Anda di halaman 1dari 10

c m m


  
 m   

 


  

      
 


  


 c  c c  
 

 
  


? ? 
?  ?
? 
?

c  
? ? 
?  ?
? 
?

m
m?   ?
 ? ? ?????  ??? ? ?
?? ? ? ?
? ???   ?
 ?
? ? ? ?
? 
? ?    ?  ? ?    ?  ? ? ? ? ? ?  ? 
 ?
   
 ? ? ? ?  ? ? ? ?  ? ?    ?  ? m?
 ?m ?!m m ? ?m? "??!m" ?# ? ?$ ?!# ?
# ? ?%?!#% ??%?  !% ? ? ?"??!" ???
 ?
  
"  ?? ??  ??&'(?
  ?? ? ?)   ?
m ? *?  ? ?  ? ? +,,-? ? ? 
?   ? ? .,? ?  ?
? ?  ? 
 ?
? ?   ?
?  ? ? ?
 ?  ?
  ? ??
? ?? ? ? ?
  
??  ?? ? ?"?  ??? ?    ??

 ???m m?m"?#?#%?%? ?"? ??    ?  ??
? 

á m m   !m"#$  


!% &%! 

!%   ! !#  !%    !'( '
?
 c

Perusahaan yang telah ?   dan telah mencatatkan namanya di BEI (Bursa
EfekIndonesia) dapat memperoleh dana yang lebih murah daripada harus meminjam. Investor
akan tertarik untuk menanamkan dananya pada perusahaan yang dapat memberikan gambaran
keadaan serta prospek masa depan perusahaan yang baik dan juga memberikan tingkat
pengembalian (return) bagi para investor pada tingkat yang menguntungkan. Seorang investor
sebelum melakukan investasi dalam saham, ia harus memastikan terlebih dahulu bahwa
investasi tersebut adalah tepat. Ia harus menilai dari berbagai alternatif yang akan memberikan
pengembalian positif pada masa yang akan datang. Pengembalian tersebut dapat berupa
dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham maupun capital gain yang diperoleh dari
perubahan harga saham tersebut.
Nilai suatu perusahaan akan tercermin pada harga sahamnya di pasar modal, sehingga
naik turunnya harga saham suatu perusahaan menunjukkan naik turunnya nilai perusahaan bagi
para investor. Pergerakan harga saham di pasar modal dipengaruhi oleh informasi di luar
perusahaan (eksternal) dan informasi di dalam perusahaan (internal) termasuk di dalamnya
informasi tentang dividen. Besarnya dividen sangat ditentukan oleh banyaknya jumlah kas yang
tersedia dalam perusahaan. Perusahaan yang laba nya tinggi namun tidak memiliki kas yang
mencukupi, tentu tidak akan sanggup membayarkan dividen kepada para pemegang saham.?
Rasio-rasio keuangan sebagai hasil perumusan dari analisis terhadap laporan keuangan
juga dapat digunakan sebagai informasi mengenai keadaan keuangan perusahaan. Rasio-rasio
keuangan ini banyak digunakan oleh para investor sebagai dasar pengambilan keputusan
berinvestasi. Rasio-rasio keuangan yang ada meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas,
dan yang masih kurang dikenal yaitu rasio atas arus kas yang meliputi ?   ?
 dan  ? ? ? ? . Diantara rasio-rasio tersebut, yang secara teori
paling memiliki pengaruh terhadap harga saham yaitu rasio profitabilitas dan rasio atas arus kas
yang telah disebutkan tersebut. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang menginformasikan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini merupakan rasio yang penting
untuk menjadi perhatian investor sebelum melakukan investasi pada suatu perusahaan karena
tujuan utama investor berinvestasi adalah  .
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang timbul adalah, ´Apakah?
  ? ? ???? ? ?$ ? ? ????
  ?dan  ? ?  mempengaruhi harga saham perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI baik secara parsial maupun secara simultan?´

