Anda di halaman 1dari 69

am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
PUTUSAN

R
Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.BDG

si
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

ne
ng
Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas
I A Khusus yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perselisihan
hubungan Industrial pada tingkat pertama telah menjatuhkan Putusan sebagai

do
gu
berikut dalam perkara antara :
DIDI SETIADI, yang beralamat di Perum Mega Regency Block H-48 No.14, RT.

In
A
009, RW. 009 Sukasari, Kec. Serang Baru, Kab. Bekasi,
dalam hal ini memberikan Kuasa kepada Nurkholis Madjid,
ah

S.H., Danang Sukarmanto, S.H., dan Moh. Fadholi, S.H.,

lik
adalah Advokat pada Kantor Hukum Perkumpulan Kajian dan
Bantuan Hukum (KBH) Wibawa Mukti, yang beralamat di Jl.
am

ub
Dr. Ciptomangunkusumo, Ruko Cortes Blok B. 23 No.52,
Jababeka Simpangan, Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi,
ep
17530 Jawa Barat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal
k

25 Maret 2021, sebagai Penggugat.


ah

Lawan
R

si
PT. AMG PLASTIK INDUSTRY, yang beralamat di Jl. Kayu Manis 1 Block F10
No. 18, Kawasan Industri Delta Silicon 3, Lippo Cikarang,

ne
ng

Kab. Bekasi 17550, dalam hal ini memberikan Kuasa


kepada Nien Rafles Siregar, S.H., M.H., Rudi Setiawan,

do
gu

S.H., M.H., Boby R. Manalu, S.H., M.H., Debora K.


Doloksaribu, S.H., M.H., Yohanes, S.H., Melani Fitria, S.H.,
M.H., Sony El Mars, S.H., Andry Nugraha, S.H., Manuel
In
A

Simbolan, S.H., M.H., Evan Togar Siahaan, S.H., Rexy


Kilian Agrifa, S.H., Imanuel Carlos Yanrichy, S.H., dan Irvin
ah

lik

Saut Tua Sihombing, S.H., adalah Para Advokat dari Kantor


Hukum Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP), yang
m

ub

beralamat di Sahid Sudirman Centre Lt. 17, Suite C, Jl.


Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220, berdasarkan Surat
ka

Kuasa Khusus tanggal 27 April 2021, sebagai Tergugat;


ep

Pengadilan Hubungan Industrial tersebut;


ah

Membaca berkas perkara yang bersangkutan;


R

Mendengar kedua belah pihak yang berperkara;


es

Memperhatikan bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak;


M

ng

on
gu

Hal 1 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
TENTANG DUDUK PERKARA

R
Menimbang, bahwa Penggugat dengan Surat Gugatan tanggal 12 April

si
2021 yang dilampiri anjuran atau risalah penyelesaian, yang diterima dan

ne
ng
didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan
Negeri Bandung Kelas I A Khusus pada tanggal 14 April 2021 dalam Register
Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Bdg, telah mengajukan gugatan sebagai

do
gu
berikut:
1. Bahwa Penggugat ( sdr Didi Setiadi )adalah pekerja tetap PT. AMG

In
A
PLASTIK INDUSTRY yang beralamat pada Jl. Kayu Manis 1 Block F10 No.
18 Kawasan Industri Delta Silicon 3 Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi
ah

17550.

lik
2. Bahwa Penggugat mulai masuk kerja tanggal 05 September 2011
jabatan :Operator Blow film Departemen PRODUCTION dengan No. ID :
am

ub
00009 dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) pada
Perusahaan Tergugat PT. ARTHA MULTI GLOBAL yang beralamat Jl.
ep
Industri Selatan I Block OO No.4B Kawasan Industri Jababeka II. Cikarang
k

Selatan Bekasi.
ah

3. Bahwa Sekitar tahun 2016 Perusahaan Tergugat berpindah tempat dan


R

si
nama menjadi PT. AMG PLASTIK INDUSTRY yang beralamat pada Jl. Kayu
Manis 1 Block F10 No. 18 Kawasan Industri Delta Silicon 3 Lippo Cikarang

ne
ng

Kabupaten Bekasi 17550.dengan memberitahuakan kepada pekerja secara


lisan.

do
gu

4. Bahwa pada tanggal 20 Maret 2020 Penggugat masuk kerja seperti biasa
dan menjalankan MC Blow film percetakan plastik, saat pulang kerja pada
sekitar jam 17.00 wib pekerja di panggil oleh HR bahwa pekerja di SP-3
In
A

dengan Tuduhan alasan pekerja telah lalai dalam menjalankan produksi.dan


dinyatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh Tergugat karena di
ah

lik

anggap Melakukan kesalahan Berat sehingga diputus hubungan


kerjaTanpa Syarat.
m

ub

5. Bahwa pada tanggal 21 Maret 2020 Penggugat Masuk kerja seperti biasa
tetapi Penggugat sudah tidak lagi di ijinkan masuk oleh security Perusahaan
ka

Tergugat.
ep

6. Bahwa Pada tanggal 23 Maret 2020 Penggugat di berikan surat Keterangan


ah

Karyawan Keluar dengan Nomor surat : 103/HRGA-AMG/III/2020, yang di


R

tandatanggani oleh Bpk Alandi sebagai Head of HRGA.


es

7. Bahwa pada tanggal 14 Juni 2020 atas surat pemutusan hubungan kerja
M

ng

(PHK) tersebut Penggugat memberikan Kuasa khusus pada kantor Hukum


on
gu

Hal 2 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“DANANG SUKARMANTO,S.H. & REKAN “ dengan domisili hukum pada,

R
Perum Kota Serang Baru Blok D-59 No. 08 RT.008/RW.016 Sukaragam,

si
Serang Baru, Kabupaten. BEKASI. Kode Pos : 17330 Mobile/WhatsApp:

ne
ng
081280609899. Email:danang338@gmail.com
8. Bahwa Pada tanggal 12 Agustus 2020 Penggugat melalui kuasanya telah
memberikan teguran terhadap Tergugat dan Permohonan Bipartite tetapi

do
gu Perusahan Tergugat tidak memberikan jawaban.
9. Bahwa Pada tanggal 01 September 2020 Penggugat melalui Kuasanya

In
A
kembali memberikan Permohonan Bipartite tetapi Perusahaan Tergugat
kembali tidak menidahkan Surat tersebut.
ah

10. Bahwa berdasarkan Pasal 3 ayat (3) jo Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang

lik
No.2 Tahun 2004, Penggugat Melalui Kuasanya pada tanggal 7 September
2020 melalui surat nomor. 007/KHDSR/S-Pdt/IX/2020 memintakan Mediasi
am

ub
di Dinas Tenagakerja Kabupaten Bekasi atas perselisihan pemutusan
hubungan kerja (PHK) Penggugat.
ep
11. Bahwa pada tanggal 14 September 2020 dengan nomor surat : 303/HRGA-
k

AMG/IX/2020, Tergugat memberikan surat Tentang Jawaban Permohonan


ah

Bipartite, yang dilaksanakan pada Kamis tanggal 17 September 2020.


R

si
12. Bahwa pada tanggal 17 September 2020 terjadi Bipartite, antara Penggugat
yang di wakili Kuasanya dan Tergugat yang di wakili Bpk, Surjono Halim dan

ne
ng

Bpk Alandi dengan Kesimpulan tidak ada kesepakatan


13. Bahwa pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 dilakukan Mediasi yang

do
gu

Ke-1 (pertama) dengan Nomor Surat : 567/6025/Disnaker yang di fasilitasi


oleh mediator yaitu Ibu A Dewi Kora SE. (dengan hasil mediasi agar kedua
belah pihak untuk melakuakan Bipartite dan Mediasi dengan menunggu
In
A

panggilan berikutnya.)
14. Bahwa pada Hari Kamis tanggal 26 Nopember 2020 Kembali di lakukan
ah

lik

Bipartite di Perusahaan Tergugat, dengan Risalah kesepakatan Kedua


belah pihak belum adanya Kesepakatan.
m

ub

15. Bahwa pada hari Rabu Tanggal 2 Desember 2020 kembali dilakukan
Mediasi yang Ke-2 (kedua) dengan Nomor Surat : 567/7987/Disnaker yang
ka

di fasilitasi oleh mediator yaitu Ibu A Dewi Kora SE. (dengan hasil mediasi
ep

dilanjutkan pada tanggl 15 Desember 2020.)


ah

16. Bahwa pada hari Selasa Tanggal 15 Desember 2020 dilakukan Mediasi
R

yang Ke- 3 (Tiga) yang di fasilitasi oleh mediator yaitu Ibu A Dewi Kora, SE,
es

namun Tergugat Tidak Hadir walaupun sudah di hubungi melalui telepon


M

ng

genggam (HP).
on
gu

Hal 3 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
17. Bahwa atas tidak adanya kesepakatan dan tidak hadirnya pihak Tergugat

R
tanpa alasan yang jelas maka mediator Dinas Tenagakerjaan Kab. Bekasi,

si
Pihak Mediasi oleh Ibu. A Dewi Kora SE, mengeluarkan ANJURAN dengan

ne
ng
Nomor : 567/751/Disnaker pada tanggal 29 Januari 2021 yang isinya
sebagai berikut :
-MENGANJURKAN-

do
gu 1) Agar Pemutusan Hubungan kerja antara Pihak Perusahaan PT.AMG
Plastik Industry dengan pekerja saudara Didi Setiadi dapat dilakukan

In
A
terhitung sejak akhir bulan Desember 2020.
2) Agar Pihak Perusahaan PT.AMG Plastik Industry memberikan
ah

kepada pekerja Saudara Didi Setiadi berupa :

lik
2.1 Uang Pesangon sebesar 9 ( Sembilan) bulan upah pekerja Didi
Setiadi
am

ub
2.2 Uang Pengahargaan masa kerja sebesar 5 ( lima) bulan upah
pekerja Didi Setiadi.
ep
2.3 Uang pergantian perumahan, Pengobatan serta perawatan
k

sebesar 15% dari jumlah uang pesangon dan uang penghargaan


ah

masa kerja.
R

si
2.4 Upah dan Hak-hak lainya sampai dengan akhir bulan Desember
2020

ne
ng

3) Agar Kedua belah pihak menjawab surat anjuran ini secara tertulis
selambat-lambatnya 10 ( Sepuluh) hari setelah di terimanya.

do
gu

18. Bahwa Penggugat Sdr Didi Setiadi yang di wakili Kuasanya atas
dikeluarkannya Anjuran Dinas TenagaKerjaan Kab.Bekasi, Menjawab isi
Anjuran tersebut dengan membalas surat anjuran dengan Nomor :
In
A

008/KHDSR/S-Pdt/II/2021 Tertanggal 16 Februari 2021.


19. Bahwa pada tanggal 26 Maret 2021 Dinas Tenagakerjaan Kab. Bekasi baru
ah

lik

menerbitkan Risalaah Mediasi, Dimana dalam Risalah Mediasi Tergugat


TIDAK MENJAWAB ADANYA ANJURAN yang di keluarkan oleh Dinas
m

ub

TenagaKerjaan Kab.Bekasi dan tidak menjalankan isi ANJURAN terhadap


Penggugat.
ka

20. Bahwa alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Penggugat yang


ep

dinyatakan Tergugat telah melakukan KESALAHAN BERAT tidak dapat


ah

dilakukan sebelum ada putusan hakim pidana yang telah mempunyai


R

kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam Putusan Mahkamah


es

Konstitusi RI Perkara nomor: 012/PUU-I/2003 jo Surat Edaran Menteri


M

ng

on
gu

Hal 4 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: SE-13/MEN/SJ-HK/I/2005, pada

R
butir 3.a.

si
21. Bahwa Tindakan Tergugat yang langsung mem-PHK Penggugat Tanpa

ne
ng
adanya Putusan Pengadilan dan/atau putusan atau Penetapan Lembaga
Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industial (LPPHI) bertentangan
dengan Pasal 151 ayat (1) , (2), (3) jo Pasal 155 ayat (1) Undang-Undang

do
gu nomor 13 tahun 2003 :
Pasal 151 ayat (1),(2),(3) Undang-Undang nomor 13 tahun 2003.

In
A
1) Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan
pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan
ah

terjadi pemutusan hubungan kerja.

lik
2) Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan
kerja tidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja
am

ub
wajib dirundingkan oleh pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh
atau dengan pekerja/buruh apabila pekerja/buruh yang bersangkutan
ep
tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh.
k

3) Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) benar-


ah

benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat


R

si
memutuskan hubungan kerja dengan pekerja/buruh setelah
memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan

ne
ng

hubungan industrial.
Pasal 155 ayat (1) Undang-Undang nomor 13 Tahun 2003

do
gu

1) Pemutusan hubungan kerja tanpa penetapan sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 151 ayat (3) batal demi hukum.
22. Bahwa dari Bulan April 2020 sampai dengan gugatan ini didaftarkan di
In
A

Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri KLS


1 A Bandung., Tergugat tidak membayar upah Penggugat sebagaimana
ah

lik

diatur dalam Pasal 93 ayat (2) huruf (f) Undang-Undang Nomor 13 Tahun
2003 jo Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015., yaitu
m

ub

sebesar :
Pasal 93 ayat (2) huruf (f) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
ka

“pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi


ep

pengusaha tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri


ah

maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha”


R

Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015


es

“Pengusaha wajib membayar Upah apabila Pekerja/Buruh bersedia


M

ng

melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi Pengusaha tidak


on
gu

Hal 5 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
mempekerjakannya, karena kesalahan sendiri atau kendala yang

R
seharusnya dapat dihindari Pengusaha”.

si
23. Bahwa Penggugat di Upah terahkir dengan sebesar Rp 4.881.800,- (Emapt

ne
ng
Juta Delapan Puluh Delapan Satu Ribu Delapan Ratus Rupiah) yang
penggugat terima Setiap bulannya,
24. Bahwa oleh karena selama dalama proses Pemutusan Hubungan Kerja

do
gu (PHK) ini Tergugat tidak membayar Upah Para Penggugat sebagaimana
diatur dalam Pasal 5 dan Pasal 55 PP. No. 78 Tahun 2015 tentang denda

In
A
keterlambatan pembayaran upah dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
mana terbukti bertentangan dengan hukum maka beralasan apabila majelis
ah

hakim menghukum Tergugat membayar denda upah terhitung dari bulan

lik
April 2020 sampai dengan bulan April 2021 dan sampai putusan yang
bersipat tetap.
am

ub
25. Bahwa munculnya perselisihan Aquo disebabkan Pemohon merasa
dirugikan oleh Termohon, karena telah di Putus Hubungan Kerja secara
ep
sepihak, dengan cara yang tidak prosedural dan tidak diberi uang pesangon
k

sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 jo UU No 11


ah

tahun 2020 tentang Ketenagakerjaan;


R

si
26. Bahwa berdasarkan pada Pasal 169 Ayat (1) point ( c ) , ayat (2) Undang-
Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo Pasal 154 A ayat

ne
ng

(1) huruf (g) poin (3) Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang


Ketenagakerjaan :

do
gu

Pasal 169 Ayat (1) point ( c ) UU No 13 Tahun 2003:


“Pekerja/buruh dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan
kerja kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial
In
A

dalam hal pengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut” :


( c.) tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan
ah

lik

selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih;


Pasal 169 ayat (2) UU No 13 Tahun 2003
m

ub

“Pemutusan hubungan kerja dengan alasan sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) pekerja/buruh berhak mendapat uang pesangon 2 (dua)
ka

kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu)
ep

kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai
ah

ketentuan Pasal 156 ayat (4”).


R

Pasal 154A ayat (1) huruf (g) poin (3) UU No 11 tahun 2020
es

Adanya permohonan pemutusan hubungan kerja dari pekerja/buruh


M

ng

dengan alasan pengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut “ tidak


on
gu

Hal 6 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
membayarkan upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3

R
(tiga) bulan berturut-turut atau lebih, meskipun pengusaha membayar

si
upah tepat waktu sesudah itu”.

ne
ng
27. Bahwa berdasarkan Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan pasal 156, Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3) dan Ayat (4)
Pasal 156 :

do
gu 1.) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan
membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja

In
A
dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.
2.) Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ah

paling sedikit sebagai berikut :

lik
a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua)
am

ub
tahun, 2 (dua) bulan upah;
c. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)
ep
tahun , 3 (tiga) bulan upah;
k

d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat)
ah

tahun, 4 (empat) bulan upah;


R

si
e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima)
tahun, 5 (lima) bulan upah;

ne
ng

f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam)
tahun, 6 (enam) bulan upah;

do
gu

g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh)
tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan)
In
A

tahun, 8 (delapan) bulan upah;


i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.
ah

lik

3.) Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut :
m

ub

a. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam)
tahun, 2 (dua) bulan upah;
ka

b. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9


ep

(sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah;


ah

c. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12


R

(dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;


es

d. masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15
M

ng

(lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;


on
gu

Hal 7 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
e. masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18

R
(delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;

si
f. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari

ne
ng
21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
g. masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari
24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;

do
gu h. masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh)
bulan upah;

In
A
4.) Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi :
ah

a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

lik
b. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke
tempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja;
am

ub
c. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan
ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan
ep
atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;
k

d. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan


ah

perusanaan atau perjanjian kerja bersama.


R

si
28. Bahwa sekalipun demikian dengan mempertimbangkan azas kemanfaatan
bagi Para Pemohon dan Termohon serta mengacu pada Pasal 169 ayat (1)

ne
ng

huruf (c) jo Pasal 169 ayat (2) UU No 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan, jo Pasal 154 A ayat (1) huruf (g) poin (3) UU No 11 tahun

do
gu

2020 tentang Ketenagakerjaan, Pemohon berkeyakinan bahwa sekiranya


hubungan kerja tetap dipertahankan tentu tidak akan membawa
kemaanfaatan bagi Penggugat dan Tergugat sehingga sudah sepatutnya
In
A

Penggugat memintakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhitung Bulan


April 2021 dan dengan mengacu prosedur hukum ketenaga kerjaan yang
ah

lik

berlaku dengan pesagon 2 x Psl 156 ayat (2) + 1 x Psl. 156 ayat (3) + 1 x
Psl.156 ayat (4) , adalah sebagai berikut :
m

ub

1) Uang pesangon sebesar : 2 kali ketentuan


2 x 9 x Rp. 4,881,800,- =Rp. 87.872.400,-
ka

2) Uang penghargaan masa kerja sebesar : 1 kali ketentuan


ep

1 x 5 x Rp. 4,881,800,- = Rp. 24.409.000,-


ah

3) Uang penggantian hak: 15% dari pesangon + penghargaan masa kerja


R

15% x (Rp. 87.872.400, + Rp. 24.409.000,-) = Rp.


es

16.842.210,-
M

ng

4) Sisa Hak cuti tahunan yang belum di berikan :


on
gu

Hal 8 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Rp. 4,881,800, ÷ 25 hari = Rp. 195.272,- x 12 hari = Rp. 2.343.264,-

R
--------------------------------------------------------------------------------------------------

si
Total = Rp. 116.308.874 ,-

ne
ng
Terbilang : (Seratus duapuluh lima Juta delapan ratus lima puluh dua
ribu delapan ratus empat rupiah)
Bahwa berdasarkan uraian fakta-fakta peristiwa dan fakta hukum yang

do
gu
Penggugat uraikan diatas, Penggugat mohon agar Yang Mulia Majelis Hakim
yang memeriksa dan mengadili perkara ini memberikan putusan sebagai

In
A
berikut :
DALAM POKOK PERKARA
ah

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

lik
2. Menyatakan surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Surat
Keterangan Karyawan Keluar Nomor : 103/HRGA-AMG/III/2020 yang telah
am

ub
dilakukan oleh TERGUGAT pada tanggal 23 Maret 2020 tanpa memperoleh
penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial
ep
TIDAK SAH/BATAL DEMI HUKUM dan tidak dapat dijadikan pedoman
k

untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Penggugat;


ah

3. Menyatakan perbuatan Tergugat adalah perbuatan yang bertentangan


R

si
dengan hukum yang menimbulkan kerugian bagi Pengugat;
4. Menghukum Tergugat untuk membayar Upah Penggugat sejak bulan April

ne
ng

2020 sampai dengan bulan April 2021 dan sampai dengan putusan yang
bersifat tetap sesuai Pasal 93 ayat (2) huruf (f) Undang-Undang Nomor 13

do
gu

Tahun 2003 jo Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 .


