam pipa.
b. Dapat memasukkan udara selama pengelonjoran.
c. Dapat melepaskan udara bila ada udara yang etrjebak dalam pipa.
d. Dapat mencegah penutupan yang dini bila udara sedang dilepaskan.
e. Aman terhadap vakum
 Seluruh air valve dengan standard flange JIS-B2213. Setiap valve lengkap dengan mur,
baut, ring dan dudukan (stool). Ukuran sesuai dengan yang diberikan pada uraian
pekerjaan.
 Badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dan pelampung dari ebonite, stainless
stell atau acrynolitrie Butediene stell.
 Seluruh bagianyang bergerak terbuat dari stainless stell. Bronze atau ABS.
 Valve harus diuji dengan tekanan sebesar 1 bar diatas tekanan kerja dan tidak
menunjukkan gejala kebocoran.
 Juga tidak terjadi kebocoran bila tekanan minimum 0.1 bar.
 Rekanan harus menyediakan katup penutup (isolating valve) secara terpisah untuk setiap
katup udara dengan jenis kupu-kupu (buttefly Valve) dengan spesifikasi sbb:
 a. Setiap badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dengan rubber seal, disc,
valve shaft dan peralatan mekanisme operasional yang mengikuti “Standars for Rubber
Seated Butterfly Valves” (AWWA Designation C 504) atau standard International lain
yang disetujui yang sama atau lebih tinggi kualitasnya dari yang disebutkan.
b. Setiap piringan (valve disc) harus dapat diputar dengan sudut 90⁰ dari posisi terbuka
penuh sampai tertutup. Sumbu perputaran valve harus horizontal.
c. Mekanisme operational harus terkait pada badan valve dan sesuai dengan standar
AWWA C 504.
d. Setiap mekanisme operational harus dapat dilepas untk pengawasan dan perbaikan.
e. Mekanisme operational untuk pengoperasian valve secara manual harus dapat
mengunci sendiri sehingga tangga aliran air atau vibrasi tidak mengakibatkan piringan
berpindah dari tempanya semula.
f. Setiap valve didesain untuk tekanan melintang pada piringan (bila tertutup rapat) sama
dengan rate tekanan pada pipa.
g. Seluruh valve harus mengikuti spesifikasi ini dan harus dapat membuka atau menutup
bila tidak dioperasikan dalam periode yang lama.
h. Badan valve dan flange terbuat dari cast iron dan mengikuti “Spesification for Grey
Iron Casting for Valves, Flanges and Pipe Fitting kelas B (ASTM Designation A 126) atau
ductile iron (ASTM 536). Flange harus mengikuti standard JIS-8 2213.
Dududkan valve harus dapat menjaga valve pada posisi yang seharusnya. Tipe air valve
harus sesuai dengan spesifikasi dibawah ini yang tergantung pada ukuran pipa yang
dipasang.
Ukuran Pipa Tipe Air Valve Diameter Nominal Air Valve
(mm) (mm)
300 dan lebih kecil Tipe dengan orifice 25 mm dan lebih kecil
350 dan lebih besar kecil/tunggal 75 mm dan lebih besar
Tipe dengan dua orifice atau
kombinasi
1. Tipe Air Valve dengan lubang/orifice kecil
Air valve dengan lubang kecil didesain untuk pengoperasian secara otomatis yang
akan mengeluarkan udara yang terakumulasi bertekanan pada saat aliran air dalam
penuh.
2. Tipe Air Valve dengan dua lubang atau kombinasi
Air valve dengan dualubang atau kombinasi didesain untuk dioperasikan secata
otomatis, sehingga akan :
a. Terbuka pada kondisi bertekanan kurang dari tekanan atmosfer dan menampung
banyak udara selama operasi pengurasan saluran pipa.
b. Mengeluarkan banyak udara dan menutup, pada saat air dalam kondisi tekanan
rendah, mengisi badan valve selama operasi pengisian.
c. Tidak menutup aliran pada kondisi kecepatan pembuangan udara tinggi.
d. Mengeluarkan akumulasi udara bertekanan pada aliran air penuh dalam pipa.
3.1.7. Ball Valve
Auxllary valve yang untuk tipe air valve denga lubang tunggal kecil disebut ball valve. Ball
valve memiliki dua lubang atau tipe kombinasi. Valve ini dikondisikan untuk tekanan kerja
sebesar 0.98 MPa (10.0 Kg/Cm²) dan memiliki ujung flange. Ball valve harus merupakan tipe
non-lubricanted dan terbuat dari bahan cast iron untuk badan valve dan bola, stainless stell
dengan dudukan/bantalan. Dudukan/bantalan harus diberi penguat dari Teflon dan mudah
diganti dilapangan tanpa menggunakan alat khusus. Tangkai/stem harus dibuat dari
stainless stell. Teflon penguat digunakan untuk jalur pipa pada saat kondisi normal. Setiap
valve harus dilengkapi dengan kunci dari ductile cast iron pada setiap operasi.
3.1.8. Plug Valve
Plug Valve harus non-lubricated, plug dengan tipe resilent faced eccentric dengan badan
valve yang terbuat dari cast iron. Plug cast iron berpegas harus dilapisi dengan chloroprene
(neoprene) agar dapat kedap dari gelembung air. Valve juga dilengkapi dengan heavy duty
prelubricated bearing dari stainless stell atau perunggu.
Tutup stem/tangkai terbuat dari karet cincin “O” atau multiple Buna-N Packing Rings. Pada
saat packing ring digunakan, packing gland harus dapat terpasang tanpa harus melepaskan
bagian valve.
3.1.9. Check Valve
 Rekanan harus menyediakan check valve jenis swing check valve/klep tabok dengan
sambungan flange.
 Bagian atasnya tertutup dengan flange buta (blank-flange) yang dapat dibuka sewaktu-
waktu bila diperlukan.
 Pada bagian luar badan check valve harus terdapat cap (tercetak) yang dapat
menunjukkan merk, atau dari pabrik mana yang membuatnya, besarnya diameter,
tekanan kerja dan arah aliran air.
 Badan tutup atas dan cakram dari badan check valve terbuat dari besi tuang.
 Kedudukan untuk cakram terbuat dari Neophrene synthetic rubber yang berkualitas baik.
 Tekanan kerja dari check valve mampu menahan 10 Kg/Cm².
 Check Valve harus didesain sedemikian rupa sehingga piringan, dudukan, dudukan cincin
dan bagian-bagian dalam lainnya yang mungkin perlu untuk perbaikan harus mudah
diambil, mudah dipindahkan dan mudah diganti tanpa menggunakan peralatan khusus
atau harus memindahkan valve dari jalurnya.
 Valve harus cocok untuk pengoperasian dalam posisi horizontal atau vertical dengan
aliran keatas dan ketika tebuka penuh valve harus mempunyai daerah aliran bersih (a
net-flow area) tidak kurang dari luas diameter nominal pipa dan ujung flange.
3.1.10. Gate Valve Perunggu (Bronze)
 Gate valve perunggu harus didesain dan dibuat sesuai dengan JIS B 2011 atau ketentuan
lain yang disetujui. Tekanan kerja besarnya 0.98 MPa (10 Kg/Cm²). Valve harus dilengkapi
dengan roda pemutar dan ujung berulir (sekrup).
 Valve dengan ukuran 80 mm atau lebih kecil mempunyai badan yang terbuat dari
perunggu, sekrup bonnet (topi sekrup), gate valve memiliki solid wedge (baji), sekrup
dalam dan tangkai pengungkit.
 Badan valve harus merupakan cetakan perunggu yang mengacu pada JIS H 5111, kelas 6
atau cetakan perunggu dengan daya rentang tidak kurang dari 196 N/mm² (20 Kg/Cm²).
Piringan terbuat dari perunggu cetakan sesuai spesifikasi di atas atau dari kuningan yang
mengacu pada AS H 3250, kelas C 3711 atau dari tembaga yang mempunyai daya rentang
tidak kurang dari 314 N/mm² (32 Kg/Cm²). Stem/tangkai harus terbuat dari tembaga
sesuai spesifikasi diatas.
3.1.11. Katup-katup (Isolating Bottom Drain Valve)
a. Katup-katup penguras harus terdiri dari type cakram (disc) bundar. Katup-katup
penguras tersebut harus disediakan lengkap dengan angkur, baut-baut, ganjal-ganjal
rangka besar, gasket dan sebagainya yang akan dipasang pada lantai beton.
b. Rangka dengan cakram (disc) harus terbuat dari besi cor.
c. Cakram tersebut harus dilengkapi dengan gasket karet yang tak terputus yang dapat
diganti.
d. Mekanisme pengoperasian harus sedemikian sehingga mudah untuk membuka katup
tersebut pada tinggi tekan maksimum yang berbeda yang dapat terjadi di dalam
praktek.
e. Tinggi angkatan cakram harus tidak boleh lebih kecil dari pada 1/3 diameter nominal
katup.
f. Pada posisi tertutup, katup-katup penguras harus menjadi kedap pada tekanan kerja.
g. Tekanan kerja arus 1.5 kali tinggi tekanan maksimum yang berbeda yang dapat terjadi di
dalam praktek.
h. Katup-katup penguras harus mempunyai tangkai-tangkai pemegang dari baja lunak,
dengan sekrup ulir dan dapat dengan mudah dilumasi.
i. Pemborong harus melengkapi pada setiap pekerjaan seluruh detail katup penguras
beserta ukurannya dan dipasang sesuai dengan petunjuk direksi.
3.1.12. Rumah Katup (House Valve)
Rumah katup harus dengan badan katup yang bulat, terdiri dari perunggu dengan tekanan
rata-rata 10 kg/Cm² dengan cakram yang dapat diperbaharui. Katup-katup harus
mempunyai batang-batang pembuka, roda-roda tangan yang disekrupkan dengan ulir.
Badan-badan dari katup harus dibuat/diselesaikan denganmesin. Kepala cakram

1. Gate – Valve
Tipe, ukuran dan penempatan katup-katup hendaknya sesuai dengan yang ditunukkan
dalam gambar. Semua gate valve yang dipergunakan dalam jalur pipa hendaknya
bertekanan 1220 m kolom air, badan besi tuang, bingkai tembaga, gate valve tanpa tangkai
pemutar sesuai dengan persyaratan A.W.W.A Standard Specification C.500.

Pengakhiran ujung-ujung katup hendaknya mempunyai ujung penyambung flens, kecuali


bila ditunjukkan lain dalam gambar.

Flens untuk katup hendaknya sesuai dengan ANSI B.16.1 dan fitting cast iron Kelas 125,
kecuali bila nyata-nyata ditunjukkan lain. Semua katup hendaknya dilengkapi dengan kursi
mur 2 inchi persegi dan membuka kearah yang seragam.

2. Katup Udara
Katup udara dan ruang katupnya ditempatkan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam
gambar perencanaan.
Katup udara hendaknya dilengkapi dengan kran penutup (stock cack) pada bagian
bawahnya.

