Anda di halaman 1dari 14

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : SAPTIANDI

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042030355

Tanggal Lahir : 26 NOVEMBER 1994

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4316 /HUKUM BISNIS

Kode/Nama Program Studi : S1 MANAJEMEN

Kode/Nama UPBJJ : UPBJJ TERBUKA BOGOR

Hari/Tanggal UAS THE : SENIN, 12 JULY 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : SAPTIANDI


NIM : 042030355
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4316 /HUKUM BISNIS
Fakultas : FE ( FAKULTAS EKONOMI )
Program Studi : S1 MANAJEMEN
UPBJJ-UT : UPBJJ-UT BOGOR

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran atas
pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
Bogor 12 Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan

Saptiandi
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

1. a. kelalaian korban dalam kasus penipuan diatas terjadi karena korban tidak mengambil keputusan
berdasarkan hukum perjanjian pinjam uang.
Selain itu korban juga tidak paham hukum meminjam uang dengan menjaminkan sebuah serifikat,
sehingga pelaku dengan mudahnya merayu korban dengan memberi tahu bahwa ini adalah hal biasa
dalam sebuah perjanjian pinjam sehingga kegiatan penipuan yang dilakukan pelaku sangat mudah
dilakukan, dalam hal ini dapat kita simpulkan kejadian yang dialami korban sangat merugikan banyak
orang yang termasuk didalam rumah yang pelaku sita.

b. suatu perjanjian terdiri dari beberapa unsur, yaitu

 kata sepakat dari dua pihak atau lebih;dalam hal ini kata sepakat yang di lakukan pelaku dan
korban sudah terjdi namun korban tidak menyadari bahwa yang di jelaskan palku adalah
sebuah kebohongan atau aksi curanmor .

 kata sepakat yang tercapai harus bergantung kepada para pihak;ketika korban merasa ragu
untuk melakukan transaksi pinjam uang ini seharusnya korban bisa mengambil keputusan
untuk membatalkan transaksi tersebut

 keinginan atau tujuan para pihak untuk timbulnya akibat hukum;tujuan dari pihak pelaku
adalah mengambil semua keuntungan yang korban alami sehingga korban mendapatkan
kerugian , sedangkan tujuan dari korban adalah mendapatkan pinaman uang yang saat itu ia
sangat membutuhkannya

 akibat hukum untuk kepentingan pihak yang satu dan atas beban yang lain atau timbal balik;
dan dari kasus penipuan di atas tidak ada keuntungan yang di dapat oleh pihak korban
melainkan rugi yang didapatkan , sebaliknya pelaku penipuan mendapat kan banyak
keuntungan , namun sedang diproses pihak berwajib

 dibuat dengan mengindahkan ketentuan perundang-undangan. Dalam hal ini seharusnya


pihak korban memahami berkas dan syarat-syarat yang di layangkan pihak pelaku sehingga
jika terjadi kejanggalan pihak korban mempunyai hak untuk mempermasalahkan hal
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

tersebut berdasarkan undang-undang perjanjian.

2. Sebelumnya mari kita pahami isi Pasal 80 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014!

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DENGAN
RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
a. bahwa hak cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang
mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan
kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
b. bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sastra, sudah demikian pesat sehingga
memerlukan peningkatan pelindungan dan jaminan kepastian hukum bagi pencipta, pemegang Hak
Cipta, dan pemilik Hak Terkait;
c. bahwa Indonesia telah menjadi anggota berbagai perjanjian internasional di bidang hak cipta dan hak
terkait sehingga diperlukan implementasi lebih lanjut dalam sistem hukum nasional agar para
pencipta dan kreator nasional mampu berkompetisi secara internasional;
d. bahwa Undang-Undang nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta sudah tidak sesuai dengan
perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat sehingga perlu diganti dengan Undang-Undang
yang baru;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d
perlu membentuk Undang-Undang tentang Hak Cipt

Pasal 80

1. Kecuali dipedanjikan lain, pemegang Hak Cipta atau pemilik Hak Terkait berhak memberikan Lisensi
kepada pihak lain berdasarkan perjanjian tertulis untuk me.laksanakan perbuatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1), Pasal 23 ayat (21, Pasal 24 ayat (2), dan Pasal 25 ayat (2).
2. Perjanjian Lisensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku selama jangka waktu tertentu dan
tidak melebihi masa berlaku Hak Cipta dan Hak Terkait.
3. Kecuali diperjanjikan lain, pelaksanaan perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai
kewajiban penerima Lisensi untuk memberikan Royalti kepada Pemegang Hak Cipta
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

atau pemilik Hak Terkait selama jangka waktu Lisensi.

4. Penentuan besaran Royalti sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan tata cara pemberian Royalti
dilakukan berdasarkan perjanjian Lisensi antara Pemegang Hak Cipta atau pemilik Hak Terkait dan
penerima Lisensi.
5. Besaran Royalti dalam perjanjian Lisensi harus ditetapkan berdasarkan kelaziman praktik yang
berlaku dan memenuhi unsur keadilan.

Dapat kita kaitkan Pasal 80 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014contoh kasus pelanggaran hak cipta
pada soal diatas maka dapat kita analisa bahwa gugatan pendangdut
Rhoma Irama terkait duggan pelanggarn hak cipta lagunya adalah hal
yang wajar ia lakukan melansir bahwasanya PT. Sandi Record
memproduksi dan mengunggah lagulagu ciptaan ia ke dalam Yotube
secara illegal dan tanpa izin, jika kita mengaitkan kedalam hak cipta
sebuah karya yang diatur dalam sebuah undang-undang bahwa hak
cipta merupakan kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang mempunyai
peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum
sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Dalam hal ini seharusnya PT. Sandi record seharusnya melakukan aturan sebagai mana aturan tentang
izin mengenai menduplikatan hak cipta dengan point sebagai berikut : Kecuali dipedanjikan lain,
pemegang Hak Cipta atau pemilik Hak Terkait berhak memberikan Lisensi kepada pihak lain
berdasarkan perjanjian tertulis untuk me.laksanakan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9
ayat (1), Pasal 23 ayat (21, Pasal 24 ayat (2), dan Pasal 25 ayat (2).

Namun dalam kasus yang dilayangkan oleh Rhoma irama ternyata hakim menolak gugatan perkara
hak cipta dan pembayaran royalty PT. Sandi Record dikarenakan saat berkas gugatan dikumpulkan dan
dibacakan ternyata Majelis Hakim 1 ketut tirta justru balik menghukum penguguat di karenakan ,
bahwa tergugat dalam hal ini PT Sandi Record telah menunjukkan bukti pembayaran royalti lagu-lagu
yang dimilikinya. Sehingga, gugatan yang dilayangkan oleh Rhoma dianggap tidak memenuhi unsur
gugatan."Gugatannya tidak beralasan, karena menurut dia (Rhoma Irama) belum dibayarkan, ternyata
sudah terbayar," katanya. Dalam persidangan, pihak tergugat atau Sandi Record telah menunjukkan
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

bukti pembayaran royalti lagu-lagu Rhoma. Jumlahnya bahkan mencapai Rp500 juta. "Ada bukti-bukti
dari tergugat yang ditampilkan di persidangan menyatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang Hak
Cipta itu sudah terbayarkan sekitar Rp500 juta lebih," ucapnya. Pembayaran Royalti itu, sudah
dilakukan Sandi Record ke agen atau kuasa yang ditunjuk oleh Rhoma sendiri. "Sudah dibayarkan
melalui agen Pak Haji Rhoma, diperiksa tergugat juga kan punya kesempatan untuk membuktikan
sebaliknya," tandasnya. Dari kasus diatas bahwa dapat kita simpulkan PT. Sandi Record terlah
memproduksi dan mengunggah sebuah karya yang mempunyai hak cipta sebelumnya yaitu milik
pendangdut Rhoma Irama dengan mematuhi hukum dan pasal undang- udang yang berkalu, bahkan
sudah mengatur izin lesensi terhadap agen atau kuasa dari Rhoma irama , serta tidak serta merta
merauk untung dari penghasilan dari youtube, PT. Sandi record terlah memberikan bukti pembayaran
Royalti.

3. a. pasar perdana merupakan penjualan pertama atas efek atau sertifikat yang diterbitkan oleh
emitmen, yaitu perusahaan atau organisasi yang menerbitkan efek atau sertifikat, sebelum efek atau
sertifikat tersebut diperdagangkan di bursa efek atau pasar sekunder.dengan jangka waktu pasar
perdana yaitu 90 hari sejak izin emisi diperoleh dari Bapepam.

