Anda di halaman 1dari 19

Disahkan oleh :

EVALUSI TERHADAP RENTANG NILAI


HASIL EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

No. Dokumen : ETRN/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :
KLINIK MEDIS 24 JAM Dr.Ery Mufaridah
“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan terhadap suatu indikator.

2. Tujuan Untuk mengetahui kualitas kerja suatu alat pemeriksaan laboratorium.


3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Rentang nilai yang sudah ditetapkan harus di evaluasi dan di revisi.
2. Evaluasi dan revisi tentang nilai rujukan dilakukan jika terjadi
pergantian merek atau reagen.
6. Unit terkait
Laboratorium
Disahkan oleh :
KALIBRASI DAN VALIDASI INSTRUMEN

No. Dokumen : KVI/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :

KLINIK MEDIS 24 JAM Dr.Ery Mufaridah


“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Validasi adalah kegiatan untuk menentukan satu atau lebih


karakteristik dari suatu bahan atau instrument sehingga dapat
dipastikan kesesuaian antara karakteristik dengan spesifikasinya.
Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menstandarisasi alat ukur
laboratorium dengan cara membandingkan alat ukur tersebut dengan
peralatan standar yang dapat di identifikasi dan ditelusuri ke standar
nasional/ internasional.
2. Tujuan 1. Memastikan kesesuaian karakteristik terhadap spesifikasi terhadap
suatu bahan bakar ukur atau instrument.
2. Menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai petunjukan suatu
instrument ukur atau deviasi dimensi nominal yang seharusnya
untuk suatu bahan ukur.
3. Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional /
internasional.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Tim pengelola barang mengidentifikasi alat ukur yang akan
divalidasi dan di kalibrasi.
2. Tim pengelola barang membuat perncaan terjadwalvalidasi dan
kalibrasi eksternal setiap setahun sekali.
3. Pelaksanaan validasi dan kalibrasi eksternal oleh badan kalibrasi
yang sudah ditunjuk dengan bukti catatan kalibrasinya.
4. Tim pengelola barang menyimpan alat ukur yng sudah dikalibrasi
validasi eksternal untuk dijadikan master.
5. Tim penglola barang merencanakan jadwal kalibrasi dan validasi
internal setiap enam bulan sekali.
6. Tim pengelola barang berkoordinasi dengan koordinasi poli/ bagian.
6. Unit terkait
Laboratorium

Disahkan oleh :
PELABELAN

No. Dokumen : P/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :

KLINIK MEDIS 24 JAM


Dr.Ery Mufaridah
“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Pelabelan adalah tata cara menulis identitas yang lengkap dengan
memberikan label yang ditempelkan pada kemasan atau botol
reagensia
2. Tujuan Prosedur ini ditujukan untuk menjadi pedoman baku analis atau
petugas laboratorium dalam pelaksanaan memeriksaan laboratorium
untuk mengakkan diagnosis suatu penyakit, monitoring terapi suatu
penyakit.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Pelabelan dilaksanakan oleh analis laboratorium yang bertugas.
2. Perhatikan keterangan yang tertera pada masing-masing kemasan.
3. Catat pada kemasan reagen berupa tanggal pembukaan reagen
menggunakan spidol permanent.
6. Unit terkait Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PELATIHAN PETUGAS LABORATORIUM
No. Dokumen : PPL/2018
No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “
Dr.Ery Mufaridah

1. Pengertian Suatu kegiatan yang bertujuan menginformasikan kepada petugas


laboratorium guna penggunaan prosedur baru, bahan berbahaya atau
alat baru.
2. Tujuan Guna menginformasikan tentang tata cara penggunaan prosedur baru,
bahan berbahaya ataupun peralatan yang baru.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Bagian pengadaan melaporkan kepada personalia bahwa aka nada
pelatihan dan pendidikan untuk prosedur, bahan berbahaya ataupun
alat baru bagi petugas laboratorium.
2. Personalia menginstruksikan kepada petugas laboratorium untuk
mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk prosedur yna gbaru,
bahan berbahaya atau alat yang baru.
3. Petugas laboratorium mengikuti pelatihan dan pendidikan.
4. Petugas melaporkan kepada personalia bahwa pelatihan dan
pendidikan untuk prosedur baru, bahan berbahaya dan alat yang
baru.
5. Petugas membuat laporan hasil pelatihan dan pendidikan untuk
proseduryang baru, bahan berbahaya dan alat yang baru.
6. Petugas menyampaikan hasil pelatihan dan pendidikan melalui rapat
bulanan klinik.
7. Petugas membuat SPO penggunaan prosedur yang baru, bahan
berbahayaatau alat yang baru.
8. Petugas menerapkan pelatihan pendidikan untuk prosedur yang
baru, bahan berbahayadan alat yang baru melalui kegiatan layanan
laboratorium.
9. Petugas berusaha meningkatkan kinerja pelayanan laborat di klinik
sesuai SOP.
10. Coordinator layanan klinis melakukan evaluasi pelaksanaa
penggunaan prosedur yang baru, bahan berbahaya atau alat yang
baru menggunakan daftar tilik.
11. Coordinator layanan klinis melaporkan kepada personalia bahwa
telah dilakuakan evaluasi
6. Unit terkait Petugas laboratorium
Disahkan oleh :
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
PETUGAS LABORATORIUM

No. Dokumen : PAPD/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
Halaman :
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “
SPO Dr.Ery Mufaridah

1. Pengertian 1. Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan
oleh petugas laboratorium untuk melindungi seluruh atau sebagian
tubuh terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau
kecelakaan kerja.
2. Penggunaan alat pelindung diri adalah cara untuk menggunakan alat
pelindung diri sesuai standar sehingga petugas dapat terlindung dari
bahaya dan keselamatan kerja.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah petugas untuk
menggunakan pelindung diri agar tidak tertular penyakit.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Petugas laboratorium menyiapkan alat pelindung diri (APD) yang
akan dipakai
2. Petugas laboratorium mencuci tangan terlebih dahulu sebelum
menggunaka APD.
3. Petugas laboratorium menggunakan jas laboratorium sesuai standar
4. Petugas laboratorium menggunakan masker sesuai standar.
5. Petugas laboratorium menggunakan sarung tangan saat
pemeriksaan.
6. Petugas laboratorium melepaskan semua APD sesuai dengan
prosedur, bila petugas memakai ketiga APD (jas lab, masker, dan
sarung tangan) maka urutan melepaskan APD yang pertama adalah
melepaskan sarung tangan, kedua masker dan yang terakhir jas lab.
7. Petugas laboratorium melakukan cuci tangan denga sabun sesuai
standar cuci tangan yang benar
6. Unit terkait Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PEMANTAUAN TERHADAP PENGGUNAAN
APD

No. Dokumen : PTP/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
KLINIK MEDIS 24 JAM SPO Halaman :
Dr.Ery Mufaridah
“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri adalah proses


kegiatan memonitor petugas laboratorium dalam penggunaan alat-alat
pelindung diri seperti handscoone, masker, jas lab. Ketika memberikan
pelayanan klinis.
2. Tujuan Keselamatan dan keamanan petugas dalam memberikan pelayanan
klinis terjamin.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Tim mutu klinik melakukan perencanaan pemantauan terhadap
penggunaan alat pelindung diri.
2. Tim mutu klinik membuat instrument penilaian pemantauan
terhadap penggunaan alat pelindung diri.
3. Tim mutu klinik merencanakan jadwal pelaksanaan pemantauan
terhadap penggunaan alat pelindung diri.
4. Tim mutu klinik melakukan pembagian tugas antar anggota dalam
melakukan pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri.
5. Tim mutu klinik melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap
penggunaan alat pelindung diri sesuai dengan rencana pelaksaan.
6. Tim mutu klinik mengisi instrument pemantauan berdasarkan hasil
pengamatan.
7. Tim mutu klinik menyimpulkan hasil pemantauan terhadap
penggunan alat pelindung diri.
8. Tim mutu klinik mendokumentasikan hasil pemantauan.
9. Tim mutu klinik melaporkan hasil pemantauan kepada penanggung
jawab klinik.