Jika tidak ditentukan lain ruang katup terbuat dari pasangan beton atau batu kali sedangkan
tutup ruang katup terbuat dari besi tuang yang dapat dibuka dan tutup dengan aman dan
mudah. Tutup ruang katup harus dapat menahan tekanan ganda sesuai dengan kelas dan
jelas jalan yang dilalui.
3.2. PEMASANGAN PIPA DAN ACCESSORIES

3.2.1. Umum

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah :

a. Setiap pemasangan katup, pemasangan pipa, pemilihan lokasi katup ataupun perubahan
terhadap gambar standar harus atas pengarahan dan persetujuan Direksi.

b. Sebelum pekerjaan pemasangan pipa dilaksanakan, Kontraktor harus menentukan jalur


perletakan pipa dengan cara mengindenfikasi lokasi pipa eksisting yang terdapat di jalan
tersebut dan juga utilitas lainnya seperti kabel PLN, kabel Perumtel, pipa gas, pipa
minyak, drainase dan lain-lain.

c. Untuk setiap penyambungan dengan pipa eksisting, Kontraktor harus melakukan


persiapan sebagai berikut :

- Periksa kemungkinan untuk memotong pipa eksisting dan melakukan koordinasi


dengan bagian Distribusi PDAM Kabupaten Nunukan.
- Periksa dan cari katup-katup yang berhubungan dengan pipa tersebut serta periksa
apakah aliran di pipa eksisting dapat dihentikan dan pipa dapat dikosongkan.
- Lakukan penggalian percobaan untuk mencari lokasi pipa eksisting. Periksa diameter
luar pipa sebenarnya, ruang kerja yang tersedia, utilitas lain di dekatnya dan kondisi
khusus lainya.
- Berdasarkan hasil penggalian diatas, siapkan shop drawing untuk diserahkan dan
mendapat persetujuan Direksi.
- Setelah shop drawing disetujui Direksi, Kontraktor harus menyiapkan fitting dan
accesories sesuai shop drawing tersebut dan pekerjaan penyinggeman dilakukan.
- Setelah pekerjaan dilaksanakan dan disetujui Direksi, Kontraktor harus menyiapkan
As Built Drawings dan menyerahkan kepada Pemilik Kegiatan.

3.2.2. Persyaratan Umum

1. Uraian Kerja, Rencana Kerja dan Gambar Kerja

Kontrak ini harus diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan dalaam syarat-syarat
kontrak maupun dalam Lampiran Surat Penawaran yang merupakan sebagian dari
Kontrak. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu sebelum dimulai pekerjaan dilapangan
yang manapun juga, Kontraktor harus memberitahu Direksi dan Lurah/RT setempat
sehingga penduduk disekitarnnya dapat diberitahu mengenai adanya pelaksanaan
pembangunan dan pengaturan-pengaturan jalan sementara yang perlu dibuat.

Dalam waktu 2 (dua) minggu sejak adanya Perintah Direksi untuk mulai melaksanakan
pekerjaan, Kontraktor juga harus menyerahkan detail-detail berikut ini :

- Program yang sesuai dengan syarat-syarat Kontrak.


- Peralatan/mesi-mesin yang akan digunakan termasuk merk, jenis dan
kapasitasnnya.
- Tenaga kerja/buruh yang akan dipekerjakan.
- Personil inti, pemasok, para ahli yang akan terlibat.
- Rencana detail dari metode yang diusulkan untuk pekerjaan-pekerjaan sementara
dan pekerjaan-pekerjaan galian termasuk papan-papan penahan dan rangka
penguatnya untuk lubang-lubang galian, parit-parit, dan lain-lain.

Kontraktor tidak akan diperbolehkan mulai melakukan kegiatan penggalian jika


informasi-informasi tersebut diatas tidak dapat dipenuhi.
Selama pelaksanaan pemasangan pipa, Kontraktor harus menyelesaikan terlebih dahuli
pekerjaan-pekerjaan sepanjang jalan yang sedang dikerjakan tersebut, sebelum
melanjutkan kebagian terusannya.

Pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan tersebut adalah :

- Kontruksi jalur pipa


- Pengurugan kembali
- Pekerjaan perbaikan-perbaikan
- Pembersihan dan sterilisasi
- Pengujian sementara/tes tekanan pipa

Hanya peletakan pipa dengan panjang maksimum 500 m diperkenankan tanpa


pengujian sementara. Jalur pipa yang belum/tidak diuji dan dibiarkan terbuka sepanjang
malam harus ditutup sementara dengan penutup (stopper) yang harus disediakan oleh
Kontraktor. Kontraktor tidak diperkenankan memulai setiap galian untuk pipa sebelum
permukaan tanah diperiksa dan pengukuran (survey) bersama Kontraktor harus
menyerahkan gambar hasil pengukuran bersama kepada Direksi untuk penyesuaian
terhadap elevasi desain bilamana diperlukan. Gambar pengukuran bersama tersebut
harus diserahkan kepada Direksi selambat-lambatanya 2 (dua) minggu sebelum jadwal
penggalian dimulai.

2. Satuan Ukuran dan Standar yang Umum

Setiap Internasional (SI) tentang satuan harus dipergunakan di seluruh proyek dan
harus dijadikan dasar-dasar perhitungan, perencanaan dan pelaksanaan proyek. Semua
ukuran harus dalam metrik.

Didalam seluruh dokumen, seperti surat menyurat, tabel-tabel teknis dan gambar-
gambar, harus dipergunakan satuan ukuran menurut Sistem Internasional. Dalam
gambar-gambar atau brosur-brosur yang dicetak dan satuan ukurannya berlainan, maka
satuan yang setara dengan Sistem Internasional harus dicantumkan sebagai tambahan.

Bila terdapat pemakaian singkatan-singkatan seperti ini, maka artinya adalah sebagai
berikut :

AASHTO - American Association of State Highway Officials

ASTM - American Society for Testing Materials

AWWA - American WaterWork Association

BS - British Standards Association

ISO - Internasional Organization for Standardization

JIS - Japanese Industrial Standard

PUBBI - Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia

SBI - Peraturan Beton Indonesia

SII - Standar Industri Indonesia

SNI - Standar nasional Indonesia


3. Izin Galian

Kontraktor harus mendapat izin untuk membuat galiandi jalan dari pejabat yang
berwenang sebelum mulai menggali di jalan-jalan umum dan harus mematuhi syarat-
syarat ijin tersebut. Institusi yang berwenang mengatur penggalian di wilayah kerja
tersebut adalah PDAM Kabupaten Nunukan. Biaya dalam mengurus perijinan tersebut
harus termasuk harga satuan pekerjaan penggalian.

Tanpa membatasi kewajibannya terhadap kontrak, Kontraktor harus mengikuti


rekomendasi dari PDAM dan instansi terkait lainnya.

Dalam membatasi pelaksanaan pembangunan disepanjang galian pinggir jalan umum


(Right Of Way) Kontraktor harus memasang dinding sekat/stopper antara tumpukan
bekas galian dengan badan jalan, diatur sedemikian rupa sehingga dapat disediakan
jalan yang aman dan memadai dan terbuka sepanjang waktu untuk kendaraaan, pejalan
kaki maupun binatang.

4. Penutupan Jalan

Sebelum memulai pekerjaan di jalan-jalan umum, Kontraktor terlebih dahulu harus


mendapat izin dan persetujuan dari PDAM Kabupaten Nunukan dan instansi lain yang
berwenang. Dalam hal tertentu, penutupan jalan tidak diperbolehkan. Oleh karena itu
Kontraktor harus mengatur cara kerjanya sedemikian rupa untuk mengatur arus lalu
lintas yang ada. Untuk dapat melakukan penutupan jalan yang berwenang, pejabat
tersebut akan melakukan penutupan jalan dan memberikan izin yang diperlukan bagi
Kontraktor.

Selama jalanan ditutup, kontraktor harus menjaga keselamatan dan keamanan jalan-
jalan masuk ke rumah-rumah penduduk yang ada disepanjang jalan tersebut dari salah
satu arah dan berhubungan yang ada dan keadaan jalan masuknya.

Kontraktor harus memberitahu pejabat jalan yang berwenang dalam jangka waktu 6
(enam) minggu dimuka untuk melaksanakan setiap rencana penutupan jalan.

5. Kontraktor-kontraktor Lain

Jika Kontraktor lain perlu bekerja ditempat yang sama selama periode kontrak,
Kontraktor harus memberi kerjasama dengan Kontraktor lain tersebut agar semua
kegiatan terus berlangsung dan selesai pada waktu yang telah ditetapkan (Pasal 3 dan 4
Syarat-syarat Kontrak).

6. Peli dan Tanda-tanda Batas

Tanda-tanda/patok-patok batas dan peil telah ditentukan oleh juru ukur Direksi dan
tanda-tanda ini harus ditunjukkan kepada Kontraktor untuk dipergunakan sebagai dasar
ketinggian dan garis-garis lainnya. Gambar peletakan patok-patok tersebut harus
diberikan kepada Kontraktor. Letak-letak patok juga harus dicantumkan disemua
gambar-gambar.

7. Letak Kantor Lapangan Kontraktor dan Fasilitas Lainnya

Dalam waktu 2 (dua) minggu sejak ditandatanganinya Kontrak, Kontraktor harus


mengajukan gambar rencana yang menunjukan lokasi yang diusulkannya untuk :

- Kantor lapangan (Direksi Keet).


- Gudang, bengkel dan tempat merawat peralatan, tempat mencampur dan
mengaduk beton dan tempat menimbun material.
- Tempat sementara untuk menimbun maupun tempat yang permanen untuk
membuang sisa tanah galian.

8. Perlindungan Terhadap Pekerjaan/Barang Proyek

Kontraktor dengan biayanya sendiri, harus membungkus dan membuat perlindungan


yang sesuai terhadap seluruh pekerjaan yang mudah rusak, baik akibat cuaca maupun
oleh cara yang dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan.

Tidak boleh ada material yang terjemur langsung dibawah terik matahari yang boleh
dipakai kecuali jika menurut pendapat Direksi sudah cukup waktu bagi material
tersebut berada dalam kondisi tertentu sehingga temperaturnya sudah sesuai untuk
dikerjakan.

9. Foto-foto Lapangan

Kontraktor harus membuat foto-foto jalan, trotoar dan lain-lain bangunan yang
berdekatan dengan proyek sebelum pelaksnaan dimulai untuk mendapatkan rekaman
dari keadaan yang sudah ada. Biaya foto ini harus sudah diperhitungkan oleh
Kontraktor. Foto kemajuan lapangan bulanan harus diserhkan dengan kelengkapan
yang memuaskan sebagaimana yang disetujui oleh Direksi.

10. Persiapan lapangan

Kontraktor harus memberitahukan kepada Direksi sebulan memulai pekerjaannya di


jalan-jalan umum.

11. Jalan Masuk Lapangan

Kontraktor harus mengusahakan sendiri untuk mendapatkan tanah-tanah tambahan


yang diperlukan di sepanjang jalur pipa, bukan di jalan umum, untuk dipergunakan
sebagai sarana kontruksi. Pihak Kontraktor harus mengusahakan sendiri juga jalan
masuk menuju lapangan apabila jalan masuk lapangan belum tersedia.

12. Rapat-rapat Lapangan

Kontraktor harus membuat program, melakukan koordinasi dan mengatur tahapan


pembangunan termasuk pekerjaan Sub Kontraktor agar TANGGAL SELESAINYA
KONTRAK DAPAT TERCAPAI SEPENUHNYA.

Selama pekerjaan, rapat untuk membicarakan kemajuan pelaksanaan harus diadakan


dengan teratur sekurang-kurangnya sebbulan sekali dan dihadiri oleh Direksi untuk
melakukan koordinasi dari kegiatan Kontraktor dan Sub Kontraktornya agar pasal ini
dapat dilaksanakan sepenuhnya.

Risalah rapat lapangan ini harus disimpan dan salinanya dibagikan kepada semua pihak
yang terlibat dan semua hasil yang ada harus dipatuhi.

13. Laporan Kemajuan

Laporan kemajuan bulanan atas bobot pekerjaan yang telah dilaksanakan harus
disiapkan oleh Kontraktor di tiap akhir bulan yang bersangkutan dalam bentuk yang
disetujui oleh Direksi dan diajukan oleh Kontraktor bersama-sama dengan permohonan
untuk mendapatkan Berita Acara penyelesaian pekerjaan sementara.

Laporan tersebut harus menunjukkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan,


material yang sebenarnya terpakai, material yang masih ditempat penyimpanan,
jumlah karyawan dan buruh yang bekerja dilapangan dan hasil akhhir dari semua
kegiatan yang telah diselesaikan atau yang masih dalam pelaksanaan dan harus
diringkas dalam bentuk presentase penyelesaian. Harus dimaksukkan dalam laporan
harus diajukan kepada Direksi sebelum diserahkan secara resmi.

