Anda di halaman 1dari 13

A.

PENGUAPAN ( EVAPORATOR )

Evaporasi atau penguapan merupakan pengambilan sebagian uap air yang


bertujuan utuk meningkatkan konsentrasi padatan dari suatu bahan makanan cair.
Salah satu tujuan lain dari operasi ini adalah untuk mengurangi volume dari suatu
produk sampai batas-batas tertentu tanpa menyebabkan kehilangan zat-zat yang
mengandung gizi. Pengurangan volume produk, akan mengakibatkan turunnya biaya
pengangkutan. Disamping itu, juga akan meningkatkan efisiensi penyimpanan dan
dapat membantu pengawetan, atas dasar berkurangnya jumlah air bebas yang dapat
digunakan oleh microorganisma untuk kehidupannya. Salah satu contoh untuk
pengawetan adalah susu kental manis.

Gambar 1.Evaporator Tabung dan Pipa

Operasi penguapan yang mungkin digunakan untuk suatu produk sangat


bervariasi, hal ini tergantung pada karakteristik bahan produk. Dalam banyak kasus,
karakteristik bahan ini berpengaruh pada design evaporator (alat penguap). Adapun
contoh dari karakteristik bahan adalah kekentalan bahan dan kepekatan bahan
terhadap suhu serta kemampuan bahan untuk membuat alat mengalami korosi.

Menaikkan konsentrasi dari fraksi padatan di dalam produk bahan makanan


cair adalah dengan menguapkan air bebas yang ada didalam produk. Proses
penguapan ini dilakukan dengan menaikkan temperatur produk sampai titik didih dan
menjaganya untuk beberapa waktu sampai konsentrasi yang diinginkan.Ada empat
komponen dasar yang dibutuhkan untuk melakukan penguapan.

Keempat komponen tersebut terdiri dari :


a) sebuah tabung penguapan,

b) sustu alat pindah panas,

c) sebuah kondensor, serta

d) sebuah metode untuk menjaga tekanan vakum.

Keempat komponen ini harus diperhatikan dalam merencanakan suatu evaporator.


Sistem tekanan vakumnya harus dapat mengalirkan gas yang tidak terkondensasi agar
bisa menjaga tekanan vakum yang diinginkan didalam tabung penguapan. Panas yang
cukup harus dialirkan/ diberikan ke produk untuk penguapan sejumlah air yang
diinginkan, serta sebuah kondensor yang berguna untuk mengembangkan dan
memindahkan uap air yang diproduksi melalui penguapan.

Keseimbangan massa dapat digunakan untuk menentukan laju penguapan


untuk mendapatkan derajad konsentrasi yang diinginkan. Hubungan ini akan
membawa kita untuk dapat menentukan jumlah medium pemanas yang dibutuhkan
untuk mencapai penguapan yang diinginkan. Kunci penting lainnya yang perlu
mendapat perhatian dalam perencanaan adalah pindah panas yang terjadi dari
medium pemanas ke produk, dengan memperhatikan bahwa kebutuhan luas
permukaan pindah panas tidak akan dapat dihitung tanpa terlebih dahulu menduga
koefisien pindah panas keseluruhan bagi permukaan pemanas.

Walaupun parameter-parameter untuk design sudah dapat diduga secara tepat,


akan tetapi masih ada faktor-faktor khusus yang ada pada produk yang berpengaruh
pada design evaporator. Faktor-faktor ini akan mengakibatkan perhitungan menjadi
lebih kompleks. Sebagai contoh adalah banyaknya padatan yang ada pada produk
bahan makanan cair akan mengakibatkan titik didih yang lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan titik didih dari air pada tekanan yang sama.