5. Menghukum Tergugat untuk membayar Uang Pesangon, Penghargaan
Masa Kerja, Penggantian Hak, secara tunai dan seketika kepada
In
A

Penggugat berdasarkan Undang- Undang No 13 Tahun 2003 jo Undang-


Undang No 11 Tahun 2020 tentang ketenagakerjan sebesar 2 x Psl 156
ah

lik

ayat (2) + 1 x Psl. 156 ayat (3) + 1 x Psl.156 ayat (4) + sisa cuti yang
belum dibayarkan, dengan rincian sebagai berikut :
m

ub

1) Uang pesangon sebesar : 2 kali ketentuan


2 x 9 x Rp. 4,881,800,- =Rp. 87.872.400,-
ka

2) Uang penghargaan masa kerja sebesar : 1 kali ketentuan


ep

1 x 5 x Rp. 4,881,800,- = Rp. 24.409.000,-


ah

3) Uang penggantian hak : 15% dari pesangon + penghargaan masa kerja


R

15% x (Rp. 87.872.400, + Rp. 24.409.000,-) = Rp. 16.842.210,-


es

4) Sisa Hak cuti tahunan yang belum di berikan :


M

ng

Rp. 4,881,800, ÷ 25 hari = Rp. 195.272,- x 12 hari = Rp. 2.343.264,-


on
gu

Hal 9 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
-----------------------------------------------------------------------------------------

R
Total = Rp. 116.308.874 ,-

si
Terbilang : (Seratus duapuluh lima Juta delapan ratus lima puluh dua ribu

ne
ng
delapan ratus empat rupiah)
6. Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom), terhadap
setiap keterlambatan Tergugat dalam melaksanakan putusan Pengadilan

do
gu Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung yang telah
memiliki kekuatan hukum tetap, sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah)

In
A
terhadap setiap hari keterlambatan;
7. Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu,
ah

meskipun Tergugat mengajukan upaya perlawanan atau verzet, kasasi,

lik
dan/atau peninjauan kembali (uitvoerbaar bij Voorraad);
8. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul
am

ub
akibat adanya perselisihan hubungan industrial ini;
Atau
ep
Apabila Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini
k

berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo Et Bono).


ah

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan, untuk


R

si
Penggugat dan Tergugat masing-masing menghadap Kuasanya tersebut;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian

ne
ng

diantara para pihak;


Menimbang, bahwa oleh karena upaya perdamaian tidak berhasil,

do
gu

pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan yang isinya


tetap dipertahankan oleh Penggugat;
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat
In
A

memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut:


1. TERGUGAT dengan ini menolak seluruh dalil, argumen, dan pernyataan
ah

lik

yang diajukan oleh PENGGUGAT, kecuali diakui secara tegas


kebenarannya oleh TERGUGAT di dalam Eksepsi dan Jawaban Pokok
m

ub

Perkara ini.
2. Oleh karena itu, pengajuan seluruh pembelaan ini diajukan untuk
ka

melindungi kepentingan hukum TERGUGAT yang dirugikan akibat


ep

Gugatan yang diajukan oleh PENGGUGAT.


ah

3. Apabila ada pernyataan-pernyataan yang seolah-olah bertentangan, atau


R

dibuat sedemikian rupa agar terlihat bertentangan, misalnya dengan cara


es

mengkanibalisasi atau memotong-motong pernyataan TERGUGAT secara


M

ng

sekehendak hati dan mencoba menyatukannya seolah-olah terlihat utuh,


on
gu

Hal 10 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
maka hal tersebut haruslah dianggap ditolak oleh TERGUGAT, kecuali

R
dinyatakan sebaliknya.

si
Sebelum TERGUGAT menyampaikan Eksepsi dan Jawaban dalam Pokok

ne
ng
Perkara ini, maka demi didapatkannya sebuah pemahaman yang utuh dan agar
peristiwa hukum yang terjadi menjadi terurai secara sempurna. TERGUGAT
terlebih dahulu akan menjelaskan kronologis dalam perkara a quo sebagai

do
gu
berikut:

In
A
KRONOLOGIS PERKARA A QUO
1. TERGUGAT merupakan sebuah perseroan terbatas yang berdiri sejak
ah

tahun 2016 berdasarkan Akta Pendirian PT AMG Plastic Industry No. 20

lik
tanggal 13 Oktober 2016 yang dibuat oleh Engawati Gazali, S.H., Notaris
di Jakarta (“Akta 20/2016”). Akta 20/2016 tersebut juga telah disahkan
am

ub
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan
No. AHU-0046349.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 19 Oktober 2016.
ep
2. Dalam menjalankan fungsinya selaku badan usaha, TERGUGAT bergerak
k

dalam bidang produksi film plastik berbahan Linear Low-Density


ah

Polyethylene (LLDPE) yang digunakan untuk pengemasan produk-produk


R

si
makanan, alat kecantikan, dan obat-obatan yang harus menggunakan
standar operasi tertentu agar tidak merusak produk yang dibungkus serta

ne
ng

tidak mengakibatkan dampak kesehatan bagi penggunanya.


3. Adapun, PENGGUGAT merupakan Karyawan dari TERGUGAT yang

do
gu

bekerja sejak 16 Mei 2017 sebagai Operator Blow Film (masa percobaan
atau probation) yang kemudian pada 16 Agustus 2017, PENGGUGAT
bekerja sebagai Karyawan Tetap berdasarkan Surat Keputusan No.
In
A

003/SKP/AMG-HRD/VIII/2017 tanggal 16 Agustus 2017.


4. Pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020, PENGGUGAT melakukan
ah

lik

serah terima pergantian sif sebagai operator mesin Blown Film #A (“BFA”)
. Sesuai prosedur, sebelum operator mesin BFA berganti, operator
m

ub

produksi harus melakukan pengecekan pemakaian material yang


digunakan oleh PENGGUGAT selaku pemegang sif sebelumnya.
ka

5. Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, ternyata ditemukan bahwa


ep

PENGGUGAT telah menggunakan material yang tidak sesuai dengan


ah

formulasi yang seharusnya. PENGGUGAT menggunakan resin NGR


R

Natural KW 1 yang seharusnya menggunakan formulasi RR cumi-cumi,


es

RR Black dan MB Black. Pemeriksaan tersebut tertuang dalam Berita


M

ng

Acara tanggal 20 Februari 2020.


on
gu

Hal 11 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
6. TERGUGAT kemudian memanggil PENGGUGAT untuk dimintai

R
keterangan dan diberikan pengarahan jika merubah formulasi bahan

si
material akan merusak kualitas produk dan berpotensi besar

ne
ng
membahayakan kesehatan konsumen.
7. PENGGUGAT kemudian mengakui kesalahan tersebut dan berjanji untuk
tidak mengulangi perbuatan yang sama. TERGUGAT kemudian

do
gu dipindahkan posisinya dari mesin BFA ke mesin Blown Film #1 (“BF 1”).
8. TERGUGAT menilai bahwa hal itu adalah kesalahan terakhir dari

In
A
PENGGUGAT yang telah melakukan pelanggaran prosedur. Namun
ternyata pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2020, ketika berada pada
ah

mesin BF 1, PENGGUGAT kembali tidak melakukan standar operasional

lik
prosedur sebagaimana seharusnya dan menggunakan material yang tidak
boleh digunakan untuk purging/ganti order.
am

ub
9. Hal tersebut ditemukan oleh supervisor yang melakukan pengecekan
terhadap mesin BF 1 yang dioperasikan oleh PENGGUGAT. PENGGUGAT
ep
tertangkap tangan pada saat melakukan purging/ganti order menggunakan
k

resin murni yang seharusnya menggunakan resin recycle.


ah

10. Hal tersebut pada dasarnya tidak sesuai dengan prosedur yang telah
R

si
ditentukan. Sebagaimana kesalahan berulang PENGGUGAT tersebut
tertuang dalam Berita Acara tanggal 20 Maret 2020.

ne
ng

11. Alhasil dengan berat hati TERGUGAT memberikan peringatan terakhir


pada PENGGUGAT melalui Surat Peringatan 3 No. 173/SP/AMG-

do
gu

HRD/III/20 tanggal 20 Maret 2020 dan menjadi kesempatan terakhir


PENGGUGAT untuk bekerja pada TERGUGAT.
12. Tanggal 21 Maret 2020 merupakan tanggal terakhir bagi PENGGUGAT
In
A

untuk bekerja pada TERGUGAT sebagaimana dituangkan dalam Surat


Keterangan Pengalaman Kerja No. 270/HRGA-AMG/VI/2020 tanggal 26
ah

lik

Juni 2020.
13. Tindakan PENGGUGAT tersebut mulai menunjukkan dampaknya. Pada
m

ub

tanggal 4 April 2020, salah satu konsumen TERGUGAT mengajukan


keluhan bahwa 49 (empat puluh sembilan) roll produk yang diterimanya
ka

mengalami kecacatan sebagaimana keluhan tersebut tertuang dalam


ep

Customer Complaint Report (“CCR”) No. 024/NCR/2020 .


ah

14. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh Quality Control


R

ternyata ditemukan jika penyebab kecacatan produk milik konsumen


es

tersebut diakibatkan karena kesalahan material yang dimasukkan ke


M

ng

on
gu

Hal 12 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
dalam bak resin yang digunakan untuk memproduksi barang pesanan

R
konsumen pada tanggal dan bulan dimana PENGGUGAT bertugas.

si
15. Akibat hal tersebut, TERGUGAT kemudian melakukan pemeriksaan

ne
ng
secara menyeluruh terhadap produksi yang dilakukan pada saat
PENGGUGAT merubah formulasi bahan material dan berkesimpulan
bahwa kedepan akan banyak keluhan dari begitu banyak customer. karena

do
gu saat PENGGUGAT melakukan kesalahan tersebut, TERGUGAT sedang
menyelesaikan pesanan dari banyak customer.

In
A
16. Kesalahan PENGGUGAT tersebut tidak berdampak sederhana. Pasca
PENGGUGAT tidak lagi bekerja pada PENGGUGAT ternyata keluhan dari
ah

customer mulai bertambah. Keluhan dari customer tersebut tertuang dalam

lik
CCR No. 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020, dan CCR No.
031/NCR/2020 tanggal 08 April 2020.
am

ub
17. Bagian quality control pun juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap
dua CCR tersebut dan kembali menemukan bahwa penyebab dari
ep
kecacatan produk tersebut adalah karena kesalahan penggunaan material
k

yang digunakan untuk memproduksi barang pesanan.


ah

18. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan fakta bahwa tanggal dan bulan
R

si
produksi dari pengerjaan pesanan customer tersebut adalah tanggal dan
bulan yang sama ketika PENGGUGAT melakukan kesalahan penggunaan

ne
ng

material.
19. TERGUGAT telah mengalami kerugian sebesar Rp176.257.200,- (seratus

do
gu

tujuh puluh enam juta dua ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus
Rupiah) yang masih memiliki potensi akan bertambah kedepannya akibat
perbuatan PENGGUGAT. Dengan perincian keluhan sebagai berikut:
In
A

a. No. CCR 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020 dengan kerugian


sebesar Rp39.628.800,- (tiga puluh sembilan juta enam ratus dua
ah

lik

puluh delapan ribu delapan ratus rupiah);


b. No. CCR 024/NCR/2020 tanggal 04 April 2020 dengan kerugian
m

ub

sebesar Rp97.752.000,- (sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus lima


puluh dua ribu rupiah);
ka

c. No. CCR 031/NCR/2020 tanggal 08 April 2020 dengan kerugian


ep

sebesar Rp38.876.400,- (tiga puluh delapan juta delapan ratus tujuh


ah

puluh enam ribu empat ratus rupiah).


R

20. Majelis Hakim Yang Terhormat, TERGUGAT dengan tegas menolak dalil
es

yang diajukan oleh PENGGUGAT dalam Gugatannya, karena


M

ng

bertentangan dengan fakta dan tidak berlandaskan pada hukum, sehingga


on
gu

Hal 13 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
patut dan layak untuk ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat

R
diterima oleh Majelis Hakim Yang Terhormat.

si
Berikut TERGUGAT sampaikan uraian argumentasi hukum TERGUGAT dalam

ne
ng
perkara ini
I. DALAM EKSEPSI
Majelis Hakim Yang Terhormat, setelah TERGUGAT mencermati Gugatan a quo

do
gu
ternyata Gugatan a quo mengandung cacat formil yang mengakibatkan
perlunya untuk Gugatan PENGGUGAT dinyatakan tidak dapat diterima. Berikut

In
A
TERGUGAT uraikan cacat formil dalam Gugatan PENGGUGAT tersebut:
ah

A.

lik
GUGATAN PENGGUGAT TELAH KADALUARSA KARENA TELAH
am

ub
MELEWATI BATAS WAKTU 1 (SATU) TAHUN
ep
(EXCEPTIO TEMPORIS)
k
ah

si
21. Majelis Hakim Yang Terhormat, Pasal 82 Undang-Undang No. 2 Tahun
2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (“UU PPHI”)

ne
ng

telah menggariskan bahwa gugatan perselisihan hubungan industrial


memiliki batas waktu untuk diajukan paling lama 1 (satu) tahun.

do
Pasal 82 UU PPHI berbunyi:
gu

“Gugatan oleh pekerja/buruh atas pemutusan hubungan kerja


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 dan Pasal 171 Undang-
In
A

Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dapat


diajukan hanya dalam tenggang waktu 1 (satu) tahun sejak
ah

lik

diterimanya atau diberitahukannya keputusan dari pihak


pengusaha.”
22. Apabila ketentuan tersebut dikaitkan dengan Gugatan a quo.
m

ub

PENGGUGAT sebenarnya telah mengakui sendiri jika PENGGUGAT


ka

merasa terkena Pemutusan Hubungan Kerja (“PHK”) oleh TERGUGAT


ep

pada tanggal 21 Maret 2020 melalui Surat Keterangan Pengalaman Kerja


No. 270/HRGA-AMG/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020. Namun PENGGUGAT
ah

baru mengajukan Gugatan a quo setelah lebih dari 1 (satu) tahun


es

kemudian yaitu pada tanggal 12 April 2021.


M

ng

on
gu

Hal 14 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
23. Patuh pada ketentuan yang telah digariskan pada Pasal 82 UU PPHI.

R
Artinya, secara hukum pengajuan Gugatan a quo telah mengalami

si
kadaluwarsa untuk diajukan.

ne
ng
24. Ketentuan ini pun pada dasarnya tidak sekedar menjadi pasal mati.
Melainkan juga diserap dan diterapkan secara konsisten dalam berbagai
putusan Peradilan Hubungan Industrial sebagaimana dapat dirujuk dalam

do
gu beberapa putusan berikut:
a. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan

In
A
Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 199/Pdt.Sus-
PHI/2018/PN Bdg tanggal 31 Desember 2018 yang menyatakan
ah

sebagai berikut:

lik
“Menimbang, bahwa Majelis Hakim berpendapat pada dasarnya
tenggang waktu 1 (satu) tahun dianggap merupakan waktu yang
am

ub
cukup layak untuk mengajukan gugatan perselisihan pemutusan
hubungan kerja (vide Pasal 82 Undang - undang no. 2 tahun
ep
2004 tentang PPHI), sehingga sangat tidak beralasan apabila
k

gugatan pemutusan hubungan kerja baru diajukan setelah


ah

lebih dari satu tahun sejak diputus hubungan kerja, apalagi


R

si
dalam dalil gugatannya Para Penggugat adalah merupakan
bagian dari serikat pekerja, yang notabene tentunya tahu akan

ne
ng

batasan untuk mengajukan gugatan pemutusan hubungan


kerja;

do
gu

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan - pertimbangan


tersebut diatas, oleh karena gugatan Para Penggugat
diajukan setelah lebih dari dua tahun bahkan ada yang
In
A

lebih dari tiga tahun sejak berakhirnya PKWT, Majelis Hakim


berpendapat berdasarkan Pasal 82 Undang - undang no. 2
ah

lik

tahun 2004 tentang PPHI, maka gugatan Para Penggugat


telah kadaluarsa;
m

ub

Menimbang, bahwa dengan demikian eksepsi Tergugat tentang


gugatan Para Penggugat daluwarsa (Exceptio Temporis),
ka

Majelis hakim berpendapat adalah beralasan hukum dan sudah


ep

sepatutnya dikabulkan;”
ah

b. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


R

Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 175/PDT.SUS-


es

PHI/2014/PN.Bdg tanggal 24 Maret 2015 yang menyatakan


M

ng

sebagai berikut:
on
gu

Hal 15 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Menimbang, bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 171

R
Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

si
menyatakan “Pekerja/buruh yang mengalami pemutusan

ne
ng
hubungan kerja tanpa penetapan lembaga penyelesaian
perselisihan hubungan Industrial dan berwenang sebagaimana
dimaksud dalam pasal 158 ayat (1), pasal 160 ayat (3), dan

do
gu Pasal 162 dan pekerja /buruh yang bersangkutan tidak
menerima pemutusan hubungan kerja tersebut, maka pekerja

In
A
/buruh dapat mengajukan gugatan ke Lembaga penyelesaian
perselisihan hubungan industrial dalam paling lama 1 (satu)
ah

tahun sejak tanggal dilakukan pemutusan hubungan kerja“

lik
dalam penjelasannya dinyatakan “ tenggang waktu 1 tahun
dianggap merupakan waktu yang cukup layak mengajukan
am

ub
gugatan “.
Dengan demikian telah tegas dinyatakan pekerja dapat
ep
mengajukan gugatan paling lama 1 (satu) tahun sejak
k

tanggal dilakukan pemutusan hubungan kerja dan karena


ah

pemutusan hubungan kerja DODI PERMANA dkk (31 orang)


R

si
telah melebihi jangka waktu 1 (satu) tahun maka sesuai dengan
ketentuan Pasal 82 Undang-Undang No.2 tahun 2004

ne
ng

menegaskan “ gugatan oleh Pekerja/Buruh atas pemutusan


hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 159 dan

do
gu

pasal 171 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan, dapat diajukan hanya tenggang waktu 1
(satu) tahun sejak diterimanya atau diberitahukannya keputusan
In
A

dari pihak pengusaha”, dengan demikian gugatan para


Penggugat telah melebihi 1 (satu) tahun sejak para
ah

lik

Penggugat dinyatakan pemutusan hubungan kerja oleh


Tergugat maka berdasarkan ketentuan Pasal 82 Undang-
m

ub

Undang No.2 tahun 2004 Majelis Hakim menyatakan


gugatan para Penggugat dibawah register 175/Pdt.Sus-
ka

PHI/2014/PN Bdg sudah Kadaluarsa oleh karena itu


ep

haruslah ditolak;”
ah

c. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


R

Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 38/Pdt.Sus-


es

PHI/2019/PN Bdg. tanggal 29 April 2019 yang menyatakan


M

ng

sebagai berikut:
on
gu

Hal 16 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan

R
tersebut diatas, oleh karena gugatan Para Penggugat

si
diajukan setelah lebih dari satu tahun sejak diputus

ne
ng
hubungan kerja dengan alasan berakhirnya PKWT, Majelis
Hakim berpendapat berdasarkan Pasal 82 Undang-undang
no. 2 tahun 2004 tentang PPHI, maka adil dan beralasan

do
gu hukum gugatan Para Penggugat dinyatakan telah
kadaluwarsa;

In
A
Menimbang, bahwa dengan demikian maka eksepsi Tergugat
tentang gugatan Para Penggugat daluwarsa (peremptoria
ah

temporis), Majelis Hakim berpendapat selayaknya dikabulkan;”

lik
d. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 625
K/Pdt.Sus-PHI/2016 tanggal 21 April 2016 yang menyatakan
am

ub
sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap keberatan-keberatan tersebut,
ep
Mahkamah Agung berpendapat: Bahwa Para Pekerja telah
k

diputus hubungan kerja (PHK) dengan alasan Pengusaha


ah

kontrak (PKWT) berakhir tanggal 31 Desember 2012, kemudian


R

si
mengajukan gugatan tanggal 10 Maret 2016 (3 tahun 2 bulan);
Bahwa gugatan baru diajukan 3 (tiga) tahun lebih,

ne
ng

kemudian dengan memperhatikan ketentuan tentang


kadaluarsa a quo masih berlaku saat pemutusan hubungan

do
gu

kerja (PHK) terjadi antara para pekerja dengan pengusaha


maka adil dan beralasan hukum menyatakan gugatan Para
Penggugat telah kadaluarsa;”
In
A

e. Putusan Mahkamah Agung No. 1031 K/Pdt.Sus-PHI/2016 tanggal


25 Januari 2017 yang menyatakan sebagai berikut:
ah

lik

“Menimbang, bahwa terhadap keberatan-keberatan tersebut,


Mahkamah Agung berpendapat: Bahwa gugatan diajukan
m

ub

pada tanggal 7 Maret 2016, lebih dari setahun sejak adanya


pengakhiran hubungan kerja, maka gugatan Para
ka

Penggugat kadaluarsa Menimbang, bahwa berdasarkan


ep

pertimbangan tersebut di atas, Mahkamah Agung berpendapat,


ah

terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi


R

dari Pemohon Kasasi: DIREKTUR PT BANK NEGARA


es

INDONESIA (Persero), Tbk. tersebut dan membatalkan Putusan


M

ng

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Palu


on
gu

Hal 17 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Nomor 18/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pal., tanggal 21 Juli 2016

R
selanjutnya Mahkamah Agung akan mengadili sendiri dengan

si
amar sebagaimana yang akan disebutkan di bawah ini;”

ne
ng
25. Berdasarkan fakta hukum tersebut diatas dan dikaitkan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku serta yurisprudensi peradilan
MAKA TELAH TERCAPAI KESIMPULAN BAHWA GUGATAN A QUO

do
gu TELAH MENGALAMI KADALUARSA. Oleh karenanya, mohon kepada
Majelis Hakim Yang Terhormat untuk mengabulkan eksepsi TERGUGAT ini

In
A
dan menyatakan gugatan a quo tidak dapat untuk diterima.
ah

B.

lik
PENGGUGAT MENGGUNAKAN KETENTUAN DALAM UNDANG-UNDANG
am

ub
KETENAGAKERJAAN YANG TELAH DIHAPUS DAN DIUBAH DENGAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA
ep
(OBSCUUR LIBEL)
k
ah

si
26. Pemerintah telah mengundangkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja (“UU Cipta Kerja”) yang telah menghapus dan

ne
ng

mengubah banyak pasal dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”).

do
27. Sebagaimana termuat dalam Bagian Kesatu Umum Bab IV
gu

Ketenagakerjaan dari UU Cipta Kerja yang menyebutkan sebagai berikut:


“Dalam rangka penguatan perlindungan kepada tenaga kerja dan
In
A

meningkatkan peran dan kesejahteraan pekerja/buruh dalam


mendukung ekosistem investasi, Undang-Undang ini mengubah,
ah

lik

menghapus, atau menetapkan pengaturan baru beberapa


ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia
m

ub

Tahun 2003 Nomor 39,Tambahan Lembaran Negara Republik


ka

Indonesia Nomor 4279);


ep

28. Berdasarkan ketentuan tersebut lalu dihubungkan dengan dalil-dalil dalam


Gugatan a quo maka terlihat bahwa landasan hukum yang digunakan oleh
ah

PENGGUGAT sebagai dasar dari gugatannya (Rechtelijke Grond) adalah


es

ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan yang sebenarnya sudah tidak


M

berlaku lagi.
ng

on
gu

Hal 18 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
29. Sebagaimana terlihat, bahwa pasal-pasal dibawah ini merupakan pasal

R
yang digunakan PENGGUGAT untuk membangun konstruksi Gugatannya

si
yang pada dasarnya telah diubah dan dihapuskan melalui UU Cipta Kerja:

ne
ng
a. Pasal 151 UU Ketenagakerjaan pada halaman 4 poin 21 Gugatan
a quo yang telah diubah oleh UU Cipta Kerja;
b. Pasal 156 UU Ketenagakerjaan pada halaman 6 poin 27 Gugatan

do
gu a quo yang telah diubah oleh UU Cipta Kerja;
c. Pasal 154 UU Ketenagakerjaan pada halaman 5 poin 26 Gugatan

In
A
a quo yang telah dihapus oleh UU Cipta Kerja;
d. Pasal 155 UU Ketenagakerjaan pada halaman 5 poin 21 Gugatan
ah

a quo yang telah dihapus oleh UU Cipta Kerja;

lik
e. Pasal 158 UU Ketenagakerjaan mengenai Pemutusan Hubungan
Kerja karena Kesalahan Berat harus memperoleh Putusan
am

ub
Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap telah dihapus oleh UU
Cipta Kerja;
ep
f. Pasal 169 UU Ketenagakerjaan pada halaman 5 poin 26 yang
k

telah dihapus oleh UU Cipta Kerja;


ah

30. Majelis Hakim Yang Terhormat, tentunya tidak dapat dibenarkan sebuah
R

si
Gugatan menggunakan aturan hukum yang sudah tidak berlaku lagi
karena akan mengakibatkan gugatan yang cacat dan berada pada posisi

ne
ng

kabur. Padahal, Ahli Hukum Yahya Harahap telah lama menyatakan hal
tersebut sebagai berikut:

do
gu

“bahwa posita yang dianggap terhindar dan cacat (obscuur libel)


adalah surat gugatan yang jelas sekaligus memuat penjelasan dan
penegasan dasar hukum (rechtelijke grond) yang menjadi dasar
In
A

hubungan hukum serta dasar fakta atau peristiwa (feitelijke grond)


yang terjadi di sekitar hubungan hukum dimaksud.”
ah

lik

(Yahya Harahap, Hukum Acara perdata tentang gugatan,


persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan
m

ub

Jakarta: Sinar Grafika, 2013, hlm. 58).


31. PENGGUGAT pun tidak dapat abai dan tidak tahu terhadap ketentuan ini.
ka

Karena Asas Fictie Hukum yang mengkristal dalam Penjelasan Pasal 81


ep

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan


ah

Perundang-undangan, telah menggariskan dengan tegas bahwa:


R

“Dengan diundangkannya Peraturan Perundang-undangan dalam


es

lembaran resmi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini,


M

ng

setiap orang dianggap telah mengetahuinya.”


on
gu

Hal 19 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
32. Ketentuan Pasal 186 UU Cipta Kerja juga menyebutkan “Undang-undang

R
ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang

si
mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini

ne
ng
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia”.
33. Hal ini pun sejalan dengan asas fiksi hukum “Presumption iures de iure”,
yang bermakna ketika suatu peraturan perundang-undangan telah

do
gu diundangkan maka pada saat itu setiap orang dianggap sudah tahu.
34. Maka dengan pula mempertimbangkan asas “Lex Posteriori Derogat Legi

In
A
Priori”, yang mengesampingkan undang-undang lama karena telah adanya
undang-undang baru. Maka mohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat
ah

untuk menyatakan Gugatan a quo berada dalam kondisi kabur hingga

lik
perlu untuk dinyatakan tidak dapat diterima.
35. Gugatan yang dinyatakan kabur dan tidak dapat diterima karena masih
am

ub
menggunakan pasal dalam UU Ketenagakerjaan yang telah dihapus dan
diubah oleh UU Cipta Kerja juga pernah diputus oleh Majelis Hakim
ep
terdahulu sebagaimana dapat terlihat dari beberapa Putusan berikut:
k

a. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


ah

Negeri Pangkal Pinang No. 7/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp tanggal


R

si
31 Maret 2021 yang menyatakan sebagai berikut:
“Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 81 Bagian

ne
ng

Kedua tentang Ketenagakerjaan dari Undang-Undang Nomor


11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat beberapa pasal

do
gu

yang dijadikan dasar gugatan oleh Para Penggugat dalam


gugatannya yaitu Pasal 151, Pasal 156 dan Pasal 186 secara
tegas telah diubah kemudian Pasal 155, Pasal 161, Pasal 164,
In
A

Pasal 168 dan Pasal 169 telah dinyatakan dihapus dengan


adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
ah

lik

Kerja;
Menimbang bahwa oleh karena Para Penggugat dalam
m

ub

gugatannya menggunakan ketentuan Pasal 151, Pasal 156


dan Pasal 186, kemudian ketentuan Pasal 155, Pasal 161,
ka

Pasal 164, Pasal 168 dan Pasal 169 Undang-undang Nomor


ep

13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mana dengan


ah

ketentuan Pasal 81 Bagian Kedua tentang Ketenagakerjaan


R

dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta


es

Kerja telah diubah dan dihapus, maka Majelis Hakim


M

ng

on
gu

Hal 20 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
berkesimpulan eksepsi Tergugat tentang Surat Gugatan

R
Obcuur Libel pada angka 1 haruslah dikabulkan;”

si
b. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan

ne
ng
Negeri Pangkal Pinang Nomor: 2/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp
tanggal 18 Februari 2021 yang menyatakan sebagai berikut:
“Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan

do
gu tersebut di atas, maka setelah membaca dan mencermati
mengenai dalil-dalil gugatan Para Penggugat yang termuat

In
A
dalam posita surat gugatan tersebut, ternyata landasan hukum
berupa peraturan yang dijadikan dasar dari gugatan (Rechtelijke
ah

Grond) oleh Para Penggugat adalah pada ketentuan Undang-

lik
undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
sebagaimana termuat dalam posita angka 10 Surat Gugatan
am

ub
dalam perkara a quo yang menguraikan ketentuan Pasal 156
ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-undang Nomor 13 Tahun
ep
2003 tentang Ketenagakerjaan, pada hal patut diketahui
k

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja


ah

telah berlaku, sekalipun Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4)
R

si
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan mengatur hal yang sama dengan ketentuan

ne
ng

Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-undang Nomor
11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, sesuai dengan asas “Lex

do
gu

Posteriori Derogat Legi Priori”, yang memiliki makna pada


peraturan perundang-undangan yang sederajat, peraturan
perundang-undangan yang baru mengenyampingkan/
In
A

menghapus berlakunya ketentuan peraturan perundang-


undangan yang lama, dengan demikian Majelis Hakim
ah

lik

berkesimpulan bahwa mengenai payung hukum yang menjadi


dasar gugatan Para Penggugat dalam perkara a quo masih
m

ub

mempergunakan ketentuan (aturan) yang lama, hal tersebut


mengakibatkan gugatan Para Penggugat menjadi kabur
ka

(obscuur libel) sehingga tidak memiliki dasar/ landasan hukum


ep

yang jelas, oleh karenanya gugatan Para Penggugat dalam


ah

perkara a quo memiliki cacat formil;”


R

c. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


es

Negeri Pangkal Pinang Nomor: 12/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp


M

ng

tanggal 25 Maret 2021 yang menyatakan sebagai berikut:


on
gu

Hal 21 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Menimbang bahwa oleh karena dasar gugatan Penggugat

R
dengan menggunakan Pasal 169 Undang-Undang Nomor 13

si
tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan telah dihapus dengan

ne
ng
ketentuan Pasal 81 angka 58 Bagian Kedua tentang
Ketenagakerjaan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja, maka Majelis Hakim berkesimpulan eksepsi

do
gu dari Tergugat patutlah dikabulkan;
36. Berdasarkan uraian tersebut diatas, mohon kepada Majelis Hakim Yang

In
A
Terhormat untuk dapat menyatakan Gugatan a quo tidak dapat diterima
karena menggunakan pasal UU Ketenagakerjaan yang telah
ah

dikesampingkan oleh UU Cipta Kerja.

lik
C.
am

ub
GUGATAN PENGGUGAT KURANG PIHAK KARENA TIDAK MELIBATKAN
ep
PT ARTHA MULTI GLOBAL
k

(PLURIUM LITIS CONSORTIUM)


ah

si
37. Suatu Gugatan dikatakan sempurna apabila subjek hukum yang ditarik

ne
ng

sebagai TERGUGAT lengkap dan posita serta petitum yang disampaikan


diuraikan secara jelas dan rinci. Hal ini merupakan sebuah prinsip dasar

do
apabila PENGGUGAT ingin menghadirkan sebuah gugatan yang
gu

sempurna dan tanpa cacat.


38. Mengacu pada halaman 2 poin 2 dan 3 Gugatan a quo, PENGGUGAT
In
A

mendalilkan telah bekerja sejak 05 September 2011 pada PT Artha Multi


Global dan kemudian pindah bekerja kepada TERGUGAT yang
ah

lik

diberitahukan kepada TERGUGAT secara lisan.


“2. Bahwa Penggugat mulai masuk kerja tanggal 05 September 2011
jabatan Operator Blow film Departemen PRODUCTION dengan No.
m

ub

ID: 00009 dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu


ka

(PKWTT) pada Perusahaan Tergugat PT. ARTHA MULTI GLOBAL


ep

yang beralamat Jl. Industri Selatan Block OO No.4B Kawasan


Industri Jababeka Il Cikarang Selatan Bekasi.
ah

3. Bahwa Sekitar tahun 2016 Perusahaan Tergugat berpindah tempat


es

dan nama menjadi PT. AMG PLASTIK INDUSTRY yang beralamat


M

pada Jl. Kayu Manis 1 Block F10 No. 18 Kawasan Industri Delta
ng

on
gu

Hal 22 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Silicon 3 Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi 17550.dengan

R
memberitahukan kepada pekerja secara lisan.”

si
39. Namun sejujurnya hal tersebut tidak mungkin terjadi. Mengingat

ne
ng
TERGUGAT baru berdiri pada tahun 2016 berdasarkan Akta 20/2016.
TERGUGAT akan mereservasi hak TERGUGAT untuk membuktikan dalil
ini dalam agenda pembuktian nantinya.

do
gu
40. Dan perlu menjadi bahan perhatian, dengan diajukannya dalil
PENGGUGAT telah bekerja sejak 05 September 2011 pada PT Artha Multi

In
A
Global justru menimbulkan konsekuensi yang tidak sederhana dalam
pemeriksaan pokok perkara a quo nantinya.
ah

41. Dikarenakan tanggal 05 September 2011 dijadikan PENGGUGAT sebagai

lik
dasar hitung untuk sampai pada kesimpulan telah bekerja selama 9
(sembilan) tahun pada TERGUGAT lalu kemudian mengajukan tuntutan
am

ub
sebesar Rp116.308.874,- (seratus enam belas juta tiga ratus delapan ribu
delapan ratus tujuh puluh empat rupiah).
ep
42. Padahal faktanya, PENGGUGAT baru bekerja pada TERGUGAT sejak 16
k

Mei 2017, dan PENGGUGAT dalam positanya pun tidak menguraikan


ah

secara jelas bagaimana terjadinya perpindahan atau perubahan nama


R

si
perseroan dari PT Artha Multi Global menjadi PT AMG Plastic Industry.
Dalam posita nya pun alamat PT Artha Multi Global berbeda dengan PT

ne
ng

AMG Plastic Industry.


43. Apabila PENGGUGAT merasa benar telah bekerja sejak 05 September

do
gu

2011 hingga kemudian menerima perintah bekerja secara lisan untuk


bekerja pada TERGUGAT, maka si pemberi perintah tersebut lah yang
harus memberikan keterangan terhadap kebenaran dari fakta tersebut.
In
A

Demi membuktikan bahwa durasi bekerja 9 (sembilan) tahun tersebut


adalah sebuah fakta hukum.
ah

lik

44. Oleh karenanya, tentunya menjadi sebuah keharusan untuk melibatkan PT


Artha Multi Global kedalam perkara a quo. Agar peristiwa yang sebenarnya
m

ub

terjadi dapat terurai dengan sempurna.


45. Posisi PT Artha Multi Global tentu cukup krusial dalam Gugatan a quo,
ka

karena akan berpengaruh besar untuk membuktikan dalil PENGGUGAT


ep

tentang durasi bekerja PENGGUGAT selama 9 (sembilan) tahun.


ah

Sehingga pengajuan tuntutan sebesar Rp116.308.874,- (seratus enam


R

belas juta tiga ratus delapan ribu delapan ratus tujuh puluh empat rupiah)
es

menjadi benar adanya.


M

ng

on
gu

Hal 23 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
46. Selain itu, beberapa pertanyaan krusial ini juga akan terjawab apabila PT

R
Artha Multi Global ditarik dalam Gugatan a quo.

si
a. Apakah hubungan hukum antara PT Artha Multi Global dengan

ne
ng
TERGUGAT?
b. Apakah PT Artha Multi Global adalah anak perusahaan dari
TERGUGAT atau rekanan bisnis dari TERGUGAT?

do
gu c. Apakah PT Artha Multi Global merupakan perusahaan outsourcing
yang menyediakan tenaga kerja kepada TERGUGAT yang

In
A
kemudian beralih menjadi karyawan TERGUGAT?
d. Apakah benar PT Artha Multi Global ada memerintahkan secara
ah

lisan kepada PENGGUGAT untuk bekerja pada TERGUGAT?

lik
e. Apakah benar PENGGUGAT telah bekerja sejak 05 September
2011?
am

ub
47. Majelis Hakim Yang Terhormat, tentunya pertanyaan-pertanyaan krusial
tersebut hanya dapat dijawab oleh PT Artha Multi Global dan bukan
ep
kapasitas PENGGUGAT maupun TERGUGAT untuk menjawab hal
k

tersebut.
ah

48. Oleh karenanya, sekalipun pemeriksaan pokok perkara ini nantinya


R

si
dilanjutkan tanpa melibatkan PT Artha Multi Global maka akan terdapat
sebuah rongga kosong yang tidak terisi.

ne
ng

49. Tidak dapat diterimanya sebuah gugatan karena mengalami kurang pihak
tentu bukanlah hal yang langka melainkan jamak dan wajar demi

do
gu

tercapainya asas beyond the reasonable doubt (putusan yang berasal


dari pembuktian dan kebenaran yang tidak perlu diragukan lagi).
Sebagaimana dapat dirujuk dalam putusan-putusan berikut:
In
A

a. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 27/Pdt.Sus-
ah

lik

PHI/2014/PN.Bdg tanggal 14 Juli 2014 yang menyatakan sebagai


berikut:
m

ub

“Menimbang, bahwa dari uraian pertimbangan tersebut, oleh


karena ternyata dari dalil PENGGUGAT yang diakui atau
ka

setidaknya tidak dibantah oleh TERGUGAT, bahwa


ep

PENGGUGAT ada hubungan hukum dalam pekerjaan baik


ah

dengan PT SMS maupun dengan PT SKD, dan dari hubungan


R

hukum tersebut ternyata masih adanya ketidakjelasan baik


es

mengenai hubungan kerja yang sebenarnya apakah


M

ng

PENGGUGAT hubungan kerjanya dengan PT SMS atau dengan


on
gu

Hal 24 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
PT SKD, dan juga belum jelasnya hubungan hukum antara PT

R
SMS dengan PT SKD, maka untuk lebih jelas dan tuntasnya

si
penyelesaian perkara gugatan yang diajukan oleh

ne
ng
PENGGUGAT, oleh karena ada bukti bahwa PENGGUGAT
ada hubungan hukum dengan PT SKD, maka PT SKD harus
ditarik menjadi pihak dalam perkara antara PENGGUGAT

do
gu dengan PT SMS tersebut, hal tersebut untuk dapat
membuktikan bahwa PENGGUGAT yang sebenarnya

In
A
mempunyai hubungan kerja sebagaimana dimaksud oleh
ketentuan undang-undang ketenagakerjaan dengan
ah

TERGUGAT (PT SMS) ataukah dengan PT SKD, ataukah ada

lik
hubungan kerja bersama antara TERGUGAT (PT SMS)
dengan PT SKD, sehingga akan menjadi jelas terhadap
am

ub
tuntutan hak PENGGUGAT tersebut menjadi kewajiban
siapa untuk memenuhinya apabila tuntutan hak
ep
PENGGUGAT tersebut dapat dibuktikan.
k

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut,


ah

oleh karena PT SKD tidak ditarik menjadi pihak Tergugat


R

si
dalam perkara yang diajukan oleh PENGGUGAT terhadap
TERGUGAT (PT SMS), maka Majelis Hakim berkesimpulan

ne
ng

bahwa gugatan kuasa PENGGUGAT adalah sebagai


gugatan yang kurang pihak, dan dengan demikian tentang

do
gu

dalil eksepsi kuasa TERGUGAT pada poin 2 tentang gugatan


PENGGUGAT kurang pihak tersebut beralasan menurut hukum
dan oleh karenanya patut untuk dikabulkan.”
In
A

b. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 77/G/2011/PHI/Pn.Bdg
ah

lik

Tanggal 27 Oktober 2011 yang menyatakan sebagai berikut:


“Menimbang, bahwa Penggugat NY. SUPRAPTI dalam
m

ub

pengajuan gugatannya telah mengajukan atas hak normatif


almarhum SIPON secara penuh tanpa melibatkan para ahli
ka

waris lainnya baik yang telah dewasa (SEKTI dan RUSMANTO)


ep

atau yang belum dewasa (ACHMAD TRIYANTO) secara hukum,


ah

sehingga gugatan tersebut menurut Majelis Hakim telah


R

melebihi dari kapasitasnya sebagai ahli waris karena


es

NY.SUPRAPTI bukan merupakan ahli waris tunggal dan hal


M

ng

tersebut bertentangan dengan Pasal 834 KUH Perdata yang


on
gu

Hal 25 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
menegaskan : ”Penggugat boleh memajukan gugatan itu untuk

R
seluruh warisan, jika ia adalah waris satu-satunya, atau hanya

si
untuk sebagian, jika ada beberapa waris lainnya”;

ne
ng
Menimbang, bahwa karena gugatan Penggugat atas hak
normatif almarhum SIPON dilakukan secara penuh dan tanpa
melibatkan ahli waris lainnya, maka gugatan tersebut dapat

do
gu dikategorikan sebagai gugatan yang kurang pihak karena
masih ada ahli waris lainnya yang dapat diajak sebagai

In
A
pihak dalam perkara a quo. Bahwa dikarenakan gugatan
kurang pihak maka gugatan harus dinyatakan tidak dapat
ah

diterima;”

lik
c. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
Negeri Surabaya Nomor 147/G/2016/PHI.SBY tanggal 10 Januari
am

ub
2017 yang menyatakan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa oleh karena secara yuridis formil Njoto
ep
Lenadinata telah dinyatakan sebagai pemilik UD. Indah,
k

maka dalam gugatan Para Penggugat Njoto Lenadinata


ah

haruslah disertakan sebagai pihak Tergugat;


R

si
Menimbang, bahwa dalam perkara a quo para Penggugat
menuntut kepada Tergugat pembayaran hak-hak akibat

ne
ng

pemutusan hubungan kerja dengan berpedoman kepada masa


kerja para Penggugat sejak diperkerjakan/ ditempatkan di

do
gu

perusahaan Tergugat, sedangkan sebagaimana bukti Bukti T-


7B, P1.3, P1.5, P1.6, P1.7, P2.5, P2.6, P3.3, P3.4, P4.3, P5.3,
P6.3, P6.4, P7.3, P7.4 menunjukkan bahwa para Penggugat
In
A

adalah terikat hubungan kerja dengan PT. Elex Media


Komputindo, PT. Seruni Sahabat Serumpun, PT. Search
ah

lik

Consulting, PT. Global Maju Bersama dan PT. Tidar Wijaya


Perkasa, serta sesuai Bukti P2.7, T-8A dan T-8B menunjukkan
m

ub

bahwa para Penggugat mendapatkan slip bukti pembayaran gaji


bukan dari Tergugat. Apabila dalam perselisihan tersebut para
ka

Penggugat hanya menuntut kepada Tergugat sebagai


ep

tempat/lokasi diperkerjakannya para Penggugat, sedangkan


ah

sesuai keseluruhan bukti-bukti yang diajukan di persidangan


R

menunjukkan bahwa para Penggugat terikat hubungan kerja


es

dengan Perusahaan Penyedia Jasa Tenaga Kerja.