6. Unit terkait
Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PEMANTAUAN PELAKSANAAN
PROSEDUR LABORAT

No. Dokumen : PPPL/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
KLINIK MEDIS 24 JAM SPO Halaman :
“ BDS TEBEL “ Dr.Ery Mufaridah

1. Pengertian Pemantauan pelaksanaan prosedur laborat merupakan kegiatan yang


dilakukan dalam upaya pemantapan mutu pelayanan laboratorium
untuk mengurangi kesalahan atau penyimpangan prosedur
pemeriksaan agar mendapatkan hasil pemeriksaan yang sesuai dan
berkualitas.
2. Tujuan Untuk pemantapan mutu hasil pemeriksaan laboratorium.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Setiap pelaksanaan kegiatan pemeriksaan di koordinasikan dengan
coordinator laboratorium.
2. Coordinator laboratorium melaporkan seluruh kegiatan pelaksanaan
di laboratorium kepada penanggung jawab laboratorium.
3. Hasil pemantauan akan di laporkan ke tim manajemen mutu.
4. Manajemen mutu akan melakukan audit internal terhadap
pelaksanaan pemantauanprosedur pemeriksaan yang sudah
dilakukan.
6. Unit terkait
Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PEMANTAUAN PENGGUNAAN APD

No. Dokumen : PP/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “ Dr.Ery Mufaridah
1. Pengertian Pemakaian alat pelindung diri untuk petugas laboratorium yang akan
melakukan pemeriksaan spesimen pasien
2. Tujuan Untuk melindungi petugas dari bahan-bahan berbahaya
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur Petugas laboratorium wajib menggunakan APD
6. Unit terkait Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

No. Dokumen : PL/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “ Dr.Ery Mufaridah
1. Pengertian Pemeriksaan Laboratorium adalah salah satu sarana kesehatan yang
melakuakn kegiatan pemeriksaan guna menunjang diagnose suatu
penyakit. Ruang lingkup dibatasi pada jenis pemeriksaan laboratorium
yang dapat dilakukan diklinik dan tenaga yang melakukan pemeriksaan
tersedia dan berkompeten sesuai pendidikan dan keterampilan guna
membantu dokter dalam menegakkan diagnosis penyakit.
2. Tujuan Prosedur ini ditujukan untuk menjadi pedoman baku analis atau
petugas laboratorium dalam pelaksanaan memeriksaan laboratorium
untuk mengakkan diagnosis suatu penyakit, monitoring terapi suatu
penyakit.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan terhadap specimen
yang akan dianalisa dengan formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium.
2. Setelah cocok petugas laboratorium akan mempersiapkan alat,
reagen dan bahan pendukung pemeriksaan lainnya.
3. Petugas laboratorium menganalisa specimen sesuai dengan
parameter pemeriksaan berdasarkan instruksi kerja pemeriksaan
yang ada.
4. Setelah selesai melakukan analisa terhadap specimen pasien maka
petugas laboratorium mencetak laporan hasil pemeriksaan
laboratorium.
5. Petugas laboratorium melakukan pengecekan kembali laporan hasil
pemeriksaan laboratorium.
6. Setelah dipastikan penulisan lapoaran hasil pemeriksaan tepat maka
laporan dibawa ke unit FO.

6. Unit terkait Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PEMERIKSAAN LABORAT DILUAR JAM
KERJA

No. Dokumen : PLDJK/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
KLINIK MEDIS 24 JAM SPO Halaman :
“ BDS TEBEL “ Dr.Ery Mufaridah

1. Pengertian Pemeriksaan laborat di luar jam kerja adalah pelayanan laboratorium


untuk memenuhi kebutuhan pasien diluar jam kerja.
2. Tujuan Tercapainya pelayanan laboratorium dengan mutu, cakupan dan
efisiensi yang optimal melalui pelayanan laboratorium diluar jam kerja.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Dokter menulis dan memberikan jenis pelayanan laboratorium yang
akan dilakukan oleh petugas laboratorium.
2. Petugas laboratorium mengambil sampel pasien yang akan
diperiksa.
3. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan sampel sesuai
instruksi dokter yang telah diberikan.
4. Hasil pemeriksaan laboratorium diberikan kepada dokter untuk di
tindak lanjuti.