Perbedaan titik didih ini menjadi lebih besar dengan bertambah tingginya
konsentrasi bahan makanan cair. Kerumitan ditambah lagi dengan tidak konstannya
koefisien pindah panas konveksi, karena koefisien pindah panas ini merupakan fungsi
dari kekentalan. Padahal telah diketahui bahwa selama proses penguapan, kekentalan
produk selalu berubah karena terjadinya penguapan. Keadaan ini mengakibatkan
koefisien pindah panas konveksi juga selalu berubah sesuai dengan kekentalan
produk. Akhirnya, persoalan menjadi lebih kompleks dengan adanya sifat panas
produk yang berubah menurut temperatur dan kadar air produk. Tentunya , hal ini
semua akan memberikan pengaruh tersendiri terhadap design operator.
Prinsip Kerja Evaporasi ( Penguapan )

Prinsip kerja peralatan evaporator vakum ini berdasarkan pada kenyataan


bahwa penurunan tekanan akan menyebabkan turunnya titik didih cairan.Pada
Anhydro laboratory Vacum Evaporator, keadaan vakum tersebut terutama dihasilkan
dari pompa air yang memindahkan uap terkondensasi dan mendinginkan air dari
kondensor.

Kevakuman yang sebenarnya dalam evaporator ditentukan oleh efisiensi


pompa, yang mana hal itu tergantung pada derajat kondensi uap dalam kondensor.
Pada kondensi itu sendiri mengambil tempat (berlangsung) sesuai dengan banyaknya
semprotan air yang didinginkan ke bagian puncak dari kondensornya. Inilah apa yang
dimaksud dengan : kita bisa mengatur suhu didih yang sebenarnya pada alat
tersebut.Panas yang dibutuhkan untuk penguapan cairan adalah berasal dari steam
yang sudah jenuh. Steam tersebut mengalami pengembunan (dikondensikan) pada
tabung, dan bersamaan dengan itu memberikan panasnya untuk penguapan. Steam
yang telah diambil panasnya itu disebut juga kondensat, kemudian dipindahkan dari
dasar calandria dan ditarik melalui kondensor menuju pompa.

Calandria adalah tabung dimana terjadi pergerakan bahan pangan.

Bahan cair yang akan ditingkatkan konsentrasinya itu bersirkulasi terus menerus pada
alat dalam upaya untuk memperoleh perpindahan/pergerakan yang maksimal didalam
calandria. Sirkulasi yang cepat akan mengurangi resiko terjadinya pengendapan pada
permukaan tabung, dan dengan cepat membebaskan gelembung-gelembung uap dari
bahan cair selama dalam perjalanan melalui evaporator

Pindah Panas Di Dalam Evaporator

Beberapa peralatan penguapan dapat langsung dipanasi dengan api. Api


memanasi dinding ketel dan secara konduksi akan memanasi bahan yang terletak di
dalam alat penguap. Akan tetapi umumnya evaporator mempergunakan panas tidak
langsung dalam proses penguapannya.

Pindah panas didalam alat penguapan diatur oleh persamaan pindah panas
untuk pendidihan bahan cair dan dengan persamaan konveksi serta konduksi. Panas
yang dihasilkan dari sumber harus dapat mencapai suhu yang sesuai untuk
menguapkan bahan. Umumnya medium pembawa panasnya adalah uap yang
diperoleh dari boiler atau dari suatu tahapan penguapan dalam alat penguapan
lain.Perputaran bahan cair didalam alat penguapan merupakan hal yang penting,
sebab perputaran mempengaruhi laju pindah panas dan dengan perputaran bahan
yang baik akan meningkatkan laju penguapan.

Evaporator Efek Tunggal

Yang dimaksud dengan single effect adalah bahwa produk hanya melalui satu buah
ruang penguapan dan panas diberikan oleh satu luas permukaan pindah panas.

Evaporator Efek Majemuk

Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat atau lebih
dalam sekali proses, inilah yang disebut dengan evaporator efek majemuk.
Penggunaan evaporator efek majemuk berprinsip pada penggunaan uap yang
dihasilkan dari evaporator sebelumnya.Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk
adalah untuk menghemat panas secara keseluruhan, hingga akhirnya dapat
mengurangi ongkos produksi.