M

ng

(Outsourcing), maka gugatan dalam perkara a quo menjadi


on
gu

Hal 26 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
kurang pihak karena pihak yang ditarik sebagai Tergugat tidak

R
lengkap, dalam hal ini adalah Perusahaan Penyedia Jasa

si
Tenaga Kerja. Sehingga eksepsi Tergugat mengenai gugatan

ne
ng
kurang pihak (exceptie Plurium Litis Consortium) dikabulkan.”
50. Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada PENGGUGAT yang telah
terlanjur mendaftarkan Gugatan a quo. Namun demi sempurnanya

do
gu Gugatan a quo tentu adalah perlu terlebih dahulu Majelis Hakim Yang
Terhormat untuk menyatakan Gugatan a quo tidak dapat diterima agar

In
A
memberikan kesempatan pada PENGGUGAT menyempurnakan
gugatannya.
ah

lik
D.
am

ub
PENGGUGAT TIDAK MEMILIKI LEGAL STANDING DALAM MENGAJUKAN
GUGATAN A QUO KARENA PASAL 158 UU KETENAGAKERJAAN YANG
ep
DIGUNAKAN SEBAGAI LANDASAN HUKUM GUGATAN (RECHTELIJKE
k

GROND) ADALAH KETENTUAN YANG SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI


ah

si
51. Ahli Hukum Yahya Harahap telah lama menggariskan bahwa posita yang

ne
ng

dianggap terhindar dan cacat (obscuur libel) adalah gugatan yang memuat
penjelasan dan dasar hukum (rechtelijke grond) yang menjadi dasar

do
hubungan hukum serta dasar fakta atau peristiwa (feitelijke grond) yang
gu

terjadi. (Yahya Harahap dalam bukunya “Hukum Acara perdata tentang


gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan”
In
A

Jakarta: Sinar Grafika, 2013, hlm. 58).


52. Mengacu pada poin 20 halaman 4 Posita Gugatan. PENGGUGAT
ah

lik

mendalilkan bahwa PHK yang dilakukan TERGUGAT terhadap


PENGGUGAT adalah karena PENGGUGAT telah melakukan kesalahan
berat. Hal tersebutlah yang menjadi dasar fakta atau peristiwa (feitelijke
m

ub

grond) dalam Gugatan a quo. Sebagaimana terlihat dalam kutipan berikut:


ka

“Bahwa alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Penggugat yang


ep

dinyatakan Tergugat telah melakukan KESALAHAN BERAT tidak


dapat dilakukan sebelum ada putusan hakim pidana yang telah
ah

berkekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam Putusan


es

Mahkamah Konstitusi RI Perkara nomor: 012/PUU-I/2003 jo. Surat


M

ng

on
gu

Hal 27 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: SE-

R
13/MEN/SJ-HK/I/2005, pada butir 3.a.”

si
53. Pasal 158 UU Ketenagakerjaan merupakan dasar hukum (rechtelijke

ne
ng
grond) yang mengatur mengenai pelaksanaan PHK terhadap
pekerja/buruh yang telah melakukan kesalahan berat. Sebagaimana lebih
rinci berbunyi sebagai berikut:

do
gu Pasal 158 UU Ketenagakerjaan:
“(1) Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap

In
A
pekerja/buruh dengan alasan pekerja/buruh telah melakukan
kesalahan berat sebagai berikut:
ah

a. melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang

lik
dan/atau uang milik perusahaan;
b. memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan
am

ub
sehingga merugikan perusahaan;
c. mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan,
ep
memakai dan/atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan
k

zat adiktif lainnya di lingkungan kerja;


ah

d. melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan


R

si
kerja;
e. menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi

ne
ng

teman sekerja atau pengusaha di lingkungan kerja;


f. membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan

do
gu

perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-


undangan;
g. dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan
In
A

dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang


menimbulkan kerugian bagi perusahaan;
ah

lik

h. dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja


atau pengusaha dalam keadaan bahaya di tempat kerja;
m

ub

i. membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang


seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara;
ka

atau
ep

j. melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang


ah

diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.”


R

54. Diajukannya Pasal 158 UU Ketenagakerjaan tentang kesalahan berat oleh


es

PENGGUGAT sebagai dasar aturan/batu uji dalam mengajukan Gugatan a


M

ng

quo maka artinya PENGGUGAT hendak meminta Majelis Hakim Yang


on
gu

Hal 28 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Terhormat untuk menguji apakah fakta hukum yang terjadi telah memenuhi

R
Pasal 158 UU Ketenagakerjaan atau tidak.

si
55. Namun perlu TERGUGAT sampaikan bahwa UU Cipta Kerja telah

ne
ng
menghapuskan Pasal 158 UU Ketenagakerjaan. Artinya, PENGGUGAT
telah menggunakan dasar hukum yang sudah tidak berlaku lagi. Hal
tersebut sama dengan PENGGUGAT telah kehilangan objek pengujian

do
gu hingga berdampak pada kaburnya Gugatan a quo.
56. Sebuah gugatan yang menggunakan dasar hukum yang sudah tidak

In
A
berlaku lagi dan telah dicabut tentu menimbulkan konsekuensi tidak dapat
diterimanya gugatan tersebut. Sebagaimana dapat dirujuk dalam beberapa
ah

putusan berikut:

lik
a. Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas IA Nomor:
94/Pdt/G/2019/PN.Blb 22 Oktober 2019 yang menyatakan sebagai
am

ub
berikut:
“Menimbang bahwa Pasal 99 Peraturan Menteri Keuangan
ep
Republik Indonesia Nomor 27 /Pmk.06/2016 Tentang Petunjuk
k

Pelaksanaan Lelang adalah sebagai berikut :Pada saat Peraturan


ah

Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor


R

si
93/PMK.06/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan

ne
ng

Nomor 1 06/PMK.06/201 3, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.


Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas

do
gu

Majelis Hakim berpendapat dasar hukum yang digunakan oleh


Penggugat sudah tidak berlaku lagi sehingga eksepsi Pihak
Tergugat mengenai Gugatan Penggugat kabur haruslah
In
A

dikabulkan.”
b. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 17
ah

lik

P/HUM/2019 tanggal 18 Maret 2019 yang menyatakan sebagai


berikut:
m

ub

“Menimbang, bahwa oleh karena peraturan yang menjadi objek


hak uji materiil telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, maka
ka

permohonan hak uji materiil yang dimohonkan Pemohon pada


ep

hakekatnya telah kehilangan objek, sehingga harus dinyatakan


ah

tidak diterima;”
R

c. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 371 PK/Pdt/2017 tanggal 15


es

Agustus 2017 yang menyatakan sebagai berikut:


M

ng

on
gu

Hal 29 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan peninjauan kembali

R
tersebut Mahkamah Agung berpendapat:

si
Bahwa setelah membaca dan meneliti dengan saksama memori

ne
ng
peninjauan kembali dan kontra memori peninjauan kembali para
pihak dihubungkan dengan pertimbangan hukum putusan Judex
Facti dan Judex Juris, ternyata tidak ditemukan suatu kekhilafan

do
gu Hakim ataupun kekeliruan yang nyata dalam memeriksa dan
mengadili serta memutus perkara a quo, karena berdasarkan

In
A
fakta-fakta dalam perkara a quo Judex Facti telah memberikan
pertimbangan yang cukup dan tidak bertentangan dengan hukum,
ah

dimana ternyata 3 (tiga) tahun setelah berlakunya Pasal 21

lik
ayat (1) dan(2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang
Perumahan dan Pemukiman Sewa Menyewa Rumah di antara
am

ub
Penggugat selaku Pemilik dengan Para Tergugat selaku
Penyewa berdasarkan perjanjian tidak tertulis maupun tertulis
ep
yang tanpa batas waktu dinyatakan tidak berlaku lagi dan
k

ternyata pula tidak adanya kesepakatan di antara Penggugat


ah

selaku pemilik dengan Para Tergugat selaku penyewa untuk


R

si
memperpanjang masa/waktu sewa, maka perjanjian sewa
menyewa tersebut berakhir dengan sendirinya dan penguasaan

ne
ng

rumah/objek sewa yang masih ditempati oleh Para Tergugat tanpa


alas hak yang sah merupakan perbuatan melawan hukum;”

do
gu

57. Maka berdasarkan uraian tersebut, telah tercapai kesimpulan bahwa


PENGGUGAT telah menggunakan sebuah pasal/aturan yang sudah tidak
berlaku lagi untuk menjadi dasar hukum dalam Gugatan a quo hingga
In
A

berujung pada perlunya Gugatan a quo dinyatakan tidak dapat diterima.


ah

lik

E.
m

ub

DASAR HITUNG PENGGUGAT BERTENTANGAN DENGAN PASAL 157 UU


CIPTA KERJA KARENA PENGGUGAT MENGHITUNG NILAI PESANGON
ka

BERDASARKAN UPAH YANG DITERIMA TERAKHIR DAN BUKAN


ep

BERDASARKAN UPAH POKOK


ah

(OBSCUUR LIBEL)
es
M

ng

on
gu

Hal 30 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
58. Majelis Hakim Yang Terhormat, apabila dicermati PENGGUGAT

R
menggunakan jumlah upah terakhir untuk sampai pada nilai tuntutan

si
sebesar Rp116.308.874,- (seratus enam belas juta tiga ratus delapan ribu

ne
ng
delapan ratus tujuh puluh empat Rupiah).
59. Sebagaimana dapat terlihat dari posita dan petitum dalam Gugatan a quo
berikut:

do
gu a. Posita halaman 5 poin 23 Gugatan a quo:
“23. Bahwa Penggugat di Upah Terakhir dengan sebesar

In
A
Rp4.881.800,- (empat juta delapan ratus delapan puluh satu
ribu delapan ratus rupiah) yang Penggugat terima setiap
ah

bulannya.”

lik
b. Posita halaman 7 poin 28 Gugatan a quo:
“Bahwa sekalipun demikian dengan mempertimbangkan azas
am

ub
kemanfaatan bagi para Pemohon dan Termohon serta mengacu
pada Pasal 169 ayat (1) huruf (c) jo. Pasal 169 ayat (2) UU No. 13
ep
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, jo. Pasal 154 A ayat (1)
k

huruf (g) poin (3) UU No. 11 tahun 2020 tentang Ketenagakerjaan,


ah

Pemohon berkeyakinan bahwa sekiranya hubungan kerja tetap


R

si
dipertahankan tentu tidak akan membawa kemanfaatan bagi
Penggugat dan Tergugat sehingga sudah sepatutnya Penggugat

ne
ng

memintakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhitung Bulan


April 2021 dan dengan mengacu prosedur hukum ketenagakerjaan

do
gu

yang berlaku dengan pesangon 2 x Psl 156 ayat (2) + 1 x Psl. 156
ayat (3) + 1 x Psl. 156 ayat (4), adalah sebagai berikut:
1) Uang pesangon sebesar : 2 kali ketentuan
In
A

2x 9 x Rp.4,881,800,- =Rp. 87.872.400,-


2) Uang penghargaan masa kerja sebesar : 1 kali ketentuan
ah

lik

1 x 5 x Rp. 4,881,800,-= Rp. 24.409.000,-


3) Uang penggantian hak: 15% dari pesangon + penghargaan
m

ub

masa kerja
15% (Rp. 87.872.400, + Rp. 24.409.000,-) = Rp. 16.842.210,-
ka

4) Sisa Hak cuti tahunan yang belum di berikan :


ep

Rp. 4,881,800, +25 hari = Rp. 195.272,-X 12 hari =


ah

Rp.2.343.264,-
R

Total = Rp. 116.308.874,-“


es

60. Dijadikannya jumlah upah terakhir sebagai dasar hitung tentu saja
M

ng

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. UU


on
gu

Hal 31 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Ketenagakerjaan yang telah diubah oleh UU Cipta Kerja pada dasarnya

R
tidak pernah mengatur jika upah terakhir adalah dasar yang digunakan

si
untuk menghitung nilai pesangon.

ne
ng
61. Apabila mengacu pada Pasal 157 UU Cipta Kerja, penentuan komponen
upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon adalah
upah pokok dan tunjangan tetap.

do
gu Pasal 157 UU Cipta Kerja
“(1) Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan

In
A
uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja terdiri atas:
a. upah pokok; dan
ah

b. tunjangan tetap yang diberikan kepada pekerja/ buruh dan

lik
keluarganya.”
56. Merujuk pada tanda terima upah atau slip gaji yang diterima oleh
am

ub
PENGGUGAT, upah pokok yang diterima oleh PENGGUGAT adalah
sebesar Rp4.684.919,- (empat juta enam ratus delapan puluh empat ribu
ep
sembilan ratus sembilan belas rupiah).
k

57. Berdasarkan hal tersebut, maka telah terjadi kesalahan dasar hitung yang
ah

dilakukan oleh PENGGUGAT yang tentunya berdampak pada kesalahan


R

si
menyeluruh terhadap posita dan petitum inti dari Gugatan a quo. Artinya,
sama dengan Gugatan a quo berada pada posisi kabur dan gelap.

ne
ng

58. Oleh karenanya, kembali TERGUGAT sampaikan demi sempurnanya


Gugatan a quo maka perlu bagi Majelis Hakim Yang Terhormat untuk

do
gu

menyatakan Gugatan a quo tidak dapat diterima.


II. DALAM POKOK PERKARA
In
A

F.
ah

lik

PENGGUGAT TELAH MENCOBA MENYESATKAN (MISLEADING) MAJELIS


HAKIM DENGAN MENYAMPAIKAN DASAR FAKTA YANG PARSIAL DAN
m

ub

SEPOTONG-POTONG
ka

ep

59. TERGUGAT pada dasarnya maklum, bahwa dalam mekanisme jawab-


jinawab di dalam sebuah persidangan para pihak dapat saja mendalilkan
ah

apapun untuk membela kepentingannya. Selama sesuai dengan dasar


es

hukum dan dasar fakta yang ada.


M

ng

on
gu

Hal 32 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
60. Namun, entah darimana asalnya PENGGUGAT mendalilkan dalam

R
Gugatan a quo jika PENGGUGAT hanya masuk seperti biasa lalu tiba-tiba

si
mendapat PHK dari TERGUGAT.

ne
ng
61. Dalil tersebut terlihat PENGGUGAT sampaikan dalam halaman 2 poin 4
dan 5 Gugatan a quo yang menyatakan sebagai berikut:
“4. Bahwa pada tanggal 20 Maret 2020 Penggugat masuk kerja

do
gu seperti biasa dan menjalankan MC Blow film percetakan plastik,
saat pulang kerja pada sekitar jam 17.00 WIB pekerja di panggil

In
A
oleh HR bahwa pekerja di SP-3 dengan Tuduhan alasan pekerja
telah lalai dalam menjalankan produksi dan dinyatakan Pemutusan
ah

Hubungan Kerja (PHK) oleh Tergugat karena di anggap Melakukan

lik
kesalahan Berat sehingga diputus hubungan kerja Tanpa Syarat.
5. Bahwa pada tanggal 21 Maret 2020 Penggugat Masuk kerja
am

ub
seperti biasa tetapi Penggugat sudah tidak lagi di ijinkan masuk
oleh security Perusahaan Tergugat.”
ep
62. Padahal pada faktanya, dasar dilakukannya PHK kepada PENGGUGAT,
k

karena PENGGUGAT telah melakukan kesalahan berat yang


ah

mengakibatkan kerugian bagi TERGUGAT dengan melanggar standar


R

si
operasional prosedur yang telah ditentukan bahkan dengan sengaja
dilakukan berulang kali oleh PENGGUGAT.

ne
ng

63. Perbuatan tersebut telah diakui sendiri oleh PENGGUGAT dengan


menandatangani Berita Acara tanggal 20 Februari 2020 yang berisi fakta

do
gu

bahwa PENGGUGAT telah menggunakan material yang tidak sesuai


dengan formulasi yang seharusnya.
64. TERGUGAT menilai bahwa itu adalah tindakan terakhir dari PENGGUGAT
In
A

yang tidak mengikuti prosedur. Namun ternyata pada hari Jumat tanggal
20 Maret 2020, ketika berada pada mesin BF 1, PENGGUGAT ternyata
ah

lik

kembali tidak melakukan standar operasional prosedur sebagaimana


seharusnya dan menggunakan material yang tidak boleh digunakan untuk
m

ub

purging.
65. Hal tersebut ditemukan oleh supervisor yang melakukan pengecekan
ka

terhadap mesin BF 1 yang dioperasikan oleh PENGGUGAT. PENGGUGAT


ep

tertangkap tangan pada saat melakukan purging/ganti order menggunakan


ah

resin murni yang seharusnya menggunakan resin recycle.


R

66. Hal tersebut jelas tidak sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan.
es

Sebagaimana kesalahan berulang PENGGUGAT tersebut tertuang dalam


M

ng

Berita Acara tanggal 20 Maret 2020.


on
gu

Hal 33 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
67. Alhasil dengan berat hati TERGUGAT memberikan peringatan terakhir

R
pada PENGGUGAT melalui Surat Peringatan 3 No. 173/SP/AMG-

si
HRD/III/20 tanggal 20 Maret 2020 dan merupakan kesempatan terakhir

ne
ng
bagi PENGGUGAT untuk bekerja pada TERGUGAT.
68. Kemudian tanggal 21 Maret 2020 merupakan tanggal terakhir bagi
PENGGUGAT bekerja pada TERGUGAT sebagaimana dituangkan dalam

do
gu Surat Keterangan Pengalaman Kerja No. 270/HRGA-AMG/VI/2020 tanggal
26 Juni 2020.

In
A
69. Pasca TERGUGAT memberikan Peringatan kepada PENGGUGAT karena
kesalahan tersebut, pada tanggal 4 April 2020, salah satu konsumen
ah

TERGUGAT terbukti mengajukan keluhan bahwa 49 (empat puluh

lik
sembilan) roll produk yang diterimanya mengalami kecacatan
sebagaimana keluhan tersebut tertuang melalui Customer Complaint
am

ub
Report (“CCR”) No. 024/NCR/2020.
70. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh tim Quality
ep
Control ternyata ditemukan jika penyebab kecacatan produk milik
k

konsumen tersebut diakibatkan karena kesalahan material yang


ah

dimasukkan ke dalam bak resin yang digunakan untuk memproduksi


R

si
barang pesanan konsumen pada tanggal dan bulan dimana PENGGUGAT
bertugas.

ne
ng

71. Kesalahan PENGGUGAT tersebut tidak berdampak sederhana. Pasca


PENGGUGAT tidak lagi bekerja pada PENGGUGAT ternyata keluhan dari

do
gu

customer mulai bertambah. Keluhan dari customer tersebut tertuang dalam


CCR No. 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020, dan CCR No.
031/NCR/2020 08 April 2020.
In
A

72. Bagian Quality Control pun juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap
dua CCR tersebut dan kembali menemukan bahwa penyebab dari
ah

lik

kecacatan produk tersebut adalah karena kesalahan penggunaan material


yang digunakan untuk memproduksi barang pesanan.
m

ub

73. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan fakta bahwa tanggal dan bulan
produksi dari dua CCR tersebut adalah tanggal dan bulan yang sama
ka

dengan PENGGUGAT melakukan kesalahan penggunaan material.


ep

74. Alhasil sampai saat ini saja, TERGUGAT telah mengalami kerugian
ah

sebesar Rp176.257.200,- (seratus tujuh puluh enam juta dua ratus lima
R

puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) yang masih memiliki potensi akan
es

bertambah kedepannya akibat perbuatan PENGGUGAT. Dengan perincian


M

ng

keluhan sebagai berikut:


on
gu

Hal 34 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
a. No. CCR 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020 dengan kerugian

R
sebesar Rp39.628.800,- (tiga puluh sembilan juta enam ratus dua

si
puluh delapan ribu delapan ratus rupiah);

ne
ng
b. No. CCR 024/NCR/2020 tanggal 04 April 2020 dengan kerugian
sebesar Rp97.752.000,- (sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus lima
puluh dua ribu rupiah);

do
gu c. No. CCR 031/NCR/2020 tanggal 08 April 2020 dengan kerugian
sebesar Rp38.876.400,- (tiga puluh delapan juta delapan ratus tujuh

In
A
puluh enam ribu empat ratus rupiah).
75. Fakta ini yang luput disampaikan oleh PENGGUGAT dalam Gugatan a
ah

quo. Hingga fakta yang dihadirkan PENGGUGAT dalam Gugatan a quo

lik
menjadi parsial dan berpotensi menyesatkan (misleading).
76. Logikanya, bagaimana mungkin TERGUGAT mengakhiri masa kerja
am

ub
seseorang apabila tidak adanya suatu penyebab yang jelas. Tentunya
tidak mungkin ada asap jika tidak ada api.
ep
77. Jika PENGGUGAT memang merasa masuk kerja seperti biasa namun
k

tiba-tiba dikenakan pengakhiran kerja lantas mengapa PENGGUGAT tidak


ah

mempertanyakan hal tersebut?


R

si
77. Malah justru mengajukan tuntutan sebesar Rp116.308.874,- (seratus
enam belas juta tiga ratus delapan ribu delapan ratus tujuh puluh empat

ne
ng

rupiah) yang jelas menunjukkan bahwa terdapat alasan yang membuat


PENGGUGAT tidak dapat bekerja lagi pada TERGUGAT hingga

do
gu

mengajukan tuntutan pada TERGUGAT.


