Anda di halaman 1dari 18

PROMOSI KESEHATAN

PENGOBATAN UNTUK MENGURANGI HIPERKOLESTEROLEMIA

DOSEN PEMBIMBING :
Dr. Reni Chairani M.Kep.Sp.Kom

DISUSUN OLEH :
Nada Sya’bany Al-Humairo
P17120120026

POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA 1


JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI SARJANA
TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
JAKARTA SELATAN
2021

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kami
panjatkan puja dan puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Promosi Kesehatan ini
dengan tema “pengobatan hiperkolesterolemia”.

Dalam penyusunannya, kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing kami


Dr. Reni Chairani M.Kep.Sp.Kom yang telah memberikan dukungan, kasih dan kepercayaan
yang begitu besar. Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun pasti selalu ada kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih dan memohon maaf apabila ada
kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini. Semoga hasil makalah ini dapat bermanfaat
bagi yang membacanya.

Jakarta, Oktober 2021


Penyusun

Nada Sya’bany Al-Humairo

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................1
KASUS.......................................................................................................................................3
A. Pengkajian.......................................................................................................................4
B. Diagnosis keperawatan....................................................................................................5
C. Rencana Tindakan...........................................................................................................5
BAB II........................................................................................................................................6
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN....................................................................................6
A. Diagnosis keperawatan....................................................................................................6
B. Tujuan.............................................................................................................................6
C. Materi pembelajaran........................................................................................................6
D. Sasaran............................................................................................................................7
E. Media / alat bantu pembelajaran.....................................................................................7
F. Metode pembelajaran......................................................................................................7
G. Strategi pelaksanaan........................................................................................................7
H. Evaluasi...........................................................................................................................8
I. Materi............................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................13

iii
BAB I

PENDAHULUAN

Kolestrol adalah lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang


diproduksi oleh tubuh manusia, terutama di dalam level (hati). Kolestrol terbentuk secara
alamiah. Dari segi ilmu kimia, kolestrol merupakan senyawa lemak kompleks yang
dihasilkan tubuh dengan bermacam-macam fungsi, antara lain untuk membuat hormon
seks, hormon korteks adrenal, vitamin D dan untuk membuat garam empedu yang
membantu usus untuk menyerap lemak. Jadi, bila takarannya pas atau normal, kolestrol
adalah lemak yang berperan penting dalam tubuh. Namun jika terlalu banyak, kolestrol
dalam aliran darah justru berbahaya bagi tubuh. (Nilawati et al., 2008)

Sedangkan Hiperkolesterolemia adalah suatu keadaan kadar kolesterol serum darah


yang meningkat melebihi batas normal. Kolesterol merupakan salah satu jenis zat yang
dihasilkan oleh metabolisme tubuh untuk membangun jaringan, sel dan hormon.
Kolesterol tidak bisa larut sehingga bergabung dengan protein dan membentuk lipoprotein.
Di dalam serum darah terdapat kolesterol Low density lipoprotein (LDL) dan High density
lipoprotein (HDL). Jenis lemak Low density lipoprotein (LDL) dan High density
lipoprotein (HDL) Jenis (LDL) yang lain adalah Trigliserida yang juga dihasilkan oleh
lemak, Trigliserida akan menghasilkan energi yang berasal dari karbohidrat. (Salsabila,
2019)

Kolesterol tinggi merupakan kondisi dimana kadar kolesterol total ≥ 200 mg/dL
atau lebih. Persentase kolesterol tinggi yang tercatat di Pos Pembinaan Terpadu
(Posbindu) dan Puskesmas yang sudah menggunakan sistem informasi surveilans penyakit
tidak menular (PTM) menurut jenis kelamin, pada laki-laki sebesar 48% sedangkan pada
perempuan 54.3%. Adapun persentase kolesterol tinggi menurut umur sebagain besar pada
kelompok umur >60 tahun sebesar 58.7%. (Sulistyowati, 2016)

Penyebab hiperkolesterol diduga akibat perubahan gaya hidup, faktor lingkungan,


kurangnya aktivitas fisik, faktor stres, serta pola makan yang banyak mengandung lemak
dan kolesterol dapat memicu penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang cukup
banyak memengaruhi angka kesakitan dan kematian adalah Penyakit Jantung Koroner
(PJK). (Yani, 2015)

1
Oleh karena itu peran perawat sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah yang
dihadapi pasien dengan memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan
pasien tentang pengobatan hiperkolesterol.

2
KASUS

Seorang perempuan Lansia Ny. M umur 52 tahun, tinggal bersama suami dan 2 anaknya.
Beragama Islam suku lien berasal dari Jawa. Klien mengatakan rutin memeriksakan diri
ke dokter praktik karena mengalami nyeri dada bagian depan dan terasa nyeri di bagian
lengan sejak 1 bulan yang lalu. Keluarga Ny. M sudah lama tidak mengecek darah. Ny.
M mengatakan sudah dalam 1 bulan terakhir ini memeriksakan diri, meminta obat ke
dokter praktik langganannya setiap terasa sakit di dadanya. Ny. M mengatakan penyakit
yang diberitahu oleh dokter praktik langganannya yaitu Ny. M menderita
hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi). Perawat melakukan pemeriksaan fisik dan
mengukur tanda-tanda vital Ny. M dengan hasil tekanan darah : 130/80 mmHg.
Frekuensi nadi : 70 kali/menit. Frekuensi nafas : 25 kali/menit. Suhu : 37 oC. Berat badan
79 kg dan tinggi badan 156 cm.

Ny. M mengatakan dalam keluarganya yang berpengaruh dalam mengambil keputusan


adalah suaminya sendiri. Didalam keluarga Ny. M belum bisa menjaga pola makannya,
dan belum berpengetahuan mengenai penyakit kolestrol, dari penyebabnya, tanda dan
gejalanya, serta cara pencegahannya. Keluarga Ny. M selalu memeriksakan diri dan
minum obat apabila sakit. Ny. M mengatakan rutin minum obat sejak sakit. Obat
didapatkan dari dokter praktik.

Ny. M mengatakan kadang diantar suami untuk memeriksakan diri, tergantung dari
kesibukan suaminya. Rumah Ny. M dekat dengan puskesmas terdekat, mudah terjangkau
dan Ny. M bisa menggunakan sepeda atau berjalan kaki ke puskesmas. Sehingga dapat
dengan mudah mengontrol kesehatannya.

Ny. M dan suaminya mempunyai motivasi untuk menerima informasi yang berhubungan
dengan kesehatannya. Ny. M dan suaminya ingin mengetahui lebih dalam terkait dengan
penyakit yang di derita Ny. M agar keluhan yang dirasakan saat ini dapat berkurang
terutama rasa nyeri dada bagian depan.

Ny. M dan suaminya sangat bersedia untuk meluangkan waktunya untuk keperluan
seperti menerima penyuluhan atau pendidikan Kesehatan. Ny. M dan suaminya mampu
membaca dengan baik, mampu berbahasa Indonesia dengan baik, dan Ny M mengatakan
lebih menyukai belajar dengan lembar balik serta menyukai bahan bacaan yang
bergambar karena mudah diingat.

3
A. Pengkajian
1. Faktor predisposisi
a. Riwayat Kesehatan individu
Seorang perempuan Ny. M umur 52 tahun, tinggal bersama suami dan 2
anaknya. Klien mengatakan rutin memeriksakan diri ke dokter praktik karena
mengalami nyeri dada bagian depan dan terasa nyeri di bagian lengan sejak 1
bulan yang lalu. Keluarga Ny. M sudah lama tidak mengecek darah. Ny. M
mengatakan sudah dalam 1 bulan terakhir ini memeriksakan diri, meminta obat
ke dokter praktik langganannya setiap terasa sakit di dadanya. Ny. M
mengatakan penyakit yang diberitahu oleh dokter praktik langganannya yaitu
Ny. M menderita hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi). Didalam keluarga Ny.
M belum bisa menjaga pola makannya, dan belum berpengetahuan mengenai
penyakit kolestrol, dari penyebabnya, tanda dan gejalanya, serta cara
pencegahannya.
b. Kondisi fisik
Hasil pemeriksaan fisik dengan mengukur tanda-tanda vital Ny. M dengan hasil
tekanan darah : 130/80 mmHg. Frekuensi nadi : 70 kali/menit. Frekuensi nafas :
25 kali/menit. Suhu : 37oC. Berat badan 79 kg dan tinggi badan 156 cm.
c. Motivasi belajar
Ny. M dan suaminya mempunyai motivasi untuk menerima informasi yang
berhubungan dengan kesehatannya. Ny. M dan suaminya ingin mengetahui lebih
dalam terkait dengan penyakit yang di derita Ny. M agar keluhan yang dirasakan
saat ini dapat berkurang terutama rasa nyeri dada bagian depan.
d. Kesiapan belajar
Ny. M dan suaminya sangat bersedia untuk meluangkan waktunya untuk
keperluan seperti menerima penyuluhan atau pendidikan kesehatan pada hari
Sabtu pagi.
e. Kemampuan belajar
Ny. M dan suaminya mampu membaca dengan baik, mampu berbahasa
Indonesia dengan baik, dan Ny M mengatakan lebih menyukai belajar dengan
lembar balik serta menyukai bahan bacaan yang bergambar karena mudah
diingat.

4
2. Faktor pemungkin
Di Puskesmas, perawat memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memberikan
penyuluhan dengan baik karena telah sering kali dilakukan pelatihan terutama
masalah penyakit tidak menular (PTM). Alat bantu penyuluhan berupa leaflet dan
video yang akan di sediakan oleh perawat. Ny. M memiliki potensi untuk merubah
gaya hidupnya dengan mengurangi makanan yang berlemak. Rumah Ny. M dekat
dengan puskesmas terdekat, mudah terjangkau dan Ny. M menggunakan sepeda ke
puskesmas. Sehingga dapat dengan mudah mengontrol kesehatannya.
3. Faktor penguat
Ny. M selalu diingatkan oleh suaminya untuk hidup sehat seperti mengurangi makan
makanan yang berlemak dan perbanyak makan makanan yang mengandung sayur
dan buah. Serta mengingatkan untuk rutin berolahraga, rutin kontrol ke dokter, dan
meminum obat yang sudah diberikan dari dokter untuk mengurangi keluhannya saat
ini. Dan menganjurkan untuk rutin mengecek kesehatannya di puskesmas atau rumah
sakit terdekat tanpa harus memikirkan biayanya karena klien sudah mempunya BPJS.

B. Diagnosis keperawatan
Defisit pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga menggunakan sumber-sumber
Kesehatan d.d keluarga Ny. M belum bisa menjaga pola makannya, dan belum
berpengetahuan mengenai penyakit kolestrol, dari penyebabnya, tanda dan gejalanya,
serta cara pencegahannya. Keluarga Ny. M mengatakan sudah lama tidak mengecek
darah.

C. Rencana Tindakan
Rancangan pembelajaran individu :
Ny. M terdiagnosis keperawatan defisit pengetahuan tentan penyakit hiperkolesterolemia
dikarenakan Ny. M kurang terpapar informasi dan tidak banyak tahu tentang penyakitnya.

5
BAB II

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Topik : Hiperkolesterolemia

Sub topik : Pengobatan hiperkolesterolemia

Hari/Tanggal : Sabtu, 22 Juli 2020

Waktu : ± 40 menit

Sasaran : Ny. M dan suaminya

Tempat : Rumah Ny. M

Penyuluh : Nada Sya’bany Al-Humairo

A. Diagnosis keperawatan
Defisit pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga menggunakan sumber-sumber
Kesehatan d.d keluarga Ny. M belum bisa menjaga pola makannya, dan belum
berpengetahuan mengenai penyakit kolestrol, dari penyebabnya, tanda dan gejalanya,
serta cara pencegahannya. Keluarga Ny. M mengatakan sudah lama tidak mengecek
darah.

D. Tujuan
a. Tujuan umum
Ny. M dan suaminya mampu mengetahui tentang pengobatan penyakit
hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi.
b. Tujuan khusus
Ny. M dan suami mampu :
1. Menjelaskan pengertian kolesterol tinggi
2. Menjelaskan penyebab penyakit kolesterol tinggi
3. Mampu menyebabkan tanda dan gejala kolesterol tinggi
4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi terjadinya kolesterol tinggi

6
5. Mampu menjelaskan cara pencegahan kolesterol tinggi
6. Mampu menjelaskan cara pengobatan kolesterol tinggi

E. Materi pembelajaran
a. Pengertian kolesterol tinggi
b. Penyebab kolesterol tinggi
c. Tanda dan gejala kolesterol tinggi
d. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kolesterol tinggi
e. Cara mencegah kolesterol tinggi
f. Pengobatan kolesterol tinggi

F. Sasaran
Klien bernama Ny. M dan suaminya.

G. Media / alat bantu pembelajaran


a. Leafleat berisi gambar dan point-point tentang penyakot kolesterol tinggi.
b. Video tentang pencegahan kolesterol tinggi. https://youtu.be/9EXwM8BXIu8

H. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran yang tepat dan yang akan digunakan yaitu diskusi dan tanya jawab.
Metode ini digunakan untuk menyampaikan materi diatas.

I. Strategi pelaksanaan
Fase Kegiatan Waktu
Orientasi a. Mengucapkan salam 5 menit
b. Memperkenalkan
diri
c. Kontak waktu
d. Menyampaikan
tujuan pertemuan
e. Menyampaikan
topik penyuluhan
Kerja a. Bertanya pada klien 25 menit
sejauh mana
mengetahui tentang
penyakit kolesterol

7
tinggi
b. Menjelaskan sesuai
topik mengenai
penyakit kolesterol
tinggi
c. Memberikan
reinforcement
positif
d. Tanya Jawab
e. Evaluasi
Evaluasi a. Review kembali 10 menit
pengetahuan klien
tentang penyakit
kolesterol tinggi
setelah dilakukan
pendidikan
kesehatan
b. Menjelaskan
kesimpulan
pendidikan
kesehatan terkait
penyakit kolesterol
tinggi
c. Memberi salam
penutup

J. Evaluasi
a. Waktu evaluasi
Waktu yang diperlukan untuk evaluasi belajar selama ± 10 menit.
b. Jenis soal
Jenis soal yang akan diberikan berupa essay.
c. Jumlah soal
Jumlah soal yang akan diberikan sebanyak 6 soal.

8
d. Teknik evaluasi
Teknik evaluasi yang akan digunakan berupa evaluasi secara lisan.
e. Uraian soal
1. Apa yang dimaksud dengan kolesterol tinggi?
2. Apa penyebab kolesterol tinggi?
3. Apa saja tanda dan gejala kolesterol tinggi?
4. Apa saja faktor risiko terjadinya kolesterol tinggi?
5. Bagaimana cara menurunkan kadar kolesterol tinggi?
6. Bagaimana cara mencegah penyakit kolesterol tinggi?
7. Bagaimana cara pengobatan penyakit kolesterol tinggi?
f. Jawaban
1. Kolesterol tinggi merupakan kondisi dimana kadar kolesterol total ≥ 200 mg/dL
atau lebih. Kondisi ini ketika kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas
normal. Jika dibiarkan, kolesterol yang berlebihan bisa menumpuk di pembuluh
darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.
2. Kolesterol tinggi disebabkan oleh : gaya hidup tidak sehat, konsumsi
makanan tinggi kolesterol yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Contoh
makanan tersebut adalah gorengan, susu full cream, kulit ayam, dan jeroan.
Kebiasaan lain yang dapat meningkatkan kadar kolesterol adalah kurang
berolahraga dan merokok.
3. Hiperkolesterol tidak menimbulkan gejala. Kadar kolesterol yang tinggi
menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang,
sehingga gejala yang timbul adalah gejala kurang oksigen seperti sakit kepala,
pegal-pegal dan nyeri dada.
4. Faktor risiko hiperkolestrolemia meliputi faktor risiko yang tidak dapat diubah
(seperti, umur keturunan, dan jenis kelamin). Faktor risiko utama diyakini secara
langsung dapat meningkatkan risiko timbulnya PJK.
5. Cara menurunkan kolesterol tinggi :
o Berolahraga secara teratur.
o Menjaga berat badan yang sehat dan ideal.
o Mengurangi jumlah konsumsi alkohol, karbohidrat dan lemak jenuh
dalam makanan.

9
o Banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, roti gandum, sereal
dan buncis.
o Hanya mengkonsumsi susu skim, keju, krim asam dan yogurt yang
rendah lemak.
o Mengurangi konsumsi daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit dan ikan.
6. Cara mencegah penyakot kolesterol tinggi adalah sebagai berikut :
o Hindari merokok
o Pola makan yang sehat dan bergizi
o Olahraga secara teratur atau hodup aktif dalam keseharian
7. Adapun cara pengobatan penyakit kolesterol tinggi yaitu sebagai berikut :
o Perawatan dengan obat : Obat-obat penurun kadar kolesterol antara lain :
obat yang mengikat asam empedu dalam usus, obat yang mengurangi
produksi kolesterol dalam hati, obat yang merangsang konversi kolesterol
dan lemak di dalam hati maupun jaringan lemak.
o Pemeriksaan rutin terhadap kadar kolesterol tinggi.
o Mengkonsumsi jenis-jenis obat dan suplemen untuk penderita kolesterol
tinggi.

K. Materi
1. Menurut (Lestari & D. M. Utari, 2017) Hiperkolesterolemia adalah total kolesterol
dalam darah dengan kadar kolesterol yang tinggi yaitu ≥ 200 mg/dl.
Hiperkolesterolemia menjadi salah satu indikator aterosklerosis pada pembuluh darah
dan menjadi prioritas utama dalam penanggulangan masalah kesehatan di negara
maju dan berkembang.
Menurut (Nilawati et al., 2008) Kolesterol merupakan salah satu jenis zat yang
dihasilkan oleh metabolisme tubuh untuk membangun jaringan, sel dan hormon.
Kolesterol tinggi akan menyebabkan zat tersebut bereaksi dengan zat-zat lain dalam
tubuh dan akan mengendap dalam pembuluh darah arteri. Yang terjadi selanjutnya
adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah (atherosklerosis) hingga
penyumbatan dan pemblokiran aliran darah. Akibatnya, jumlah suplai darah ke
jantung berkurang. Terjadi sakit/nyeri dada yang disebut angina bahkan dapat
menjerumus ke serangan jantung.
2. Menurut (Lestari & D. M. Utari, 2017) Penyebab hiperkolesterolemia adalah asupan
makanan tidak sehat, seperti mengonsumsi tinggi lemak, konsumsi buah dan sayur

10
rendah, obesitas, aktivitas fisik rendah, hipertensi, stres, merokok dan penggunaan
alcohol. Konsumsi buah dan sayur setiap hari berhubungan dengan kadar kolesterol
darah, karena buah dan sayur mengandung serat yang dapat menurunkan kadar
kolesterol.
3. Menurut (Sari, 2014) Sebagian besar hiperkolesterol tidak menimbulkan gejala.
Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga
oksigen menjadi kurang, sehingga gejala yang timbul adalah gejala kurang oksigen
seperti sakit kepala, pegal-pegal dan nyeri dada.
4. Faktor risiko hiperkolestrolemia meliputi faktor risiko yang tidak dapat diubah
(seperti, umur keturunan, dan jenis kelamin). Faktor risiko utama diyakini secara
langsung dapat meningkatkan risiko timbulnya PJK.
Adapun beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kadar kolesterol tinggi adalah
sebagai berikut :
 Merokok
 Kurang mengkonsumi sayuran dan buah-buah
 konsumsi alkohol secara berlebihan
 obesitas dan kurang aktivitas
 diabetes mellitus
 stress
 kebiasaan minum kopi berlebihan (Nilawati et al., 2008)
5. Menurut (Sari, 2014) cara untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah yakni
dengan melakukan perubahan pola hidup. Pola hidup yang sehat merupakan pilihan
terbaik. Adapun cara menurunkan kadar kolesterol diantaranya adalah sebagai
berikut:
 Berolahraga secara teratur. Olahraga secara teratur bisa dilakukan 3 kali
seminggu.
 Menjaga berat badan yang sehat dan ideal.
 Mengurangi jumlah konsumsi alkohol, karbohidrat dan lemak jenuh dalam
makanan.
 Banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, roti gandum, sereal dan
buncis.
 Hanya mengkonsumsi susu skim, keju, krim asam dan yogurt yang rendah
lemak.

11
 Mengurangi konsumsi daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit dan ikan.
 Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak dan kaya akan
kolesterol, seperti kentang goreng dan makanan cepat saji lainnya, tortila,
sosis, kue kering, dan hidangan pencuci mulut lainnya.
 Sebaiknya jangan menggoreng makanan, tapi masaklah dengan microwave,
direbus, dipanggang atau dibakar.
 Hindari juga lemak jenuh, yang terdapat di dalam daging atau produk hewan
lainnya. Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol darah, meskipun
makanan yang mengandung lemak jenuh diberi label “bebas kolesterol”.
Contohnya, kue bebas kolesterol mungkin kaya akan lemak jenuh seperti
minyak palem atau minyak kelapa, yang akan menaikkan kadar kolesterol.
6. Menurut (Puspitasari, 2018) Cara untuk mencegah kolesterol tinggi yaitu sebagai
berikut :
 Hindari merokok
 Pola makan yang sehat dan bergizi
 Olahraga secara teratur atau hodup aktif dalam keseharian
7. Menurut (Nilawati et al., 2008) Ragam pengobatan untuk kolesterol tinggi, yaitu:
1) Upaya penurun kolesterol darah dengan cara alami yaitu seperti diet,
olahraga, latihan, menjalani gaya hidup sehat, berhenti merokok, berhenti
mengkonsumsi alcohol, hingga menjalani pola makan yang sehat, seperti :
- Mengonsumsi makanan tinggi omega-3, seperti ikan, alpukat, dan
kacang-kacangan.
- Mengonsumsi sayur dan buah-buahan, seperti bayam, brokoli, jeruk,
apel, dan beri.
- Menghindari atau membatasi konsumsi daging merah, kuning telur, dan
produk susu tinggi lemak
- Menghindari konsumsi kue, biskuit, makanan cepat saji, dan makanan
yang digoreng.
2) Perawatan dengan obat
Obat-obat penurun kadar kolesterol antara lain :
- obat yang mengikat asam empedu dalam usus seperti cholestyramine
atau colesevelam.
- obat golongan statin, seperti atorvastatin dan simvastatin.

12
- Obat penghambat penyerapan kolesterol, seperti ezetimibe.
- Obat penurun trigliserida, seperti fenofibrate dan niacin.
3) Pemeriksaan rutin terhadap kadar kolesterol tinggi
Tujuan pemeriksaan dan pengukuran kadar kolesterol tinggi adalah untuk
mengetahui apakah seseorang menghadapi risiko terkena arterosklerosis
di usia muda. Risiko sklerosis pada arteri koroner bisa dikurangi dengan
rutin memeriksakan diri. Oleh karena itu orang-orang dari kelompok
umur 20 - 60 tahun harus diukur kadar kolesterol darahnya.
4) Pengobatan tradisional
- Kombinasi ekstrak bawang dan kunyit sebagai penstabil kolesterol
dalam darah secara alami. Sehingga diharapkan bisa membantu
menstabilkan kadar kolesterol dalam darah tanpa ada efek samping.
Bawang putih dan kunyit berfungsi untuk menstabilkan hiperkolestrol.
Bawang putih mempunyai kandungan allisin dan aliin yang dapat
menurunkan kadar kolestrol sedangkan kunyit mengandung
kurkuminoid. (Alfianingsih et al., 2015)
- Rebusan daun salam. Kandungan flavonoid dan tannin dalam daun
salam berfungsi menurunkan kadar lemak dan kolesterol. (Afrilliani et
al., 2014)
- Penggunaan formula jamu sebagai penurun kolesterol darah selama tiga
bulan tidak mengganggu fungsi ginjal dan menunjukkan perbaikan
gejala klinik serta tidak didapatkan efek samping formula jamu yang
berarti. (Triyono, 2010)

13
DAFTAR PUSTAKA

Afrilliani, D. A., Supriyanta, B., & Rahayu, M. (2014). Pengaruh Pemberian Rebusan Daun
Salam (Eugenia polyantha Wight.) Terhadap Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein
(LDL) Serum Tikus Putih (Rattus …. Jurnal Teknologi …, 3, 1–8.
http://www.teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/63

Alfianingsih, Y., Fazrin, I., Permana, A., Widyaningtyas, U. L., Admasari, T. E. T., &
Masruroh, D. (2015). Kombinasi Ekstrak Bawang dan Kunyit Sebagai Obat Alternatif
Hiperkolesterolemia. Article Text, 39–43.
https://media.neliti.com/media/publications/236553-kombinasi-ekstrak-bawang-dan-
kunyit-seba-82388548.pdf

Lestari, W. A., & D. M. Utari. (2017). Dominant Factors of Hypercholesterolemia Among


Pre-elderly in Working Area of Rangkapanjaya Public Health Center in Depok. Berita
Kedokteran Masyarakat, 33(6), 267–272.
https://media.neliti.com/media/publications/238005-analysis-of-the-dominant-factor-of-
hyper-7996ce16.pdf. diakses pada tanggal 27 Januari 2021.

Nilawati, S., Krisnaturi, D., Mahendra, B., & Akunpunkturis. (2008). Care Yourself
Kolesterol (S. Kusumawati (ed.); I. Jakarta). Penebar plus.

14
https://books.google.co.id/books?
id=izVmIRiVyGwC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false

Puspitasari, E. (2018). Analisis Beberapa Faktor Risikp Hiperkolesterolemia Pada Calon


Jamaah Haji. Gastrointestinal Endoscopy, 10(1), 5–118.
http://dx.doi.org/10.1053/j.gastro.2014.05.023%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gie.2018.04.
013%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29451164%0Ahttp://www.pubmedcentra
l.nih.gov/articlerender.fcgi?
artid=PMC5838726%250Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.gie.2013.07.022

Salsabila, B. H. (2019). Efektivitas Pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) Untuk
menurunkan Kolesterol Pada Pasien Hiperkolestelor. 4–11.
http://eprintslib.ummgl.ac.id/740/1/16.0601.0012_BAB I_BAB II_BAB III_BAB
V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Sari, D. K. (2014). Tanda Gejala dan Bahaya Hiperkolesterolemia. Tanda Gejala Dan
Bahaya Hiperkolesterolemia, 1988, 1–8.
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/50648923/TANDA_GEJALA_DAN_BAHAYA_
HIPERKOLESTEROLEMIA-with-cover-page-v2.pdf?
Expires=1633414425&Signature=BSQ4oouIDq2GE12NzXkDktHVEjvmiorbdvC1bvaP
tpBs0uitW0juF~J7KmA19nk-
zYfAbyIxU0nhKDlmxYAXy6mlC5Yrx2uc4zzING87INNeZBmX

Sulistyowati, L. S. (2016). Penyakit Tidak Menular. In Journal of Chemical Information and


Modeling (Vol. 53, Issue 9). http://eprintslib.ummgl.ac.id/740/1/16.0601.0012_BAB
I_BAB II_BAB III_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Triyono, A. (2010). Observasi klinik formula tanaman obat sebagai penurun kolesterol
darah. 1–61. http://repository.litbang.kemkes.go.id/586/2/126 LIT - OBSERVASI
KLINIK FORMULA TANAMAN OBAT SEBAGAI PEN_ocr cs.pdf

Yani, M. (2015). Mengendalikan Kadar Kolesterol Pada Hiperkolesterolemia. Jurnal


Olahraga Prestasi, 11(2), 115737. https://doi.org/10.21831/jorpres.v11i2.5749

15

Anda mungkin juga menyukai