Keuntungan evaporator efek majemuk adalah merupakan penghematan yaitu


dengan menggunakan uap yang dihasilkan dari alat penguapan untuk memberikan
panas pada alat penguapan lain dan dengan memadatkan kembali uap tersebut.
Apabila dibandingkan antara alat penguapan n-efek, kebutuhan uap diperkirakan 1/n
kali, dan permukaan pindah panas berukuran n-kali dari pada yang dibutuhkan untuk
alat penguapan berefek tunggal, untuk pekerjaan yang sama.

Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu :

a.Evaporator Pengumpan Muka

b.Evaporator Pengumpan Belakang

c.Evaporator Pengumpan Sejajar

Macam Peralatan Pemanas / Penukar Panas : Tabung Pemanas, Ketel Uap


(Boiler), Penukar Panas Spiral Melingkar, Penukar Panas Tipe Permukaan, Penukar
Panas Dengan Tabung Dibagian Dalam, Pembangkit Ulang, Penukar Panas Tipe
Tong, Penyemprot Air Panas, Pemasukan Uap Panas dan Penukar Panas Tipe
Skrup.Macam Peralatan Penguapan / Evaporator : Evaporator Kancah Terbuka,
Evaporator dengan Tabung Pendek yang Melintang, Evaporator dengan Tabung
Pendek yang Tegak, Evaporator yang Mempunyai Sirkulasi Alamiah dengan
Kalandria dibagian Luar, Evaporator dengan Sirkulasi yang Dipaksa, Evaporator
Bertabung Panjang, Evaporator Piring, Evaporator Sentrifugal dan Evaporator
Pengaruh Berganda

Macam Peralatan Pengering : Pengeringan dengan udara panas terdiri


Pembakaran (kiln dyer), Pengering lemari, Pengering terowongan, Pengering
konveyor, Pengering kotak, Pengering tumpukan bahan butiran/tepung, Pengering
pneumatic, Pengering berputar, Pengering semprot, Pengering menara. Pengering
dengan persentuhan dengan permukaan yang dipanasi terdiri Pengering tong
(pengering lapisan, pengering rol), Papan pengering hampa udara, Pengering dengan
roda dalam hampa udara.

B. REBOILER

Reboilers adalah exchangers panas yang biasanya digunakan untuk


memberikan panas ke bagian bawah industri penyulingan kolom. Mereka mendidih
cair dari bagian bawah kolom yang penyulingan untuk menghasilkan Vapors yang
dikembalikan ke kolom untuk mendorong pemisahan penyulingan.Benar reboiler
operasi sangat penting untuk penyulingan efektif. Dalam kolom penyulingan khas
klasik, semua uap mengemudi pemisahan berasal dari reboiler. Reboiler yang
menerima aliran cair dari kolom bawah dan mungkin sebagian atau menguap
sepenuhnya bahwa aliran. Uap biasanya menyediakan panas yang dibutuhkan untuk
penguapan.

Jenis reboilers :

1. Kettle reboilers

2. Thermosyphon reboilers

3. Fired reboiler

4. Forced sirkulasi reboilers

Yang paling penting dari elemen desain reboiler adalah pilihan yang tepat
untuk reboiler jenis layanan tertentu. Paling reboilers merupakan shell dan tabung
Exchanger panas uap jenis dan biasanya digunakan sebagai sumber panas dalam
reboilers. Namun, lainnya heat transfer cairan seperti minyak panas atau Dowtherm
(TM) dapat digunakan. Fuel-fired furnaces juga dapat digunakan sebagai reboilers
dalam beberapa kasus.
1.Kettle reboilers

Gambar 1: Typical ketel uap-air panas reboiler untuk penyulingan

Gambar 1 menggambarkan sebuah khas ketel uap-air panas reboiler. Ketel reboilers
sangat sederhana dan dapat diandalkan. Mereka mungkin memerlukan pemompaan
dari kolom minum cairan ke dalam ketel, atau mungkin ada cukup cairan kepala
untuk memberikan cairan ke dalam reboiler. Dalam reboiler tipe ini, uap mengalir
melalui tabung dan keluar sebagai bundel condensate. Cair dari bagian bawah
menara, yang biasa disebut minum, mengalir melalui shell samping. Ada dinding atau
menahan overflow dam memisahkan tabung reboiler bundel dari bagian di mana sisa
reboiled cair (disebut minum produk) yang diambil, sehingga tabung bundel disimpan
ditutup dengan cair.