78. Disampaikannya fakta secara parsial tentu mengakibatkan gugatan yang
banal hingga dapat menyebabkan hakim pemeriksa perkara tidak dapat
In
A

menangkap peristiwa hukum yang terjadi secara utuh dan hal ini
cenderung menyesatkan (misleading).
ah

lik

79. Padahal dalil-dalil yang termuat di dalam sebuah gugatan tidaklah boleh
disampaikan secara sepenggal melainkan harus saling mendukung satu
m

ub

dan lainnya begitu pula posita dan petitum dari sebuah gugatan haruslah
terang, jelas dan tegas adanya. (Vide Pasal 118 Ayat (1), Pasal 120 dan
ka

Pasal 121 HIR jo. Pasal 8 Rv).


ep

80. Ahli Hukum M. Yahya Harahap pun juga dalam bukunya yang berjudul
ah

Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan,


R

Pembuktian, dan Putusan Pengadilan, halaman 60-61, sehubungan


es

dengan fundamentum petendi yang dianggap lengkap memenuhi syarat,


M

ng

memuat dua unsur:


on
gu

Hal 35 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Dasar Hukum (Rechtlijke Grond)

R
Memuat Penegasan atau penjelasan mengenai hubungan hukum

si
antara:

ne
ng
 Penggugat dengan materi dan objek yang disengketakan, dan
 Antara Penggugat dengan tergugat berkaitan dengan materi atau
objek sengketa.

do
gu Dasar Fakta (Feitelijke Grond)
Memuat penegasan pernyataan mengenai:

In
A
 Fakta atau peristiwa yang berkaitan langsung dengan atau di
sekitar hubungan hukum yang terjadi antara penggugat dengan
ah

materi objek perkara maupun dengan pihak tergugat;

lik
 Atau penjelasan fakta-fakta yang langsung berkaitan dengan dasar
hukum atau hubungan hukum yang didalilkan penggugat”
am

ub
81. Majelis Hakim Yang Terhormat, terlihat jelas indikasi bahwa Gugatan a quo
hanya diajukan PENGGUGAT demi keuntungan ekonomis PENGGUGAT
ep
semata (Vexatious Litigation) oleh karenanya, adalah perlu dan patut bagi
k

Majelis Hakim Yang Terhormat untuk menolak Gugatan a quo.


ah

si
G.

ne
ng

TERGUGAT BERHAK MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA


TANPA ADANYA PUTUSAN PENGADILAN YANG BERKEKUATAN HUKUM

do
gu

TETAP KARENA PENGGUGAT TELAH MELAKUKAN KESALAHAN BERAT


BERDASARKAN SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK
INDONESIA NO. 3 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERLAKUAN RUMUSAN
In
A

HASIL RAPAT PLENO MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2015 SEBAGAI


PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS BAGI PENGADILAN
ah

lik

(SEMA RI NO. 3 TAHUN 2015)


m

ub

82. Majelis Hakim Yang Terhormat, PENGGUGAT dalam posita Gugatannya


ka

mendalilkan bahwa PHK yang dilakukan TERGUGAT terhadap


ep

PENGGUGAT yang dinyatakan telah melakukan Kesalahan Berat tidak


dapat dilakukan sebelum adanya Putusan Hakim Pidana yang telah
ah

berkekuatan hukum tetap, berikut kutipan lengkapnya (poin 20 halaman 4


es

Posita Gugatan):
M

ng

on
gu

Hal 36 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Bahwa alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Penggugat yang

R
dinyatakan Tergugat telah melakukan KESALAHAN BERAT tidak

si
dapat dilakukan sebelum ada putusan hakim pidana yang telah

ne
ng
berkekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam Putusan
Mahkamah Konstitusi RI Perkara nomor: 012/PUU-I/2003 jo. Surat
Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: SE-

do
gu 13/MEN/SJ-HK/I/2005, pada butir 3.a.”
83. Namun, merujuk pada SEMA RI No. 3 Tahun 2015 halaman 3 dan 4 yang

In
A
menjelaskan bahwa:
“Dalam hal terjadi PHK terhadap pekerja/buruh karena melakukan
ah

kesalahan berat ex Pasal 158 UU No. 13 tahun 2003 tentang

lik
Ketenagakerjaan (Pasca Putusan MK No. 012/PUU-I/2003, tanggal
28 Oktober 2004), maka PHK dapat dilakukan tanpa harus
am

ub
menunggu putusan pidana berkekuatan hukum tetap (BHT).”
84. Adapun, hal tersebut di atas telah diamini oleh Putusan Mahkamah Agung
ep
Republik Indonesia No. 684 K/Pdt.Sus-PHI/2015 dalam perkara hubungan
k

industrial antara Robert Immanuel Marpaung selaku Pemohon Kasasi


ah

dahulu Penggugat melawan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cinde


R

si
Wilis Jember selaku Termohon Kasasi dahulu Tergugat, yang dalam
pertimbangannya Majelis Hakim Agung dalam perkara tersebut

ne
ng

memberikan pertimbangan bahwa:


“Bahwa Pemohon Kasasi telah melakukan pelanggaran berat dengan

do
gu

meminta uang kepada nasabah yang mengajukan kredit, hal tersebut


dikuatkan dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang bernama
Sunarwati dan Rini Prami Astutik, dan juga surat pernyataan dari
In
A

saudara Sadili.”
85. Dari pertimbangan Majelis Hakim Agung tersebut di atas, disimpulkan
ah

lik

bahwa kesalahan berat yang dilakukan oleh pekerja/karyawan tidak wajib


untuk menunggu Putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap, tetapi
m

ub

dengan dihadirkannya bukti surat dan keterangan saksi di bawah sumpah


dapat membuktikan bahwa pekerja/karyawan tersebut telah melakukan
ka

kesalahan berat.
ep

86. Oleh karenanya, TERGUGAT mereservasi hak TERGUGAT untuk


ah

membuktikan adanya kesalahan berat yang dilakukan oleh PENGGUGAT


R

dalam persidangan perkara a quo.


es

87. Dengan demikian, TERGUGAT mohon kepada Majelis Hakim Yang


M

ng

Terhormat untuk menyatakan PENGGUGAT telah melakukan kesalahan


on
gu

Hal 37 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 37
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
berat karena merugikan TERGUGAT, dan PHK yang dilakukan

R
TERGUGAT kepada PENGGUGAT adalah sah.

si
88. Selain itu mengingat pula bahwa l UU Cipta Kerja telah menghapuskan

ne
ng
Pasal 158 UU Ketenagakerjaan. Artinya, TERGUGAT dapat saja
melakukan PHK terhadap PENGGUGAT yang pada faktanya telah
melakukan kesalahan berat tanpa adanya putusan pengadilan terlebih

do
gu dahulu.

In
A
H.
ah

TERGUGAT BERHAK MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

lik
TANPA ADANYA PENETAPAN HUBUNGAN INDUSTRIAL BERDASARKAN
PASAL 154 A HURUF K UU CIPTA KERJA
am

89. Majelis Hakim Yang Terhormat, TERGUGAT menolak dengan tegas dalil
ub
ep
k

PENGGUGAT dalam halaman 4 Gugatan a quo yang menyatakan sebagai


ah

berikut:
R

si
“21. Bahwa tindakan Tergugat yang langsung mem-PHK Penggugat
tanpa adanya Putusan Pengadilan dan/atau putusan atau

ne
ng

penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan


Industrial (LPPHI) bertentangan dengan Pasal 151 ayat (1), (2), (3)

do
jo. Pasal 155 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003”
gu

90. Apabila PENGGUGAT berkenan sejenak membaca UU Cipta Kerja, maka


PENGGUGAT akan menemukan jika Pasal 155 UU Ketenagakerjaan telah
In
A

dihapuskan oleh UU Cipta Kerja.


91. Maka sebagaimana diatur dalam asas lex posteriori derogat legi priori,
ah

lik

yang berarti apabila terdapat konflik antara peraturan perundang-


undangan yang lama dengan yang baru, sedangkan keduanya mengatur
hal yang sama, maka peraturan perundang-undangan yang baru
m

ub

mengalahkan atau melumpuhkan peraturan perundang-undangan yang


ka

lama. (Andika Wijaya dan Wida Peace Ananta. Update Paling Lengkap
ep

Ujian Profesi Advokat. Jakarta: Grasindo, 2018, hal. 161)


92. Oleh karenanya, Pasal 154 A huruf K UU Cipta Kerja telah memberikan
ah

ketentuan baru bahwa TERGUGAT berhak untuk melakukan PHK yang


es

menyatakan sebagai berikut:


M

ng

on
gu

Hal 38 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 38
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
“Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan

R
pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam

si
perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama

ne
ng
dan sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua,
dan ketiga secara berturut-turut masing-masing berlaku untuk paling
lama 6 (enam) bulan kecuali ditetapkan lain dalam perjanjian kerja,

do
gu peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama;”
93. Sebagaimana pada faktanya, PENGGUGAT telah menggunakan material

In
A
yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang seharusnya.
PENGGUGAT menggunakan NGR Natural KW 1 yang seharusnya
ah

menggunakan formulasi RR cumi-cumi, RR Black dan MB Black.

lik
Sebagaimana fakta tersebut tertuang dalam Berita Acara tanggal 20
Februari 2020.
am

ub
94. Sebagaimana juga termuat dalam Berita Acara tanggal 20 Maret 2020.
PENGGUGAT kembali tidak melakukan standar operasional prosedur
ep
sebagaimana seharusnya dan menggunakan material yang tidak boleh
k

digunakan untuk purging. PENGGUGAT tertangkap tangan pada saat


ah

melakukan purging/ganti order menggunakan resin murni yang seharusnya


R

si
menggunakan resin recycle.
95. Tindakan PENGGUGAT tersebut jelas bertentangan dengan standar

ne
ng

operasional prosedur TERGUGAT yang memberikan legitimasi bagi


TERGUGAT untuk menggunakan Pasal 154 A huruf K UU Cipta Kerja

do
gu

melakukan PHK.
96. Selain itu TERGUGAT juga menolak dalil PENGGUGAT pada halaman 4
poin 20 yang menyatakan bahwa alasan PHK terhadap PENGGUGAT
In
A

adalah dikarenakan melakukan kesalahan berat sebagaimana diatur


dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 012/PUU-I/2003 jo. Surat
ah

lik

Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE-13/MEN/SJ-


HK/I/2005 pada butir 3 a.
m

ub

97. Dasar PHK yang diajukan TERGUGAT pada PENGGUGAT adalah


pelanggaran prosedur sebagaimana digariskan pada Pasal 154 A huruf K
ka

UU Cipta Kerja dan bukan sebagaimana diatur Pasal 158 UU


ep

Ketenagakerjaan yang telah dihapuskan oleh UU Cipta Kerja.


ah

I.
es
M

ng

KERUGIAN YANG DIALAMI TERGUGAT AKIBAT PERBUATAN PENGGUGAT


on
gu

Hal 39 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 39
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
LEBIH BESAR DIBANDINGKAN TUNTUTAN PENGGUGAT

si
98. Majelis Hakim Yang Terhormat, sebagaimana telah TERGUGAT jelaskan

ne
ng
dalam Kronologi Perkara a quo bahwa TERGUGAT telah memberhentikan
PENGGUGAT sebagai karyawan terhitung pada tanggal 21 Maret 2020

do
gu berdasarkan Surat Keterangan Pengalaman Kerja No. 270/HRGA-
AMG/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020.

In
99. Pemberhentian ini dikarenakan PENGGUGAT telah melakukan pekerjaan
A
yang tidak sesuai dengan SOP TERGUGAT dan mengakibatkan kerugian
bagi TERGUGAT, sebagaimana TERGUGAT uraikan dalam Kronologi
ah

lik
Perkara a quo.
100. Akibat perbuatan PENGGUGAT, TERGUGAT harus menerima teguran
am

ub
atau complain dari customer TERGUGAT yang tertuang dalam CCR No.
017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020, CCR No. 024/NCR/2020 tanggal
04 April 2020 dan CCR No. 031/NCR/2020 08 April 2020, yang selanjutnya
ep
k

untuk memperbaiki kesalahan PENGGUGAT, TERGUGAT harus


ah

mengalami kerugian sebesar Rp176.257.200,- (seratus tujuh puluh


R

si
enam juta dua ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) yang
masih memiliki potensi akan bertambah kedepannya akibat perbuatan

ne
ng

PENGGUGAT. Dengan perincian keluhan sebagai berikut:


a. No. CCR 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020 dengan kerugian

do
sebesar Rp39.628.800,- (tiga puluh sembilan juta enam ratus dua
gu

puluh delapan ribu delapan ratus rupiah);


b. No. CCR 024/NCR/2020 tanggal 04 April 2020 dengan kerugian
In
A

sebesar Rp97.752.000,- (sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus lima


puluh dua ribu rupiah);
ah

lik

c. No. CCR 031/NCR/2020 tanggal 08 April 2020 dengan kerugian


sebesar Rp38.876.400,- (tiga puluh delapan juta delapan ratus tujuh
puluh enam ribu empat ratus rupiah).
m

ub

101. Tentunya hal ini tidak akan terjadi apabila PENGGUGAT dalam
ka

melaksanakan pekerjaannya berpedoman terhadap SOP yang telah


ep

ditetapkan oleh TERGUGAT.


102. Nilai kerugian ini tentunya tidak sebanding dengan tuntutan PENGGUGAT
ah

dalam petitumnya yang meminta TERGUGAT untuk membayar uang


es

pesangon, penghargaan masa kerja, penggantian hak sebesar


M

ng

on
gu

Hal 40 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 40
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Rp116.308.874,- (seratus enam belas juta tiga ratus delapan ribu delapan

R
ratus tujuh puluh empat rupiah).

si
103. Oleh karenanya, wajar bila TERGUGAT dalam melakukan pemberhentian

ne
ng
ini tidak memberikan uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan
penggantian hak, karena nilai kerugian yang dialami oleh TERGUGAT
lebih besar dari tuntutan PENGGUGAT terhadap TERGUGAT.

do
gu
104. Ditambah lagi PENGGUGAT telah keliru dalam menghitung uang
pesangon, penghargaan masa kerja, dan penggantian hak. Dengan

In
A
demikian, TERGUGAT mohon kebijaksanaan dari Majelis Hakim Yang
Terhormat untuk dapat melihat bahwa TERGUGAT dirugikan akibat
ah

perbuatan dari PENGGUGAT, maka telah patut bagi Majelis Hakim Yang

lik
Terhormat untuk menolak Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya.
am

ub
J.
ep
APABILA MAJELIS HAKIM MENILAI BAHWA TERGUGAT TETAP
k

BERKEWAJIBAN MEMBAYAR PESANGON PENGGUGAT MAKA MOHON


ah

DASAR PERHITUNGAN YANG DIPERGUNAKAN ADALAH PASAL 156 UU


R

si
CIPTA KERJA

ne
ng

105. Apabila Majelis Hakim Yang Terhormat menilai PENGGUGAT berhak

do
terhadap pesangon. Maka berdasarkan Pasal 156 ayat (1) jo. ayat (2) UU
gu

Cipta Kerja TERGUGAT dapat memilih antara membayar uang pesangon


dan/atau uang penghargaan masa kerja pada PENGGUGAT.
In
A

a. Pasal 156 ayat (2) UU Cipta Kerja


“1. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib
ah

lik

membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa


kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.”
b. Pasal 156 ayat (2) UU Cipta Kerja:
m

ub

“Uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan


ka

dengan ketentuan sebagai berikut:


ep

….
i. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)
ah

tahun, 3 (tiga) bulan upah;


es

…”
M

ng

on
gu

Hal 41 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 41
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
106. Lebih lanjut, komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan

R
uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja adalah upah pokok

si
dan tunjangan tetap sebagaimana mengacu pada Pasal 157 jo. Pasal 156

ne
ng
ayat (1) dan ayat (2) UU Cipta Kerja.
Pasal 157 UU Cipta Kerja
“(1) Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang

do
gu pesangon dan uang penghargaan masa kerja terdiri atas:
a. upah pokok; dan

In
A
b. tunjangan tetap yang diberikan kepada pekerja/ buruh dan
c. keluarganya.”
ah

107. Pada dasarnya, TERGUGAT mendapatkan gaji pokok dan tunjangan tetap

lik
dengan perincian sebagai berikut:
Gaji pokok : Rp3.787.911,- (tiga juta tujuh ratus delapan puluh
am

ub
tujuh ribu sembilan ratus sebelas rupiah)
Tunjangan Tetap : - Katering sebesar Rp300.000,- (tiga ratus ribu
rupiah);
ep
k

- Transport & Housing sebesar Rp807.815,-


ah

(delapan ratus tujuh ribu delapan ratus lima


R

si
belas rupiah)
TOTAL : Rp4.895.726,- (empat juta delapan ratus

ne
ng

sembilan puluh lima ribu tujuh ratus dua puluh


enam rupiah)

do
gu

108. Dikarenakan PENGGUGAT telah bekerja pada TERGUGAT sejak 16 Mei


2017 hingga 21 Maret 2020 yaitu 2 tahun 10 bulan (34 (tiga puluh empat)
bulan)).
In
A

109. Maka mengacu pada Pasal 156 ayat (2) UU Cipta Kerja. Maka
TERGUGAT memilih membayar uang pesangon yang diberikan pada
ah

lik

PENGGUGAT sebanyak 4 (empat) bulan upah. Sebagaimana dinyatakan


dalam ketentuan berikut:
m

ub

Pasal 156 ayat (2) UU Cipta Kerja:


“Uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan
ka

dengan ketentuan sebagai berikut:


ep

….
ah

c) masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga)
R

tahun, 3 (tiga) bulan upah;


es

…”
M

ng

on
gu

Hal 42 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 42
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
110. Berdasarkan ketentuan Pasal 156 ayat (2) jo. Ayat (3) UU Cipta Kerja

R
tersebut. Maka didapat perhitungan Rp4.895.726,- (empat juta delapan

si
ratus sembilan puluh lima ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah) x 3

ne
ng
bulan upah dengan total akhir Rp14.687.178- (empat belas juta enam
ratus delapan puluh tujuh seratus tujuh puluh delapan Rupiah).
111. Oleh karena itu, apabila Majelis Hakim Yang Terhormat merasa

do
gu PENGGUGAT tetap perlu mendapatkan pesangon maka mohon
menghukum PENGGUGAT sebesar Rp14.687.178,- (empat belas juta

In
A
enam ratus delapan puluh tujuh seratus tujuh puluh delapan rupiah).
ah

K.

lik
PETITUM TENTANG UANG PAKSA (DWANGSOM) DAN PUTUSAN SERTA
am

ub
MERTA PATUT DITOLAK KARENA TIDAK MEMILIKI DASAR HUKUM
YANG JELAS
ep
k
ah

112. Majelis Hakim yang Terhormat, TERGUGAT mohon agar sekiranya Majelis
R

si
Hakim yang Terhormat menolak poin 6 (enam) petitum PENGGUGAT,
karena bertentangan dengan ketentuan Hukum Acara Perdata Indonesia.

ne
ng

Berikut kutipan poin 6 petitum Gugatan a quo:


“6. Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom,

do
terhadap setiap keterlambatan Tergugat dalam melaksanakan
gu

putusan Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri


Kelas 1A Bandung yang telah memiliki kekuatan hukum tetap
In
A

sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta Rupiah) terhadap setiap hari


keterlambatan;”
ah

lik

113. Namun demikian, permintaan membayar uang paksa (dwangsom) ini tidak
sesuai dengan Pasal 606a RV yang menjelaskan bahwa:
"Sepanjang suatu keputusan hakim mengandung hukum untuk
m

ub

sesuatu yang lain daripada membayar sejumlah uang, maka


ka

dapat ditentukan, bahwa sepanjang atau setiap kali terhukum tidak


ep

memenuhi hukuman tersebut, olehnya harus diserahkan sejumlah


yang besarnya ditetapkan dalam keputusan hakim, dan uang
ah

tersebut dinamakan uang paksa."


es

114. Permintaan membayar uang paksa (dwangsom) tersebut, patut untuk


M

ditolak karena pokok petitum dari Gugatan PENGGUGAT adalah untuk


ng

on
gu

Hal 43 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 43
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
membayar uang. Yurisprudensi pun mendukung argumentasi hukum

R
TERGUGAT sebagaimana dalam Putusan Mahkamah Agung No. 791

si
K/Sip/1972 tanggal 26 Februari 1973:

ne
ng
“bahwa uang paksa (dwangsom) tidak berlaku terhadap tindakan
untuk membayar uang, sedangkan dalam hal ini terbukti dengan
jelas bahwa tuntutan PENGGUGAT adalah dalam bentuk

do
gu pembayaran uang.”
115. Majelis Hakim Yang Terhormat, berdasarkan uraian argumentasi hukum

In
A
TERGUGAT yang didukung dengan putusan terdahulu di atas, maka
tuntutan PENGGUGAT terkait dengan uang paksa (dwangsom) haruslah
ah

ditolak karena bertentangan dengan hukum yang berlaku.

