Anda di halaman 1dari 5

PEMBERIAN OKSIGEN

No Dokumen No Revisi Halaman


065/ /RS/ 2017 03 /4

Tanggal Terbit Ditetapkan:


3 Januari 2017 Direktur RS
SPO

drg. ERNOVIANA, M Kes

PENGERTIAN Pemberian oksigen kedalam paru melalui saluran pernafasan


dengan menggunakan alat bantu oksigen.
TUJUAN Memenuhi kebutuhan oksigen pasien :
a. Pasien hipoksia d. sesak nafas
b. Cedera kepala e. Pasien kekurangan zat asam
c. Pasien sianosis
KEBIJAKAN Kebijakan Direktur RSUD Solok nomor 706/001/ TU-RS/ tahun
2014 tentang Standar Prosedur Operasional Rumah Sakit
Umum Daerah Solok tahun 2014
PROSEDUR Yang perlu diperhatikan pada pemberian Oksigen tergantung:
I. Oksigen aliran rendah adalah
A. KATETER NASAL : Aliran 1- 5 liter / menit ------> O2 dg
konsentrasi 24 - 44%
Bahaya: Iritasi hidung, Pengeringan mukosa hidung,
Distensi lambung.

B. KANULA NASAL (BINASAL KANUL) :Aliran 1 – 5 liter /


menit -----> O2 dg konsentrasi 24 – 44%
Bahaya: Iritasi hidung, Pengeringan mukosa hidung,
nyeri sinus.

C. Face Mask
Aliran 5 – 8 liter / menit -----> O2 dg konsentrasi 40 – 60%
Bahaya: Aspirasi bila muntah, Penumpukan O2,
Empisema subcutan, Nekrose bila terlalu ketat.

D. Rebreating Mask ( RM )
Aliran 8 – 12 liter / menit ----> O2 dg konsentrasi 60 –80%
Bahaya: Aspirasi jika muntah, Empisema subcutan,
Nekrose jika ketat.

E. SUNGKUP MUKA “NON REBREATHING MASK” (NRM )


Aliran 8 -12 liter / menit---> O2 konsentrasi 90 %
Bahaya: Sama dengan RM.
PEMBERIAN OKSIGEN
No Dokumen No Revisi Halaman
065/ /RS/ 2017 03 /4

Tanggal Terbit Ditetapkan:


3 Januari 2017 Direktur RS
SPO

drg. ERNOVIANA, M Kes

ada penutup katup


Binasal kanul RM NRM

II. Oksigen aliran tinggi adalah


A. SUNGKUP MUKA VENTURI ( VENTURI MASK )
Aliran 4 – 14 liter/ menit ---> O2 dg konsentrasi 30 – 55%
Bahaya: Sama dengan RM

B. SUNGKUP MUKA AEROSOL (AMBUBAG)


Aliran 10 -12 liter/ menit ----> o2 dg Konsentrasi 100%

O2 < 50% O2 > 90%

Prosedur Pemberian Oksigen dengan Kateter nasal


1. Menjelaskan prosedur pada klien
2. Perawat cuci tangan
3. Memasang sarung tangan
4. Mengatur posisi dengan semi fowler
5. Mengatur aliran oksigen sesuai dengan
kecepatan yang dibutuhkan , biasanya 1 – 6 liter / menit
atau aliran 1- 5 liter /menit,dengan konsentrasi 24 - 44%,
Kemudian , observasi humidifier dengan melihat air
bergelembung
( Untuk test kesiapan alat ).
6. Mengatur posisi dengan semi fowler
PEMBERIAN OKSIGEN
No Dokumen No Revisi Halaman
065/ /RS/ 2017 03 /4

Tanggal Terbit Ditetapkan:


3 Januari 2017 Direktur RS
SPO

drg. ERNOVIANA, M Kes

6. Membersihkan hidung klien dengan lidi kapas


7. Ukur kateter nasal dimulai dari lubang hidung ke telinga
dan beri tanda dan buka saluran udara dari tabung dan
beri ujung kanul dengan vaselin / jeli
8. Memasang kanul nasal pada hidung dan lakukan
pengecekan kateter apakah sudah masuk atau belum
dengan menekan lidah dengan menggunakan spatel
( akan terlihat posisinya di belakang vulva ).
9. Fiksasi pada daerah hidung
10. Memeriksa kanula tiap 6-8 jam
11. Mengkaji cuping , septum dan mukosa hidung serta
periksa kecepatan aliran oksigen setiap 6-8 jam , rute
pemberian dan respon klien.
12. Catat kecepatan aliran oksigen,rute pemberian dan respon
klien, buka sarung tangan, cuci tangan setelah prosedur
dilakukan.
13. Mencatat dalam lembaran catatan perawatan
Prosedur Pemberian Oksigen Kanul nasal:
1. Menjelaskan prosedur pada klien
2. Perawat cuci tangan
3. Memasang sarung tangan
4. Mengatur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang
dibutuhkan , biasanya 1 – 6 liter / menit , aliran 1 – 5 liter /
menit dengan konsentrasi Oksigen 24-44 %. Kemudian ,
observasi humidifier dengan melihat air
5. Memasang kanule nasal pada hidung dan atur pengikat
PEMBERIAN OKSIGEN
No Dokumen No Revisi Halaman
065/ /RS/ 2017 03 /4

Tanggal Terbit Ditetapkan:


3 Januari 2017 Direktur RS
SPO

drg. ERNOVIANA, M Kes

untuk kenyamanan pasien dan periksa kanule tiap 6-8 jam


6. Kaji cuping, septum dan mukosa hidung serta periksa
kecepatan aliran oksigen setiap 6-8 jam
7. Catat kecepatan aliran oksigen ,rute pemberian dan respon
Klien, buka sarung tangan dan cuci tangan
8. Dokumentasikan dalam status ( catatan Perawatan)
Masker nasal ( Face mace, RM, NRM)
1. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan.
2. Mencuci tangan dan pasang sarung tangan
3. Mengatur posisi dengan semi fowler
4. Mengatur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang
dibutuhkan sesuai order (lihat batas maximal pemberian
aliran tergantung jenis oksigen) kemudian observasi
humidifier pada tabung air yang menunjukkan adanya
gelembung.
5. Menempatkan masker oksigen diatas mulut dan hidung
klien dan atur pengikat untuk kenyamanan klien
6. Periksa kecepatan aliran tiap 6 – 8 jam , catat kecepatan
aliran oksigen , rute pemberian, dan respon klien
7. Buka sarung tangan dan cuci tangan setelah prosedur
dilakukan.
8. Mencatat dalam lembaran catatan perawatan
UNIT TERKAIT TIM Pengumpul data, panitia mutu RS dan evaluasi, Rekam
Medik, rawat inap, IGD, OK, ICU
PEMBERIAN OKSIGEN
No Dokumen No Revisi Halaman
065/ /RS/ 2017 03 /4

Tanggal Terbit Ditetapkan:


3 Januari 2017 Direktur RS
SPO

drg. ERNOVIANA, M Kes