Anda di halaman 1dari 31

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KENALI PNEUMONI PADA ANAK

Fasilitator:
Iqlima Dwi Kurnia, S.Kep., Ns., M.Kep

Disusun Oleh:
Kelompok D
1. Rahmadanti Nur Fadilla 132023143001
2. Ranee Dewi Aneke 132023143018
3. Ulfa Nafi’atuzzakiyah 132023143019
4. Gita Nofita 132023143028
5. Intan Faizatun Nafisa 132023143030
6. Farah Aulia Nughraini 132023143031
7. Indri Lestari 131911123048
8. Siti Zulaihah 131911123055

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Bidang Studi : Keperawatan Anak

Tema : Kenali Pneumoni pada Anak

Sasaran : Masyarakat Umum (Pengguna Sosial Media)

Tempat : Ruang Bona 2 RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Jam : 09.00-09.45

Waktu : 45 menit

Hari/Tanggal : Juli 2021

I. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dan keluarga

klien dapat memahami dan mampu memahami dan mengaplikasikan materi

penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari.

II. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang mengenali

pneumoni pada anak, diharapkan keluarga klien dapat:

1. Menjelaskan apa itu pneumonia dan penyebab pneumoni pada anak

2. Menyebutkan apa saja klasifikasi pneumonia pada anak

3. Menyebutkan tanda dan gejala pneumonia pada anak

4. Menjelaskan cara penularan pneumonia

5. Menyebutkan faktor yang meningkatkan resiko terkena pneumoni

6. Menjelaskan hal-hal yang dapat dilakukan ibu jika anaknya menderita pneumonia

7. Menjelaskan cara mencegah pneumoni terjadi pada anak


III. Metode

1. Ceramah

2. Diskusi tanya jawab

IV. Media

1. Poster
2. Media sosial

V. Materi
1. Pengertian pneumonia dan penyebab pneumonia pada anak

2. Klasifikasi pneumonia pada anak

3. Tanda dan gejala pneumonia pada anak

4. Cara penularan pneumonia

5. Faktor yang meningkatkan resiko terkena pneumoni

6. Hal-hal yang dapat dilakukan orang tua jika anaknya menderita pneumonia

7. Cara mencegah pneumoni terjadi pada anak

VI. Pelaksanaan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan peserta Penanggung


Jawab
1. 3 menit Pembukaan

1. Penyampaian salam 1. Membalas salam

2. Perkenalan 2. Mendengarkan

3. Menjelaskan topik 3. Mendengarkan Siti Zulaiha

penyuluhan 4. Mendengarkan

4. Menjelaskan tujuan
5. Mendengarkan dan
5. Kontrak waktu menyetujui
2. 30 menit Penyajian materi

1. Menjelaskan apa itu 1. Menjawab


pneumonia dan
penyebab pneumoni pertanyaan dan
pada anak
mengemukakan
2. Menyebutkan pendapat
klasifikasi pneumonia
pada anak
2. Memperhatikan dan
3. Menyebutkan tanda mendengarkan
dan gejala pneumonia
pada anak
3. Memperhatikan dan
4. Menjelaskan cara mendengarkan
penularan pneumonia
4. Memperhatikan dan
5. Menyebutkan faktor
yang meningkatkan mendengarkan Indri Lestari
resiko terkena
pneumoni Dan
5. Memperhatikan dan
6. Menjelaskan hal-hal mendengarkan Intan Faizatun
yang dapat dilakukan
orang tua jika anaknya Nafisa
menderita pneumonia 6. Memperhatikan dan

7. Menjelaskan cara mendengarkan


mencegah pneumoni
terjadi pada anak 7. Memperhatikan dan

mendengarkan
3. 10 menit Evaluasi
1. Mengevaluasi
kembali pengetahuan 1.Menjawab
peserta mengenai pertanyaan Kelompok D
materi yang telah
disampaikan