Thermosyphon reboilers

Gambar 2: Typical reboiler horisontal thermosyphon


Ini tidak memerlukan pemompaan dari kolom minum cairan ke dalam reboiler.
Sirkulasi alami diperoleh dengan menggunakan kepadatan perbedaan antara reboiler
kolom suak minum cair dan reboiler outlet cair-uap campuran untuk menyediakan
cukup cairan kepala untuk menyampaikan menara minum ke reboiler. Thermosyphon
reboilers lebih kompleks daripada reboilers ketel dan memerlukan lebih banyak
perhatian tanaman dari operator.

Ada banyak jenis thermosyphon reboilers. Mereka mungkin vertikal atau


horizontal dan mereka juga mungkin sekali-melalui atau recirculating. Beberapa
cairan yang reboiled mungkin sensitif dan suhu, misalnya, terganggu polymerization
oleh kontak dengan suhu panas tinggi transfer tabung dinding. Dalam kasus tersebut,
yang terbaik adalah memiliki tingkat cair recirculation menilai untuk menghindari
dinding tabung yang tinggi akan menyebabkan suhu yang polymerization, dan karena
itu, fouling dari tabung. Thermosiphon reboiler yang digambarkan dalam gambar 2
adalah khas-uap air panas recirculating thermosiphon reboiler.

Fired reboiler

Gambar 3: recirculating fired heater reboiler

Fired heaters (furnaces) dapat digunakan sebagai penyulingan reboiler kolom.


pompa diperlukan untuk mengedarkan kolom minum melalui transfer panas tabung
dalam tanur dari bagian konveksi dan panas. Gambar 3 menggambarkan fired heater
yang digunakan dalam konfigurasi yang menyediakan recirculation pada kolom
minum cair. Namun, dengan beberapa perubahan yang relatif kecil di bagian bawah
kolom penyulingan, fired heater yang juga dapat digunakan dalam sekali-melalui
konfigurasi.Heat sumber untuk fired heater reboiler mungkin salah satu bahan bakar
gas atau bahan bakar minyak. Batu bara akan jarang, jika pernah, digunakan sebagai
bahan bakar untuk fired heater reboiler.
Forced sirkulasi reboilers

Gambar 4: Typical-uap air panas sirkulasi reboiler untuk penyulingan

Jenis reboiler menggunakan pompa berkunjung ke kolom minum cairan


melalui reboilers. Gambar 4 menggambarkan yang khas uap-air panas terpaksa
sirkulasi reboiler.Perlu dicatat adalah uap panas bukan satu-satunya sumber yang
dapat digunakan. Mengalirkan cairan apapun pada suhu yang cukup tinggi dapat
digunakan untuk salah satu dari banyak shell dan tabung reboiler heat Exchanger
jenis.

C. CHILLER

Chiller adalah mesin yang memindahkan panas dari cair melalui uap-kompresi
atau siklus penyerapan refrigeration. J-kompresi uap air chiller terdiri dari 4
komponen utama dari uap-compression refrigeration cycle (kompresor, alat menguap,
kondensator, dan beberapa bentuk metering perangkat). Mesin ini dapat
melaksanakan berbagai refrigerants. Penyerapan chillers memanfaatkan air sebagai
pendingin dan bergantung pada Affinity kuat antara air dan lithium bromida solusi
pendinginan untuk mencapai efek. Paling sering, adalah murni air dingin, tetapi juga
dapat berisi air persentase glycol dan / atau korosi inhibitors; cairan lainnya seperti
minyak tipis bisa dingin juga.