14. Lembur dan Waktu Lowong

Jika Kontraktor memandang perlu untuk kerja lembur sebagai usaha menyelesaikan
pekerjaan pada tanggal yang telah ditetapkan, atau untuk tujuan-tujuan lain,
Kontraktor harus membicarakannya dengan Direksi sebelum dilaksanakan.

15. Pelaksanaan Pekerjaan Terus-menerus

Jika perlu baik untuk alasan keselamatan kerja atau untuk mempercepat pekerjaan
pada bagian stuktur atau pekerjaan-pekerjaan yang memotong jalan-jalan utama,
sungai atau saluran, Kontraktor harus melaksanakan bagian pekerjaan tersebut secara
terus menerus siang dan malam setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari
Direksi dan pejabat setempat yang berwenang. Kontraktor tidak akan menerima
bayaran ekstra untuk kerja terus menerus ini.

16. Wakil Kontraktor diLapangan

Wakil Kontraktor dilapangan haruslah seorang yang berpengalaman dalam pengawasan


pekerjaan yang serupa.

17. Tamu-tamu Resmi

Jika diberi wewenang oleh Direksi, Kontraktor harus selalu memberi kebebasan dan
memberikan jalan maupun fasilitas lannya bagi karyawan Pemilik Proyek yang
berwenang, para pejabat Pemerintah atau orang-orang lain yang memang diberi hak
oleh Pemerintah untuk meninjau atau melakukan inspeksi atas pekerjaan di bagian
yang manapun material yang akan dipakai.

18. Laporan kepada Direksi

Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi untuk setiap keadaan tak terduga
atau gangguan yang ditemukan dalam pelaksanaan yang tidak dapat diketahui
sebelumnya yang mungkin dapat mempengaruhi perencanaan.

Kontraktor harus menyediakan bagi Direksi semua catatan dan sketsa-sketsa


perubahan-perubahan yang dilakukan di lapangan selama pelaksanaan, yang mungkin
sangat perlu untuk pembuatan gambar-gambar pelaksanaan (As Built Drawings).

19. Gambar-gambar dan Spesifikasi di Lapangan

Kontraktor harus memiliki dan menyimpan di lapangan satu set salinan dari semua
gambar, spesifikasi, tambahan gambar kerja dari Kontraktor yang telah disetujui,
perintah perubahan dan penyesuaian-penyesuaian lain dengan baik dan diberi tanda
untuk merekam semua perubahan yang telah terjadi selama pelaksanaan. Gambar dan
dokumen tersebut juga harus disediakan untuk Direksi.

20. Hak atas Material yang Ditemukan dalam Proyek

Pemberi Tugas mempunyai hak atas semua kayu, batu, tanah, pasir, kerikil dan material
lainnya seperti penemuan-penemuan arkeologis yang diperoleh dan dihasilkan dari
kegiatan penggalian dari kegiatan lain yang berkaitan dengan Proyek. Kecuali jika
ditentukan lain, baik Kontraktor maupun hal-hal yang berkaitan dengan material
tersebut.
21. Papan Nama Proyek

Kontraktor harus membuat papan nama Proyek sesuai permintaan Direksi.

22. Keselamatan, Kesehatan dan Kesejahteraan

Kontraktor harus mematuhi semua persyaratan yang telah ditentukan dalam Undang-
undang yang berlaku di Indonesia selama masa kontrak yang baik karyawan Kontraktor,
Direksi maupun Pemilik Proyek. Kontraktor harus mematuhi prosedur yang berlaku
untuk keselamatan cara kerja harus diajukan jauh hari sebelum pekerjaan itu dimulai.

Syarat-syarat berikut ini harus diperhatikan ;

a) Semua galian harus dijaga kemungkinan runtuh/longsor dan dilengkapi dengan


pagar pengaman maupun papan-papan tanda peringatan-peringatan lain.
b) Sebelum pekerjaan dapat dimulai di jalan-jalan raya umum, tanda-tanda
peringatan yang memadai, jelas menunjukkan arah lalu lintas yang ada maupun
bagi pejalan kaki dan rambu lalu lintasnya harus mendapat persetujuan dari
Direksi dan Polisi lalu lintas.
c) Semua pekerjaan di jalan-jalan umum dan tempat pejalan kaki harus dilengkapi
lampu-lampu penerangan di malam hari yang harus dijaga.

23. Pembongkaran, Kerusakan yang Terjadi Akibat Kecelakaan dan Perbaikan

Kontraktor harus bertanggung jawab demi keamanaan bangunan, dinding-dinding dan


pagar-pagar yang berdekatan dengan galian. Kontraktor harus menyerahkan hasil
perhitungan-perhitungan dan gambar-gambar untuk menunjukkan bahwa semua
pekerjaan-pekerjaan sementara seperti rangka-rangka penopang parit dan lubang
galian cukup kuat dan hal ini harus disetujui oleh Direksi sebelum dilaksanakan di
lapangan . jika ada pekerjaan atau struktur-struktur lain yang berdekatan menjadi rusak
akibat kerja Kontraktor, maka Kontraktor harus memperbaiki kembali ke kondisi yang
semula atas biayanya sendiri.

3.3.3. Pekerjaan Persiapan

1. Galian Percobaan

Kontraktor bertanggung jawab atas pembuatan galian percobaan yang diperlukan


untuk mencari posisi pipa eksisting dan diameter pipa eksisting sehingga dapat
diketahui fitting yang sesuai untuk pipa tersebut. Biaya yang timbul harus dimasukkan
dalam harga satuan galian. Galian percobaan harus dilakukan secara manual.

Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi, laporan tertulis atau sketsa dari data-
data yang diperoleh dari uji coba penggalian tersebut dan galian tersebut tidak boleh
diurug kembali sampai laporan tentang galian tersebut disampaikan dan disetujui oleh
Direksi.

Direksi dapat memerintahkan menggali lubaang-lubang percobaan didepan galian parit


pada kedalaman sedemikian rupa sehingga Direksi dapat menyesuaikan parit yang
selanjutnya. Biaya lubang percobaan adalah menjadi tanggungan Kontraktor.

2. Pekerjaan Pembokaran

Bangunan-bangunan yang sudah ada, pondasi beserta batu-batuan, batang-batang


pohon, akar atau benda lain yang tak terduga kehadirannya yang dijumpai dalam
penggalian harus disingkirkan oleh Kontraktor.
Pekerjaan pembongkaran (dinding-dinding, pondasi-pondasi, saluran-saluran
air,rel,pagar-pagar, tebing jalan dan lain-lain) harus dilaksanakan dengan sangat hati-
hati. Semua material sisa bongkaran tetap menjadi milik Direksi dan harus disimpan di
lapangan untuk digunakan kembali di kemudian hari.

Material yang tidak terpakai lagi seperti puing-puing, sampah-sampah dan sebagainya
harus dibuang langsung ke tempat pembuangan yang dipilh oleh Kontraktor dengan
sepengetahuan Direksi. Semua bangunan, kebun dan pohon-pohon yang ada harus
dijaga sedemikian rupa supaya tidak rusak.

3. Sarana yang Sudah Ada dibawah Tanah

Kontraktor bekerja sama dengan Direksi, harus menghubungi pejabat instansi setempat
yang berwenang atas sarana-sarana dibawah tanah tersebut dan mengadakan
hubungan yang erat dengan mereka selama pelaksanaan pekerjaan. Dibawah
koordinasi Direksi, letak semua jaringan sarana utama yang akan menggangu pekerjaan
harus dipastikan lebih dahulu. Setiap melakukan pekerjaan galian, perlu diperhatikan
tanda ataupun petunjuk-petunjuk diatas permukaan tanah. Penggalian percobaan yang
diperlukan guna menentukan semua jaringan sarana, tidak akan dibayr dan dibiayanya
dianggap telak termasuk didalam biaya satuan galian umum Kontraktor.

Dimana terjadi pertentangan kepentingan antara sarana yang ada dengan pelaksanaan
pekerjaan, Direksi akan memerintahkan penyimpangan atau perubahan perencanaan.
Guna memungkinkan penyimpangan dibuat sebelum pekerjaan dilaksanakan harus
dilakukan penggalian percobaan minimun seminggu sebelum pekerjaan dimulai.

Bilamana terdapat jaringan/sarana dan prasarana umum dilokasi pemasangan pipa,


pengalihannya akan disetujui oleh Direksi secara terperinci bila ada sambungan
ditemukan di tempat tersebut. Penggalian saluran akan dilakukan oleh Kontraktor dan
pengalihan atau pemindahan utilitas lainnya dilaksanakan oleh instansi yang
berwenang atas sarana yang bersangkutan. Direksi akan mengkoordinir pekerjaan ini
dan akan memberikan petunjuk setiap pengalihan secara terinci. Kontraktor harus
mengambil tindakan seperlunya untuk menghindari kerusakan pada jaringan sarana
tertanam yang ada beserta sambungan-sambungan ke bangunan-bangunan.

Kerusakan yang menurut pendapat Direksi seharusnya dapt dihindari secara wajar,
harus diperbaiki dengan tanggungan biaya Kontraktor. Kontraktor harus membuat
penunjang darurat secukupnyaa pada jaringan sarana dan sambungan yang ada atau
hanya sebagian saja atau yang ada dan yang terpaksa menjadi lemah akibat galian. Para
penawar haus memasukkan didalam harga, semua biaya akibat perubahan jaringan
sarana.

4. Kabel-kabel yang Tergantung di atas

Kontraktor harus berusaha mengambil langkah-langkah yang perlu seperti membuat


tiang-tiang yang perlu seperti membuat tiang-tiang penyangga sebagai usaha
pangaman jika pembangunan berlangsung di bawah kabel-kabel dan harus memenuhi
semua ketentuan pengamanan dari Perusahaan Listrik Negara, Perumtel untuk
mencegah adanya kecelakaan yang timbul akibat penggunaan peralatan dan
sebagainya.

5. Pembersihan Lokasi

Penebangan semak dan pepohonan dengan lingkaran batang pohon lebih kecil dari
50cm harus termasuk harga yang ditawarkan. Kayu pohon-pohon yang ditebang tetap
menjadi milik Pemilik Proyek. Pembersihan tanah dari rumput atau tanaman lain tidak
dibayar terpisah dan harus termasuk harga satuan galian tanah yang bersangkutan.

6. Pekerjaan Pengukuran Lapangan

Semua informasi yang diterima dari Direksi seperti peta-peta-, sketsa-sketsa, titik-titik
ketinggian patok-patok dan lain-lain harus dirahasiakan dan diperiksa dilapangan.
Semua biaya untuk mendapatkan informasi yang diperoleh harus ditanggung
Kontraktor dan dimasukkan dalam butir-butir yang sesuai di dalam Daftar Volume
Pekerjaan.

3.3.4. Pekerjaan Tanah

1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan galian dan urugan pemasangan pipa beserta
bangunan perlengkapanya. Yang meliputi semua pekerjaan pembersihan, penggalian,
perataan, pemadatan, pemasukan atau pengeluaran bahan-bahan dari dalam tanah
dan pekerjaan tanah lainya yang berhubungan dengan pekerjaan pemasangan pipa dan
accessorisnya serta peralatan seperti yang ditentukan dan ditunjuk dalam gambar.
Pekerjaan tersebut juga harus mencakup perbaikan kembali jalan-jalan raya, jalan
untuk pejalan kaki dan memasang perlindungan tebing serta saluran-saluran
pengeringan.

2. Klarifikasi Bahan

Batu cadas didefinisikan sebagai bahan padat berbentuk bulat, gepeng, runcing dan
lain-lain atau lapisan padat yang menurut pendapat Direksi hanya dapat dipindahkan
dengan peledakan, pengeboran, penjepitan atau pemecahan batu. Definisi cadas tidak
termasuk batu atau besar atau pecahan cadas yang berukuran kurang dari 1.0 m³, batu
cadas hancur serta material yang digali dengan ’Pneumatic Breaker’.