2. Umpan balik
2. Memberi respon/
menjawab pertanyaan

4. 2 menit Terminasi

1. Menyimpulkan hasil 1.Memperhatikan dan


mendengarkan
penyuluhan
Gita Nofita
2. Mengucapkan terima 2. Memperhatikan dan
mendengarkan
kasih

3. Mengakhiri dengan
4. Menjawab salam
salam
VII. Pengorganisasian

1. Pembimbing Akademik : Iqlima Dwi Kurnia, S.Kep., Ns., M.Kep


2. Pembimbing klinik :
3. Moderator : Siti Zulaiha

4. Penyaji : 1.Indri Lestari


2. Intan Faizatun Nafisa

5. Notulen : Gita Nofita

6. Fasilitator : Rahmadanti Nur Fadilla

7. Pengamat 1 : Ranee Dwi Anneke

8. Pengamat 2 : Ulfa Nafi’atuzzakiyah

9. Pengamat 3 : Farah Aulia Nughraini

VIII. Uraian tugas

Moderator : Membuka dan memimpin jalanya acara dimulai dari


pembukaan, penyampaian materi, evaluasi dan yang
terakhir terminasi.
Penyaji : 1. Menggali pengetahuan keluarga pasien tentang
pneumoni pada anak
2. Menyampaikan materi penyuluhan yang dimulai
dari menggali pengetahuan peserta tentang pneumonia
pada anak.
Notulen : 1. Membuat catatan singkat tentang jalannya penyuluhan
dan merangkum isi penyuluhan secara tertulis
Fasilitator : Memfasilitasi jalanya acara penyuluhan dan memotivasi
peserta untuk berdiskusi agar penyuluhan dapat berjalan
dengan baik.
Pengamat : Mengobservasi jalannya acara penyuluhan dari awal
sampai akhir, mengobservasi performa penyuluh,
mencatat pertanyaan dan mengobservasi keantusiasan
peserta penyuluhan.

IX. Setting Tempat

Keterangan :

: Penyaji

: Moderator

: Notulen

: Fasilitator

: Pengamat

: Peserta

: Media penyuluhan
X. Evaluasi

1. Evaluasi Struktur

a. Tersedianya materi
b. Tersedianya SAP
c. Tersedianya media: poster
d. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa
e. Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
f. Peserta hadir di tempat penyuluhan
g. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Bona 2 RSUD Dr.
Soetomo
h. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan pada hari
sebelumnya.

2. Evaluasi Proses

a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.


b. Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan oleh penyaji
c. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
d. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
e. Suasana penyuluhan tertib
f. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan

3. Evaluasi Hasil

a. Peserta yang hadir 1 orang atau lebih


b. Peserta memahami materi yang telah disampaikan oleh penyaji
c. Ada umpan balik positif dari peserta seperti dapat menjawab
pertanyaan dengan benar yang diajukan penyaji.
MATERI

PENYULUHAN KESEHATAN KENALI PNEUMONI


PADA ANAK

A. Pengertian Pneumonia.
Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang mengenai
parenkim paru yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Secara klinis pneumonia
didefinisikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme
(bakteri, virus, jamur, parasit), bahan kimia, aspirasi, obat-obatan dan lain-lain. Sebagian
besar episode yang serius disebabkan oleh bakteria. Penyakit pneumonia tersebut dapat
terjadi secara primer maupun akibat dari penyakit yang lain (Mansjoer et al., 2000; Wong,
2009). Pneumonia mengalami suatu proses peradangan dimana terdapat konsilidasi yang
disebabkanpengisisan rongga alveoli paru-paru oleh eksudat (Somantri, 2008).
B. Penyebab Pneumonia
a. Bakteri
Jenis bakteri yang sering menginfeksi adalah streptococcus pneumonia,
haemopilus influenzae, pseudomonas aeregunesa, pneumokokus, Streptococcus
group B serta kuman atipik Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae
staphylococcus aureus (penyebab peneumonia yang paling berat, serius dan
progresif dengan mortalitas tinggi).

b. Virus
Jenis virus yang biasanya menginfeksi diantaranya adenovirus, sitomegalovirus,
virus influenze.

c. Jamur
Jenis jamur yang sering menginfeksi adalah aspergilus, histoplasma,
koksidioidomikosis.

d. Aspirasi
Penyebab aspirasi seperti cairan amnion (biasanya terjadi ketika persalinan), benda
asing, cairan lambung, makanan (Mansjoer et al., 2000).