Chilled digunakan untuk air dingin dan dehumidify udara pada pertengahan
besar untuk ukuran komersial, industri, dan institusi (CII) fasilitas. Chillers air dapat
berupa air didinginkan, air-cooled, atau evaporatively didinginkan. Air-cooled
chillers menggabungkan penggunaan menara pendinginan yang meningkatkan
chillers' thermodynamic efektif dibandingkan dengan air-cooled chillers. Hal ini
disebabkan oleh panas atau penolakan di dekat udara dari basah-bohlam daripada
suhu yang lebih tinggi, kadang-kadang lebih tinggi, kering-bohlam suhu.
Evaporatively cooled chillers menawarkan efisiensi yang lebih baik dari udara
didinginkan, tetapi lebih rendah daripada air didinginkan.

Air cooled chillers biasanya ditujukan untuk indoor instalasi dan


pengoperasian, dan didinginkan oleh air yang terpisah kondensator loop dan
dihubungkan ke luar menara pendinginan untuk membuang panas ke atmosfer. Udara
didinginkan dan Evaporatively cooled chillers dimaksudkan untuk luar instalasi dan
operasi. Udara didinginkan komputer secara langsung didinginkan oleh udara
Ambient mekanis yang disirkulasikan langsung melalui mesin kondensator gulungan
untuk membuang panas ke atmosfer. Evaporatively didinginkan mesin hampir sama,
kecuali mereka menerapkan mist air melalui kondensator gulungan untuk membantu
dalam kondensator pendinginan, membuat mesin lebih efisien daripada tradisional
udara didinginkan mesin. Tidak jauh menara biasanya diperlukan dengan salah satu
jenis paket udara didinginkan atau evaporatively cooled chillers.

Dimana tersedia, air dingin tersedia di dekat badan air dapat digunakan
langsung untuk pendinginan, atau untuk mengganti atau melengkapi menara
pendinginan. The Deep Lake Water Cooling System di Toronto, Kanada, merupakan
contoh. It dispensed dengan kebutuhan pendinginan menara dengan memotong
signifikan dalam emisi karbon dan konsumsi energi.

Menggunakan air dingin danau dingin yang chillers, yang pada gilirannya
akan digunakan untuk bangunan kota sejuk melalui kabupaten pendinginan sistem.
Laba tersebut digunakan untuk air hangat di kota minum air yang diinginkan dalam
cuaca dingin. Kapanpun chiller penolakan dari panas dapat digunakan untuk tujuan
produktif, di samping fungsi pendinginan, sangat tinggi effectivenesses thermal
adalah mungkin.

Penggunaan di udara

Di udara, sistem air dingin biasanya didistribusikan ke exchangers panas, atau


coils, di udara menangani unit, atau jenis perangkat terminal udara yang sejuk di
dalamnya dari masing-masing ruang (s), dan kemudian air dingin kembali
disirkulasikan kembali ke chiller harus didinginkan lagi. Pendinginan ini coils
mentransfer panas sensible dan panas laten dari udara ke air dingin, sehingga
pendinginan dan biasanya dehumidifying aliran udara. J khas untuk chiller AC
aplikasi nilai antara 15 sampai 1.500 ton (180.000-18000000 BTU / jam atau 53-5300
kW) dalam kapasitas pendinginan. Air dingin dapat berkisar antara 35 hingga 45
derajat, tergantung aplikasi persyaratan.

Penggunaan dalam industri

Dalam aplikasi industri, air dingin atau cairan lainnya dari chiller dipompa
melalui proses atau peralatan laboratorium. Industri chillers digunakan untuk
dikontrol pendinginan produk, mekanisme dan mesin-mesin pabrik di berbagai
industri. Mereka sering digunakan di dalam industri plastik injection dan blow
molding, logam pekerjaan pemotongan minyak, peralatan welding, die-casting dan
hiasan yg dibuat dgn alat mesin, proses kimia, farmasi formulasi, pengolahan
makanan dan minuman, kekosongan sistem, X-ray difraksi, pasokan daya daya dan
generasi stasiun, peralatan analitis, Semikonduktor, kompresi udara dan gas
pendinginan. Mereka juga digunakan untuk panas dingin tinggi khusus seperti MRI
mesin dan laser.

Chillers untuk aplikasi industri dapat terpusat, di mana setiap chiller melayani
berbagai kebutuhan pendinginan, atau desentralisasi di mana setiap aplikasi atau
mesin memiliki chiller. Setiap pendekatan memiliki keunggulan. Adalah mungkin
juga untuk memiliki kombinasi kedua pusat dan decentral chillers, terutama jika
pendinginan persyaratan yang sama untuk beberapa aplikasi atau poin yang
digunakan, tetapi tidak semua.

Decentral chillers biasanya dalam ukuran kecil (kapasitas pendinginan), biasanya dari
0,2 ton sampai 10 ton. Pusat chillers umumnya memiliki kapasitas mulai dari sepuluh
ton ke ratusan atau ribuan ton.

Vapor-Kompresi chiller Teknologi

Terdapat lima dasarnya berbagai jenis Kompresor digunakan dalam kompresi


uap chillers: Reciprocating kompresi, gulir kompresi, screw-driven kompresi, dan
sentrifugal kompresi semua mesin mekanik yang dapat didukung oleh motor listrik,
uap, atau gas turbines. Mereka menghasilkan efek pendinginan mereka melalui
"reverse-Rankine" siklus, juga dikenal sebagai 'uap-compression'. Dengan
pendinginan yg menguapkan panas penolakan mereka koefisien-of-kinerja (COPS)
sangat tinggi dan biasanya 4,0 atau lebih.
Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi Variable Speed Drive (VSD) teknologi telah
meningkatkan efisiensi uap kompresi chillers. VSD pertama telah diterapkan ke
kompresor sentrifugal chillers pada akhir tahun 1970-an dan telah menjadi norma
karena biaya energi meningkat. Sekarang, VSDs sedang diterapkan ke putaran screw
dan teknologi Kompresor gulir.

Bagaimana Penyerapan Teknologi Bekerja

Penyerapan chillers' thermodynamic siklus yang digerakkan oleh sumber


panas, panas ini biasanya dikirimkan ke chiller melalui uap, air panas, atau
pembakaran. Dibandingkan elektrik powered chillers, mereka sangat rendah daya
listrik persyaratan - sangat jarang di atas 15 kW dikombinasikan konsumsi untuk
kedua solusi pump dan refrigerant pump. Namun, mereka panas masukan persyaratan
yang besar, dan mereka sering COPS 0,5 (single-efek) untuk 1.0 (efek ganda). Untuk
tonase kapasitas yang sama, mereka membutuhkan lebih banyak menara pendinginan
dari uap-kompresi chillers.

Namun, penyerapan chillers, dari efisiensi energi-point of view, excel dimana


murah, panas tinggi kelas atau limbah panas yang tersedia. Dalam iklim sangat cerah,
solar energi telah digunakan untuk penyerapan chillers beroperasi.Satu-satunya efek
penyerapan siklus menggunakan air sebagai pendingin dan lithium bromida sebagai
absorbent. Adalah Affinity kuat bahwa kedua benda ada untuk satu sama lain yang
membuat siklus kerja. Seluruh proses yang terjadi di hampir selesai kekosongan.

Industri teknologi chiller

Industri chillers biasanya datang sebagai paket lengkap sistem lingkaran


tertutup, termasuk unit chiller, kondensator, dan stasiun pompa dengan pompa
recirculating, katup ekspansi, tidak ada aliran-shutdown, internal tangki air dingin,
dan suhu kontrol. Internal tangki air dingin membantu menjaga suhu dan mencegah
sepatu berduri dari suhu terjadi. Closed loop industri chillers recirculate bersih
coolant atau air bersih dengan kondisi addititives pada suhu dan tekanan konstan
untuk meningkatkan stabilitas dan reproducibility air-cooled mesin dan instrumen.
Air mengalir dari chiller ke aplikasi dari segi penggunaan dan kembali.