Bahan-bahan tanah yang lain hendaknya diklarifikasikan sebagai tanah (atau tanah
lunak). Keputusan Direksi sehubungan dengan jenis tanah galian akan berlaku final dan
mengikat.

Bila Kontraktor menjumpai bahan yang dianggap dapat diklasifikasikan sebagai


“Batuan” harus segera memberitahukan secara ertulis kepada Direksi. Kelalaian untuk
memberitahukan secara tertulis mengenai bahan akan dibayar berdasarkan klasifikasi
“Tanah”

3. Drainase dan Pengurasan

Kontraktor harus melaksanakan pengeringan fan pengurasan sebagaimana diperlukan


untuk melaksanakan semua pekerjaan dalam keadaan kering.

Kontraktor bertanggung jawab untuk menetukan kapasitas air tanah yang akan
dipompa yang dijumpai selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor harus
mempersiapkan, mengoperasikan, memelihara serta memindahkan, bila diperlukan,
semua perlatan pompa dan peralatan yang berkaitan dengan pekerjaan pengurasan
tersebut termasuk perpipaan yang berkaitan dengan pekerjaan pengurasan tersebut
termasuk perpipaan yang dipergunakan untuk mengalihkan air ke lokasi pembuangan.

Bila diperlukan Kontraktor harus memasang saluran pengeringan untuk mengalirkan air
dari galian. Setelah selesainya pekerjaan saluran tersebut harus ditutup kembali.
Dalam situasi apapun, Kontraktor harus mengambil langkah-langkah pencegahan
terhadap erosi tanah dalam hal membahayakan personil, pekerjaan dan stabilitas
bangunan yang terdapat di sekitar pekerjaan.

4. Bahan Peledak dan Peledakan

Pemecahan/pembongkaran batuan dengan bahan peledak (peledakan) TIDAK


DIPERBOLEHKAN.

5. “Overbreak”

Overbreak berarti suatu galian yang berada diluar jalur yang ditentukan. Kontraktor
tidak akan menerima pembayaran atas penggalian atau pengurugan “Overbreak”, atau
tindakan-tindakan yang diperlukan sebagai suatu konsekwensi dari “Overbreak”
tersebut. Overbreak yang terlanjur dilakukan harus ditutup kembali dengan biaya
sendiri.

Penutupan “Overbreak” harus menggunakan bahan galian yang disetujui Direksi.


Terutama bagian-bagian yang akan memikul beban (pipa), penutupan harus dengan
beton.

6. Pembersihan Lapangan

1. Umum

a. Jalur pemasangan pipa, sebelum digali harus dibersihkan dari segala tumbuh-
tumbuhan/tanaman, tunggul batang, sisa akar tanaman, jalan/bekas jalan dan
semua benda yang akan menggangu kelancaran pelaksanaan pekerjaan
penggalian dan pemasangan pipa.
b. Penebangan dan/atau pemotongan pohon harus dilaksanakan setelah
diperoleh persetujuan Direksi.
c. Kecuali untuk bahan atau struktur/konstruksi yang untuk sementara harus
dipindah/bongkar dan kemudian ditempatkan/dibangun kembali sesuai dengan
kondisi semula, semua hasil bongkaran harus disingkirkan dari lapangan sesuai
dengan ketentuan petunjuk Direksi.
d. Bahan atau struktur/konstruksi yang akan ditempatkan/dibangun kembali, hasil
pembongkarannya harus disimpan dan agar kondisinya tetap baik.

2. Penyelamatan Bangunan / Struktur

a. Penggalian harus dilakukan secara cermat dan hati-hati agar bangunan/struktur


yang ada dipermukaan dan /atau didalam tanah tidak terganggu atau rusak.
Terutama terhadap bangunan/struktur yang ada didalam tanah (yang harus
diselamatkan) yang tidak diketahui lokasi dan posisinya dengan tepat.
Kontraktor bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi
akibat kelalaiannya atas beban biaya Kontraktor.
b. Semua bangunan/struktur yang ada dipermukaan, yang untuk sementara harus
dipindah/dibongkar seperti taman, jalan, saluran dan lain-lain harus dibangun
kembali pada kondisi semula atas beban biaya kontraktor.
c. Pohon-pohon besar yang tidak mungkin dapat ditanam kembali harus
dihindarkan dari penggalian. Bila terpaksa, penerbangan dilakukan setelah
disetujui Direksi dan atas beban biaya Kontraktor.
d. Apabila jalur pemasangan pipa harus memotong jalur minyak, gas atau
bangunan/struktur yang memerlukan pengamanan secara khusus dan ketat,
Kontraktor harus mengambil langkah-langkah nyata yang dianggap perlu untuk
mencegah terjadinya kerusakan, gangguan atau akibat lain yang menyebabkan
kerusakan jalur atau bangunan/struktur tersebut. Kontraktor kemudian harus
mengambil langkah-langkah nyata pula yang dianggap perlu, apabila terjadi
pencemaran oleh minyak dan gas atau apabila penggalian mengalami
gangguan.

7. Penggalian

1. Umum

Kecuali bila ditentukan lain, penggalian meliputi bahan-bahan apapun yang dijumpai,
termasuk semua rintangan alam yang terdapat dalam pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan tersebut.

Pemindahan bahan-bahan tersebut di atas harus sesuai dengan jalur dan kemiringan
seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi. Kontraktor harus
mempersiapkan, memasang dan menjaga semua penopang dan memasang dan menjaga
semua penopang dan memasang penyangga bila diperlukan untuk menopang sisi galian
tersebut, serta semua pemompaan, memperbaiki atau mengeluarkan air, termasuk
pencegahan masuknya air hujan dan air limbah yang terdapat di lapangan dengan maksud
untuk mencegah kerusakan pada pekerjaan atau barang-barang lainnya. Penggalian harus
miring atau dengan cara lain yang aman seperti yang ditentukan oleh Direksi.

Sebelum melaksanakan penggalian Kontraktor harus menyediakan rambu-rambu lalu


lintas, pengaman galian dan lain-lain yang diperlukan siang dan malam, selama pekerjaan
belum tuntas.

2. Penggalian Dibawah Bangunan

Kecuali apabila ditentukan atau diperintahkan lain oleh Direksi, penggalian tanah harus
sampai pada dasar pondasi atau lapisan batuan Drainase atau seperti ditunjukkan dalam
gambar.

Apabila diperlukan, penggalian dibawah bangunan atau dibawah yang ditentukan dalam
gambar, harus dilakukan oleh Kontraktor atas perintah Direksi. Penggalian (yang
berlebihan) demikian termasuk pengurugan kembali (Backfill) akan dibayar sebagai
pekerjaan tambahan berdasarkan harga satuan yang dilakukan sampai pada elevasi seperti
ditunjukkan dalam gamabr atau ditentukan oleh Direksi. Pengurugannya harus sesuai
dengan ketentuan dan persyaratan pekerjaan pengurugan seperti diuraikan pasal 8 dan
kepadatannya harus mencapai nilai 100% Modified Proctor.

3. Penggalian Pada Tanah Baerbatu (Batuan)

Apabila pada saat penggalian berlangsung, didalam satu atau dasar jalur ditemukan batu-
batu, batuan besar atau batuan, batu-batu/batuan tersebut harus segera disingkirkan.

Pengambilan / pengangkatan harus dilakukan dengan peralatan mekanis sedemikian rupa


sehingga diperoleh ruang tanpa gangguan sampai pada kedalaman tidak kurang dari 20 cm
dibawah elevasi pipa.

Apabila batu-batua.batuan tersebut tidak dapat disingkirkan, maka harus


dibongkar/dipecah dengan bor atau alat lain yang sesuai dan disetujui oleh Direksi.
Pembongkaran batu harus sampai pada kedalaman tidak kurang dari 20 cm dibawah elevasi
dasar pipa.
Penggalian dan pengurugan kembali yang demikian, apabila tidak tercantum dalam
penawaran (RAB) akan dibayar sebagai pekerjaan tambahan berdasarkan harga satuan
pekerjaan tanah yang bersangkutan.

4. Penggalian Pada tanah Jelek / Lembek

Apabila dasar atau bagian dasar jalur (penggalian) pipa berupa tanah yang kondisinya lebih
rendah dari yang dipersyaratkan, atau tanah yang tidak stabil atau mengandung komponen-
komponen yang tidak stabil dan menurut pendapat Direksi harus disingkirkan, Kontraktor
harus menggali sampai pada kedalaman tidak kurang dari 75 cm di bawah elevasi dasar pipa
dan membuangnya.

Bagian-bagian yang disingkirkan pada sampai elevasi yang diperlukan, diisi kembali dengan
pasir atau bahan lain yang disetujui Direksi, dan dipadatkan, atau dipasang pondasi khusus
atas Direksi.

Penggalian dan pengurugan kembali yang demikian, apabila tidak tercantum dalam
penawaran (RAB) akan dibayar sebagai pekerjaan tambahan berdasarkan harga satuan
pekerjaan tanah yang bersangkutan.

5. Penggalian Untuk Jalur Pipa


Kecuali apabila ditentukan lain, penggalian jalur pipa galian terbuka. Dasar galian tersebut
harus digalai sesuai yang ditentukan pada gambar. Kedalaman galian harus selalu diukur
dari ketinggian permukaan akhir atau seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Lebar dasar
galian tersebut harus yang ditentukan dalam gambar.

Penggalian jalur pada pinggir jalan umum beraspal (Right Of Way ), Kontraktor harus
menggunakan alat mesin pemotong/gergaji aspal. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan
kemajuan pekerjaan.

Jika pipa ditanam dalam jalur dan ketinggian yang seragam harus dijaga dengan bantuan
‘boning rod’ dan sight rail’ yang dipasang dengan baik dan tepat. Penggalian dengan
peralatan mekanis hendaknya dihentikan pada elevasi 20-30 cm diatas elevasi dasar yang
diperlukan dilakukan dengan tenaga manusia, sehingga memungkinkan pipa tersebut
dilelakan pada landasan tanah yang kuat. Bila terjadi penggalian yang berlebihan yang tidak
diperintahkan oleh Direksi, semua tanah galian harus dikeluarkan dan dasar galian harus
diurug kembali sampai pada elevasi yang diperlukan dengan menggunakan pasir atau
bahan kerikil halus, yang berukuran tidak lebih dari 3 mm dan harus dipadatkan sampai
ketebalan yang diperlukan. Kepadatannya harus mencapai nilai 95% Modiefd Proctor.
Pekerjaan demikian harus dilaksanakan oleh Kontraktor atas biayanya sendiri.

Panjang maksimum jalur panggalian yang diijinkan pada satu lokasi adalah 100 meter, atau
panjang galian yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah pipa yang dapat dipasang
dalam satu hari. Semua galian harus diurug penuh kecuali pada kedua ujungnya pada setiap
hari atau bila disetujui Direksi.

Apabila dinilai tidak praktis, pengurugan tidak perlu dilakukan setiap hari dan selanjutnya
atas petunjuk Direksi, Kontraktor harus memasang plat baja yang cukup tebal untuk
menopang lalu lintas kendaraan yang melalui lokasi tersebut. Ketentuan ini berlaku pula
bila pemasangan pipa dilakukan pada jarak kurang dari 10 m terhadap bangunan atau pada
tempat-tempat lain yang menurut pertimbangan Direksi pemasangan plat pipa tersebut
diperlukan. Pada penggalian yang berjarak 10 m dari lalu lintas atau bangunan yang
ditempati, lampu-lampu peringatan dan barikade harus dipersiapkan dan dijaga sesuai
dengan persetujuan dari Direksi.
Bila diperlukan Direksi berhak untuk merubah kedalaman dan ketinggian tanah
menyimpang dari yang ditentukan dalam gambar. Standar ukuran dalamnya galian yang
diperkenankan dijelaskan dalam gambar bestek.