C. Klasifikasi Pneumonia
1. Community aqquired pneumonia (CAP) yaitu pneumonia yang didapat diluar RS
2. Pneumonia nosokomial yaitu Pneumonia yang didapat selama pasien dirawat di RS
3. Pneumonia aspirasi yaitu pneumonia karena aspirasi secret dioroparingeal

D. Tanda dan Gejala


Menurut Green et al., (2005) tanda gejala klasik pada anak dengan pneumonia
adalah demam, takipnea, batuk. Menurut Mansjoer et al, 2000 manifestasi klinis dapat
dibagi menjadi :
a) manifestasi nonspesifik infeksi dan toksisitas berupa demam, sakit kepala,
iritabel, gelisah, malaise, nafsu makan berkurang, keluhan gastrointestinal;
b) gejala umum saluran pernafasan bawah berupa batuk, takipneu, ekspektorasi
sputum, napas cuping hidung, sesak nafas, merintih dan sianosis. Anak yang
lebih besar akan lebih suka berbaring pada sisi yang sakit dengan lutut tertekut
karena nyeri dada;
c) tanda pneumonia berupa retraksi (penarikan dinding dada bagian bawah
kedalamsaat bernafas diikuti dengan peningkatan frekuensi nafas), perkusi pekak,
fremitus melemah, suaraa nafas melemah dan ronki.

Menurut Buku Pelayanan Kesehatan Anak Di Rumah Sakit yang disusun oleh
WHO(2010) pneumonia dapat diagnosis berdasarkan klasifikasi pneumonia.
a. Pneumonia ringan
Selain batuk atau kesulitan bernapas, hanya terdapat napas cepat saja;
Napas cepat;
 pada anak umur 2 bulan – 11 bulan: ≥ 50 kali/menit;
 pada anak umur 1 tahun – 5 tahun : ≥ 40 kali/menit;
b. Pastikan bahwa anak tidak mempunyai tanda-tanda pneumonia berat.
c. Pneumonia berat
Batuk dan atau kesulitan bernapas ditambah minimal salah satu hal berikut ini:
1) kepala terangguk-angguk;
2) pernapasan cuping hidung;
3) tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam;
4) foto dada menunjukkan gambaran pneumonia (infiltrat luas,
konsolidasi, dll).

Selain itu bisa didapatkan pula tanda berikut ini:


1) Napas cepat:
a) Anak umur < 2 bulan : ≥ 60 kali/menit
b) Anak umur 2 – 11 bulan : ≥ 50 kali/menit
c) Anak umur 1 – 5 tahun : ≥ 40 kali/menit
d) Anak umur ≥ 5 tahun : ≥ 30 kali/menit
2) Suara merintih (grunting) pada bayi muda
3) Pada auskultasi terdengar:
a) crackles (ronki);
b) suara pernapasan menurun;
c) suara pernapasan bronchial.

Dalam keadaan yang sangat berat dapat dijumpai:


1) tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya;
2) kejang, letargis atau tidak sadar;
3) sianosis;
4) distres pernapasan berat.
Untuk keadaan di atas ini tatalaksana pengobatan dapat berbeda (misalnya:
pemberian oksigen, jenis antibiotik).
E. Cara Penularan
Penyakit pneumonia pada anak dapat menular kepada anak lain yang rentan terhadap
penyakit ini. Kuman menyebar melalui percikan ludah (udara) pada saat bersin, batuk,
maupun berbicara (Kementerian Kesehatan RI, 2010). kuman pneumonia tersebut masih
dapat menular kepada orang lain dalam radius 200 meter (Abu Bakar, 2011). Cara
penularan utama sebagian besar ISPA adalah melalui droplet, tapi penularan melalui
kontak (termasuk kontaminasi tangan yang diikuti oleh inokulasi tak sengaja) dan aerosol
pernapasan yang infeksius dengan berbagai ukuran dan dalam jarak dekat juga bisa
menjadi cara penularan untuk sebagian pathogen (WHO, 2007).
F. Komplikasi
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (2010) penyakit pneumonia dapat
menimbulkan beberapa komplikasi dan bisa sampai meninngal. Beberapa komplikasi
yang dapat terjadi antara lain:
a. efusi pleura atau pneumotoraks; yaitu adanya cairan atau udara di ruang selaput
paru.Hal ini biasanya terjadi bila kuman penyebabnya adalah Stafilokokus. Biasanya
ditandai dengan adanya bintil-bintil isi nanah di kulit;
b. empiema; yaitu adanya nanah di ruang selaput paru. Hal ini dicurigai bila anak
mengalami demam berkepanjangan, dan pada foto rontgen tampak cairan pada
rongga dada;
c. gangguan bernapas hingga gagal napas. Hal ini terjadi karena pada pneumonia
terjadi gangguan pertukaran oksigen akibat peradangan di paru. Akibatnya, jaringan
tubuh akankekurangan oksigen, anak akan sesak, dan apabila berlangsung lama
dan berat akan
timbul gangguan pada berbagai organ hingga menyebabkan kematian. Anak harus
dirawat di perawatan intensif dan diberikan bantuan napas.
d. Komplikassi lain yang dapat terjadi pada pneumonia menurut mansjoer (2000)
adalah abses kulit, abses jaringan lunak, otitis media, sinusitis, meningitis purulenta,
perikarditis dan epligotis kadang ditemukan pada infeksi H.influanzae tipe B.
G. Faktor resiko pneumonia

Sebagian besar kematian dan kesakitan akibat pneumonia berkaitan dengan


kemiskinan, kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat seperti kurang gizi,
hygiene buruk, lingkungan padat dan kumuh, dan kurangnya akses ke fasilitas kesehatan.
Anak dengan sistem pertahanan tubuh lemah seperti anak gizi buruk terutama karena
tidak mendapat ASI eksklusif dan kekurangan vitamin A atau terkena campak memiliki
risiko pneumonia tinggi (IDAI, 2010).
a. Status imunisasi
Menurut kementerian Kesehatan RI (2011) status imunisasi pada balita
merupakan salah satu faktor resiko penyebab pneumonia pada balita. Balita yang
status imunisasi tidak lengkap mempunyai risiko 7,6 kali untuk terkena penyakit
Pneumonia dibandingkan Balita yang status imunisasinya lengkap. Pemberian
imunisasi dapat menurunkan risiko untuk terkena pneumonia.(Departemen
Kesehatan, 2010; Fanada, 2012). Imunisasi yang penting berkaitan dengan
pneumonia antara lain imunisasi DPT, campak, pneumokokus, dan Hib. Imunisasi
DPT dan campak merupakan imunisasi wajib yang harus diberikan pada anak,
sedangkan imunisasi pneumokokus dan Hib merupakan imunisasi anjuran yang
dapat diberikan pada anak karena memberikan kekebalan terhadap kuman penyebab
pneumonia (Departemen Kesehatan, 2010; IDAI, 2010).
b. Status gizi
Menurut penelitian Fanada (2012) balita yang status gizinya rendah akan lebih
mudah terserang penyakit Pneumonia karena kekurangan asupan gizi dapat
menurunkan sistem kekebalan tubuh Balita, oleh karena itu Balita yang status gizinya
rendah mempunyai resiko untuk terkena penyakit pneumonia dibandingkan dengan
balita yang status gizinya tinggi.
c. Pemberian ASI Eksklusif
Balita yang tidak diberikan ASI eksklusif memiliki risiko 5,2 kali untuk terkena
penyakit Pneumonia dibandingan dengan Balita yang diberikan ASI eksklusif
(Fanada, 2012). Pemberian ASI terbukti efektif dalam mencegah infeksi pada
pernapasan dan pencernaan (Abbas et al., 2011). Menurut Abdullah (2003) dalam
Abbas et al., (2011) menyatakan bahwa pemberian ASI cukup memberikan efek
protektif 39,8% terhadap ISPA pada anak usia 0-4 bulan.
d. BBLR/Prematuritas
Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) mempunyai risiko resiko untuk terkena
penyakit ISPA; pneumonia (Kartasamita dalam Departemen Kesehatan, 2010). Bayi
berat lahir rendah atau prematur mempunyai sistem pertahanan tubuh maupun sistem
pernapasannya belum berkembang sebaik bayi berat lahir cukup dan cukup umur.
Apabila anak tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap, maka anak tidak memiliki
kekebalan terhadap kuman-kuman penyebab pneumonia yang banyak sekali jenisnya
(IDAI, 2010).
e. Defisiensi vitamin A
Penelitian di beberapa negara Asia Selatan menunjukkan bahwa suplementasi
Zinc pada diet sedikitnya 3 bulan dapat mencegah infeksi saluran pernapasan bawah.
Vitamin A bermanfaat untuk meningkatkan imunitas dan melindungi saluran
pernapasan dari infeksi kuman. Hasil penelitian Sutrisna di Indramayu (1993)
menunjukkan peningkatan risiko kematian pneumonia pada anak yang tidak
mendapatkan vitamin A. Namun, penelitian Kartasasmita (1993) menunjukkan tidak
ada perbedaan bermakna insidens dan beratnya pneumonia antara balita yang
mendapatkan vitamin A dan yang tidak, hanya waktu untuk sakit lebih lama pada
yang tidak mendapatkan vitamin A (Kartasamita dalamDepartemen Kesehatan, 2010).
f. Pengetahuan ibu dengan kejadian pneumonia pada balita
Pengetahuan ibu yang kurang merupakan faktor risiko kejadian pneumonia pada
balita. Aspek pengetahuan yang dipahami rendah oleh mereka adalah batasan tentang
penyakit pneumonia, pemahaman cara pencegahan, tanda dan gejala penyakit
pneumonia,cara penularan pneumonia (Rachmawati, 2013).
g. Keberadaan anggota keluarga yang merokok
Penelitian Rachmawati (2013) menyatakan bahwa asap samping rokok
mempunyai efek toksik lebih buruk daripada asap utama terutama
dalammenimbulkan iritasi mukosa
saluran napas danmeningkatkan kecenderungan untuk mendapatkan ISPA. Fakta di
lapangan menunjukkan bahwa adanya keberadaan keluarga yang merokok di dalam
rumah sebagian besar yaitu kepala keluarga atau ayah balita. Terjadinya pneumonia
pada balita apabila ayah atau anggota keluarga lain menggendong balitanya sambil
merokok. Asap rokok yang ditimbulkan akan terhirup oleh balita secara langsung,
dan hal ini apabila terjadi berulang dalam waktu yang lama. Paparan asap rokok
tersebut akan mengganggu sistem pernafasan pada balita dan dapat menjadi infeksi
pernafasan atau pneumonia.
h. Polusi udara yang terjadi di rumah balita (terutama asap dapur)
Polusi udara tidak akan berdampak pada balita bila tidak terjadi paparan. Paparan
ini bisa terjadi bila saat ibu memasak, balita berada di dapur. Penggunaan kayu
maupun minyak tanah sebagai bahan bakar untuk memasak mengakibatkan timbulnya
asap di dalam dapur. Keberadaan asap di dapur ini menjadi polutan yang dapat
memepengarui timbulnya penyakit pneumonia pada balita bila terjadi paparan dalam
kurun waktu yang lama (Nurjazuli, 2008).
H. Hal hal yang dapat dilakukan orang tua pada anak dengan pneumonia :
a) Pemberian Cairan
1. Berilah minuman lebih banyak pada anak.
2. Anak dengan infeksi saluran pernapasan dapat kehilangan cairan lebih banyak dari
biasanya terutama demam. Anjurkan ibunya untuk memberi cairan tambahan: lebih
banyak memberi ASI, susu buatan, air putih, sari buah dan sebagainya.
3. Pemberian ASI.
4. Bila anak belum menerima makanan tambahan apapun, anjurkan ibunya untuk
memberikan ASI lebih sering daripada biasanya. ASI adalah bahan penyembuh
terbaik bagi bayi yang mendapat ASI Eksklusif.
b) Pengaturan makanan anak
1. Pemberian makan dan jenis cairan yang tepat, sesuai dengan kelompok umur anak.
Anjuran pemberian makan terbagi untuk kelompok umur: 0-6 bulan, 6-12 bulan, 1-
2 tahun, 2-3 tahun dan 3-5 tahun. praktek pemberian MP ASI untuk anak usia 6
bulan keatas dengan makanan yang kaya nutrisi dan energi. Pemberian
makanan selingan
bergizi untuk yang berumur ≥ 1 tahun.
2. Bersihkan hidung agar tak mengganggu pe
3. berian makanan.
4. Bersihkanlah lubang hidung dari ingus atau
5. lendir yang telah mengering dengan kain bersih yang dibasahi air supaya hidung
tidak tersumbat.
6. Pemberian makanan pada bayi yang tidak bisa mengisap dengan baik. Stomatitis
(radang dalam mulut) yang berat dapat mengganggu anak mengisap ASI dengan
baik, sehingga perlu mengajarkan pada ibu untuk memeras ASI ke dalam mangkuk,
atau menyiapkan susu buatan yang baik, kemudian memberikan kepada anaknya
dengan sendok.
7. Pemberian makanan pada anak yang muntah.
8. Anak yang sering muntah bisa mengalami malnutrisi, ibu harus memberikan
makanan pada saat muntahnya reda. Pemberian makanan diusahakan sesering
mungkin selama sakit dan sesudah sembuh.
9. Pemberian makanan selama anak sakit.
10. Untuk anak berumur 6 bulan atau lebih, anak bisa diberikan makanan dengan nilai
gizi dan kalori yang tinggi. Dengan melihat umurnya, berilah campuran tepung
dengan kacang-kacangan, atau tepung dengan daging atau ikan. Selain itu juga
bisa ditambahkan makanan dari susu dan telur. Bila umur anak kurang dari 6 bulan
atau belum mendapat makanan tambahan, ibu dianjurkan untuk lebih sering
memberikan ASI.
I. Pencegahan yang dapat dilakukan
1. Jauhkan anak anda dari penderita batuk
2. Lakukan imunisasi lengkap di posyandu ataupun di Puskesmas
3. Berikan ASI pada bayi/ anak usia 0-2 tahun
4. Bersihkan lingkungan rumah terutama ruangan tempat tinggal balita anda, serta
usahakanruangan memiliki udara bersih dan ventilasi cukup

5. Jauhkan bayi dari asap, debu, serta bahan- bahan lain yang mudah terhirup oleh balita
Andaseperti asap rokok, asap dari tungku, asap dari obat nyamuk bakar, asap dari
kendaraan bermotor ataupun pencemaran lingkungan udara lainnya.
DAFTAR PUSAKA

Departemen kesehatan. 2010. Buletin Jendela Epidemiologi Pneumonia. Jakarta: [serial


online]http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/buletin/BULETIN
%20PNEUMONIA.pdf [diakses tanggal 30 Desember 2015]
Departemen kesehatan. 2013..pneumonia, penyebab utama kematian balita .Jakarta: [serial
online]. http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/410-pneumonia-
penyebab-kematian-utama-balita.html [diakses tanggal 30 Desember 2015]
Hartati, Susi. 2011. Analisis Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian
Pneumonia Pada Balita Di RSUD Pasar Rebo Jakarta. Depok: Universitas Indonesia.
[Tesis]
Huriah, T. Dan Lestari, R., 2008. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang infeksi
saluranpernafasan atas ( ISPA ) terhadap kemampuan ibu dalam perawatan ISPA
pada balita didusun lemahdadi kasihan bantul yokyakarta: Lecturer at community
nursing, schoolbofnursing muhammadiyah universitas of
yokyakarta. [skripsi]
[serialonline]https://www.google.com/#q=+Pengaruh+Pendidikan+Kesehatan+tentang
+inf eksi+saluran+pernafasan+atas+%28+ISPA+
%29+terhadap+kemampuan+ibu+dalam+perawatan+ISPA+pada+balita+2008
[dia
ksestanggal 30 Desember 2015].
Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2010. Upaya percepatan penanggulangan penumonia
padaanak di Indonesia. [Serial Online]. http://idai.or.id/. [diakses tanggal 30 Desember
2015]
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun
2011. [serial online].http://www.depkes.go.id
/downloads/PROFIL_DATA_KESEHATAN_INDONESIA_TAHUN_2011.pdf
[diaksestanggal 30 Desember 2015]
LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PENYULUHAN MAHASISWA PROGRAM

PENDIDIKAN NERS FAKULTAS KEPERAWATAN

Kriteria Stuktur √ Kriteria Proses √ Kritera Hasil √

a. Kontrak waktu dan Pembukaan: a. Peserta yang

tempat diberikan
1. Mengucapkan salam dan hadir  1 orang

memperkenalkan diri b. Acara dimulai


satu hari sebelum
2. Menyampaikan tujuan dan tepat waktu
acara dilakukan
maksud penyuluhan c. Peserta mengikuti
b. Pengumpulan SAP
3. Menjelaskan kontrak waktu dan acara sesuai
dilakukan satu hari
mekanisme dengan aturan
sebelum

pelaksanaan 4. Menyebutkan materi penyuluhan yang disepakati

penyuluhan Pelaksanaan: d. Peserta

5. Menggali pengetahuan dan memahami


c. Peserta hadir pada
Pengalaman sasaran penyuluhan materi yang telah
tempat yang telah
tentang materi penyuluhan disampaikan dan
ditentukan
6. Menjelaskan materi penyuluhan menjawab
d. Penyelenggaraan
berupa: pertanyaan

• Pengertian pneumonia dan


penyebab pneumonia pada
anak

• Klasifikasi pneumonia pada


anak

• Tanda dan gejala pneumonia


pada anak

• Cara penularan pneumonia

• Faktor yang meningkatkan


resiko terkena pneumoni
• Hal-hal yang dapat dilakukan
orang tua jika anaknya
menderita pneumonia

• Cara mencegah pneumoni


terjadi pada anak
penyuluhan dengan benar

dilakukan oleh

mahasiswa 7. Memberikan kesempatan kepada

bekerjasama dengan sasaran penyuluhan untuk

perawat ruangan mengajukan pertanyaan mengenai

Ruang Bona 2 materi yang disampaikan

e. Pengorganisasian 8. Menjawab pertanyaan yang

penyelenggaraan diajukan oleh peserta penyuluhan

penyuluhan 9. Peserta antusias dalam mengikuti

dilakukan sebelum penyuluhan

dan saat penyuluhan 10. Peserta mendengarkan dan

dilaksanakan memperhatikan penyuluhan

f. Pengorganisasian dengan seksama

penyelenggaraan

penyuluhan

dilakukan sebelum

dan saat penyuluhan

dilaksanakan
Catatan Evaluasi :

Surabaya, Juli 2021


Pengamat

(Ranee Dwi Aneke )


LEMBAR NOTULEN

Kegiatan : Penyuluhan

Topik : Kenali Pneumoni pada anak

Hari, Tanggal : Kamis, Juli 2021

Tempat : Ruang Bona 2 RSUD D. Soetomo

Waktu : 45 menit

1. PKRS mulai pukul : ........

2. Jumlah peserta yang hadir : .......

3. Jumlah peserta yang bertanya : ..............

Kegiatan Diskusi

1. Nama Penanya

..................................................................................................................................
..........

Pertanyaan

............................................................................................................................................

............................................................................................................................................

Jawaban

............................................................................................................................................

............................................................................................................................................

............................................................................................................................................

............................................................................................................................................
2. Nama Penanya

......................................................................................................................................
......

Pertanyaan

......................................................................................................................................
......

......................................................................................................................................
......

Jawaban

......................................................................................................................................
......

......................................................................................................................................
......

......................................................................................................................................
......

......................................................................................................................................
......

3. Nama Penanya

......................................................................................................................................
4. Proses selama PKRS :

..........................................................................................................................................

..

..........................................................................................................................................

..

5. Kendala sebelum pelaksanaan PKRS :

..........................................................................................................................................

..

..........................................................................................................................................

..

6. Kendala saat PKRS :

..........................................................................................................................................

..

..........................................................................................................................................

..

7. Respon peserta saat PKRS berlangsung :

..........................................................................................................................................

..

..........................................................................................................................................

..
8. PKRS berakhir pukul : ..........

Surabaya, Juli 2021

Notulen

(Gita Nofita )
DAFTAR HADIR PESERTA PKRS

Ruang : Ruang Bona 2 RSUD Dr. Soetomo

Hari/Tanggal : Kamis, Juli 2021

Jam : 09.00-09.45

Topik : Kenali Pneumoni pada anak

No Nama Alamat Tanda Tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

9 9

10 10

11 11

12 12

13 13

14 14

15 15
16 16

17 17

18 18

19 19
DAFTAR HADIR PELAKSANA PKRS

No Nama Jabatan Tanda Tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8
DAFTAR HADIR PEMBIMBING

No Nama Tanda Tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

Surabaya, Juli 2021

Pengamat 2

(Ulfa Nafi’atuzzakiyah)
LEMBAR TIME KEEPER

Ruang : Ruang Bona 2 RSUD Dr. Soeomo

Hari/Tanggal : Kamis, Juli 2021

Jam : 09.00-09.45

Topik : Kenali Pneumoni pada Anak

Jam
Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Keterangan
Mulai Selesai

1. Penyampaian salam 1. Membalas salam ( )

( ) 2. Mendengarkan ( )

2. Perkenalan ( ) 3. Mendengarkan ( )

10.00 10.03 3. Penjelasan topik ( ) 4. Mendengarkan ( )

4. Penjelasan tujuan ( ) 5. Mendengarkan dan

5. Kontrak waktu ( ) menyetujui ( )

Penyajian materi ( ) Memperhatikan dan


10.03 10.33
mendengarkan ( )

1. Diskusi ( ) 1. Bertanya dan

2. Evaluasi pengetahuan mengungkapkan

mengenai materi pendapat ( )

10.33 10.43 yang disampaikan ( ) 2. Menjawab

3. Umpan balik ( ) pertanyaan ( )

3. Memperhatikan dan

mendengarkan ( )
1. Menyimpulkan hasil 1. Memperhatikan dan

penyuluhan ( ) mendengarkan ( )

2. Mengucapkan terima 2. Memperhatikan dan


10.43 10.45
kasih ( ) mendengarkan ( )

3. Mengakhiri dengan 3. Menjawab salam ( )

salam ( )

Surabaya, Juli 2021

Pengamat 3

(Farah Aulia Nughraini)