Anda di halaman 1dari 2

Pembahagian ilmu secara syar’iyy

Secara syar’I ilmu itu terbagi kepada tiga :


1.fardhu’ain : yaitu seorang harus melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas
dirinya yang kewajiban itu akan gugur apabila ia telah melakasanakannya seperti
belajar cara berwudhuk, sholat dan sebagainya. Mengenai ini Rasulullah Saw juga
menegaskan bahwa belajar itu adalah fardhu ‘ain : “ menuntut ilmu adalah
kewajiban bagi setiap orang muslim”.
2.fardhu kifayah, hukum yang berlaku bagi seluruh umat manusia namun apabila
kewajiban tersebut telah dilaksanakan sebahagian orang hukum tersebut akan
gugur bagi yang lainnya. Seperti menghafal Alquran, menghafal hadis dan ilmu-
ilmu yang berkaitan dengan keduanya, belajar ushul fiqh, nahu, bahasa, dan
sharaf, mengetahui para periwayat hadis, ijma’ ulama dan perbedaan pendapat
mereka. Begitu juga dengan ilmu yang berkaitan dengan urusan dunia seperti
kedokteran, matematika. Pendapat ini dikemukakan oleh Alghazali. Orang yang
melaksanakan kewajiban fardhu kifayah lebih menguntungkan dibandingkan
orang yang melaksanakan fardhu ‘ain karena gugurnya sebahagian beban bagi
orang lain yang tidak mengerjakannya.
3.ilmu yang hukumnya sunnat seperti ilmu memperdalam kajian tentang dasar-
dasar hukum dan ilmu-ilmu yang berkenaan dengan pelaksanaan ibadah yang
sunat.
Selain dari tiga pembagian di atas ulama juga memberikan tambahan atas
hukum ilmu secara syar’I yaitu :
1.ilmu yang diharamkan,
2. ilmu yang makruh,
3. ilmu yang mubah.
Ilmu yang haram seperti mempelajari sihir, astrologi (ilmu yang meramal tentang
nasib manusia berdasarkan bintang) atau semua ilmu yang dapat menjerumuskan
kepada keragu-raguan dan menyebabkan perbedaan pendapat dalam menetapkan
keharamannya. Ilmu yang makruh dipelajari adalah syair yang di dalamnya
mengandung makna yang vulgar dan ponografi, atau yang berhubungan dengan
provokasi, sedangkan ilmu yang mubah adalah mempelajari syair tentang
kepahlawanan, memberikan semangat untuk maju, memberikan anjuran untuk
saling menolong dan berbuat kebajikan.
Seorang guru itu dianjurkan untuk selalu menemani muridnya dan berbuat baik
kepadanya agar ia dapat diberi wasiat untuk berbuat baik serta diarahkan untuk
berpikir lurus.

‫وال أعلم وهو بكل شيئ عــليم‬