6. Penggalian Pada Sambungan Pipa


Pada setiap sambungan, jalur penggalian harus diperlebar atau diperdalam dengan ukuran
sesuai dengan gambar atau atas petunjuk Direksi. Pelebaran penggalian diperlukan untuk
mempermudah pekerjaan pemasangan sambungan pipa.

7. Penggalian Untuk Struktur


Penggalian untuk semua struktur seperti ruang katup “thrust block”, pondasi bangunan dan
lain-lain harus dilakukan sedalam 100 mm dibawah elevasi dasar pondasi dan selajutnya
diselesaikan denganmenggunakan tangan dan diratakan. Hal ini harus dilakukan dengan
hari-hati untuk menghindari galian yang berlebihan (Over Excavation). Bila ada bagian yang
tergali lebih besar, maka galian tersebut harus diisi sampai pada elevasi yang diperlukan
dengan pasir. Kontraktor harus menanggung semua biaya pekerjaan demikian, tanpa dapat
menuntut ganti rugi kepada Direksi.

8. Penggalian Crossing jalan


Sebelum melakukan penggalian badan jalan akan pengeboran badan jalan, Kontraktor
harus memastikan terlebih dahulu letak pipa-pipa existing juga utilitas lainnya seperti kabel
PLN, kabel Telkom, pipagas, pipa minyak dan lain-lainnya setelah itu pekerjaan dilakukan
dengan penuh hati-hati.
Khusus untuk mesin penggalian pada badan jalan yang beraspal, Kontraktor harus
menggunakan mesin pemotong/gergaji aspal.

9. Penopang / Peyangga Galian


Kontraktor harus mengamankan stabilitas galian baik dengan membuat kemiringan yang
cukup pada tebing galian atau dengan memasang peralatan penopang/penyangga galian
untuk memperkuat dinding galian, sehingga menjaga keutuhan hasil pekerjaan maupun
orang lain terhadap resiko terluka atau cedera. Kontraktor harus melaksanakan pengadaan
bahan, pemasangannya, pencabutan kembali setelah pekerjaan selesai dan pemindahan ke
tempat yang memerlukan. Tidak boleh ada kayu-kayu atau penguat lainnya yang tinggal
dalam galian tanpa izin tertulis dari Direksi.

Kontraktor bertanggung jawab penuh terhadap stabilitas dan efektifitas dari


penyangga/penopang galian tersebut.perhatian secara khusus harus diberikan terhadap
kemungkinan tidak stabilnya tanah galian yang disebabkan karena hujan atau rembesan air
tanah.

10. Pemotongan Tanah dan Pembentukan Kemiringan


Kemiringan suatu tebing harus dikerjakan secara hati-hati dan merata dan dikerjakan
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk Direksi.

Atas persetujuan Direksi bahan-bahan galian boleh dipergunakan untuk membentuk tebing
atau merendahkan tanah dasar. Hanya bahan-bahan yang sesuai yang boleh dipergunakan
dalam pekerjaan ini.

Bahan-bahan yang digunakan harus diratakan dalam suatu lapisan tidak lebih dari 150 mm
dan setiap lapisan harus dipadatkan dengan baik untuk mendapatkan rata-rata kepadatan
yang dinyatakan dalam gambar.
11. Penimbunan Bahan Galian
Bahan-bahan galian umumnya ditimbun disepanjang galian, yang tergantung pada
pengurugan. Bila penimbunan sepanjang galian tidak mungkin atas petunjuk dari pejabat
yang berwenang atau dari Direksi, bahan-bahan galian harus diangkut ke lokasi
penimbunan sementara yang telah ditetapkan, dan diangkut kembali ke lokasi sebagai
bahan urugan setelah pekerjaan pemasangan pipa selesai dikerjakan.

Bahan-bahan yang tidak digunakan kembali harus di tempat lain yang disetujui. Lokasi
pembuangan harus ditetapkan oleh Kontraktor dan atas persetujuan Direksi. Bahan
tersebut dilarang dibuang di kawasan tempat kerja atau areal yang disiapkan untuk
pekerjaan-pekerjaan di waktu yang akan datang. Setelah pekerjaan selesai, tempat
buangan tersebut harus dirapikan, ditimbun dan ditanami rumput supaya menyatu dengan
keadaan sekelilingnya atau atas petunjuk Direksi.

Pembayaran pekerjaan penimbunan dan pembuangan bahan galian sudah termasuk dalam
pekerjaan tanah yang bersangkutan seperti diuraikan dalam penawaran (RAB).

8. Pengurugan
1. Umum
a. Pekerjaan pengurugan harus mencakup penyediaan, pengangkutan pemasangan
dan pemadatan semua bahan pengurugan untuk mengisi jalur pipa sampai pada
elevasi yang diperlukan.

b. Pengurugan tidak boleh diisikan langsung begitu saja di atas pipa

c. Kecuali apabila ditentukan lain, bahan pengurugan harus dari bahan yang sudah
dipilih dan disetujui oleh Direksi.

d. Apabila pasir atau kerikil tidak disebutkan sebagai bahan pengurugan seperti
ditunjukkan dalam gambar, tapi apabila Direksi menghendaki, maka sebagian atau
seluruh pengurugan dilakukan dengan pasir atau kerikil seperti yang ditunjukkan
oleh Direksi.

e. pengurugan hanya bisa dilakukan setelah pemasangan pipa selesai, dan diperiksa
serta disetujui oleh Direksi.

Bahan-bahan yang tidak sesuai untuk pengurugan adalah :

a. Bahan dari rawa-rawa, atau genangan-genangan, tanah berlumpur,


b. Mengandung tumbuh-tumbuhan, kayu atau sejenisnya yang dapat berakibat
dekomposisi,
c. Bahan-bahan yang dapat/mudah terbakar,
d. Tanah lempung atau tanah hasil curian.

2. Bahan Pengurugan

Apabila tidak disebutkan dalam spesifikasi atau ditunjukan dalam gambar, bahan atau
pengurugan ditentukan sebagai berikut :

a. Bahan Pilihan
Bahan pilihan merupakan tanah hasil penggalian yang memenuhi persyaratan sebagi
tanah urug dan tidak mengandung batuan atau bahan padat lain yang berukuran lebih
besar dari 5 mm, mempunyai gradasi yang baik dan tidak mengandung bahan organik
seperti rumput, akat tanaman atau bagian tumbuh-tumbuhan lainnya dan tidak
bersifat mengembang.
Jika material galian tidak sesuai untuk dipakai bahan pilihan untuk urugan kembali
maka Direksi akan meminta Kontraktor untuk mengambil tanah sisa galian dari tempat
lain di sepanjang jalur pipa atau mendatangkan dari luar. Pengangkutan material
dengan jarak kurang dari 200 m tidak dibayar terpisah, harus termasuk dalam harga
satuan untuk urugan kembali.

b. Pasir
Semua pasir alam yang tersusun dari butiran halus sampai kasar, tidak menggumpal,
bebas dari kotoran, sampah, abu dan bahan-bahan lain yang menurut pendapat
Direksi akan sangat merugikan, Pasir tidak boleh mengandung tanah liat dan lempung
lebih dari 5 % berat selurunya, serta tidak boleh ada butir-butir yang besar dari 2 mm.

c. Kerikil

Kerikil untuk bahan pengurungan harus terdiri dari kerikil alam mulai dari berbutir
halus sampai berbutir kasar dengan ukuran tidak lebih dari 3 cm, mempunyai
kekerasan yang cukup dan bergradasikompak untuk memperoleh kepadatan yang
cukup.

3. Pengurungan Jalur Pipa

1. Pengurungan Dibawah Pipa (Bedding)

Pipa harus dipasang pada kedalaman seperti ditunjukan dalam gambar, dan diletakkan di atas
lapisan pasir. Tebal lapisan untuk berbagai macam jenis tanah sebgaimana ditunjukkan dalam
gambar. Lapisan pasir dipadatkan lapis demi lapis dengan ketebalan masing-masing tidak
kurang dari 15 cm. Pemadatan dilakukan menggunakan mekanis atau manual sesuai dengan
ketentuan Direksi, sampai pada kepadatan minimun 95% dari standar proctor.

Pada tempat-tempat yang dianggap perlu oleh atau sesuai dengan ketentuan Direksi, lapisan
pasir akan diganti dengan kerikil atau bahan lain yang disetujui oleh Direksi.

Dibawah lapisan pasir pada lokasi tanah buruk/tidak stabil dipasang filter sintesis dari bahan
plastik.

2. Pengurungan Awal Disekitar Pipa

Di atas lapisan pasir/kerikil (bedding) pengurungan dilakukan dengan tanah urug atau bahan
lain yang disetujui/ditentukan oleh Direksi. Pengurungan dilakukan sampai pada elevasi 150
mm di atas pipa.

Pengurungan dilakukan lapis demi lapis dengan tebal tiap lapis tidak lebih dari 150 mm dan
dipadatkan.

Pemadatan dilakukan dengan stamper mekanis sesuai dengan ketentuan Direksi sampai pada
kepadatan minimum 95% dari standar Proctor.

3. Pengurungan Akhir Diatas Pipa

Pengurungan dari 150 mm diatas pipa sampai ke permukaan tanah asli dilakukan dengan
bahan hasil galian yang mempunyai nilai index plastisitas sebesar 6 – 50 dan dengan cara yang
sama seperti pada pengurungan di sekitar pipa serta dipadatkan sampai mencapai kepadatan
95% Standar Proctor.
Pekerjaan pengurungan dinyatakan selesai bila galian telah diisi sampai 100 mm di atas
ketinggian asli dari tanah untuk menjamin adanya penurunan.
4. Pengurungan Disekililing Dinding Bak

Pengisian bagian belakang dinding bak harus dengan tanah material sisa galian yang disetujui
sesuai pasal 8.2 dan diurug lapis demi lapis dengan ketebalan 150 mm. Setiap lapis dipadatkan
dengan baik sampai mencapai permukaan tanah yang telah dikupas.
Pengurungan bagian belakang dinding tidak boleh dilakukan sebelum dinding-dinding
tersebut cukup kuat untuk menahan tekanan dari belakang.

9. Parit Pembuangan Air Hujan

Kontraktor harus mengusahan dan menjaga adanya parit-parit untuk mengumpulkan air yang
mengalir dipermukaan tanah yang kondisinya sekarang mengalirmenuju dan atau mendekati
tempat pekerjaan. Setelah pekerjaan selesai, parit-parit harus dikembalikan ke kondisi
semula. Butir-butir yang ada pada galian dan pengurungan harus memperhitungkan hal ini.

10. Perbaikan Kembali Saluran Drainase / Buangan

Kontraktor harus memperbaiki kembali semua saluran, saluran-saluran dari batu atau saluran
lainnya yang menghalangi untuk pelaksanaan pekerjaan. Bila ada saluran yang terbuka akibat
adanya pelaksanaan pemotongan, Kontraktor harus segera memasang pipa sementara yang
diberi perlindungan secukupnya dengan rangka-rangka kayu yang melintang diatas galian utuk
menjamin kelacaran aliran air dan untuk mencegah masuknya air kedalam galian.
Selama pengurungan kembali, Kontraktor harus membongkar kembali pipas sementara
tersebut dan panyangganya, memberi tanda mulut saluran pembuangan dan menyelesaikan
pekerjaan pembangunan kembali.

Segera setelah perbaikan selesai, salura-saluran pembuangan tadi harus digaali kembali dan
dibangun sesuai keadaanya semula dengan saluran-saluran baru yang berada diatas rangka-
rangka kayu, dengan mempertahankan diameternya, jalur, kedalaman dan kemiringan sesuai
saluran aslinya. Bila jalur galian yang lama memotong jalur pipa baru, maka hal ini harus
segera ditunjukkan kepada Direksi dan Kontraktor harus mengerjakannya sesuai petunjuk
Direksi.