Jika differentials antara suhu air masuk dan keluar yang tinggi, maka besar
tangki air eksternal akan digunakan untuk menyimpan air dingin. Dalam hal ini air
dingin tidak akan langsung dari chiller ke aplikasi tersebut, namun pergi ke luar
tangki air yang bertindak sebagai semacam "penyangga suhu." Tangki air dingin jauh
lebih besar daripada tangki air internal. Air dingin yang keluar dari tangki eksternal
untuk aplikasi dan kembali air panas dari aplikasi akan kembali ke luar tangki, bukan
ke chiller.Kurang umum buka lingkaran industri chillers mengontrol suhu yang cair
dalam tangki yang terbuka atau terus recirculating oleh bah itu. Cair yang diambil
dari tangki, dipompa melalui chiller dan kembali ke tangki. An adjustable thermostat
indera yang makeup cair suhu, bersepeda di chiller untuk menjaga suhu yang konstan
dalam tangki.

Salah satu perkembangan baru dalam industri air chillers adalah penggunaan
air cooling bukan udara pendinginan. Dalam hal ini tidak kondensator yang panas
dingin Ambient dengan pendingin udara, tetapi menggunakan air didinginkan oleh
sebuah menara. Pengembangan ini memungkinkan pengurangan energi persyaratan
oleh lebih dari 15% dan juga memungkinkan penurunan yang signifikan dalam
besarnya chiller karena kecilnya wilayah permukaan air berbasis kondensator dan
tidak adanya penggemar. Selain itu, tidak adanya fans memungkinkan signifikan
untuk mengurangi tingkat kebisingan.

Sebagian besar industri menggunakan refrigeration chillers sebagai media


untuk pendinginan, tetapi beberapa mengandalkan teknik sederhana seperti udara atau
air mengalir selama coils berisi coolant untuk mengatur suhu. Air adalah yang paling
umum digunakan dalam proses coolant chillers, walaupun coolant campuran
(kebanyakan air dengan coolant tambahan untuk meningkatkan panas) sering
digunakan.

Industri chiller pilihan

Penting untuk mempertimbangkan spesifikasi bila mencari industri chillers


termasuk sumber daya, penilaian IP chiller, chiller kapasitas pendinginan, kapasitas
alat menguap, bahan alat menguap, jenis alat menguap, kondensator bahan, kapasitas
kondensator, suhu Ambient, jenis motor fan, tingkat kebisingan, internal piping bahan
, jumlah Kompresor, jenis kompresor, jumlah sirkuit pendingin, persyaratan coolant,
keluarnya cairan suhu, dan COP (rasio antara kapasitas pendinginan di KW ke energi
dikonsumsi oleh seluruh chiller di KW). Untuk menengah ke chillers besar ini harus
berkisar antara 3,5-4,8 dengan nilai-nilai yang lebih tinggi berarti efisiensi tinggi.
Chiller efisiensi sering ditentukan dalam kilowatts per ton pendinginan (kW / RT).

Pompa proses spesifikasi yang penting untuk dipertimbangkan termasuk


proses arus, proses tekanan, pompa bahan, elastomer dan mekanis batang cap bahan,
tegangan motor, motor listrik kelas, motor dan pompa IP rating nilai. Jika air dingin
lebih rendah dari suhu -5 º C, maka kebutuhan pompa khusus yang akan digunakan
untuk dapat pompa tingginya konsentrasi dari ethylene glycol. Penting lainnya
termasuk spesifikasi internal tangki air ukuran dan bahan-bahan dan penuh beban .

Sumber Referensi :

http://mohammadsholeh.myblogrepublika.com/

http://en.wikipedia.com/wiki/Reboiler

http://en.wikipedia.com/wiki/Chiller