Anda di halaman 1dari 18

Nama : R. Supini, S.ST., M.

Kes
Unit Kerja : DIII Kebidanan STIKes Hamzar
TTL : Wanasaba, Lombok Timur, 02
Januari 1979
Alamat Rumah : Jl. Latsitarda, Cepak Timur, Aikmel
Lombok Timur
Email : r.supini@gmail.com
Hand-Phone : 081917468929
KEBUTUHAN KHUSUS PADA
PERMASALAHAN SOSIAL
A. Kehamilan dalam Penjara

Status adalah kedudukan seseorang dalam keluarga


dan masyarakat. Status sosial wanita adalah
kedudukan wanita yang akan mempengaruhi
bagaimana wanita diperlakukan, dihargai dan kegiatan
apa yang boleh dilakukan

Seorang wanita yang dijatuhi putusan hakim dalam


keadaan hamil bahkan bisa saja persalinan dijalani
dalam penjara. Sebagai bahan pertimbangan,
narapidana wanita yang sedang hamil harus mendapat
perhatian karena menyangkut janin yang sedang
dikandungnya, baik nutrisi maupun psikisnya
Selama melaksanakan pembinaan, wanita narapidana hamil akan tetap
ditempatkan di Lapas sampai anak yang dikandungnya dilahirkan dan
sampai berusia 2 tahun,

1) Makanan tambahan juga diberikan kepada


Peraturan narapidana yang melakukan pekerjaan tertentu
Pem No. 2) Anak dari narapidana wanita y/ dilahirkan di Lapas
32 Tahun diberi makanan tambahan a/ petunjuk dokter.
1999 pasal 3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat
20 (3) telah mencapai umur 2 tahun, harus diserahkan
pada bapaknya atau sanak keluarga, atau pihak lain
atas persetujuan ibunya dan dibuat berita acara.
4) U/ kepentingan anak, kepala Lapas menentukan
makanan tambahan selain sbgmn dimaksud dlm ayat
(3) berdasarkan pertimbangan dokter.
1. Pemeriksaan dilakukan paling sedikit 1x/bulan dan dicatat
dalam kartu kesehatan
Syarat dan tata 2. Dalam hal ada keluhan mengenai kesehatan, tenaga kesehatan
cara pelaksanaan Rutan/cabang atau Lembaga Pemasyarakatan/ cabang wajib
wewenang, tugas melakukan pemeriksaan thp tahanan
dan tanggung 3. Dalam hal pemeriksaan kesehatan sebagaimana dimaksud
jawab perawatan dalam ayat (1) da ayat (2) ditemukan adanya penyakit menular
tahanan atau yang membahayakan, maka tahanan tersebut wajib
dirawat secara khusus
4. Perawatan khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)
Pasal 23 No 58 dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan
tahun 1999 yang berlaku.

Pelayanan kesehatan dapat dilakukan diluar klinik Lembaga Pemasyarakatan


dengan ijin dari instansi yang menahan dengan biaya dari negara
Hak narapidana wanita hamil dalam Lapas tedapat dalam LAPAS:

a. Melakukan ibadah sesuai dengan g. Menerima kunjungan keluarga,


agama dan kepercayaannya penasehat hukum atau orang tt
b. Medapatkan pendidikan dan lainnya.
pengajaran h. Mendapatkan pengurangan masa
c. Mendapatkan pelayanan kesehtan dan pidana
makanan yang lyak i. Mendapatka kesempatan berasimilasi,
d. Menyampaikan keluhan termasuk cuti mengunjungi keluarga
e. Mendapatkan bahan bacaan dan j. Mendapatkan pembebasan bersyarat
mengikuti siaran media massa lainnya k. Mendapatkan cuti menjelang bebas
yang tidak dilarang l. Mendapatkan hak-hak sesuai dengan
f. Mendapatkan upah atau premi atas peraturan perundang-undangan
pekerjaan yang dilakukan
Ada juga pelaksanaan hak-hak lain
narapidana wanita dilaksanakan
berdasarkan kebijakan-kebijakan masing-
masing lembaga pemasyarakatan,
seperti:
1. Memberikan dispensasi untuk tidak
mengikuti kegiatan olah raga;
2. Memberikan dispensasi untuk tidak
mengikuti kegiatan kerja bakti; dan
3. Memberikan dispensasi terhadap
kegiatan-kegiatan yang
membahayakan kesehatan si ibu
maupun kandungannya
Mendapatkan
Bebas dari
pelayanan dan
kematian saat
perhatian medis.
melahirkan

Hak wanita dalam


bidang Kesehatan baik
fisik dan mental
Berada dalam
Perkembangan lingkungan yang
kesehatan sejak sehat
kanak-kanak
Pengobatan dan
bebas dari penyakit
B. Single Parent
Single parent ialah orang tua tunggal yaitu keluarga yang terdiri dari salah satu
orang tua dengan anak-anak akibat perceraian / ditinggal pasangannya.