Tanpa membatasi tanggung jawab Kontraktor, Kontraktor harus segera memberitahu Direksi
mengenai saluran yang alirannya terganggu atau yang jelas menjadi rusak pada saat saluran
itu pertama kali terlihat. Pekerjaan-pekerjaan sehubungan dengan saluran diluar jalur (Unline
Drainase) harus sudah diperhitungkan dalam butir-butir untuk galian dan pengurungan
kembali kecuali persilangan-persilangan utama seperti yang disebutkan dalam Daftar Volume
Pekerjaan.

11. Pagar Yang Terpotong Oleh Galian Pipa

Apabila jalur galian pipa memotong garis jalur pagar, maka harus dipasang 2 tiang batu
(sementara) yang panjangnya 2m, ditanam kedalam tanah sedalam 0,85 m dan dibeton jika
perlu pada lokasi jalur pagar, dibatas lokasi kerja sebelum pemotongan kawat pagar yang ada.
Kawat pagar kemudian harus diamankan sendiri-sendiri ke tiang-tiang sementara tersebut
tanpa menganggu tegangan kawat pagar yang ada. Kemudian kawat pagar di antara 2 tiang
tersebut dipotong dan disingkirkan. Apabila perbaikan-perbaikan pipa telah selesai, maka
kawat pagar dari ukuran yang sama dan dengan jarak yang sama seperti sebelumnya. Semua
kawat pagar harus dikait dengan kuat ke masing-masing tiang. Kemudian tiang-tiang
sementara harus disingkirkan.
12. Galian Yang Memotong Jaringan Utilitas

Bila jalur galian memotong saluran telepon atau kabel-kabel listrik, pipa-pipa air bersih, pipa
minyak, pipa air buangan, lain-lain utilitas atau saluran buangan air hujan, Kontraktor harus
membuat penguatan secukupnya dan melindungi pipa-pipa tersebut tau kabel-kabel yang
melintas galian hingga memuaskan Direksi.
Kontraktor harus mencari saluran-saluran ini dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang
timbul hingga memuaskan Direksi.

3.3.5. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA


1. Lingkup

Kontraktor harus mengangkut dan memasang pipa beserta accesoriesnya secara lengkap
sesuai dengan spesifikasi ini seperti yang ditunjukan dalam gambar, sedemikian rupa hingga
dapat diterima secara memuaskan oleh Direksi.

2. Peralatan yang Diperlukan

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor harus mengajukan persetujuan kepada Direksi


untuk penggunaan alat-alat yang akan dipakai seperti :
- Alat pengangkatan ( Lifting Equipment )
- Alat pengangkutan ( Transportation Equipment )
- Alat pengujian ( Testing Equipment )
- Peralatan pelengkap lainnya.

3. Pengangkutan Pipa dan Accessories

Kontraktor harus mengangkut dan memindahkan pipa dan accessoriesnya dari gudang Proyek
ke sepanjang jalur lokasi pemasangaan pipa. Semua resiko yang timbul akibat penangkutan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.

Biaya yang timbul untuk keperluan pangangkutan termasuk retribusi harus ditanggung oleh
Kontraktor dan telah tercakup dalam harga satuan yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

a. Peralatan Pengangkatan
Kontraktor harus menyediakan peralatan di gudang dan dilokasi rencana pemasangan
pipa. Peralatan pengangkutan ini hrus mempunyai kemampuan minimal 1 (satu) ton atau
1 batang pipa dengan diameter terbesar yang akan dipasang.

Peralatan ini dimaksudkan untuk mengangkut pipa PVC, Steel dan HDPE dari tempat
penimbunan keatas alat pengangkut dan menurunkan pipa dari alat pengangkut ke
sepanjang jalur pemasangan pipa dan unutk menurunkan pipa ke dalam galian, bila
diperlukan.

b. Peralatan Pengangkutan
Peralatan pengangkutan yang dimaksud adalah untuk mengankut pipa dan accessories
dari gudang ke lokasi sepanjang jalur pipa dan accessories dengan memperhitungkan
kondisi pipa dan jalan yang akan dilewati.
Peralatan ini akan berupa trailer atau alat berat lainnya yang sesuai dengan kondisi yang
diperlukan.
Segala biaya yang timbul untuk keperluan pengangkutan pipa, termasuk retribusi, harus
ditanggung oleh Kontraktor dan telah tercakup dalam harga satuan yang berkaitan
dengan pekerjaan tersebut.

4. Pemeliharaan/Penjagaan Pipa dan Accessories

Kontraktor harus mengadakan pemeliharaan dan penjagaan ats pipa-pipa dan accesoriesnya
untuk mencegah timbulnya kerusakan atas pipa-pipa dan accessories tersebut selama
berlangsungnya pekerjaan pengangkutan dan pemindahan, penurunan ke posisi yang benar
dan pemasangannya serta penyambungannya sampai pekerjaan selesai.
Pipa tidak boleh diletakkan langsung (kontak) dengan tanah, harus diberi penopang dari kayu
atau bahan lain.
Kontraktor juga harus menggunakan, memelihara dan menjaga peralatan (Tools and
Equipment) yang diperlukan dalam pemasangan pipa sedemikian rupa hingga kemungkinan
terjadinya kerusakan dapat dihindari. Semua peralatan harus dalam keadaan bersiih dan
terpelihara baik, serta siap pakai setiap saat diperlukan.
Kerusakan yang terjadi atas pipa dan accesorienya beserta peralatan yang diperlukan harus
segera diperbaiki sesuai dengan ketentuan/petunjuk Direksi. Apabila kerusakan yang terjadi
sedemikian rupa hingga tidak dapat diperbaiki, atau karna hilang, Kontraktor bertanggung
jawab untuk menggantinya. Biaya yang timbul akibat kerusakan dan/atau kehilangan tersebut
di atas, harus ditanggung oleh Kontraktor.

5. Pemasangan Pipa
1. Umum

Kontraktor harus mengadakan dan menyediakan peralatan (Tools and Equipment) yang
cukup baik, serta jumlah dan jenisnya sesuai dengan yang diperlukan unutk pekerjaan
pemasangan pipa beserta accesoriesnya.

Peralatan tersebut harus selalu dalam keadaan terpelihara baik dan siap pakai pada saat
diperlukan. Cara-cara yang dipergunakan unutk pemasangan pipa dan penggunaan
peralatan tersebut harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Penyangga pipa harus
dipasang unutk pemasangan pipa diatas tanah (Exposed), baik hal itu ditunjukkan dalam
gambar ataupun tidak.

Bagian dalam pipa dan accessorisnya harus selalu dijaga kebersihannya dan dijauhkan dari
benda-benda asing dan kotoran saat sejak sebelum pekerjaan pemasangan pipa
dilaksanakan. Tindakan pencegahan unutk menghindari masuknya benda-benda asing dan
kotoran harus dilakukan selama pekerjaan pemasangan pipa berlangsung, dengan cara
menyumbat ujung-ujung pipa dengan kain pembersih atau sejenisnya. Pada akhir
pekerjaan yang dilaksanakan setiap hari, setiap hari, setiap lubang dan ujung pipa yang
terbuka harus dipasang sumbat yang rapat air. Pipa harus dipasang sesuai dengan arah dan
kemiringan yang ditunjukkan dalam gambar. Sebelum dipasang pada posisinya, arah dan
kemiringan harus diperiksaa dengan alat ukur.

Pada saat pemasangan, pipa dan accesoriesnya harus diperiksa terhadap kemungkinan
adanya kerusakan/cacat. Pipa dan accessories yang cacat, yang ditemukan sebelum, pada
saat dan sesudah terpasang, harus diberi tanda dan disingkirkan dari tempat pekerjaan
dan kemudian diganti dengan bahan yang setara dan utuh.

Kontraktor harus menggunakan saran-saran teknis yang diajukan oleh pabrik pembuat
tentang cara pemasangan sambunga-sambungan. Minyak pelumas (Lubricant) yang
disarankan dari pabrik pembuat atau yang disetujui Direksi harus digunakan Kontraktor.
Dimana pabrik pembuat menyarankan pemakaian alat penyambung yang khusus,
Kontraktor harus menggunakan alat-alat tersebut unutk pemasangan semua sambungan
dengan pipa dari tipe yang dipersyaratkan. Semua sambungan harus kedap air.

Direksi berhak menghentikan pekerjaan pemasangan apabila menurut pendapatnya alur


pipa dan elevasinya tidak benar serta cara-cara pemasangannya tidak mengikuti petunjuk
pabrik atau Direksi.

2. Penurunan Pipa Kedalam Jalur Pipa

Semua peralatan dan fasilitas yang diperlukan harus disiapkan sebelumnya agar pekerjaan
ini dapat dilaksanakan dengan mudah, aman dan sempurna.

Kecuali dinyatakan lain, sistem joint pipa HDPE dapat menggunakan butt-fusion,flange
assemblies atau metode mekanikal sebagaimana diisyaratkan oleh pabrik.

Pemotongan pipa dan pembuatan ujung-ujung miring (bevel) harus menggunakan alat
sesuai rekomendasi pabrik dan dengan cara-cara sesuai intruksi pabrik dan disetujui
Direksi.

8. Pemasangan Pipa GSP (Galvaniz Steel Pipe)

Semua pipa GSP dan fitting harus disambung dengan baik sesuai dengan instruksi dari pabrik.
Semua sambungan harus menggunakan PTFE. Pemotongan pipa dan pembuatan ulir harus
menggunakan alat yang sesuai dengan instruksi dari pabrik dan disetujui oleh Direksi.
Peralatan pembuat ulir harus menghasilkan ulir yang rapi dan baik, bebas dari serpihan baja.

9. Sambungan Pipa

1. Umum

Penyambungan pipa seperti yang akan diuraikan dalam spesifikasi ini bersifat umum.
Uraian terinci tentang sambungan tersebut, harus mengikuti instruksi dan petunjuk pabrik
atau sesuai dengan petunjuk Direksi

Penyambungan pipa seperti yang akan diuraikan dalam butir ini sudah termasuk semua
accesories yang diperlukan.

2. Sambungan Tekan (Push-On-Joint)

Pipa-pipa yang digunakan masing-masing mempunyai ujung berbentuk spigot dan socket.
Setelah pipa dibersihkan gelang karet dimasukkan kedalam socket tepat pada
kedudukannya dan tandal ujung spigot dengan garis melingkar sesuai panjang lekukan
ujung socket dan oleskan pelumas pada ujung spigot dan gelang karet ddalam socket.

3. Sambungan Mekanikal (Mechanical Joint)

Pipa-pipa yang digunakan masing-masing mempunyai ujung berbentuk spigot dan socket.

Sambungan pipa menggunakan gelang penekan yang dikunci dengan baut. Setelah
dibersihkan dan ditaburi dengan bahan sabun, gelang penekan dipasang pada ujung
Spigot, lalu ujung spigot dimasukkan kedalam ujung socket dipasangi gasket daan baut
dipasang dan dikencangkan.

Mur-mur yang letaknya bersebelahan dengan sudut 180º harus dikencangkan bergantian
sedikit demi sedikit bagian per bagian mur, agar diperoleh tegangan yang merata pada
seluruh bagian gelang penekan. Semua mur dikencangkan dengan kunci (kunci moment
yang memiliki alat pengukur kekuatan putar) dan semuanya dikencangkan sesuai dengan
kekuatan putar yang ditentukan sesuai standar yang dibuat oleh pabrik.
4. Pembelokan (Deflection) yang Diinjinkan

Pipa-pipa denggan fitting accessorisnya harus dipasang dan disambung dengan cermat dan
teliti sesuai dengan alignment seperti ditunjukkan dalam gambar atau ditentukna Direksi.