lik
116. Kemudian, petitum Gugatan PENGGUGAT poin 7 meminta kepada Majelis
Hakim perkara a quo untuk menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan,
am

ub
sekalipun belum berkekuatan hukum tetap (Uitvoerbaar Bij Voorraad).
117. Petitum mengenai putusan provisionil dan putusan serta merta
ep
(uitvoerbaar bij voorraad) dari PENGGUGAT tersebut tidak memenuhi
k

syarat-syarat yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan, yaitu:


ah

1) Pasal 180 ayat (1) HIR menyatakan dengan tegas :


R

si
“Biarpun orang membantah putusan hakim Pengadilan Negeri
atau meminta apel, maka Pengadilan Negeri itu boleh

ne
ng

memerintahkan supaya putusan hakim itu dijalankan dahulu,


jika ada surat yang sah, suatu surat tulisan yang menurut

do
gu

peraturan tentang hal itu boleh diterima sebagai bukti atau


jika ada keputusan hukuman lebih dahulu dengan putusan
hakim yang sudah menjadi tetap, demikian pula jika dikabulkan
In
A

dahulu tuntutan dahulu, lagi pula didalam perselisihan tentang hak


milik.”
ah

lik

2) Butir 4 huruf a dan f SEMA No. 3 tahun 2000 tentang Putusan


Serta Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil:
m

ub

“Selanjutnya, Mahkamah Agung memberikan petunjuk, yaitu


Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, para Hakim
ka

Pengadilan Negeri dan Hakim Pengadilan Agama tidak


ep

menjatuhkan Putusan Serta Merta, kecuali dalam hal-hal sebagai


ah

berikut:
R

- Gugatan didasarkan pada bukti surat autentik atau surat


es

tulisan tangan (hadschrift) yang tidak dibantah kebenaran


M

ng

on
gu

Hal 44 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 44
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
tentang isi dan tanda tangannya, yang menurut undang-

R
undang tidak mempunyai kekuatan bukti;

si
- Gugatan berdasarkan Putusan yang telah memperoleh

ne
ng
kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dan
mempunyai hubungan dengan pokok gugatan yang
diajukan.”

do
gu 3) SEMA No. 4 tahun 2001 tentang Permasalahan Putusan Serta
Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil:

In
A
“Berhubung dengan hal tersebut, sekali lagi ditegaskan agar
Majelis Hakim yang memutus perkara serta merta hendaknya
ah

berhati-hati dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan

lik
berpedoman pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA)
No. 3 tahun 2000 tentang Putusan Serta Merta (uitvoerbaar bij
am

ub
voorrad) dan provisional terutama yang berkaitan dengan
pelaksanaan putusan serta merta (uitvoerbaar bij voorrad)
ep
tersebut.”
k

118. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas, maka dapat simpulkan


ah

bahwa putusan provisionil dan putusan serta merta (uitvoerbaar bij


R

si
voorraad) harus memenuhi setidak-tidaknya syarat-syarat sebagai berikut:
a. Didasarkan pada bukti autentik; dan

ne
ng

b. Didasarkan pada putusan yang telah memiliki kekuatan hukum


tetap.

do
gu

119. Pada kenyataannya, seluruh syarat-syarat di atas sama sekali tidak


dipenuhi dalam perkara ini karena:
a. Permintaan putusan provisionil dan putusan serta merta
In
A

(uitvoerbaar bij voorraad) yang diajukan oleh PENGGUGAT sama


sekali tidak didasarkan kepada bukti autentik. Bahkan
ah

lik

PENGGUGAT sama sekali tidak mampu mengajukan ataupun


menunjukkan bukti apapun yang dapat mendukung dalil-dalilnya
m

ub

sendiri;
b. Permintaan putusan provisionil dan putusan serta merta
ka

(uitvoerbaar bij voorraad) yang diajukan oleh PENGGUGAT tidak


ep

didasarkan kepada putusan yang telah memiliki kekuatan hukum


ah

tetap.
R

120. Oleh karena itu, maka telah terbukti bahwa permintaan putusan serta
es

merta (uitvoerbaar bij voorraad) dari PENGGUGAT adalah tidak sesuai


M

ng

dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian,


on
gu

Hal 45 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 45
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
TERGUGAT dengan ini memohon kepada Majelis Hakim yang Terhormat

R
untuk menolak permintaan putusan serta merta (uitvoerbaar bij voorraad)

si
dari PENGGUGAT serta menolak seluruh Gugatan yang diajukan oleh

ne
ng
PENGGUGAT dalam perkara ini.
III. DALAM REKONVENSI
PENGGUGAT REKONVENSI (semula TERGUGAT KONVENSI) dengan ini

do
gu
mengajukan Gugatan Rekonvensi terhadap TERGUGAT REKONVENSI
(semula PENGGUGAT KONVENSI), atas dasar-dasar Gugatan Rekonvensi

In
A
sebagai berikut:
121. Menunjuk Pasal 132 (a) jo. Pasal 132 (b) HIR sebagai dasar diajukannya
ah

Gugat Balik atau Gugatan Rekonvensi, dinyatakan bahwa PENGGUGAT

lik
REKONVENSI berhak untuk mengajukan Gugat Balik atau Gugatan
Rekonvensi dan wajib diajukan secara bersama-sama dengan
am

ub
Jawabannya.
122. Segala sesuatu yang telah diuraikan dalam bagian Konvensi adalah satu
ep
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan (mutatis mutandis) dengan Gugatan
k

Rekonvensi ini, sehingga seluruh argumentasi hukum yang didasarkan


ah

pada alat bukti tersebut di atas, wajib untuk dipertimbangkan sebagai satu
R

si
kesatuan oleh Majelis Hakim Yang Terhormat.

ne
ng

L.
TERGUGAT REKONVENSI TELAH MELAKUKAN KESALAHAN BERAT

do
gu

DENGAN TIDAK MELAKSANAKAN PEKERJAAN SESUAI DENGAN SOP


YANG DITETAPKAN OLEH PENGGUGAT REKONVENSI SEHINGGA
MENGAKIBATKAN KERUGIAN TERHADAP PENGGUGAT REKONVENSI
In
A
ah

lik

123. Majelis Hakim Yang Terhormat, sebagaimana telah PENGGUGAT


REKONVENSI uraikan dalam Jawaban Konvensi, TERGUGAT
REKONVENSI telah melakukan kesalahan berat yang mengakibatkan
m

ub

kerugian terhadap PENGGUGAT REKONVENSI.


ka

124. Pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2020, TERGUGAT REKONVENSI


ep

melakukan serah terima pergantian sif sebagai operator mesin BFA.


Sesuai prosedur, sebelum operator mesin BFA berganti, operator produksi
ah

harus melakukan pengecekan pemakaian material yang digunakan oleh


es

TERGUGAT REKONVENSI selaku pemegang sif sebelumnya.


M

ng

on
gu

Hal 46 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 46
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
125. Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, ternyata ditemukan bahwa

R
TERGUGAT REKONVENSI telah menggunakan material yang tidak sesuai

si
dengan formulasi yang seharusnya. TERGUGAT REKONVENSI

ne
ng
menggunakan resin NGR Natural KW 1 yang seharusnya menggunakan
formulasi RR cumi-cumi, RR Black dan MB Black. Pemeriksaan tersebut
tertuang dalam Berita Acara tanggal 20 Februari 2020.

do
gu
126. PENGGUGAT REKONVENSI kemudian memanggil TERGUGAT
REKONVENSI untuk dimintai keterangan dan diberikan pengarahan jika

In
A
merubah formulasi bahan material akan merusak kualitas produk dan
berpotensi besar membahayakan kesehatan konsumen.
ah

127. TERGUGAT REKONVENSI kemudian mengakui kesalahan tersebut dan

lik
berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. PENGGUGAT
REKONVENSI kemudian dipindahkan posisinya dari mesin BFA (Blown
am

ub
Film #1) ke mesin BF 1.
128. PENGGUGAT REKONVENSI menilai bahwa hal itu adalah kesalahan
ep
terakhir dari TERGUGAT REKONVENSI yang telah melakukan
k

pelanggaran prosedur. Namun ternyata pada hari Jumat tanggal 20 Maret


ah

2020, ketika berada pada mesin BF 1, TERGUGAT REKONVENSI kembali


R

si
tidak melakukan standar operasional prosedur sebagaimana seharusnya
dan menggunakan material yang tidak boleh digunakan untuk

ne
ng

purging/ganti order.
129. Hal tersebut ditemukan oleh supervisor yang melakukan pengecekan

do
gu

terhadap mesin BF 1 yang dioperasikan oleh TERGUGAT REKONVESI.


TERGUGAT REKONVENSI tertangkap tangan pada saat melakukan
purging/ganti order menggunakan resin murni yang seharusnya
In
A

menggunakan resin recycle.


130. Hal tersebut pada dasarnya tidak sesuai dengan prosedur yang telah
ah

lik

ditentukan. Sebagaimana kesalahan berulang TERGUGAT REKONVENSI


tersebut tertuang dalam Berita Acara tanggal 20 Maret 2020.
m

ub

131. Alhasil dengan berat hati PENGGUGAT REKONVENSI memberikan


peringatan terakhir pada PENGGUGAT melalui Surat Peringatan 3 No.
ka

173/SP/AMG-HRD/III/20 tanggal 20 Maret 2020 dan menjadi kesempatan


ep

terakhir TERGUGAT REKONVENSI untuk bekerja pada PENGGUGAT


ah

REKONVENSI.
R

132. Tanggal 21 Maret 2020 merupakan tanggal terakhir bagi TERGUGAT


es

REKONVENSI untuk bekerja pada PENGGUGAT REKONVENSI


M

ng

on
gu

Hal 47 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 47
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
sebagaimana dituangkan dalam Surat Keterangan Pengalaman Kerja No.

R
270/HRGA-AMG/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020.

si
133. Tindakan PENGGUGAT tersebut mulai menunjukkan dampaknya. Pada

ne
ng
tanggal 4 April 2020, salah satu konsumen PENGGUGAT REKONVENSI
mengajukan keluhan bahwa 49 (empat puluh sembilan) roll produk yang
diterimanya mengalami kecacatan sebagaimana keluhan tersebut tertuang

do
gu dalam Customer Complaint Report (“CCR”) No. 024/NCR/2020.
134. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh Quality Control

In
A
ternyata ditemukan jika penyebab kecacatan produk milik konsumen
tersebut diakibatkan karena kesalahan material yang dimasukkan ke
ah

dalam bak resin yang digunakan untuk memproduksi barang pesanan

lik
konsumen pada tanggal dan bulan dimana TERGUGAT REKONVENSI
bertugas.
am

ub
135. Akibat hal tersebut, PENGGUGAT REKONVENSI kemudian melakukan
pemeriksaan secara menyeluruh terhadap produksi yang dilakukan pada
ep
saat TERGUGAT REKONVENSI merubah formulasi bahan material dan
k

berkesimpulan bahwa kedepan akan banyak keluhan dari begitu banyak


ah

customer. karena saat TERGUGAT REKONVENSI melakukan kesalahan


R

si
tersebut, PENGGUGAT REKONVENSI sedang menyelesaikan pesanan
dari banyak customer.

ne
ng

136. Kesalahan PENGGUGAT tersebut tidak berdampak sederhana. Pasca


TERGUGAT REKONVENSI tidak lagi bekerja pada PENGGUGAT

do
gu

REKONVENSI ternyata keluhan dari customer mulai bertambah. Keluhan


dari customer tersebut tertuang dalam CCR No. 017/NCR/2020 tanggal 26
Februari 2020, dan CCR No. 031/NCR/2020 08 tanggal April 2020.
In
A

137. Bagian Quality Control pun juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap
dua CCR tersebut dan kembali menemukan bahwa penyebab dari
ah

lik

kecacatan produk tersebut adalah karena kesalahan penggunaan material


yang digunakan untuk memproduksi barang pesanan.
m

ub

138. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan fakta bahwa tanggal dan bulan
produksi dari pengerjaan pesanan customer tersebut adalah tanggal dan
ka

bulan yang sama ketika TERGUGAT REKONVENSI melakukan kesalahan


ep

penggunaan material.
ah

139. PENGGUGAT REKONVENSI telah mengalami kerugian sebesar


R

Rp176.257.200,- (seratus tujuh puluh enam juta dua ratus lima puluh
es

tujuh ribu dua ratus rupiah) yang masih memiliki potensi akan
M

ng

on
gu

Hal 48 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 48
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
bertambah kedepannya akibat perbuatan TERGUGAT REKONVENSI.

R
Dengan perincian keluhan sebagai berikut:

si
a. No. CCR 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020 dengan kerugian

ne
ng
sebesar Rp39.628.800,- (tiga puluh sembilan juta enam ratus dua
puluh delapan ribu delapan ratus rupiah);
b. No. CCR 024/NCR/2020 tanggal 04 April 2020 dengan kerugian

do
gu sebesar Rp97.752.000,- (sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus lima
puluh dua ribu rupiah);

In
A
c. No. CCR 031/NCR/2020 tanggal 08 April 2020 dengan kerugian
sebesar Rp38.876.400,- (tiga puluh delapan juta delapan ratus tujuh
ah

puluh enam ribu empat ratus rupiah).

lik
140. Berdasarkan uraian tersebut di atas, disimpulkan bahwa perbuatan
TERGUGAT REKONVENSI yang tidak bekerja sesuai dengan SOP yang
am

ub
berlaku pada PENGGUGAT REKONVENSI dan mengakibatkan kerugian
terhadap PENGGUGAT REKONVENSI merupakan kesalahan berat.
ep
k

M.
ah

si
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP TERGUGAT REKONVENSI
BERDASARKAN SURAT KETERANGAN PENGALAMAN KERJA NO.

ne
ng

270/HRGA-AMG/VI/2020 TANGGAL 26 JUNI 2020 TELAH SAH TANPA


KEHARUSAN ADANYA PUTUSAN PENGADILAN YANG BERKEKUATAN

do
gu

HUKUM TETAP In
A

141. Dikarenakan perbuatan TERGUGAT REKONVENSI telah mengakibatkan


kerugian terhadap PENGGUGAT REKONVENSI, maka dengan berat hati
ah

lik

PENGGUGAT REKONVENSI memberikan Surat Peringatan 3 No.


173/SP/AMG-HRD/III/20 tanggal 20 Maret 2020.
142. Dalam Surat tersebut telah dijelaskan mengenai alasan diberikannya Surat
m

ub

Peringatan tersebut kepada TERGUGAT REKONVENSI, yaitu TERGUGAT


ka

REKONVENSI lalai dalam bekerja dengan tidak menjalankan SOP yang


ep

mengakibatkan menimbulkan kerugian bagi PENGGUGAT REKONVENSI.


143. TERGUGAT REKONVENSI secara sadar menandatangani Surat
ah

Peringatan tersebut dan mengakui adanya kelalaian yang dilakukan oleh


es

TERGUGAT REKONVENSI.
M

ng

on
gu

Hal 49 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
144. Menindaklanjuti, Surat Peringatan tersebut kemudian PENGGUGAT

R
REKONVENSI memberikan Surat Keterangan Pengalaman Kerja No.

si
270/HRGA-AMG/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020 kepada TERGUGAT

ne
ng
REKONVENSI yang dalam Surat tersebut menjelaskan mengenai masa
kerja TERGUGAT REKONVENSI pada PENGGUGAT REKONVENSI yaitu
sejak tanggal 16 Mei 2017 sampai dengan 21 Maret 2020.

do
gu
145. Surat tersebut merupakan Surat Keterangan yang dibuat sebagai
persyaratan pengambilan Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS

In
A
Ketenagakerjaan.
146. Dikarenakan kerugian tersebut diakui oleh TERGUGAT REKONVENSI
ah

karena kesalahan berat yang dilakukannya, maka dalam PHK terhadap

lik
TERGUGAT REKONVENSI tidak diperlukan Putusan Pengadilan yang
telah berkekuatan hukum tetap.
am

ub
147. Dalil ini didukung oleh SEMA RI No. 3 Tahun 2015 halaman 3 dan 4 yang
menjelaskan bahwa:
ep
“Dalam hal terjadi PHK terhadap pekerja/buruh karena melakukan
k

kesalahan berat ex Pasal 158 UU No. 13 tahun 2003 tentang


ah

Ketenagakerjaan (Pasca Putusan MK No. 012/PUU-I/2003, tanggal


R

si
28 Oktober 2004), maka PHK dapat dilakukan tanpa harus
menunggu putusan pidana berkekuatan hukum tetap (BHT).”

ne
ng

148. Adapun, hal tersebut di atas telah diamini oleh Putusan Mahkamah Agung
Republik Indonesia No. 684 K/Pdt.Sus-PHI/2015 dalam perkara hubungan

do
gu

industrial antara Robert Immanuel Marpaung selaku Pemohon Kasasi


dahulu Penggugat melawan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cinde
Wilis Jember selaku Termohon Kasasi dahulu Tergugat, yang dalam
In
A

pertimbangannya Majelis Hakim Agung dalam perkara tersebut


memberikan pertimbangan bahwa:
ah

lik

“Bahwa Pemohon Kasasi telah melakukan pelanggaran berat dengan


meminta uang kepada nasabah yang mengajukan kredit, hal tersebut
m

ub

dikuatkan dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang bernama


Sunarwati dan Rini Prami Astutik, dan juga surat pernyataan dari
ka

saudara Sadili.”
ep

149. Dari pertimbangan Majelis Hakim Agung tersebut di atas, disimpulkan


ah

bahwa kesalahan berat yang dilakukan oleh pekerja/karyawan tidak wajib


R

untuk menunggu Putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap, tetapi


es

dengan dihadirkannya bukti surat dan keterangan saksi di bawah sumpah


M

ng

on
gu

Hal 50 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
dapat membuktikan bahwa pekerja/karyawan tersebut telah melakukan

R
kesalahan berat.

si
150. Oleh karenanya PENGGUGAT REKONVENSI memohon kepada Majelis

ne
ng
Hakim untuk menyatakan bahwa PHK yang dilakukan terhadap
TERGUGAT REKONVENSI telah sah dan berdasarkan hukum.

do
gu N.

In
A
PENGGUGAT REKONVENSI BERHAK MELAKUKAN PEMUTUSAN
HUBUNGAN KERJA TANPA ADANYA PENETAPAN HUBUNGAN
ah

INDUSTRIAL BERDASARKAN PASAL 154 A HURUF K UU CIPTA KERJA

lik
am

ub
151. Majelis Hakim Yang Terhormat, dikarenakan Pasal 155 UU
Ketenagakerjaan telah dihapuskan oleh UU Cipta Kerja, maka PHK yang
PENGGUGAT REKONVENSI lakukan terhadap TERGUGAT
ep
k

REKONVENSI tidak memerlukan Penetapan Hubungan Industrial.


ah

152. Pasal 154 A huruf K UU Cipta Kerja telah memberikan ketentuan baru
R

si
bahwa TERGUGAT berhak untuk melakukan PHK yang menyatakan
sebagai berikut:

ne
ng

“Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena alasan


pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam

do
perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama
gu

dan sebelumnya telah diberikan surat peringatan pertama, kedua,


dan ketiga secara berturut-turut masing-masing berlaku untuk paling
In
A

lama 6 (enam) bulan kecuali ditetapkan lain dalam perjanjian kerja,


peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama”
ah

lik

153. Sebagaimana pada faktanya, TERGUGAT REKONVENSI telah


menggunakan material yang tidak sesuai dengan standar operasional
prosedur yang seharusnya. TERGUGAT REKONVENSI menggunakan
m

ub

NGR Natural KW 1 yang seharusnya menggunakan formulasi RR cumi-


ka

cumi, RR Black dan MB Black. Sebagaimana fakta tersebut tertuang


ep

dalam Berita Acara tanggal 20 Februari 2020.


154. Kemudian, termuat dalam Berita Acara tanggal 20 Maret 2020,
ah

TERGUGAT REKONVENSI kembali tidak melakukan standar operasional


es

prosedur sebagaimana seharusnya dan menggunakan material yang tidak


M

boleh digunakan untuk purging. TERGUGAT REKONVENSI tertangkap


ng

on
gu

Hal 51 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
tangan pada saat melakukan purging/ganti order menggunakan resin

R
murni yang seharusnya menggunakan resin recycle.

si
155. Tindakan TERGUGAT REKONVENSI tersebut jelas bertentangan dengan

ne
ng
standar operasional prosedur PENGGUGAT REKONVENSI yang
memberikan legitimasi bagi PENGGUGAT REKONVENSI untuk
menggunakan Pasal 154 A huruf K UU Cipta Kerja melakukan PHK.

do
gu
156. Dengan demikian, telah beralasan bagi PENGGUGAT REKONVENSI
untuk melakukan PHK terhadap TERGUGAT REKONVENSI tanpa adanya

In
A
penetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial dan mohon kepada
Majelis Hakim Yang Terhormat PHK yang dilakukan oleh PENGGUGAT
ah

REKONVENSI telah sah dan berdasarkan hukum.

lik
O.
am

ub
DIKARENAKAN ADANYA BIAYA KERUGIAN YANG HARUS DITANGGUNG
ep
OLEH PENGGUGAT REKONVENSI AKIBAT PERBUATAN TERGUGAT
k

REKONVENSI MAKA PENGGUGAT REKONVENSI BERHAK UNTUK TIDAK


ah

MEMBERIKAN PESANGON DAN KEWAJIBAN LAINNYA KEPADA


R

si
TERGUGAT REKONVENSI

ne
ng

157. Majelis Hakim Yang Terhormat, sebagaimana telah PENGGUGAT

do
REKONVENSI jelaskan sebelumnya, akibat perbuatan dari TERGUGAT
gu

REKONVENSI, PENGGUGAT REKONVENSI harus menerima teguran


atau complain dari customer PENGGUGAT REKONVENSI yang tertuang
In
A

dalam CCR No. CCR 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020, No.


024/NCR/2020 tanggal 04 April 2020 dan CCR No. 031/NCR/2020 08 April
ah

lik

2020, yang dalam proses produksinya PENGGUGAT REKONVENSI telah


mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp176.257.200,- (seratus tujuh
puluh enam juta dua ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus rupiah)
m

ub

yang masih memiliki potensi akan bertambah kedepannya akibat


ka

perbuatan PENGGUGAT. Dengan perincian keluhan sebagai berikut:


ep

a. No. CCR 017/NCR/2020 tanggal 26 Februari 2020 dengan kerugian


sebesar Rp39.628.800,- (tiga puluh sembilan juta enam ratus dua
ah

puluh delapan ribu delapan ratus rupiah);


es
M

ng

on
gu

Hal 52 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 52
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
b. No. CCR 024/NCR/2020 tanggal 04 April 2020 dengan kerugian

R
sebesar Rp97.752.000,- (sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus lima

si
puluh dua ribu rupiah);

ne
ng
c. No. CCR 031/NCR/2020 tanggal 08 April 2020 dengan kerugian
sebesar Rp38.876.400,- (tiga puluh delapan juta delapan ratus tujuh
puluh enam ribu empat ratus rupiah).

do
gu
158. Melihat dari biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh PENGGUGAT
REKONVENSI tersebut, maka PENGGUGAT REKONVENSI berhak untuk

In
A
tidak membayarkan pesangon dan kewajiban lainnya kepada TERGUGAT
REKONVENSI.
ah

159. Oleh karenanya, PENGGUGAT REKONVENSI memohon kepada Majelis

lik
Hakim Yang Terhormat untuk menyatakan PHK yang dilakukan terhadap
TERGUGAT REKONVENSI sah dan PENGGUGAT REKONVENSI berhak
am

ub
untuk tidak membayarkan pesangon dan kewajiban lainnya kepada
TERGUGAT REKONVENSI.
ep
k

P.
ah

PENUTUP
R

si
ne
ng

Berdasarkan uraian mengenai argumentasi hukum, opini Ahli Hukum dan


Yurisprudensi sebagaimana dikemukakan di atas, kami mohon kepada Majelis

do
Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Bandung yang
gu

mengadili perkara ini untuk mengeluarkan putusan yang menyatakan:


DALAM KONVENSI
In
A

PRIMAIR
Dalam Eksepsi
ah

lik

1. Menerima Eksepsi TERGUGAT untuk keseluruhan;


2. Menyatakan Gugatan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).
Dalam Pokok Perkara
m

ub

1. Menolak Gugatan PENGGUGAT untuk keseluruhan;


ka

2. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara.


ep

SUBSIDAIR
Majelis Hakim berpendapat lain maka mohon berkenan memberikan amar
ah

putusan sebagai berikut:


es
M

ng

on
gu

Hal 53 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 53
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
1. Menyatakan PENGGUGAT telah melakukan Kesalahan Berat terhadap

R
TERGUGAT;

si
2. Menyatakan PHK yang dilakukan TERGUGAT kepada PENGGUGAT

ne
ng
adalah sah;
3. Menghukum TERGUGAT untuk membayar uang pesangon sebesar
Rp14.687.178- (empat belas juta enam ratus delapan puluh tujuh

do
gu seratus tujuh puluh delapan rupiah).
4. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara ini.

In
A
DALAM REKONVENSI
1. Menerima Gugatan PENGGUGAT REKONVENSI untuk seluruhnya;
ah

2. Menyatakan TERGUGAT REKONVENSI telah melakukan Kesalahan

lik
Berat terhadap PENGGUGAT REKONVENSI;
3. Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan PENGGUGAT
am

ub
REKONVENSI kepada TERGUGAT REKONVENSI adalah sah;
4. Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh
ep
PENGGUGAT REKONVENSI adalah sah karena TERGUGAT
k

REKONVENSI telah mengakibatkan kerugian terhadap PENGGUGAT


ah

REKONVENSI;
R

si
5. Menghukum TERGUGAT REKONVENSI untuk membayar biaya yang
timbul akibat perkara ini;

ne
ng

ATAU
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya

do
gu

(ex aequo et bono).


Menimbang, bahwa terhadap jawaban dari Tergugat tersebut, Penggugat
telah mengajukan Tanggapan/Replik tertulisnya pada tanggal 24 Mei 2021;
In
A

Menimbang, bahwa terhadap Replik dari Penggugat tersebut, Tergugat


telah mengajukan Tanggapan/Duplik tertulisnya pada tanggal 2 Juni 2021;
ah

lik

Menimbang, bahwa Penggugat untuk meneguhkan dalil gugatannya telah


mengajukan bukti tertulis, berupa foto copy yang telah dibubuhi materai
m

ub

secukupnya dan setelah dicocokkan dengan aslinya/copynya, kemudian diberi


tanda P-1 s/d P-7 sebagai berikut:
ka

1. P-1 : Id card atas nama Penggugat;


ep

2. P-2 : Slip gaji Penggugat periode 16 Desember 2018-15 Januari 2019;


ah

3. P-3 : Surat Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu antara Penggugat


R

dengan Tergugat, tanggal 5 September 2011;


es

4. P-4 : Surat No.: 103/HRGA-AMG/III/2020, perihal keterangan


M

ng

karyawan keluar, tanggal 23 Maret 2020;


on
gu

Hal 54 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 54
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
5. P-5 : Surat keterangan pengalaman kerja No. 103/HRGA-

R
AMG/III/2020, atas nama Penggugat, tanggal 23 Maret 2020;

si
6. P-6 : Risalah perundingan bipartit, tanggal 17 September 2020 dan

ne
ng
tanggal 26 Nopember 2020;
7. P-7 : Surat Nomor: 567/6025/Disnaker, tanggal 30 September 2020,
perihal panggilan, dan Surat Nomor: 567/7987/Disnaker, tanggal

do
gu 19 November 2020, perihal panggilan, yang diterbitkan oleh Dinas
Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi;

In
A
Menimbang, bahwa Tergugat untuk meneguhkan dalil jawabannya telah
mengajukan bukti tertulis, berupa foto copy yang telah dibubuhi materai
ah

secukupnya dan telah dicocokkan dengan aslinya/copynya, kemudian diberi

lik
tanda T-1 s/d T- 69 sebagai berikut:
1. T-1 : Akta Pendirian PT. AMG Plastic Industry No. 20, tanggal 13
am

ub
Oktober 2016 yang dibuat oleh Engawati Gazali, S.H.;
2. T-2 : Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No.
ep
AHU-0046349.AH.01.01.Tahun 2016, tanggal 19 Oktober 2016;
k

3. T-3 : Surat Keputusan No. 003/SKP/AMG-HRD/VIII/2017, tanggal 16


ah

Agustus 2017;
R

si
4. T-4 : Surat Pernyataan No. 269/HRGA-AMG/VI/2020, tanggal 26 Juni
2020;

ne
ng

5. T-5 : Berita Acara tanggal 20 Februari 2020;


6. T-6 : SPK No. SPKS-A/20-9002, tanggal 04 Februari 2020;

do
gu

7. T-7 : SPK No. SPK-A/20-0009, tanggal 05 Februari 2020;


8. T-8 : SPK No. SPK-A/20-0010, tanggal 05 Februari 2020;
9. T-9 : SPK No. SPKS-A/20-9004, tanggal 14 Februari 2020;
In
A

10. T-10 : SPK No. SPKS-A/20-9005, tanggal 17 Februari 2020;


11. T-11 : Berita Acara tanggal 20 Maret 2020;
ah

lik

12. T-12 : SPKP-1/20-003;


13. T-13 : Surat Peringatan 3 No. 173/SP/AMG-HRD/III/20, tanggal 20
m

ub

Maret 2020;
14. T-14 : Surat Keterangan Pengalaman Kerja No. 270/HRGA-
ka

AMG/VI/2020, tanggal 26 Juni 2020;


ep

15. T-15 : Customer Complaint Report (“CCR”) No. 017/NCR/2020, tanggal


ah

26 Februari 2020;
R

16. T-16 : CCR No. 024/NCR/2020, tanggal 4 April 2020;


es

17. T-17 : CCR No. 031/NCR/2020, tanggal 08 April 2020;


M

ng

on
gu

Hal 55 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 55
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
18. T-18 : Surat Jalan Return barang No. SJ.LL-TIM-2105-2802, tanggal 28

R
Februari 2020;

si
19. T-19 : Surat Jalan Return barang No. SJ.LL-TIM-2105-0804, tanggal 08

ne
ng
April 2020;
20. T-20 : Surat Jalan Return barang No. SJ.LL-TIM-2105-1304, tanggal 13
April 2020;

do
gu
21. T-21 : Perincian Kerugian Akibat Didi Setiadi (Penggugat), tanggal 7
Juni 2021;

In
A
22. T-22 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 199/Pdt.Sus-
ah

PHI/2018/PN Bdg, tanggal 31 Desember 2018;

lik
23. T-23 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 175/PDT.SUS-
am

ub
PHI/2014/PN.BDG, tanggal 24 Maret 2015;
24. T-24 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
ep
Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 38/Pdt.Sus-
k

PHI/2019/PN Bdg, tanggal 29 April 2019;


ah

25. T-25 : Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 625


R

si
K/Pdt.Sus-PHI/2016, tanggal 21 April 2016;
26. T-26 : Putusan Mahkamah Agung No. 1031 K/Pdt.Sus-PHI/2016,

ne
ng

tanggal 25 Januari 2017;


27. T-27 : Pendapat Ahli Hukum M. Yahya Harahap, dalam bukunya

do
gu

“Hukum Acara perdata tentang gugatan, persidangan, penyitaan,


pembuktian, dan putusan pengadilan” Jakarta: Sinar Grafika,
2013, hlm. 58;
In
A

28. T-28 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


Negeri Pangkal Pinang No. 7/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp, tanggal
ah

lik

31 Maret 2021;
29. T-29 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
m

ub

Negeri Pangkal Pinang Nomor: 2/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp,


tanggal 18 Februari 2021;
ka

30. T-30 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan


ep

Negeri Pangkal Pinang Nomor: 12/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Pgp,


ah

tanggal 25 Maret 2021;


R

31. T-31 : Pendapat Ahli Hukum M. Yahya Harahap, S.H., “Hukum Acara
es

Perdata”, Sinar Grafika, 2013, halaman 112 -113;


M

ng

on
gu

Hal 56 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 56
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
32. T-32 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan

R
Negeri Bandung Kelas IA Khusus No. 14/Pdt.Sus-

si
PHI/2020/PN.Bdg, tanggal 8 Juni 2020;

ne
ng
33. T-33 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 27/Pdt.Sus-
PHI/2014/PN.Bdg, tanggal 14 Juli 2014;

do
gu
34. T-34 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
Negeri Bandung Kelas I A Khusus Nomor: 77/G/2011/PHI/Pn.Bdg,

In
A
tanggal 27 Oktober 2011;
35. T-35 : Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan
ah

Negeri Surabaya Nomor 147/G/2016/PHI.SBY, tanggal 10 Januari

lik
2017;
36. T-36 : Pendapat Ahli Hukum M. Yahya Harahap dalam bukunya “Hukum
am

ub
Acara perdata tentang gugatan, persidangan, penyitaan,
pembuktian, dan putusan pengadilan” Jakarta: Sinar Grafika,
ep
2013, hlm. 58;
k

37. T-37 : Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas IA Nomor:


ah

94/Pdt/G/2019/PN.Blb, tanggal 22 Oktober 2019;


R

si
38. T-38 : Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 17
P/HUM/2019, tanggal 18 Maret 2019;

ne
ng

39. T-39 : Putusan Mahkamah Agung Nomor: 371 PK/Pdt/2017, tanggal 15


Agustus 2017;

do
gu

40. T-40 : M. Yahya Harahap dalam bukunya “Hukum Acara perdata


tentang gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan
putusan pengadilan” Jakarta: Sinar Grafika, 2004, hlm. 885;
In
A

41. T-41 : Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 209


K/Sip/1970 tanggal 6 Maret 1971 dalam buku Hulman Panjaitan,
ah

lik

S.H., M.H. “Kumpulan Kaidah Hukum Putusan Mahkamah Agung


Republik Indonesia Tahun 1953-2008 Berdasarkan
m

ub

Penggolongannya”, Penerbit Kencana Prenada Media Group:


2014, halaman 26;
ka

42. T-42 : Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 547


ep

K/Sip/1973 dalam buku M. Yahya Harahap, “Hukum Acara Perdata


ah

tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan


R

Putusan Pengadilan”, halaman 98-99;


es
M

ng

on
gu

Hal 57 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 57
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
43. T-43 : Pendapat Ahli Hukum M. Yahya Harahap dalam bukunya yang

R
berjudul “Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan,

si
Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan”, halaman 96;

ne
ng
44. T-44 : Pendapat Ahli Hukum M. Yahya Harahap pun dalam bukunya
“Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan,
Pembuktian, dan Putusan Pengadilan”, halaman 58;

do
gu
45. T-45 : Pendapat Ahli Hukum Dr. Drs. H. A. Mukti Arto, S.H., M.Hum.
dalam bukunya “Teori & Seni Menyelesaikan Perkara Perdata di

In
A
Pengadilan”. Jakarta: Kencana, 2019, hlm. 195;
46. T-46 : Putusan Mahkamah Agung No.975/Pdt.G/2014/PA. Pas, tanggal
ah

4 Desember 2014;

lik
47. T-47 : Putusan Mahkamah Agung Nomor 1203/Pdt.G/2013/PA. Pas,
tanggal 20 Februari 2014;
am

ub
48. T-48 : Putusan Mahkamah Agung Nomor 0968/Pdt.G/2014/PA. Pas,
tanggal 21 Agustus 2014;
ep
49. T-49 : Putusan Mahkamah Agung Nomor 906/Pdt.G/2015/PA. Pas,
k

tanggal 8 Oktober 2015;


ah

50. T-50 : Putusan Mahkamah Agung Nomor 0388/Pdt.G/2019/PA.Mbl,


R

si
tanggal 14 November 2019;
51. T-51 : Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3 Tahun

ne
ng

2015 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno


Mahkamah Agung Tahun 2015 Sebagai Pedoman Pelaksanaan

do
gu

Tugas Bagi Pengadilan Halaman 3 dan 4;


52. T-52 : Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 684
K/Pdt.Sus-PHI/2015, tanggal 14 Januari 2016;
In
A

53. T-53 : Slip Gaji Periode 16 Januari 2020-15 Februari 2020 atas nama
Didi Setiadi (in casu Penggugat);
ah

lik

54. T-54 : Slip Gaji Periode 16 Februari 2020-15 Maret 2020 atas nama Didi
Setiadi (in casu Penggugat);
m

ub

55. T-55 : Putusan Mahkamah Agung No. 791 K/Sip/1972 tanggal 26


Februari 1973 dalam buku Hulman Panjaitan, S.H., M.H.
ka

“Kumpulan Kaidah Hukum Putusan Mahkamah Agung Republik


ep

Indonesia Tahun 1953-2008 Berdasarkan Penggolongannya”,


ah

Penerbit Kencana Prenada Media Group: 2014, halaman 67;


R

56. T-56 : Butir 4 huruf a dan f SEMA No. 3 tahun 2000 tentang Putusan
es

Serta Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil;


M

ng

on
gu

Hal 58 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 58
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
57. T-57 : SEMA No. 4 tahun 2001 tentang Permasalahan Putusan Serta

R
Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil;

si
58. T-58 : Bagian Kesatu Umum Bab IV Ketenagakerjaan Undang-Undang

ne
ng
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
59. T-59 : Pasal 151, Pasal 154, Pasal 155, Pasal 158, Pasal 156 dan
Pasal 169 UU Ketenagakerjaan yang telah diubah dan telah

do
gu dihapus oleh UU Cipta Kerja;
60. T-60 : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2021

In
A
Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing;
61. T-61 : Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian
ah

Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja Dan Waktu Istirahat,

lik
Dan Pemutusan Hubungan Kerja;
62. T-62 : Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 Tentang
am

ub
Pengupahan;
63. T-63 : Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2021 Tentang
ep
Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan;
k

64. T-64 : Penjelasan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011


ah

Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;


R

si
65. T-65 : Pasal 186 Undang-Undang Cipta Kerja;
66. T-66 : Pasal 157 Undang-Undang Cipta Kerja;

ne
ng

67. T-67 : Pasal 156 ayat (1) jo ayat (2) Undang-Undang Cipta Kerja;
68. T-68 : Pasal 154 A huruf K Undang-Undang Cipta Kerja;

do
gu

69. T-69 : Pasal 36 Huruf K PP Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian


Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja Dan Waktu Istirahat,
Dan Pemutusan Hubungan Kerja;
In
A

Menimbang, bahwa atas kesempatan yang diberikan oleh Majelis Hakim


pihak Penggugat melalui Kuasa Hukumnya di depan persidangan menyatakan
ah

lik

tidak mengajukan saksi;


Menimbang, bahwa selain mengajukan bukti surat di depan persidangan
m

ub

pihak Tergugat mengajukan 1 (satu) orang saksi yang bernama: Arle Hanoto,
Tempat/Tanggal Lahir: Wonogiri, 15-3-1976, Jenis Kelamin: Laki-Laki, Agama:
ka

Islam, Alamat: Perum GMM Blok H. 4, No. 04, RT. 005, RW. 010, Kel. Lubang
ep

Buaya, Kec. Setu, Kab. Bekasi, dengan disumpah menurut Agamanya telah
ah

memberikan keterangan di persidangan, sebagaimana termuat dalam Berita


R

Acara Persidangan;
es
M

ng

on
gu

Hal 59 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 59
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa pihak Penggugat maupun pihak Tergugat melalui

R
Kuasa Hukumnya telah menyerahkan kesimpulan secara tertulis pada tanggal

si
21 Juli 2021;

ne
ng
Menimbang, bahwa selanjutnya segala sesuatu yang termuat dalam
berita acara persidangan perkara ini, untuk menyingkat Putusan ini dianggap
telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Putusan ini;

do
gu Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada hal-hal
yang diajukan lagi dan mohon Putusan;

In
A
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah
ah

sebagaimana tersebut diatas;

lik
DALAM KONVENSI
DALAM EKSEPSI
am

ub
Menimbang, bahwa oleh karena bersamaan dengan jawaban Tergugat
telah mengajukan eksepsi, maka Majelis Hakim perlu dan berkewajiban untuk
ep
terlebih dahulu mempertimbangkan eksepsi tersebut sebelum memeriksa materi
k

pokok perkara;
ah

Menimbang, bahwa Tergugat dalam jawabannya telah mengajukan


R

si
eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Gugatan Penggugat telah kadaluarsa karena telah melewati batas waktu 1

ne
ng

(satu) tahun, dengan alasan bahwa berdasarkan Pasal 82 Undang-Undang


Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan

do
gu

Industrial telah menggariskan gugatan perselisihan hubungan industrial


memiliki batas waktu untuk diajukan paling lama 1 (satu) tahun;
2. Penggugat menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang
In
A

Ketenagakerjaan yang telah dihapus dan diubah dengan Undang-Undang


Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, dengan alasan karena
ah

lik

pemerintah telah mengundangkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020


Tentang Cipta Kerja yang telah menghapus banyak pasal dalam Undang-
m

ub

Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan;


3. Gugatan Penggugat kurang pihak, dengan alasan karena di dalam
ka

gugatannya Penggugat tidak melibatkan PT. Artha Multi Global;


ep

4. Penggugat tidak mempunyai legal standing dalam mengajukan gugatan a


ah

quo, dengan alasan karena Pasal 158 Undang-Undang Ketenagakerjaan


R

yang dijadikan sebagai landasan hukum gugatan adalah ketentuan yang


es

sudah tidak berlaku lagi;


M

ng

on
gu

Hal 60 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 60
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
5. Dasar hitung Penggugat bertentangan dengan Pasal 157 Undang-Undang

R
Cipta Kerja, dengan alasan karena Penggugat menghitung nilai pesangon

si
berdasarkan upah yang diterima terakhir dan bukan berdasarkan upah

ne
ng
pokok;
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi Tergugat tersebut Majelis Hakim
Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Bandung kelas I A

do
gu
Khusus yang memeriksa dan mengadili perkara ini mempertimbangkan sebagai
berikut;

In
A
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi yang diajukan oleh Tergugat yang
menyatakan gugatan Penggugat telah kadaluarsa, maka Majelis Hakim akan
ah

mempertimbangkan sebagai berikut;

lik
Menimbang, bahwa untuk dapat difahami oleh para pihak yang berselisih,
apabila merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 37/PUU-IX/2011
am

ub
dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/PUU-X/2012, maka dalam
mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial tidak ada lagi
ep
daluarsa dalam mengajukan gugatan untuk menuntut hak pekerja/buruh;
k

Menimbang, bahwa angka 3 Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan


ah

Republik Indonesia Nomor 1/Men/I/2015 Tentang Putusan Mahkamah Konstitusi


R

si
Nomor 100/Puu-X/2012 Atas Pasal 96 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan menyatakan Tuntutan hak atas pembayaran upah

ne
ng

pekerja/buruh dan segala pembayaran yang timbul dari hubungan kerja yang
diajukan setelah terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi, maka hak yang dapat

do
gu

dihitung paling lama sejak tanggal 19 September 2011;