Menurut Deacon dan Firebough (1998) ada beberapa faktor yang mempengaruhi
status single parent
1. Kehamilan sebelum menikah
2. Kematian suami Perpisahan / perceraian
3. Adopsi

Kematangan Wanita yang berstatus single parent merupakan hal utama di


butuhkan dalam membesarkan serta mendidik anak-anaknya karena kematangan
wanita single parent dapat mempengaruhi caranya dalam memanajemen diri dan
keluarganya terutama membuat keluarga berkualitas
Manajement Wanita single Parent dalam
Membentuk Anak yang Berkualitas
1.Pengganti Figur orang tua yang Hilang
2.Alokasi waktu yang efektif
3.Komunikasi dengan anak harus slalu di jaga
4.Menerapkan disiplin
5.Menjaga hubungan Interpersonal dengan anak
6.Persepsi positif terhadap anak
Dampak single parent
1. Dampak negatif
a. Perubahan perilaku anak.
Bagi seorang anak yang tidak siap ditinggalkan orang tuanya bisa
mengakibatkan perubahan tingkah laku, spt pemarah, berkata kasar,
berbuat kasar, suka melamun, menyakiti temannya. Anak juga tidak
berkesempatan untuk belajar perilaku yang baik sebagaimana
perilaku keluarga yang harmonis. Dampak yang paling berbahaya
bila anak mencari pelarian di luar rumah, seperti menjadi anak
jalanan, terpengaruh penggunaan narkoba
NEX……………..
b. Perempuan merasa terkucil. Terlebih lagi pada perempuan sebagai janda atau
yang tidak dinikahi, di masyarakat terkadang mendapatkan cemooh dan ejekan.
c. Psikologi anak terganggu. Anak sering mendapatkan ejekan dari teman
sepermainan sehingga anak menjadi murung, sedih. Hal ini dapat mengakibatkan
anak menjadikurang percaya diri dan kurang kreatif

2. Dampak positif
a. Anak terhindar dari komunikasi yang kontradiktif dari orang tua, tidak akan
terjadi komunikasi yang berlawanan dari orang tua, misalnya ibunya mengijinkan
tetapi ayahnya melarangnya. Nilai yang diajarkan oleh ibu atau ayah diterima
penuh karena tidak terjadi pertentangan.
b. ibu berperan penuh dalam pengambilan keputusann dan tegar.
c. anak lebih mandiri dan berkepribadian kuat, karena terbiasa tidak selalu hal
didampingi. Terbiasa menyelesaikan berbagai masalah kehidupan.
NEX……………..
Penanganan single parent
1. Memberikan kegiatan yang positif. Berbagai macam kegiatan yang dapat mendukung
anak untuk lebih bisa mengaktualisasikan diri secara positif antara lain dengan
penyaluran hobi, kursus sehingga menghindarkan anak melakukan hal-hal negatif.
2. Memberi peluang anak belajar berperilaku baik. Bertandang pada keluarga lain yang
harmonis memberikan kesempatan bagi anak untuk meneladani figur orangtua yang
tidakdiperoleh dalam lingkungan keluarga sendiri.
3. Dukungan komunitas. Bergabung dalam club sesama keluarga dengan orang tua
tunggaldapat memberikan dukungan karena anak mempunyai banyak teman yang
bernasib sama sehingga tidak merasa sendirian.
Upaya pencegahan single parent dan pencegahan
dampak negatif single parent

Pencegahan terjadinya kehamilan diluar nikah

Pencegahan perceraian dengan mempersiapkan


perkawinan dengan baik dalam segi psikologis

Menjaga komunikasi dengan berbagai sarana teknologi


informasi
Pencegahan penceraian dengan mempersiapkan
perkawinan dengan baik dalam segi psikologis,
keuangan serta meningkatkan spiritual kpd klg

Anda mungkin juga menyukai