Apabila diperlukan, sambungan (tanpa angkur) dapat dibelokkan agar diperoleh alur pipa
dalam bentuk kurva dengan jari-jari yang panjang. Pada sambungan dengan angkur
(anchored joint), tidak diperbolehkan adanya pembelokan.

Besarnya sudut pembelokan harus sesuai dengan ketentuan tersebut dibawah ini dan
disetujui oleh Direksi .

Diameter 100-150 200-300 400-500 600-700 800-1200


Nominal (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)

Pembelokan 5º 4º 3º 2º 1º 30’
Maksimum

5. Sambungan Tipe Flens

Setelah dibersihkan, flens pada kedua ujung pipa yang akan disambung saling dilekatkan.
Diantara kedua permukaan flens dipasang packing (gasket) dari karet atau elastomer
unutk mencegah kebocoran dan agar sambungan lebig fleksibel. Kemudian baut dan mur
dipasang dan dikencangkan.

Mur-mur yang diletakkan bersebelahan dengan sudut 180 º harus dikencangkan


bergantian sedemikian ruupa agar diperoleh tengangan yang merata pada seluruh
permukaan flens. Semua baut dan mur sebelum dipasang harus diolesi gemuk (vet)
terlebih dahulu.

Semua mur harus dikencangkan sesuai dengan kekuatan putar yang ditentukan dengan
menggunakan kunci dinamometris. Kekuatan putar baut ditentukan berdasarkan standar
yang dibuat oleh pabrik.

6. Sambungan Fleksibel

a. Umum

Sambungan Fleksibel dan sambungan-sambungan tipe yang lain harus dikerjakan


dan dipasang dengan cara dan posisi yang benar seperti yang dikerjakan dan
dipasang dengan cara dan posisi yang benar seperti yang ditunjukkan dalam gambar
atau atas petunjuk Direksi atau sesuai dengan instruksi dan petunjuk pabrik.

Semua ujung/bagian yang akan disambung harus dibersihkan lebih dahulu sebelum
dikerjakan.

b. Sambungan Gibault (Collar)

Berlaku untuk penyambungan 2 (dua) buah spigot

Setelah dibersihkan dan diolesi bahan sabun, pada ujung spigot yang satu dipasang
berturut-turut gelang penekan, gasket elastomer dan slongsong (Stradding Ring),
dan satunya lagi dipasangi gelang penekan dan gasket.

Setelah kedua ujung spigot dipertemukan pada posisi yang benar, semua fitting
distel dan dikunci dengan baut.
c. Flange Adaptor

Berlaku untuk penyambungan flens dan spigot. Setelah dibersihkan pada ujung
spigot dipasang gelang penekan, gasket dan slongsong. Ujung spigot dan flens
ditemukan pada posisi yang tepat kemudian semua fitting di stel dan dikunci dengan
baut.

7. Sambungan Las

a. umum

Pengelasan pada sambungan-sambungan untuk pipa baja harus sesuai dengan


persyaratan yang tercantum dalam PUBI – 1982 pasal 80 atau SII 0192 – 78 atau BS
5135.

Kerusakan pada lapisan pelindung dan lapisan dalam harus diperbaiki sampai
mendapat persetujuan dari Direksi.

Bila pengelasan dikerjakan didalam galian, galian tersebut perlu diperlebar


secukupnya untuk memberikan ruang kerja yang cukup selama pengelasan
dikerjakan.

Banyakanya pipa yang disambung dengan las sesuai dengan cara yang dilaksanakan
untuk meletakkan pipa dalam galian dan harus mengikuti petunjuk Direksi.
Penyambungan dengan las harus dengan tipe “butt welding”.

Pengelasan yang telah selesai harus diuji dengan menggunakan radiographic atau
cara lain yang disetujui oleh Direksi. Terutama untuk pipa baja yang dipasang pada
jembatan pipa harus diuji pada sekeliling pengelasan untuk setiap sambungan
dengan menggunakan radiographic kecuali ditentukan lain oleh Direksi.

b. Syarat dan Kualifikasi Tukang Las

Kontraktor harus menyerahkan pengalaman terakhir dan kualifikasi dari tukang las
yang diusulkan untuk disetujui Direksi. Tukang las tersebut harus mempunyai
pengalaman dan kualifikasi yang dikeluarkan oleh “Program Kursus Pertamina –
Bechtel” atau sertifikat yang sesuai dengan BS 4872 : part I.

c. Batang Las dan mesin las

Batang las harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam BS 639 atau yang
setara yang mempunyai daya tarik yang lebih besar dari bahan dasar pipa yang akan
dilas. Batang las yang menyerap air tidak boleh digunakan dan rata-rata kelembaban
tidak boleh lebih dari 2,5% untuk illuminated rod dan 0,5% untuk low hydrogenious
rod.

Mesin las harus dari jenis AC arc welding machine atau DC arc welding machine dan
disetujui oleh Direksi.

d. Penyiapan Ujung Pipa

Pipa baja yang disiapkan untuk jembatan pipa sudah mempunyai ujung-ujung yang
miring yang dipersiapkan di pabrik. Oleh karenanya, pembuatan ujung-ujung yang
miring dilapangan diperlukan dalam hal pipa dipotong. Pembuatan kemiringan pada
ujung-ujung yang dipotong harus dilaksanakan sesuai dengan AWWA C 200-86.
d. Pengelasan

Sebelum pekerjaan dimulai, permukaan yang miring tersebut diatas harus


dibersihkan dari semua kotoran, minyak dan karat-karat dengan gerinda dan sikat
kawat. Selama pekerjaan pengelasan berlangsung secara terus menerus dari bawah
sampai atas pipa, arus dan kecepatan putar dari mesin las harus dijaga selalu tetap.
Selama pekerjaan dikerjakan di lapangan, Kontraktor harus melindungi dari iklim
seperti hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Pekerjaan pengelasan tidak boleh
dikerjakan dalam kondisi seperti di atas tanpa adanya perlindungan atau
persetujuan dari Direksi.

6. Pemasangan Katup, Accessories dan Fitting

1. Umum

Katup, fitting dan blind flange harus dipasang dan disambung pada pipa dengan cara yang
disebutkan pada pasal 5 untuk pembersihan, peletakan dan penyambungan pipa.
Kontraktor harus melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk konstruksi bak
katup, termasuk tutup (cover) .

Katup harus mempunyai sambungan flange dikedua sisinya dengan pressure rating 10
kg/cm². Gasket, baut dan mur serta pressure harus memenuhi persyaratan spesifikasi ini.

Test Pressure kg/cm²


ND NP

(mm) (mm)
Open Closed

400 – 150 10 15 10

200 – 250 6 9 6

300 - 1000 2,5 4 2,5

4. Spesifikasi Teknis Katup


1. Umum

Pemborongan harus menyediakan semua katup-katup termasuk pintu-pintu, penstock,


hydrant kebakaran dan sebagainya sesuai dengan keperluan. Semua katup-katup tersebut
untuk type yang sama harus dari pabrik. Katup-katup tersebut harus mempunyai nama
pabrik pembuatnya tekanan kerja, diameter dan arah aliran pada badannya.

2. Tekanan Kerja

Semua katup harus direncanakan untuk tekanan kerja tidak kurang dari 10 kg/cm², jika tidak
ditentukan lain setiap katup-katup kalau ditutup harus kedap dengan tekanan yang bekerja
pada katup tersebut.

3. Ketentuan Pengoperasian

Semua katup-katup harus cocok untuk pengoperasian yang sering bagi penutupan maupun
pengontrolan aliran, baik untuk dioperasikan setelah waktu yang lama tidak dijalankan pada
posisi terbuka maupun tertutup.
Semua bagian-bagian katup yang berhubungan langsung dengan bahan kimia, harus tahan
terhadap karat yang akan ditimbulkannya atau yang lain dalam hal badan katup, harus
mempunyai penahan yang diikatkan padanya.

5. Pipa Penguras (Washout)

Pipa penguras harus dipasang lengkap pada semua titik/ujung yang rendah sesuai dengan
gambar dan atau seperti yang ditunjukkan oleh Direksi.

Pipa pengurasan tidak boleh dihubungkan ke suatu riol, saluran benam atau dipasang dengan
cara lain yang dapat menyebabkan aliran kembali ke sistem distribusi.

6. Bend dan Fitting

Sejauh memungkinkan, pipa harus dipasang lurus atau dengan lengkungan radius yang besar.
Bilamana perubahan arah yang mendadak tak dapat dihindari, maka harus dipergunakan bend.
Pemasangan bend dan fitting sepanjang rute pipa sudah termasuk ke dalam pipa harga satuan
untuk biaya pemasangan pipa.

7. Flens Buta

Pada semua ujung pipa yang direncanakan untuk perluasan jaringan di masa mendatang
(sambungan tunggu) harus dipasang flens buta dengan kuat pada tempatnya. Pemasangan
flens buta termasuk harga satuan untuk biaya pemasangan pipa.

8. Bak (Chamber)

Bak katup harus dikonstruksi dari beton bertulang dengan dimensi dan jenis beton yang
ditentukan dalam gambar. Dinding luar katup dicat dengan aspal cair (bitumen) sehingga
memberikan konstruksi yang kedap air. Flange-spigot yang melewati dinding bak harus
dibersihkan dan disikat dengan sikat kawat sebelum dipasang.

Konstruksi bak katup harus termasuk pengadaan dan pemasangan tangga masuk dari galvaniz
yang harus dipasang pada setiap manhole sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar.

Tutup manhole terbuat dari beton bertulang (pracetak) untuk di bawah trotoir. Tutup manhole
tersebut harus diapasang sesuai dengan gambar, dan rangka tutup harus diletakkan dengan
adukan semen sesuai dengan gambar atau atas petunjuk Direksi. Pemutar katup harus dapat
dioperasikan melalui strat pot yang dicor dalam beton.

Untuk lokasi dibawah jalan digunakan tutup manhole dari Ductile Cast Iron sesuai ISO 1083-
1976. Tutup manhole harus kedap air pada tekanan 1 bar terhadap tekanan dari dalam maupun
tekanan dari luar. Tutup manhole ini harus dapat menahan beban test diatas 40 ton. Tutup
manhole harus dipasang sesuai dengan gambar, dan dengan kokoh dan aman.

9. Street Box ( Surface Box )

Body dari strat pot ( surface Box ) harus dari cast iron dan dapat menahan beban test 40 ton.
Ukuran tutup kurang lebih 200 mm atau yang disetujui Direksi, dengan kata ‘PDAM’ tercetak
diatas tutupnya.

Pada lokasi yang ditentukan Direksi harus digunakan strat pot dengan tipe PAVA box, dimana
strat dapat dinaikkan keatas untuk menghindari tertutup aspal jika dilakukan pelapisan ulang
oleh Dinas Pekerjaan Umum.
7. Lapisan Pelindung (Coating dan Lining)

1. Umum

Semua pipa dan accesoriesnya tlah diberi pelindung, baik untuk bagian luar maupun bagian
dalam pipa. Lapis pelindung tersebut, yang karena cacat/rusak selama dalam pengangkutan,
penimbunan sementara, pemasangan, harus diperbaiki dengan bahan yang timbul unutk
perbaikan lapis pelindung tersebut menjadi beban biaya Kontraktor.

Pada lokasi yang ditunjukkan dalam gambar atau oleh Direksi, Kontrkator harus memasang
pelindung khusus untuk pipa dan fitting. Perlindungan tersebut adalah sambungan yang
menggunkan baut, mur dan ring. Pada lokasi yang tidak disebut memerlukan perlindungan
khusus, maka semua baut, mur dan ring harus diberi lapisan bitumen dengan ketebalan 3
mm.

2. Lapisan Pelindung bagian Luar (Coating)

Baik pipa yang dipasang tertanam dalam tanah atau struktur, maupun yang terpasang diatas
tanah, diberi lapis pelindung yang sama.

Dari pabrik semua bagian luar pipa diberi lapisan luar zinc coating sesuai dengan ISO 8179
yang diikuti dengan cat anti korosi bitunimous sesuai dengan ISO 8179.