Menimbang, bahwa setelah meneliti dengan cermat dalil yang
disampaikan oleh para pihak yang berselisih, Majelis Hakim menemukan fakta
In
A

awal perselisihan antara Penggugat dengan Tergugat dalam perkara a quo


terjadi pada tanggal 20 Maret 2020;
ah

lik

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas serta


berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 37/PUU-IX/2011 dan
m

ub

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/PUU-X/2012 Jo Surat Edaran


Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1/Men/I/2015 Tentang
ka

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/Puu-X/2012 Atas Pasal 96 Undang-


ep

Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Majelis Hakim


ah

berpendapat, terhadap eksepsi yang diajukan oleh Tergugat tentang gugatan


R

Penggugat dalam perkara a quo kadaluarsa tidak dapat dipertimbangkan


es

karena tidak berdasar hukum, sehingga selayaknya dinyatakan ditolak;


M

ng

on
gu

Hal 61 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 61
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi selain eksepsi tentang gugatan

R
daluarsa yang diajukan oleh Tergugat dalam perkara a quo, Majelis Hakim

si
berpendapat dalil yang disampaikan oleh Tergugat tersebut bukanlah materi

ne
ng
eksepsi sebagaimana ketentuan yang diatur dalam hukum acara perdata,
karena apa yang disampaikan oleh Tergugat tersebut telah masuk ke dalam
substansi materi pokok perkara yang masih memerlukan pemeriksaan serta

do
gu
pembuktian lebih lanjut, dan baru dapat dipertimbangkan serta di putus
bersama-sama dengan materi pokok perkara dalam putusan akhir, sehingga

In
A
berdasarkan hal tersebut Majelis Hakim berpendapat, eksepsi yang diajukan
oleh Tergugat tersebut tidak dapat dipertimbangkan, karena tidak berdasar
ah

hukum sehingga selayaknya dinyatakan ditolak;

lik
Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan tersebut diatas,
Majelis Hakim berpendapat, telah cukup alasan hukum bagi Majelis Hakim
am

ub
untuk menyatakan menolak eksepsi Tergugat untuk seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA
ep
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah
k

sebagaimana tersebut diatas :


ah

Menimbang, bahwa setelah menelaah dalil yang disampaikan oleh para


R

si
pihak yang berselisih dalam perkara a quo secara cermat dan teliti Majelis
Hakim memperoleh fakta, yang pada pokoknya Penggugat mohon agar Majelis

ne
ng

Hakim yang menyidangkan perkara a quo menyatakan pemutusan hubungan


kerja (PHK) yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat batal demi hukum,

do
gu

serta menghukum Tergugat untuk membayar kompensasi secara tunai dan


seketika kepada Penggugat, sedangkan Tergugat pada pokoknya mohon agar
Majelis Hakim yang menyidangkan perkara a quo menyatakan, pemutusan
In
A

hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat adalah
sah karena Penggugat telah mengakibatkan kerugian terhadap Tergugat;
ah

lik

Menimbang, bahwa dari pokok dalil yang disampaikan oleh para pihak
yang berselisih tersebut, Majelis Hakim berkesimpulan pada prinsipnya para
m

ub

pihak yang berselisih sama-sama berkeinginan untuk mengakhiri hubungan


kerja, hanya saja para pihak yang berselisih berbeda pendapat tentang
ka

kualifikasi putusnya hubungan kerja dalam perkara a quo serta bagaimana


ep

akibat hukumnya bagi para pihak yang berselisih dalam perkara a quo;
ah

Menimbang, bahwa terhadap perselisihan tersebut sudah dilakukan


R

upaya perundingan bipartit, akan tetapi tidak ada titik temu;


es

Menimbang, bahwa oleh karena tidak ada kesepakatan dalam


M

ng

perundingan bipartit maka perselisihan dilanjutkan melalui mediasi oleh


on
gu

Hal 62 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 62
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Mediator Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kab. Bekasi, dan telah

R
menerbitkan surat Nomor 567/751/Disnaker tanggal 29 Januari 2021 perihal

si
anjuran, serta telah pula menerbitkan risalah penyelesaian perselisihan

ne
ng
hubungan industrial tanggal 26 Maret 2021;
Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat mengajukan gugatan ke
Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A

do
gu
Khusus, sesuai ketentuan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dengan Register

In
A
Perkara Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg tanggal 14 April 2021;
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat telah
ah

disangkal/dibantah oleh Tergugat, maka berdasarkan ketentuan Pasal 163 HIR,

lik
Penggugat mempunyai kewajiban untuk membuktikan dalil gugatannya,
sedangkan Tergugat mempunyai kewajiban untuk membuktikan dalil
am

ub
bantahannya;
Menimbang, bahwa untuk mempertahankan dalil-dalil gugatannya
ep
Penggugat telah mengajukan bukti surat yang diberi tanda sebagai P-1 s/d P-7
k

dan tidak mengajukan saksi, sedangkan untuk mempertahankan dalil-dalil


ah

bantahannya Tergugat telah mengajukan bukti surat yang diberi tanda sebagai
R

si
T-1 s/d T-69 serta mengajukan 1 (satu) orang saksi atas nama Arle Hanoto yang
telah memberikan keterangan di bawah sumpah;

ne
ng

Menimbang, bahwa untuk selanjutnya Majelis Hakim akan menilai dan


mempertimbangkan secara seksama bukti yang telah diajukan oleh Penggugat

do
gu

maupun bukti dan keterangan saksi yang telah diajukan oleh Tergugat;
Menimbang, bahwa oleh karena terjadi perbedaan pendapat antara
Penggugat dengan Tergugat tentang masa kerja dan besaran upah yang
In
A

diterima oleh Penggugat dalam perkara a quo, maka sebelum lebih lanjut
mempertimbangkan tentang putusnya hubungan kerja antara para pihak yang
ah

lik

berselisih, Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan tentang


masa kerja dan besaran upah Penggugat dalam perkara a quo;
m

ub

Menimbang, bahwa terhadap perbedaan pendapat tentang masa kerja


Penggugat saat bekerja di perusahaan Tergugat, maka Majelis Hakim akan
ka

mempertimbangkan sebagai berikut;


ep

Menimbang, bahwa bukti P-5 berupa surat keterangan pengalaman kerja


ah

No. 103/HRGA-AMG/III/2020, atas nama Penggugat, yang diterbitkan oleh


R

Tergugat tanggal 23 Maret 2020, yang mana dalam surat tersebut substansinya
es

menyatakan, Penggugat telah bekerja di perusahaan Tergugat sejak tanggal 27


M

ng

Agustus 2011 sampai dengan 21 Maret 2020;


on
gu

Hal 63 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 63
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa menurut Tergugat, oleh karena terdapat kekeliruan

R
tentang masa kerja dalam surat pengalaman kerja sebagaimana bukti P-5

si
tersebut, selanjutnya Tergugat membuat surat pernyataan No. 269/HRGA-

ne
ng
AMG/VI/2020, tanggal 26 Juni 2020 (bukti T-4), yang substansinya menyatakan
oleh karena terdapat kekeliruan dalam surat No. 103/HRGA-AMG/III/2020,
maka surat pengalaman kerja tersebut tidak berlaku dan dibatalkan;

do
gu Menimbang, bahwa selanjutnya sebagai pengganti dari surat No.
103/HRGA-AMG/III/2020 tersebut, Tergugat menerbitkan surat keterangan

In
A
pengalaman kerja atas nama Penggugat, dengan No. 270/HRGA-AMG/VI/2020,
tanggal 26 Juni 2020 (bukti T-14), yang substansinya menyatakan Penggugat
ah

bekerja di perusahaan Tergugat sejak tanggal 16 Mei 2017 sampai dengan 21

lik
Maret 2020;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-5, bukti T-4 dan bukti T-14
am

ub
tersebut Majelis Hakim berpendapat, Penggugat pertama kali bekerja di
perusahaan Tergugat (in casu PT. AMG Plastic Industry) adalah pada tanggal 16
ep
Mei 2017;
k

Menimbang, bahwa terhadap perbedaan pendapat tentang besaran upah


ah

Penggugat yang dapat dijadikan sebagai dasar perhitungan kompensasi dalam


R

si
perkara a quo, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan sebagai berikut;
Menimbang, bahwa bukti T-53 berupa slip gaji Penggugat periode 16

ne
ng

Januari 2020-15 Februari 2020, serta bukti T-54 berupa slip gaji Penggugat
periode 16 Februari 2020-15 Maret 2020, yang mana dalam bukti tersebut

do
gu

tertera Penggugat mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 3.787.911 (Tiga Juta


Tujuh Ratus Delapan Puluh Tujuh Ribu Sembilan Ratus Sebelas Rupiah) serta
tunjangan tetap sebesar Rp 1.107.815 (Satu Juta Seratus Tujuh Ribu Delapan
In
A

Ratus Lima Belas Rupiah);


Menimbang, bahwa berdasarkan bukti T-53 dan bukti T-54 tersebut serta
ah

lik

berdasarkan Pasal 157 ayat (1) huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Majelis Hakim berpendapat, besaran
m

ub

upah Penggugat yang dapat dijadikan sebagai dasar perhitungan kompensasi


dalam perkara a quo adalah sebesar Rp 4.895.726 (Empat Juta Delapan Ratus
ka

Sembilan Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Dua Puluh Enam Rupiah);
ep

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan,


ah

tentang putusnya hubungan kerja yang terjadi antara para pihak dalam perkara
R

a quo, serta bagaimana akibat hukumnya bagi para pihak yang berselisih dalam
es

perkara a quo;
M

ng

on
gu

Hal 64 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 64
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa para pihak yang berselisih sama-sama mendalilkan,

R
perselisihan dalam perkara a quo berawal dari adanya tindakan Tergugat yang

si
melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada Penggugat dengan

ne
ng
alasan Penggugat telah melakukan kesalahan berat, yang mana dalam
persidangan para pihak yang berselisih sama-sama tidak dapat membuktikan
adanya surat pemutusan hubungan kerja (PHK) atas nama Penggugat yang

do
gu
diterbitkan oleh Tergugat;
Menimbang, bahwa oleh karena dalam persidangan tidak ditemukan

In
A
adanya surat PHK yang diterbitkan oleh Tergugat dalam perkara a quo, serta
oleh karena terbukti putusnya hubungan kerja dalam perkara a quo belum
ah

mendapatkan Putusan dari Pengadilan Hubungan Industrial, maka berdasarkan

lik
ketentuan Pasal 151 ayat (3) dan Pasal 155 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Majelis Hakim berpendapat, pemutusan
am

ub
hubungan kerja yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat dalam perkara
a quo batal demi hukum serta hubungan kerja antara para pihak yang berselisih
ep
dinyatakan belum pernah terputus, sehingga berdasarkan hal tersebut terhadap
k

petitum gugatan Penggugat angka 2 dan angka 3 berdasar hukum dinyatakan


ah

dikabulkan;
R

si
Menimbang, bahwa meskipun Majelis Hakim telah menyatakan
hubungan kerja antara para pihak yang berselisih belum pernah terputus,

ne
ng

namun demikian oleh karena terbukti para pihak yang berselisih sama-sama
berkeinginan untuk mengakhiri hubungan kerja, maka berdasarkan ketentuan

do
gu

Pasal 100 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian


Perselisihan Hubungan Industrial serta dengan mempertimbangkan nilai
kemanfaatan bagi para pihak yang berselisih dalam perkara a quo Majelis
In
A

Hakim berpendapat, akan lebih bermanfaat apabila hubungan kerja antara para
pihak diakhiri, sehingga demi memberikan kepastian hukum bagi para pihak
ah

lik

yang berselisih dalam perkara a quo Majelis Hakim menyatakan, hubungan


kerja antara Penggugat dengan Tergugat dinyatakan putus sejak putusan ini
m

ub

dibacakan, dengan kualifikasi PHK tanpa adanya kesalahan dari pekerja;


Menimbang, bahwa oleh karena perselisihan perkara a quo terjadi
ka

sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja,


ep

maka berdasarkan ketentuan Pasal 191 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003


ah

Tentang Ketenagakerjaan serta mengacu pada asas legalitas Majelis Hakim


R

berpendapat, akan adil apabila penyelesaian perselisihan dalam perkara a quo


es

dengan segala akibat hukumnya mengacu dan didasarkan pada ketentuan yang
M

ng

diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan;


on
gu

Hal 65 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 65
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa oleh karena Majelis Hakim telah menyatakan,

R
putusnya hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat dalam perkara a

si
quo bukan karena adanya kesalahan dari pekerja, maka Majelis Hakim

ne
ng
berpendapat akan adil apabila Tergugat dihukum untuk membayar kompensasi
secara tunai dan sekaligus kepada Penggugat berupa uang pesangon sebesar
2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja

do
gu
sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak
sebagaimana ketentuan Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun

In
A
2003 Tentang Ketenagakerjaan dengan perincian sebagai berikut: Uang
Pesangon: 2 x 5 x Rp Rp 4.895.726 = Rp 48.957.260, Uang Penghargaan Masa
ah

Kerja: 1 x 2 x Rp 4.895.726 = Rp 9.791.452, Uang Penggantian Hak: 15% x Rp

lik
58.748.712 = Rp 8.812.307, dengan jumlah kompensasi sebesar Rp 67.561.019
(Enam Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Enam Puluh Satu Ribu Sembilan Belas
am

ub
Rupiah), sehingga berdasarkan hal tersebut terhadap petitum gugatan
Penggugat angka 5 berdasar hukum dikabulkan sebagian;
ep
Menimbang, bahwa oleh karena itikad baik penyelesaian perselisihan
k

dalam perkara a quo dilakukan oleh Penggugat, maka berdasarkan ketentuan


ah

SEMA Nomor 3 Tahun 2015 Majelis Hakim berpendapat, Tergugat dihukum pula
R

si
untuk membayar upah proses kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus
sebesar 6 (enam) bulan upah yang biasa diterima oleh Penggugat saat bekerja

ne
ng

di perusahaan Tergugat, dengan perincian sebagai berikut: 6 x Rp 4.895.726 =


Rp 29.374.356 (Dua Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu

do
gu

Tiga Ratus Lima Puluh Enam rupiah), sehingga berdasarkan hal tersebut
terhadap petitum gugatan Penggugat angka 4 berdasar hukum dikabulkan
sebagian;
In
A

Menimbang, bahwa oleh karena Majelis Hakim telah menyatakan


menghukum Tergugat untuk membayar sejumlah uang dan bukan menghukum
ah

lik

Tergugat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan, maka


berdasarkan ketentuan Pasal 606a Rv Majelis Hakim berpendapat, terhadap
m

ub

petitum gugatan Penggugat angka 6 yang mohon agar Tergugat dihukum untuk
membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1000.000 (Satu Juta Rupiah)
ka

setiap hari keterlambatan Tergugat dalam melaksanakan Putusan Pengadilan


ep

Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus yang


ah

telah memiliki kekuatan hukum tetap tidak dapat dipertimbangkan karena tidak
R

berdasar hukum, sehingga selayaknya dinyatakan ditolak;


es

Menimbang, bahwa terhadap petitum gugatan Penggugat angka 7 yang


M

ng

mohon agar putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uit voerbaar bij
on
gu

Hal 66 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 66
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
voorraad), meskipun Tergugat mengajukan upaya perlawanan atau verzet,

R
kasasi, dan/atau peninjauan kembali Majelis Hakim berpendapat, oleh karena

si
tidak terdapat salah satu syarat yang terpenuhi sebagaimana ketentuan yang

ne
ng
diatur dalam Pasal 180 ayat (1) HIR/Pasal 191 ayat (1) RBg untuk dapat
dijatuhkan putusan yang dapat dilaksanakan lebih dahulu (uit voerbaar bij
voorraad), maka terhadap petitum gugatan Penggugat angka 7 tersebut tidak

do
gu
dapat dipertimbangkan, karena tidak berdasar hukum, sehingga selayaknya
dinyatakan ditolak;

In
A
Menimbang, bahwa seluruh bukti yang diajukan oleh Penggugat maupun
seluruh bukti dan keterangan saksi yang diajukan oleh Tergugat yang tidak
ah

dipertimbangkan secara satu persatu, haruslah dianggap telah menjadi

lik
pertimbangan seluruhnya dalam mengambil putusan dalam perkara a quo;
Menimbang, bahwa berdasarkan segala sesuatu yang telah
am

ub
dipertimbangkan di atas dan tanpa perlu lagi mempertimbangkan bukti-bukti
lainnya, maka telah cukup alasan hukum bagi Majelis Hakim untuk menyatakan
ep
mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian serta menolak selain dan
k

selebihnya;
ah

DALAM REKONVENSI
R

si
Menimbang, bahwa bersamaan dalam jawabannya Tergugat mengajukan
gugatan balik atau gugatan rekonvensi terhadap Penggugat Konvensi yang

ne
ng

selanjutnya disebut Tergugat Rekonvensi, yang maksud dan tujuan gugatan


Penggugat Rekonvensi sebagaimana diuraikan diatas;

do
gu

Menimbang, bahwa setelah mencermati dalil yang disampaikan oleh


Penggugat Rekonvensi di dalam gugatan rekonvensi, Majelis Hakim
berkesimpulan segala hal yang disampaikan oleh Penggugat Rekonvensi
In
A

tersebut substansinya sama sebagaimana yang telah disampaikan oleh


Penggugat Rekonvensi dalam jawaban konvensi;
ah

lik

Menimbang, bahwa dalam rangka memberi kesimpulan yang relevan dan


komprehensif terhadap gugatan Penggugat Rekonvensi, maka Majelis Hakim
m

ub

menyatakan seluruh pertimbangan di dalam gugatan konvensi secara mutatis


mutandis dianggap termuat dan dijadikan pertimbangan dalam memutus
ka

gugatan rekonvensi;
ep

Menimbang, bahwa oleh karena hal-hal yang dimohonkan oleh


ah

Penggugat rekonvensi telah dipertimbangkan dan diputus dalam gugatan


R

konvensi, maka Majelis Hakim berpendapat tidak perlu lagi untuk


es

mempertimbangkan hal-hal yang dimohonkan oleh Penggugat Rekonvensi


M

ng

dalam gugatan rekonvensi tersebut;


on
gu

Hal 67 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 67
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa berdasarkan segala sesuatu yang telah

R
dipertimbangkan di atas dan tanpa perlu lagi mempertimbangkan bukti-bukti

si
lainnya, maka telah cukup alasan hukum bagi Majelis Hakim untuk menyatakan,

ne
ng
gugatan yang diajukan oleh Penggugat Rekonvensi tidak dapat diterima (niet
onvankelijk verklaard);
DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI

do
gu Menimbang, bahwa meskipun gugatan Penggugat Konvensi/Tergugat
Rekonvensi dikabulkan sebagian, namun oleh karena nilai gugatan dalam

In
A
perkara a quo di bawah Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah),
maka berdasarkan ketentuan Pasal 58 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004,
ah

seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini dibebankan kepada negara;

lik
Mengingat, ketentuan-ketentuan yang diatur dalam HIR, Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 2
am

ub
Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan
peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ;
ep
MENGADILI
k

DALAM KONVENSI
ah

DALAM EKSEPSI
R

si
- Menolak eksepsi Tergugat untuk seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA

ne
ng

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;


2. Menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Tergugat

do
gu

terhadap Penggugat batal demi hukum;


3. Menyatakan hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat putus sejak
putusan ini dibacakan, dengan kualifikasi PHK tanpa adanya kesalahan;
In
A

4. Menghukum Tergugat untuk membayar kompensasi secara tunai dan


sekaligus kepada Penggugat dengan jumlah sebesar Rp 67.561.019 (Enam
ah

lik

Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Enam Puluh Satu Ribu Sembilan Belas Rupiah);
5. Menghukum Tergugat untuk membayar upah proses secara tunai dan
m

ub

sekaligus kepada Penggugat dengan jumlah sebesar Rp 29.374.356 (Dua


Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Lima
ka

Puluh Enam rupiah);


ep

6. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;


ah

DALAM REKONVENSI
R

- Menyatakan gugatan Penggugat Rekonvensi tidak dapat diterima (niet


es

onvankelijk verklaard);
M

ng

DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI


on
gu

Hal 68 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 68
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Membebankan seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini kepada negara;

R
Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim

si
Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A

ne
ng
Khusus, pada hari Rabu tanggal 21 Juli 2021 oleh kami H. Wasdi Permana,
S.H., M.H., sebagai Hakim Ketua, dengan Sugeng Prayitno, S.H., M.H., dan
Abdi Manaf, S.H., M.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota. Putusan

do
gu
tersebut pada hari Rabu tanggal 28 Juli 2021 diucapkan dalam persidangan
terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan didampingi oleh para Hakim

In
A
Anggota tersebut, dibantu oleh Rd. Djunianti, S.H., sebagai Panitera Pengganti,
serta dihadiri oleh Kuasa Penggugat dan Kuasa Tergugat.
ah

lik
Hakim Anggota: Hakim Ketua,
am

Sugeng Prayitno, S.H., M.H.


ub H. Wasdi Permana, S.H., M.H.
ep
k
ah

si
Abdi Manaf, S.H., M.H.

ne
ng

do
Panitera Pengganti,
gu

In
A

Rd. Djunianti, S.H.


ah

lik
m

ub
ka

ep
ah

es
M

ng

on
gu

Hal 69 dari 69 hal Putusan Nomor 136/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Bdg


d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 69