Anda di halaman 1dari 16

KURIKULUM

1964 & 1968


KELOMPOK 3
Nama Anggota

Elrefi Luthfia A. Novita Rahmawati

Dhianti Linggar S

Nur Ikhsan A. Siti Khoirunnisa

Pendidikan IPA A 2019


Sub Materi

01 02
Nama Kurikulum Alasan Lahir
dan Tahun Lahir

03 04
Karakteristik Kekurangan dan Kelebihan
01
Kurikulum 1964
Nama Kurikulum dan Tahun Lahir

Rentjana Pendidikan 1964

Disusun dalam rangka pembinaan bangsa.


Fokus kurikulum ini adalah pengembangan
daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral
(Pancawardhana). Konsep pembelajarannya
bersifat aktif, kreatif, dan produktif, serta
menuntut siswa untuk dapat memecahkan
permasalahan sendiri (problem solving).
Alasan Lahir
Dasar pemikiran Rentjana Pendidikan ini
agar bangsa yang merdeka dan
berkepribadian memiliki sendiri suatu
gambaran manusia yang diinginkan,
manusia yang dicita-citakan, dan
bagaimana sifat-sifatnya. Rentjana
Pendidikan ini sepenuhnya dipengaruhi
oleh Kurikulum Sekolah dasar tahun
1964.
Karakteristik
a. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 adalah bahwa pemerintah
mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk
pembekalan pada jenjang SD.
b. Menitik beratkan pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan
moral, yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana
c. Cara belajar dijalankan dengan metode disebut gotong royong terpimpin.
d. Pemerintah menerapkan hari sabtu sebagai hari krida. Maksudnya, pada
hari Sabtu, siswa diberi kebebasan berlatih kegiatan di bidang
kebudayaan, kesenian, olah raga, dan permainan, sesuai minat siswa
e. Kurikulum 1964 bersifat separate subject curriculum, yang memisahkan
mata pelajaran berdasarkan lima kelompok bidang studi (Pancawardhana)
yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keprigelan dan
jasmani.
Kelebihan

01 02 03

Pemusatan Menekankan pada Penekanan upaya


pembelajaran pada pengetahuan dan membentuk manusia
Program kegiatan fungsional Pancasila sejati, kuat
Panchawardhana praktis dan sehat jasmani
Kekurangan

Muatan materi Bersifat Menyimpang Hanya pada


pelajaran Sentralistik dari tujuan tingkat SD
bersifat teoritis
02
Kurikulum 1968
Nama Kurikulum dan Tahun Lahir

Kurikulum 1968

Mengubah fokus kurikulum Pancawardhana


menjadi pembinaan jiwa Pancasila,
pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Alasan Lahir
Menyempurnakan kurikulum 1964 dan bersifat
sentralistik karena kurikulum merupakan kebijakan
yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan
sekolah hanya sebagai pelaksana dari kebijakan
yang telah ditetapkan. Pendidikan ditekankan
pada upaya membentuk manusia Pancasila sejati,
kuat, sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan,
keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan
keyakinan beragama.
Karakteristik
a. Perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan
jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
b. Pokok pikiran bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat
pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran
dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan
moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.
c. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk
membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
d. Kurikulum 1968 bersifat correlated subject curriculum, artinya materi pelajaran pada
tingkat bawah mempunyai korelasi dengan kurikulum sekolah lanjutan.
e. Bidang studi pada kurikulum ini dikelompokkan pada tiga kelompok besar:
pembinaan pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Kelebihan

01 02 03

Menekankan pada Pendidikan diarahkan


pembinaan jiwa mempertinggi kecerdasan Dikembangkan
pancasila, dan keterampilan, serta dalam nuansa
pengetahuan dasar, mengembangkan fisik yang otonomi
dan kecakapan khusus sehat dan kuat.
Kekurangan

Kurang Masih dipengaruhi Banyak muatan


memperhatikan oleh unsur politis materi yang bersifat
pembelajaran praktik teoritis
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai