Anda di halaman 1dari 13

PROMOSI KESEHATAN

POLA MAKAN UNTUK MENGATASI


HIPERKOLESTEROLEMIA

DOSEN PEMBIMBING :
Dr. Reni Chairani, MKep. Sp.Kom

Disusun oleh :
Desvita Fitriannur Khasanah (P17120120012)

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN
PENDIDIKAN PROFESI NERS
2021
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Promosi Kesehatan ini dengan tema “Pendidikan Kesehatan Pada Klien
Hiperkolesterolemia”.
Dalam penyusunannya, kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing
kami yang telah memberikan dukungan,kasih,dan kepercayaan yang begitu besar.
Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,
namun pasti selalu ada kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih dan memohon maaf apabila ada
kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini. Semoga hasil makalah ini dapat
bermanfaat bagi yang membacanya.

Jakarta, 05 Oktober 2021

Desvita
Fitriannur Khasanah
PENDAHULUAN

Hiperkolesterolemia adalah total kolesterol dalam darah dengan kadar


kolesterol yang tinggi yaitu ≥ 200 mg/dl. Hiperkolesterolemia menjadi salah
satu indikator aterosklerosis pada pembuluh darah dan menjadi prioritas utama
dalam penanggulangan masalah kesehatan di negara maju dan berkembang.
Penyebab hiperkolesterolemia adalah asupan makanan tidak sehat, seperti
mengonsumsi tinggi lemak, konsumsi buah dan sayur rendah, obesitas,
aktivitas fisik rendah, hipertensi, stres, merokok dan penggunaan alkohol.
Konsumsi buah dan sayur setiap hari berhubungan dengan kadar kolesterol
darah, karena buah dan sayur mengandung serat yang dapat menurunkan kadar
kolesterol. Prevalensi nasional konsumsi sayur dan buah <5 porsi/hari pada
penduduk indonesia mencapai angka 93,6%. IMT berpengaruh terhadap
obesitas dan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian menemukan
latihan aerobik selama 4 bulan dapat menurunkan kadar kolesterol dan insulin
pada orang obesitas. Aktivitas fisik rendah merupakan faktor risiko penyebab
peningkatan kolesterol total pada pada lanjut usia. Perilaku merokok
berpengaruh pada peningkatan kadar kolesterol dan penurunan kadar HDL.
Oleh karena itu peran perawat sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah
yang dihadapi pasien dengan memberikan penyuluhan untuk meningkatkan
pengetahuan pasien tentang pola makan untuk menurunkan
hiperkolesterolemia.
KASUS