[ 
c 

[ !"#$
Laporan keuangan yang merupakan output dari proses akuntansi adalah suatu media
informasi yang merangkum semua aktivitas keuangan perusahaan. Laporan ini dipergunakan
oleh berbagai pihak yang berkepentingan !?  ?yang memberikan informasi sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan yang bersifat ekonomi.
Penyusunan laporan keuangan haruslah berpedoman pada prinsip-prinsip akuntansi yang
telah diterima secara umum. Laporan keuangan ini memberikan gambaran keadaan perusahaan.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004 : 1.3), laporan keuangan lengkap terdiri dari
komponen-komponen berikut :
1.? Neraca
2.? Laporan Laba Rugi
3.? Laporan Perubahan Ekuitas
4.? Laporan Arus Kas
5.? Catatan atas Laporan Keuangan

Informasi keuangan yang tersaji di dalam laporan keuangan banyak memberikan manfaat
bagi pengguna apabila laporan tersebut dianalisis kinerjanya lebih lanjut sebelum dimanfaatkan
sebagai alat bantu pembuat keputusan. Model yang sering digunakan dalam melakukan analisis
kinerja keuangan adalah dalam bentuk rasio-rasio keuangan.

Analisis laporan keuangan (   ? 


 ?   ) adalah aplikasi dari alat dan
teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data ± data yang berkaitan untuk
menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis (Wild, 2004:3).

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan keuangan paragraf 19 (IAI:2007)


menyebutkan bahwa informasi posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca. Informasi
kinerja keuangan terutama disediakan dalam laporan laba rugi. Berdasarkan hal tersebut, maka
analisis laporan keuangan menggunakan neraca dan laporan laba rugi sebagai objek analisis.
Laporan arus kas juga memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai dasar pengambilan keputusan.

Harahap (2001 : 190) mengatakan bahwa dengan melakukan analisis laporan arus kas dapat
diketahui :
1. kemampuan perusahaan menghasilkan, merencanakan, mengontrol arus kas masuk dan arus
kas keluar perusahaan pada masa lalu;
2. kemampuan keadaan arus kas masuk dan keluar, arus kas bersih perusahaan termasuk
kemampuan membayar deviden;
3. informasi bagi kreditur, investor dalam memproyeksikan return dari sumber kekayaan
perusahaan;
4. kemampuan perusahaan untuk memasukkan kas perusahaan pada masa yang akan datang;
5. alasan perbedaan laba bersih dikaitkan dengan penerimaan dan pengeluaran kas;
6. pengaruh investasi baik kas maupun non kas dan transaksi lainnya terhadap posisi keuangan
perusahaan selama periode tertentu.

[ [ %
Fischer dan Jordan dalam Ahmad (1996 : 1), dalam bukunya  ? %  ?  ?
" ? * 
 , mendefinisikan / ? 
 ? ? ? 


 ? ?  ?
? ? ?
0  ? ? 
?   ? ? ?  1?Investasi dilakukan atas dasar adanya harapan
akan diperolehnya tingkat pengembalian yang positif dari kegiatan investasi dana yang
dilakukan. Francis dalam Ahmad (1996 : 1), dalam bukunya ) 
 ? 2? %  ?  ?
* 
 , mendefinisikan / ? 
 ? ? ? 


 ? ?
 ? ? ? 0? ?
 ? ?    ?
 1?Investasi merupakan komitmen atas uang yang diinvestasikan
dengan harapan akan diperolehnya uang tambahan dari kegiatan investasi tersebut. Berdasarkan
uraian tersebut, definisi investasi menurut Ahmad (1996 : 3), ³investasi adalah menempatkan
uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas
uang atau dana tersebut´.

[  #$ &
Harga saham merupakan cerminan dari nilai suatu perusahaan bagi para investor. Semakin
baik suatu perusahaan mengelola usahanya dalam memperoleh keuntungan, semakin tinggi juga
nilai perusahaan tersebut di mata para investor. Harga saham yang cukup tinggi akan
memberikan return bagi para investor berupa capital gain yang pada akhirnya akan berpengaruh
juga terhadap citra perusahaan.

[ ""' !)( ! ! 


Harga saham di bursa ditentukan oleh kekuatan pasar. Semakin banyak investor yang
berminat terhadap saham suatu perusahaan, semakin tinggi harga dari saham tersebut.
Sebaliknya, jika minat terhadap saham tersebut menurun, maka harga saham tersebut juga akan
bergerak turun. Hal tersebut sejalan dengan Hipotesis Pasar Efisien (   ? *?
3 ) yang menjelaskan tentang reaksi harga pasar saham terhadap informasi keuangan
dan informasi lainnya. Berdasarkan hipotesis tersebut, informasi direfleksikan dalam harga
sekuritas dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga tidak ada kesempatan atau peluang bagi
investor untuk mendapatkan keuntungan dari informasi-informasi yang tersedia untuk publik.

[ ## "*!m! !" 


Dividen merupakan salah satu return yang paling dinanti-nantikan oleh investor sekaligus
juga merupakan sinyal bahwa perusahaan berada pada tingkat profitabilitas tinggi. Pada
dasarnya, perusahaan akan meningkatkan pembayaran dividen apabila manajemen yakin bahwa
perusahaan akan mencapai tingkat profitabilitas tinggi di masa depan dan akan menurunkan
dividen apabila tidak terdapat arus kas yang mencukupi.    ? menyatakan bahwa
perusahaan melakukan penyesuaian dividen untuk menunjukkan sinyal akan prospek
perusahaan. Ada kecenderungan harga saham akan naik jika ada pengumuman kenaikan
dividen, dan harga saham akan turun jika ada pengumuman penurunan dividen. Terdapat
argumen lain yang lebih masuk akal. Dividen itu sendiri tidak menyebabkan kenaikan
(penurunan) harga, tetapi prospek perusahaan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya
(menurunnya) dividen yang dibayarkan, yang menyebabkan perubahan harga saham. Teori
tersebut kemudian dikenal sebagai Teori Isi Informasi dari Dividen () 
  ? m  ? ?
 ). Menurut teori tersebut, dividen mempunyai kandungan informasi, yaitu prospek
perusahaan di masa mendatang.

[ #$ "!
Kerangka konseptual merupakan sintesis atau eksplorasi dari tinjauan teori dan penelitian
terdahulu yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti dan merupakan tuntunan
untuk memecahkan masalah penelitian secara merumuskan hipotesis. Kerangka konseptual
penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


m?  ?m  mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen
kas kepada para pemegang saham.  ?m?"? merupakan ukuran kekuatan
keuangan perusahaan dan kelangsungan hidupnya. # ? ?$ mencerminkan kemampuan
ekuitas perusahaan dalam menghasilkan laba. # ?  ? %mencerminkan kemampuan
perusahaan menggunakan modal yang diinvestasikan dalam total asset dalam menghasilkan
laba perusahaan. ? %?    menunjukkan seberapa efisien perusahaan
menggunakan aktivanya.  ? "?  menunjukkan besarnya laba bersih yang siap
dibagikan kepada para pemegang saham.
Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan. Harga
saham senantiasa bergerak dan pergerakan tersebut ditentukan oleh kekuatan permintaan dan
penawaran saham itu sendiri di pasar modal. Bagi investor, harga saham mencerminkan nilai
suatu perusahaan.
Semua rasio-rasio yang dijelaskan sebagai variabel independen merupakan rasio yang
secara teori mempengaruhi keputusan investor dalam melakukan keputusan investasi pada
saham suatu perusahaan. Semakin baik kinerja perusahaan, semakin meningkat rasio-rasio
tersebut, semakin tinggi minat investor terhadap saham perusahaan, maka semakin tinggi harga
saham perusahaan tersebut. Kesimpulannya, naik turunnya rasio-rasio tersebut mempengaruhi
naik turunnya harga saham perusahaan.

[ !"
Hipotesis merupakan proporsi keilmuan yang disimpulkan dari kerangka konseptual dan
merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti yang dapat diuji berdasarkan
fakta empiris. Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan seperti di bawah ini.
H0 : m?  ?m ? ?m?"??# ? ?$ ?# ?
 ? %? ? %?    dan  ? "?  tidakberpengaruh
terhadap harga saham baik secara parsial maupun secara simultan.
H1 : m?  ?m ? ?m?"??# ? ?$ ?# ?
 ? %? ? %?   ??dan? ? "? ?berpengaruh terhadap
harga saham baik secara parsial maupun secara simultan.


2.? "c

Peneliti menggunakan desain kausal yang berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan
antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi
variabel lainnya (Umar, 2003:63). Penelitian ini menganalisis hubungan-hubungan antara
variabel independen dengan variabel dependen. Hubungan yang diuji adalah hubungan secara
parsial dan simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI selama tahun 2007. Perusahaan manufaktur yang menjadi populasi dalam
penelitian ini berjumlah 194 perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel yang ditentukan
dengan menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan ( ?
 ), yaitu teknik
pengambilan sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu (Jogiyanto, 2004:79).
Kriteria pengambilan sampel yang ditetapkan oleh peneliti adalah sebagai berikut:?
1. perusahaan tersebut terdaftar di BEI pada tahun 2007,
2. perusahaan tersebut membayar dividen kas pada tahun 2007,
3. data perusahaan tersebut lengkap dengan variabel yang diteliti.
Peneliti menggunakan data emiten tahun 2007 untuk variabel independen (CDC, OCPS,
ROE, ROA, TATO, dan EPS). Data yang digunakan untuk variabel dependen adalah harga
saham penutupan akhir tahun 2007. Berdasarkan kriteria tersebut, maka perusahaan yang
menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 perusahaan dari total 194 perusahaan
manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun 2007.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut Umar (2003:60)
³data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut, misalnya dalam bentuk
tabel, grafik, diagram, gambar dan sebagainya sehingga lebih informatif jika digunakan oleh
pihak lain´. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia
yaitu  0  dan data dari ICMD ()   ?m ?*?  
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ?   ?  ?
 ? ? ? ?  ?  ? $ ?  ?  ? ? ? ?
  dan? ??. Skala pengukuran ang digunakan oleh variabel independen ini
adalah skala rasio. Penelitian ini menggunakan harga saham sebagai variabel dependennya
(terikat). Skala pengukuran yang digunakan oleh variabel independen ini adalah skala rasio.

  " 
 c$&
Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan program SPSS 16.0.Metode analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik. Sebelum pengujian
hipotesis dalam penelitian ini dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik.

  "#&
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel
pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Normalitas data dapat dilihat
dengan beberapa cara, antara lain nilai dengan model á
 
  ?
  dan 
?  ? 
?  ?Berdasarkan hasil uji statistik dengan
model á
 
  ?dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal setelah
ditransformasi ke dalam bentuk logaritma natural (ln). Hal ini dapat dilihat dari nilai %
?
  (2-tailed) adalah 0.809> 0.05.

  [& "#
Tujuan uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pengujian multikolinearitas dilakukan
dengan melihat VIF antar variabel independen. Jika VIF menunjukkan angka >10 menandakan
terdapat gejala multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa tidak terjadi
gejala multikolinearitas antar variabel penelitian. Hal ini ditunjukkan dalam angka
VIF!4  ? )   ?  dari CDC, OCPS, ROE, ROA, TATO, dan EPS yang <10
dengan angka VIF masing-masing yaitu 1.426, 2.158, 2.370, 3.136, 1.258, dan 2.702.
  #" 
Uji heterokedasitas bertujuan untuk melihat apakah di dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan variabel pengganggu dari satu pengamatan dengan pengamatan yang lain.
Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedasitas. Deteksi ada tidaknya gejala
heterokedatisitas adalah dengan melihat pola gambar  model tersebut. Analisis pada
gambar  yang menyatakan model regresi linier berganda tidak terdapat
heteroskedastisitas jika titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0,
titik-titik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saya, penyebaran titik-titik data
tidak boleh membentuk pola bergelmbang melebar kemudia menyempit dan melebar kembali,
dan penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola.?
?
 [c$!"?
Setelah dilakukan uji t, maka diperoleh persamaan seperti di bawah ini.
#$ &' (  ( c (  ( ( 


([  c (

Berdasarkan hasil uji t yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa secara parsial hanya
variabel EPS yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini ditunjukkan oleh nilai
signifikansi EPS sebesar 0.000 yang berarti < 0.05. Sedangkan untuk variabel CDC, OCPS,
ROE, ROA, dan TATO tidak berpengaruh signifikan yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi
variabel-variabel tersebut yang menunjukkan nilai > 0.05 yaitu masing-masing sebesar 0.631,
0.477, 0.125, 0.614, dan 0.574.
Berdasarkan hasil uji F yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa kesemua variabel
independen (CDC, OCPS, ROE, ROA, TATO, EPS) berpengaruh signifikan terhadap variabel
dependen (harga saham) secara bersama-sama atau simultan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai
signifikansi dalam tabel yang menunjukkan angka 0.000, yaitu <0.005.

 c&)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, di antara semua variabel independen
yaitu CDC, OCPS, ROE, ROA, TATO, dan EPS, hanya EPS yang berpengaruh signifikan
terhadap harga saham (variabel dependen). Hal ini dapat dibuktikan dari nilai signifikansi EPS
< 0.05, sedangkan variabel independen lainnya yaitu CDC, OCPS, ROE, ROA, dan TATO
tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini ditunjukkan dari nilai signifikansi
CDC, OCPS, ROE, ROA, dan TATO > 0.05.
Berdasarkan hasil pengujian variabel penelitian secara simultan CDC, OCPS, ROE, ROA,
TATO, dan EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham yang ditunjukkan oleh nilai
signifikansinya sebesar 0.000 < 0.05. Nilai 5?R $?sebesar 0.803 menunjukkan
variabel independen mampu menjelaskan 80.3% variasi variabel dependen dalam penelitian ini.
Sisanya sebesar 19.7% dijelaskan oleh variabel lainnya di luar penelitian. Hal ini berarti
kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen cukup kuat. Dapat
disimpulkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini (CDC, OCPS, ROE, ROA, TATO,
EPS) dapat digunakan untuk memprediksi perubahan harga saham perusahaan manufaktur
secara simultan atau bersama-sama.
 &! #

 &!

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab empat,
maka kesimpulan yang dapat diambil akan dijelaskan di bawah ini.
1. m?  ? m  (CDC) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham
sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0.631 > 0.05 setelah
dilakukan uji t. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan CDC tidak
dapat digunakan untuk memprediksi harga saham.
2.  ?m?"??(OCPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham
sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0.477 > 0.05 setelah dilakukan
uji t. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa OCPS tidak
dapat digunakan untuk memprediksi harga saham.
3. # ? ?$ ?(ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham sebagaimana
ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0.125 > 0.05 setelah dilakukan uji t.
Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ROE tidak dapat
digunakan untuk memprediksi harga saham.
4. # ? ?%?(ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham sebagaimana
ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0.614 > 0.05 setelah dilakukan uji t.
Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ROA tidak dapat
digunakan untuk memprediksi harga saham.
5. ? %?   ?(TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham sesuai
dengan angka signifikansinya sebesar 0.574 > 0.05 setelah dilakukan uji t. Berdasarkan
hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa TATO tidak dapat digunakan
untuk memprediksi harga saham.
6.  ? "? ?(EPS) memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham sesuai
dengan angka signifikansinya sebesar 0.000 < 0.05 setelah dilakukan uji t. Berdasarkan
hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa EPS dapat digunakan untuk
memprediksi harga saham.
7. Variabel independen ( CDC, OCPS, ROE, ROA, TATO, dan EPS ) secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap harga saham yang ditunjukkan dengan angka
signifikansinya sebesar 0.000 < 0.05 setelah dilakukan uji F. Berdasarkan hasil analisis data
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel independen yang diteliti dapat
digunakan secara bersama-sama untuk memprediksi harga saham. Hal ini sesuai dengan
teori Hipotesis Pasar Efisien !   ?*?3  yang menjelaskantentang reaksi
harga pasar saham terhadap informasi keuangan dan informasi lainnya.
8. Hasil penelitian secara parsial mengenai pengaruh CDC dan OCPS terhadap harga saham
tidak sesuai dengan Teori Isi Informasi dari Dividen !) 
  ?m  ??   yang
menyatakan bahwa dividen memiliki kandungan informasi, yaitu prospek perusahaan di
masa mendatang yang pada akhirnya akan berpengaruh pada harga saham perusahaan. Hal
ini mungkin dikarenakan masih banyaknya pandangan yang menggunakan laba secara
akrual dalam menggambarkan prospek perusahaan dibandingkan dengan dividen.

 [#)c
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu :
1. peneliti melakukan penelitian hanya pada sub kelompok perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI,
2. periode pengamatan dalam penelitian hanya pada 1 kurun waktu saja yaitu tahun 2007,
3. peneliti melakukan pengamatan mengenai pengaruh CDC, OCPS, ROE, ROA, TATO, dan
EPS terhadap harga saham dengan mangabaikan faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi harga saham seperti kinerja keuangan lainnya yang tercermin dalam rasio-
rasio keuangan, keadaan perekonomian, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, stabilitas politik
dan keamanan, dan lain-lain.

  #
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti mencoba memberikan saran bagi berbagai pihak,
diantaranya bagi investor dan calon investor, bagi perusahaan, dan juga bagi peneliti
selanjutnya.
1. Bagi Investor dan Calon Investor
Investor maupun calon investor ada baiknya terlebih dahulu mengetahui latar belakang
perusahaan dan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun sebelum memutuskan melakukan
investasi pada saham suatu perusahaan. Informasi ini akan membantu investor dan calon
investor dalam memberikan pengetahuan yang lebih jelas mengenai latar belakang
perusahaan dan dapat memprediksi prospek perusahaan di masa mendatang dengan lebih
akurat.
2. Bagi Perusahaan
Perusahaan dalam menarik minat investor terhadap saham perusahaan, ada baiknya
perusahaan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi return yang diharapkan
investor. Semakin baik suatu perusahaan mengatur keuangannya, semakin baik kinerja
keuangan perusahaan yang berakibat pada meningkatnya permintaan saham perusahaan di
pasar modal. Profitabilitas perusahaan merupakan faktor yang harus mendapat perhatian
khusus mengingat EPS memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham sesuai dengan
hasil penelitian ini.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan perusahaan dengan karakteristik yang
lebih beragam dengan sampel penelitian yang lebih banyak dan memperpanjang periode
penelitian. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk menambah variabel-variabel kinerja
keuangan lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham, keadaan perekonomian, tingkat
inflasi, tingkat suku bunga, stabilitas politik dan keamanan, dan lain-lain, sehingga dapat
diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga
saham.


m
Ahmad, Kamaruddin, 1996. ?* 5
 ?)  , PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Alam, Dipo Satria, 2008. " ? # ? á  ? 6   ?    ? % ?
"   ?  ? "? ? 3? 
? )  ? * ?  ? 78. Skripsi
Universitas Sumatera Utara, Medan.

Erlina dan Sri Mulyani, 2007. * ?"    ?7  ? ?%   ? ?* 5
 ,
Edisi Pertama, USU Press, Medan.?

Ghozali, Imam, 2005. %  ? %   ? *  ?   ? "


? ", Edisi Ketiga,
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.?

Gibson, Charles H., 2001.   ? # ?  ? %  ? 2?  ?   ? %  ?


) 
  ?Eight Edition, South ± Western College Publishing, United States of
America.

Harahap, Sofyan Syafri, 2001.  ? %   , Edisi Revisi, PT. Raja Grafindo Persada,
Jakarta.

Harmoni, Eka Prasetya, 2009. %   ?" ?4 ?á 5?á  ??3?



? ? " ? "  ?  ? ?  ? 7). Skripsi Universitas
Sumatera Utara, Medan.
?
Hongren, Charles T., 2000. "  ?%   ?á  , Edisi Keenam, Jilid Dua, Salemba
Empat, Jakarta.?
?
Ikatan Akuntan Indonesia, 2007.? ?%   ?á  . Salemba Empat, Jakarta.?
?
Intan, Taranika, 2009. " ?  ? "? ?  ?  ? "? ? ? 3?

??" ?9?" ? ?7) Skripsi Universitas Sumatera Utara, Medan.?
Jogiyanto, 2004.?* ?"    ?7  , Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.?
?
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004. 7?" 5? ?
"   ?"?"    ? ?"   ?  , Medan.?
?
Juventus, 2008. " ? # ? "   ?  ? 6 ? ? 3? 
?
"  ? ?78. Skripsi Universitas Sumatera Utara, Medan.?
?
Nugroho, Bhuono Agung, 2005.  ? 8 ? *
 ? *?   ? "    ?   ?
". Penerbit Andi, Yogyakarta.?
?
Sugiyono, 2006.   ? ?"    , Edisi Kedua, Alfabeta, Bandung.?
?
Umar, Husein, 2003. *? # ? %   ?  , Edisi Pertama, Ghalia Indonesia,
Jakarta.?
?
Wild, John J., K.R. Subramanyam, dan Robert F.Halsey, 2005.   ? 
 ? %  ,
Alih Bahasa Yanivi S.Bachtiar, S.Nurwahyu Harahap, %   ? 6 ? á  ,
Edisi Delapan, Buku Satu, PT Salemba Empat, Jakarta.

www.idx.co.id
??