Penetapan harga pada pasara perdana biasanya ditetapkan bersama oleh Emitmen,Penjamin emisi dan
PT Danareksa, dengan tujuan penterapan harga tersebut adalah untuk nmencapai harga yang wajar
sehingga dapat diterima oleh emitmen maupun para pemodal.Dalam hl saham penjamin emisi juga
membuat penilaian sendiri atas saham tersebut, selama proses ini Bapepamn harus diberi informasi
tentang perkembangannya. Meskipun tidak ada rumus yang tepat untuk menilai harga saham, berikut
ini adalah beberapa metode dasar yang biasa dipakai yaitu:

1. Metode rasio Price Earnings (P/E)


2. Metode Devidend -yield
3. Metode Net Assetv Value (NAV)
4. Present Value of Future Devidend
5. Present Value of Future Earning
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_perdana
b. Kegiatan Yang di pasar perdana Bank Indonesia (BI)adalah
tetap memegang janjinya untuk meringankan beban pemerintah dengan melakukan :
1. pembelian Surat berharga Negara (SBN) di pasar perdana. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan,
sejak awal tahun 2021 hingga 16 April 2021,
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

2. BI telah membeli SBN di pasar perdana sebesar Rp 101,91 triliun. Ini terdiri dari pembelian melalui
mekanisme lelang utama sebesar Rp 28,33 trliun dan lewat mekanisme greenshoe option (GSO)
sebesar Rp 73,58 triliun.
3. Setelah pada tahun 2020 melakukan pembelian dari pasar perdana sebesar Rp 473,42 triliun
untuk pendanaan APBN 2020, pada 2021 BI melanjutkan pembelian di pasar perdana untuk
pembiayaan APBN tahun 2021,” jelas Perry, Selasa (20/4).

Berlanjutnya pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN tahun 2021 ini dilakukan
dengan mekanisme sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI
tanggal 16 April 2021 yang telah diperpanjang tanggal 11 Desember 2020 hingga 31 Desember
2021.
4. a Dari contoh kasus pada soal nomer 4 dapat dianalisa sederhana seperti berikut

Bahwa KPPU memutuskan 3 perusahaan melakukan praktek diskriminasi terkait dengan kerja sama
penjualan kapasitas kargo dalam jasa pengankutan barang dan hal ini telah melanggar hukum dan
aturan yang berlaku
Adapun 3 perusahaan yang terbukti bersalah adalah PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT
Lion Express terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 19 huruf d Undang-undang No. 5
Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Namun ada
satu perusahaan yaitu PT Wings Abadi tidak terbukti melanggar, karena tidak memiliki jadwal
penerbangan untuk rute yang menjadi objek pada perkara ini
Kasus perkara praktek diskriminasi kerja sama penjualan kargo dalam hal pengankutan barang dan
jasa, Perkara inisiatif dengan nomor register 07/KPPU-I/2020 ini bermula dari adanya penumpukan
kargo (barang, pos dan kargo) yang terjadi di Bandara Hang Nadim Batam pada periode Juli
September 2018.Dalam penyelidikan, didapatkan bukti adanya perjanjian kerja sama yang dilakukan
oleh PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Wings Abadi selaku pelaku usaha angkutan
udara niaga berjadwal yang menyediakan layanan jasa angkutan barang dari bandar udara tertentu
ke bandar udara tujuan, dengan PT Lion Express yang merupakan perusahaan jasa pengiriman paket
dan dokumen secara door to door ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan penerbangan
Lion Air Group.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Pada kerja sama tersebut, KPPU menemukan adanya hak eksklusif atau eksklusifitas kepada PT Lion
Express untuk penggunaan kapasitas kargo sebesar 40 (empat puluh) ton per hari untuk 4 (empat)
rute penerbangan yang telah disepakati.
Tindakan tersebut terbukti menutup dan/atau mempersulit akses pengiriman barang bagi agen
kargo yang terdaftar sebagai agen resmi selain PT Lion Express, sehingga terpaksa menggunakan
jasa kargo alternatif lain dan/atau perantara agen-agen kargo lain.
Majelis KPPU akhirnya memutuskan PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Lion Express
terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 19 huruf d Undang-undang No. 5 Tahun 1999
tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. PT Wings Abadi tidak
terbukti melanggar, karena tidak memiliki jadwal penerbangan untuk rute yang menjadi objek pada
perkara ini. Untuk itu, Majelis Komisi menghukum PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT
Lion Express untuk masing-masing membayar denda sebesar Rp1.000.000.000.
"Memperhatikan berbagai pertimbangan, antara lain seperti sifat kooperatif, dampak negatif,
dampak pandemi Covid-19 kepada para Terlapor, dan fakta bahwa perjanjian tersebut telah
dihentikan, maka Majelis Komisi juga menetapkan bahwa denda tersebut tidak perlu dilaksanakan
oleh para Terlapor, kecuali jika dalam jangka waktu 1 (satu) tahun semenjak Putusan berkekuatan
hukum tetap, ketiga Terlapor melakukan pelanggaran Pasal 19 huruf d Undang-Undang Nomor 5
Tahun 1999.

b. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah lembaga independen yang memiliki tugas utama
melakukan penegakan hukum persaingan sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 5
Tahun 1999. Dalam melaksanakan tugas tersebut, KPPU diberi wewenang untuk menyusun
pedoman yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, sebagaimana tercantum
dalam pasal 35 huruf f. Sebagai bagian dari pelaksanaan Pasal 35 huruf f tersebut, KPPU menyusun
pedoman pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 mengenai definisi pasar bersangkutan.
Pendefinisian pasar bersangkutan merupakan sebuah bagian yang sangat penting dalam proses
pembuktian penegakan hukum persaingan, terutama menyangkut beberapa potensi
penyalahgunaan penguasaan pasar oleh pelaku usaha tertentu. Upaya menguraikan pasar
bersangkutan memiliki kompleksitas yang tersendiri, yang terkait dengan konsep dan metodologi
ekonomi, sehingga untuk memahaminya diperlukan pedoman yang bisa menjelaskan bagaimana
sebuah pasar bersangkutan ditetapkan dalam sebuah kasus persaingan.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Undang-Undang No 5 Tahun 1999 menjelaskan bahwa tugas dan wewenang Komisi Pengawas
Persaingan Usaha adalah sebagai berikut:

Tugas

1. Melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek


monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai
dengan Pasal 16;
2. Melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha yang dapat
mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat
sebagaimana diatur dalam Pasal 17 sampai dengan Pasal 24;
3. Melakukan penilaian terhadap ada atau tidak adanya penyalahgunaan posisi dominan yang
dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat
sebagaimana diatur dalam Pasal 25 sampai dengan Pasal 28;
4. Mengambil tindakan sesuai dengan wewenang Komisi sebagaimana diatur dalam Pasal 36;
5. Memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan Pemerintah yang berkaitan
dengan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
6. Menyusun pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan undang-undang ini;
7. Memberikan laporan secara berkala atas hasil kerja Komisi kepada Presiden dan Dewan
Perwakilan Rakyat.

Wewenang

1. Menerima laporan dari masyarakat dan atau dari pelaku usaha tentang dugaan terjadinya
praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
2. Melakukan penelitian tentang dugaan adanya kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku
usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha
tidak sehat;
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

3. Melakukan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap kasus dugaan praktek monopoli
dan atau persaingan usaha tidak sehat yang dilaporkan oleh masyarakat atau oleh pelaku
usaha atau yang ditemukan oleh Komisi sebagai hasil penelitiannya;
4. Menyimpulkan hasil penyelidikan dan atau pemeriksaan tentang ada atau tidak adanya
praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
5. Memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan
undang-undang ini;
6. Memanggil dan menghadirkan saksi, saksi ahli, dan setiap orang yang dianggap mengetahui
pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
7. Meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku usaha, saksi, saksi ahli, atau setiap
orang sebagaimana dimaksud nomor 5 dan nomor 6, yang tidak bersedia memenuhi
panggilan Komisi;
8. Meminta keterangan dari instansi Pemerintah dalam kaitannya dengan penyelidikan dan
atau pemeriksaan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan undang-undang ini;
9. Mendapatkan, meneliti, dan atau menilai surat, dokumen, atau alat bukti lain guna
penyelidikan dan atau pemeriksaan;
10. Memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kerugian di pihak pelaku usaha lain
atau masyarakat;
11. Memberitahukan putusan Komisi kepada pelaku usaha yang diduga melakukan praktek
monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
12. Menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada pelaku usaha yang melanggar
ketentuan undang-undang ini.

Anda mungkin juga menyukai