Lapis pelindung yang cacat/rusak dan harus diperbaiki oleh Kontraktor harus dikerjakan atas
sepengetahuan dan sepertujuan pada Kontraktor.

Cara perbaikan terhadap kerusakan coating, sepanjang tidak disebutkan lain oleh instruksi
dan petunjuk pabrik, harus dilakukan dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut :

a. Permukaan Pipa
Bagian-bagian coating yang rusak harus dikupas/dibersihkan dengan blasting
(semprotan) pasir atau bahan lain yang disetujui Direksi, melebar sampai tidak lebih 10
cm dari tepi bagian kerusakan. Sebelum lapisan coating dilebarkan, permukaan pipa
harus dijaga tetap bersih, kering dan bebas dari karat, minyak, gemuk dan bahan-bahan
lain yang dapat melekat pada permukaan pipa.

b. Cat Anti Kerosi


Zinc coating di atas harus diikuti dengan cat anti korosi bituminous coal tar sesua
dengan ISO 8179. Ketebalan minimun adalah 70 mikron.

8. Pengamanan Pipa

1. Pengamanan Pipa Expose

Pipa yang terpasang terbuka (Exposed) pada jembatan-jembatan pipa atau tempat-tempat
lain seperti ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi, harus diberi sarana
pengamanan.

Sarana yang diperlukan berupa kawat berduri yang dililitkan pada pipa-pipa dalam bentuk
spiral dengan jarak selang tidak boleh lebih dari 10 cm. Pemasangan kawat berduri harus
kencang mengikat pagar tombak besi. Apabila ditentukan lain sarana tersebut harus dari
bahan yang ditentukan/disetujui oleh Direksi.

Pemasangan sarana pengaman dilakukan setelah perbaikan lapis pelindung pipa selesai
dikerjakan.
2. Pengamanan Pipa yang Tertanam

Pipa yang terpasang tertanam (buried) harus diberi sarana pengamanan berupa
pemasangan tanda dari patok beton bertulang pada tempat yang disetujui Direksi. Patok-
patok dipasang setelah pekerjaan pengujian tekanan dan pengurugan pipa selesai
dikerjakan dan diterima dengan baik oleh Direksi.

Patok-patok berukuran 20 cm x 20 cm setinggi 1,00 m dengan bagian yang tertanam


sedalam 90 cm. Pada bagian atas patok diberi tanda/kode dengan huruf dan atau angka
sesuai dengan petunjuk Direksi. Tanda/kode dibuat dalam alur dan kemudian diberi dengan
warna merah atau hitam sesuai dengan ketentuan Direksi.

9. Pengecatan dan Pelapisan

1. Umum

Semua pipa baja, fitting, sambungan atau coupling yang tampak sebagaimana dinyatakan
dalam gambar harus dicat yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditetapkan
dalam spesifikasi ini.

Semua bahan-bahan cat yang digunakan harus dihasilkan dari satu pabrik (Merk).
Selanjutnya, komposisi, petunjuk penggunaan dan informasi lainnya yang diperlukanoleh
Direksi harus diberikan oleh pabrik untuk persetujuan Direksi. Warna, bila tidak dinyatakan
dengan jelas akan ditentukan kemudian oleh Direksi.

2. Pelapisan Pipa-Pipa Baja dan Fitting

Semua permukaan pipa dan fitting yang tampak di udara harus diberikan 3 lapisan cat yang
dilaksanakan di lapangan setelah pemasangan, sebagai tambahan terhadap cat yang
dikerjakan di bengkel. Pengecatan di lapangan harus dilaksanakan setelah pembersihan dan
pengeringan terhadap cat yang dikerjakan di bengkel. Bila ditemui adanya cat yang rusak
sebelum pengecatan di lapangan, maka bagian yang rusak tersebut harus diperbaiki atas
petunjuk Direksi.

Pengecatan di lapangan tersebut harus dilakukan sesuai dengan car-cara berikut ini :

Lapisan pertama : Red lead atau lead, suboxide primer, total ketebalan minimum
dalam keadaan kering 50 mikron.

Lapisan Kedua : Long oil alkyd resin, total ketebalan minimum dalam keadaan
Kering 50 mikron.

Lapisan ketiga : Sama dengan lapisan kedua dengan ketebalan 25 mikron.

Lapisan cat pertama harus jenis cat anti-corrosive warna merah, klas 2 atau cat lead
suboxide anti-corrosive, klas 2.

Cat lapisan pertama, kedua dan ketiga harus dihasilkan oleh pabrik yang sama dengan cat
yang dikerjakan di bengkel.

10. Blok Angkur (Thrust Block)


Semua pergeseran/pergerakan jalur pipa yang akan terjadi harus dicegah dengan memasang
blok angkur beton. Kontraktor harus menyediakan dan mengkontruksikan semua blok angkur
yang diperlukan. Blok angkur diberikan pada semua percabangan pipa, bend, reducer dan
sebagainya serta harus diletakkan sedemikian rupa untuk memudahkan pemindahan katup,
fitting dan lain-lain. Kualitas beton harus sesuai sebagaimana ditentukan dalam gambar seperti
yang diuraikan dalaam spesifikasi beton.

Blok angkur harus dicor diantara fitting yang ditopang dan dinding parit yang belum terganggu.
Beton harus dicor disekeliling fitting sedemikian rupa sehingga coupling tidak tertutup atau
terikat oleh cor-coran untuk memnerikan fleksibilitas dan memudahkan untuk perbaikan dan
penggantian, bilamana diperlukan.

Sebelum beton dicor, aspal cair dilapiskan pada bagian permukaan fitting diantara beton dan
fitting. Bilamana diperlukan, maka klem angkur harus dicor ke dalam blok angkur. Klem ini
harus disediakan oleh Kontraktor dan dimasukkan ke dalam harga satuan untuk blok angkur.

11. Perlindungan Dari Beton


Jalur pipa yang berada dibawah kanal, rawa atau jalan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar
harus ditutup/diselubungi dengan beton klas K 175 di sepanjang pipa tersebut, jika tidak
ditentukan lain. Sebelum beton dicor, maka pipa dan semua fitting harus dibungkus 2 kali
dengan aspal cair.

Ketebalan dari pembungkus beton di sekeliling jalur pipa adalah seperempat dari diamater
pipa, tetapi sekurang-kurangnya 15 cm. Beton tersebut harus diberi tulangan dengan
perhitungan penulangan yang diperhitungkan oleh Kontraktor dan disetujui oleh Direksi. Bila
jalur pipa melintas di bawah saluran/riol atau sarana lainnya, dan penutup tanah tidak
mencukupi serta pembungkusan dengan beton tidak baik, maka suatu plat beton bertulang
harus dicor setebal 100 mm di atas puncak pipa tersebut. Plat perata beban tersebut harus
memiliki ketebalan 100 mm dengan lebar 3 x diameter luar dari pipa. Plat tersebut tidak boleh
dicor sebelum tanah urugan dipadatkan. Kelas beton yang dipergunakan sebagaimana
dinyatakan dalam gambar.

Apabila dalam gambar tidak dinyatakan dengan jelas maka harus dipergunakan beton klas K-
175.

12. Pengujian Kebocoran (Test Pipa)


Pipa yang telah terpasang sepanjang kurang atau sama dengan 500 m dan memenuhi syarat
secara teknis, maka harus di uji test tekanan untuk mengetahui tingkat kebocoran. Test tekanan
disesuaikan dengan tabel diatas atau berdasarkan hasil perhitungan hidraulis pipa.

Pemborong harus menyediakan peraltana pipa, sambungan-sambungan dan alat-alat lainnya


untuk melaksanakan pengerjaan pengujian ini. Lamanya waktu setiap pengujian kebocoran
adalah dua jam. Kebocoran akan didefinisikan sebagai jumlah air yang harus disediakan pada
pipa yang baru dipasang untuk mengatur tekanan sesudah udara dalam pipa dikeluarkan dan
pipa telah diisi dengan air.
Tidak ada pemasangan pipa yang diterima bila kebocoran lebih dari nilai yang tertera dalam
tabel berikut ini :

Tabel : Semua Nilai Dihitung berdasarkan Standard AWWA

Diameter Kebocoran Yang diperkenankan


Nominal (Liter/100 m¹ Pipa)
Pada uji tekanan (Bar)
(mm)
4 6 8 10
200 2,3 2,8 3,3 3,7
250 2,9 3,5 4,1 4,6
300 3,5 4,2 4,9 5,5
400 4,6 5,7 6,5 7,3

Variasi dan Kebocoran yang Diizinkan

Jika pada pengujian terhadap pipa yang terpasang terjadi kebocoran lebih besar dari tabel
yang diberikan diatas pemborong harus memperbaiki sambungan hingga kebocoran terjadi
dalam batas yang dikehendaki, dengan biaya pemborong.

Penimbunan Sebelum Pengujian

Jika penimbunan sebagian dikehendaki karena masalah gangguan lalulintas atau keperluan
lainnya, pemborong harus mengerjakannya dengan petunjuk Direksi.

3.3.6. PERBAIKAN KEMBALI

1. Umum

Jika pekerjaan jalur pipa terjadi pada badan jalan umum maka pihak Kontraktor harus
menyediakan semua alat, buruh, material pengangkutan dan perlengkapan yang perlu
untuk membuat perkerasan jalan (Paving) seperti yang diisyaratkan atau diperlihatkan
dalam gambar.

- Persiapan tanah dasar (Sub Grade)


- Pemadatan pasir dasar ( Sub Base)
- Penghamparan batu kasar
- Penghamparan lapisan batu macadam,
- Pengikat bitumen dan pasir penutup (Bliding Sand)
- Lapisan akhir permukaan yang terdiri dari batu pecah ukuraan 13 mm dicampur
Dengan pengikat bitumen dan pasir penutup (Bliding Sand)

Pemakaian bahan-bahan bitumen tidak boleh dilakukan pada waktu hujan atau pada
waktu permukaan sebelumnya diperiksa dan disetujui oleh Direksi. Kontraktor harus
segera memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh galian dan tidak
membiarkan galian terbuka yang manggangu kepentingan umum.

2. Jalan Beraspal Atau lapis Aspal


Jalan beraspal atau lapis aspal yang rusak akibatkegiatan proyek ini harus diperbaiki
kembali seperti keadaan semula.
3. Jalan Gravel
Jalan gravel dan jalan yang tidak dilapisi harus diperbaiki kembali seperti keadaan
semula.

4. Jalan Beton Lapis Beton


Jalan beton atau lapis beton yang rusak akibat kegiatan proyek ini harus diperbaiki
kembali seperti keadaan semula.

5. Perbaikan Kembali Saluran dan Pinggiran Jalan


Harga satuan perbaikan kembali harus termasuk beton kasar, bekisting dan
pemasangannya pada posisi lurus atau berbelok.

Untuk berbaikan kembali batu tepi jalan/trotoar dan selokan, maka Kontraktor harus
mematuhi petunjuk dari Direksi atau pejabat yang berwenang.

3.3.7. AS BUILT DRAWING

Setelah seluruh rangkaian pekerjaan selesai 100% dan disetujui Direksi maka Kontraktor
Pelaksana diwajibkan membuat As Bbuilt Drawing. Dalam pembuatan gambar As Built
Drawing harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Tata letak accesories pipa yang telah terpasang seperti : gate valve, Bend, Dop dan lain-
lain. Harus jelas petunjuk tata letak diatas gambar, agar jika terjadi perubahan kondisi fisik
lapangan accessories tersebut dapat dengan mudah ditemukan kembali.
2. Cara pemberian tanda atau petunjuk tata letak accessories harus mengacu ke bangunan
permanen, diproyeksi dari tiga titik bangunan yang ada disekitarnya dan diberi tanda jarak
yang jelas.

Anda mungkin juga menyukai