Seorang pra lansia bernama Ny. T berumur 49 tahun saat ini terdiagnosis
Hiperkolesterolemia oleh dokter puskesmas sejak 1 tahun lalu. Ny. T mengatakan
dirinya jarang check up tentang kondisi penyakitnya karena tidak ada yang
mengantarkan sebab anaknya sibuk bekerja, klien mengatakan dirinya mengikuti
BPJS. Ny. T mengatakan bahwa ia sering mengalami nyeri dada. Lalu semakin lama
ia mengalami sering merasa nyeri pada kepala belakang bagian bawah lalu menjalar
ke bagian leher, sering merasa lelah dan mudah ngantuk. Selain itu, Ny. T juga
mengatakan bahwa dirinya sering merasakan kesemutan pada kaki nya. Perawat
melakukan pemeriksaan fisik dan mengukur tanda-tanda vital Ny. T dengan hasil
Tekanan Darah : 170/100 mmHg, Frekuensi nadi : 110 x/menit, Frekuensi nafas : 18
x/menit, Suhu 37℃.Berat badan 65 kg dan tinggi badan 155 cm.
Ny. T mengatakan bahwa tidak mengetahui mengenai penyakitnya. Anak Ny. T yang
seorang buruh juga tidak mengetahui mengenai penyakit ibu nya. Anak Ny. T
mengatakan selama ibu nya masih sehat, Ny. T selalu memakan makanan jeroan
seperti ati ayam, ampela, usus, otak kambing, dan kuning telur dan jarang berolahraga
sehingga membuat nyeri pada kepala belakang bagian bawah lalu menjalar ke bagian
leher sering muncul. Anak Ny. T selalu mengingatkan ibu nya untuk mengurangi
konsumsi makanan jeroan yang berlebihan. Ny. T dan anak nya mengatakan ingin
mengetahui lebih dalam terkait dengan penyakit yang di derita Ny. T. Ny. T
menanyakan tentang makanan dan cara pengolahan makanan apa yang bisa dilakukan
agar nyeri pada kepala belakang bagian bawah lalu menjalar ke bagian leher nya
berkurang, dan keluhan lainnya yang dirasakan juga bisa berkurang.
Ny. T dan anak nya mampu membaca dengan baik, mampu berbahasa Indonesia
dengan baik, dan kemampuan mendengarnya masih baik. Rumah Ny. T dekat dengan
perkebunan, pasar, lapangan serta puskesmas yang hanya berjarak 1 km dari rumah
Ny. T.
A. Pengkajian
1. Faktor Predisposisi
A. Riwayat Kesehatan Individu
Klien saat ini terdiagnosis Hiperkolesterolemia oleh dokter puskesmas
sejak 1 tahun lalu. Klien mengatakan dirinya jarang check up tentang,
kondisi penyakitnya, klien mengatakan bahwa ia sering mengalami nyeri
dada. Lalu semakin lama ia mengalami sering merasa nyeri pada kepala
belakang bagian bawah lalu menjalar ke bagian leher, sering merasa lelah
dan mudah ngantuk. Selain itu, klien juga mengatakan bahwa dirinya
sering merasakan kesemutan pada kaki nya. Anak klien mengatakan
ibunya selalu memakan makanan jeroan seperti ati ayam, ampela, usus,
otak kambing, dan kuning telur dan jarang berolahraga.

B. Kondisi fisik
Berdasarkan pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital Ny. T dengan hasil
Tekanan Darah : 170/100 mmHg, Frekuensi nadi : 110 x/menit,
Frekuensi nafas : 18 x/menit, Suhu 37℃.Berat badan 65 kg dan tinggi
badan 155 cm. Klien gemar makan jeroan, klien merasakan nyeri
dibagian belakang kepala yang menjalar ke leher dan sering kesemutan
pada kaki nya.

C. Motivasi belajar
Ny. T dan anak nya mempunyai motivasi untuk menerima informasi yang
berhubungan dengan kesehatannya. Ny. T dan anak anak nya ingin
mengetahui lebih dalam tentang penyakit nya yang diderita Ny. T agar
keluhan yang dirasakan saat ini bisa berkurang.

D. Kesiapan belajar
Ny. T dan anak nya bersedia untuk meluangkan waktu nya untuk
keperluan seperti menerima penyuluhan atau promosi kesehatan pada
Jum’at pagi.
E. Kemampuan membaca
Ny. T dan anak nya mampu membaca dengan baik, mampu berbahasa
Indonesia dengan baik, dan kemampuan mendengarnya masih baik.
Informasi yang mereka sukai dan dirasakan efektif adalah informasi yang
menggunakan media berupa leaflet dan lembar balik.

2. Faktor Pemungkin
Ny. T memiliki potensi untuk merubah gaya hidupnya dengan sering
mengkonsumsi makanan tinggi serat yang berasal dari sayur-sayuran, buah-
buahan, dan gandum utuh, produk susu bebas atau rendah lemak, karena
rumah Ny. T dekat dengan pasar. Terdapat lapangan di dekat rumah Ny. T,
sehingga Ny. T dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk berolahraga.
Terdapat puskesmas 1 km dari rumah Ny. T, sehingga Ny. T dan anak nya
dapat dengan mudah mengontrol kesehatannya.

3. Faktor Penguat
Anak Ny. T selalu mengingatkan ibunya untuk mengubah pola hidup menjadi
lebih sehat seperti mengurangi makanan jeroan seperti ati ayam, ampela,
usus, otak kambing, dan kuning telur yang berlebihan dan memperbanyak
makan makanan tinggi serat. Anak Ny. T juga tidak lupa mengingatkan
ibunya untuk rutin berolahraga, serta menganjurkan ibunya untuk rutin
mengecek kesehatannya di puskesmas tanpa harus memikirkan biaya karena
sudah memiliki BPJS.

B. Diagnosis Keperawatan
Defisit pengetahuan tentang ( Hiperkolesterolemia ) b.d kurang terpapar informasi
dan kerterbatasan kognitif d.d klien mengatakan dirinya jarang check up tentang
kondisi penyakitnya karena anaknya sibuk bekerja, klien menanyakan tentang
makanan dan cara pengolahan makanan apa yang bisa dilakukan agar nyeri pada
kepala belakang bagian bawah lalu menjalar ke bagian leher nya berkurang.
C. Rencana Tindakan
1. Rancangan Pembelajaran Individu
Edukasi :
- Menjelaskan klien mengenai diet/pola makan kolesterol
- Menjelaskan cara pengolahan makanan
- Ajarkan klien perilaku hidup sehat.
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Topik : Hiperkolesterolmia

Sub Topik : Pola makan untuk mengatasi kolesterol tinggi

Hari/Tanggal : Jum’at, 08 Oktober 2021

Waktu : ± 40 menit

Sasaran : Ny. T dan Anaknya

Tempat : Rumah Ny. T

Penyuluh : Desvita Fitriannur Khasanah

I. Diagnosis Keperawatan
Defisit pengetahuan tentang ( Hiperkolesterolemia ) b.d kurang terpapar informasi
dan kerterbatasan kognitif d.d klien mengatakan dirinya jarang check up tentang
kondisi penyakitnya karena anaknya sibuk bekerja, klien menanyakan tentang
makanan dan cara pengolahan makanan apa yang bisa dilakukan agar nyeri pada
kepala belakang bagian bawah lalu menjalar ke bagian leher nya berkurang.

II. Tujuan
A. Tujuan Umum
Ny. T dan anak nya mampu membedakan makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan untuk hiperkolesterolemia dengan baik.

B. Tujuan Khusus
1) Klien mampu menjelaskan pengertian Hiperkolesterolemia
2) Klien mampu menjelaskan pola makanan yang dianjurkan dan yang tidak
dianjurkan
3) Klien mampu menjelaskan cara pengolahan makanan pada
Hiperkolesterolemia
III. Materi Belajar
a. Pengertian Hiperkolesterolemia
b. Pola makanan yang dianjurkan Hiperkolesterolemia
c. Pola makanan yang tidak dianjurkan Hiperkolesterolemia
d. Cara pengolahan makanan Hiperkolesterolemia

IV. Sasaran
Klien bernama Ny. T dan anak nya.

V. Media
Media yang digunakan berupa leaflet dan lembar balik.

VI. Metoda
Diskusi, demonstrasi, dan tanya jawab.

VII. Strategi Pelaksanaan


Fase Kegiatan Waktu
Orientasi a. Mengucapkan salam 5 Menit
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan prosedur promosi kesehatan
d. Menjelaskan topik yang akan disampaikan
e. Menjelaskan waktu
Kerja a. Bertanya pada klien sejauh mana mengetahui tentang 25 Menit
penyakit Hiperkolesterolemia
b. Memberikan leaflet dan menjelaskan topik mengenai
pola makan untuk mengatasi kolesterol tinggi.
Evaluasi a. Mereview kembali pengetahuan klien tentang materi 10 Menit

yang telah disampaikan dengan mengajukan pertanyaan.


b. Menjelaskan kesimpulan dari promosi kesehatan tentang
pola makan untuk mengatasi kolesterol tinggi
c. Memberikan reinforcement positif kepada klien.
d. Mengucapkan salam penutup.

VIII. Evaluasi
A. Waktu Evaluasi
Waktu yang diperlukan untuk evaluasi belajar selama10 menit

B. Jenis Soal
Jenis soal yang akan diberikan berupa soal essay.

C. Jumlah Soal
Jumlah soal yang akan diberikan sebanyak 4 soal.

D. Teknik Evaluasi
Teknik evaluasi yang akan digunakan berupa evaluasi secara lisan.

E. Uraian Soal
1. Apa yang dimaksud dengan Hiperkolesterolemia?
2. Makanan apa saja yang dianjurkan untuk mengatasi Hiperkolesterolemia?
3. Makanan apa saja yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi
Hiperkolesterolemia?
4. Bagaimana cara pengolahan makanan untuk pengidap
Hiperkolesterolemia?

F. Jawaban
1. Hiperkolesterolemia adalah kondisi berbahaya yang ditandai dengan
tingginya kadar kolesterol dalam darah. Bila tidak ditangani, kolesterol
dapat menumpuk serta mempersempit pembuluh darah. Akibatnya,
penderita berisiko terserang penyakit jantung koroner. Hiperkolesterolemia
adalah total kolesterol dalam darah dengan kadar kolesterol yang tinggi
yaitu ≥ 200 mg/dl. Hiperkolesterolemia menjadi salah satu indikator
aterosklerosis pada pembuluh darah dan menjadi prioritas utama dalam
penanggulangan masalah kesehatan di negara maju dan berkembang.

2. Makanan yang dianjurkan untuk mengatasi kolesterol tinggi seperti :


a. Serat yang berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh.
b. Produk susu bebas atau rendah lemak.
c. Kacang-kacangan.
d. Ikan dan ayam atau unggas tanpa kulit.
e. Makan ikan dua kali seminggu, terutama yang kaya omega-3 seperti tuna,
salmon, makerel, teri, dan lele.
f. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh dan
membatasi asupan lemak jenuh dan juga trans.
g. Membatasi makanan yang tinggi garam dan gula.

3. Makanan yang tidak dianjurkan untuk mengatasi kolesterol tinggi yaitu


seperti, ati ayam, usus ayam, otak kambing maupun sapi, kuning telur, dan
makanan yang tinggi lemak.

4. Cara pengolahan makanan yang tepat yaitu dengan cara direbus, dikukus,
diungkep, dipanggang, ditumis yang penting menghindari pengolahan
bahan masakan dengan digoreng.

IX. Materi
1. Definisi Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi metabolik umum dengan karakteristik
tingginya kadar kolesterol plasma darah dan dapat menjadi faktor risiko
berkembangnya penyakit kardiovaskular. Kadar kolesterol LDL yang berlebih
dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah
dan melalui proses oksidasi akan membentuk gumpalan, dimana jika gumpalan
semakin membesar akan membentuk benjolan yang akan mengakibatkan
penyempitan pembuluh darah. Proses ini biasanya disebut dengan
aterosklerosis.

2. Pola makanan yang dianjurkan Hiperkolesterolemia


a. Serat yang berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh.
b. Produk susu bebas atau rendah lemak.
c. Kacang-kacangan.
d. Ikan dan ayam atau unggas tanpa kulit.
e. Makan ikan dua kali seminggu, terutama yang kaya omega-3 seperti tuna,
salmon, makerel, teri, dan lele.
f. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh dan membatasi
asupan lemak jenuh dan juga trans.
g. Membatasi makanan yang tinggi garam dan gula.

3. Pola makanan yang tidak dianjurkan untuk mengatasi Hiperkolesterolemia


Makanan yang tidak dianjurkan untuk mengatasi kolesterol tinggi yaitu seperti,
ati ayam, usus ayam, otak kambing maupun sapi, kuning telur, dan makanan
yang tinggi lemak.

4. Cara pengolahan makanan Hiperkolesterolemia


Cara pengolahan makanan yang tepat yaitu dengan cara direbus, dikukus,
diungkep, dipanggang, ditumis yang penting menghindari pengolahan bahan
masakan dengan digoreng.
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai