Anda di halaman 1dari 47

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dewasa ini, kompetensi pendidikan berlangsung sangat ketat dan tajam hampir tiada
batas. Sekolah yang tidak mampu bersaing secara fair dan terbuka akan tumbang
terseleksi oleh keadaan. Oleh karena itu, SMP Negeri 2 Bajawa Utara perlu
mengembangkan dan meningkatkan secara terus menerus dengan memperhatikan
sumberdaya yang dimiliki, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya.
Kondisi SMP Negeri 2 Bajawa Utara memiliki siswa sebanyak 175 siswa, guru sebanyak 12
yang terdiri dari 4 orang guru PNS dan 8 orang guru honorer, pegawai administrasi
sebanyak 1 orang (honorer) , tenaga perpustakaan sebanayak 1 orang (honorer) dan
penjaga sekolah 1 orang (honorer), dukungan dan kepercayaan pemangku kepentingan
(stakeholders) yang sangat mendukung, sarana dan prasarana yang sudah mulai
lengkap,namun dalam pembelajaran sebagian besar guru belum maksimal menerapkan
pembelajaran yang berbasis HOTS dan belum menerapkan perangkat pembelajaran sesuai
dengan permendiknas nomor 14 tahun 2019 yakni RPP satu lembar. Selain itu juga,
sebagai besar guru belum bisa menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Contohnya
adalah media pembelajaran  powerpoint. Selain itu juga dengan kondisi global dilanda
pandemi covid-19, dimana dunia pendidikan terimbaskan yang mengharuskan sekolah-
sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau siswa belajar dari rumah (BDR)
yang mana kondisi ini guru- guru harus mampu berinovasi dan berimprofisasi dalam
pembelajaran, misalnya mengguanakan beberapa aplikasi virtual agar kebutuhan
kebutuhan pembelajaran siswa terlayankan. Kenyataannya, sebagian besar guru-guru
SMPN 2 Bajawa Utara, belum mampu menjawabi itu, karena guru-guru belum paham
menggunakan aplikasi – aplikasi pembelajaran seperti google meet, google form (aplikasi
yang disediakan oleh google) dan zoom.

Jika  lulus seleksi pengawas dan dipercayakan sebagai pengawas  maka hal pertama yang
akan saya lakukan untuk mengatasi kesenjangan ini adalah ;

1.    Berupaya membimbing guru-guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berbasis


HOTS

2.    Berupaya membimbing guru-guru menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan


permendiknas nomor 14 tahun 2019
3.    Melaksanakan workshop tingkat sekolah khusus membimbing guru-guru mengoperasikan
microshoff powerpoint sebagai media pembelajaran

4.    Membimbing guru-guru dalam penggunaan aplikasi penunjang pembelajaran virtual seperti


google meet dan menyusun evaluasi pembelajaran online dengan aplikasi google form
yang dapat digunakanan pada sistuasi pembelajaran jarak jauh seperti pada kondisi
Pandemi saat ini.

B.    Masalah Pembelajaran dan Gagasan Inovasi Pengawasan

Jika dilihat dari tugas pokok pengawas, pengawas mempunyai posisi dan peran yang
sangat strategis dalam upaya peningkatan mutu Pendidikan. Dalam situasi covid-19
dimana,sekolah-sekolah menyelenggarakan pendidikan jarak jauh termasuk SMP Negeri 2
Bajawa Utara, pengawas dituntut agar tetap menjalankan tugasnya  untuk melakukan
pembinaan guru dan kepala sekolah. Dalam situasi seperti ini, seorang pengawas sekolah
harus dapat berimprofisasi  dan berinovasi dalam hal tugas kepengawasan . Cara yang
terbaik untuk saat ini yang dapat dilakukan oleh pengawas adalah melakukan pembinaan
melalui metoda daring atau pengawasn digital. Berbagai macam aplikasi digital yang dapat
dipakai adalah Microsoft team, google meet, google classroom,atau zoom.

Walau kenyataanya PJJ tidak dapat berjalan optimal, terutama di daerah dengan
teknologi dan jaringan internet yang terbatas.Tantangan adanya pandemic covid-19 diera
digital yang semakin kompleks menjadikan pengawas harus kreatif dan inovasi serta tetap
tampil sebagai seorang yang mampu  mendampingi dan melakukan transformasi
pembinaan guru dan kepala sekolah. Saat ini sesuai dengan kondisi yang ada dan untuk
kelancaran tugas pengawas dalam pengawasan, whatsapp group adalah salah satu media
yang paling efektif yang bisa digunakan pengawas dalam pengawasanPJJ di sekolah
binaan.

Pengawas membuat format dalam bentuk file PDF  yang dibagikan di group dan dalam
pengisiannya kepala sekolah  dapat mengembangakan atau mengurangi sesuai dengan
kondisi sekolah masing-masing. Dalam penyampaian laporan KBM  PJJ dari peserta didik
ke guru, dari guru ke kepala sekolah dapat memanfaatkan layanan aplikasi whatsapp group
dan kepala sekolah dan guru mata dapat menyampaikan laporan ke pengawas.

C.   Visi,Misi, tujuan dan indikator

1.    Visi
Menjadi pengawas sekolah yang motivator, berkualitas dan profesional

2.    Misi

1)    Melaksanakan penilaian, pembinaan, dan pemantauan terhadap sekolah, kepala


sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam penerapan 8 Standar
Nasional Pendidikan.

2)    Meningkatkan profesional kerja praktisi pendidikan di sekolah melalui


pembinaan dan pelatihan sehingga dapat mewujudkan pendidik yang kompeten
dan  peserta didik yang cerdas dan kompetitif

3.    Tujuan

1)    Terhimpunya data kinerja sekolah dalam memenuhi SNP

2)    Terlaksananya pembinaan Kepala sekolah dan  guru  dalam memecahkan


permasalahan nyata  melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan dengan
menggunakan hasil analisis kebutuhan nyata untuk meningkatkan efektivitas
kinerja secara berkelanjutan

4.    Indikator

1)    Terhimpun data kinerja sekolah dalam memenuhi SNP.

2)    Terlaksana pembinaan Kepala sekolah dan  guru  dalam memecahkan


permasalahan nyata  melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan dengan
menggunakan hasil analisis kebutuhan nyata untuk meningkatkan efektivitas
kinerja secara berkelanjutan

 BAB II

RENCANA PROGRAM PENGAWASAN

A.    Aspek-aspek dalam Program Pengawasan

1.    Pembinaan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya


Kondisi Ideal Kondisi Nyata Kesenjangan Solusi atau
strategi
pemecahannya
Guru sudah mampu Sebagian  guru Guru belum Pembinaan
menyusun RPP dan belum memahami berkelanjutan
Silabus berbasis HOTS Menyusun RPP secara baik melalui
dan silabus tentang workshop tingkat
berbasis HOTS pembelajaran sekolah
berbasis HOTS
(Higher Orther
Thinking skills)
Guru sudah mampu Dari 12 guru, Beberapa Guru Pembinaan
Menyusun RPP sesuai sudah 10  guru belum memahami berkelanjutan
surat edaran yang secara baik melalui
mendikbud nomor 14 Menyusun RPP tentang RPP 1 workshop tingkat
tahun 2019 tentang 1 lembar lembar sekolah dan
penyederhaann RPP MGMP
Guru sudah mampu Baru 2 guru Rata rata guru Pembinaan
menggunakan media dari 12 guru belum mampu berkelanjutan
pembelajaran seperti yang bisa mengoperasikan melalui
powerpoint menggunakan powerpoint workshop tingkat
media sekolah dan
powerpoint MGMP
dalam
pembelajaran
Guru sudah mampu Rata-rata Rata-rata guru Pendampingan
menggunakan aplikasi semua guru belum bisa dan pembinaan
pembelajaran virtual belum dapat menggunakan berkelanjutan
atau daring seperti mengunakan aplikasi
google meet, google aplikasi pembelajaran
classroom dan google pembelajaran daring
form daring

2.    Pemantauan Standar Nasional (SNP) terkait dengan pemecahan masalah


pembelajaran

Kondisi Ideal Kondisi Nyata Kesenjangan Solusi atau


strategi
pemecahannya
standar Isi : Sudah 10 guru Sebagian guru Bimbingan
Rata-rata semua guru dari 12 guru  belum berkelanjutan
telah melaksanakan sudah mampu Menyusun
standar isi (wawancara) melaksanakan perangkat
standar isi pembelajaran
sesuai dengan
surat edaran
mendikbud
nomor 14
tahun 2019,
serta belum
melampirkan
KKM dan
Analisis KD
Standar Proses: Baru 2 guru dari Sebagaian Bimbingan
Rata -rata semua guru 12 orang guru guru belum berkelanjutan
telah melaksanakan yang sudah bisa mampu
standar proses memanfaatkan menggunakan
(wawancara) media powerpoint
pembelajaran sebagai media
powerpoint pembelajaran
untuk kegiatan
pembelajaran
Standar  kompetensi Belum satupun Rata-rata guru Bimbingan
kelulusandan penilaian   : guru dari 12 belum mengerti berkelanjutan
Rata- rata semua guru guru yang cara dan workshop
telah melaksanakan sudah mampu menggunakan tingak sekolah
standar penilaian ( Studi menggunakan aplikasi
dokumen dan apalikasi google pembelajaran
wawancara) form untuk virtual seperti
melaksanakan google form
evaluasi daring dalam
pelaksanaan
evaluasi
pembelajaran.
3.    Penilaian kinerja guru

Kondisi ideal Kondisi Nyata Kesenjangan Solusi atau


strategi
pemecahannya
Kompetensi pedagogik: 2 orang guru Hampir tidak  
Empat orang guru  PNS  telah terdapat
mendapat nilai minimal mendapatkan kesenjangan
Baik (memferivikasi hasil nilai amat baik karena dari
PKG yang dilaksanakan dan 2 guru keempat guru
sekolah) mendapat nilai tersebut PKG
baik nya minimal
baik
Kompetensi Kepribadian: 3 orang guru Hampir tidak  
Empat orang guru  PNS  mendapatkan terdapat
mendapat nilai minimal nilai amat baik kesenjangan
baik (memferivikasi hasil dan 1 orang karena dari
PKG yang dilaksanakan guru mendapat keempat guru
sekolah) nilai baik tersebut PKG
  nya minimal
baik
Kompetensi professional: 2 orang guru Hampir tidak  
Empat orang guru  PNS  mendapatkan terdapat
mendapat nilai minimal nilai amat baik kesenjangan
baik (memferivikasi hasil dan 2 orang karena dari
PKG yang dilaksanakan guru lainnya keempat guru
sekolah) mendapatkan tersebut PKG
  nilai baik nya minimal
baik
Kompetensi Sosial: 2 orang guru Hampir tidak  
Empat orang guru  PNS  mendapatkan terdapat
mendapat nilai minimal nilai amat baik kesenjangan
baik (memferivikasi hasil dan 2 orang karena dari
PKG yang dilaksanakan guru lainnya keempat guru
sekolah) mendapatkan tersebut PKG
nilai baik nya minimal
baik
4.    Bimbingan Latihan (Bimlat) Profesional Guru

Kondisi Ideal Kondisi Kesenjangan Solusi atau strategi


Nyata pemecahannya
Semua guru telah mengikuti Rata-rata Belum ada Menyelenggarakan
bimbingan Latihan semua guru bimbingan workshop tingkat
profesional sehubungan belum dan pelatihan sekolah
dengan penggunaan Media mendapatkan penggunaan sehubungan
pembelajaran powerpoint bimbingan Powerpoint dengan pelatihan
dalam pelaksanaan Latihan sebagai penggunaan
pembelajaran daring maupun professional media media powerpoint
luring sehubungan pembelajaran dalam
dengan pembelajaran
pembelajaran
powerpoint
dalam
pelaksanaan
pembelajaran
daring
maupun
luring

B.    Strategi Langkah-langkah Pencapaian

1.    Strategi

Dari keempat aspek kepengawasan di atas,saya sebagai bakal calon pengawas


sekolah (BCPS) memilih bimbingan latihan (Bimlat) Profesional Guru sebagai jawaban
atas persoalan yang dihadapi guru dalam pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan
media pembelajaran powerpoint baik pembelajaran luring maupun daring.  Menurut
saya, penggunaan media pembelajaran powerpoint dalam pelaksanaan pembelajaran
dapat  menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menumbuhkan semangat
dalam belajar, dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu seorang guru
suka atau tidak suka harus mampu mengoperasikan media powerpoint serta
memanfaatkan media powerpoint dalam pembelajaran.
2.    Langkah-langkah

1)    Perencanaan

Pada tahap ini, saya sebagai bakal calon pengawas sekolah


(BCPS) merencanakan langkah-langkah sebagai berikut:

a)    Pada tahap perencanaan, tindakan pertama yang dilaksanakan adalah menyiapkan


percakapan awal (instrument wawancara) tentang kendala yang dihadapi guru
dalam pemanfaatan media powerpoint sebagai salah satu alternatif media pembelajaran

b)    Mengidentifikasi jumlah guru yang sudah bisa mengoperasikan powerpoint

c)    Mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan.

d)    Menyusun rencana tindakan (berupa penjadwalan kegiatan Bimlat  disesuaikan dengan


temuan pada identifikasi masalah).

2)    Pelaksanaan

Pada tahap ini BCPS melaksanakan bimbingan dan pelatihan (Bimlat) kepada guru-


guru SMPN 2 Bajawa Utara sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan. Pada
hari terakhir kegiatan Bimlat, setiap guru diberi kesempatan untuk mempresentasikan
hasil rancangan pembelajaran dengan media powerpoint.

3)    Monitoring dan evaluasi (monev)

a.    Monitoring

Langkah pertama adalah saya sebagai BCPS menyusun instrument wawancara


sebelum Monev seperti tabel (terlampir pada lampiran 1)

Setelah melaksanakan wawancara dengan guru, selanjutnya BCPS melakukan


observasi pelaksanaan Bimlat dengan menggunakan format seperti pada tabel
( terlampir pada lampiran 2).Data yang telah terkumpul dalam bimlat  ini
selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Analisis data dalam bimlat ini bertujuan 
bukan untuk digeneralisasikan, melainkan untuk memperoleh bukti kepastian
apakah terjadi perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan sebagaimana yang
diharapkan. Hal ini karena masalah yang diangkat dalam Bimlat bersifat kasuistik,
artinya masalah yang spesifik terjadi dan dihadapi oleh guru tersebut sehubungan
dengan penggunaan media pembelajaran khususnya powerpoint.

b.    Evaluasi

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi program antara lain;

a)    Melaksanakan supervisi administrasi pembelajaran dimana pada media


pembelajaran telah memuat media powerpoint sebagai media pembelajaran

b)    Melaksanakan supervisi pelaksanaan pembelajaran dimana guru sudah


memanfaatkan media powerpoint untuk menyampaikan bahan ajar kepada
peserta didik.

4)    Refleksi

Tahapan refleksi dilaksanakan secara klasikal dan diakhiri dengan membuat


kesepakatan  atau rencana tindak lanjut dimana masing-masing guru wajib
mengumpulkan  satu soft copy yang berisikan media pembelajaran untuk satu
pertemuan yang dikirim ke BCPS melalui aplikasi WA Group.

C.   Rencana Pelaporan

Setelah semua kegiatan pelaksanaan Bimbingan Latihan penggunaan media


powerpoint sebagai media pembelajaran, selanjutnya saya sebagai BCPS membuat
laporan kepada Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Ngada. Hal-hal penting yang akan
dilaporkan seperti yang tertera pada lampiran 4.

BAB III

PENUTUP

Perangkat pembelajaran yang baik adalah perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru
dan mengakomodir kebutuhan belajar peserta didik. Perangkat pembelajaran yang
disiapkan oleh masing-masing guru antara lain; bahan ajar, materi ajar, lembar kegiatan
peserta didik (LPKP), RPP dan media pembelajaran. Dari semua perangkat pembelajaran
yang disiapkan, salah satu perangkat pembelajaran yang menurut saya sebagai BCPS
yang sangat penting adalah media pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran yang
tepat akan sangat berpengaruh pada materi dan bahan ajar yang akan disampaikan oleh
guru kepada peserta didik. Pemilihan media pembelajaran yang dapat menumbuhkan
motivasi dan semangat belajar peserta didik, wajib hukumnya yang harus disiapkan oleh
guru. Dari pelbagai media pembelajaran yang ada salah satunya adalah media
pembelajaran powerpoint. Melalui kegiatan bimbingan Latihan media pembelajaran
powerpoint ini diharapkan guru-guru SMP negeri 2 Bajawa Utara semakin berinovasi dan
berkreasi dengan media powerpoint sebagai media pembelajaran yang tujuan akhirnya
adalah semangat dan motivasi belajar siswa meningkat dan berimplikasi pada peningkatan
prestasi belajar siswa meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Sumarianto.2015.”Buku Kerja Pengawas


Sekolah”,https://www.academia.edu/30488613/Buku_kerja_pengawas_sekolah, diakses pada
15 Oktober 2020 pukul 22.30

di Oktober 16, 2020   


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: bimbingan, kepengawasan, latihan, media pembelajaran, powerpoint, profesional, Proposal

8 komentar:
1.

Unknown16 Oktober 2020 16.27

Excellent
Balas
Balasan

1.

Blog Guru24 Oktober 2020 20.08


Terima kasih ...
Balas
2.

Unknown25 Agustus 2021 17.19

Terima kasih,tapi lampiran tabel 1 dan lampiran tabel 2 nya mana ya kak?
Balas
Balasan

1.

Blog Guru26 Agustus 2021 11.03

Contoh Proposal Untuk Calon Pengawas


Sekolah Doc
5 Comments

Setiap kepala sekolah yang mengajukan jabatan sebagai pengawas sekolah, untuk periode tahun
2020 ini di haruskan membuat Proposal Pengawasan. Proposal pengawasan ini berisi tentang
ajuan program kegiatan berdasarkan masalah yang muncul di lingkungan calon pengawas untuk
ditemukan tindak lanjut yang berdasarkan refleksi calon pengawas sekolah. Berikut pembahasan
lengkapnya:

Pembahasan Proposal Pengawasan Calon Pengawas Sekolah


Kinerja atau hasil kerja seorang guru dalam kaitan dengan tugasnya sebagai pendidik dapat
diidentifikasi dalam bentuk motivasi, komitmen dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan
proses pembelajaran. Sedangkan bagi kepala sekolah, agar dapat menjalankan peran sebagai
pemimpin dituntut untuk memiliki kompetensi yang terdiri atas lima kompetensi. Hal ini sesuai
dengan Kepmendiknas Nomor 13 Tahun 2007, yang menetapkan tentang kompetensi kepala
sekolah meliputi ;

 kompetensi kepribadian, 
 manajerial,
 kewirausahaan, 
 supervisi, dan 
 kompetensi sosial,

Masalah dan Gagasan Inovasi Pengawas

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah antara lain:

1. Kurangnya  kesadaran kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervise


kelas

2. Kurangnya  kemampuan kepala sekolah  dalam penyusunan Program Supervisi


Kelas

3. Kurangnya pemahaman kepala sekolah dalam memecahkan kesulitan atau


permasalahan dalam melaksanakan  supervisi kelas

Contoh Visi, Misi, Tujuan dan Indikator Proposawl Pengawasan

1. Visi
Terwujudnya Semua Kepala Sekolah  yang   Profesional
2. Misi

1. Menumbuhkan kesadaran kepala sekolah tentang pentingnya melaksanakan


supervisi kelas.
2. Mengembangkan kemampuan kepala sekolah  dalam melaksakan supervisi kelas.:

3. Membantu kepala sekolah memecahkan kesulitan/permasalahan dalam


melaksanakan  supervisi kelas.

4. Memberi contoh penyusunan Program Supervisi Kelas.

3. Tujuan
Sesuai dengan problematika yang ditulis di atas, maka penulisan proposal ini bertujuan agar
kepala sekolah:

1. Mempunyai kesadaran tentang pentingnya melaksanakan supervisi kelas.

2. Dapat mengembangkan kemampuannya dalam melaksanakan supervisi kelas

3. Dapat menghasilkan program supervise kelas yang aflikatif sehingga dapat


dilaksanakan di sekolah masing-masing.

4. Dapat melaksanakan supervisi berdasarkan program yang telah direncanakan.

4. Indikator

1. Tumbuhnya kesadaran kepala sekolah tentang pentingnya melaksakan supervisi


kelas

2. Berkembangnya kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi kelas

3. Menghasilkan Program Supervisi Kelas yang aplikatif sehingga dapat


dilaksanakan di sekolah masing-masing.

4. Melaksanakan supervisi berdasarkan program yang telah direncanakan

Sistematika Proposal Pengawasan Calon Pengawas Sekolah

Berikut di bawah ini saya lampirkan sistematika atau struktrul dari proposal pengawasan calon
pengawas sekolah:
Halaman Sampul/ Cover 
Surat Pernyataan 
Kata Pengantar
Daftar Isi 
Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
B. Masalah Pembelajaran dan Gagasan Inovasi Pengawasan
C. Visi, Misi, Tujuan dan Indikator 

1. Visi 

2. Misi 

3. Tujuan

4. Indikator 

BAB II RENCANA PROGRAM PENGAWASAN 


A. Aspek- Aspek dalam Program Pengawasan 

1. Pembinaan Guru dalamMelaksanakan Tugas- Tugasnya 

2. Pemantauan Standar Nasional Pendidikan (SNP) terkait dengan Pemecahan


Masalah Pembelajaran

3. Penilaian Kinerja Guru 

4. Bimbingan Latihan (Bimlat) Profesional Guru 

B. Strategi dan Langkah- Langkah Pencapaian 

1. Strategi 

2. Langkah- Langkah 
o Perencanaan 
o Pelaksanaan 
o Monitoring dan Evaluasi 
o Refleksi 

C. Rencana Pelaporan 

BAB III PENUTUP


DAFTAR PUSTAKA 

Proposal Pengawasan untuk calon pengawas sekolah ini sengaja dibagikan untuk membantu
bapak ibu yang sedang mencari referensi dalam pembuatan proposal calon pengawas.  Proposal
ini disusun oleh salah satu calon pengawas sekolah di wilayah Koorwil Kecamatan Cikelet,
Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat atas Nama Marsodin, S.Pd.MM dengan
Judul Proposal  Peningkatan Kemampuan  Kepala Sekolah dalam MelaksanakanSupervisi
Kelas Melalui Kegiatan Workshop  di Wilayah Sekolah Bina Kecamatan Cikelet Kabupaten
Garut  Tahun  2020.

Kelengkapan Proposal Pengawasan Calon Pengawas Sekolah

1. Cover

2. Surat Pernyataan 

3. Kata Pengantar

4. Daftar Isi 

5. Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lampiran

6. PPT_ Pengawasan Calon Pengawas Sekolah

File tersebut dibuat dan diperiksa sebaik mungkin untuk dapat di gunakan oleh bapak ibu.

Dibawah ini adalah lampiran file dari Contoh Proposal Untuk Calon Pengawas Sekolah Doc
yang bisa bapak ibu download secara gratis:

Doc. Cover Proposal Pengawasan

Doc. Surat Pernyataan, Kata Pengantar, Daftar Isi dan Daftar Tabel

Doc. Isi Proposal Pengawasan Calon Pengawas Sekolah

PPT Proposal Pengawasan Calon Pengawas Sekolah


Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas Sekolah Sesuai Permendikbud No. 143 Tahun 2014

Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah

Kelengkapan Dan Tata Cara Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas
Sekolah

Selain dari pada itu, saya rekomendasikan pilihan judul untuk Proposal Pengawasan Calon
Pengawas Sekolah sebagai berikut:
Contoh Judul Proposal 

1. MeningkatkanKemampuan Guru Kelas RendahDalamPembuatan Media


Pembelajaran di SekolahBinaanPada Tahun Pelajaran 2020/2021

2. MeningkatkanPenggunaan Media Pembelajaran dan SumberLingkunganSekolah


oleh Guru-Guru Kelas Rendah di SekolahBinaan

3. PemeriksaanMingguanRencanaPembelajaran Guru untukMeningkatkanKualitas


RPP Buatan Guru Di SekolahBinaanTahun Pelajaran 2020/2021

4. SupervisiKlinisIntensifSebagaiTrikMeningkatkanKemampuan Guru-Guru Kelas


Tinggi di SekolahBinaandalamUpayaMenghidupkanSuasanaBelajar di Kelas

5. In House Training BerkaladalamRangkaMeningkatkanKemampuan Guru


MengaplikasikanTeknologiInformasi dan Komunikasidalam Proses
BelajarMengajar di SDN …….

6. KerjaKelompok Guru Mata Pelajaran Kelas Tinggi


SekolahBinaanuntukMeningkatkanKualitasPerencanaanPembelajaranTahun
Pelajaran 2020/2021

7. Program Coaching Guru Senior di SDN….untukMeningkatkanKeterampilan


Dasar Mengajar Guru-Guru Muda Tahun Pelajaran 2020/2021

8. Pemanfaatan Lesson Study


SebagaiKomunitasBelajaruntukMeningkatkanKualitasPembelajaran Guru Di
SDN… Tahun Pelajaran 2020/2021
9. In House TraningBerbasis TIK yang
DipadudenganTagihanMingguanuntukMeningkatanKualitasAdministrasiMengaja
r Guru-Guru SDN …..Tahun Pelajaran 2020/2021

10. PendampinganImplementasi SPMI di SDN… tahunelajaran  2020/2021

11. PendampinganPemetaanMutuBerdasarkanRapotMutu di SekolahBinaan Pada


Tahun Pelajaran 2020/2021

12. PendampinganPenyusunan RKS Berbasis EDS di SekolahBinaan Pada Tahun


Pelajaran 2020/2021

13. PeningkatanKemampuanKepalaSekolahdalamMelaksanakanSupervisi Kelas di


SekolahBinaan Pada Tahun Pelajaran 2020/2021

14. PeningkatanKemampuanKepalaSekolahDalamMelaksanakanPenilaian Kinerja


Guru di SekolahBinaan Pada Tahun Pelajaran 2020/2021

15. PeningkatanKemampuanKepalaSekolahDalamMelaksanakanPenelitian Tindakan


Sekolah di SekolahBinaan Pada tahun Pelajaran 2020/2021

16. MeningkatkanKemampuanKepalaSekolahDalam Menyusun dan


MelaksanakanProgram TindakLanjut Hasil Supervisi Kelas di SekolahBinaan
Pada Tahun Pelajaran 2020/2021

17. PemantauanKeterlaksanaan 8 SNP di SekolahBinaan

18. Workshop PenyusunanRencanaKerjaJangkaMenengah (RKJM) di 


SekolahBinaan Pada Tahun Pelajaran 2020/2021

19. Program RefleksiMingguan Guru untukMeningkatkan Hasil BelajarPesertaDidik


di SDN……..Tahun Pelajaran 2020/2021

20. Pendampingan Menganalisis Hasil Penilaian di SDN… Tahun Pelajaran


2020/2021

Tugas Pokok Pengawas Sekolah Berdasarkan


Permendikbud No. 143 Tahun 2014
Add Comment
 

Selamat datang dan sampai berjumpa kembali di Blog Teacher Education. Pada kesempatan ini
admin akan membahas mengenai Tugas, Pokok dan Fungsi Pengawas Sekolah berdasarkan
Permendikbud No. 43 Tahun 2014.

Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas
pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi:

Artikel Terkait

 Kelengkapan Dan Tata Cara Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas
Sekolah
 Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143
Tahun 2014

1. Menyusun program pengawasan, 

2. Melaksanakan pembinaan, 

3. Melaksanakan pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan, 

4. Melaksanakan penilaian, 
5. Melaksanakan bimbingan dan pelatihan profesional Guru, 

6. Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan 

7. Melaksanakan tugas pengawasan didaerah khusus.

Menurut Permendikbud No. 43 Tahun 2014 mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI)
Pengawas Sekolah, di jelaskan bahwa jabatan dan pangkat Pengawas Sekolah di bagi menjadi 3
yaitu:

1. Pengawas Muda Golongan III/c dan III/d

2. Pengawas Madya Golongan IV/a, IV/b dan IV/c

3. Pengawas Utama Golongan IV/d dan IV/d

Setelah memahami Tugas Poko Pengawas Sekolah, adakalana bapak ibu mengetahui rincian
kegiatan wajib dan tidak wajib Pengawas Sekolah adalah sebagai berikut:

    Pengawas Pengawas Madya Pengawas


No. Rincian Kegiatan Muda Utama

III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e


1. Menyusun program pengawasan w w w w w w w

2. Melaksanakan pembinaan w w w w w w w
guru

3. Melaksanakan pembinaan kepala tw tw w w w w w

sekolah
4. Memantau pelaksanaan standar isi,              
standar proses, standar kompetensi              
lulusan, dan standar penilaian w w w w w w w

5. Memantau pelaksanaan standar              


pendidik dan tenaga kependidikan,              
standar pengelolaan, standar sarana
             
dan prasarana, dan tw tw w w w w w
standar pembiayaan

6. Melaksanakan penilaian kinerja guru w w w w w w w


7. Melaksanakan penilaian kinerja kepala tw tw w w w w w
sekolah

8. Melaksanakan evaluasi hasil              


pelaksanaan program pengawasan pada              
sekolah binaan w w w w w w w

9. Mengevaluasi hasil pelaksanaan              


program pengawasan              
tingkat provinsi/kabupaten/kota tw tw tw tw tw w w

10. Menyusun program pembimbingan              


dan pelatihan profesional guru di
KKG/MGMP/MGBK dan              
sejenisnya w w w w w w w

11. Menyusun program pembimbingan              


dan pelatihan profesional kepala              
sekolah di KKKS/MKKS tw tw w w w w w
dan sejenisnya

12. Melaksanakan pembimbingan dan


pelatihan profesional guru
             
w w w w w w w

13. Melaksanakan pembimbingan


             
dan pelatihan profesional kepala tw tw w w w w w
sekolah.
14. Melaksanakan pembimbingan dan              
pelatihan kepala sekolah dalam              
menyusun program sekolah, rencana
kerja, pengawasan dan evaluasi,
             
kepemimpinan sekolah, dan sistem              
informasi dan tw tw tw w w w w
manajemen

15. Mengevaluasi hasil


             
pembimbingan dan pelatihan w w w w w w w
profesional guru.
16. Mengevaluasi hasil pembimbingan
dan pelatihan
             
tw tw w w w w w
professional kepala sekolah

17. Membimbing Pengawas Sekolah


Muda dalam melaksanakan tugas
             
tw tw w w w w w
pokok

18. Membimbing Pengawas


             
Sekolah Madya dalam melaksanakan tw tw tw tw tw w w
tugas pokok
19. Melaksanakan pembimbingan dan              
pelatihan profesional Guru dan kepala              
sekolah dalam pelaksanaan penelitian
tindakan kelas (PTK) dan atau              
penelitian tindakan  sekolah tw tw tw tw tw w w
(PTS)

20. Melaksanakan tugas pengawasan di w w w w w w w

daerah khusus
21. Pengembangan Profesi (menyusun              
karya tulis ilmiah dan/atau   w  w  w  w  w  w  w
Penerjemahan/ penyaduran buku
dan/atau karya ilmiah di bidang
 
pendidikan formal/ pengawasan
dan/atau
membuat karya inovatif)

Itulalah penjelasan mengenai Tugas Pokok Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No.
143 Tahun 2014 semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Pembahasan Selanjutnya:
Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah
SHARE THIS POST

RELATED POSTS

Kelengkapan Dan Tata Cara Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas
Sekolah


Tugas Pokok Pengawas Sekolah Berdasarkan Permendikbud No. 143 Tahun 2014


Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143
Tahun 2014
0 Response to "Tugas Pokok Pengawas Sekolah Berdasarkan Permendikbud No. 143 Tahun
2014"

Silahkan bapak ibu berikan komentar yang positif pada kolom di bawah ini sesuai dengan isi
artikel.
Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas
Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143
Tahun 2014
Add Comment

Selamat datang dan sampai berjumpa kembali di Blog Teacher Education. Pada kesempatan ini,
admin Blog Teacher Education akn membahas mengenai Beban kerja dan pengaturan tugas
Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143 Tahun 2014. Selengkapnya simak
penjelasan beban kerja dan pengaturan tugas kepala sekolah dibawah ini:

Beban kerja Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan adalah 37,50 jam
perminggu di dalamnya termasuk penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program
pengawasan, melaksanakan evaluasi program pengawasan, dan melaksanakan pembimbingan
dan pelatihan profesional Guru dan/atau Kepala Sekolah/Madrasah di Sekolah/Madrasah binaan
dengan sasaran diatur sebagai berikut:

Artikel Terkait

 Kelengkapan Dan Tata Cara Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas
Sekolah
 Tugas Pokok Pengawas Sekolah Berdasarkan Permendikbud No. 143 Tahun 2014

 Untuk TK/RA paling sedikit 10 satuan  pendidikan;


 Untuk SD/MI paling sedikit 10 satuan  pendidikan;
 Untuk SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK paling sedikit 7 (tujuh) satuan
pendidikan dan/atau paling sedikit 40 (empat puluh) guru;
 Untuk Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan dan/atau 40
(empat puluh) guru;
 Pengawas Bimbingan dan Konseling paling sedikit 40 (empat puluh) guru
Bimbingan dan Konseling;
 Pengawas Rumpun Mata Pelajaran/mata pelajaran Agama dan Pengawas Sekolah
Muda untuk TK dan SD paling sedikit  60  (enam puluh) guru, untuk SMP/MTs,
SMA/MA, SMK/MAK paling sedikit 40 (empat puluh) guru;
 Pengawas Sekolah yang bertugas di daerah khusus paling sedikit 5 (lima) satuan
pendidikan lintas jenis dan jenjang satuan pendidikan.

Untuk Pengaturan Beban Kerja Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143 Tahun
2014 yaitu sebanyak 37,50 jam perminggu dapat dipenuhi melalui kegiatan tatap muka dan non-
tatap muka. Contoh pengaturan distribusi beban kerja sebagaimana tabel berikut:

Beban Kerja Pengawas SMP Jenjang Madya Dalam 1 Minggu


No. Tugas Pokok Tatap Non-Tatap Distribusi
Muka Muka jam/minggu

  1)Melaksanakan pembinaan guru v   24


1 2) Menyusun program dan   v 13,50
laporan hasil pembinaan guru
Jumlah Jam 24 13,50 37,50

Catatan: 
1. 1 jam = 60 menit
2. Tugas pokok yang lain direncanakan pada minggu berikutnya. Sehingga pengaturan distribusi
beban kerja per minggu dapat berbeda.

Kegiatan tatap muka dan Non-Tatap Muka untuk mencapai beban kerja 37,50 jam per minggu.
Pengawas Sekolah yang belum memenuhi ketentuan beban kerja karena kondisi tertentu
(misalnya jumlah pengawas yang ada belum memenuhi seluruh mata pelajaran) dapat memenuhi
kekurangannya dengan:
 melaksanakan tugas pengawasan pada mata pelajaran/rumpun, jenis dan jenjang
pendidikan yang berbeda;
 mutasi ke daerah lain yang masih kekurangan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

Dalam hal jumlah Pengawas Sekolah tidak  mencukupi  sedangkan jumlah sekolah yang diawasi
cukup banyak, maka Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Wilayah Kementerian Agama atau
kementerian lain/lembaga pemerintah non kementerian sesuai kewenangannya, Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota/ Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota atau kementerian
lain/lembaga pemerintah non kementerian dapat memberikan tugas melebihi dari jumlah
sekolah/Madrasah yang seharusnya diawasi. Bagi Pengawas yang berkedudukan di provinsi
dapat melaksanakan kewajiban beban kerja pada sasaran sekolah binaan yang ditetapkan oleh
Dinas Pendidikan Provinsi untuk satu kabupaten/kota atau lebih. Pemenuhan jumlah jam beban
kerja Pengawas Sekolah dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota.

Demikian pembahasan mengenai Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah


berdasarkan Permendikbud No 143 Tahun 2014 semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan
silahkan cantumkan di kolom komentar yang telah admin sediakan di bawah. Terima kasih.
SHARE THIS POST

RELATED POSTS


Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143
Tahun 2014

Tugas Pokok Pengawas Sekolah Berdasarkan Permendikbud No. 143 Tahun 2014


Kelengkapan Dan Tata Cara Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas
Sekolah
0 Response to "Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah berdasarkan
Permendikbud No 143 Tahun 2014"

Silahkan bapak ibu berikan komentar yang positif pada kolom di bawah ini sesuai dengan isi
artikel.

Kelengkapan Dan Tata Cara Pengajuan Usul


Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas
Sekolah
Add Comment

 Selamat Datang di Blog Teacher Education. Pada Kesempatan ini admin masih membahas
seputaran Pengawas Sekolah lebih khususnya yaitu tentang Kelengkapan Dan Tata Cara
Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas Sekolah. Informasi selengkapnya
simak baik- baik di bawah ini?
Setiap Pengawas Sekolah diwajibkan untuk mengusulkan hasil  prestasi  kerja untuk dinilai
setiap tahun berdasarkan bukti atau kelengkapan data sebagai berikut:

1. Salinan/fotokopi sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau hasil


penilaian prestasi kerja1 (satu) tahun terakhir.

2. Salinan/fotokopi sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat


terakhir/kenaikan pangkat.

3. Salinan/fotokopi sah surat keputusan terakhir tentang pengangkatan dalam jabatan


Pengawas Sekolah.

4. Salinan/fotokopi sah surat keputusan pengangkatan sebagai koordinator Pengawas


Sekolah apabila diangkat sebagai korwas/Pokjawas.

5. Bukti fisik pelaksanaan tugas unsur utama dan penunjang.

6. Salinan/fotokopi sah penetapan angka kredit terakhir.

7. Lampiran surat keputusan pengangkatan dalam  jabatan fungsional Pengawas


Sekolah (khusus bagi Pengawas Sekolah  yang naik pangkat pertama kali dalam
jabatan  Pengawas  Sekolah).

Prestasi kerja dengan angka kredit  yang  diusulkan,  dituangkan dalam unsur, sub unsur, butir
dan kolom dalam lajur yang sesuai dengan menggunakan formulir Daftar Usul Penetapan Angka
Kredit (DUPAK).

Artikel Terkait

 Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah berdasarkan Permendikbud No 143
Tahun 2014
 Tugas Pokok Pengawas Sekolah Berdasarkan Permendikbud No. 143 Tahun 2014

Untuk tata cara pengajuan usulan penetapan angka kredit bagi pengawas sekolah muda, madya
dan utama adalah sebagai berikut:
 Prosedur pengusulan penilaian angka kredit bagi Pengawas Sekolah Muda
golongan III/c s.d IV/a
Keterangan:

1. Pengawas menyiapkan bahan/berkas usulan penilaian dituangkan dalam DUPAK


(contoh formulir sebagaimana tersebut pada Format II) dilengkapi dengan bukti-
bukti fisik berikut surat pernyataan (contoh formulir sebagaimana tersebut pada
Format III sampai dengan Format VI). DUPAK tersebut disampaikan kepada
pimpinan unit kerja/kepala dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di
provinsi/kabupaten/ kota;

2. Kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota menyampaikan DUPAK


kepada Sekretariat TPAK provinsi/ kabupaten/kota;

3. Sekretariat TPAK provinsi/kabupaten/kota melakukan verifikasi terhadap


DUPAK Pengawas, dan menyerahkan DUPAK  Pengawas yang telah memenuhi
syarat kelengkapan kepada  TPAK provinsi/kabupaten/kota untuk dinilai;

4. Apabila DUPAK tidak lengkap, maka Sekretariat TPAK provinsi/kabupaten/kota


akan memberitahukan ketidaklengkapan DUPAK kepada kepala dinas
pendidikan provinsi/kabupaten/kota dengan tembusan kepada Pengawas yang
bersangkutan untuk dilengkapi, dan DUPAK yang sudah dilengkapi dikirim
kembali oleh kepala dinas provinsi/ kabupaten/kota ke Sekretariat TPAK
provinsi/kabupaten/kota;
5. TPAK provinsi/kabupaten/kota menyerahkan kembali hasil penilaian DUPAK
kepada Sekretariat TPAK kabupaten/kota untuk dituangkan ke dalam format
PAK;

6. Sekretariat TPAK provinsi/kabupaten/kota menyerahkan hasil penilaian angka


kredit yang telah dituangkan dalam format PAK kepada kepala  dinas 
pendidikan  provinsi/kabupaten/kota untuk ditetapkan;

7. Kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota mengirimkan asli PAK yang


telah ditetapkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau Kantor Regional
(KANREG) BKN;

8. Kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota mengirimkan tembusan PAK


kepada Pengawas  yang  bersangkutan,  Sekretariat TPAK, Kepala Biro
Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Karopeg Kemdikbud),
BKD provinsi/kabupaten/kota, Kepala Bagian Kepegawaian (Kabagpeg) instansi
yang bersangkutan.

 Prosedur pengusulan penilaian angka kredit Pengawas Sekolah Madya dan


Utama golongan IV/b s.d IV/e

Keterangan:

1. Pengawas menyiapkan bahan/berkas  usulan  penilaian dituangkan dalam


DUPAK (contoh formulir sebagaimana tersebut pada Format II) dilengkapi
dengan bukti-bukti fisik berikut surat pernyataan (contoh formulir sebagaimana
tersebut pada  Format  III sampai dengan Format VI). DUPAK tersebut
disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau
Kepala Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota atau Pimpinan Instansi Pusat;

2. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Wilayah


Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan
Instansi Pusat menyampaikan DUPAK Pengawas Sekolah kepada Sekretariat
TPAK Pusat;

3. Sekretariat TPAK Pusat melakukan verifikasi terhadap DUPAK Pengawas


Sekolah, dan menyerahkan DUPAK Pengawas yang  telah memenuhi syarat
kelengkapan kepada TPAK Pusat untuk dinilai;

4. Apabila DUPAK tidak lengkap, maka Sekretariat TPAK Pusat akan


memberitahukan ketidaklengkapan DUPAK kepada Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan Instansi Pusat dengan
tembusan kepada Pengawas Sekolah yang bersangkutan untuk dilengkapi, dan
DUPAK yang sudah dilengkapi dikirim kembali oleh Kepala Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Wilayah
Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan
Instansi Pusat ke Sekretariat TPAK Pusat;

5. TPAK Pusat menyerahkan kembali hasil penilaian DUPAK kepada Sekretariat


TPAK Pusat untuk dituangkan ke dalam format PAK;

6. Sekretariat TPAK Pusat menuangkan hasil penilaian angka  kredit  yang


memenuhi syarat ke dalam format PAK untuk disampaikan kepada Direktur
Jenderal PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN melalui Direktur PPTK
PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN;

7. Sekretariat TPAK Pusat menyampaikan surat pemberitahuan hasil penilaian


angka kredit yang belum memenuhi syarat kepada Pengawas yang bersangkutan
melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor
Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau
Pimpinan Instansi Pusat;

8. Direktur PPTK PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN menyampaikan hasil penilaian


angka kredit yang telah dituangkan dalam format PAK kepada Direktur Jenderal
PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN untuk ditetapkan sesuai dengan kewenangannya;

9. Sekretariat Tim Penilai Pusat mengirimkan asli PAK yang telah ditetapkan
kepada Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama/Kementerian Lain,
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

10. Pengajuan usul penetapan angka kredit kepada pejabat yang berwenang
menetapkan angka kredit selambat-lambatnya pada:
o 15 Desember untuk Pengawas Sekolah yang
akan naik pangkat pada periode April tahun berikutnya;
o 15 Juni untuk Pengawas Sekolah yang akan  naik  pangkat  pada
periode Oktober tahun yang sama;

11. Penyampaian usul penetapan angka kredit diajukan  secara  kolektif atau
perseorangan dengan mekanisme sebagai berikut:
o Bagi Pengawas TK/RA usul disampaikan kepada Direktur  PPTK
PAUDNI Direktorat Jenderal PAUDNI Kemdikbud melalui PO
Box 4644 JKP.10046;
o Bagi Pengawas SD/MI dan SMP/MTs disampaikan kepada
Direktur PPTK Dikdas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Kemdikbud melalui PO Box 1316 JKS.12013;
o Bagi Pengawas SMA/MA dan SMK/MAK disampaikan kepada
Direktur PPTK Dikmen Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
Kemdikbud melalui PO Box 1050 JKS.12010;
o Bagi Pengawas Sekolah yang belum ditetapkan sebagai pengawas
satuan pendidikan sesuai  jenjang  pendidikan (masih sebagai
pengawas sekolah lintas jenjang satuan pendidikan), usul penilaian
disampaikan kepada Kepala Biro Kepegawaian Kemdikbud,
Gedung C Lantai 5,  Senayan  Jakarta Pusat.
Demikian informasi yang admin bisa sampaikan mengenai Kelengkapan Dan Tata Cara
Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit untuk Pengawas Sekolah semoga bermanfaat. Terima
kasih
SHARE THIS POST

RELATED POSTS

Presentasi berjudul: "PROPOSAL CALON PENGAWAS SEKOLAH


Oleh : KASTARI, S.Pd NIP DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN
NGANJUK."— Transcript presentasi:

1  PROPOSAL CALON PENGAWAS SEKOLAH Oleh : KASTARI, S.Pd NIP. 19710210 199304 1 001
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN NGANJUK

2  A. LATAR BELAKANG Pengawas sekolah sebagai salah satu pengembang pendidikan
bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Pengawas sekolah perlu memiliki sifat kepemimpinan atau kecakapan memandu agar sekolah
binaan yang dipandu dapat berjalan baik dan lancar. Sebagai pengembang pendidikan
pengawas sekolah mempunyai peranan yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan
sekolah. Diharapkan dengan bantuan supervisi pengawas, hasil dari pelaksanaan proses
pembelajaran akan lebih baik dan bermutu. Sebagai pengembang pendidikan pengawas
sekolah mempunyai peranan yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah.
Diharapkan dengan bantuan supervisi pengawas, hasil dari pelaksanaan proses pembelajaran
akan lebih baik dan bermutu. Tentang hubungan antara supervisi pengawas dengan guru.
Pengawas sekolah sebagai salah satu pengembang pendidikan bertanggung jawab terhadap
kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pengawas sekolah perlu
memiliki sifat kepemimpinan atau kecakapan memandu agar sekolah binaan yang dipandu
dapat berjalan baik dan lancar. Sebagai pengembang pendidikan pengawas sekolah
mempunyai peranan yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Diharapkan
dengan bantuan supervisi pengawas, hasil dari pelaksanaan proses pembelajaran akan lebih
baik dan bermutu. Sebagai pengembang pendidikan pengawas sekolah mempunyai peranan
yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Diharapkan dengan bantuan
supervisi pengawas, hasil dari pelaksanaan proses pembelajaran akan lebih baik dan bermutu.
Tentang hubungan antara supervisi pengawas dengan guru.

3  Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut secara baik, pengawas harus memiliki kecermatan
melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan memberikan treatment
yang diperlukan serta komunikasi yang baik antara pengawas sekolah dengan setiap individu di
sekolah. Oleh karena itu untuk dapat melaksanakan tugas secara baik dan efektif, pada
pengawas sekolah memerlukan bekal kompetensi yang memadai. 6 kompetensi pokok yang
meliputi: (1) kompetensi kepribadian, (2) kompetensi supervisi manajerial, (3) kompetensi
supervisi akademik, (4) kompetensi evaluasi pendidikan, (5) kompetensi penelitian dan
pengembangan, dan (6) kompetensi sosial.

4  Masalah Pembelajaran dan gagasan ide Pengawasan Hasil observasi yang dilakukan
menunjukkan bahwa (1) belum semua guru mendapatkan bimbingan dari kepala sekolah untuk
peningkatan kemampuannya 2 dalam mengelola kegiatan pembelajaran; (2) kepala sekolah
belum melaksanakan kegiatan supervisi akademik sesuai kebutuhan guru untuk meningkatkan
kompetensinya; (3) belum semua guru memahami tujuan supervisi akademik; (4) kegiatan
supervisi akademik oleh kepala sekolah dirasakan sebagai beban bagi sebagian guru; (5) kepala
sekolah melaksanakan supervisi akademik dengan berorientasi pada peningkatan mutu
pembelajaran; (6) kegiatan supervisi akademik belum dikelola secara sistematis; (7)
perencanaan supervisi akademik belum melalui tahap-tahap perencanaan secara optimal; (8)
belum semua program supervisi akademik dapat terlaksana; dan (9) belum semua guru
memperoleh balikan dari hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah.

5  Berdasarkan latar belakang di atas perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk (1)
mendiskripsikan pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sekolah dasar terhadap
kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Sumberurip Kecamatan berbek Kabupaten Nganjuk;
dan (2) mendiskripsikan implikasi pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas sekolah
dasar terhadap kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Sumberurip Kecamatan Berbek
Kabupaten Nganjuk. lANJUTAN

6  Kinerja Kep.Sek Dalam Mengelola Pendidikan (MANAJERIAL) Kinerja Kep.Sek Dalam


Mengelola Pendidikan (MANAJERIAL) Kinerja guru Dalam Pembelajaran (AKADEMIK) Kinerja
guru Dalam Pembelajaran (AKADEMIK) KEGIATAN PENGAWASAN (Permenegpan & RB No. 21
Tahun 2010) KEGIATAN PENGAWASAN (Permenegpan & RB No. 21 Tahun 2010) Menyusunan
Program Pengawasan Melaksanakan Program Pengawasan Mengevaluasi Pelaksanaan
Program Pengawasan Membimbing dan Melatih Professional isasi Guru Melaporkan Hasil
Pengawasan Pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus Pengawas Sekolah
bertanggungjawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang dibebankan
kepadanya

7  3. Kompetensi Supervisi Akademik  Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik,
dan kecenderungan perkembangan bidang ilmu yang menjadi isi tiap bidang
pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam
rumpunnya.  Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan
perkembangan proses pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata
pelajaran sekolah menengah yang termasuk dalam rumpunnya.  Membimbing guru dalam
menentukan tujuan pendidikan yang sesuai, berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi
dasar tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang
termasuk dalam rumpunnya.  Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang
pengembangan/ mata pelajaran SD/mata pelajaran sekolah menengah yang termasuk
rumpunnya berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-
prinsip pengembangan kurikulum..

8  8 Lanjutan

9  Visi – misi : 1. Visi Terwujudnya pelayanan supervisi akademik dan menejerial yang
berkualitas, berbudaya, profesional dan berkarakter 2. Misi 1)Mengembangkan kegiatan
supervisi akademik dan supervisi manajerial di sekolah binaan yang efektif 2)Mengembangkan
kebiasaan / memdisiplinkan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah binaan
3)Meningkatkan mutu pendidikan dengan tidak meninggalkan adat istiadat dan budaya yang
berlaku 4)Mewujudkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan melalui
poendidikan, workshop, diklat/ pelatihan serta kegiatan pengembangan keprofesionalisme
yang terus menerus. 5)Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki nilai nilai
karakter yang harus dimiliki sebagai insan pendidik.

10  3. Tujuan 1) Agar diperoleh suatu penilaian kinerja awal terhadap kepala sekolah, guru, dan
tenaga kependidikan lainnya yang akan dipergunakan sebagai titik tolak pembinaan
selanjutnya. 2) Sekolah dapat mempersiapkan diri menghadapi akreditasi sekolah 3) Kepala
sekolah dapat melaksanakan pengelolaan terhadap delapan standar nasional pendidikan 4)
Guru dapat melaksanakan proses pembelajaran sesuai standar isi, standar kompetensi lulusan,
standar proses, dan standar penilaian. 5) Guru dapat mengembangkan berbagai inovasi dalam
pembelajaran 6) Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya dapat memanfaatkan
Teknologi Informasi dengan efektif dan efisien. 7) Pengawas pada jenjang di bawahnya dapat
melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

11  11 Lampiran-lampiran a ) Instrumen Instrumen pembinaan guru dan atau kepala sekolah,
memuat Instrumen supervisi akademik/manajerial instrumen supervisi perencanaan
pembelajaran, instrumen supervisi pelaksanaan kegiatan pembelajaran, instrumen supervis I
pelaksanaan penilaian hasil belajar Instrumen supervisi Bimbingan dan Konseling.(khusus guru
Pembimbing/konselor ) Instrumen pemantauan delapan SNP. Instrumenpenilaian kinerja guru
dan/atau kepala sekolah. Jadwal Pelaksanaan yang disusun secara runtut dan dapat
dilaksanakan SK tugas pengawasan yang memuat jumlah sekolah atau guru binaan tiap tahun
atau semester RPA/RPM/RPBK

12  Ruagng lingkup Kegiatan Pengawasan 12 NoNo Supervisi sasaranMateri Pembinaan


1Akademik1. Pembinaan Guru1.Perencanaan Pembelajaran 2.Pelaksanaan Pembelajaran
3.Penilaian hasil pembelajaran 4.Induksi guru pemula 5.Komptensi Pedagogik 6.Komptensi
Profesional 2. Pemantauan SNP1.Pemantauan Standar Isi 2.Pemantauan Standar Proses
3.Pemantauan SKL 4.Pemantauan Standar Penilaian 3. Penilaian Kinerja Guru. Mengunakan
Instrumen yang sudah baku dari Direktorat. Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil
belajar 4. Pembimbingan dan pelatihan profesional guru Pembimbingan guru dalam
melaksnakan tugas pokok 5. Pembimbingan guru dalam Penelitian Tindakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK)
13  Ruagng lingkup Kegiatan Pengawasan 13 NoSupervisi sasaranMateri Pembinaan
2Manajerial1. Pembinaan Kepala Sekolah Kompetensi manajerial dan supervisi 2. Pemantauan
SNP1.Pemantauan Standar Isi 2.Pemantauan Standar PTK 3.Pemantauan Pengelolaan
4.Pemantauan Standar Sarana 5.Pemantauan Standar Pembiayaan 3. Penilaian Kinerja Kepala
Sekolah Mengunakan Instrumen yang sudah baku dari Direktorat. Manajerial dan Superviisi 4.
Pembimbingan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan sekolah Perencanaann Kerja Melaksanakan
Rencana Kerja Pengawasan dan Evaluasi Kepemimpinan SIM 5. Pembimbingan Kepala Skolah
dalam Penelitian Tindakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)
PROPOSAL KONSEP RENCANA KEPENGAWASAN

       A.  Latar Belakang
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan
nasional dapat diwujudkan sekolah, maka dalam
penyelenggaraan sistem pendidikan diperlukan pengawasan.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 pasal 5 menyatakan
bahwa Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan
fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab
dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan
akademik dan manajerial pada satuan pendidikan dalam rangka
meningkatkan kepastian bahwa tiap satuan pendidikan dapat
mewujudkan tujuan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Rincian tugas pokok pengawas sekolah adalah
melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada
satuan pendidikan yang meliputi :  penyusunan program
pengawasan, pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah,
pemantauan 8 (delapan) standar nasional pendidikan,
penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, pembimbingan
dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah, evaluasi hasil
pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan program
pengawasan didaerah khusus.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 pasal 7 huruf a)
menyatakan bahwa Kewajiban pengawas sekolah dalam
menjalankan tugasnya adalah Menyusun program pengawasan,
Melaksanakan program pengawasan, melaksanakan evaluasi
hasil pelaksanaan program pengawasan,sehingga kegiatan
pengawasan sekolah akan dapat memiliki arah dan tujuan serta
target apabila diawali dengan penyusunan program,
semua aktivitas pengawasan termasuk ruang lingkup, hasil yang
diharapkan, serta jadwal pengawasan, perlu dituangkan
dalam penyusunan program pengawasan. Hal ini sekaligus
menjadi dasar acuan dan pertanggung jawaban pengawas dalam
bekerja.
Dari identifikasi masalah, dan evaluasi pelaksanaan program
kerja pengawasan tahun 2016 yang belum optimal
pelaksanaannya dan masih terdapat hambatan yang belum dapat
diatasi, diperlukan suatu tindak lanjut dengan menyusun program
kerja pengawasan tahun 2017, sehingga diharapkan dapat
memaksimalkan kinerja sekolah dan kinerja pengawas sekolah
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Renstra, RKJM dan
RKT Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah.

B.  Landasan Hukum
Penyusunan Program Tahunan Pengawasan Sekolah
berpijak pada dasar hukum atau ketentuan yang berlaku, yaitu:
1.  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 20 Tahun 2003,
tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.  Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen;
3.  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008
tentang Guru;
4.  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan sebagimana telah beberapa
kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
5.  Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
6.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah;
7.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007
Tentang Standar Pengawas Sekolah /Madrasah;
8.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
Tentang Standar Kepala Sekolah /Madrasah;
9.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007
Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
10.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007
Tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan;
11.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007
Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
12.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan;
13.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana
Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA);
14.  Surat Keputusan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor
01/III/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah;
15.  Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan
Dasar dan Menengah;
16.  Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
17.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143
Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah; dan

C. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan


1.  Visi Pengawas Sekolah Dasar  Pemerintahan Kabupaten Lombok
Tengah:
“Menjadi Pengawas Sekolah yang berkualitas dan profesional“
2.  Misi Pengawas Sekolah Dasar Pemerintahan Kabupaten Lombok
Tengah:
a.  Meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan
profesi.
b.  Melakukan koordinasi fungsi pengawasan yang dilakukan lintas
sektoral.
c.   Melaksanakan penilaian, pembinaan, dan pemantauan terhadap
sekolah, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya
dalam penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan.
d.  Meningkatkan mutu pendidikan melalui efektivitas pelaksanaan
pengawasan yang berorientasi akuntabilitas, objektivitas, dan
mandiri.
e.  Mendorong terwujudnya akuntabilitas di sekolah yang efektif dan
efisien.
f.    Meningkatkan profesional kerja praktisi pendidikan di sekolah
melalui pembinaan dan pelatihan sehingga dapat menciptakan
peserta didik yang cerdas dan kompetitif.
3.  Tujuan Pengawasan
a.  Tujuan Umum
Pengawasan sekolah bertujuan untuk memfasilitasi sekolah
meningkatkan dan  mengembangkan sistem penjaminan mutu
dalam memenuhi standar nasional pendidikan sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional.
b.  Tujuan Khusus
Tujuan khusus pengawasan sebagai berikut:
1)  Terhimpun data kinerja sekolah dalam memenuhi SNP.
2)  Terlaksana pembinaan kepala sekolah dan guru dalam
memecahkan permasalahan nyata dalam pekerjaan dengan
menggunakan hasil analisis kebutuhan nyata kepala sekolah dan
guru dalam meningkatkan efektivitas kinerja secara
berkelanjutan.
3)  Tersusun informasi tentang perkembangan sistem pengelolaan
sekolah sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja pengelolaan.
4)  Tersusun informasi tentang perkembangan sistem pembelajaran
sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja serta perbaikan mutu
lulusan.
4.  Strategi Pengawasan
Dalam usaha mencapai tujuan di atas pelaksanaan
pengawasan menggunakan lima strategi utama, yaitu:
a. Pengumpulan data monitoring dan evaluasi sitem perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi program
b. Pengumpulan data kuantitatif dan informasi mengenai kinerja
sekolah, guru dan kepala sekolah.
c. Pembinaan kepala sekolah, guru dalam pengembangan
perencanaan, pengelolaan pembelajaran, dan pelaksanaan tugas
sesuai dangan program.
d. Pelaksanaan evaluasi, reflekesi ketercapaian target yang
direncanakan dan perbaikan berkelanjutan.
5.  Teknik yang digunakan yaitu Teknik Individual dan Teknik
Kelompok .
a.    Teknik individual antara lain berupa:
1)      Kunjungan dan observasi kelas.
2)      Individual conference.
3)      Kunjungan antar guru-guru.
4)      Evaluasi diri
b.    Teknik kelompok antara lain :
1)      Rapat staf sekolah.
2)      Diskusi kelompok (FGD) metode Delphi.
3)      Panitia.
4)      Perpustakaan profesional.
5)      Demonstrasi mengajar.
6)      Lokakarya.
7)      In Servis Training dan
8)      Organisasi profesional

D. Alur Kegiatan Pengawasan


Dalam melaksanakan supervisi sekolah, pengawas
melakukannya sesuai dengan prosedur kerja, menggerakkan
sistem untuk pengembangan kapasitas sekolah dalam
mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien. Melalui
langkah-langkah :
1.  Orientasi
Pada awal tahun, pengawas bersama dengan kepala
sekolah melaksanakan orientasi dan pengarahan kepada kepala
sekolah, guru dan tenaga kependidikan. Pertemuan dapat
dilakukan dalam forum rapat, temu kelompok (FGD), atau
individu.
2.  Analisis Hasil Evaluasi Diri
Menggunakan rubrik/instrumen untuk mengevaluasi kinerja
sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, guru, dan tenaga
kependidikan yang disesuaikan dengan format evaluasi diri. Data
hasil pelaksanaan evaluasi diri ini berguna sebagai dasar untuk
melakukan pembinaan sekaligus sebagai rambu-rambu yang
mengarahkan pada tujuan pengembangan mutu.
3.   Pertemuan Pra Supervisi
Sebelum dilakukan observasi setiap tahun, pengawas
mengadakan komunikasi dengan pemangku kewenangan
sekolah untuk melaksanakan pertemuan pra pengamatan. Dalam
pertemuan ini, pengawas menentukan tujuan dan
mempersiapkan dan memilih fenomena penting yang perlu
diamati.
4.  Pelaksanaan Supervisi
Pelaksanaan kegiatan supervisi dapat dilaksanakan
menggunakan beberapa teknik berikut :
a.  Monitoring
Monitoring adalah serangkaian kegiatan pengecekan atau
perunutan jejak program atau kegiatan guna memastikan bahwa :
1)   input sesuai dengan perencanaan tepat waktu dan kuantitas yang
ada memadai serta sesuai dengan anggaran.
2)   proses diimplementasikan sesuai dengan rencana, dan
3)    output yang dicapai sesuai dengan target.
4)   Pelaksanaan layanan monitoring selaras dengan rencana
pengembangan sekolah. Pelaksanaan layanan diintegrasikan
dengan aktivitas kunjungan dalam kegiatan pengumpulan data
dan informasi untuk mengetahui ketercapaian tujuan
pengembangan.
b.  Wawancara
Wawancara merupakan kegiatan diskusi dan tanya jawab
dengan responden berkaitan dengan penghimpunan data
penyelenggaraan manajemen maupun pembelajaran. Substansi
wawancara mengacu pada tujuan penyelenggaraan supervisi.
c.  Studi dokumen
Studi dokumen merupakan pengecekan ketersediaan,
kualitas dan kebenaran dokumen, naskah yang terkait dengan
substansi yang disupervisi. 
d.  Angket
Angket dapat digunakan untuk menjaring informasi, contoh
sekolah menghimpun informasi tentang tingkat kepuasan siswa
atas pelayanan belajar yang siswa peroleh.
   e.  Penilaian
Pelaksanaan penilaian merupakan bagian dari sistem
evaluasi dengan mempergunakan instrumen penilaian. Penilaian
merupakan rangkaian proses dan evaluasi pengelolaan maupun
pembelajaran. Penilaian merupakan proses untuk menghimpun
informasi tentang penelusuran derajat ketercapaian kinerja yang
dapat dinyatakan dalam bentuk data kuatitatif serta kualitatif.
  f.    Evaluasi dan Refleksi
Dalam kurun waktu yang disepakati antara sekolah dan
pengawas untuk melakukan pengamatan dan pemantauan selalu
disertai dengan pertemuan pasca pengamatan atau kegiatan
refleksi. Kegiatan ini berguna untuk merumuskan perbaikan
kinerja berkelanjutan.
Pada akhir tahun, pengawas, kepala sekolah dan guru
bertemu pada rapat evaluasi. Pada
kegiatan ini, dilakukan kolaborasi untuk membahas informasi dari
evaluasi diri kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan
dalam satu tahun. Menyusun rekomendasi perbaikan,
mengembangkan rencana pembinaan pendidik dan tenaga
kependidikan, menata dokumen sehingga menjadi sistem
informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan berikutnya.
Kegiatan tindak lanjut yang strategis adalah setiap pendidik
dan tenaga kependidikan hendaknya didorong untuk
mengembangkan pencapaian tujuan dan menerapkan
strategi Rencana Pengembangan Individu (RPI) untuk
meningkatkan target kinerja berikutnya. Satuan pendidikan yang
efektif memerlukan individu yang memiliki kapasitas diri dan
penuh inisiatif.
Kegiatan tindak lanjut yang strategis adalah mengembangkan
kolaborasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar terutama
melalui pengembangan tim kerja (Team work). Pengembangan ini
dapat dimulai pada saat awal tahun seperti halnya melalui
pembinaan secara individual.
g.  Pelaporan
Langkah terakhir dari rangkaian tugas pengawasan adalah
penyusunan laporan pelaksanaan supervisi kepada kepala Dinas
Pendidikan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
h.  Ruang Lingkup Pengawasan
Kewajiban Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas
adalah:
1)  Menyusun program pengawasan,
2)  Melaksanakan program pengawasan,
3)  Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan program
4)  Pengawasan dengan membimbing dan melatih profesional Guru;
5)  Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni,
6)  Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai
agama dan etika, dan
7)  Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
Di samping ruang lingkup tugas secara umum pengawas
juga melaksanakan tugas pokok tugas pokok pengawasan
akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi
penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan,
pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional
Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional
Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan
pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.
Pengumpulan data kinerja sekolah dalam hal ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data
kuantitatif, dan data kualitatif. Penggalian bukti fisik menggunakan
lima pertanyaan dasar sebagai berikut:
a)   Apakah yang sekolah telah lakukan untuk mencapai target belajar
siswa?
b)   Apakah target kinerja belajar dapat atau belum dapat sekolah
capai?
c)    Mengapa sekolah mencapai/atau belum mencapai targetnya?
d)   Bagaimana pengelolaan sumber daya untuk menunjang kinerja
belajar siswa?
e)   Apa yang dapat sekolah lakukan selanjutnya?
i.     Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan
Program pengawasan sekolah secara umum berfungsi untuk
mengefektifkan pembinaan dan penilaian terhadap teknis dan
administrasi pendidikan di sejumlah sekolah binaan, juga
mencerminkan keaktifan pengawas sekolah dalam melaksanakan
tanggung jawabnya, dan sekaligus mempunyai beberapa tujuan
antara lain:
1.  Sebagai pedoman dalam mengembangkan sikap positif dalam
mencermati setiap keadaan (kondisi sekolah) binaannya.
2.  Sebagai acuan untuk menyamakan persepsi semua pihak yang
terkait dalam penyelenggaraan pendidikan agar dapat
menjalankan tugasnya melalui alur yang konstruktif.
3.  Untuk mendukung dan sekaligus penunjang dalam menjalankan
tugas, wewenang, dan tanggung jawab pengawas sekolah.
4.  Sebagai pedoman dalam membantu kepala sekolah, para guru,
staf tata usaha, komponen lainnya (stake holders) dalam
mengembang visi, misi, dan tujuan sekolah.
5.  Memberikan rambu-rambu (target) umum yang dapat mengarah
semua pihak yang terkait dalam pengelolaan pendidikan, agar
melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar.
6.  Sebagai acuan dalam pemantauan dan penilaian
penyelenggaraan pendidikan di sekolah, serta sebagai bahan
pertimbangan dalam pembinaan selanjutnya.
7.  Sebagai pedoman dalam mengumpulkan data, mengolah data,
melaksanakan analisis sederhana maupun analisis komprehensif,
untuk menentukan keputusan/kesimpulan sebgai bahan
menyusun laporan hasil pengawasan sekolah (eksistensial)
maupun seluruh sekolah binaan (universal).

Silahkan dilengkapi dan disempurnakan, terimaksih...


Posted by Mansur MPede at 11:42:00 PM   
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Share to Pinterest

No comments :
Post a Comment