5. Unit terkait
Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PEMESANAN REAGEN

No. Dokumen : PR/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “ Dr.Ery Mufaridah

1. Pengertian Penyediaan reagen/stok reagen yang dikelola satu pintu oleh bagian
Farmasi selanjutnya didistribusikan dan disimpan di laboratorium
2. Tujuan Supaya reagen tersedia di laboratorium dan terkontrol dengan baik dari
sisi kualitas maupun administrasi
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1) Laboratorium mengajukan permintaan barang/reagen dengan
mengisi formulir yang tersedia
2) Formulir yang telah diisi lengkap tersebut selanjutnya dibawa ke
bagian logistik
3) Bagian Logistik mengecek dan menyetujui barang-barang/reagen
apa saja yang dibutuhkan laboratorium
4) Bagian logistik mengisi nota pengeluaran barang
5) Bagian Logistik dan laboratorium bersama-sama mengecek jenis
dan barang yang dimaksud
6) Jika sudah sesuai petugas bagian Logistik dan laboratorium
menanda tangani nota pengeluaran barang
7) Barang/reagen diserahkan oleh petugas bagian Logistik ke petugas
laboratorium
8) Petugas laboratorium membawa barang/reagen tersebut ke
laboratorium untuk disimpan untuk dilakukan stok
6. Unit terkait Bagian logistik/administrasi

Disahkan oleh :
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
BERESIKO TINGGI

No. Dokumen : PLBT/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
KLINIK MEDIS 24 JAM SPO Halaman :
“ BDS TEBEL “ Dr.Ery Mufaridah

1. Pengert Pemeriksaan beresiko tinggi adalah suatu pemeriksaan laboratorium


ian yang mempunyai resiko tinggi terhadap petugas laboratorium, seperti
bahan infeksius.
2. Tujuan Mengetahui pemeriksaan yang beresiko tinggi di laboratorium
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedu 1. Pemeriksaan terhadap bahan yang beresiko tinggi
r harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2. Mempersiapkan tempat, ADP dan mengtahui
prosedur penanganan terhadap bahan yang beresiko tinggi.
3. Petugas harus menggunakan alat pelindung diri
seperti jas lab., sarung tangan, masker dan sepatu tertutup.
4. Memberlakukan semua specimen sebagai bahan
yang infeksius.
5. Pengolaan limbah sesuai protap yang berlaku.
6. Melakukan desinfektan dan sterilisasi tempat kerja
dan ruangan.
6. Unit terkait
Petugas laboratorium

Disahkan oleh :
PENILAIAN KETEPATAN WAKTU
PENYERAHAN HASIL, HASIL EVALUASI
DAN TINDAK LANJUT

KLINIK MEDIS 24 JAM No. Dokumen : PKWPH/2018


“ BDS TEBEL “
No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018 Dr.Ery Mufaridah
SPO Halaman :
1. Pengertian Pemeriksaan beresiko tinggi adalah suatu pemeriksaan laboratorium
yang mempunyai resiko tinggi terhadap petugas laboratorium, seperti
bahan infeksius.
2. Tujuan Mengetahui pemeriksaan yang beresiko tinggi di laboratorium
3. Kebijakan

4.
5.prosedur 1. Pemeriksaan terhadap bahan yang beresiko tinggi harus dilakukan
sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2. Mempersiapkan tempat, ADP dan mengtahui prosedur penanganan
terhadap bahan yang beresiko tinggi.
3. Petugas harus menggunakan alat pelindung diri seperti jas lab.,
sarung tangan, masker dan sepatu tertutup.
4. Memberlakukan semua specimen sebagai bahan yang infeksius.
Pengolaan limbah sesuai protap yang berlaku.
5. Melakukan desinfektan dan sterilisasi tempat kerja dan ruangan.
6. Unit terkait Petugas laboratorium

PENYEDIAAN REAGEN Disahkan oleh :

No. Dokumen : PR/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :

Dr.Ery Mufaridah
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Penyediaan reagen/stok reagen yang dikelola satu pintu oleh bagian
Farmasi selanjutnya didistribusikan dan disimpan di laboratorium
2. Tujuan Supaya reagen tersedia di laboratorium dan terkontrol dengan baik dari
sisi kualitas maupun administrasi
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Laboratorium mengajukan permintaan barang/reagen dengan
mengisi formulir yang tersedia
2. Formulir yang telah diisi lengkap tersebut selanjutnya dibawa ke
bagian logistik
3. Bagian Logistik mengecek dan menyetujui barang-barang/reagen
apa saja yang dibutuhkan laboratorium
4. Bagian logistik mengisi nota pengeluaran barang
5. Bagian Logistik dan laboratorium bersama-sama mengecek jenis
dan barang yang dimaksud
6. Jika sudah sesuai petugas bagian Logistik dan laboratorium
menanda tangani nota pengeluaran barang
7. Barang/reagen diserahkan oleh petugas bagian Logistik ke petugas
laboratorium
8. Petugas laboratorium membawa barang/reagen tersebut ke
laboratorium untuk disimpan untuk dilakukan stok
6. Unit terkait

PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI Disahkan oleh :

REAGEN

No. Dokumen : PDR/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :

Dr.Ery Mufaridah
KLINIK MEDIS 24 JAM
“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Penyimpanan dan distribusi reagen adalah merupakan kegiatan dalam


melakukan pengendalian reagen, meliputi: penerimaan, penyimpanan,
dan pendistribusian reagen.
2. Tujuan Untuk mengawasi operasional laboratorium agar mendapatkan hasil
yang optimal dan berkualitas.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur Penerimaan reagensia
1. Petugas laboratorium memeriksa daftar reagen yang datang.
2. Memeriksa keadaan kemasan reagensia. Kemasan reagensia
dalam keadaan tersegel, tidak terbuka dan tidak rusak maupun
robek.
3. Reagen yang datang diperiksa tanggal kadarluarsa.
Penyimpanan reagensia.
1. Reagensia yang datnag diperiksa tanggal kadarluarsa dan disipan
sesuai prosedur penyimpanan yang tertera dalam kemasan
reagen.
2. Kulkas tempat penyimpanan reagen harus selalu diperiksa
suhunya agar sesuai dengan syarat penyimpanan reagen, dengan
cara:
a) Letakkan thermometer dalam kulkas
b) Atur suhu kulkas sesuai dengan syarat suhu dalam
penyimpanan reagen.
c) Usahakan kulkas agar selalu dalam keadaan hidup.
d) Catat suhu setiap hari dalam checklist pemantauan suhu.
e) Bersihkan kulkas setiap 2 bulan.
Distribusi reagensia (?)

4. Unit terkait Petugas laboratorium


Disahkan oleh :
PENYIMPANAN REAGEN

No. Dokumen : PR/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :

KLINIK MEDIS 24 JAM Dr.Ery Mufaridah


“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Penyimpanan reagen adalah menaruh reagen yang disesuaikan


dengan suhu pada kit/box reagen masing-masing
2. Tujuan 1) Untuk mempertahankan kualitas reagen.
2) Supaya reagen tidak cepat rusak
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur 1. Penyimpanan reagen disesuaikan dengan petunjuk di kit/bok masing-
masing sebagai berikut :

Suhu Nama Reagen


Hbs Ag kualitatif
2 – 30 ̊ C Glucose strips
Pano test
Cat Giemsa
Oil Im
15 – 25 ̊ C PZ
Bilirubin
Cat Wright
Widal
Holesterol
2–8̊C Albumin
Hbe Ab
Hbs Ab

2. Suhu kulkas dijaga sesuai petunjuk penyimpanan reagen dengan


melakukan monitoring suhu kulkas setiap hari
6. Unit terkait Laboratorium
Disahkan oleh :
RUJUKAN LABORATORIUM

No. Dokumen : RL/2018


No.Revisi :
Tanggal Terbit : 01 Maret 2018
SPO Halaman :

KLINIK MEDIS 24 JAM Dr.Ery Mufaridah


“ BDS TEBEL “

1. Pengertian Rujukan laboratorium adalah tata cara penyimpanan dan pengemasan


specimen untuk dikirim ke laboratorium rujukan.
2.Tujuan Untuk menjamin mutu hasil pemeriksaan.
3. Kebijakan

4. Referensi
5. prosedur Pengiriman specimen ke laboratorium rujukan dilakukan pada tes
tertentu, yang fasilitas pemeriksaannya tidak tersedia, ada 2
prosedur :
1. Prosedur klinis
a) Petugas laboratorium mengambil sample yang dibutuhkan
b) Petugas laboratorium mengemas dan menyimpan specimen
dengan memperhatikan beberapa aspek:
 Wadah kedap air
 Sterilitas
 Kelayakan
 Suhu (sesuai jenis pemeriksaan yang diminta)
2. Prosedur administrasi
a) Petugas laboratorium mengisi formulir rujukan, yang meliputi :
 Identitas pasien
 Jenis pemeriksaan yang diminta
 Diagnose sementara
Tanda tangan dokter yang meminta pemeriksaan
6. Unit terkait Petugas laboratorium